• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja pegawai berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kinerja pegawai berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Mengajukan permohonan surat keterangan tidak mampu beserta dokumen persyaratan yang dilampirkan kepada Inisial Sekretaris Daerah dan Kepala Desa untuk ditandatangani. Proses ini dimaksudkan untuk menetapkan prosedur penyelenggaraan layanan sertifikasi disabilitas di tingkat kabupaten untuk membantu masyarakat dengan layanan yang sederhana dan transparan.

Tabel 1.12  SOP Pelayanan SKCK
Tabel 1.12 SOP Pelayanan SKCK

Rumusan Masalah

Penyebab paling mendasar adalah kurangnya kontrol manajer terhadap kinerja bawahan atau kurangnya akuntabilitas pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian peneliti mengambil judul skripsi yaitu “Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Kecamatan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian .1 Manfaat Teoritis

Manfaat Praktis

Tinjauan Pustaka

Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Tidak terdapat pengaruh positif dan langsung antara responsiveness terhadap kinerja karyawan. “Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi Kasus Kantor Kecamatan Sei Beduk)”.

Kerangka Teori .1 Kinerja Pegawai

Pengertian Kinerja Pegawai

Menurut Kasmir (2016), kinerja pegawai merupakan hasil kerja dan perilaku kerja yang dicapai dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dilimpahkan dalam jangka waktu tertentu. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah tentang selesainya pekerjaan dan hasil yang dicapai melalui pekerjaan itu.

Indikator-indikator Kinerja Pegawai

Sedangkan menurut Prawirosentono (2014), kinerja pegawai dapat dievaluasi atau diukur dengan menggunakan beberapa indikator sebagai berikut. Oleh karena itu, tujuan penentuan indikator kinerja pegawai adalah untuk menunjukkan apakah hasil yang diharapkan telah tercapai.

Kepuasan Masyarakat

  • Pengertian Kepuasan Masyarakat
  • Indikator-indikator Kepuasan Masyarakat

Menurut Kasmir (2016), kepuasan masyarakat merupakan penilaian terhadap penggunaan suatu layanan oleh masyarakat dibandingkan dengan harapan sebelum penggunaan. Menurut Darmawan (2018), kepuasan masyarakat merupakan kepuasan atau kekecewaan yang timbul dari tata kelola institusi. Menurut Lukman dalam Pasolong (2013), kepuasan masyarakat adalah tingkat yang dirasakan individu ketika membandingkan hasil kinerja pegawai dengan pelayanan yang diharapkan.

Dari hasil beberapa pendapat para ahli tersebut, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa kepuasan masyarakat merupakan hasil penilaian opini masyarakat dan kinerja pegawai yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Selain itu, kemudahan tahapan pelayanan yang ditawarkan kepada masyarakat terlihat dari kesederhanaan alur pelayanannya. Keterampilan yang harus dimiliki seorang pemagang meliputi tingkat pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan praktek dalam melayani/memberikan pelayanan kepada masyarakat. g) Perilaku implementasi.

Penyedia layanan tidak melakukan diskriminasi terhadap kelompok masyarakat dalam hal pelayanan yang diberikan oleh PNS. Berdasarkan uraian mengenai indikator kepuasan masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa indikator secara umum dapat menunjang kepuasan masyarakat.

Kerangka Pemikiran

Konsep Operasional

Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang.” Demikianlah konsep penelitian ini dilihat dari data berikut ini.Variabel Dampak Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Masyarakat di Melayu Kantor Camat di Kota Piring Kota Tanjungpinang Dimensi Penelitian Bagaimana kinerja pegawai mempengaruhi kepuasan masyarakat di Kantor Kecamatan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang.

Indikator penelitian Kinerja pegawai diukur dengan beberapa indikator menurut Prawirosentono (2014), yaitu: (1) Efektivitas, yaitu apakah tujuan kelompok dapat tercapai dengan kebutuhan yang direncanakan. PERMENPAN Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, terdapat sembilan indikator berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (CIS) masing-masing. Keterampilan yang harus dimiliki seorang pemagang meliputi tingkat pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan praktek dalam melayani/memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tabel 2.1  Konsep Operasional
Tabel 2.1 Konsep Operasional

Hipotesis Penelitian

Pendekatan Penelitian

Objek dan Lokasi Penelitian .1 Objek Penelitian

Lokasi Penelitian

Populasi dan Sampel .1 Populasi

Sampel

Sampel dengan demikian adalah bagian dari populasi yang ciri-cirinya ingin diselidiki, dan dapat mewakili seluruh populasi, sehingga jumlahnya lebih kecil dari populasi. Populasi penelitian ini adalah masyarakat pemberi pelayanan di Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang yang berjumlah 1.264 responden. Dalam penelitian ini peneliti mempersempit populasi yaitu jumlah masyarakat pemberi pelayanan di Kantor Kecamatan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang sebanyak 1.264 responden dengan menghitung besar sampel dengan teknik Slovin (Sugiyono, 2019). .

Penelitian ini menggunakan rumus Slovin karena dalam pengambilan 93 sampel harus representatif jumlahnya agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan, dan perhitungannya tidak memerlukan tabel jumlah sampel, tetapi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus dan perhitungan sederhana. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.264 responden, sehingga persentase bantuan yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungannya dapat dibulatkan hingga mencapai kecukupan. Berdasarkan perhitungan di atas, maka sampel responden dalam penelitian ini berjumlah 93 responden dari seluruh masyarakat yang memberikan pelayanan di Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengolahan data dan hasil pengujian yang lebih baik.

Sampel yang diambil berdasarkan teknik probabilitas sampling; pengambilan sampel acak sederhana, yaitu peneliti memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel acak. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik acak seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2019) bahwa random sampling adalah penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang bertemu dengan peneliti secara acak/acak apabila dianggap sebagai sampel dapat dijadikan sebagai sampel. sampel, yaitu seseorang yang mereka temui secara kebetulan dan cocok sebagai sumber informasi.

Variabel dan Pengukuran .1 Variabel Penelitian

Skala Pengukuran Variabel

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi individu atau kelompok individu terhadap suatu fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial tersebut didefinisikan secara khusus oleh peneliti dan selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada seseorang.

Observasi adalah suatu kegiatan mengenai suatu proses atau objek dengan tujuan untuk merasakan pengetahuan terhadap suatu fenomena dan kemudian memahaminya berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, guna memperoleh informasi yang diperlukan untuk melanjutkan suatu penelitian.

Teknik Analisa Data

Uji Validitas

Uji Reliabilitas

Analisis Regresi Linier Sederhana

Deskripsi Objek dan Lokasi Penelitian .1 Deskripsi Objek

Deskripsi Lokasi

Dimana data dapat diperoleh, peneliti menyebarkan kuesioner ke daerah-daerah termasuk Kecamatan Melayu Kota Piring.

Gambaran Umum Kelurahan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang

Secara umum wilayah Kecamatan Melayu Kota Piring masih berada dalam wilayah Kota Tanjungpinang yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Kabupaten Melayu No. Kota Piring mempunyai luas ± 370 Ha atau 4,43% dari luas wilayah Kabupaten Melayu Timur. Kabupaten Tanjungpinang yaitu ± 8.350 Ha. Desa Melayu Kota Piring memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan lereng antara 0-2% hingga 2-15% dan berada pada ketinggian 7-50 meter di atas permukaan laut.

Kondisi iklim di wilayah Kecamatan Melayu Kota Piring hampir sama dengan kondisi di Kota Tanjungpinang pada umumnya yaitu iklim tropis, suhu udara rata-rata sekitar 26,7°C dan kelembaban udara sekitar 85%. Kecamatan Melayu Kota Piring dapat dikelompokkan menjadi dua zona fisiografi besar, yaitu zona pedalaman dan zona daratan pesisir. Pemerintah Kota Tanjungpinang pada umumnya dan Kecamatan Melayu Kota Piring pada khususnya umumnya mempunyai iklim tropis kering dengan suhu 18°C-30°C, kelembaban 85% dan tekanan udara 1.010,2 mbs – 1.013,7 mbs terkena dampak Karena karakteristik iklim kontinental, musim hujan berlangsung dari Oktober hingga Juli, dengan matahari di belahan bumi selatan dan angin bertiup dari barat laut.

Gambar 4.1 Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring   Kecamatan Tanjungpinang Timur
Gambar 4.1 Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur

Tugas Pokok dan Fungsi Kelurahan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang

Tugas Pokok Kelurahan Melayu Kota Piring

Fungsi Kelurahan Melayu Kota Piring

Struktur Organisasi Kelurahan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang

Struktur organisasi sebagai suatu hirarki memuat bagian-bagian penyusunnya, dimana para pendiri lembaga kemudian menguraikan pembagian kerja dan bagaimana kegiatan-kegiatan dalam berbagai instansi dapat dikoordinasikan satu sama lain. Struktur organisasi yang baik dengan sendirinya akan menunjukkan spesialisasi pada setiap fungsi pekerjaan dan melaporkannya. Struktur organisasi adalah suatu sistem yang digunakan untuk mendefinisikan hierarki dalam suatu organisasi untuk menentukan bagaimana organisasi dapat beroperasi dan untuk membantu organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan di masa depan.

Kecamatan Melayu, Kota Piring mempunyai pegawai sebanyak 19 (sembilan belas) orang yang terdiri dari : 3 (tiga) orang pada kelas/ruang III/c, 2 (dua) orang pada kelas/ruang III/b, 1 (satu) orang pada kelas/ruang III /a , kelas/ruang II/d 4 (empat) orang, kelas/ruang II/c 3 (tiga) orang, kelas/ruang II/b 1 (satu) orang dan tenaga honorer 4 (empat) orang. Tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan sesuai dengan struktur organisasi Kelurahan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang adalah sebagai berikut.

Tabel 4.7 Personil Kelurahan Melayu Kota Piring Berdasarkan Golongan
Tabel 4.7 Personil Kelurahan Melayu Kota Piring Berdasarkan Golongan

Lurah

Sekretariat Kelurahan

Bagian Penatalaksanaan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Tugas pokok Bagian Penatalaksanaan, Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Tugas Pokok Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban

Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial

Rekapitulasi Data Masyarakat yang Menerima Pelayanan Kependudukan di Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring Tahun

Berdasarkan Tabel 4.8, total pengurus pelayanan di Kantor Kecamatan Melayu Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 adalah sebanyak 1264 orang.

Hasil Penelitian

  • Karakteristik Responden
  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas
  • Analisis Regresi Linier Sederhana
  • Penilaian Responden Terhadap Variabel Penelitian
    • Penilaian Responden Terhadap Variabel Kinerja Pegawai
    • Penilaian Responden Terhadap Variabel Kepuasan Masyarakat Penilaian responden terhadap variabel kepuasan masyarakat di analisis

12 responden memberikan jawaban yang tidak pasti, dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Dari hasil jawaban responden, terdapat 38 responden yang menjawab sangat setuju, 49 responden menjawab setuju, 6 responden menjawab ragu-ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 responden menjawab sangat setuju, 49 responden menjawab setuju, 13 responden menjawab ragu-ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab saya tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 responden menjawab sangat setuju, 45 responden menjawab setuju, 15 responden menjawab ragu-ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab saya tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil penelitian menunjukkan 23 responden menjawab sangat setuju, 57 responden menjawab setuju, 13 responden menjawab ragu-ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju atau sangat tidak setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden menjawab sangat setuju, 43 responden menjawab setuju, 12 responden menjawab ragu-ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab saya tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Hasil penelitian menunjukkan 38 responden menjawab sangat setuju, 40 responden menjawab setuju, 15 responden menjawab ragu, sedangkan tidak ada satupun responden yang menjawab kurang setuju dan sangat tidak setuju. Ditemukan 35 responden sangat setuju, 46 responden menjawab setuju, 12 responden menjawab ragu, dan tidak ada satupun responden yang menjawab kurang setuju atau sama sekali tidak setuju. Hasil penelitian menunjukkan 45 responden menjawab sangat setuju, 41 responden menjawab setuju, 7 responden menjawab ragu, sedangkan tidak ada satupun responden yang menjawab kurang setuju dan sangat tidak setuju.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 responden menjawab sangat setuju, 50 responden menjawab setuju, 14 responden menjawab ragu-ragu dan tidak ada satupun responden yang menjawab kurang setuju dan tidak setuju.

Kesimpulan

Pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat pada kantor Kecamatan Melayu kota Plate dianalisis dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat. menjadi 3.542.

Saran

Gambar

Tabel 1.12  SOP Pelayanan SKCK
Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran
Tabel 2.1  Konsep Operasional
Tabel 3.1  Instrumen Skala Likert
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Reward terhadap Kinerja Karyawan Y Dari penelitian yang telah dilakukan dan perhitungan dari metode penelitian yang telah dikemukakan, maka