PENGARUH LATIHAN SQUAD JUMP TERHADAP KEMAMPUAN HEADING DALAM PERMAINAN FUTSAL
KLUB UKM STKIP BBG BANDA ACEH
SKRIPSI
Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH :
RUDON FARLELEN NIM : 1511040042
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BINA BANGSA GETSEMPENA
BANDA ACEH
2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
ABSTRAK ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang ... 1
1.2Identifikasi Masalah ... 4
1.3Batasan Masalah ... 4
1.4Rumusan Masalah ... 4
1.5Tujuan Penelitian ... 4
1.6Manfaat Penelitian ... 5
1.7Hipotesis Penelitian ... 5
BAB II LANDASAN TEORITIS ... 7
2.1 Futsal ... 7
2.1.1 Sejarah Futsal ... 7
2.1.2 Teknik Dasar Futsal ... 10
2.1.3 Macam-Macam Latihan Teknik Dasar Futsal ... 12
2.2 Kondisi Fisik ... 17
2.3 Skuad Jump ... 19
2.4 Heading ... 21
2.5 Pengaruh Latihan ... 24
2.5.1 Pengertian Pengaruh ... 24
2.5.2 Pengertian Latihan ... 25
2.5.3 Perinsip-Perinsip Latihan ... 26
2.7 Penelitian Relevan ... 28
2.8 Kerangka Berpikir ... 30
BAB III METODE PENELITIAN ... 32
3.1 Pendekatan Penelitian ... 32
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 32
3.3 Populasi dan Sampel ... 33
3.3.1 Populasi ... 33
3.3.2 Sampel ... 33
3.4 Variabel Penelitian ... 34
3.5 Teknik Pengambilan Data ... 35
3.6 Instrumen Penelitian ... 35
3.6.1 Preetst (Tes Awal) ... 36
3.6.2 Treatment (Perlakuan) ... 36
3.6.3 Postest (Tes Ahkir) ... 37
3.6.5 Penilaian Kemampuan Heading ... 38
3.6 Teknik Analisis Data ... 39
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 42
4.1 Hasil Penelitian ... 42
4.1.1 Hasil Tes Kemampuan Squad Jump ... 42
4.1.2 Hasil Tes Kemampuan Heading ... 43
4.2 Pengolahan Data ... 44
4.3 Pengujian Hipotesis ... 46
4.4 Hasil Pengolahan Data ... 47
BAB V KESIMPULAN ... 49
5.1 Kesimpulan ... 49
5.2 Saran ... 49
DAFTAR PUSTAKA ... 51 LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Futsal merupakan olahraga yang paling populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia terutama laki-laki dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Hal tersebut terbukti dari kenyataan yang ada di masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan lebih banyak menggemari olahraga futsal dibanding dengan yang lainnya. Selain itu disekolah-sekolah dari mulai SMP, SMA, sampai keuniversitas olahraga futsal sangat berkembang pesat. Semua ini dilihat dari banyaknya kejuaraan futsal yang sering digelar di kota-kota.
Olahraga futsal adalah permainan bola seperti sepakbola yang terlahir dari ketidakmampuan orang-orang dalam membuat lapangan sepakbola. Menurut Kurniawan (2011:104) futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing tim beranggotakan lima orang dengan tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan, dengan manipulasi bola dan kaki.
Menurut Lukman Yudianto (2009:56) kata futsal sendiri berarti sepakbola dalam ruangan. Kata futsal berasal dari kata “fut” yang diambil dari kata futbol atau futebol, yang dalam bahasa Sepanyol dan Portugal berarti sepakbola, dan
“sala” yang diambil dari kata sala atau salao yang berarti di dalam ruangan. Kata ini diperkenalkan oleh FIFA ketika mengambil alih futsal pada tahun 1989.
Sebelumnya ada beberapa nama untuk sebutan olahraga ini, antara lain five-a- side-game, mini soocer ataupun indoor soocer.
Dalam permainan ini tidak harus menggunakan lapangan yang luas, permainan ini dapat dilakukan dilapangan basket, lapangan voli. Tetapi permainan futsal ini sangat mirip dengan permainan sepakbola, meskipun dapat dimainkan dalam ruangan.
Olahraga mempunyai peranan utama dalam perjuangan hidup dan memberikan pengalaman yang bernilai nyata. Tetapi olahraga tidak terlepas dari gerakan yang melibatkan berbagai struktur atau jaringan pada tubuh manusia misalnya sendi, otot, meniscus atau discus, dan kapsulologamenter.
Gerakan terjadi apabila mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penopang dan penggerak sendi terjamin. Cedera merupakan suatu kejadian yang datang secara tiba-tiba baik saat melakukan aktivitas sehari-hari maupun saat berolahraga. Semua aktivitas fisik berpotensi menimbulkan cedera, semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan maka potensi terjadinya cedera juga semakin tinggi.
Menurut Simajuntak (2008:2) cedera pada saat melakukan kegiatan olahraga disebabkan oleh kecelakaan, Pelaksanaan Latihan Yang Jelek, Peralatan Yang Tidak Baik, Kurang Persiapan Kondisi Fisik dan Pemanasan dan peregangan yang tidak memadahi. Cedera umumnya terjadi pada saat berolahraga dikarenakan dalam berolahraga pelaku dituntut melakukan aktivitas yang tinggi.
Dalam melakukan pemainan futsal setiap pemain harus menguasai tehnik bermain futsal yang benar dan baik. Pengertian dari tehnik futsal adalah segala sesuatu yang diperlukan agar seseorang dapat bermain futsal. Tindakan yang dilakukan untuk bermain sepakbola adalah termasuk tehnik futsal, yang termasuk tehnik futsal adalah Menendang (passing and shooting), Menahan (trapping),
Mengontrol (control), Menggiring (dribbling), Menyundul (heading), Lemparan ke dalam (throw-in), tehnik Penjaga gawang (keeper).
Heading sangat penting dikuasai oleh setiap pemain dalam upaya melakukan operan bola yang berda diudara kerekan satu team, untuk mencetak gol dan mengarahkan bola kegawang lawan, menghalau bola lambung dari serangan lawan atau membuang bola yang mengarah ke gawang sendiri kurniawan (2011).
Penelitian ini direncanakan di Futsal Club UKM STKIP BBG Banda Aceh. Alasan peneliti melakukan penelitian ditempat tersebut dikarenakan berdasarkan hasil pengamatan Penulis ketika menyaksikan pertandingan yang dilakukan Futsal Club STKIP BBG Banda Aceh, Dimana beberapa pertandingan penulis menyaksikan permainan secara langsung, Dari beberapa permainan tersebut ada beberapa peluang mencetak gol dengan melalui heading hampir disetiap peluang mencetak gol melalui heading terbuang sia-sia. Dan seringkali diabaikan ketika bola melambung keatas kepala para pemain dan tidak dilakukannya lompatan untuk melakukan heading. Selain itu para pemain kesulitan mengarahkan bola pada teman satu team sehingga teman yang menerima kesulitan untuk mengontrol bola, hal ini disebabkan kurangnya tehnik heading para pemain yang pada saat berlatih tidak diberikan bentuk latihan heading.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan suatu penelitian tentang “ Pengaruh Latihan Squad Jump Terhadap Kemampuan Heading Dalam Permainan Futsal Club UKM STKIP BBG Banda Aceh”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Teknik Heading atlet sangat bervariasi 2. Kemampuan Heading atlet masih kurang 1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini hanya meneliti tentang latihan squad jump terhadap kemampuan heading atlet Futsal Club STKIP BBG Banda Aceh.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan, maka dirumuskan suatu masalah sebagai berikut; “Apakah terdapat pengaruh antara latihan squad jump dengan kemampuan heading pada atlet Futsal Club STKIP BBG Banda Aceh”
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang dirumuskan, Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; “Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan squad jump dengan hasil kemampuan heading pada atlet Futsal Club STKIP BBG Banda Aceh”.
1.6 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara berikut : 1.6.1 Manfaat secara teoretis
Sebagai sarana untuk menambah referensi dan bahan kajian dalam ilmu pengetahuan dibidang kepelatihan dan sebagai bahan acuan penelitian lanjut mengenai futsal khususnya teknik heading dalam meningkatkan prestasi atlit Futsal Club STKIP BBG Banda Aceh.
1.6.2 Manfaat prakatis
Hasil penelitian ini dapat digunakan agar atlit Futsal klub UKM STKIP BBG Banda Aceh dapat mengetahui kemampuan dalam penguasaan tentang teknik heading.
1.7 Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara didalam sebuah penelitian,
“hipotesis adalah sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasaalahan penelitian, sampai bukti melalui data yang terkumpul” Arikunto (2010:110). Hipotesis dalam penelitian ini adalah peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah-masalah yang diteliti, hipotesis harus diuji kebenarnya berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, sehingga dapat diterima atau ditolak kebenarannya.
Dengan kriteria pengujian apabila thitung > ttabel dengan 0,05 maka alat ukur tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila thitung < ttabel maka alat ukur tersebut adalah tidak valid.
Ho : Squad Jump tidak pengaruh terhadap Kemampuan heading pada atlit Futsal Club STKIP BBG banda Aceh.
Ha : Squad Jump berpengaruh terhadap Kemampuan heading pada atlit Futsal Club STKIP BBG banda Aceh.
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)