PENGARUH UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR SEKTOR KONSTRUKSI DAN BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
TAHUN 2017-2019
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagai Dari Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
Disusun oleh :
FENNY DESTA NPM. 18.01.12.0001.P
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TRIDINANTI
PALEMBANG
2021
ii
iii
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto:
Tidak ada kesuksesan melainkan dengan pertolongan Allah SWT.
(Q.S Huud : 88)
“Seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan jika tidak dikerjakan”
-Penulis-
Kupersembahkan kepada :
➢ Kepada Allah SWT
➢ Kedua Orang Tuaku tercinta
➢ Saudaraku tercinta
➢ Almamaterku
vi
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat dan Hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul
“PENGARUH UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR KONTRUKSI DAN BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2019” pada tepat waktu. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi program Strata (S1) Fakultas Ekonomi Tridinanti Palembang.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan maupun kekurangan dalam penyajianya skripsi ini yang tak lain disebabkan oleh masih terbatasnya pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki. Namun dengan adanya bantuan, bimbingan, petunjuk dan nasehat-nasehat yang tak ternilai harganya dari semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Dr. Ir. Hj Nyimas Manisah, MP Rektor Universitas Tridinanti Palembang.
2. Ibu Dr. Msy.Mikial, SE,M.Si,Ak,CA,CSRS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang.
vii
3. Ibu Meti Zuliyana, SE,M.si,Ak.CA selaku ketua jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang.
4. Ibu Meti Zuliyana, SE,M.si,Ak.CA selaku Dosen Pembimbing 1 yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
5. Ibu HJ. Dwi Septa Aryani,SE,M.Si,Ak,CA, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan banyak arahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen, Staf dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang
7. Papaku tercinta, yang selalu mengajarkan arti dari ketekunan menuntut ilmu dan Mamaku tercinta, yang selalu memberikan semangat dan selalu mendoakan agar skripsi ini selesai.
8. Saudaraku tercinta Frenky Trinando semoga kita dapat menggapai kesuksesan bersama.
9. Terimakasih untuk “KAMU” yang selalu memberikan semangat dan membantu menyempurnakan skripsi ini.
10. Teman dan sahabat seperjuangan yang telah saling support dalam pengerjaan skripsi agar dapat lulus dari skripsi ini.
11. Keluarga, teman dan sahabat yang lain atas doa dan motivasinya kepada penulis.
viii
12. Rekan- Rekan Angkatan 2017 Universitas Tridinanti Palembang.
Atas segala bantuan yang telah diberikan penulis mengucapkan terimakasih, semoga ilmu pengetahuan dan pengalaman dapat menjadi bekal kesuksesan dikemudian hari. Amin Ya Rabbal Alamin.
Palembang, September 2021
Penulis
ix DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... iv
MOTTO ... v
KATA PENGATAR ... vi
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
ABSTRAK ... xv
ABSTRACT ... xvi
RIWAYAT HIDUP ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 7
1.4.1 Manfaat Akademis ... 7
1.4.2 Manfaat Praktis ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8
2.1 Kajian Teoritis ... 8
2.1.1 Teori Agensi ... 8
2.1.2 Dewan Komisaris ... 10
2.1.2.1 Pengertian Dewan Komisaris ... 10
2.1.2.2 Karateristik Dewan Komisaris ... 11
2.1.2.3 Ukuran Dewan Komisaris ... 12
x
2.1.3 Komite Audit ... 13
2.1.3.1 Pengertian Komite Audit ... 13
2.1.3.2 Tanggung Jawab & Tugas Komite Audit ... 14
2.1.3.3 Ukuran Komite Audit ... 15
2.1.4 Manajemen Laba ... 16
2.1.4.1 Pengertian Manajemen Laba ... 16
2.1.4.2 Motivasi Manajemen Laba ... 17
2.1.4.3 Pola Manajemen Laba ... 19
2.1.4.4 Model Pendeteksi Manajemen Laba ... 20
2.2 Penelitian Lain Yang Relevan ... 25
2.3 Kerangka Berfikir ... 27
2.4 Hipotesis ... 29
BAB III METODE PENELITIAN ... 30
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 30
3.1.1 Tempat Penelitian ... 30
3.1.2 Waktu Penelitian ... 30
3.2 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data... 30
3.2.1 Sumber Data ... 30
3.2.2 Teknik Pengumpulan Data ... 31
3.3 Populasi,Sampel,dan Sampling ... 32
3.3.1 Populasi ... 32
3.3.2 Sampel ... 33
3.3.3 Sampling ... 34
3.4 Rancangan Penelitian ... 34
3.5 Variabel dan Definisi Operasional ... 35
3.6 Instrument Penelitian ... 37
3.7 Teknik Analisis Data ... 37
3.7.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 37
xi
3.7.2 Uji Persyaratan Analisis ... 38
3.7.2.1 Uji Normalitas ... 38
3.7.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 38
3.7.2.2.1 Uji Multikolinearitas ... 38
3.7.2.2.2 Uji Heteroskedastisitas ... 39
3.7.2.2.3 Uji Autokorelasi ... 39
3.7.3 Metode Analisis Regresi Berganda ... 40
3.7.4 Uji Hipotesis ... 40
3.7.4.1 Uji Simultan (F) ... 40
3.7.4.2 Uji Parsial (t) ... 41
3.7.5 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43
4.1 Hasil Penelitian ... 43
4.1.1 Sejarah Singkatan Bursa Efek Indonesia ... 43
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan Bursa Efek Indonesia ... 45
4.1.2.1 Visi Bursa Efek Indonesia ... 45
4.1.2.2 Misi Bursa Efek Indonesia ... 45
4.1.3 Struktur Organisasi Bursa Efek ... 46
4.1.4 Data Ukuran Dewan Komisaris,Komite Audit dan Manajemen Laba ... 47
4.1.4.1 Data Ukuran Dewan Komisaris... 47
4.1.4.2 Data Ukuran Komite Audit ... 48
4.1.4.3 Data Manajemen Laba ... 49
4.1.5 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 50
4.1.6 Uji Normalitas ... 51
4.1.7 Uji Asumsi Klasik ... 52
4.1.7.1 Hasil Uji Multikolinearitas ... 52
4.1.7.2 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 53
xii
4.1.7.3 Hasil Uji Autokolerasi ... 54
4.1.8 Uji Analisis Linear Berganda ... 55
4.1.9 Uji Hipotesis ... 57
4.1.9.1 Uji Simultan (Uji F) ... 57
4.1.9.2 Uji Parsial (Uji t) ... 58
4.1.10 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 60
4.2 Pembahasan ... 61
4.2.1 Analisis Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit Secara Simultan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Kontruksi dan Bangunan Yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2019 ... 61
4.2.2 Analisis Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit Secara Parsial Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Kontruksi dan Bangunan Yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2019 ... 63
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 66
5.1 Kesimpulan ... 66
5.2 Saran ... 67
DAFTAR PUSTAKA ... 68
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Daftar Perusahaan Kontruksi Dan Bangunan ... 5
Tabel 2.1 Penelitian Lain Yang Relevan ... 26
Tabel 3.1 Daftar Populasi Perusahaan Sektor Kontruksi dan Bangunan ... 32
Tabel 3.2 Pengambilan Sampel Perusahaan Sektor Kontruksi dan Bangunan 33 Tabel 3.3 Proses Pengambilan Sampel ... 34
Tabel 3.4 Definisi Operasional ... 36
Tabel 4.1 Ukuran Dewan Komisaris Perusahaan Kontruksi & Bangunan ... 48
Tabel 4.2 Ukuran Komite Audit Perusahaan Kontruksi dan Bangunan ... 49
Tabel 4.3 Manajemen Laba Perusahaan Kontruksi dan Bangunan... 49
Tabel 4.4 Hasil Pengujian Descriptive Statistics ... 51
Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas ... 52
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Multikolonieritas ... 53
Tabel 4.7 Hasil Uji Autokorelasi ... 55
Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi Coefficients ... 56
Tabel 4.9 Hasil Uji F ... 57
Tabel 4.10 Hasil Uji t ... 59
Tabel 4.11 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi ... 61
xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian ... 31 Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 46 Gambar 4.2 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas... 54
xv ABSTRAK
Fenny Desta, Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Kontruksi dan Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. (Di bawah bimbingan ibu Meti Zuliyana, SE., M.Si, Ak, CA dan Hj. Dwi Septa Aryani, SE., M.Si., Ak., CA).
Skripsi ini membahas pengaruh ukuran dewan komisaris dan komite audit terhadap manajemen laba pada pada perusahaan manufaktur sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan kontruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan dari tahun 2017-2019. Penelitian ini memakai data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan 11 sampel perusahaan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan penulis dengan metode purposive sampling. Data diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesis.
Hasil pengujian menunjukan bahwa secara simultan menunjukkan bahwa Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Manajemen Laba. hal ini dapat dilihat dari uji f dimana nilai signifikan lebih besar yaitu 0.413 >
0,05. dari penelitian secara parsial Ukuran Dewan Komisaris tidak berpengaruh terhadap Manajemen Laba. Hal ini dapat dilihat dari uji t dimana nilai signifikan variabel ukuran dewan komisaris 0.205 > 0.05. hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Laba.
hal ini dapat dilihat dari uji t dimana nilai signifikan variabel komite audit 0.853 > 0,05.
kemudian, koefisien determinasi pada nilai adjusted R Square yaitu sebesar 0,057 atau 5,7%. sedangkan sisanya 94,3% di pengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel lain selain variabel ukuran dewan komisaris, variabel komite audit dan yang mempengaruhi variabel manajemen laba.
Kata Kunci : Dewan Komisaris,Komite Audit dan Manajemen Laba
xvi ABSTRACT
Fenny Desta, The Influence of the Size of the Board of Commissioners and the Audit Committee on Earnings Management in the Construction and Building Sector Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. (Under the guidance of Mrs. Meti Zuliyana, SE., M.Si, Ak, CA and Hj. Dwi Septa Aryani, SE., M.Si., Ak., CA).
This thesis discusses the effect of the size of the board of commissioners and the audit committee on earnings management in the construction and building sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study are construction and building companies listed on the Indonesia Stock Exchange with an observation period from 2017-2019. This study uses secondary data obtained from the annual financial statements published by the Indonesia Stock Exchange using 11 samples of companies that meet the criteria set by the author using purposive sampling method. The data were tested using the classical assumption test, multiple linear regression analysis and hypothesis testing.
The test results show that simultaneously shows that the size of the Board of Commissioners and the Audit Committee has no effect on Earnings Management. this can be seen from the f test where the significant value is greater, namely 0.413 > 0.05.
From the partial study, the size of the Board of Commissioners has no effect on Earnings Management. This can be seen from the t test where the significant value of the variable size of the board of commissioners is 0.205 > 0.05. The results of the study show that partially the Audit Committee has no significant effect on Earnings Management. this can be seen from the t test where the significant value of the audit committee variable is 0.853 > 0.05. then, the coefficient of determination on the adjusted R Square value is 0.057 or 5.7%. while the remaining 94.3% is influenced by other variables that are not included in this study.So that it is expected for further researchers to add other variables besides the size of the board of commissioners, the audit committee variable and the variables that affect earnings management.
Keywords: Board of Commissioners, Audit Committee and Earnings Management
xvii
RIWAYAT HIDUP
Fenny Desta, anak kedua dari dua bersaudara, dilahirkan di Lubuklinngau pada tanggal 11 Desember 1997, dari Bapak Iwan Avico dan Ibu Markonah.
Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2009 di SD N 25 Lubuklinggau, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama diselesaikan pada tahun 2012 di SMP N 8 Lubuklinggau, dan melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan diselesaikan pada tahun 2015 di SMK N 1 Lubuklinggau. Pada tahun 2015 memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang dan keluar di Tahun 2017, Pada tahun 2018 memasuki Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi di
Universitas Tridinanti Palembang.
Palembang, September 2021 Penulis
FD
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dan laporan keuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agardapat membuat keputusan ekonomi.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (PSAK 2015:2) laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatau entintas.
Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan. Kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonimik. Laporan keuangan juga menunjukan hasil pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan dalam rangka mencapai tujuan tersebut.
2
Di dalam laporan keuangan salah satu informasi yang digunakan untuk mengukur peningkatan atau penurunan kinerja perusahaan adalah laba. Informasi laba ini menjadi penting bagi pihak eksternal terutama investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Menurut SFAC (STATEMENT OF ACCOUNTING CONCEPTS) No.1 informasi laba merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggung jawaban manajemen dan informasi laba membantu pemilik melakukan penaksiran atas earning power perusahaan di masa yang akan datang.
Apabila laba perusahaan menunjukan peningkatan, maka pihak investor akan tetap menanamkan modalnya karena akan menguntungkan baginya.
Menurut Sulistyanto (2014:143) dewan direksi merupakan pihak yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Good Corporate Govermance. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS dalam melaksanakan tugasnya.
Pertanggungjawabannya ini merupakan wujud akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan adanya prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
Hasil yang diperoleh dari penelitian mengenai mekanisme Good Corporate Governance yang mempengaruhi manajemen laba sangat beragam. Siregar dan utama (2015 : 89) dan Nuryaman (2015 : 89) dalam Setyantomo (2015) menemukan bahwa proposi dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ujiyantho dan Pramuka (2015:13) menunjukan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Akan tetapi penelitian Andayani (2015) menemukan hasil yang
3
berlawanan bahwa propodi komisaris independen berpengaruh negative terhadap manajemen laba.
Peran komite audit sering kali dihubungkan dengan kualitas pelaporan keuangan karena dapat membantu dewan komisaris dalam mengawasi proses pelaporan keuangan oleh manajemen untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan (Suaryana 2014:148). Ikatan Komite Audit (IKAI) menegaskan keberadaan komite audit diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan internal perusahaan, serta mampu mngoptimalkan mekanisme Cheks And Balances, yang pada akhirnya ditunjukan untuk memberikan perlindungan yang optimum kepada para pemegang saham dan Stakholder lainnya.
Berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai ukuran dewan komisaris dan peran komite audit terhadap manajemen laba, penulis bermaksud melakukan penelitian untuk menguji pengaruh karakteristik dewan komisaris dan komite audit dalam penerapan Corporate Governance yang dapat mempengaruhi terjadinya manipulasi laba.
Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Alzoubi &
Selamat (2015), yang mengusulkan sebuah kerangka kerja konseptual untuk meneliti para dewan komisaris dan komite audit terhadap manajemen laba. Penulis mencoba untuk mereplikasi penelitian Alzoubi & Selamat (2015) dengan mengganti populasi yang diambil dari Bursa Efek Indonesia (BEI), digunakannya discretionaty accrual sebagai proksi dari manajemen laba, serta menambahkan sektor industri manufaktur.
4
Sektor manufaktur dipilih karena sektor tersebut memiliki kontribusi yang relative besar terhadap perekonomian dan tingkat kompetisi yang kuat. Selain itu juga dikarenakan terdapat perbedaan karakterisitik antara perusahaan pada industri manufaktur dan perusahaan industri lainnya.
Penelitian ini menggunakan instrument pada karakteristik dewan komisaris, yang digunakan sebagai variabel adalah ukuran dewan komisaris dan independensi dewan komisaris. Sedangkan karakteristik komite audit yang digunakan sebagai variabel berkaitan dengan ukuran komite audit danindependensi komite audit. Oleh karena itu di butuhkan standar keuangan yang mengakomodasikan penurunan perilaku kinerja perusahaan itu sendiri, dengan adanya fenomena mengenai efektivitas karakteristik dewan komisaris, komite audit yang telah banyak dilakukan di seluruh dunia. Keterkaitan kualitas audit dengan praktik manajemen laba yang pernah terjadi secara otomotif dapat meningkatkan mekanisme Corporate Governance.
Alasan penulis memilih perusahaan manufaktur dikarenakan sub sektor kontruksi dan bangunan mempunyai jumlah yang cukup banyak dalam list perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan lebih banyak menguasai sektor perekonomian di Indonesia.
5
Tabel 1.1
Daftar Perusahaan Kontruksi Dan Bangunan Yang Terdafar di BEI Tahun 2019
(dalam rupiah) No Kode
Saham
Dewan Komisaris
Komite
Audit Laba Kotor Laba Bersih
1 ACST 5 3 1,127,530,000 1,131,849,000
2 ADHI 4 4 518,526,653,115 665,048,421,529
3 BKDP 4 3 28,323,947,116 30,944,840,630 4 CSIS 2 6 9,501,092,892 9,258,212,633
5 GWSA 3 5 127,343,295,030 126,542,082,915
6 IDPR 3 3 273,868,345 3,509,738,431
7 JKON 6 4 258,217,922 202,283,267 8 PTPP 6 2 417,231,000 243,629,000 9 TOTL 6 3 178,502,010,000 175,502,010,000 10 SSIA 5 4 164,833,004,075 136,311,060,539 11 PBSA 5 3 24,243,981,658 13,287,142,235
Sumber : Data Penulis 2019
Dari data tabel diatas menunjukkan adanya peningkatan secara drastis antara selisih laba kotor dan laba bersih pada tahun 2019 pada perusahaan PT. Indonesia Pondasi Raya Tbk dengan kode saham (IDPR) dengan Dewan Komisaris 3 Komite Auditnya 3 yang berbeda dengan perusahaan lain..
6
Berdasarkan Latar Belakang di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Kontruksi dan Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini terfokus pada :
1. Berapa besar pengaruh ukuran dewan komisaris dan komite audit secara parsial terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia?
2. Berapa besar pengaruh ukuran dewan komisaris dan komite audit secara simultan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan mengenalkan dengan rumusan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh ukuran dewan komisaris dan komite audit secara parsial terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
7
2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh ukuran dewan komisaris dan komite audit secara simultan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari penelitian ini merupakan akan memberikan manfaat dan kontribusi sebagai berikut :
1.4.1 Manfaat Akademis
a. Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat terotis yaitu memperkaya ilmu akuntansi khususnya mata kuliah Teori Akuntansi.
b. Sebagai masukan empiris untuk pengembangan ilmu akuntansi khususnya kajian Teori Akuntansi yang berkaitan dengan Dewan Komisaris, Komite Audit.
1.4.2 Manfaat Praktis
a. Bagi perusahaan penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pemikiran mengenai manajemen laba di Bursa Efek Indonesia.
b. Bagi peneliti, Penelitian ini bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan mengenai manajemen laba kontruksi dan bangunan.
c. Bagi peneliti selanjutnya, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan akuntansi untuk pengembangan penelitian lebih lanjut tentang Dewan Komisaris, Komite Audit & Manajemen laba.
68
DAFRAR PUSTAKA
Abdul Azis dan Dr. Ulil Hartono,(2012). Pengaruh Good Corporate Governance, Struktur Modal, Dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Sektor Pertambangan. Jurnal Ilmiah Universitas Negeri Surabaya.
Alzoubi, E. S. S. & Selamat, M. H. (2015). The Effectiveness of Corporate Governance Mechanisms on Constraining Earning Management:
Literature Review and Proposed Framework. International Journal of Global Business, 5(1), 17–35.
Agoes, Sukrisno dan I Cenik Ardana. 2014. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta:
Salemba Empat.
Alannita., Suaryana. 2014. Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, dan Kemampuan Teknik Pemakai Sistem Informasi Akuntansi pada Kinerja Individu. ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1(2014):33-45.
Andayani. (2015). Problematika dan Aksioma: dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Deepublish
Ardhana, YM Kusuma, (2012). PHP Menyelesaikan Website 30 Juta. Jakarta:
Jasakom
Anwar, Sanusi. (2016). Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan Keenam. Jakarta:
Salemba Empat.
Arens, A.A. et al. (2012). Jasa Audit dan Assurance. Edisi 14. Jakarta: Salemba Empat.
Bateman, Thomas S. and Scott A. Snell. (2014). Manajemen, Kepemimpinan dan Kerja sama dalam Dunia yang Kompetitif, Edisi 10, Alih Bahasa : Ratno Purnomo dan Willy Abdillah, (2014), Salemba Empat, Jakarta.
Budiyono. 2014. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University Press
Bintang Hari Y, (2012). Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris dan Manajemen Laba di Indonesia.
69
Daniel Felimanto Hartono & Yeterina Widi Nugrahanti (2014). “Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan”, Jurnal Akuntansi
Edizal. 2013. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi. Palembang
FCGI. Corporate Governance Suatu Pengantar: Peranan Dewan Komisaris dan Komite Audit dalam Pelaksanaan Corporate Governance. 2008
Ghozali, Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Indra Dewi Suryani, 2012. Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI.
IAI,2015. Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat.
Komite Nasional Kebijakan Governance, (KNKG,2016). Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia.
Nuryaman dan Veronica Christina. 2015. Metodologi Penelitian Akuntansi dan Bisnis. Bogor: Ghalia Indonesia
Putri, Destika Maharani. 2011. Pengaruh Karakteristik Komite Audit Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pariode Tahun 2007- 2009). Skripsi.
Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.
Riske dan Basuki. (2013). Pengaruh Struktur Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan, Praktik Corporate Governance terhadap Manajemen laba.
Diponegoro Journal Of Accounting.
Santoso, Singgih.. 2003. Mengatasi Berbagai Masalah dengan SPSS Versi 12.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
70
Sugiyono, 2017. Teknik Pengumpulan data merupakan Langkah yang paling strategis dalam penelitian karena bertujuan untuk mendapatkan data.
Siregar dan Utama . 2015. Metode Penelitian Kuantitaif. Jakarta: Prenadamedia Group.
Setyantomo, Y. Y. 2015. “Analisis Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada PerusahaanManufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009).”Universitas Diponegoro
.
Sulistyanto, Sri. 2014. Manajemen Laba: Teori dan Model Empiris. Jakarta: PT.
Grasindo
Suryani,Dewi Indra.2010.Skripsi.Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan manufaktur yang Terdaftar di BEI,Universitas Diponegoro.Semarang
Suparlan, 2015. Dalam teknik analisis data terdapat dua teknik yang dapat digunakan yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif:
Ujiyantho dan Pramuka, 2015. Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan go publik Sektor Manufaktur),Jurnal SimposiumNasional Akuntansi X. Makasar.
Wirakusuma, D. K. (2016). Pengaruh Perencanaan Pajak, Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan terhadap Praktek Manajemen Laba.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.