KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Kelompok 5
o Cintiya Marunduri(211010502173)
o Elia Putri Khoeronika (211010501123) o Ike Juliana Putri (211010503148)
Dosen Pengampu : Endang Susilo Wardani S.Pd.I., MM.Pd.
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Komunikasi dapat mengefektifitas organisasi
Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara pimpinan bawahan, kolega, dan orang- orang di dalam dan di luar organisasi
Komunikasi meminimalkan
permasalahan-permasalahan di dalam organisasian seperti konflik, stress,
loyalitas
Komunikasi meningkatkan motivasi anggota organisasi untuk melibatkan
kinerja yang baik dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi
PERAN KOMUNIKASI
DALAM ORGANISASI
BENTUK – BENTUK KOMUNIKASI
1. Komunikasi Verbal
a. Komunikasi Lisan
Komunikasi melalui lisan yaitu dengan cara berbicara, berpidato, mengobrol dan diskusi kelompok. Salah satu keuntungan dari komunikasi lisan adalah kecepatan dalam umpan balik yang dihasilkannya. Pesan verbal dapat disampaikan dan tanggapan diterima dalam waktu yang relative singkat.
b. Komunikasi Tulisan
Media yang sering digunakan untuk melakukan komunikasi tertulis diantaranya memo, surat, email, fax, sms, laporan berkala, pengumuman di papan, bulletin dan alat-alat lain yang dikirimkan via kata-kata secara tertulis. Keuntungan penggunaan komunikasi tulisan ini adalah karena komunikasi tulisan ini berwujud dan dapat dibuktikan atau dapat dijadikan sebagai bukti. Pesan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Jika ada pertanyaan mengenai isi pesan tersebut, maka secara referensi dicatat dan dapat dijadikan rujukan untuk referensi selanjutnya.
BENTUK – BENTUK KOMUNIKASI
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah suatu bentuk komunikasi tanpa menggunakan kata namun menyampaikan pesan tertentu. Komunikasi nonverbal biasanya disampaikan melalui simbol yang ditunjukkan melalui gestur atau hal lain selain kata-kata. Cara menyampaikannya bisa dengan ekspresi wajah, gesture tubuh dan sentuhan.
FUNGSI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1. Fungsi control (pengawasan)
Komunikasi dalam organisasi dapat dijadikan sebagai alat control atau pengendali bagi setiap aktivitas anggota organisasi yang memiliki prosedur, misalnya laporan, keluhan dan saran.
2. Fungsi motivasi
Komunikasi sebagai alat untuk memotivasi pimpinan dalam menjelaskan berbagai rencana kerja, cara mencapai pekerjaan, atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai karyawan maupun perusahaan.
3. Fungsi pengungkapan emosional
Komunikasi sebagai alat untuk mengungkapkan berbagai perasaan yang dialami oleh karyawan baik rasa puas maupun kekecewaannya.
4. Fungsi informasi (untuk pengambilan keputusan)
Berbagai informasi akurat yang diperoleh dapat dijadikan data untuk mengambil keputusan yang efektif bagi pimpinan.
UNSUR – UNSUR KOMUNIKASI
Komunikator
Komunikator ini adalah individu, kelompok atau organisasi yang memiliki ide-ide, niat, informasi, dan tujuan untuk komunikasi.
Pesan
Adalah segala sesuatu yang akan disampaikan setiap individu kepada orang lain bik verbal maupun non verbal.
Media
Media yang dapat digunakan oleh organisasi untuk menyampaikan pesan antara lain melalui rapat, papan pengumuman, tata muka langsung, telepon, email, konverensi video, kebijakan perusahaan.
Penerima pesan (komunikan)
Pesan yang diterima diterjemahkan atau diinterprestasikan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Umpan balik
Dalam komunikasi dua arah memungkinkan terjadinya umpan balik antar komunikator dengan penerima, umpan balik secara langsung misalnya ekspresi wajah, umpan balik tidak langsung dapat terjadi misalnya melalui penurunan prestasi kerja,
munculnya konflik.
Gangguan (Noise)
Gangguan dapat mempengaruhi seluruh hubungan dalam proses komunikasi misalnya kemampuan bicara yang rendah, data yang tidak akurat, jarak fisik antara komunikator denga penerima, informasi yang kurang jelas.
UNSUR – UNSUR
KOMUNIKASI
SALURAN KOMUNIKASI
Komunikasi Vertikal
Secara vertical komunikasi organisasi dibagi dua:
Komunikasi ke bawah merupakan proses komunikasi yang dilakukan berdasarkan wewenang dari pimpinan sampai bawah (dalam struktur) dan bentuknya adalah pemberian motivasi, pemberian instruksi, kebijakan dan prosedur dan pemberian umpan balik.
Komunikasi ke atas proses komunikasi yang informasinya diberikan oleh bawahan kepada pimpinan dan bentuknya adalah Laporan pelaksanaan tugas, saran, kritik dan keluhan.
Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal proses komunikasi yang dilakukan oleh unit kerja setingkat dan komunikasi ini lebih bersifat koordinasi bentuknya adalah rapat pimpinan, koordinasi antar karyawan, koordinasi antar bagian dan komunikasi informal.
Komunikasi Diagonal
Komunikasi yang dilakukan secara silang baik menyangkut fungsi maupun tingkatannya dan
bentuknya adalah rapat yang dilakukan antara unit yang satu dengan unit yang lain diluar bagian.
Faktor yang Menghambat Terjadinya Komunikasi Dalam
Organisasi
Penyaringan
Banyaknya jumlah tingkatan dalam struktur organisasi yang dilalui oleh suatu informasi sehingga semakin besar kemungkinan banyak penyaringan.
Persepsi selektif
Informasi yang masuk yang akan ditanggapi menurut kebutuhan.
Kelebihan informasi
Informasi yang masuk melebihi kapasitas sehingga menyeleksi informasi yang tidak dibutuhkan dibuang.
Emosi
Dalam menginterprestasikan berbeda dalm keadaan emosi atau gembira.
Bahasa
Menggunakan bahasa yang berbeda apakah Bahasa teknis atau non teknis.
Kurang perhatikan
Kesalahpahaman terjadi karena penerima
informasi tidak membaca dengan benar misalnya apakah bentuk pengumuman, bentuk artikel
maupun dengan percakapan.