RESUME TM-2
Mata Kuliah Komunikasi Kesehatan Masyarakat
Claresta Levina / 191221169
Komunikasi adalah prosespertukaran pesan, informasi, atau ide antar individu ataukelompok dengan menggunakan media dan saluran komunikasi yang berbeda dengan tujuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas, efektif dan dapat dipahami oleh penerimanya. Komunikasi memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Komunikasi adalah proses simbolik.
Melalui sebuah lambang atau simbol yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakaran sekelompok orang, komunikasi dapat dilakukan. Sehingga simbolik yang digunkaan dalam komunikasi dapat berupa simbol-aimbol verbal (mengucap salam), non verbal (bahasa tubuh, seperti membungkuk saat melewati orang yang lebih tua), dan simbol berbentuk objek (cara berpakaian orang yang rapi terkesan lebih baik dibandingkan dengan orang yang kurang rapi).
Tanda yang digunakan dalam komunikasi dapat berupa simbol / lambang (membutuhkan kesepakatan dari sekelompok orang; bahasa), ikon (suatu benta fisik baik 2 atau 3 dimensi yang menyerupai benda yang dipresentasikannya; globe), dan indeks (tanda yang secara alamiah yang mempresentasikan objek lainnya; mendung/ awan gelap menandakan akan turun hujan).\
Lambang-lambang yang digunakan pada proses komunikasi pada dasarnya tidak memiliki makna, tetapi manusia-lah yang memberikan makna terhadap simbol tersebut. Simbol juga bersifat sembarang, amna suka, dan sewenang-wenang, dimana semuanya dapat dijadikan simbol, tergantung pada kesepakatan bersama. Lambang juga merupakan sesuatu yang bervariasi, dimana satu budaya dengan budaya yang lainnya dapat memiliki lambang yang berbeda untuk menyebut atau mengartikan sebuah objek yang sama.
2. Setiap perilaku memiliki potensi komunikasi
Setiap tindakan yang kita lakukan dapat di presepsi kan oleh diri sendiri maupun orang lain, sebagai suatu bentuk stimulus yang menyebabkan timbulnya suatu komunikasi. Dapat di artikan bahwa setiap tindakan yang kita lakukan adalah bentuk dari komunikasi. Dan potensi tidak terjadinya komunikasi sangatlah minim. Contoh: Senyum, tertawa, menangis, atau bahkan diam dapat menggambarkan keadaan atau suasana hati kita.
3. Memiliki dimensi isi dan dimensi hubungan
Setiap komunikasi yang dilakukan tentu saja memberikan sebuah informasi dan dilakukan melalui sebuah cara untuk menyampaikannya.
Sehingga komunikasi dapat mempengaruhi suatu pesan yang ditafsirkan.
Contoh penerapannya adalah perbedaan nada bicara dapat mengubah maksud penangkapan dari komunikasi yang dilakukan.
4. Berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Ada komunikasi yang terjadi secara tidak sengaja atau tidak disadari, karena kesengajaan bukanlah syarat terjadinya komunikasi.
5. Terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Komunikasi yang dilakukan haruslah disesuaikan dengan tempat (dimana komunikasi itu dilakukan, kepada siapa komunikasi itu dikirimkan), dan waktu (kapan pesan tersebut harus disampaikan). Prinsip ini diterapkan pada perbedaan cara berkomunikasi seseorang pada tempat yang berbeda.
6. Melibatkan prediksi peserta komunikasi
Komunikasi terikat oleh aturan, tata krama, dan derajat tertentu, sehingga komunikator dapat meramalkan atau memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya. Contohnya kita tidak bisa menyapa sembarangan dengan sapaan yang tidak sopan.
7. Bersifat sistemi
Dimana komunikasi berhubungan dengan sistem atau susunan yang teratur. Dan dipengaruhi oleh sistem internal (pola pikir, pengalaman, sikap, suasana hati) dan sistem eksternal (unsur yang ada di luar) tiap-tiap individu.
8. Semakin mirip latar belakang sosial-budaya, semakin efektif komunikasi Kesamaan dalam hal hal tertentu misalnya agama, ras (suku), bahasa, tingkat pendidikan, tingkatekonomi, hobi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik sehingga pada gilirannya menjadi dekat dan komunikasi mereka menjadi efektif.
9. Bersifat nonsekuensial
Berarti bahwa komunikasi bersifat sirkuler atau dua arah, dengan ditandai oleh:
a. Orang-orang yang berkomunikasi dianggap setara b. Proses komunikasi berjalan timbal balik
c. Dalam praktiknya,kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik d. Komunikasi yang terjadi sebenarnya jauh lebih rumit
10. Bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional
Komunikasi terjadi hanya sekali waktu dan kemudian menjadi bagian dari sejarah kita. Komunikasi tidak terjadi dengan berbentuk garis yang memiliki awal dan akhir, melainkan komunikasi digambarkan sebagai proses yang bersinambung dan dinamis yang disebut transaksi, yang menghasilkan para peserta komunikasi berubah (baik dari segi perilaku maupun segi pengetahuan baik lambat maupun cepat). Transaksi komunikasi (proses encoding dan decoding) terjadi secara serempak, bukan bergantian.
11. Bersifat irreversible
Komunikasi yang sudah selesai dilakukan tidak dapat terulang lagi, sehingga kita diajarkan untuk selalu bertutur kata baik dan membuat kesan pertama yang baik karena persepsi orang lain mempengaruhi pandangan atau image kita di masyarakat.
12. Bukan merupakan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.
Banyak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik, Karena persoalan atau konflik tersebut mungkin berkaitan dengan masalah struktural. Agar komunikasi berjalan dengan efektif,kendala structural ini harus diatasi terlebih dahulu.