• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Analisis Semiotik Pesan-Pesan Komunikasi Kesehatan Dalam al-Qur’an)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Analisis Semiotik Pesan-Pesan Komunikasi Kesehatan Dalam al-Qur’an)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM ( Analisis Semiotik Pesan-Pesan Komunikasi

Kesehatan Dalam al-Qur’an)

Oleh:

Dr. H. Abdul Basit, M. Ag

(2)

Latar Belakang Masalah

 Kajian komunikasi kesehatan masih didominasi oleh kajian Barat-sekuler

 Wacana komunikasi kesehatan dalam islam belum berkembang

 Kajian yang ada dalam islam, baru sebatas kajian kesehatan dan pengobatan

 Penelitian komunikasi kesehatan menarik

karena peran komunikasi sekarang ini begitu

urgen di era informasi, termasuk komunikasi

kesehatan.

(3)

Rumusan Masalah

Term-term apa saja yang digunakan oleh al- Qur’an tentang komunikasi kesehatan?

• Bagaimana Analisis semiotika Charles Sanderce pierce terhadap term-term al-Qur’an tentang komunikasi kesehatan?

• Bagaimana konsepsi al-Qur’an tentang

komunikasi kesehatan?

(4)

Manfaat Penelitian

• Memberikan sumbangsih pemikiran dalam pengembangan ilmu agama Islam, khususnya dalam kajian semiotika al- Qur’an.

Menambah wawasan dan pengetahuan baru tentang komunikasi kesehatan yang ada dalam keilmuan komunikasi Islam.

• Memperkuat wacana dalam pengembangan ilmu komunikasi kesehatan yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan baik secara teoritis maupun praktek di dunia kesehatan.

• Membantu mengatasi berbagai problem kehidupan manusia, khususnya dalam bidang kesehatan baik secara fisik maupun ruhani.

• Memperkokoh keilmuan program studi yang ada di Fakultas Dakwah dalam bidang komunikasi kesehatan dan konseling keagamaan.

(5)

Kerangka Berpikir

Term Komunikasi

kesehatan dianalisis Term al-Qur’an

s e m i o

t i k a

TEKS (ayat)

PENAFSIR

TANDA (teori dan informasi

aktual) Komunikasi

kesehatan

(6)

Landasan Teori

• E. M. Rogers “health communication has been defined as referring to ‘any type of human communication whose content is concerned with health.

• Teori difusi inovasi: perubahan perilaku terjadi pada setiap waktu dan sangat bergantung pada tahapan-tahapan: kesadaran, pengetahuan dan ketertarikan, pengambilan keputusan, uji coba, dan penerimaan atau penolakan perilaku.

• Teori konvergensi: sharing informasi, pemahaman

bersama, dan tindakan kolektif sangat penting

dalam merubah perilaku manusia.

(7)

Metode Penelitian

• Jenis Penelitian Kualitatif dan pendekatan semiotik

• Data dan sumber data: al-Qur’an dan Tafsir

• Teknik Pengumpulan data: mencari key words, mengumpulkan, menafsirkan, dan menyusun dalam laporan

• Analisis semiotik Charles Sanderce Peirce:

representament, interpretan, dan objek.

Operasionalisasi dalam semiotika al-Qur’an:

analisis semantik, sintaksis, dan pragmatis

(8)

Hasil Penelitian

• Dalam Al-Qur’an tidak ditemukan secara langsung

term-term yang secara khusus menyebut tentang

komunikasi kesehatan. Di dalam al-Qur’an

terkandung term-term yang terpisah antara term

komunikasi dan term kesehatan. Mengingat

komunikasi kesehatan merupakan sebuah

pengetahuan untuk mengkomunikasikan

kesehatan, maka inti pembahasannya terletak

pada kata kesehatan. Oleh karena itu, penulis

menjelaskan secara rinci tentang term-term yang

terkait dengan kesehatan yaitu quwwah,

ithma’anna, thahaarah, tazkiyyah, maridh, adza,

rijsun, saqiyyun, dan syifa.

(9)

Lanjutan hasil Penelitian

Analisis semiotika yang penulis gunakan dalam mengkaji komunikasi kesehatan dalam perspektif al-Qur’an adalah analisis semiotika Charles Sanderce Pierce yang memiliki gagasan pokok the triad of meaning, yang tersusun dari representament, interpretan, dan objek. Gagasan pokok tersebut dalam aplikasinya diwujudkan dalam bentuk analisis secara semantik, sintaksis, dan pragmatis. Secara semantik, term-term quwwah, ithma’anna, thahaarah, tazkiyyah, maridh, adza, rijsun, saqiyyun, dan syifa tidak menunjuk pada term komunikasi kesehatan, melainkan pada term kesehatan. Namun, ketika term-term tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis sintaksis, terdapat beberapa simbol yang menunjukkan adanya komunikasi. Dengan demikian term kesehatan dan komunikasi terbangun dalam satu rangkaian ayat yang maknanya tersusun secara utuh dan sistematis sehingga secara pragmatis mengandung ideologi atau tuntunan yang bisa dikembangkan dalam komunikasi kesehatan. Ideologi tersebut tidak saja bersifat teoritis melainkan juga bersifat praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

(10)

lanjutan

• Konsepsi al-Qur’an tentang komunikasi kesehatan bertitik tolak pada pentingnya perubahan perilaku manusia secara sehat. hal ini tentu sejalan dengan fungsi al-Qur’an sebagai petunjuk, penjelas, pembeda, mauidzah, rahmah, dan obat.

Perilaku sehat diawali dengan pemahaman tentang sehat yang komprehensif, yakni sehat fisik, ruhani, dan spiritual.

Untuk memenuhi ketiga sehat tersebut diperlukan adanya komunikasi spiritual, komunikasi emosi, komunikasi sosial, dan dukungan dari parasarana (lingkungan) yang sehat. hal ini sejalan dengan teori yang ada dalam komunikasi kesehatan, yakni teori difusi inovasi yang mengedepankan unsur dalam diri manusia dalam melakukan komunikasi kesehatan dan teori konvergensi, yang menekankan pentingnya faktor luar diri (lingkungan) dalam mendukung proses pelaksanaan komunikas kesehatan pada manusia dan masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

/alam Islam dikatakan sehat apabila memenuhi tiga unsur , yaitu kesehatan jasmani, kesehatan rohani dan kesehatan sosial. Kesehatan jasmani merupakan bentuk dari keseimbangan

Dari informasi terkait dengan teori manajemen perubahan, akan dianalisis bagaimana kerangka ter- sebut dapat dikolaborasikan dengan teori komunikasi pada difusi inovasi

Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan dating membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap- tiap diri akan

Najis dalam konteks teologi cenderung berasal dari dalam diri seseorang, adapun ragam najis yang disebutkan dalam penelitian ini, yaitu pertama pelaku melakukan hal-hal

Selain itu, saat ini kebanyakan orang juga tidak menyadari sepenuhnya tentang kemunculan penyakit-penyakit rohani di dalam diri mereka sendiri sehingga yang

Pencipta pasti memahami yang diciptakan. Allah sangat memahami karakteristik manusia. Nafsu yang disematkan, pasti akan membawa dampak. Yakni dominannya ego dan

Tujuan komunikasi pada umumnya yaitu mengharapkan partisipasi dari komunikan (mad’u) atas ide-ide atau pesan-pesan yang disampikan oleh pihak komunikator (da’i)

Tetapi di sini hendak dipakai dalam cakupan yang lebih luas, yakni tafsir al-Qur‟an yang menjadikan filsafat ilmu dan teori ilmiah sebagai perangkat memahami konteks untuk