• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONDISI PERBANKAN SAAT DAN PASCA COVID-19

N/A
N/A
Hilman ardi Nugraha

Academic year: 2023

Membagikan "KONDISI PERBANKAN SAAT DAN PASCA COVID-19"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KONDISI PERBANKAN SAAT DAN PASCA COVID-19

MAKALAH

diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Perbankan pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Universitas Jember

Dosen Pengampu:

Ir. Anik Suwandari, M. P.

Rizky Yanuarti ,S.P., M.P.

Oleh :

Muhammad Azizul Hakim (201510601152)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JEMBER 2023

(2)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bank merupakan lembaga yang memiliki hubungan erat dengan keuangan, seperti tempat penyimpanan, investasi, pengiriman uang, pembayaran, dan lain- lain. Semakin besar suatu negara pasti didalamnya terdapat peran yang besar pula dari dunia perbankan atau dapat diartikan baik masyarakat maupun pemerintah akan semakin butuh pada dunia perbankan. Semua sektor yang ada dalam suatu negara selalu memiliki hubungan dengan perbankan karena didalamnya terdapat kegiatan keuangan yang selalu membutuhkan jasa dari bank. Perkembangan perbankan telah diikuti dengan banyaknya muncul bank, baik milik pemerintah ataupun swasta dan konvensional ataupun syariah.

Di tahun 2020, indonesia mengalami serangan virus corona yang menyebabkan guncangan pada perekonomian nasional. Kasus COVID-19 pertama kali melanda Indonesia pada tanggal 11 Maret 2020 yang terjadi karena ada kontak dengan wisatawan dari Jepang yang sedang dalam terpapar COVID-19.

Semenjak hari itu, pemerintah menetapkan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi Pandemi COVID-19. Hal tersebut menyebabkan terciptanya peraturan pembatasan kegiatan sosial yang menyebabkan beberapa sektor tidak dapat berjalan dengan semestinya. Salah satu sektor yang cukup terkena dampak adalah sektor keuangan atau perbankan. Kondisi COVID saat itu membuat aktivitas transaksi keuangan menjadi terbatas dan mampu menimbulkan krisis ekonomi hingga resesi. Berdasarkan data dari BPS pada kuartal II tahun 2020, tercatat penurunan pertumbuhan perekonomian yang mencapai angka pada -5,32%. Selain itu, dampak negatif juga terjadi pada tingkat resiko kredit yang semakin tinggi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana kondisi perkembangan yang ada di Indonesia saat COVID-19 hingga pasca COVID-19?

2. Bagaimana tantangan dan kendala yang ada di dunia perbankan Indonesia saat COVID-19 hingga pasca COVID-19?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui dan Menjelaskan perkembangan yang ada di Indonesia saat COVID-19 hingga pasca COVID-19

2. Mengetahui dan memahami kendala yang ada di dunia perbankan Indonesia saat COVID-19 hingga pasca COVID-19

(3)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perbankan

Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa,

“Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kgiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya”. Perbankan tercipta karena bermula dengan adanya pertukaran hingga alat pembayaran. Adanya perbankan bertujuan sebagai lembaga penghubung antara pihak-pihak yang memiliki dana berlebih dengan pihak-pihak yang sedang memerlukan dana dan kekurangan dana. Perbankan di Indonesia terdapat 2 jenis, yaitu perbankan konvensional dan perbankan syariah. Perbedaan dari kedua sistem perbankan tersebut hanya ada pada pengambila dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada perbankan dan atau yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah. Berdasarkan unggahan OJK, fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

2.2 Pandemi COVID-19

Menurut Kementerian Kesehatan (2020), Corona virus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Seseorang dapat terinfeksi dari kontak fisik dengan penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID- 19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

(4)

BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Kondisi Perkembangan Perbankan Di Indonesia Saat COVID-19 Hingga Pasca COVID-19

Kondisi perekonomian yang kacau karena pandemi COVID-19 yang menyebabkan terbatasnya akses kegiatan masyarakat. Pembatasan kegiatan ini, membuat banyak usaha yang harus gulung tikar dan merumahkan para pekerjanya. Ini menyebabkan tingginya tingkat resiko untuk pemberian kredit kepada nasabah. Selain itu, kegiatan pernakan lain juga mengalami penurun yang mampu berpotensi pada likuiditas sektor perbankan. Penyesuaian yang cepat diperlukan agar potensi tersebut dapat diatasi dengan baik. Menurut Seto (2021), dari indikator penilaian kinerja keuangan yang ada, hanya profitabilitas yang terdampak oleh adanya pandemi secara signifikan.

Penurunan profitabilitas ini sendiri terjadi karena terbatasnya kegiatan yang menyebabkan transaksi antara perbankan dengan nasabah atau sebaliknya mengalami penurunan. Untuk menyiasati ini perbankan memanfaatkan perkembangan teknologi digital di era golbalisasi. Tranformasi digital sebenarnya telah dilakukan sebelum pandemi berlangsung. Namun dengan adanya pandemi, transformasi digital semakin dimudahkan. Adanya transformasi digital memberikan dampak positif bagi sektor perbankan, khususnya terkait akses masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan. Berdasarkan data OJK, terjadi peningkatan akses masyarakat terhadap perbakan, khususnya pertumbuhan aktivitas peminjaman peer-to-peer lending sebesar 29,69 juta peminjam pada akhir tahun 2021. Angka tersebut meningkat sebesar 68,15% dibandingkan tahun sebelumnya. OJK selaku otoritas pengatur dan pengawas perbankan, beserta pemerintah mendukung keberlangsungan dunia perbankan yang memanfaatkan teknologi digital ini.

Pada masa pemulihan ekonomi nasional tepatnya saat penurunan kasus COVID-19 di Indonesia dapat dikendalikan hingga pasca COVID-19, OJK mengawal 4 dasar yang perlu disiapkan untuk mewujudkan perbankan yang agile, adaptif, kontriutif dan resilient kepada masyarakat, antara lain:

1. Penguatan struktur dan keunggulan kompetitif 2. Akselerasi transformasi digital

3. Penguatan peran perbankan

4. Penguatan pengaturan, perizinan dan pengawasan

Strategi yang ditempuh bank umum untuk mewujudkan 4 pilar tersebut adalah pembentukan sistem pengelolaan data (master data management sytem) yangkomperhensif dan efektif, ketersediaan dan kesiapan tempat penyimpanan (storage) jaringan yang mendukung transaksi digital berua server fisik, pemanfaatan cloud serta sistem keamanan yang sesuai. BPR/S selaku lembaga perbankan juga perlu melakukan efisiensi dana capital expenditure (capex) dan

(5)

data bahwa pertumbuhan kredit di tahun 2022 terjadi peningkatan berkisar 10%

dan secara bertahap memulihkan profitabilitas perbankan.

3.2 Kendala yang ada di dunia perbankan Indonesia saat COVID-19 hingga pasca COVID-19

Kendala yang dialami perbakan saat masa pandemi adalah penyesuaian digitalisasi bank yang terjadi. Karena proses pengubahan perbankan menjadi bank digital sendiri memiliki persyaratan yang diatur dalam Pasal 24 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2021. Persyarakatn tersebut antara lain :

1. Memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah

2. Memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang pruden dan berkesinambungan

3. Memiliki manajemen risiko secara memadai

4. Memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan Direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sesuai dengan ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan bagi pihak utama lembaga jasa keuangan

5. Menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah dan

6. Memberikan upaya yang kontributif terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital dan/atau inklusi keuangan.

Selain itu, kendala yang dialami bank untu digitalisasi adalah development system dan mitigasi risiko. Hal ini juga terbukti karena belum adanya bank yang menjadi bank digital seutunya dan keterbatasan akses ke pelosok daerah.

(6)

BAB 4. KESIMPULAN

1. Berdasarkan pembahasan di atas, untuk menyiasati penurunan profitabilitas perbankan memanfaatkan perkembangan teknologi digital di era golbalisasi. Tranformasi digital yang dilakukan haslinya mampu meningkatkan pertumbuhan kredit di tahun 2022 terjadi peningkatan berkisar 10% dan secara bertahap memulihkan profitabilitas perbankan.

2. Kendala yang dialami perbakan saat masa pandemi adalah penyesuaian digitalisasi bank yang terjadi. Karena proses pengubahan perbankan menjadi bank digital sendiri memiliki persyaratan yang diatur dalam Pasal 24 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2021. Selain itu, kendala yang dialami bank untu digitalisasi adalah development system dan mitigasi risiko. Hal ini juga terbukti karena belum adanya bank yang menjadi bank digital seutunya dan keterbatasan akses ke pelosok daerah.

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Ichsan, N. (2014). Pengantar perbankan.

Masrul, dkk. 2020. Pandemik COVID-19: Persoalan dan Refleksi di Indonesia.

Medan: Yayasan Kita Menulis.

Buwono, S. R., Abubakar, L., & Handayani, T. (2022). Kesiapan Perbankan Menuju Transformasi Digital Pasca Pandemi Covid-19 Melalui Financial Technology (Fintech). Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 3(2), 228-241.

Kuncara, T., dkk. 2020. Prediksi Ekonomi Indonesia Pasca Covid-19. Surabaya:

Jakad Media Publishing.

Nasution, M. S., & Kamal, H. (2021). Analisa Perbandingan Kinerja Perbankan Syariah Dan Konvensional Pra Dan Pasca Covid-19. At-Tasyri': Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, 29-38.

Uyun, A. (2021). Peran Perbankan Syariah dan Eksistensi UMKM di Indonesia Pasca Pandemi Covid-19. ILTIZAMAT: Journal of economic sharia law and business studies, 1(1), 57-69.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika kinerja selama pandemi Covid-19 menjadi menurun, terlihat masalah etika kerja masa pandemi Covid-19 pada dunia pendidikan, terjadi dalam

Analisis kebijakan dan usulan recovery pariwisata pasca pandemi Covid-19 perlu mempertimbangkan hal-hal khusus.. protokol yang melindungi kesehatan pelanggan dan

91-99 91 PENGARUH STRATEGI PEMASARAN, PERAN PENGGUNAAN E-COMMERCE, KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP VOLUME PENJUALAN UMKM PADA MASA PANDEMI DAN PASCA PANDEMI COVID 19 Ratna Hendiana1,

Pandemi Covid-19 Covid-19 sebagai variabel bebas sebelum dan selama pandemi Covid-19 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dan dampak Covid 19 ini belum bisa dirasakan oleh

Implementasi Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi COVID-19: Konsep, Prinsip, dan Strategi Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi COVID-19, Pengelolaan dan Jadwal

Peran Teknologi Pembelajaran di Kampung Inggris Pare Selama Masa Pandemi Pandemi COVID-19 berdampak terhadap perubahan dan penyesuaian yang harus dilakukan oleh lembaga – lembaga

Penutup E.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, mengenai Analisis Efektivitas Kinerja Pegawai Pasca Pandemi Covid-19

103 Majalengka Pengaruh Latihan CrossFit Terhadap Peningkatan Kebugaran Fisik Pasca Pandemi Covid-19 The Effect of CrossFit Exercise on Increasing Physical Fitness After the