• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSELING PRANIKAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KONSELING PRANIKAH "

Copied!
61
0
0

Teks penuh

Konseling pranikah merupakan suatu bantuan yang dapat diberikan oleh konselor untuk menciptakan keluarga bahagia ketika akan melangsungkan pernikahan. Dalam hal ini akan dijelaskan salah satu pendekatan konseling pranikah yang akan diterapkan dalam praktik konseling pranikah, yaitu pendekatan humanistik. Merujuk pada berbagai teori yang ada, konsep bimbingan dan konseling pranikah tentunya merupakan hal yang patut diperhatikan sebagai persiapan menuju pernikahan.

Bimbingan dan konseling pranikah diberikan oleh konselor untuk meminimalisir permasalahan yang timbul akibat ketidakcocokan/disharmoni dan kesalahpahaman berbagai aspek dalam keluarga. Ditulis oleh Mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang telah mengikuti Mata Kuliah Konseling Pranikah Semester Juli-Desember 2021, sebagai bentuk gagasan tertulis untuk produk pembelajaran berbasis proyek. Buku ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca mengenai permasalahan yang berkaitan dengan konseling pranikah.

KONSELING PRANIKAH

44 CATATAN TERTULIS KONSELOR (MUDA) SEBAGAI PRODUK PEMBELAJARAN BERBASIS

PROYEK

Kenapa Mesti Konseling Pranikah?

Jika bertanya pada setiap pasangan, tidak ada pasangan yang menginginkan pernikahan yang mereka mulai berakhir dengan kehancuran atau bahkan perceraian. Setiap pasangan menginginkan pernikahan yang langgeng, harmonis, bahagia dan sakinah mawadah wa rahmah (atau biasa disebut SAMAWA).

PENTINGNYA PENDIDIKAN

PRANIKAH

  • Tentang Penulis
  • Tentang Penulis
  • Tentang Penulis
  • Manakah yang Akan Didahulukan, Cinta atau Karir?

Kami menginginkan sistem yang mempersiapkan pasangan untuk menikah secara komprehensif melalui program bimbingan dan konseling pranikah. Program penelitian dan pengabdian fokus pada bidang kajian bimbingan dan konseling keluarga serta manajemen layanan bimbingan dan konseling. Penulis Alumni SMAN 05 Bengkulu, Tahun 2018 sampai sekarang, penulis melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Padang Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan.

Saya melanjutkan studi di Universitas Negeri Padang yang mengambil jurusan bimbingan dan konseling. Setelah lulus SMA, penulis melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Negeri Padang jurusan Bimbingan dan Konseling dengan tahun masuk 2018. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di IAIN Batusangkar jurusan Bimbingan dan Konseling namun hanya sampai semester 1.

Pada tahun 2017 penulis menjadi guru TK di Dadok Tengah Hitam Kota Padang selama 3 bulan. Kemudian penulis melanjutkan bekerja sebagai pelayan di Pizza Hut Basko GrandMall Padang selama 5 bulan. Sembari bekerja, penulis juga mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Bersama (SBMPTN) kembali dan pada bulan Agustus, penulis dinyatakan lulus dari Universitas Negeri Padang jurusan Bimbingan dan Konseling. Penulis berhenti dari pekerjaannya dan mulai belajar di universitas yang sangat diimpikannya. Setelah lulus dari SMA N 1 Padang Sagu pada tahun 2018, beliau lulus dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun yang sama. Putri kedua, dari 2 bersaudara. Memiliki hobby membaca, menonton dan menulis. Warna favoritnya hijau, krem, dan hitam. Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Batang Anai pada tahun 2018, beliau melanjutkan program studi di perguruan tinggi yaitu jurusan Konseling dan kelas konseling internasional di Universitas Negeri Padang.

Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang sejak tahun 2018 dengan gelar Sarjana Bimbingan dan Konseling. Seorang gadis berusia 22 tahun sedang mempelajari psikologi dan konseling sejak ia masuk di jurusan bimbingan dan konseling Universitas Negeri Padang.

CINTA, MENIKAH,

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada perempuan saja, bahkan banyak calon pasangan pria yang merasakan hal serupa. Setiap pasangan pasti menginginkan pernikahan satu kali saja (walaupun tidak menutup kemungkinan bagi pria muslim untuk menikah lebih dari satu kali, hingga 4 kali). Karena pernikahan merupakan sebuah janji suci, maka perlu dipikirkan secara matang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pernikahan dan permasalahannya.

KARIR!!

Daftar Pustaka

Oksa Eka Putri yang saat ini sedang menempuh pendidikan BA bidang Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 2021 ini kerap aktif dalam kegiatan kampus maupun di luar kampus. Ide ini membahas tentang apakah menikah atau berkarir merupakan pilihan seorang wanita, hal ini sangat penting untuk dibahas karena kita melihat banyak wanita saat ini yang ingin berkarir bahkan ada yang menolak untuk menikah. Tentu saja semua permasalahan dalam sebuah pernikahan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, semua permasalahan dalam sebuah pernikahan adalah ramuan yang membuat sebuah pernikahan tetap baik, intinya adalah membicarakannya dengan baik dan menerima kekurangan masing-masing.

Setelah itu beliau juga menyelesaikan pendidikan jenjang SMA di SMA Negeri 02 Tualang pada tahun 2018. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 02 Tualang pada tahun 2018, beliau melanjutkan studi S1 ​​jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Negeri Padang. Universitas (UNP) khusus Bimbingan dan Konseling, mulai tahun 2018 hingga saat ini. Meski pernikahan adalah sesuatu yang ingin dicapai, bukan berarti untuk mencapainya seseorang tidak perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin.

PERSIAPAN PERNIKAHAN

Seperti yang kita ketahui, masih banyak isu yang beredar di masyarakat luas mengenai kesiapan finansial sebelum menikah. Penulis berpendapat hal ini patut dibicarakan karena masih banyak kesalahpahaman di masyarakat tentang persiapan keuangan sebelum menikah. Untuk itu penulis sebagai calon penasehat ingin mengungkap permasalahan yang menjadi permasalahan dalam perbedaan pendapat mengenai persiapan keuangan pranikah.

Sehingga nantinya dapat menjadi seorang konselor yang profesional untuk membantu klien mengatasi permasalahan perselisihan pendapat tentang persiapan keuangan sebelum menikah dan permasalahan lain yang terjadi sebelum menikah. Gagasan ini membahas tentang bagaimana persiapan rohani sebelum menikah, apakah kesiapan rohani itu perlu dan juga bagaimana tindakan konselor untuk meningkatkan kesiapan rohani pasangan yang akan menikah. Di tahun-tahun awal pernikahan (bahkan bisa dibilang hampir setiap tahun pernikahan), jika suami istri bukanlah orang pertama dalam kehidupan cintanya, setiap pasangan akan selalu ditanyai pertanyaan tentang kehidupan cintanya di masa lalu.

Selain keinginan untuk move on, terkadang pertanyaan di masa lalu juga bisa menimbulkan konflik jika tidak mampu menghadapinya dengan baik. Pasangan dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu menyampaikan secara jujur ​​dan terbuka tentang kehidupan masa lalu, menutupi kehidupan masa lalu, dan memilih menceritakan sebagian kehidupan masa lalu. Bersikap jujur ​​dan terbuka kepada pasangan mengenai kehidupan cinta masa lalu bisa menjadi pilihan jika individu bisa yakin tidak akan timbul masalah lebih lanjut jika diceritakan secara jujur ​​dan terbuka.

Pilihan ini didasari oleh pandangan bahwa setiap pasangan harus jujur ​​dan terbuka, termasuk masa lalu kelam. Setiap pasangan harus memastikan bahwa pasangannya dapat menerima hubungan masa lalunya dan tidak menjadikannya dosa yang berkepanjangan.

MENGELOLA KONFLIK DALAM

PERNIKAHAN

Penulis lulus dari Sekolah Dasar Percontohan Desa Gedang (Sungai Penuh) pada tahun 2012, disusul MTsN Pitalah (Tanah Datar) pada tahun 2015, kemudian penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 3 Sungai Penuh dan lulus pada tahun 2018, hingga saat ini penulis menempuh pendidikan Sarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang sejak tahun 2018. Artikel ini membahas tentang dampak hubungan yang beracun terhadap integritas rumah tangga. Alasan penulis menulis hal ini adalah karena hubungan yang bersifat toxic (beracun) sering terjadi dalam rumah tangga saat ini sehingga menyebabkan rusaknya hubungan dalam rumah tangga pasangan. Setelah lulus SMA, penulis melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Negeri Padang jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 2018 – hingga saat ini.

Pada tahun 2022 ini penulis memasuki semester akhir yaitu semester 8 dengan harapan dapat lulus tepat waktu dan mampu mengaplikasikan ilmu Bimbingan dan Konseling kepada masyarakat. Hal ini membuat heboh masyarakat karena diyakini akan berdampak pada maraknya childfree di kalangan pasangan yang ingin menikah maupun pasangan yang baru menikah.Pandangan penulis tentang pernikahan adalah sebuah hubungan sakral yang menyatukan 2 ego, 2 kepribadian, 2 ciri individu. dan mereka menjalani kehidupan yang disebut rumah tangga. . Beliau merupakan mahasiswa S1 bimbingan dan konseling Universitas Negeri Padang yang mendaftar pada tahun 2018.

Afdal, M.Pd., Cons., yang merupakan dosen profesional dan berpengalaman dalam meneliti Konseling Pranikah dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kekerasan dalam rumah tangga (DVD) merupakan fenomena sosial yang sudah berlangsung lama di sebagian keluarga di dunia, termasuk Indonesia. Ramadhan (2018) mengatakan bahwa hingga saat ini kejadian tersebut masih jarang terdengar, hal ini lebih disebabkan oleh adanya anggapan di masyarakat bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan peristiwa keluarga yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka.

Meskipun kekerasan dalam rumah tangga telah terjadi sejak lama dan tersebar luas di berbagai lapisan sosial masyarakat, namun sangat sulit memperoleh data lengkap mengenai kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga di setiap negara. Ihromi (Nisa, 2018) menjelaskan beberapa faktor penyebab yang dapat memicu kekerasan dalam rumah tangga, antara lain komunikasi, perselingkuhan/penganiayaan, rendahnya harga diri dan frustasi, perubahan status sosial, kekerasan dipandang sebagai sumber penyelesaian masalah:

ISU DALAM PERNIKAHAN

Daftar Pustaka

Lulusan MAN 2 Aceh Tamiang, saat ini sedang menempuh pendidikan BA bidang Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Padang (UNP). Setelah itu beliau juga menyelesaikan pendidikan jenjang SMA-nya di SMAN 9 Padang pada tahun 2018. Penulis melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2018 di salah satu perguruan tinggi di kota tempat tinggalnya yaitu Universitas Negeri Padang dengan jurusan Bimbingan dan konseling.

Pada tahun kedua penulis fokus pada salah satu organisasi di tingkat universitas yang fokus pada bidang keilmuan dan penelitian. Penulis merupakan lulusan SD Negeri 22 Andalas pada tahun 2012, bersekolah di SMP hingga lulus pada tahun 2015, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di MAN 2 Kota Padang dan lulus pada tahun 2018, hingga saat ini penulis menempuh pendidikan Sarjana Bimbingan dan Konseling. . Menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 11 Lubuk Buaya Padang pada tahun 2011, melanjutkan pendidikan di MTs Koto Anau, Solok dan menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Lembang Jaya, Solok pada tahun 2017.

Saat ini sedang menempuh pendidikan semester tujuh Strata Satu di Universitas Negeri Padang, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Penulis melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan bimbingan dan konseling Fakultas Ilmu Pendidikan hingga sekarang. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Batang Anai, ia mulai menempuh pendidikan BA bidang Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun 2018. Tidak banyak organisasi yang penulis ikuti, hal ini dikarenakan penulis harus membantu orang tuanya di rumah.

Setelah lulus dari Universitas Negeri Padang (UNP) dengan gelar Sarjana Bimbingan dan Konseling pada tahun 2008, beliau menyelesaikan program konseling karir di UNP pada tahun 2019, gelar Magister Bimbingan dan Konseling dari UNP pada tahun 2010, dan gelar Doktor di bidang Bimbingan dan Konseling. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tahun 2015. Diploma Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun 2016 dan memperoleh gelar Magister Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada tahun 2018. Menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) pendidikan di SDN 30 Tanjung Mudik pada tahun 2011, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di MTsN Punggasan (sekarang MTsN 5 Pesisir Selatan) pada tahun 2014 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 1 Linggo Sari Baganti pada tahun 2017.

Pendidikan sarjananya diselesaikan di Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang yang lulus pada tahun 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahun 2017 penulis bekerja di berbagai perusahaan hingga pada tahun 2018 melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, tepatnya di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya