PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Bagi peneliti bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pertukaran mata uang sesuai dengan prinsip syariah yang diterapkan dalam kegiatan Al-Sharf. Al-Rahman Al-Jazairi mengatakan, Al-Sharf adalah penukaran mata uang asing dengan rupiah, emas dengan emas, perak dengan perak, atau salah satu dari keduanya. Penelitian ini berfokus pada pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani mengenai transaksi penukaran mata uang (Al-Sharf) yang dapat digunakan oleh para pelaku mata uang khususnya pada lembaga keuangan syariah yang juga menerapkan produk Al-Sharf sebagai media penukaran mata uang bagi masyarakat.
Transaksi penukaran uang untuk berbagai jenis mata uang (mata uang asing) hanya dapat dilakukan dalam bentuk transaksi tunai. Dalam praktik perbankan konvensional, kegiatan perbankan valuta asing meliputi: jual beli valuta asing, jual beli valuta asing (uang kertas). Transaksi penukaran uang untuk berbagai jenis mata uang (mata uang asing) hanya dapat dilakukan dalam bentuk transaksi tunai dan 3.
Forex Sebagai Alat Penukaran Mata Uang Valuta asing sebagai alat penukaran mata uang sangat dibutuhkan seiring dengan berkembangnya perekonomian dunia khususnya di bidang perdagangan. Jika beberapa negara sudah mengadopsi sistem uang fiat, maka di sinilah muncul permasalahan penentuan nilai tukar. Jadi manfaat mata uang asing bagi kita sangat bergantung pada daya beli mata uang tersebut.
Selain teori dari segi pemilikan yang boleh kita manfaatkan daripada pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani, pemikiran pertukaran mata wang juga bermanfaat kepada individu atau kumpulan di mana pemikiran itu berada.
Defenisi Istilah
Tinjauan Penelitian Relevan
Amanatullah A melakukan penelitian dengan judul “Analisis Sistem Devisa Syariah (Al-Sharf) Pada Bank Syariah Mandiri Makassar” 13 Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara mengunjungi objek penelitian secara langsung. 13 Amanatullah A, “Analisis Sistem Devisa Syariah (Al-Sharf) Pada Bank Syariah Mandiri Makassar”, (Skripsi; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, 2017). Sedangkan penelitian ini fokus pada satu produk yaitu devisa syariah (al sharf) dengan tujuan untuk mengetahui sistem, penanganan akuntansi dan kepatuhan produk terhadap prinsip syariah.
Dilfira Nurfitri melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Indonesia. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. 14 Dilfira Nurfitri, “Analisis Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Skripsi Sarjana Indonesia; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, 2017). Perbedaannya dengan penelitian terdahulu adalah mengkaji stabilisasi nilai tukar rupiah yang menghubungkan perekonomian Indonesia dan Jepang, serta mengkaji nilai tukar riil dengan menggunakan model koreksi kesalahan.
Mulazamatul Fitria melakukan penelitian dengan judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Penukaran Mata Uang Rupiah (Al-Sharf) (Studi Kasus Terminal Lebak Bulus Jakarta)”.15 Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Berdasarkan informasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik penukaran uang rupiah di Terminal Lebak Bulus dan status hukumnya.
Landasan Teori
Dalam acuan keuangan syariah, bai'al-sharf diartikan sebagai jual beli atau penukaran mata uang asing dengan mata uang lain, seperti antara rupiah dan dolar, dolar dan yen, dan sebagainya. 21. Wahbah Al-Zuhaili mengatakan, Al-Sharf adalah penukaran mata uang dengan mata uang lain yang sejenis, seperti dollar ke rupiah atau rupiah ke ringgit. Ibnu Maudud Al-Maushuli mengatakan bahwa Al-Sharf adalah penukaran mata uang dengan mata uang lain atau suatu jenis benda dengan jenis benda lain yang mempunyai tekanan, bentuk dan logam yang sama.
Ketika permintaan meningkat maka nilai suatu mata uang juga akan meningkat dan jika penawaran meningkat maka nilai mata uang nasional akan menurun. Pendapatan suatu negara relatif terlalu tinggi dibandingkan harga di luar negeri, sementara jumlah barang yang diproduksi di dalam negeri relatif kecil. sehingga impor akan melemahkan nilai mata uang nasional, sebaliknya pendapatan riil meningkat, sehingga permintaan mata uang asing relatif terhadap pasokan yang tersedia. Neraca pembayaran yang aktif akan meningkatkan nilai mata uang nasional, sedangkan neraca pembayaran yang pasif akan menurunkan nilai mata uang.
Peran pemerintah dalam memantau nilai tukar mata uang nasional, kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi keseimbangan nilai tukar mata uang nasional, menghindari hambatan nilai tukar mata uang asing, menghindari hambatan perdagangan luar negeri. Karena sifat emas dan perak dapat diterapkan pada jenis barang tersebut, maka keduanya merupakan mata uang dan tidak disamakan dengan emas dan perak.
Metode Penelitian
Pertimbangan peneliti dalam menggunakan jenis penelitian ini adalah untuk memudahkan memperoleh sumber data dan informasi sebanyak-banyaknya untuk keperluan penelitian. Serta meminimalisir keterbatasan data dan informasi yang diperoleh dari sumber data manusia yang dibatasi oleh aturan new normal. Fokus penelitian ini bertujuan untuk membatasi studi literatur serta membatasi penelitian untuk memilih sumber data yang baik dan relevan.
Data primer adalah sumber data yang diambil langsung dari objek yang akan diteliti 41 Dalam hal ini sumber data primer yang digunakan adalah yang berkaitan dengan devisa menurut Taqijudin. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian berupa laporan, tesis, tesis dan peraturan perundang-undangan 42 Dalam hal ini sumber data sekunder diperoleh dari beberapa jurnal, artikel, skripsi sebelumnya, blogspot, serta serta berbagai literatur lain yang dapat mendukung dan memperkuat data primer untuk membantu peneliti dalam merevisi penelitiannya. Editing adalah pemeriksaan kembali terhadap seluruh data yang diperoleh, terutama kelengkapan data yang diperoleh, kejelasan makna, keselarasan data yang ada, dan relevansinya dengan penelitian.
Perlu adanya penataan ulang terhadap data-data yang diperoleh dalam penelitian, kemudian dilakukan pengkodean yang dilanjutkan dengan pelaksanaan kategorisasi, artinya disusun kategori-kategori. Pada tahap ini penulis menganalisis data-data yang diperoleh dari penelitian untuk menarik kesimpulan mengenai teori yang akan digunakan dan akan disesuaikan dengan kenyataan yang akan ditemukan, yang pada akhirnya menjadi jawaban atas rumusan masalah.
LATAR BELAKANG GENEALOGIS PEMIKIRAN TAQIYUDDIN AN-
- Karir
- Pemikiran dan Karya
- Akad Sharf Dalam Perbankan Syariah
- Pengertian Sharf Dalam Perbankan Syariah
- Landasan Hukum Sharf Dalam Perbankan Syariah
- Persyaratan Sharf Dalam Perbankan Syariah
- Implementasi Akad Sharf Dalam Perbankan Syariah
- Manfaat Akad Sharf Dalam Perbankan Syariah
Ibu An-Nabhani juga memiliki beberapa cabang ilmu syariah yang diperolehnya dari ayahnya, Syekh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani. Mengenai Syekh Yusuf En Nabhani, beberapa penulis biografi mengatakan: Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad En Nebhani AsySjafi'i. An-Nabani mendapat banyak hikmah dari majelis dan diskusi fiqh yang diadakan oleh kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani.
Selepas menamatkan pendidikannya, Shaikh Taqiyuddin An Nabhani kembali ke Palestin untuk kemudian bekerja di Kementerian Pendidikan Palestin sebagai guru di Sekolah Menengah Negeri di Haifa. Kemudian pada tahun 1951, Asy-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani datang ke Amman dan bekerja sebagai pensyarah di fakulti al-Ilmiyah al-Islamiyah. Syeikh An Nabhani memulakan kegiatan politiknya semasa remaja kerana pengaruh datuknya, Syeikh Yusuf An Nabhani, yang turut serta dalam debat dengan orang-orang yang terpengaruh dengan tamadun Barat, seperti Muhammad Abduh, pengikut idea pembaharuan (modernisme). , tokoh Freemason dan parti lain yang menentang Empayar Uthmaniyyah.
Sejak remaja, Shaikh An Nabhani telah memulakan kegiatan politiknya kerana pengaruh datuknya, Shaikh Yusuf An Nabhani yang terlibat. Kebanyakan karya Shaikh Taqiyuddin An Nabhani berupa kitab-kitab tanzhiriyah (menegakkan kefahaman/sudut pandang) dan tanzhimiyah (menetapkan peraturan), atau kitab-kitab yang bertujuan mengajak umat Islam meneruskan kehidupan Islam dengan mendirikan Daulah Islamiyah.
ANALISIS PEMIKIRAN TAQIYUDDIN AN-NABHANI TENTANG
Transaksi Mata Uang Menurut Taqiyuddin An-Nabhani
Kurs Pertukaran Mata Uang Menurut Taqiyuddin An-NAbhani 58
Yang menjadi pendorong masyarakat melakukan penukaran mata uang adalah adanya kebutuhan seseorang dari kedua penukar terhadap mata uang milik penukar yang lain. Sebagai solusi terhadap masalah ini, berbagai mata uang kertas merupakan komoditas yang berbeda-beda Nilai tukar mata uang suatu negara dengan negara asing akan mengikuti hubungan antara nilai tukar mata uang asing tersebut dengan barang yang tersedia di sana.
Hukum syariah mengenai mata uang dan nilai tukar adalah negara-negara Islam akan selalu mengamalkan sistem moneter emas. Oleh karena itu, pertukaran mata uang dalam negeri antar mata uang yang sejenis hendaknya sama baik berat maupun jenisnya dan tidak boleh berlebihan. Mereka sepakat bahwa pembelian dan penjualan mata uang harus dilakukan secara tunai, namun mereka berbeda pendapat dalam hal batasan waktu.
Imam Hambali dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa jual beli mata uang dilakukan secara tunai sampai kedua belah pihak berpisah, sah-sah saja. Penukaran mata uang rupiah yang terjadi di Indonesia untuk membeli dolar diperbolehkan dalam hal menjual dolar dengan rupiah atau sebaliknya.
Manfaat Pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani Dalam Ekonomi Islam
Fungsi tersebut dipenuhi oleh Negara dengan sejumlah paket kebijakan yang telah diambil.72 Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memahami kegiatan penukaran mata uang ini agar sistem perekonomian suatu negara dapat berfungsi dengan baik. Syarat menukarkan mata uang dengan mata uang lain yang sejenis harus sama persis berat, nilai, jenisnya dan tidak boleh saling melebihi, karena menurut pendapat Taqiyuddin An-Nabhani, jika yang satu melebihi yang lain maka dikatakan demikian. menjadi riba. Selisih dan tambahan (keuntungan) yang diperoleh dari jual beli termasuk dalam riba karena keuntungan tersebut diperoleh melalui bighairi 'iwadhin, yaitu tanpa menukarkan sektor riil apapun, kecuali mata uang itu sendiri.74.
Taqiyuddin An-Nabhani berpendapat bahwa Al-Sharf memperoleh kekayaan dengan harta lain, berupa emas dan perak, yang disamakan dengan cara mengimbangi satu emas dengan emas yang lain atau satu perak dengan perak yang lain. Masyarakat harus lebih memahami pentingnya sistem penukaran mata uang dalam kegiatan perekonomian suatu negara dan juga mengetahui produk-produk yang tersedia di bank syariah sehingga minat masyarakat juga dapat meningkat dalam melakukan transaksi penukaran mata uang. Untuk penelitian lebih lanjut perlu diketahui bagaimana masyarakat atau nasabah bank baik bank konvensional maupun bank syariah memahami atau melihat pemahamannya terhadap transaksi valuta asing di bank.
Nasution, Ja'far, Islamska ekonomska misel okoli Al-Sharfa po Taqiyuddin An-Nhabani, At-Tijaroh. Zulfairanatama, Gilang, Shaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Pogled na jjevo dhovanno povoja in pridiganje, Bogor: Al-Azhar Press, 2003.
PENUTUP
Saran
Ar Ramhi, Syaikh Abdul Halim, mengemukakan hal ini dalam disertasinya yang berjudul Al A'lam Al Islami, Universitas Islam Pakistan, 1986. Metode Bajuri, Muhammad, Tsaqofah dan Hizbut Tahrir dalam Mendirikan Negara Khilafah Islam, Bogor: Al-Azhar Press, 2008 Husain, Al, Sani, Achmad, Bank Syariah Indonesia: Tantangan dan Strategi Mendorong Perekonomian Nasional, Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik.
Kurnia, Dian, Riza, Bank Syariah Indonesia: Sejarah Penggabungan, Saham dan Tujuan, https://www.qoala.app/id/blog/bisnis/apa-itu-bank-syariah-indonesia/, (20 Agustus 2021 ) . Maimun Agus dan Arief Furchan, Kajian Karakter, Metode Penelitian Mengenai Angka, 1st Cet, Yogyakarta: Pustaka Mahasiswa, 2005. Muhammad, Pasar dan Instrumen Keuangan Syariah, Yogyakarta: UII Press, 2013 Musa, 'Penentu Keputusan Menjadi Devisa jual beli dari nasabah (Al-Sharf) di bank.