• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep sehat dan sakit

N/A
N/A
pkm gunung

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep sehat dan sakit "

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Konsep sehat dan sakit adalah konsep yang kompleks dan berinterpretasi.Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi sehat maupun sakit. Sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami, yang bersifat dinamis dan sifatnya terus menerus berubah.Menurut WHO sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan.Sakit adalah keadaan tidak normal atau tidak sehat, secara sederhana dapat disebut penyakit yang merupakan suatu bentuk kehidupan atau keadaan diluar batas normal (Asmadi, 2008).

Salah satu penyakit yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi adalah Hipertensi (Martono, 2010). Menurut Murwarni (2011), Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan dari abatas normal (tekanan systole di atas 140 mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Definisi yang lain menurut Brashers (2008) Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah Arterial yang berlangsung terus menerus.

Pada tahun 2015 sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita Hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita Hipertensi, hanya 36,8 yang minum obat. Jumlah penderita Hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan tahun 2025 akan ada 1,5 miliar

(2)

juta orang meninggal akibat Hipertensi dan Komplikasinya (WHO, 2013) Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular ( PTM ), yang angkanya terus meningkat disamping PTM lainnya.Saat ini, Penyakit Tidak Menular ( PTM ) menjadi penyebab kematian utama sebesar 36 juta ( 63

% ) dari seluruh kasus kematian yang terjadi diseluru dunia. Dimana sekitar 29 juta ( 80 % ) justru terjadi di negara yang sedang berkembang ( WHO, 2010 ) Peningkatan kematian akibat PTM di masa mendatang di proyeksikan akan terus terjadi sebesar 15 % ( 44 juta kematian ) dengan rentang waktu antara tahun 2010 dan 2020. Kondisi ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat terutama pada negara – negara berkembang.

Penggunaan tembakau, kebiasaan diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi alkohol adalah gaya hidup yang dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya penyakit kardiovaskuler, kanker, diabetes, PPOK, osteoporosis, penyakit gigi dan mulut, gangguan mental ( WHO, Golbal Status Report on NCD, 2010 ). Pada awal perjalanan PTM seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga banyak pasien datang sudah terlambat atau pada stadium lanjut karena tidak mengetahui dan tidak menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya.

Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa 69,9 % dari kasus diabetes mellitus dan 63,2 % dari kasus hipertensi masih belum terdiagnosis.

Keadaan ini mengakibatkan penanganan menjadi sulit, terjadi komplikasi bahkan berakibat kematian lebih dini.

(3)

mengalami peningkatan. Dari data Riskesdas 2007 dan 2013, perilaku masyarakat yang merokok pada usia ≥ 15 tahun meningkat dari 34,7 % menjadi 36,3 %. Masyarakat usia ≥ 18 tahun dengan obesitas sentral meningkat dari 18,8 % menjadi 26,6 %. Kebiasaan masyarakat kurang mengkonsumsi buah dan sayur 93,6 %, suka makan manis 53,1 %, suka makan asin 26,2 %, suka makanan tinggi lemak 40,7 %, mengkonsumsi makanan berpenyedap 77,3 %, gangguan mental emosional 6 %. Trend ini akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup seperti pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, stres, merokok dll.

Hasil Riset Kesehatan Dasar juga menunjukkan prevalensi beberapa Penyakit Tidak Menular pada penduduk usia ≥ 15 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai tahun 2013. Prevalensi Stroke meningkat dari 0,87 % menjadi 1,21 %, Diabetes Melitus meningkat dari 1,1% menjadi 2,1%, Asma meningkat dari 4% menjadi 4,5%.

Data Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang tentang sepuluh Penyakit Terbanyak tahun 2018 masih didominasi oleh Penyakit PTM. Tujuh dari sepuluh penyakit terbanyak yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Tahun 2018 yaitu Gastritis (11.05 %), Hipertensi ( 10.05 % ), Rematik ( 6.8 % ), Penyakit pulpa dan jaringan periapikal ( 6.7 % ), Gangguan refraksi ( 4.9 % ), Cepalgia (3.5 % ), DM ( 3.4 % ).

Dari laporan Diagnosa Penyakit Terbanyak Puskesmas Gunung Tahun 2018 di ketahui bahwa Hipertensi termasuk salah satu Diagnosa Penyakit terbanyak di urutan ke 8.

(4)

1. Maksud

Maksud penyusunan laporan tahunan ini adalah sebagai gambaran dari hasil pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanankan oleh pemegang program PTM Puskesmas Gunung pada tahun 2022.

2. Tujuan

a. Tujuan Umum

Sebagai bahan evaluasi, untuk perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan program PTM tahun 2023

b. Tujuan Khusus

 Tersedianya gambaran masalah PTM

 Tersedianya data capaian indikator kinerja PTM

 Tersedianya informasi masalah PTM dan capaian indicator kinerja PTM berdasarkan wilayah

 Tersedinya masalah PTM dan capaian indicator kinerja PTM berdasarkan waktu.

C. RUANG LINGKUP

1. Ruang Lingkup Program PTM

Meliputi Kegiatan pengumpulan data dari srening FR PTM di posbindu PTM dan ruangan Pelayanan PTM, rekapan dari ruangan pelayanan di puskesmas Gunung, pelayanan petugas umat, kegiatan perkesmas, pengolahan dan diseminasi hasilnya yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, perencanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan.

2. Ruang Lingkup Laporan

Laporan tahunan ini meliputi semua kegiatan rutin program PTM, maupun kegiatan situasional, berkala program PTM pada tahun 2022

(5)

1. Semua masyarakat sehat dan beresiko mulai dari usia15 Tahun keatas di wilayah kerja Puskesmas Gunung

2. Semua sekolah dan perkantoran diwilayah kerja puskesmas Gunung 3. Penderita Hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunung 4. Penderita DM di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunung

(6)

BAB II

ANALISA SITUASI

A. DATA UMUM

1. Data Demografis dan Geografis

UPTD Puskesmas Gunung terletak dikecamatan padang panjang timur dengan wilayah kerja meliputi 4 kelurahan yaitu kelurahan Ganting, kelurahan Sigando, Kelurahan Ekor Lubuk dan kelurahan Ngalau.

Jumlah penduduk diwilayah kerja puskesmas Gunung pada tahun 2022 berjumlah 8.529 orang, dengan rincian 4.327 orang laki laki dan 4.202 perempuan.

TABEL 2.1

DATA DISTRIBUSI SASARAN PROGRAM PTM DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG TAHUN 2022

NO SASARAN GANTING SIGANDO EKOR

LUBUK NGALAU PUSKESMAS

1 Jumlah Penduduk 2736 1622 2229 1942 8529

2 Usia Produktif 15 – 59

Tahun 1742 1031 1418 1235 5426

3 Penduduk Usia ≥ 15

tahun 1963 1155 1596 1659 6373

4 Prevalensi DM ( 1.9 % usia

≥ 15 tahun ) 37 22 30 22 121

5 Prevalensi Hipertensi( 30

% usia ≥ 15 tahun ) 589 347 479 498 1912

Berdasarkan table 2.1 diatas diketahui bahwa penduduk diwilayah kerja puskesmas Gunung terdiri dari 4 kelurahan, penduduk yang terbanyak terdapat di kelurahan Ganting.

(7)

penduduk asli dengan berbagai suku. Mata pencarian penduduk beraneka ragam, ada yang bertani, buruh, Pegawai negeri sipil, TNI/ POLRI, pedagang dan lain lain.

3. Akses Transportasi ke Puskesmas Gunung

Puskesmas gunung terletak ditepi jalan raya dengan akses tranportasi yang sangat lancar, jenis transportasi yang bisa digunakan adalah mobil, motor, ojek, angkot, dll.

B. DATA KHUSUS

Posbindu PTM dan Kader

Pada tahun 2022 Puskesmas Gunung Memiliki 6 Posbindu PTM dengan jumlah kader 18 orang ( 3 Orang perposbindu ) Posbindu Yang ada diwilayah Puskesmas Gunung yaitu : Posbindu Assalam, Posbindu Peduli, Posbindu Sigando, Posbindu Ekor lubuk dan Posbindu Sekolah dan Perkantoran.

BAB III

(8)

1. Persentase capaian kunjungan Posbindu PTM berdasarkan data Pusdatin

Grafik 3.1

Persentase Capaian Kunjungan Posbindu PTM Perkelurahan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

GANTING SIGANDO

EKOR LUBUK NGALAU

SEKOLAH DAN PERKANTORAN

PUSKESMAS

TARGET 0

10 20 30 40 50 60 70

41

24

16 25

60.2

0

33.24

0

30

Series 1

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian kunjungan posbindu PTM secara umum sudah memenuhi target ( 35 % ) sementara target dari DKK sebesar 30 %. Namun masih ada kelurahan yang belum memenuhi target, yaitu Sigando ( 24 % ), Ngalau ( 25 % ) dan Ekor Lubuk ( 16 % ).

(9)

Temuan Kader

Grafik 3.2

Persentase Capaian Kunjungan Posbindu PTM Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

0 10 20 30 40 50 60 70 66.6

26.7 34.2

19.01 18.4 60.2

0

37.51

0 30

Series 1

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian kunjungan posbindu PTM secara umum sudah memenuhi target ( 37.51 % ) dibandingkan target dari DKK sebesar 30 %. Namun masih ada kelurahan yang belum memenuhi target, yaitu Peduli ( 26.7 ) Ekor Lubuk ( 19.01 % ), Ngalau ( 18.4

% ) dan Ekor Lubuk ( 16 % ).

3. Persentase Pelayanan Kesehatan pada usia Produktif ( 15 – 59 tahun ) di

(10)

Persentase Pelayanan Kesehatan di usia Produktif ( 15 – 59 Tahun ) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

GANTING SIGANDO

EKOR LUBUK NGALAU

SEKOLAH DAN PERKANTORAN

TOTAL PUSKESMAS

Target 0

20 40 60 80 100 120

41

24 16 25

60.2

0

60

0

100

Series 1

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Pelayanan kesehatan di Usia Produktif ( usia 15 – 59 tahun ) Puskesmas Gunung masih sangat rendah, belum mencapai target.

4. Rekapan Persentase Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif ( usia 15 – 59 tahun ) di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(11)

Persentase Skrining Penduduk usia 15 – 59 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Januari Februari

Maret

April Mei

Juni Juli Agustus

September Oktober

November Desember

Target 0

2 4 6 8 10 12 14 16

3.6 2.7 2.253.4 3.2 3.2

2.3 3.8 3.5 4.4 3.4

14.5

0 0 8.33

SKRIINING DALAM DAN LUAR GEDUNG

Series 1

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian skrining sasaran usia 15 – 59 tahun di dalam dan di luar gedung puskesmas masih rendah setiap bulannya, Kecuali bulan desember yang sudah melebihi target bulanan .

5. Rekapan Persentase Skrining penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(12)

Persentase Skrining Penduduk usia ≥ 15 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

20 40 60 80 100 120

55.6

45.5

36 35

0

66.2

0

100

SKRINING DALAM DAN LUAR GEDUNG

Series 1

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian skrining sasasaran usia ≥ 15 tahun di dalam dan di luar gedung puskesmas masih rendah, belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

6. Rekapan Persentase Penemuan Kasus Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(13)

Persentase Penemuan Kasus Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

17.5

30.6 26.3 23.5

0

23.58

0

100

Penemuan Kasus Hipertensi

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian penemuan kasus hipertensi semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas gunung masih rendah , belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

7. Rekapan Persentase Keteraturan Kontrol Pasien Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(14)

Persentase Keteraturan Kontrol Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

25.24 28.57 25.39 29.91

0

27.27

0

100

Penemuan Kasus Hipertensi

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Keteraturan Kontrol pasien hipertensi semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas gunung masih rendah , belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

8. Rekapan Persentase Pelayanan Penderita Hipertensi yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(15)

Persentase Pelayanan Penderita Hipertensi yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar

Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

4.4 8.6 6.7 7

0

6.4

0

100

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Pelayanan Penderita Hipertensi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas gunung masih sangat rendah , belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

9. Rekapan Persentase Penemuan Kasus DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(16)

Persentase Penemuan Kasus DM Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

119

182

137

178

0

150

0

100

Penemuan Kasus DM

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian penemuan kasus DM semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas gunung Telah melebihi target secara Prevalensi yang seharusnya 100 Persen.

10. Rekapan Persentase Keteraturan Kontrol Pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(17)

Persentase Keteraturan Kontrol DM Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung

Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

36.4 37.5

29.3

40.4

0

36.26

0

100

Kontrol Kasus DM

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Keteraturan Kontrol pasien DM semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas gunung masih rendah , belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

11. Rekapan Persentase Pelayanan Penderita DM yang Mendapatkan

Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar di wilayah kerja Puskesmas Gunung

(18)

Persentase Pelayanan Penderita DM yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar

Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tahun 2022

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau Puskesmas Target 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

43.2

68.2

40

71.9

0

54.6

0

100

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Pelayanan Penderita DM yang mendapatkan pelayanan sesuai standar semua kelurahan diwilayah kerja puskesmas Gunung masih rendah , belum memenuhi target yang seharusnya 100 Persen.

(19)

Tahun 2022

Grafik 3.12

Rekapan Laporan Pemeriksaan Gula Darah Di Labor Puskesmas

Tahun 2022

Januari Februari

Maret

April Mei

Juni Juli Agust

Sept Okt November

Desember 0

20 40 60 80 100 120 109

87 65

110

80 67

94 104

74 69

93 114

18 15

11 10

18 11

20 15 17 15

11 11

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat terdapat variasi jumlah pasien yang diperiksa guila darah setipa bulannya, dan terdapat juga variasi hasil pemeriksaan Gula darah, berkisar antara 10 dan 20 setiap bulannya.

13. Rekapan Hasil Pemeriksaan Gula Darah di Puskesmas Gunung

Diperiksa

GD ≥ 200

(20)

Rekapan Hasil Pemeriksaan Gula Darah Tahun 2022

1005 193

DIPERIKSA GD ≥ 200

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa dari 1005 pasien yang diperiksa terdapat 193 orang yang Gula darahnya tinggi.

B. INDIKATOR KINERJA KHUSUS

(21)

1. Rekapan jejaring )

TABEL 3.1

DATA REKAPAN SOSIALISASI CAPAIAN HASIL SPM DAN RPJM PROGRAM PTM

DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG TAHUN 2022

NO BULAN KEGIATAN

1 Januari Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan 2 Februari Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan

3 Maret Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan, Pertemuan Mutu 4 April Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan

5 Mei Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan 6 Juni Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan 7 Juli RTM, Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan

8 Agustus Sosialisasi SOP PTM, Rapat Tinjauan Mutu, Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan

9 September Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan 10 Oktober Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan 11 November Evaluasi UKM, Lokmin Bulanan

12 Desember Lokmin LS, Evaluasi UKM, Evaluasi Posbindu, Lokmin Bulanan, RTM Berdasarkan table 2.1 diatas diketahui bahwa Program PTM sudah dilakukan

sosilalisasi dan pemaparan hasil setiap bulannya. Selain di pertemuan rutyin, evaluasi UKM juga dilakukan di isian Gogle form UKM.

2. Rekapan Surveilan

3. Penyakit Tidak menular di Puskesmas dan Jaringan tahun 2022

Grafik 3.14

Data Surveilan PTM Puskesmas Gunung dan Jaringan

(22)

Hipertensi

Penyakit jantung koroner Gagal jantung

Diabetes Melitus Obesitas

Penyakit Tiroid Stroke

Asma bronchiale PPOK

Ginjal Kronik Tumor payudara 0

100 200 300 400 500 600 700 800 900

415

63 145

274

15 13 22 60 65

16

0 29

113 377

98

13 12 25 40 16 3

Laki Laki Perempuan

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa Kunjungan tertinggi untuk penyakit PTM adalah hipertensi, yaitu sebanyak 415 oarang alki laki dan 866 perempuan

4. Rekapan Surveilan Kunjungan Baru Penyakit Tidak menular di Puskesmas dan Jaringan tahun 2022

Grafik 3.15

(23)

Tahun 2022

Hipertensi

Penyakit jantung koroner Gagal jantung

Diabetes Melitus Obesitas

Penyakit Tiroid Stroke

Asma bronchiale PPOK

Ginjal Kronik Tumor payudara 0

20 40 60 80 100 120 140

79

4 13

26

14 6 2

16

7 2

0 130

5 10

40 98

4 2 8 9

4

0

Laki Laki Perempuan

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa kunjungan baru PTM di puskesmas gunung terbanyak adalah penyakit hipertensi, kermudian obesitas, DM.

5. Rekapan Pendampingan Penderita PTM

Grafik 3.16

Data Rekapan Pendampingan Penderita PTM Tahun 2022

(24)

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau 0

2 4 6 8 10 12 14 16 18

3

0

4

6 9

10

9 Laki Laki

Perempuan

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian Pendampingan PTM sudah dilakukan di 4 kelurahan dengan sebaran terbanyak di ngalau 25 pasien.

6. Rekapan Penyakit Pendampingan Penderita PTM Kolaborasi Perkesmas

Grafik 3.17

Data Rekapan Pendampingan Penderita PTM Tahun 2022

(25)

Hipertensi DM

post stroke OA CHF Ca laring

ca mamae Jantung

PPOK CKD

Ca Ovarium 0

5 10 15 20 25

25

7 11

3 3 4

1 1 1 1 1

Jumlah

Jumlah

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa Penyakit yang terbanyak mendapat pendampingan bekerja sama dengan program Perkesmas adalah Hipertensi.

7. Rekapan Penyakit Pendampingan Penderita PTM ( HT ) Home Visite Kolaborasi Petugas Umat

Grafik 3.18

Data Rekapan Pendampingan Penderita PTM ( HT ) Home Visite

(26)

Ganting Sigando Ekor Lubuk Ngalau 0

2 4 6 8 10 12

2 2

11

5

Jumlah

Jumlah

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa Kunjungan pendampingan home visite penyakit PTM ( HT ) kolaborasi dengan Petugas Umat terbanyak terdapat dikelurahan Ekor Lubuk

8. Rekapan kunjungan Pandu PTM Tahun 2022

Grafik 3.19

Data Rekapan Kunjungan Pandu PTM Tahun 2022

(27)

KUNJUNGAN PANDU 0

50 100 150 200 250 300 350 400

250

TARGET CAPAIAN

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pencapaian kunjungan di ruangan Pandu ( Pelayanan PTM ) sudah memenuhi target kunjungan

C. REALISASI KEGIATAN

Realisasi Kegiatan Program PTM tahun 2022

Tabel 4.1

Realisasi Kegiatan Program PTM Tahun 2022

N O

TARGET 2022 CAPAIAN 2022 KESENJANGAN / MASALAH

(28)

2 Prevalensi Pelayanan pada usia produktif 100 % 60 % Ya

3 Prevalensi skrining usia ≥ 15 Tahun 100 % 66.2 % Ya

4 Prevalensi Penemuan kasus Hipertensi 100 % 23.58 % Ya

5 Prevalensi keteraturan kontrol penderita Hipertensi

100 % 27.27 % Ya

6 Prevalensi pelayanan penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan sesuai

100 % 6.4 % Ya

7 Prevalensi Penemuan Kasus DM 100 % 150 % Ya

8 Prevalensi keteraturan kontrol penderita DM 100 % 36.3 % Ya

9 Prevalensi pelayanan penderita DM yang mendapatkan pelayanan sesuai standar

100 % 54.6 % Ya

BAB IV DISKUSI

A. PERMASALAHAN

1. Persentase kunjungan Posbindu masih ada yang belum mencapai target 2. Persentase Pelayanan pada usia produktif masih belum mencapai target 3. Persentase skrining usia ≥ 15 Tahun masih belum mencapai target 4. Persentase Penemuan kasus Hipertensi masih belum mencapai target

(29)

target

6. Persentase pelayanan penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar masih belum mencapai target

7. Persentase keteraturan kontrol penderita DM masih belum mencapai target 8. Persentase pelayanan penderita DM yang mendapatkan pelayanan sesuai

standar masih belum mencapai target

B. PRIORITAS MASALAH

N

O PERMASALAHAN U S G TOTAL RANGKING

1 Persentase kunjungan Posbindu masih ada yang belum

mencapai target 4 3 3 10 6

2 Persentase Pelayanan pada usia produktif masih belum mencapai

target 5 4 4 8 8

3 Persentase skrining usia ≥ 15 Tahun masih belum mencapai target 4 3 2 9 7

4 Persentase Penemuan kasus Hipertensi masih belum mencapai target

5 5 1 11 5

5 Persentase keteraturan kontrol penderita Hipertensi masih belum

mencapai target 5 5 5 15 1

6 Persentase pelayanan penderita hipertensi yang mendapatkan

pelayanan sesuai standar masih belum mencapai target 4 5 4 13 3

7 Persentase keteraturan kontrol penderita DM masih belum mencapai

target 5 5 4 14 2

8 Persentase pelayanan penderita DM yang mendapatkan pelayanan

sesuai standar masih belum mencapai target 4 4 4 12 4

(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)

TABEL 4.2

PEMECAHAN MASALAH RUANGAN PELAYANAN PTM TAHUN 2022

NO PRIORITAS

MASALAH PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH TERPILIH

LINTAS PROGRAM

LINTAS SEKTOR

KET

1 Masih rendah Keteraturan kontrol penderita Hipertensi

1. Masih adanya sasaran menganggap penyakit Hipertensi tidak berbahaya 2. Ada keluarga yang melarang

minum obat teratur dan sering 3. Masih adanya sasaran mengatakan

tidak ada gejala apapun

4. Ada sasaran hanya memilih obat alami saja

5. Ada sasaran yang bosan minum obat 6. Ada sasaran yang mengatakan bosan

minum obat

7. Sasaran mengatakan tidak cocok dengan obat medis

8. Ada sasaran yang tidak mampu Kontrol ke puskesmas

9. Belum ada kartu Kontrol Hipertensi 10.Edukasi diruangan poli terbatas 11.Belum semua pasien HT mendapat

edukasi khusus HT di ruangan pelayanan PTM

1. Konsultasi Hipertensi untuk semua pasien hipertensi minimal 1 kali setahun di ruangan pelayanan PTM

2. Komitmen pwenderita HT untuk Kontrol teratur

3. Komitmen penderita Hipetensi Untuk Kontrol teratur

4. Penyuluhan Hipertensi di dalam dan diluar gedung puskesmas 5. Surveilan HT ke rumah klg

sasaran

6. Konsultasi obat hipertensi dengan apoteker

7. Meningkatkan fungsi Group Wa Hipertensi.

8. Meningkatkan surveilan Hipertensi

9. Meningkatkan kerjasama LP/ LS terkait

1. Konsultasi Hipertensi untuk semua pasien hipertensi minimal 1 kali setahun di ruangan pelayanan PTM 2. Penyuluhan Hipertensi di

dalam dan diluar gedung puskesmas

3. Komitmen penderita Hipetensi Untuk Kontrol teratur

4. Konsultasi obat hipertensi dengan apoteker

5. Meningkatkan fungsi Group Wa Hipertensi.

6. Meningkatkan surveilan Hipertensi

7. Meningkatkan kerjasama LP/ LS terkait

8. Bekerjasama dengan Koordinator jaringan dan

Promkes Perkesmas Petugas Umat Semua

Program

1. RT 2. Dasawi

sma

(39)

ada

13.Belum terpantau semua Pasien HT 14.Belum ada dana khusus

untukkegiatan Intervensi HT

Koordinator jaringan dan jejaring

2 Masih rendah

Keteraturan kontrol penderita DM

1. Dilarang keluarga minum obat medis

2. Ada sasaran dan keluarga mengatakan minum obat teratur dan sering bisa sakit ginjal 3. Masih adanya sasaran

menganggap penyakit DM tidak berbahaya

4. Masih adanya sasaran mengatakan tidak ada gejala apapun

5. Ada sasaran hanya memilih obat alami saja

6. Ada sasaran yang bosan minum obat

7. Sasaran mengatakan tidak cocok dengan obat medis

8. Ada sasaran yang tidak mampu Kontrol ke puskesmas

9. Belum ada kartu kontrol DM

10. Belum semua pasien DM mendapat edukasi khusus DM di ruangan pelayanan PTM

11. SOP Pelaporan dari Jejaring belum ada

12. Belum terpantau semua Pasien DM 13. Belum ada dana khusus untuk

1. Surveilan DM ke rumah sasaran 2. Konsultasi Hipertensi untuk

semua pasien hipertensi minimal 1 kali setahun di ruangan pelayanan PTM

3. Komitmen penderita DM untuk control teratur

4. Penyuluhan Hipertensi di dalam dan diluar gedung puskesmas 5. Konsultasi obat DM dengan

apoteker

6. Meningkatkan fungsi Group Wa DM

7. Meningkatkan surveilan DM 8. Meningkatkan kerjasama LP/ LS

terkait

9. Bekerjasama dengan Koordinator jaringan dan jejaring

1. Surveilan DM ke rumah sasaran

2. Konsultasi Hipertensi untuk semua pasien hipertensi minimal 1 kali setahun di ruangan pelayanan PTM 3. Komitmen penderita DM

untuk control teratur 4. Penyuluhan Hipertensi di

dalam dan diluar gedung puskesmas

5. Konsultasi obat DM dengan apoteker

6. Meningkatkan fungsi Group Wa DM

7. Meningkatkan surveilan DM 8. Meningkatkan kerjasama LP/

LS terkait

9. Bekerjasama dengan Koordinator jaringan dan jejaring

Promkes Perkesmas Petugas Umat 1. Semua

Program

1. RT 2. Dasawi

sma

(40)

3 Masih

rendahnya Pelayanan Hipertensi Sesuai standar

1. Penemuan kasus Hipertensi masih rendah

2. Masih ada masyarakat yang tidak tahu mamfaat control teratur 3. Masyarakat takut tahu penyakitnya 4. Mengatakan Tidak cocok dengan

obat puskesmas dan RS 5. Bosan minum obat 6. Tidak merasakan gejala 7. Belum ada kartu control HT 8. Ada sasaran hanya memilih obat

alami saja

9. Ada sasaran yang mengatakan bosan minum obat

10. Ada sasaran yang tidak mampu Kontrol ke puskesmas

11. Edukasi diruangan poli terbatas 12. Belum semua pasien HT mendapat

edukasi khusus HT di ruangan pelayanan PTM

13. SOP Pelaporan dari Jejaring belum ada

14. Belum terpantau semua Pasien HT 15. Belum ada dana khusus

untukkegiatan Intervensi HT 16. SOP Kontrol Penderita belum ada 17. SOP Pemantauan Hipertensi

belum ada

1. Bekerjasama dengan LP/ LS dalam penemuan kasus Hipertensi

2. Penyuluhan hipertensi di dalam dan diluar gedung 3. Edukasi Obat Hipertensi Oleh Petugas Farmasi di dalam dan diluar gedung 4. Edukasi semua penderita

Hipertensi secra personal di ruangan Pelayanan PTM 5. Membuat SOP Penemuan

Kasus Hipertensi 6. Membuat SOP Kontrol

Penderita HT

7. Membuat SOP Pemantauan Penderita HT

1. Bekerjasama dengan LP/

LS dalam penemuan kasus Hipertensi

2. Penyuluhan hipertensi di dalam dan diluar gedung 3. Edukasi Obat Hipertensi Oleh Petugas Farmasi di dalam dan diluar gedung 4. Edukasi semua penderita Hipertensi secra personal di ruangan Pelayanan PTM

5. Membuat SOP Penemuan Kasus Hipertensi

6. Membuat SOP Kontrol Penderita HT

7. Membuat SOP Pemantauan Penderita HT

Promkes Perkesmas Petugas Umat Semua Program

Jejarin g Lurah Camat LPM dll

(41)

4 rendahnya

Pelayanan DM Sesuai standar

1. Masih ada masyarakat yang tidak tahu mamfaat control teratur 2. Masyarakat takut tahu penyakitnya 3. Mengatakan Tidak cocok dengan

obat puskesmas dan RS 4. Bosan minum obat 5. Tidak merasakan gejala 6. Belum ada kartu control DM 7. Ada sasaran hanya memilih obat

alami saja

8. Ada sasaran yang mengatakan bosan minum obat

9. Ada sasaran yang tidak mampu Kontrol ke puskesmas

10. Edukasi diruangan poli terbatas 11. Belum semua pasien DM mendapat

edukasi khusus DM di ruangan pelayanan PTM

12. SOP Pelaporan dari Jejaring belum ada

13. Belum terpantau semua Pasien DM 14. Belum ada dana khusus

untukkegiatan Intervensi DM 15. SOP penemuan belum ada 16. SOP Kontrol Penderita belum ada 17. SOP Pemantauan Hipertensi

belum ada

1. Penyuluhan DM di dalam dan diluar gedung 2. Edukasi Obat DM Oleh

Petugas Farmasi di dalam dan diluar gedung 3. Edukasi semua penderita

DM secra personal di ruangan Pelayanan PTM 4. Membuat SOP Kontrol

Penderita DM

5. Membuat SOP Pemantauan Penderita DM

1. Penyuluhan DM di dalam dan diluar gedung 2. Edukasi Obat DM Oleh

Petugas Farmasi di dalam dan diluar gedung 3. Edukasi semua penderita

DM secra personal di ruangan Pelayanan PTM 4. Membuat SOP Kontrol

Penderita DM 5. Membuat SOP

Pemantauan Penderita DM

Promkes Perkesmas Petugas Umat Semua Program

Jejarin g Lurah Camat LPM dll

(42)

5 rendahnya

penemuan kasus Hipertensi

1. Capaian screening usia ≥ 15 tahun masih rendah

2. Tidak semua sasaran BPJS dan berobatnya ke Puskesmas Gunung 3. KIE di ruangan poli terbatas 4. Masih ada masyarakat yang takut

mengetahui TD nya walau sudah dikunjungi kerumah

5. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk control kesehatan 6. Kerjasama LP, LS dalam

penjaringan HT belum Optimal 7. SOP Pelaporan dari jejaring belum

ada

8. Belum tersedia dana khusus untuk penemuan kasus Hipertensi

1. Meningkatkan skrening usia

≥ tahun di dalam dan diluar gedung Puskesmas

2. Penyuluhan dalam dan luar gedung tentang HT 3. Edukasi Personal semua

Masyarakat usia ≥ 15 tahun di runagn Pelayanan PTM Minimal 1 Kali Setahun 4. Membuat MOU dengan

Petugas Umat

5. Membuat MOU dengan Perkesmas

6. Membuat MOU dengan Program lainnya

7. Sosiualisai HT di Lokmin LP,. LS

8. Membuat anggran khusus Penemuan Pasien HT

1. Meningkatkan skrening usia ≥ tahun di dalam dan diluar gedung Puskesmas

2. Penyuluahan dalam dan luar gedung tentang HT 3. Edukasi Personal semua Masyarakat usia ≥ 15 tahun di runagn Pelayanan PTM Minimal 1 Kali Setahun

4. Membuat MOU dengan Petugas Umat

5. Membuat MOU dengan Perkesmas

6. Membuat MOU dengan Program lainnya 7. Sosiualisai HT di

Lokmin LP,. LS 8. Membuat anggran

khusus Penemuan Pasien HT

Promkes Perkesmas Petugas Umat Semua Program

Jejarin g Lurah Camat LPM dll

6 Masih adanya kunjungan Posbindu yang belum mencapai

1. Sasaran hanya sedikit yang datang ke Posbindu

2. H- dan H+ Belum Optimal

3. Sosilaisasi Posbindu belum optimal 4. Wilayah sasaran Posbindu terlalu

luas

5. Petugas terlambat datang 6. Sasaran ada yang tidak mau

1. Sosialisai tentang kegiatan posbindu di adalam dan diluar gedung

2. Mengadakan pelatihan kader 3. Mengusulkan Penambahan

posbindu dikelurahan 4. Petugas datang lebih cepat

( Jam 10 )

1. Sosialisai tentang kegiatan posbindu di adalam dan diluar gedung

2. Mengadakan pelatihan kader

3. Mengusulkan

Penambahan posbindu

Promkes Lurah Camat LPM dll

(43)

target 7. Sistem 5 meja belum optimal skrening di Posbindu 4. Petugas datang lebih cepat ( Jam 10 ) 5. Edukasi Personal

mamfaat skrening di Posbindu

7 Masih

rendahnya screening usia

≥15 tahun

1. Skrening di Posbindu masih Rendah

2. Belum Semua Pengunung Puskesmas Dilakukan Skreening PTM

1. Tingkatkan kunjungan skrening Di Posbindu PTM 2. Tingkatkan Kunjungan

Skreening Di Posyandu Lansia

3. Lakukan screening FR PTM pada semua Pengunjung Puskesmas sasaran usia ≥15 tahun

4. Lakukan skrening FR PTM pada semua sasaran yang dikunjungi dilapangan

1. Tingkatkan kunjungan skrening Di Posbindu PTM 2. Bekerjasama dengan

posyandu lansiaTingkatkan Kunjungan Skreening Di Posyandu Lansia

3. Lakukan screening FR PTM pada semua Pengunjung Puskesmas sasaran usia ≥15 tahun 4. Lakukan skrening FR PTM

pada semua sasaran yang dikunjungi dilapangan

Semua

Program Lurah Camat LPM dll

8 Masih

rendahnya screening usia 15 – 59 tahun

1. Skrening di Posbindu masih Rendah

2. Belum Semua Pengunjung Puskesmas usia 15 – 59 tahun Dilakukan Skreening PTM

1. Tingkatkan kunjungan skrening Di Posbindu PTM 2. Tingkatkan Kunjungan

Skreening Di Posyandu Lansia

3. Lakukan screening FR PTM pada semua Pengunjung Puskesmas sasaran usia ≥15 tahun

1. Tingkatkan kunjungan skrening Di Posbindu PTM

2. Tingkatkan Kunjungan Skreening Di Posyandu Lansia

3. Lakukan screening FR

Semua

Program Lurah Camat LPM dll

(44)

pada semua sasaran yang

dikunjungi dilapangan Pengunjung Puskesmas sasaran usia ≥15 tahun 4. Lakukan skrening FR

PTM pada semua sasaran yang dikunjungi

dilapangan

(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Persentase kunjungan Posbindu masih ada yang belum mencapai target 2. Persentase Pelayanan pada usia produktif masih belum mencapai target 3. Persentase skrining usia ≥ 15 Tahun masih belum mencapai target 4. Persentase Penemuan kasus Hipertensi masih belum mencapai target 5. Persentase keteraturan control penderita Hipertensi mabelum mencapai

target

6. Persentase pelayanan penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar masih belum mencapai target

7. Persentase keteraturan kontrol penderita DM masih belum mencapai target

8. Persentase pelayanan penderita DM yang mendapatkan pelayanan sesuai standar masih belum mencapai target

B. Saran

1. Adanya Monitoring dan evaluasi bekerjasama dengan Dinas kesehatan kota padang panjang dalam pelaksanaan program PTM

2. Melaksanakan kegiatan Posbindu PTM sesuai jadwal, tempat, dan system 5 Meja

3. Adanya kerjasama yang solid LP, LS dalam upaya Penemuan penderita PTM prioritas ( HT, DM ) Skrening FR PTM, Pencegahan PTM.

.

(53)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil wawancara dengan penderita hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru pada bulan Maret 2011, didapatkan bahwa penderita mengatakan telah

Persentase Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar.. Jml Puskesmas yang menyelenggarakan

Gambaran Faktor Risiko pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Ciputat Timur tahun 2014.SKRIPSI FKEP UIN Jakarta.. Karekteristik Penderita Hipertensi Yang Di Rawat Inap Di

Hasil wawancara dengan penderita hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru pada bulan Maret 2011, didapatkan bahwa penderita mengatakan telah

Terlaksananya pelayanan kesehatan penyakit menular sesuai standar Indikator : Jumlah usia produktif yang dilayani Indikator : Pengelolaan Pelayanan Kesehatan

Tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan gambaran tentang faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita hipertensi dalam perawatan hipertensi di Wilayah Kerja

Penderita Hipertensi yang berobat teratur Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar Keluarga mengikuti program KB Keluarga sudah menjadi anggota JKN Anggota keluarga tidak ada

1) Persentase Puskesmas yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar. 2) Persentase penggunaan obat rasional di Puskesmas.. 3) Persentase Instalasi Farmasi