BAB IX
UJI KONSOLIDASI
9.1 Deskripsi
Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan volume secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran sebagian air pori. Dengan kata lain, pengertian konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban, yang terjadi sebagai fungsi waktu karena kecilnya permeabilitas. Uji konsolidasi bertujuan untuk menentukan perubahan volume (penurunan) yang akan terjadi pada suatu tanah lempung sebagai akibat dari penambahan beban diatasnya serta waktu yang diperlukan untuk perubahan volume tersebut.
Adapun standar yang digunakan untuk pengujian ini adalah ASTM D-2435 dan SNI 03-2812-1992 .
9.2 Tujuan
Menentukan perubahan volume (penurunan) yang akan terjadi pada suatu tanah lempung sebagai akibat dari penambahan beban diatasnya serta waktu yang diperlukan untuk perubahan volume tersebut.
9.3 Peralatan
1 Satu set alat konsolidasi 2 Alat untuk memotong sampel 3 Gergaji kawat
4 Timbangan dengan ketelitian minimal 0.1 gram 5 Stopwatch
6 Cawan 7 Oven
8 Arloji pengukur (dial gage) dengan ketelitian minimal 0.01 mm, tetapi biasanya digunakan yang memiliki divisi 0,001 mm.
9.4 Metode Pelaksanaan
1. Tabung shelby yang berisi contoh tanah asli digergaji dengan gergaji kawat setebal + 3 cm atau lebih.
2. Contoh tanah dikeluarkan dari tabung sampel dengan extruder dan dimasukkan kedalam ring kuningan pendek (diameter 6.50 cm, tinggi 2.0 cm).
3. Diambil sebagian kemudian ditentukan kadar airnya (lihat Tes Kadar Air) diambil sebagian lagi lalu dipanaskan dalam oven sampai kering, kemudian potongan yang sudah kering tersebut ditentukan Specific Gravity-nya (lihat tes Specivic Gravity) 4. Contoh tanah dipindah dari ring kuningan pendek ke ring kuningan tinggi.(diameter
dalam ring kuningan = diameter contoh tanah)
Gambar 9. 1 - Consolidometer
Tanah yang ada di ring kuningan pendek diletakkan di atas alat (yang terbuat dari besi) untuk mengeluarkan tanah tersebut. Bs (lihat gambar)
Ring kuningan pendek ditekan ke bawah dan contoh tanah masuk kedalam ring kuningan tinggi, yang permukaan dalamnya sudah dilapisi pelumas untuk mengurangi gesekan (Gambar A)
Setelah contoh tanah yang ada di ring kuningan pendek masuk semua ke ring kuningan tinggi, maka batu porous 1 ditaruh dibawah contoh tanah yang dimasukkan dalam ring kuningan besar dan dari atas dimasukkan batu porous 2 (Gambar B).
Consolidometer (C) diletakkan dalam loading device Gambar (D). Pada gambar di halaman 54 dial reading diletakkan di atas tanah yang akan dites untuk mengukur penurunan yang terjadi selama pengetesan. Dial harus dapat dibaca dengan baik dan juga harus dapat bekerja dengan baik pada saat permulaan test (dial harus dikalibrasi dulu sebelum dipakai untuk pengujian/tes).
Gambar 9. 2 - Skema Alat Uji Konsolidasi 5. Alat konsolidasi
Letakkan muatan di atas contoh tanah yang akan ditest sebesar 0,25 kg/cm2, caranya dengan meletakkan pemberat dari besi yang beratnya = 0,85 kg pada lempengan penggantung. Kemudian dicatat penurunan vertikalnya pada dial reading setiap waktu
“ t “.
t = 0,00 menit t = 8,00 menit t = 480,00 menit t = 0,25 menit t = 15,00 menit t = 960,00 menit t = 0,50 menit t = 30,00 menit dan,
t = 1,00 menit t = 60,00 menit t = 1440,00 menit
t = 2,00 menit t = 120,00 menit ( 24 jam ) t = 4,00 menit t = 240,00 menit
6. Setelah pengambilan pembacaan penurunan untuk t = 24 jam selesai, maka muatannya dinaikkan menjadi 0,50 kg/cm2. Kemudian catat penurunan vertikal untuk tanah yang ditest dengan waktu t seperti langkah pada Butir No. 5. Ulangi langkah ini pada muatan: 1,00 kg/m2, 2,00 kg/m2, 4,00 kg/m2 dan 8,00 kg/m2.
Gambar 9. 3 - Pembebanan Pada Uji Konsolidasi
7. Apabila rebound (unloading) test diperlukan, maka setelah beban yang paling berat selesai dilakukan selama 24 jam, maka beban dapat dikurangi secara bertahap.
Mula-mula pemberat nomor empat diambil (beratnya=3,20 kg) kemudian dibaca besarnya perubahan tinggi (swelling) dari contoh tanah dan dibiarkan selama sekitar satu jam.
Setelah satu jam pemberat nomor tiga diambil (beratnya 1,6 kg) kemudian dibaca lagi besarnya swelling dari contoh tanah dan dibiarkan selama sekitar satu jam. Demikian juga untuk pemberat nomor dua.
Sedangkan pemberat nomor satu diambil setelah 24 jam dan kemudian diukur swellingnya.
Setelah pengujianan selesai, maka tanah yang ada di ring kuningan tinggi dikeluarkan.
Gambar 9. 4 - Mengeluarkan Tanah Sampel Pada Uji Konsolidasi
Contoh tanah yang habis ditest dikeluarkan dari ring kuningan besar dan ditimbang, beratnya = W3.
Contoh tanah yang habis ditest ini dikeringkan dalam oven kemudian ditimbang, beratnya = W4.
Baru kemudian ditentukan kadar airnya.
8. Setelah diperoleh hasil bacaan, maka yang diambil untuk membuat grafik e vs log a dalah bacaan pada interval waktu t = 24 jam.
9.5 Hasil Pengujian
Bacaan awal dial =15 Div Bacaan 1 divisi = 0.001 mm
Tinggi Contoh =2.00 cm
Tinggi Solid = 0.85 cm
Diameter =6.50 cm
Area =33.17 cm2
Volume total =66.33 cm3
Berat Volume Basah =1.660 gr/cc Spesific Gravity =2.739
Angka Pori =1.633
Derajat Kejenihan =100.000 % Berat Volume jenuh =1.660 gr/cc Berat Volume effektif =0.660 gr/cc
Kedalaman = 6 m
Beban (kg/cm2) 0.25 0.5 1 2 4 8
Time(menit) Penurunan (Div)
0.1 71 169 247 338 439 551
0.25 78 172 254 345 444 556
0.5 85 176 258 349 453 565
1 93 180 263 355 456 574
2 99 183 269 361 462 581
4 107 189 274 367 468 588
8 118 195 281 378 477 597
16 129 202 289 386 485 611
30 138 214 296 396 492 623
60 141 222 303 403 500 630
120 144 227 311 408 504 635
240 149 231 315 412 509 641
1440 156 238 327 423 520 657
REBOUND
4 642
2 621
1 600
0.5 562
0.25 500
Tabel 9.1 Hasil Pengujian Konsolidasi
9.6 Analisa Pengujian Pressur
e kg/cm2
Bacaan akhir (dial)
Bacaan akhir (cm)
Perubahan tinggi, ΔH (cm)
Tinggi akhir dari tiap pembebanan, H (cm)
Tinggi void, Hv (cm)
Angka pori, e
0.25 71 0.071 2 1.195 1.41442
0.098
0.5 169 0.169 1.902 1.097 1.36268
0.078
1 247 0.247 1.824 1.019 1.26579
0.091
2 338 0.338 1.733 0.928 1.15275
0.101
4 439 0.439 1.632 0.827 1.02728
0.112
8 551 0.551 1.52 0.715 0.88816
0.091
4 642 0.642 1.429 0.624 0.77512
-0.021
2 621 0.621 1.45 0.645 0.80120
-0.021
1 600 0.6 1.471 0.666 0.82729
-0.038
0.5 562 0.562 1.509 0.704 0.87449
-0.062
0.25 500 0.5 1.571 0.766 0.95151
Tabel 9..2 Mencari Nilai e (Angka Pori) Keterangan :
Skala alat konsolidasi = 0.01 mm = 0.001 cm
Bacaan akhir (cm) = bacaan ak h ir(dial) 0.001cm
Perubahan tinggi ,ΔH (cm) = bacaan akhir ke 2 – bacaan akhir pertama,
Tinggi akhir dari tiap pembebanan, H (cm) H 1 = soil height H 2 = H 1 – ΔH 1 H 3 = H 2 – ΔH 2, dst Tinggi void, Hv (cm)
Hv = H - Hs
Angka Pori awal e=Hv
Hs
Pressur e
kg/cm2 Angka pori, e 0.25 1.41442
0.5 1.36268
1 1.26579
2 1.15275
4 1.02728
8 0.88816
4 0.77512
2 0.8012
1 0.82729
0.5 0.87449 0.25 0.95151
Tabel 9.3 Perbandingan Nilai Pressure dan Angka Pori
0.1 1 10 100
0.60000 0.70000 0.80000 0.90000 1.00000 1.10000 1.20000 1.30000 1.40000 1.50000 1.60000
Grafik Hubungan Tegangan dan Angka Pori
TEGANGAN
ANGKA PORI
Grafik 9.1 Hubungan Tegangan dan Angka Pori
0.60000 0.80000 1.00000 1.20000 1.40000 1.60000
0.1 1 10 100
ANGKA PORI
TEGANGAN
Grafik Hubungan Tegangan dan Angka Pori
σc’
Grafik 9.2 Hubungan Tegangan dan Angka Pori Untuk Menentukan σc’
Tegangan prakonsolidasi (σc’) = 0.72 kg/cm2
Sebelum menghitung nilai Cc kita harus menentukan jenis konsolidasinya.
Mencari nilai tegangan overburden efektif
𝜎0 ′ = 𝛾′ × ℎ
𝜎0 ′ = 0,660 𝑘𝑔/𝑐𝑚3 × 600 𝑐𝑚 𝜎0 ′ = 396 𝑘𝑔/𝑐𝑚2
Mencari harga OCR
𝑂𝐶𝑅 = σc ' σ0'
𝑂𝐶𝑅 = 0.72kg/cm2 396kg/cm2 𝑂𝐶𝑅 = 0,002 𝑘𝑔/𝑐𝑚2
Bila harga OCR < 1 , maka termasuk tanah terkonsolidasi normal / normally consolidated ( NC-SOIL )
9.6.1 Indeks Pemampatan (Cc)
0.60000 0.80000 1.00000 1.20000 1.40000 1.60000
0.1 1 10 100
ANGKA PORI
TEGANGAN
Grafik Hubungan Tegangan dan Angka Pori
σc’
e0
0.42 x e0
ߪ1 ′ Cc lapangan
Grafik 9. 3 Hubungan angka pori vs log tegangan untuk menentukan Cc lapangan
Maka, dari grafik tersebut diketahui nilai
𝜎c′ = 0.72
𝜎1 ′ = 27 e0 = 1.633 0.42 x e0 = 0.68586
Maka dapat diperoleh nilai indeks kompresi lapangan (Cc lapangan) sebagai berikut CC= e0−0.42× e0
logσ1'−logσC'
CC=1.633−0.68586 log 27−log 0.72
CC=0.613
Sehingga indeks kompresi lapangan dari sampel tanah tersebut adalah 0.613 9.6.2 Koefisien konsolidasi Cv dengan Metode Cassagrande (t50)
30 50 70 90 110 130 150 170 190
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading(mm)
t (menit)
t50 Tegangan 0,25
t100
R50 R0
t50 R100
Grafik 9. 1 t50 Tegangan 0.25
R100 140 mm
t100 41 menit
R0 55 mm
R50 102 mm
t50 3 menit
Tabel 9.4 Data Cv50 Tegangan 0.25
150 160 170 180 190 200 210 220 230 240 250
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading (mm)
t (menit)
t50 Tegangan 0,5
t50
Grafik 9.5 t50 Tegangan 0.5
R100 225 mm
t100 50 menit
R0 164 mm
R50 194.5 mm
t50 7.8 menit
Tabel 9.5 Data Cv50 Tegangan 0.5
220
240
260
280
300
320
340
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading (mm)
t (menit)
t50 Tegangan 1
t50 t100
Grafik 9.6 t50 Tegangan 1
R100 310 mm
t100 103 menit
R0 235 mm
R50 272.5 mm
t50 2.9 menit
Tabel 9.6 Data Cv50 Tegangan 1
300
320
340
360
380
400
420
440
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading (mm)
t (menit)
t50 Tegangan 2
t50 t100
Grafik 9.7 t50 Tegangan 2
R100 400 mm
t100 30 menit
R0 328 mm
R50 364 mm
t50 2.5 menit
Tabel 9.7 Data Cv50 Tegangan 2
400
420
440
460
480
500
520
540
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading (mm)
t (menit)
t50 Tegangan 4
t50
Grafik 9.8 t50 Tegangan 4
R100 505 mm
t100 90 menit
R0 425 mm
R50 465 mm
t50 3.5 menit
Tabel 9.8 Data Cv50 Tegangan 4
520 540 560 580 600 620 640 660 680
0.1 1 10 100 1000 10000
Dial Reading (mm)
t (menit)
t50 Tegangan 8
t50
Grafik 9.9 t50 Tegangan 8
R100 625 mm
t100 28 menit
R0 535 mm
R50 580 mm
t50 2 menit
Tabel 9.9 Data Cv50 Tegangan 8
Koefisien konsolidasi (Cv)
CV50=T50(Hdr)2 t50
T50 = 0.197
H = tinggi sampel = 2 cm Hdr = H untuk single drainage Hdr = ½ H untuk double drainage
= 1cm
Untuk percobaan ini menggunakan double drainage
0.25 0.044 1.92 1 0.197 3 0.0657
0.5 0.078 1.876 1 0.197 7.8 0.0253
1 0.111 1.798 1 0.197 2.9 0.0679
2 0.138 1.687 1 0.197 2.5 0.0788
4 0.149 1.549 1 0.197 3.5 0.0563
8 -0.031 1.4 1 0.197 2 0.0985
Pressure (kg/cm2)
Dial (n+1) - Dial (n) atau perubahan tinggi ΔH (cm)
Tinggi akhir dari tiap
pembebanan,H(cm) Hdr(cm) T50 t50(menit) Cv50 (cm2/menit)
Contoh perhitungan pressure 0.25 CV50=T50(Hdr)2
t50 CV50=0.197(1)2
3
CV50=0.0657c m2/menit
Sehingga koefisien konsolidasi 50% dari sampel tanah tersebut adalah 0.0657c m2/menit Tabel 9.10 Hasil perhitungan Cv50
9.6.3 Koefisien konsolidasi Cv dengan Metode Taylor (t90)
140
160
180
200
220
240
260
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading(mm)
akar t
t90 Tegangan 0,25
√t90
C
Grafik 9. 2 t90 Tegangan 0,25
BC 7.5
CD 1.125
R90 226
akar t90 9
Tabel 9. 11 t90 Tegangan 0,25
140
160
180
200
220
240
260
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading (mm)
akar t
t90 Tegangan 0,5
Grafik 9. 11 t90 Tegangan 0,5
BC 7.5
CD 1.125
R90 225
akar t90 10
Tabel 9. 12 t90 Tegangan 0,50
230
250
270
290
310
330
350
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading (mm)
akar t
t90 Tegangan 1
Grafik 9. 12 t90 Tegangan 1
BC 7.5
CD 1.125
R90 315
akar t90 12
Tabel 9. 1 t90 Tegangan 1
320
340
360
380
400
420
440
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading (mm)
akar t
t90 Tegangan 2
Grafik 9. 13 t90 Tegangan 2
BC 7.5
CD 1.125
R90 408
akar t90 9
Tabel 9. 14 t90 Tegangan 2
400
420
440
460
480 500
520
540
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading (mm)
akar t
t90 Tegangan 4
Grafik 9. 14 t90 Tegangan 4
BC 7.5 CD 1.125
R90 505
akar t90 9
Tabel 9. 15 t90 Tegangan 4
500 520 540 560 580 600 620 640 660 680
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00
Dial Reading (mm)
akar t
t90 Tegangan 8
D
R90
Grafik 9. 15 t90 Tegangan 8
BC 5
CD 0.75
R90 629
akar t90 7
Tabel 9. 16 t90 Tegangan 8
Koefisien konsolidasi (Cv)
CV90=T90(Hdr)2 t90
T90 = 0.848
H = tinggi sampel = 2 cm Hdr = H untuk single drainage Hdr = ½ H untuk double drainage
= 1 cm
Untuk percobaan ini menggunakan double drainage
0.25 0.044 1.92 1 0.848 9 3.00 0.28
0.5 0.078 1.876 1 0.848 10 3.16 0.27
1 0.111 1.798 1 0.848 12 3.46 0.24
2 0.138 1.687 1 0.848 9 3.00 0.28
4 0.149 1.549 1 0.848 9 3.00 0.28
8 -0.031 1.4 1 0.848 7 2.65 0.32
Pressure (kg/cm2)
Dial (n+1) - Dial (n) atau perubahan tinggi ΔH (cm)
Tinggi akhir dari tiap
pembebanan,H(cm) Hdr(cm) T90 √t90 (menit) Cv90
(cm2/menit) t90 (menit)
Tabel 9.17 Hasil Perhitungan Cv90
Contoh perhitungan : pressure = 0.25 CV90=T90(Hdr)2
t90 CV90=0.848(1)2
3
CV90=0.28cm2/menit
9.7 Kesimpulan
Dari Analisa data konsolidasi dapat diketahui bahwa tanah ini mengalami konsolidasi normal dimana nilai OCR yang merupakan hasil bagi antara tegangan prakonsolidasi dengan tegangan overburden efektif, dimana nilai OCR tanah ini yaitu OCR=0,002kg/c m2 yang berarti harganya dibawah 1. Pada percobaan ini sample tanah memiliki kedalaman mencapai 6 meter
Pada percobaan ini harga Cv dari t50 dan t90 yang ideal seharusnya sama ataupun nilainya mendekati. Pada percobaan ini nilainya cukup jauh karena beberapa kesalahan. Dari hasil perhitungan konsolidasi pada sampel tanah pada kedalaman 6 meter didapatkan nilai dari Cc lap, Cv dari t50, dan Cv dari t90 sebagai berikut :
0.25 3 3.00 1 1 0.613 0.0657 0.28
0.5 7.8 3.16 1 1 0.613 0.0253 0.27
1 2.9 3.46 1 1 0.613 0.0679 0.24
2 2.5 3.00 1 1 0.613 0.0788 0.28
4 3.5 3.00 1 1 0.613 0.0563 0.28
8 2 2.65 1 1 0.613 0.0985 0.32
Hdr(cm) Hdr2 (cm2) Cc lap Cv50 (cm2/menit)
Cv90 (cm2/menit) Pressure
(kg/cm2) t50(menit) t90 (menit)
Tabel 9.18 Rekapitulasi Nilai Cc Lapangan, Cv50 dan Cv90 Sampel Tanah Kedalaman 6 m