• Tidak ada hasil yang ditemukan

 KONTROL HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan " KONTROL HASIL PENELITIAN"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN TEORI

Teori Paradigma Fakta Sosial

Permasalahan utama menurut paradigma ini adalah tingkah laku atau tingkah laku dan pengulangannya (reinforcement contingency). Konsep-konsep seperti pemikiran, struktur sosial, dan institusi sosial dalam paradigma ini dapat mengalihkan perhatian kita dari perilaku manusia.

Kedisiplinan

Berdasarkan hal di atas dapat ditegaskan bahwa pembentukan sikap disiplin yang baik adalah disiplin yang timbul karena adanya kesadaran dalam diri seseorang. Oleh karena itu sikap disiplin individu sebagai anggota masyarakat harus benar-benar dikembangkan, guna mencapai tujuan pembangunan dan menciptakan kondisi lingkungan yang tertib dan aman sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat.

Lingkungan

Budaya Hidup Bersih

Dalam hal ini dilakukan pembersihan rutin terhadap lingkungan disekitarnya, sebagai wujud upaya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya. Manusia sebagai anggota masyarakat hidup dalam lingkungan yang kompleks, lingkungan tersebut akan menjadi semakin kompleks sesuai dengan perkembangan kebudayaan manusia.

Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Dari uraian di atas terlihat bahwa keterkaitan tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa penerapan disiplin masyarakat untuk menjaga budaya hidup bersih di lingkungannya tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan adanya kebiasaan atau keteladanan dalam pembelajaran disiplin di lingkungannya. menerapkan budaya hidup bersih. hidup di lingkungannya dan hal ini diawali dengan lingkungan yang lebih kecil yaitu pendidikan di lingkungan keluarga yang diawali dengan sikap keteladanan orang tua dalam memimpin dengan memberi contoh dan menanamkan kedisiplinan. Sayangnya, masyarakat sering lupa bahwa kualitas lingkungan yang buruk juga akan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Permasalahan ini sering menjadi bahan perdebatan mengenai apakah manusia yang berkualitas akan menghasilkan lingkungan yang berkualitas dan apakah lingkungan yang berkualitas akan menghasilkan manusia yang berkualitas (Amsyari, 1993:1).

Adanya hubungan yang saling terkait dan saling bergantung sebagai pelengkap antara manusia dengan lingkungannya akan dibuktikan dengan sikap perilaku manusia yang peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Sikap dan pola perilaku disiplin pada individu merupakan hasil sosialisasi yang dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, dan lingkungan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa hubungan antara manusia dan lingkungan hidup merupakan suatu hubungan yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan ekosistem.

Hubungan tersebut terlihat dari ketergantungan yaitu manusia dalam mempertahankan penghidupannya, yaitu memanfaatkan kondisi lingkungan yang ada disekitarnya (sumber daya alam). Agar hubungan ini dapat berjalan dengan baik maka diperlukan keselarasan, keserasian dan hubungan timbal balik yang seimbang.

Masyarakat dan Kebersihan Lingkungan

Sikap disiplin sosial dalam menjaga kondisi lingkungan salah satunya juga dapat dilakukan dengan menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan sekitar. Masalah disiplin sosial dalam menjaga budaya hidup bersih di lingkungan sangat erat kaitannya dengan pola perilaku seseorang dalam kelompok sosialnya dalam menaati dan menjalankan aturan yang ada untuk menciptakan keselarasan dan keselarasan dalam kehidupan dengan menjalankan perannya sebagai orang yang disiplin. anggota komunitas. Keharmonisan dan keselarasan merupakan salah satu unsur kebudayaan, oleh karena itu kita dianjurkan untuk mampu menciptakan kehidupan yang selaras dan seimbang dengan alam yang ada disekitar kita, karena manusia juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ekosistemnya.

Dalam hal ini kebersihan lingkungan menjadi salah satu indikator untuk mengukur tingkat kedisiplinan masyarakat sebagai penghuninya. Lingkungan yang bersih terwujud bila sikap dan perilaku warga masyarakat terhadap kebersihan, salah satunya sampah yang dihasilkan dari setiap aktivitasnya, baik dan benar. Masjhur dalam Sujarwa (1998:1) mengatakan bahwa menciptakan budaya hidup bersih dan lingkungan bersih harus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat karena menyangkut kesehatan.

Oleh karena itu, salah satu upaya masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan nyaman dapat diwujudkan melalui kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup, yaitu menjaga dan melestarikan ekosistem disekitarnya serta memperhatikan lingkungan hidup. Maka perlu adanya kesadaran, serta tanggung jawab bersama sebagai upaya menjaga hubungan manusia dengan lingkungan.

Kerangka Pikir

Sikap kesadaran inilah yang perlu ditumbuhkan secara luas dan berkesinambungan dalam ranah nasional secara bertahap sehingga dapat terbentuk budaya hidup bersih lingkungan, yaitu melalui semacam program perbaikan terpadu yaitu kesadaran lingkungan. Hirnawan, 1998:97). Dalam kehidupan masyarakat sebagai individu dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya sangat bergantung dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Hubungan timbal balik ini terkadang dapat memberikan dampak dan pengaruh, baik negatif maupun positif.

Kita ketahui bersama bahwa untuk mencapai pembangunan nasional, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya mulai dari peningkatan kesejahteraan rakyat, penyediaan pelayanan kesehatan, pendidikan dan pemerataan sumber daya alam yang ada, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan melihat slogan-slogan tentang disiplin, misalnya ketaatan terhadap peraturan lalu lintas, keteraturan dalam membayar pajak, dan tentang kebersihan lingkungan, misalnya ‘menjaga kebersihan’. Oleh karena itu diperlukan tindakan, perilaku yang sadar dan peduli terhadap kondisi lingkungan, yaitu menjaga kebersihan lingkungan. Sikap kepedulian kita terhadap lingkungan dapat diawali dari kebiasaan-kebiasaan dalam pola asuh keluarga yang dibentuk sejak dini, kemudian di lingkungan sekolah.

Mewujudkan sikap disiplin juga dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran melalui keteladanan seperti membersihkan rumah, pulang tepat waktu, menjaga hidup sehat dan menerapkan sikap disiplin dalam keluarga. Dari uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjaga budaya hidup bersih terhadap lingkungannya memerlukan kesadaran, tanggung jawab dan upaya yang dilakukan melalui tindakan atau perilaku untuk menjaga budaya hidup bersih terhadap lingkungannya.

Gambar 1: Kerangka pikir
Gambar 1: Kerangka pikir

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Informan dalam penelitian ini Penelitian ini dilakukan di Dusun Pandang, Desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang informan yang diwawancarai langsung berdasarkan keinginan masing-masing individu informan.

Fokus Penelitian

Instrumen Penelitian

Sumber Data Penelitian

Data primer yang dimaksud adalah data yang diperoleh langsung dari pokok permasalahan, baik melalui informan maupun hasil wawancara, serta data sekunder. Kami meningkatkan keyakinan internal atas temuan-temuan ini melalui perbandingan dan refleksi terus-menerus terhadap data yang dikumpulkan. Oleh karena itu analisis data wawancara dilakukan berdasarkan data yang diperoleh pertama kali peneliti melakukan wawancara mengenai tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjaga budaya hidup bersih terhadap lingkungannya di Dusun Pandawa Kecamatan Pasimasunggu Timur Selayar. Kabupaten Kepulauan.

Penyajian data dilakukan peneliti dengan cara menyusun dan mengelompokkan setiap unit hasil yang mempunyai persamaan dari pengumpulan data yang diperoleh dari informan. Analisis data yang ketiga adalah penarikan kesimpulan yang dimulai pada awal terjun ke lapangan dan pada saat proses pengumpulan data. Peneliti mencoba menganalisis makna dari data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan dan persamaan, kemudian menarik suatu kesimpulan.

Menyusut data dalam jumlah besar hingga membentuk berbagai kategori, subtema dan tema merupakan konsep “penyusutan”. Selain itu peneliti melakukan sistem pengkodean data karena sistem pengkodean pada transkrip pengumpulan data sangat penting untuk memudahkan proses pencarian data sebenarnya yang dikumpulkan.

Gambaran Umum Fisik Desa

  • Letak Geogafis dan Luas Wilayah
  • Keadaan Iklim dan Topografi

Jenis flora dan fauna yang ada adalah jenis flora yang ada berupa pohon pisang, tanaman hias, pohon mangga dan juga pohon kelapa. Jenis fauna yang ada adalah jenis hewan peliharaan seperti ayam dan unggas, ada juga kambing dan sapi.

Keadaan Penduduk

  • Jumlah Penduduk Menurut Umur
  • Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
  • Jumlah Pendidikan Menurut Mata Pencaharian
  • Keadaan Sarana dan Prasarana
  • Kondisi Kebersihan Lingkungan Masyarakat

Hal ini disebabkan banyaknya sampah dan ketidaktertiban masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya. Salah satu bentuk kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan yang dilakukan masyarakat adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk membersihkan lingkungan. Pola hidup murni masyarakat Dusun Pandang diartikan sebagai kebiasaan, tingkah laku atau cara yang biasa dilakukan oleh individu pada suatu waktu. Kebersihan lingkungan cukup dilakukan dengan menyapu bersih seperti masyarakat pada umumnya.

Karena faktor-faktor tersebut, masyarakat Dusun Pandang sulit menerapkan perilaku disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu bentuk kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan yang dilakukan masyarakat adalah kegiatan yang bermanfaat secara sosial, yaitu kegiatan pembersihan lingkungan bersama. Salah satu masyarakat Dusun Pandang yang peduli terhadap menjaga kebersihan lingkungan, meskipun masyarakat secara keseluruhan belum memiliki sikap disiplin terhadap kebersihan lingkungan.

Salah satu bentuk kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Pandang adalah dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk membersihkan lingkungan. Kurangnya disiplin masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga disebabkan oleh perbedaan kemampuan individu dalam memahami masalah kebersihan. Kebiasaan masyarakat Dusun Pandang secara umum dalam menjaga kebersihan lingkungan antar individu berbeda-beda, hal ini disebabkan adanya perbedaan pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat serta kebiasaan hidup bersih masyarakatnya.

Kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta perbedaan sikap terhadap kebersihan lingkungan.

Tabel  1 : Jumlah  Penduduk  Berdasarkan Umur  Di  Desa  Bontobulaeng Kacamatan  Pasimasunggu  Timur,  Kabupaten  Kepulauan Selayar.
Tabel 1 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur Di Desa Bontobulaeng Kacamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyimpulkan bahwa bentuk kedisiplinan masyarakat dalam menumbuhkan budaya hidup bersih di lingkungannya, yaitu agar masyarakat memiliki budaya hidup bersih di lingkungannya, memerlukan waktu yang tidak sebentar dan perlu kesabaran, karena perilaku, pengetahuan dan pemahaman masyarakat berbeda satu sama lain. Wujud hidup bersih masyarakat Dusun Pandang diartikan sebagai kebiasaan atau perilaku masyarakat yang selalu menggunakan pola atau cara hidup bersih di lingkungannya yang diidentifikasi atau berkaitan dengan permasalahan sampah. Penerapan budaya hidup bersih pada masyarakat Dusun Pandang memerlukan sikap kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Wujud hidup bersih masyarakat Dusun Panang diartikan sebagai kebiasaan atau perilaku masyarakat yang selalu menggunakan pola atau cara hidup bersih di lingkungannya, dan merupakan sikap yang diturunkan secara turun temurun dari perilaku orang tua kepada anak. atau diperoleh melalui pembelajaran, yaitu anak mulai ditanamkan kebiasaan ini sejak dini, untuk dijalani murni melalui sikap atau teladan keteladanan yang diberikan orang tua kepada anaknya. Dan secara umum masyarakat Dusun Pandang mengetahui dan sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup bersih bagi kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyimpulkan bahwa wujud hidup bersih pada masyarakat Dusun Pandan diartikan sebagai kebiasaan, perilaku atau cara yang biasa dilakukan oleh individu serta sikap yang diajarkan oleh orang tua secara sederhana.

Pemahaman masyarakat tentang kebersihan lingkungan juga diartikan sebagai lingkungan yang bersih dari sampah, sehingga untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan cukup dengan melakukan penyisiran saja seperti masyarakat pada umumnya, hal ini dilakukan dari keluarga. lingkungan yaitu mulai menanamkan pada diri anak kebiasaan hidup bersih melalui sikap atau keteladanan yang juga diberikan orang tua kepada anaknya. Wujud hidup suci masyarakat Dusun Pandang, Desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, belum memiliki budaya hidup suci.

KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar

Gambar 1: Kerangka pikir
Tabel  1 : Jumlah  Penduduk  Berdasarkan Umur  Di  Desa  Bontobulaeng Kacamatan  Pasimasunggu  Timur,  Kabupaten  Kepulauan Selayar.
Tabel  2:  Jumlah  Penduduk  Menurut  Tingkat  Pendidikan  Di Desa Bontobulaeng Kecamatan  Pasimasunggu  Timur Kabupaten Kepulauan Selayar
Tabel 3: Jumlah  Penduduk  Menurut Mata  Pencaharian  Di  Desa Bontobulaeng  Kecamatan  Pasimasunggu  Timur  Kabupaten Kepulauan Selayar

Referensi

Dokumen terkait

limbah bagi lingkungan hidup sangatlah tidak baik untuk kesehatan maupun kelangsungan kehidupan bagi masyarakat umum, limbah padat yang di hasilkan oleh industri sangat merugikan bagi