PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Konversi Agama
- Proses Konversi Agama Jelang Nikah
- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya
Kata konversi agama dalam arti etimologis berasal dari bahasa Latin “Bekering” yang berarti: Konversi, perpindahan dan perubahan (agama). Berdasarkan pengertian kata-kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Konversi Agama mengandung arti : Perpindahan agama, berpindah agama, perubahan sikap seseorang terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama.1. Pengertiannya sama, namun dengan terjemahan kata pindah agama seperti yang dikutip oleh Jalaluddin adalah suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau bergerak menuju suatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan arah.
Max Heirich mengatakan, konversi agama adalah suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah ke suatu sistem kepercayaan atau perilaku yang bertentangan dengan keyakinannya sebelumnya. Namun pada dasarnya, tindakan pindah agama sama saja dengan fakta psikis lainnya dan tidak bisa diselidiki secara langsung dalam proses pindah agama dan keyakinan mendadak. Proses alih agama ini dapat diibaratkan seperti proses pemugaran suatu bangunan, bangunan lama dirobohkan dan didirikan bangunan baru di tempat yang sama yang sama sekali berbeda dengan bangunan sebelumnya.
Segala bentuk kehidupan emosinya yang semula mempunyai pola tersendiri berdasarkan pandangan hidup yang dianutnya (agama), sehingga setelah terjadi perpindahan agama secara spontan dalam dirinya, ia ditinggalkan sama sekali dalam jangka waktu yang lama. Sebab ketika timbul kedamaian batin yang didasari oleh perubahan sikap keimanan yang bertentangan dengan sikap keimanan sebelumnya, maka terjadilah proses konversi agama. Dalam bukunya Ilmu Jiwa Agama, terdapat lima faktor yang mempengaruhi perpindahan agama, yaitu: ketegangan emosi, pengaruh hubungan dengan tradisi keagamaan, ajakan/panggilan dan sugesti, faktor emosi dan kemauan.
Orang yang mengalami perpindahan agama mengalami kecemasan dan kegembiraan terhadap berbagai permasalahan yang terkadang tidak dapat mereka tangani sendiri. Faktor lain yang tidak kecil pengaruhnya terhadap perpindahan agama adalah lembaga keagamaan, masjid atau gereja. Praktek semasa kecil melalui bimbingan di lembaga keagamaan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya perpindahan agama.
Salah satu faktor yang mendorong perpindahan agama adalah pengalaman emosional yang dimiliki setiap orang mengenai agamanya. Cobaan orang yang mengalami pindah agama lebih banyak terjadi pada orang yang dikuasai emosi, terutama orang yang mengalami kekecewaan dan mudah menerima sugesti, terutama orang yang emosional. Terkait dengan persoalan perpindahan agama, menurut para teolog, pengaruh Tuhanlah yang menentukan terjadinya perpindahan agama.
Tanpa pengaruh Ilahi, manusia tidak dapat menerima keyakinan baru, sehingga pertolongan Allah SWT sangat diperlukan untuk menentukan apakah seseorang akan mengalami perpindahan agama atau tidak. Oleh karena itu, orang yang mengalami tekanan batin akan mudah terjerumus ke dalam perangkap dan sugesti orang lain sehingga mudah mengalami perpindahan agama.
Keharmonisan Keluarga
- Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keharmonisan
- Kunci Sukses Keluarga Sakinah
- Dampak konversi agama
Dari penjelasan di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa yang ingin dideskripsikan dalam penelitian ini adalah tentang perpindahan agama sebelum menikah dan keharmonisan keluarga di Labuan Bajo Kabupaten Maggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini peneliti melakukan validasi sebelum terjun ke lapangan penelitian dengan melakukan persiapan antara lain memahami metode penelitian deskriptif kualitatif dan menguasai teori-teori yang berkaitan dengan objek yang akan diteliti yaitu pindah agama pranikah dan keharmonisan keluarga di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat NTT . Provinsi secara langsung. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan alat berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, buku catatan dan alat perekam untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data terkait perpindahan agama pranikah dan keharmonisan keluarga di Labuan Bajo.
Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mengetahui secara langsung apa yang ada di lapangan mengenai perpindahan agama sebelum menikah dan keharmonisan keluarga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Proses perubahan status atau akibat perubahan status inilah yang seringkali berdampak pada peristiwa pindah agama seperti yang terjadi di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.4. Faktor penyebab perpindahan agama selanjutnya adalah faktor yang bisa dikatakan faktor eksternal yaitu pernikahan.
Irma (Cace), seorang karyawan yang bekerja di sebuah toko roti di Labuan Bajo, awalnya masuk Islam karena menikah dengan non-Muslim, sehingga ia berpindah agama. Proses pindah agama sebelum menikah di Labuan Bajo Kabupaten Komodo yang dialami melalui perpindahan agama yang berbeda-beda, memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Data di lapangan menunjukkan bahwa perpindahan agama dalam suatu keluarga tidak selalu menyebabkan perpecahan dalam keluarga.
Terjadinya perpindahan agama di kawasan Labuan Bajo, Kecamatan Manggarai Barat, Provinsi NTT, telah mengarahkan masyarakat untuk menjalani kehidupan beragama dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Berdasarkan hasil penelitian di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, ditemukan dampak pindah agama tidak mengakibatkan perpecahan hubungan antar keluarga, sehingga menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak pindah agama terhadap pelaku pindah agama pada keluarga di Labuan Bajo Kabupaten Komodo. Mereka umumnya merasa lebih baik karena tekanan mental yang mereka alami dapat teratasi dan tidak mengganggu aktivitas mereka, serta mereka yakin akan lebih tenang dengan agama barunya.
Jadi langkah yang paling tepat untuk melindungi dampak perpindahan agama bagi pemeluk agama Islam. Berdasarkan hasil penelitian tentang pindah agama sebelum menikah dan keharmonisan keluarga, aspek-aspek yang diperlukan sebelum menikah adalah: Proses pindah agama pada tingkat pernikahan di Labuan Bajo kecamatan Komodo yang dialami berbagai pindah agama mengalami tingkatan yang berbeda-beda.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pengertian pindah agama dalam terminologi Zakiyah Daradjat mengatakan bahwa pindah agama berarti perubahan keyakinan yang berlawanan arah dengan keyakinan semula. Dari penjelasan di atas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pindah agama sebelum menikah dan keharmonisan keluarga merupakan suatu fenomena berpindah agamanya seseorang ke agama lain serta sikapnya terhadap kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaan setelah pindah agama. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi terjadinya perpindahan agama sebelum menikah, salah satunya adalah perubahan status dari lajang menjadi menikah, dari menikah menjadi cerai, dan lain sebagainya.
Data mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi perpindahan agama diperoleh penulis melalui wawancara dengan Kepala Departemen Agama, tokoh masyarakat dan wawancara dengan beberapa orang yang pernah melakukan perpindahan agama. Di antara faktor penyebab masuk Islam dan meninggalkan Islam yang penulis temukan di lapangan, pernikahan menjadi faktor yang paling sering dialami oleh pelaku pindah agama di Dilabuan Bajo. Irma juga telah mencoreng nama baik keluarganya, namun Irma yakin bahwa laki-laki yang menjadi suaminya mempunyai tanggung jawab yang baik, sehingga ia mengikuti keyakinan hatinya dan kini Irma telah membangun keluarga yang menurutnya harmonis, meski masih ada konflik internal. ada ada karena tidak mendapat restu orang lain, tua dan harus menjalani pindah agama.10.
Berdasarkan data-data yang ditemukan di lapangan dan wawancara yang dilakukan terhadap para mualaf, dapat disimpulkan bahwa. Dari hasil wawancara dan observasi penulis faktor pindah agama, faktor pernikahan menunjukkan bahwa fanatisme agama dan cinta menjadi faktor yang membuat seseorang berpindah agama. Sedangkan proses perpindahan agama sesuai dengan teori Zakiyah Daradjat, bahwa secara umum proses perpindahan agama meliputi lima tahapan yaitu: masa tenang pertama, masa gejolak/konflik, masa perpindahan agama, keadaan tenang dan masa peralihan agama. ketenangan, dan ekspresi pertobatan dalam hidup.
Masyarakat di Labuan Bajo telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, termasuk interaksi antar anggota keluarga dalam kehidupan beragama. Mendorong keharmonisan akibat pindah agama dalam sebuah keluarga merupakan sebuah langkah penting, dimana persoalan pindah agama berarti berpindah dari agama selain yang dimaksud. Upaya yang dilakukan dalam rangka pembinaan terhadap mereka yang masuk Islam lebih terfokus pada aspek pembinaan, pemupukan dan pembinaan terhadap mereka yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Islam.
Upaya untuk mencegah terjadinya perpindahan agama dilakukan sehubungan dengan masalah ini dengan memberikan tugas-tugas yang mudah, bimbingan terus-menerus serta nasehat dan bimbingan sebagaimana mestinya. Masyarakat yang mengalami perpindahan agama harus memperkuat keyakinannya terhadap agama barunya, baik Islam maupun Kristen, agar tidak terjadi perpindahan agama yang kedua.
Lokasi dan Obyek Penelitian
Fokus Penelitian
Labuan Bajo adalah ibu kota Kabupaten Komodo dan juga ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hal ini senada dengan kasus yang dialami Olvi, salah satu karyawan salah satu toko Roxy Labuan Bajo. Penulis memperoleh informasi dari data lapangan dan menyimpulkan bahwa faktor faktor perpindahan agama yang dialami masyarakat di Labuan Bajo Kecamatan Manggrai Barat Tahun 2017 antara lain : Faktor Niat atau Kesediaan, Faktor Hidayah/Bimbingan dan Faktor Pernikahan.
Deskriptif Fokus Penelitian
Sumber Data
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumbernya. 2 Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi peneliti dan wawancara terhadap pelaku konversi, dengan berbagai perwakilan masyarakat, KUA dan tokoh agama. Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. 3 Data dari sumber sekunder atau.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data di lapangan berupa gambar, kegiatan sosial dan data tertulis lainnya. Teknik dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk mencari data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, catatan harian, dan lain sebagainya.5. Melalui teknik dokumentasi ini, peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan di tempat atau lokasi penelitian.
Teknik Analisis Data
Sistem mata pencaharian masyarakat di Labuan Bajo sangat berbeda-beda, seperti nelayan, petani, dan pedagang, seperti halnya penduduk di Labuan Bajo pada umumnya. Sukmawati, seorang bidan di kawasan Labuan Bajo, mengaku masuk Kristen karena dorongan dari calon pasangan hidupnya (calon suami). Akhirnya Sukma resmi masuk Kristen dan melangsungkan pernikahannya di Gereja Paroki Roh Kudus di Labuan Bajo.
Kepada para tokoh agama Islam di wilayah Labuan Bajo Kabupaten Komodo, guna memajukan dan mengajarkan agama agar lebih ditingkatkan dan disesuaikan dengan keadaan lingkungan masyarakat. Data Desa Labuan Bajo Kecamatan Komodo 13 Juni 2017 Data Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat 16 Juni 2017 Fauzi Rahman, Basyir Azhar Ahmad.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Gambaran Umum Labuan Bajo
- Keadaan Geografis Labuan Bajo
- Keadaan Sosial
Faktor- Faktor Yang Melatarbelakngi Terjadinya