PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berdasarkan permasalahan lingkungan, pengelolaan sampah di Kota Makassar tidak akan pernah berhenti pada isu lingkungan saja. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai daya tanggap Dinas Pertamanan dan Kebersihan dalam pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Rumusan Masalah
Pemerintah harus bisa lebih memikirkan masalah sampah yang terus meningkat seperti yang dirumuskan dalam undang-undang no. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menjelaskan bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup serta menjadikan sampah sebagai sumber daya (BAB II pasal 24). Untuk itu pemerintah atau pegawai dalam hal ini Dinas Pertamanan dan Kebersihan harus mampu meningkatkan kualitas kerja, daya tanggap dan kualitas pelayanan yang lebih baik terkait pengelolaan sampah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen dalam hal ini. Komunitas.
Tujuan Penelitian
Tujuan utama daya tanggap adalah kualitas kerja yang sesuai dengan tujuan misi organisasi untuk mencapai tujuan pembangunan yang ditargetkan oleh aparatur birokrasi.
Manfaat Penelitian
Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar. SB selaku Kepala Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pengelolaan Kota pada Dinas Pertamanan dan Sanitasi Kota Makassar.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Pelayanan Publik
Pada hakikatnya pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan wujud kewajiban pejabat publik sebagai pelayan publik. Partisipatif, Mendorong partisipasi masyarakat dalam pemberian pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. e.
Konsep dan Teori Responsivitas
Petugas/aparatur melakukan pelayanan secara patut, yaitu pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga tidak ada seorangpun yang merasa dirugikan atas pelayanan yang diterimanya. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa daya tanggap pelayanan publik adalah respon penyedia layanan terhadap umpan balik dari masyarakat mengenai pelayanan yang diterimanya.
Konsep Persampahan
Limbah ini berasal dari kawasan industri, antara lain limbah yang berasal dari konstruksi industri dan segala limbah yang berasal dari proses produksi, misalnya: limbah kemasan produk, logam, plastik, kayu, sisa tekstil, kaleng, dan lain-lain. Limbah yang berasal dari peternakan dan perikanan berupa: kotoran ternak, sisa makanan dari bangkai hewan dan lain sebagainya (Notoatmojo 2015: 29).
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Parkir dan kebersihan di kota Makassar. e) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan c. Subbagian Kepegawaian Umum. Tugas pokok Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar adalah merumuskan, mengembangkan dan memantau kebijakan di bidang pertamanan, penghijauan, penataan keindahan kota (dekorasi), penataan kebersihan/sampah, penanganan pemakaman dan tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa kesediaan petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam mencurahkan tenaga dan waktunya untuk kesejahteraan masyarakat sangat tinggi.
Data jumlah TPA menurut Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar adalah: Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Dinas Pertamanan dan Kebersihan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pelayanan persampahan di Kota Makassar. Pengaduan dapat disampaikan melalui Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar atau melalui kelurahan, kelurahan bahkan RT setempat.
Terkait respon terhadap pengaduan, Dinas Pertamanan dan Kecantikan Kota Makassar bersama aparat kecamatan bisa dikatakan cukup responsif dalam menindaklanjuti pengaduan warga.
METODE PENELITIAN
Waktu Dan Lokasi Penelitian
Survei ini berlangsung selama 2 bulan mulai tanggal 14 Agustus hingga 14 Oktober 2019 dan dilakukan di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Jl. Lokasi tersebut dipilih karena Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar merupakan instansi pemerintah yang terkait dengan pelayanan pengelolaan sampah di Kota Makassar dan beberapa kecamatan yang dinilai memiliki disparitas pelayanan pengelolaan sampah.
Jenis Dan Tipe Penelitian
Sumber Data
Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pelayanan persampahan harus lebih peka dan bertindak cepat dalam pengangkutan sampah yang sering dikeluhkan masyarakat. Kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menilai sejauh mana petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar beserta kecamatan masing-masing dalam melakukan pengelolaan sampah. Penilaian mengenai tingkat kecepatan pemerintah dalam pelayanan pengangkutan sampah dapat dilihat dari hasil wawancara dengan Bapak. “AZN” selaku Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hasil wawancara dan observasi penulis terhadap pemerintah dan warga di berbagai lokasi menunjukkan bahwa tingkat kecepatan dan kewaspadaan pemerintah dimulai dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar. Sedangkan untuk retribusi sampah/kebersihan di Kota Makassar diatur secara jelas dalam Peraturan Walikota Makassar No. Dari hasil wawancara di atas terlihat jelas bahwa retribusi sampah/kebersihan Kota Makassar diatur dengan jelas dalam Peraturan Walikota Makassar No.
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa keseriusan dan ketelitian yang dilakukan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar terhadap permasalahan sampah selalu mengedepankan kerja serius untuk mewujudkan kota bersih dan indah. Hal ini terlihat dari data tentang. Hal ini terlihat dari cara pemerintah dalam hal ini Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar serta aparat kecamatan menyiapkan atau menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan pengelolaan sampah secara maksimal. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah masih kurang memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan persampahan di Kota Makassar.
Dari hasil wawancara di atas mengenai indikator menyikapi seluruh pengaduan, dapat dikatakan bahwa Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar bersama aparat kecamatan telah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keinginan dan keluhannya mengenai pelaksanaan pelayanan sampah yang diberikan. Disarankan kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dan kecamatan masing-masing agar dapat memaksimalkan dan memperbaiki jadwal pengangkutan sampah khususnya di kawasan pemukiman kecil.
Teknik Analisis Data
Teknik Pengabsahan Data
Dinas Pertamanan dan Kecantikan Kota Makassar masih mempunyai tanggung jawab kelembagaan dan fungsi untuk mengkoordinasikan dan mengawasi kecamatan yang diberi kewenangan operasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota (perwali) No. Berdasarkan pemaparan hasil wawancara di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa tingkat kecepatan yang dilakukan pihak penyedia jasa dalam hal ini Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar siap melayani masyarakat karena pihak penyedia selalu berkoordinasi dengan pihak jasa kebersihan lainnya. staf sebagaimana tercantum dalam Peraturan Walikota (Walikota) No. Hal ini terlihat dari bagaimana Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar serta Kabupaten menetapkan biaya dalam hal ini retribusi atau retribusi sampah untuk menunjang pelayanan dalam hal sampah.
Tarif retribusi sampah/kebersihan Kota Makassar tahun 2015 sudah sesuai dengan Peraturan Nomor. Karena keseriusan dan ketelitian Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam menangani permasalahan sampah, tentunya kami selalu berinisiatif untuk berkoordinasi dengan seluruh kecamatan di Makassar. Kota untuk mengatasi masalah persampahan dan pelayanan kebersihan. Sumber daya berupa sarana dan prasarana menjadi kewenangan tetap Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota.
Terkait pengadaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan persampahan, penulis menilai Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar serta pemerintah kabupaten belum optimal serta belum menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat secara memadai. Berikut petikan wawancara dengan Pak AZN selaku Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam memberikan akses melalui media pemberitaan informatika dan menyikapi setiap keluhan masyarakat yang mengatakan demikian. Hal ini menunjukkan bahwa Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar telah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhannya melalui media pemberitaan dengan menyediakan akses media telekomunikasi dan informatika atau internet.
Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dan UPT Kecamatan dalam pelaksanaan pengangkutan sampah menghasilkan hingga 800 ton per
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Responsivitas Pelayanan Pengelolaan Sampah Di Dinas Pertamanan Dan
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Ketanggapan Pelayanan Pengelolaan Sampah Pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dapat dilihat dari 4 dimensi yaitu : Dimensi kecepatan pelayanan yang ditunjukkan oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Kota Makassar dapat dilihat dari dua aspek yaitu daya tanggap pemberian layanan dan kesukarelaan pemberi layanan. Kewaspadaan yang dilakukan oleh petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar bersama petugas Kecamatan dan sanitasi dalam pengangkutan sampah bisa dikatakan masih sangat rendah, hal ini terlihat dari pernyataan dan laporan warga di lokasi yang berbeda-beda. merasa bahwa petugas terlalu lamban dalam hal transportasi dan masyarakat membutuhkan layanan, yang ditangani, diselesaikan, dan ditanggapi dengan cepat oleh pemerintah. Sedangkan kesukarelaan dalam memberikan pelayanan terkait pelayanan pengangkutan sampah dalam pelayanan kepada masyarakat dinilai baik, pernyataan tersebut diakui oleh masyarakat di berbagai tempat serta kesediaan petugas kebersihan dan pemerintah untuk memberikan tenaga dan tenaganya. untuk menghabiskan waktu mereka selama kebaktian.
Dimensi ketepatan pelayanan ditinjau dari pelaksanaan tanggung jawab terkait dengan kecukupan prosedur dan tugas pokok serta pemungutan retribusi pengumpulan sampah Dinas Pertamanan dan Sanitasi Kota Makassar serta petugas kebersihan di setiap sub. -kabupaten dianggap layak untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan Peraturan Walikota Makassar No. Dimensi Ketepatan Pelayanan berkaitan dengan tingkat fokus dan keseriusan dalam pemberian pelayanan persampahan kepada masyarakat yang dilihat dari dua aspek, yang pertama adalah kehandalan pemberian pelayanan dengan memperhitungkan seberapa besar volume sampah yang diangkut setiap harinya. hari merupakan salah satu hasil akhir kinerja pelayanan persampahan. Kedua, kemampuan petugas dalam menggunakan alat pelayanan yaitu Dinas Pertamanan dan Kebersihan harus mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk menampung dan memfasilitasi kebutuhan pelayanan masyarakat di bidang kebersihan. untuk tetap hilang.
Dimensi kemampuan menyikapi pengaduan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam menyikapi pengaduan serta memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat, baik dalam memberikan akses maupun pelibatan masyarakat yang turut serta dalam terwujudnya program pemerintah. Terkait pelayanan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal, berdasarkan pengakuan dan pengaduan mereka datang dari berbagai warga di berbagai tempat yang pengaduannya tidak ditindaklanjuti sepenuhnya.
Saran
3 Tahun 2015 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemungutan Biaya Pelayanan Sampah/Kebersihan Kepada Camat dan Pemerintah Kota Makassar. Inovasi Pelayanan Publik Bidang Pelayanan PT PLN Kabupaten Kepulauan Selayar, Program Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pasal 18 UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, Pasal 11 UU No.