BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Deskripsi Fokus Penelitian
Berdasarkan fokus penelitian di atas yang dikemukakan oleh Zeithaml dkk (Hardiansyah 2011: 14) maka deskripsi fokus penelitian dilihat dari empat dimensi yaitu :
Responsivitas Pelayanan Pengelolaan Sampah Di Dinas Pertamanan Dan
Kebersihan Kota Makassar
Ketepatan melayani
Kecermatan melayani
PELAYANAN PRIMA
Kemampuan menanggapi
keluhan Kecepatan
Melayani
28
1. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat yaitu bagaimana kesigapan dan sukarela penyedia layanan dalam menjawab dan memenuhi keinginan pelanggan, yang di dalamnya terdapat aspek :
a. Kesigapan Pemberi Layanan. Dalam hal ini dapat dinilai sejauh mana kesigapan yang dilaksanakan oleh para petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan dalam mengangkut sampah.
b. Sukarela Pemberi Layanan yang dimaksud disini petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan secara sukarela memberikan keahlian, tenaga dan waktunya saat melayani masyarakat dalam pengangkutan persampahan.
2. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat yaitu pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan masyarakat sehingga tidak ada yang merasa dirugikan atas pelayanan yang didapatkan. Pelayanan dengan tepat berkaitan dengan :
a. Kesesuaian Prosedur Pelayanan yang dimaksud disini prosedur pelayanan yang sederhana tidak bebelit-belit, yang mudah dipahami dan mudah dilaksanakan. Kedisiplinan petugas, dan dan keadilan yang merata yaitu dapat menjangkau yang berberda status, ekonomi, jarak, dan lokasi yang harus dilakukan oleh para petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan.
b. ketetapan biaya dalam hal ini retribusi atau iuran sampah.
3. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat. Dalam arti setiap penyedia layanan harus harus selalu fokus dan sungguh-sunguh dalam
29
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tingkat kecermatan dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan di lihat dari aspek :
a. Kehandalan memberi layanan. Dapat kita lihat melalui seberapa besar jumlah volume sampah yang diangkut oleh petugas setiap tahunnya.
b. Kemampuan petugas dalam menggunakan alat bantu layanan. Hal ini berkaitan dengan pengadaan sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah dalam pelayanan persampahan.
4. Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas. Dalam arti bahwa setiap penyedia layanan harus menanggapi keluhan masyarakat dan dicarikan solusi terbaik. Yang dilihat dari dari aspek :
a. Penyediaan akses
Dalam aspek ini Petugas/aparatur Dinas Pertamanan dan Kebersihan harus menyediakan media pelaporan yang berkaitan dengan penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika kepada masyarakat untuk dapat menyampaikan keluhannya.
b. Peran serta masyarakat
Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah bisa meliputi partisipasi masyarakat. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah tergantung dari cara pemerintah/penyedia layanan mensosialisasikan program-programnya dalam penanggulangan kebersihan.
30 A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan dari tanggal 14 Agustus sampai 14 Oktober 2019 dan dilaksanakan di Dinas Pertamanan dan Kebersihan yang beralamat di Jl. Urip Sumihardjo, No. 8, Maccini, Kec. Makassar, Kota Makassar Sulawesi Selatan, di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Lokasi- lokasi tersebut dipilih karena Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar merupakan instansi pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan sampah di Kota Makassar dan beberapa kecamatan yang dinilai memiliki perbedaan atas pelayanan persampahan.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Responsivitas Pelayanan Pengelolaan Sampah berdasarkan permasalahan yang dibahas yaitu yang terjadi di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar. Adapun tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Alasan peneliti menggunakan tipe ini adalah untuk menggambarkan secara deskriptif bagaimana Responsivitas Pelayanan Pengelolaan Sampah. Deskriptif digunakan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan deskripsi kata-kata tertulis atau lisan dari informan.
C. Sumber Data
Adapun sumber data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang ingin diperoleh
31
adalah data empiris yang didapatkan dari informan berdasarkan hasil wawancara.
Jenis data yang ingin diperoleh adalah mengenai responsivitas pelayanan pengelolaan sampah. Sedangkan data sekunder adalah berupa dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil penelitian yang terwujud laporan dan sebagainya.
D. Informan Penelitian
Hasil penelitian ditetapkan secara purposive yaitu peneliti memilih informan secara sengaja yang dianggap mempunya pengethuan tentang masalah yang akan diteliti, dimana yang dimaksud disini adalah informan yang diharapakan mampu memberikan data secara objektif, netral dan dapat dipertanggunggungjawabkan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah:
Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar, Pegawai / staff Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar, Staff TPA Tamangapa Antang, Petugas pengangkut sampah/ kebersihan, dan Masyarakat Kota Makassar pada umumnya. Karakteristik informan sebagai berikut :
Tabel 3.1 Data informan Penelitian
NO. Jabatan Nama Inisial
1. Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan
Drs. Abdul Azis Hasan, M.Si AZH 2. Staff Teknis/ Pegawai DPK Syamsul Bahri, SP SB 3. Pegawai/Staff Kec. Tamalate
dan Kec. Mariso
Syamsul Gaffur Ahmad,S.Sos SGA
4. Staff TPA Tamangapa Antang Herianto HR
5. PetugasKebersihan/Pengangkut Sampah
Hamzah Agus HA
6. Masyarakat Sitti Rahmawati SR
32 E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik dalam pengumpulan data dengan menggunakan alat bantu buku untuk mencatat informasi serta kamera untuk menjadi bukti yang konkrit mengenai wawancara dengan pihak yang memahami permasalahan dalam hal ini dari pimpinan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar, Pegawai/staff Dinas Pertamanan dan Kebersihan, Staff TPA Tamangapa Antang, Petugas pengangkut sampah/ kebersihan, dan Masyarakat Kota Makassar.
2. Observasi
Untuk mendapatkan gambaran mengenai responsivitas pelayanan pengelolaan sampah maka peneliti melakukan observasi. Dimana peneliti datang dilokasi dan mengamati secara langsung bagaimana responsivitas pelayanan pengelolaan sampah Di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar untuk melihat kegiatan yang dilakukan serta mencatat gejala-gejala yang diselidiki.
3. Dokumentasi
Dokumentasi bisa berupa tulisan atau berita dari media online, arsip-arsip tertulis dari dinas yang terkait untuk membantu penelitian.
F. Tehnik Analisis data
1. Reduksi Data (Data Reduction)
33
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti yang telah dikemukakan, semakin lama peneliti dilapangan, maka jumlah data akan semakin banyak.
Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data, mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan.
2. Penyajian Data (Data Display)
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejelasnya.
3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion Drawing and Verificaion) Langkah ketiga dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
G. Teknik Pengabsahan Data
Dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan melakukan pemeriksaan data untuk keperluan pengecekan apakah proses dan hasil yang di terima sudah di pahami oleh peneliti secara benar berdasarkan apa yang di maksud informan dalam penelitian di antaranya yaitu dengan mewawancarai informan secara mendalam dan melakukan
34
pengujian apakah informasi yang di dapat sesuai dengan observasi yang di lakukan di lapangan.
Teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah tehnik triangulasi, baik triangulasi sumber maupun metode. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Triangulasi terdiri atas tiga bagian, antara lain:
1. Triangulasi sumber data, Dilakukan dengan membandingkan dan mengecek baik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan cara yang berbeda dalam metode kualitatif yang dilakukan dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
2. Triangulasi metode, Dilakukan untuk menguji sumber data, memiliki tujuan untuk mencari kesamaan data metode yang berbeda.
3. Triangulasi waktu, Triangulasi waktu berkenaan dengan waktu pengambilan data peneliti melakukan wawancara dengan informan dalam kondisi waktu yang berbeda untuk menentukan kredibilitas data.
35 A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Profil Umum Kota Makassar
Kota Makassar menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1965 (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 94), dan kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1965 Daerah Tingkat II Kotapraja Makassar diubah menjadi Daerah Tingkat II Kotamadya Makassar. Tanggal 31 Agustus 1971 nama Kota Makassar berubah menjadi Ujung Pandang, hal tersebut diatur berdasrkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971. Saat itu Kota Makassar dimekarkan dari 21 Km2 menjadi 115,87 Km2, terdiri dari 11 wilayah kecamatan, 62 lingkungan dengan penduduk sekitar 700 ribu jiwa.
a. Kondisi Geografis
Pemekaran ini mengadopsi sebagian dari wilayah Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kupulauan. Kota Makassar merupakan ibukota Provinsi Sulawasi Sealatan. Secara geografis Kota Makassar terletak pada pesisir pantai Barat bagian Selatan Sulawesi Selatan, Pada titik koordinat 119024’17’38‖ Bujur Timur dan 508’6’19‖ Lintang Selatan.
Secara administratif Kota Makassar mempunyai batas-batas wilayah yaitu :
- Sebelah Selatan berbatas dengan Kabupaten Gowa
36
- Sebelah Utara berbatas dengan Kabupaten Maros
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros,dan - Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar.
Topografi pada umumnya berupa daerah pantai. Letak ketinggian Kota Makassar berkisar 0,5-10 meter dari permukaan laut.
Kota Makassar memiliki luas wilayah 175,77 km2 yang terbagi kedalam 14 kecamatan dan 143 Kelurahan. Selain memiliki wilayah daratan, Kota Makassar juga memiliki wilayah kepulauan yang dapat dilihat sepanjang garis pantai Kota Makassar.
Gambar 4.1 : Peta Wilayah Administrasi Kota Makassar
Sumber : WebSite Kota Makassar- Peta Administrasi Kota Makassar
Adapun pulau-pulau wilayah Kota Makassar merupakan bagian dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Ujung Pandang dan Ujung Tanah. Pulau-pulau ini merupakan gugusan pulau-pulau karang yang terdiri dari 12 pulau, bagian dari gugsan pulau-pulau Sangkarang. Pulau tersebut adalah Pulau Lanjukang, Pulau
37
Langkai, Pulau Lumu-lumu, Pulau Bone Tambung, Pulau Kodingareng Keke, Pulau Samalona, Pulau Lae-lae, Pulau Gusung dan Pulau Kayangan. Rincian luas masing-masing kecamatan, diperbandingkan dengan persentase luas wilayah Kota Makassar sebagai berikut:
Tabel 4.1 : Luas Wilayah Dan Persentase Terhadap Luas Wilayah Menurut Kecamatan Di Kota Makassar Tahun 2019
No. Kode Wil.
Kecamatan
Luas Wilayah
(km2)
Presentase Terhadap Luas Kota Makassar
1. 010 Mariso 1,82 1,04
2. 020 Mamajang 2,25 1,28
3. 030 Tamalate 20,21 11,50
4. 031 Rappocini 9,23 5,25
5. 040 Makassar 2,52 1,43
6. 050 Ujung Pandang 2,63 1,50
7. 060 Wajo 1,99 1,13
8. 070 Bontoala 2,10 1,19
9. 080 Ujung Tanah 5,94 3,38
10. 090 Tallo 5,83 3,32
11. 100 Panakukkang 17,5 9,70
12. 101 Manggala 24,14 13,73
13. 110 Biringkanaya 48,22 27,43
14. 111 Tamalanrea 31,84 18,12
JUMLAH 175,77 100,00
Sumber : Dinas pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar 2019
38 b. Keadaan Penduduk Kota Makassar
Jumlah penduduk Kota Makassar pada tahun 2019 tercatat kurang lebih 1.608.027 jiwa yang terdiri dari 696.086 laki-laki dan 71.986 perempuan.
kepadatan penduduk Kota Makassar mencapai 17.637 Km².
Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kota Makassar Kode
Wilayah
Kecamatan Laki- laki
Perempuan
Jumlah Penduduk Makassar
Kepadatan Sex.
Ratio
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Mariso 30.947 30.815 61.762 182 339
2 Mamajang 30.580 31.387 61.967 225 275
3 Makassar 44.539 45.019 89.558 254 353
4 Ujungpandang 14.108 14.835 28.943 263 110
5 Wajo 20.062 18.948 39.010 199 196
6 Bontoala 33.523 33.647 67.170 210 320
7 Tallo 87.702 85.001 172.703 871 198
8 Ujung Tanah 28.542 28.046 56.588 594 95
9 Panakukang 86.721 85.239 171.960 1.715 100 10 Tamalate 109.290 106.590 215.880 1.818 119 11 Biringkanaya 118.497 116.867 235.364 4.822 49
12 Manggala 80.130 78.759 158.889 2.374 67
13 Rappocini 85.856 87.091 172.947 924 187
14 Tamalanrea 64.059 61.703 125.762 3.186 39 Jumlah 834.556 823.947 1.658.503 17.637 2.448 Sumber : Sub.Sekretariat Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar 2019
Penyebaran penduduk terpadat di Kota Makassar Tahun 2016 dirinci menurut kecamatan, menunjukkan bahwa penduduk masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Biringkanaya, yaitu sebanyak 235.364 jiwa atau sekitar 14,19 persen dari total penduduk, disusul Kecamatan Tamalate sebanyak 215.880 jiwa atau sekitar 13,02 persen. Kemudian Kecamatan Rappocini sebanyak 172.947 jiwa atau sekitar 10,43 persen dan yang terendah adalah Kecamatan Ujung Pandang sebanyak 28.943 jiwa atau sekitar 1,74 persen.
39 c. Keadaan iklim Kota Makassar
Kota Makassar memiliki kondisi iklim sedang hingga tropis memilki suhu udara rata-rata berkisar antara 26° -29°C. Kota Makassar adalah kota yang terletak dekat dengan pantai yang membentang sepanjang koridor barat dan utara yang dikenal sebagai “Waterfront City” yang didalamnya mengalir beberapa sungai (Sungai Tallo, Sungai Jeneberang, dan Sungai Pampang).
2. Gambaran Umum Kantor Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar
Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar sebagai Institusi Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Makassar yang pembentukannya diharapkan akan lebih kaya dengan fungsinya agar dapat memberikan inspirasi dan imajinasi dalam mengakomodasi dan memfasilitasi kepentingan pelayanan terhadap masyarakat dalam bidang penanganan kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pemakaman. Selain daripada itu institusi ini memiliki tugas dan fungsi yang sangat luas dalam mengakselerasikan hasil pembangunan mendukung terciptanya pelestarian lingkungan hidup, karena itu kapasitas kinerjanya diharapkan akan lebih efektif dan efisien.
Pembentukan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar sesuai Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tanggal 7 Juni 2009 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah dimana dalam kedudukannya merupakan Perangkat Daerah Pemerintah Kota Makassar.
40
Struktur dan uraian tugas pokok Dinas Pertamanan dan Kebersihan dalam rangka melaksanakan tugas utama dan fungsinya memiliki perangkat organisasi yang tercantum dalam struktur organisasi dengan uraian tugas sebagai berikut :
a. Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan b. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar. Sekretariat menyelenggarakan fungsi :
a) Penanganan kesekretariatan
b) Pelaksanaan urusan kepegawaian dinas
c) Pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD d) Pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas
Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar
e) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan c. Sub Bagian Umum Kepegawaian
Sub bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas/kantor, Sub bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
41
b) Mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat, kearsipan, surat perjalanan dinas, mendistribusikan surat sesuai bidang;
c) Melaksanakan usul kenaikan pangkat, mutasi dan pension;
d) Melaksanakan usul gaji berkala, usul tugas belajar dan izin belajar;
e) Menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas;
f) Menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian, pelayanan, organisasi dan ketatalaksanaan;
d. Sub Bagian Keuangan
Sub bagian keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis keuangan dinas/kantor. Sub bagian keuangan menyelenggarakn fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja Sub bagian Keuangan
b) Mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah
c) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekretariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas
d) Menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas
42
e) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masing-masing satuan kerja
f) Menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Sub bagian Perlengkapan.
e. Sub Bagian Perlengkapan
Sub bagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis perlengkapan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang. Sub bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja Sub bagian Perlengkapan b) Menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU)
c) Meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Pertamanan dan Kebersihan
d) Membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB) e) Membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU)
f) Menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD
f. Bidang Pertamanan
Bidang Pertamanan mempunyai tugas melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan taman, tata keindahan taman (dekorasi) kota serta pembibitan dan pengembangan tanaman. Bidang Pertamanan menyelenggarakan fungsi :
43
a) Penyiapan perumusan kebijaksanan umum dan teknis pembangunan, pemeliharaan taman dan tata keindahan (dekorasi) kota, pembibitan dan pengembangan tanaman
b) Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pembangunan dan pemeliharaan di bidang pertamanan, dan tata keindahan (dekorasi) luar dan dalam ruang, pembibitan dan pengembangan tanaman
c) Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pembangunan dan pemeliharaan taman, serta penataan keindahan
d) Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pembibitan dan pengadaan tanaman hias dan pohon pelindung yang siap ditanam e) Penanganan administrasi urusan tertentu
g. Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota
Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan masyarakat, pengembangan partisipasi masyarakat, penyuluhan/pembinaan dan penyadaran masyarakat dalam bidang teknik Penanganan Kebersihan/Persampahan. Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis kelembagaan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota
44
c) Penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan peran serta masyarakat dan kegiatan-kegiatan penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota
d) Penyiapan bahan bimbingan teknis, penyuluhan, sosialisasi kebijakan penyelenggaraan Bidang Pengembangan Kapasitas Kebersihan Kota
e) Mengembangkan lokasi-lokasi percontohan peran serta masyarakat dalam kegiatan kebersihan/persampahan serta mempromosikan program kegiatan 3 R; kegiatan persampahan (penanganan daur ulang) yang berorientasi peningkatan sumber daya manusia, lingkungan dan ekonomi
f) Penanganan administrasi urusan tertentu h. Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat
Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan. Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pembinaan Kelembagaan Masyarakat
b) Membina dan mengembangkan fungsi kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
c) Penyiapan bahan kebijakan umum dan teknis penanganan lembaga masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan
45
d) Membimbing pemberdayaan lembaga masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
e) Mengembangkan potensi kelembagaan masyarakat dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
f) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas
g) Melaksanakan bidang kedinasan lain yang diberikan oleh atasan i. Bidang Penataan Kebersihan Kota
Bidang Penataan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan teknik penanganan kebersihan kota, melaksanakan monitoring dan evaluasi Kebersihan Kota dan pemeliharaan peralatan dan alat berat. Bidang Penataan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi:
a) Melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya
b) Penyiapan bahan/data perencanaan dan perumusan teknik pengembangan penyelenggaraan Bidang Penataan Kebersihan Kota
c) Penyelenggaraan penanganan persampahan meliputi pengumpulan, pengangkutan, penanganan sampah dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA)
d) Melaksanakan penataan sistem dan mekanisme pembersihan jalan, penanganan TPS/Kontainer dan penataan zona/blok/jalur pelayanan pengangkutan sampah
46
e) Penyiapan bahan perumusan standar pelayanan penyelenggaraan Bidang Penataan Kebersihan Kota
f) Penyiapan bahan perumusan kebutuhan sarana dan prasarana penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
g) Melaksanakan penelitian/kajian, observasi pengembangan sistem penanganan kebersihan/persampahan
h) Melaksanakan monitoring dan evaluasi sistem pelaksanaan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
i) Melaksanakan pemeliharaan peralatan dan alat berat j) Penanganan administrasi urusan tertentu.
j. Seksi Pengembangan Teknik Penanganan Kebersihan Kota
Seksi Pengembangan Teknik Penanganan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan penelitian/kajian, pengembangan sistem dan teknologi penanganan dalam penyelenggaraan kebersihan / persampahan kota. Seksi Pengembangan Teknik Penanganan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Pengembangan Teknik Penanganan Kebersihan Kota
b) Melaksanakan kajian dan perencanaan dan perumusan pengembangan teknik penyelenggaraan dan untuk penanganan kebersihan/persampahan kota
c) Melaksanakan perumusan standar pelayanan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
47
d) Melaksanakan penelitian/kajian pengembangan sistem dan teknologi penanganan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
e) Melaksanakan pengumpulan sampah, pengangkutan sampah meliputi pembersihan/penyapuan jalan, penanganan TPS/Kontainer dan pengangkutan sampah dari sumber ke TPA
k. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota
Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota mempunyai tugas melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebersihan Kota
b) Melaksanakan monitoring, evaluasi penyelenggaraan bidang penanganan kebersihan/persampahan kota
c) Melaksanakan evaluasi sistem penanganan penyelenggaraan kebersihan/ persampahan kota
d) Mempersiapkan bahan/data hasil evaluasi sistem penanganan penyelenggaraan kebersihan/persampahan kota
e) Melaksanakan koordinasi pemberian sanksi pelanggaran dan pemberian penghargaan terhadap sistem penanganan kebersihan/persampahan kota
f) Melaksanakan penertiban kebersihan/persampahan kota
48
g) Mempersiapkan bahan/data dan petunjuk penyelenggaraan lomba kebersihan baik tingkat kecamatan maupun tingkat kota
h) Melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya
i) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas
j) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan 3. Visi dan Misi Dinas Pertamanan Dan Kebersihan
Dalam aktivitasnya, Dinas Pertamanan dan Kebersihan ini mempunyai visi dan misi kantor dinas yang melandasi dan merupakan tujuan secara umum apa yang ingin dicapai kantor dinas dalam bidang kegiatan dan usaha visi misi yang dimaksud adalah :
a. VISI
“Mewujudkan Kota Makassar ASRI dan NYAMAN berkelas dunia.”
b. MISI
1. Mengurangi laju timbunan sampah dalam rangka pengelolaan persampahan/kebersihan yang berkelanjutan (Zero Waste Management);
2. Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan system pengelolaan persampahan/kebersihan dan pengelolaan Ruang terbuka hijau (RTH);
3. Memberdayakan masyarakat dan meningkatkan peran aktif dunia usaha/swasta dalam pengelolaan persampahan/kebersihan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH);
49
4. Meningkatkan kemampuan manajemen dan kelembagaan dalam system pengelolaan persampahan/kebersihan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai dengan prinsip good and cooperate governance;
5. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan persampahan / kebersihan dan pengelolaan RTH;
6. Menerapkan inovasi dan teknologi hijau dalam pengelolaan persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
4. Tugas Dan Fungsi Pokok Dinas Pertamanan Dan Kebersihan a. Tugas Pokok :
Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar mempunyai tugas pokok merumuskan, membina, mengendalikan kebijakan di bidang pertamanan, penghijauan, tata kelola keindahan (dekorasi) kota, penyelenggaraan kebersihan/persampahan, penanganan pemakaman dan Tempat Penanganan Akhir Sampah (TPA)
b. Fungsi :
1. Penyusunan rumusan kebijakan teknis pembinaan umum di bidang pertamanan, penghijauan, tata kelolah keindahan (dekorasi) kota, penyelenggaraan kebersihan mengenai persampahan, penanganan pemakaman dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah 2. Penyusunan rencana dan program pembinaan, pengembangan di
bidang pertamanan, penghijauan, tata keindahan (dekorasi) kota, penyelenggaraan kebersihan mengenai persampahan, penanganan pemakaman dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah