Untuk mengetahui penyebab berkembangnya permukiman di bantaran Sungai Tallo Kelurahan Rapokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar. Serta mencari tahu strategi pengendalian perkembangan permukiman di sepanjang bantaran Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Faktor apa saja yang menyebabkan berkembangnya permukiman di bantaran Sungai Tallo Kelurahan Rapokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar.
Bagaimana strategi pengendalian perkembangan permukiman di sepanjang Sungai Tallo, Desa Rappokalling, Kecamatan Tallo dan Kota Makassar. Untuk mengetahui penyebab berkembangnya permukiman di bantaran Sungai Tallo Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar. Untuk mengidentifikasi strategi pengendalian pembangunan perumahan di sepanjang bantaran Sungai Tallo, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Untuk mengetahui penyebab berkembangnya permukiman di bantaran Sungai Tallo Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar. Untuk mengetahui strategi pengendalian perkembangan permukiman di sepanjang Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Batasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Sistematika Penulisan
Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah tahapan-tahapan dalam proses penyusunan laporan dengan tujuan agar pembaca dapat dengan mudah mengenal dan memahami isi penelitian ini.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Permukiman
Permukiman Di pinggiran Sungai
Perkembangan Permukiman Di Pinggiran Sungai
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Metode penelitian mempunyai jenis yang berbeda-beda, dilihat dari landasan filosofis, data dan analisisnya. Metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif, dan metode penelitian gabungan (mixed method). Menurut para ahli, metode kuantitatif adalah metode survei dan eksperimen. (Creswell, 2009) Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk melakukan pengukuran, peneliti melakukan kajian dari berbagai jenis literatur terkait dengan hasil observasi langsung di lapangan terkait dengan hasil observasi langsung di lapangan, dengan membaginya menjadi subvariabel yang berbeda/ komponen indikator. Masing-masing subvariabel/indikator yang ditentukan dan diukur melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel masyarakat adat dan komunitas pendatang yang menetap di Desa Rapokalling yang diminta menjawab serangkaian pertanyaan survei untuk menentukan frekuensi dan persentase pengambilan keputusan.
Lokasi Penelitian
Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan metode analisis yang digunakan yaitu Chi-Square. Jumlah sampel sesuai dengan prinsip matematis karena uji Chi-square sangat sensitif terhadap jumlah sampel, sehingga sampel penelitian ini akan mengacu pada kriteria yang dikemukakan oleh Hair dkk yaitu teknik MLE (Maximum Likelihood Estimation).
Jenis dan Sumber Data
Variabel Penelitian
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis chi-square untuk melihat determinan yang menggambarkan karakteristik faktor-faktor yang mempengaruhi variabel yang diteliti, kemudian merumuskan alternatif strategi partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman pesisir di Desa Rapokalling. menggunakan analisis faktor, faktor internal dan eksternal (IFE-EFE) dan matriks IE, serta analisis SWOT. menyebabkan tumbuh dan berkembangnya permukiman di. di sepanjang tepian Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Sumber data diperoleh dari hasil olahan data kuesioner. mempengaruhi tumbuhnya permukiman di sepanjang Sungai Tallo Desa Rapokalling. Hasil penyelesaian yang diharapkan. di sepanjang tepian Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Kecamatan Rapokalling merupakan salah satu dari 15 kecamatan yang ada di Kecamatan Tallo dengan luas wilayah 42,41 Ha, sedangkan luas lokasi penelitian pemukiman di bantaran sungai adalah 1,60 Ha. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Rappojawa Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, lebih tepatnya berada di lokasi RW 4 RT 8 dan RW 5 RT 6 mengingat lokasi dengan karakteristik kondisi perumahan yang searah. di tepi Sungai Tallo. Warga lokasi penelitian di Desa Rapokalling yang terletak di bantaran sungai, bermatapencaharian sebagai nelayan, buruh lepas, pedagang, dan perajin.
Warga permukiman di bantaran Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ini sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan buruh lepas. Kondisi permukiman yang ada di Kecamatan Rapokalling adalah dibangun kawasan pemukiman yang tidak sesuai dengan fungsinya, dimana permukiman tersebut dibangun di kawasan lindung yaitu tepat di tepi sungai. Permukiman ini sudah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang melarang bangunan di bantaran sungai, hanya saja permukiman di bantaran Sungai Tallo Desa Rapokalling juga berada di lahan ilegal.
Dalam hal ini status kepemilikan tanah di Kecamatan Rapokalling mempunyai dua jenis kepemilikan tanah, yaitu tanah bersertifikat dan tanah yang masih milik pemerintah. Dalam hal ini status kepemilikan tanah di Desa Rapokalling mempunyai dua jenis kepemilikan tanah, yaitu tanah bersertifikat dan tanah yang masih milik pemerintah, sehingga sebagian besar masyarakat di Desa Rapokalling terutama berdomisili langsung di bantaran sungai. adalah pemukim ilegal. Faktor apa saja yang menyebabkan tumbuh dan berkembangnya permukiman di bantaran Sungai Tallo, perkampungan pemukiman di sepanjang bantaran Sungai Tallo, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Aspek politik, terlihat kecenderungan masyarakat untuk hidup sesuai uji chi square berdampak pada aspek politik. Aspek ekonomi, terlihat kecenderungan masyarakat hidup menurut uji chi square mempengaruhi aspek ekonomi. Peneliti menyimpulkan bahwa strategi yang digunakan untuk mengendalikan pembangunan permukiman di bantaran Sungai Tallo Kelurahan Rapokalling Kecamatan Tallo Kota Makassar adalah strategi WO yaitu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada.
Metode Analsisi
Defenisi Operasional
DATA DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum
- Gambaran Umum Kota Makassar
- Gambaran Umum Kecamatan
- Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Untuk mengukur besarnya pengaruh kecenderungan masyarakat tinggal di lokasi terhadap aspek politik, kemudian dilakukan uji kontingensi. Untuk mengukur besarnya pengaruh kecenderungan masyarakat tinggal di lokasi terhadap aspek ekonomi, kemudian dilakukan uji kontingensi. Dari hasil tabel 4.5 diatas terlihat bahwa kecenderungan masyarakat hidup menurut uji kuadrat tidak berpengaruh terhadap aspek sosial.
Untuk mengukur besarnya pengaruh kecenderungan tinggal masyarakat terhadap lokasi terhadap aspek sosial, kemudian dilakukan uji kontingensi. Berdasarkan tabel 4.6 di atas terlihat bahwa kecenderungan masyarakat hidup menurut uji chi square tidak berpengaruh terhadap aspek budaya. Untuk mengukur besarnya pengaruh kecenderungan hidup suatu masyarakat terhadap lokasi pada aspek budaya, kemudian dilakukan uji kontingensi.
Aspek sosial, terlihat kecenderungan masyarakat hidup menurut uji chi square tidak berpengaruh terhadap aspek sosial. Aspek budaya, terlihat kecenderungan masyarakat hidup menurut uji chi square tidak mempunyai pengaruh terhadap aspek budaya.
Pembahasan
- Analisis Kecenderungan Masayarakat Untuk Berhuni
- Analisis Kecenderungan Masyarakat Untuk Berhuni
- Analisis Kecenderungan Masyarakat Untuk Berhuni
- Analisis Kecenderungan Masyarakat Untuk Berhuni
- Faktor Apa Yang Menyebabkan Tumbuh Kembangnya
PENUTUP
Kesimpulan
Peneliti menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecenderungan masyarakat untuk tinggal di bantaran Sungai Tallo yaitu aspek ekonomi dan politik mempengaruhi keberadaan pemukiman tersebut.
Saran
Meningkatkan perekonomian nelayan, seperti memberikan edukasi kepada masyarakat tepi sungai agar memiliki keterampilan yang terampil, sehingga meningkatkan kemampuan nelayan dalam menangkap hasil laut. Faktor penghambat masyarakat dalam mengubah orientasi pemukimannya ke arah sungai (studi kasus: Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung). Perbandingan pola permukiman dan kondisi lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung di Kecamatan Bidara Cina dan Tanjung Barat di Jakarta.
POLA PERMUKIMAN TEPI SUNGAI, STUDI KASUS: DESA SEPUK LAUT, DESA PUNGUR BESAR DAN TANJUNG SALEH KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA. Menurut Anda, tinggal di bantaran sungai merupakan suatu kebahagiaan bagi keluarga yang sudah beberapa generasi tinggal di sini.