KUALITAS AIR SUNGAI
Oleh:
Edwin Permana, ST, MT
UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Kualitas Air Sungai
Untuk melihat kualitas Sungai,
dilakukan pengambilan sampel air di
bagian hulu dan hilir titik pembuangan air limbah. Untuk pengujian dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang
terakreditasi.
Kualitas Air Sungai
Wajib memenuhi baku mutu air
kelas II PPRI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air.
Status Mutu Air
•Status mutu air adalah tingkat kondisi mutu air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan.
Status Mutu Air
•Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air, penentuan status mutu air dapat menggunakan metoda Storet atau metoda Indeks Pencemaran
Indeks Pencemaran
Sumitomo dan Nemerow (1970), Universitas Texas, A.S., mengusulkan suatu indeks yang berkaitan dengan senyawa pencemar yang bermakna untuk suatu peruntukan. Indeks ini dinyatakan sebagai Indeks Pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan
Indeks Pencemaran
Indeks ini memiliki konsep yang berlainan dengan Indeks Kualitas Air (Water Quality Index). Indeks Pencemaran (IP) ditentukan untuk suatu peruntukan, kemudian dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukan bagi seluruh bagian badan air atau sebagian dari suatu sungai
Nilai Indeks Pencemaran
Nilai PIj Status Mutu Air
0 ≤ PIj ≤ 1,0 Memenuhi Baku Mutu (Kualitas Baik)
1,0 ≤ Pij ≤ 5,0 Cemar Ringan
5,0 ≤ Pij ≤ 10,0 Cemar Sedang
Pij ≥ 10,0 Cemar Berat
Sumber: KepmenLH No. 113 Tahun 2003
Nilai Indeks Pencemaran
Sumber: KepmenLH No. 113 Tahun 2003
Daya Tampung Beban Pencemaran
Daya tampung beban pencemaran air didasarkan pada
1. kualitas air penerima 2. kualitas pencemar
Berdasarkan aliran (debit) dan konsentrasi air limbah serta badan air penerima.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
survei instansional (data sekunder)
survei lapangan (data primer) dan
analisis laboratorium (untuk data kualitas air
sungai/ sumber air).
Survei Data Primer
Survei Data Primer
Merupakan kegiatan pengumpulan data di beberapa titik lokasi yang telah ditentukan, yang meliputi :
• Penentuan besarnya debit sungai sebagai penerima limbah dan debit sumber limbah.
• Pengukuran langsung di lokasi terhadap beberapa parameter kualitas air sungai penerima limbah dan sumber limbah (analisa in situ),
• Perhitungan besarnya batas debit limbah toleransi yang dapat dibuang pada badan sungai saat debit minimum.
Survei Data Sekunder
Survei Data Sekunder
• Merupakan kegiatan pengumpulan data angka atau peta, uraian keadaan wilayah, yang telah tersedia dari pihak penanggung jawab industri dan pihak terkait lainnya. Pembuatan peta dapat dilakukan dengan menggunakan Geographic Information
System (GIS) dan data koordinat yang diperoleh dari lapangan.
Daya Tampung Beban Pencemaran
Untuk menentukan beban daya tampung dengan
menggunakan metoda neraca massa, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
• Ukur konsentrasi setiap konstituen dan laju alir pada aliran sungai sebelum bercampur dengan sumber
pencemar.
• Ukur konsentrasi setiap konstituen dan laju alir pada setiap aliran sumber pencemar.
• Tentukan konsentrasi rata-rata pada aliran akhir
setelah aliran bercampur dengan sumber pencemar
Daya Tampung Beban Pencemaran
• perhitungan:
Dimana:
• CR: Konsentrasi rata-rata Konstituen untuk aliran gabungan
• Ci : Konsentrasi Konstituen pada aliran ke-i
• Qi : Laju alir aliran ke-i
• Mi : Massa Konstituen pada aliran Ke-i
•
Daya Tampung Beban Pencemaran
Parameter
Air Limbah (Outlet) Air Sungai (Hulu)
Konsentrasi Rata-Rata
Baku Mutu Air Kelas II
(mg/L)
Ket Hasil
(mg/L)
Debit (m3/det)
Hasil (mg/L)
Debit (m3/det)
COD 25
0,00029
11
39,9
11,007 25 Diizinka
n
TSS 16 26 26,004 50 Diizinka
n
Minyak-Lemak 2,4 0 0,001 1 Diizinka
n
NH3-N 2,32 0 0,001 (-) Diizinka
n