Kuantitatif 25/10/24
longidutinal / studi panel / panel data
cross sectional - memetakan kondisi dalam satu Waktu (snapshot)
longidutinal
- Waktu yang panjang
- Bisa mengamati pra dan pasca - kehilangan responden (atrisi)
- refusal (tapi bukan bagian dari atrisi)
atrisi: narasumber meninggal / pindah - tergantung pada design studi
ct: setelah dilacak, subyek pindah tidak sesuai dengan wilayah studi, tidak ush diwawancara kembali
descriptive,
inferensial, temuan dari sample bisa merefleksikan apa yang ada di populasi
bu amel:
membuat hipotesa bukan kewajiban. hanya sebuah cara. fokusnya hanya riset question.
tidak boleh pakai p value? p value ada banyak kekurangan boleh pakai p value, tapi bukan jadi alasan signifikan atau tidak. Keluarkan angka apa adanya, biar orang melakukan interpretasi.
Tidak harus menyimpulkan bahwa hasil signifikan / tidak.
Bahasa hipotesis: bukan hipotesis "diterima", tapi "tidak ditolak"
jangan pakai kata "pengaruh/dampak" kalau tidak memakai metode kausal
cross sectional - survey biasa, kajiannya observational study, biasanya menggunakan metode analisis konvensional, bukan berarti observational tidak bisa pakai kausal analisis
metode RCT untuk mengukur dampak, impact evaluation, basisnya 'eksperimen' (berapa besar dampaknya)
quasi experiment -> memungkinkan memakai cross sectional
Y - potential outcomes what if.... conterfactual -> mengukur besaran dampak
asosiasi – hubungan
korelasi beda dengan asosiasi
measure. populasi, definisi operasional.
istilah:
'dependent'/outcome/respons
'independent'/explanatori/prediktor
Gimana cara mengetahui gap?
Pastikan cari riset terdahulu benar-benar nggak ada
“riset sebelumnya fokus kepada A, sedangkan kita mau fokus kepada B”
We’re not critizing
Years (universal):
- Tamat / tidak
- Tingkatan pendidikan bisa berbeda tiap negara
kategorikal variabel continue variabel
baseline (alur waktu penelitian)