1 RESUME KULIAH PBTG 10
1. Kegagalan Struktur
Bangunan Beton Bertulang: Kegagalan pada bangunan beton bertulang sering terjadi karena desain yang tidak memadai, penggunaan material berkualitas rendah, dan praktik konstruksi yang buruk. Keretakan dan keropos pada beton dapat menyebabkan kegagalan struktural yang serius.
Bangunan Tanpa Struktur atau non engineer: Bangunan yang tidak memiliki struktur yang memadai, seperti dinding bata tanpa penguat, sangat rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Kegagalan sering terjadi pada sambungan antara elemen elemen bangunan.
Umumnya Kegagalan: Kegagalan struktur dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti korosi pada tulangan, beban berlebih, dan kondisi tanah yang tidak stabil 2. Kerusakan Struktur Akibat Gempa Bumi.
a. Ringan: Kerusakan minor seperti retakan kecil pada dinding dan plafon.
Bangunan masih aman secara struktural4.
b. Sedang: Kerusakan lebih signifikan pada elemen non-struktural dan beberapa elemen struktural. Akses ke beberapa area mungkin perlu dibatasi4.
c. Berat: Kerusakan parah pada elemen struktural dan non-struktural. Bangunan mungkin tidak aman untuk digunakan dan memerlukan perbaikan besar.
d. Sangat Berat: Bangunan mengalami kerusakan total atau hampir total. Struktur utama bangunan rusak parah, dan bangunan mungkin perlu dirobohkan.
3. Jenis-Jenis Kerusakan Bangunan Akibat Gempa
a. Retakan pada Dinding: Retakan ini bisa terjadi pada dinding bata atau beton dan dapat bervariasi dari retakan kecil hingga besar yang mempengaruhi integritas struktural5.
b. Kerusakan pada Sambungan: Sambungan antara kolom dan balok atau antara elemen struktural lainnya sering menjadi titik lemah selama gempa6.
c. Keruntuhan Parsial atau Total: Bangunan dapat mengalami keruntuhan sebagian atau total, terutama jika desain dan konstruksi tidak memenuhi standar tahan gempa.
d. Kegagalan balok: balok bisa jadi retak ataupun patah, kerusakan yang parah dapat berpotensi meruntuhkan lantai
e. Kerusakan pada Lantai: Lantai yang retak atau bergelombang.
f. Kerusakan pada Atap: Atap yang runtuh atau bocor.
g. Kerusakan pada Tangga: Tangga yang retak atau bergeser.
h. Kerusakan pada Dinding Pengisi: Dinding pengisi yang retak atau runtuh.
i. Kerusakan pada Elemen Non-Struktural: Elemen seperti plafon dan partisi yang rusak.