• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH PENGANTAR STUDIO KOTA & PERMUKIMAN

N/A
N/A
Cynthia Puspitasari

Academic year: 2024

Membagikan "KULIAH PENGANTAR STUDIO KOTA & PERMUKIMAN"

Copied!
240
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH PENGANTAR

STUDIO KOTA & PERMUKIMAN

Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur – Universitas Pancasila

(2)

Materi Hari Ini

o Pengertian kota & permukiman

o Urgensi & tujuan yang ingin dicapai

o Ragam kasus perancangan kota & permukiman o Perkuliahan

o Tugas kuliah

(3)

Kota

Apa itu kota?

Kota adalah suatu permukiman yang relatif besar, padat dan permanen, terdiri dari kelompok individu-indivudu yang heterogen dari segi sosial

(Amos Rapoport)

Kota adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi

(Undang-Undang No. 22 Tahun 1999)

(4)

Permukiman

Apa itu permukiman?

Bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau kawasan perdesaan

(Undang-Undang No. 1 Tahun 2011)

Penataan kawasan yang dibuat oleh manusia dan tujuannya adalah untuk berusaha hidup secara lebih mudah dan lebih baik serta memberi rasa bahagia dan rasa aman (Doxiadis)

(5)

Urgensi Perancangan Kota dan Permukiman

Mengapa diperlukan perancangan kota dan permukiman ?

o

Adanya kebijakan penataan ruang

o

Adanya kebijakan otonomi daerah

o

Adanya kebijakan pembangunan berkelanjutan

o

Adanya kebijakan pembangunan ekologis (ramah lingkungan)

o

Adanya tuntutan resiliensi/ketahanan terhadap ancaman dan perubahan zaman
(6)

Tujuan Perancangan Kota dan Permukiman

Apa tujuan perancangan kota dan permukiman ?

o

Membuat kota lebih manusiawi

o

Menghubungkan bentuk fisik kota dengan keadaan alam, misal orientasi

o

Menselaraskan urban/perkotaan dengan alam

o

Menciptakan ruang-ruang kota yang berkualitas

o

Menjadikan kota sebagai suatu pelabuhan keanekaragaman (Spreiregen, 1965)
(7)

Ragam Perancangan Kota dan Permukiman

o Penataan..

o Pengembangan..

o Peremajaan..

o Pembangunan..

o Revitalisasi..

o Redesign..

o Kawasan Perdagangan

o Kawasan Wisata

o Kawasan Pendidikan

o Kawasan Komersial

o Kawasan Campuran

o Kawasan Kota Lama

o Kawasan Kota Baru

o Kawasan Tepi Air

o Dst

(8)

Arsitektur

Ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak)

Penataan Kawasan? ?

Urban Design

Seni dalam merancang kota. Jembatan antara profesi perencanaan kota dan arsitektur, yang perhatian utamanya adalah pada bentuk fisik wilayah perkotaan. Dalam hai ini; Catanese dan Snyder menjelaskan posisi urban design dalam proses perencanaan dan perancangan dalam skala makro (Catanese dan Snyder)

Arsitektur Kota

Perencanaan dan perancangan lingkungan binaan dalam lingkup makro berupa kota atau kawasan

(9)

Penataan Kawasan?

Penataan Kawasan

Bagian dari Urban Design

Arsitektur

Perencanaan Kota

Lingkungan Ekonomi

Engineering

Hukum Psikologi

Sejarah

Antropologi

Dan banyak lagi..

(10)

Apa saja yang ditata?

Kedudukan Lokasi Figure Ground

Peruntukan Lahan Tata Bangunan

Sirkulasi dan Parkir Ruang Terbuka Hijau

Tata Kualitas Lingkungan Prasarana dan Utilitas

KONSEP PENATAAN

(MASTERPLAN)

(11)

Konsep Penataan

1 A Space Becomes a Place 2 Built on the Past

3 Connected to the Landscape 4 Expect the Unexpected

5 Mix and Match

6 Cohesion, Not Uniformity 7 Economically Viable

8 Equitable and Inclusive 9 Environmentally Conscious

10 Focus on the People, Not the Car Top 10 Indicators of Good Urban Design (Adashofdesign)

Konsep harus menjadi

acuan dalam penataan

semua elemen

(12)

Penataan Kawasan Perdagangan

(13)

Pengembangan Kawasan Wisata

Sumber:

https://blogb nm.wordpres s.com/2013/1 2/18/masterp lan-hutan- wisata- meranti- putih/ diakses 9 Februari 2022

(14)

Revitalisasi Kawasan Lama

Sumber: https://www.constructionplusasia.com/id/revitalisasi-taman- ismail-marzuki/ diakses 9 Februari 2022

(15)

Pelestarian Kawasan Cagar Budaya

Sumber: http://designunit.com.my/master-planning/master-plan- malacca/ diakses 9 Februari 2022

(16)

Perkuliahan

No.1 Aspek Penjelasan

1. Persyaratan Pernah mengambil mata kuliah Pengantar Kota dan Pengantar Permukiman

2. SKS 4

3. Jadwal kuliah Setiap Hari Sabtu 2 minggu sekali 4. Waktu 15.30 WIB – 20.10 WIB

5. UTS 21 Oktober 2022

6. Materi UTS Dokumen laporan pendataan lokasi studi & analisis 7. Pelaksanaan

Kuliah

Daring (online). Media platform: zoom meeting, WAG, GD (Jika tidak hadir secara online harap melaporkan)

8. Materi UAS Konsep dan Desain Penataan Kawasan secara individu

(17)

Komponen Penilaian

Tugas: (40%) UTS: (30%) UAS: (30%)

Poin tambahan:

o Kehadiran di kelas

o Asistensi

o Pro aktif di kelas

(18)

Tugas Kuliah

PENATAAN KAWASAN PERDAGANGAN

DAN JASA

(19)

Contoh:

(20)

Prinsip Penataan/Pengembangan Kawasan

Sumber:

https://www.bnim.co m/project/jacobs- center-neighborhood- innovation-town- center-master-plan diakses 9 Februari 2022

(21)

Prinsip Penataan/Pengembangan Kawasan

Sumber:

https://www.bnim.co m/project/jacobs- center-neighborhood- innovation-town- center-master-plan diakses 9 Februari 2022

(22)

Prinsip Penataan/Pengembangan Kawasan

Sumber:

https://www.designco llective.com/portfolio/

project/carillon- master-plan/ diakses 9 Februari 2022

(23)

Prinsip Penataan/Pengembangan Kawasan

Sumber:

https://www.designco llective.com/portfolio/

project/carillon- master-plan/ diakses 9 Februari 2022

(24)

Tugas Kuliah

No. Aspek Penjelasan

1. Tujuan Mampu mencetuskan ide perencanaan dan perancangan Penataan Kawasan Perdagangan dan Jasa

2. Penilaian • Tracing peta kawasan

(kelompok) • Kelengkapan potensi & masalah kawasan

• Kelengkapan data untuk kebutuhan rancangan

• Kelengkapan dokumentasi data 3. Penilaian • Konsep

(perorangan) • Desain

Inovasi yang diterapkan
(25)

Tugas Kuliah

No. Aspek Penjelasan

4. Media Harus/Wajib dengan komputer

5. Kewajiban • Asistensi dengan pembimbing melalui media online email dan/atau WA

• Mengisi Daftar hadir/Lapor Hadir 6. Sifat Tugas • Berkelompok (sblm UTS)

• Perorangan (setelah UTS)

7. Jadwal Pengumpulan tugas besar adalah 16 Desember

2023 secara online

(26)

Survei Data dan Analisis dalam Perancangan Kota

Studio Kota dan Permukiman Cynthia Puspitasari

(27)

Panduan survei

Lokasi survei

Penjelasan tentang menyusun layout gambar peta dan titik-titik potensi serta permasalahan kawasan

Penjelasan tentang menyusun layout pengolahan data

Penjelasan tentang menyusun analisis dalam layout gambar dan narasi

Membuat tracing peta

Tugas hari ini

MATERI HARI INI

(28)

01 PANDUAN SURVEI

(29)

Persiapan peta lokasi

Pengumpulan data

• Data primer: diambil langsung dari lapangan

• Data sekunder: bisa dilakukan dari internet maupun buku atau koran dll.

SURVEI YANG DILAKUKAN

o Identifikasi potensi dan masalah

o Mentracing peta kawasan dan sekitarnya

o Membuat penyajian gambar peta dan

menggabungkannya dengan data potensi serta permasalahan kawasan

HASIL

(30)

• Data primer:

• Foto-foto

• Wawancara

• Hasil observasi

• Data sekunder :

• Peta kawasan

• Sejarah kawasan

• Perkembangan lokasi

• Kondisi geografis

• Kondisi sosial budaya

• Kondisi ekonomi

IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH

Disajikan dalam format poster

(grafis & tekstual)

(31)

POTENSI = KEMAMPUAN UNTUK BERKEMBANG; KEKUATAN POTENSI FISIK

o Jalan, jembatan, trotoar yang tersedia di sekitar lokasi, o Vegetasi/pepohonan di sekitar lokasi

o Bangunan-bangunan menonjol/ikonik/terkenal dst

IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN

POTENSI NON FISIK

o Dekat dengan Kawasan perumahan, Kawasan Pendidikan, dsb.

o Warga masyarakat sering bergotong-royong

o Terdapat ritual/upacara adat setiap 1 Muharam, sumber daya manusia memadai dst

(32)

PERMASALAHAN = SESUATU YANG HARUS DISELESAIKAN PERMASALAHAN FISIK

o Jalan, jembatan, trotoar rusak berat sehingga menimbulkan kemacetan

o Saluran air tidak dibersihkan sehingga mampat dan menimbulkan genangan apabila hujan lebat

o Bangunan pasar sudah pudar warna catnya dan merupakan bangunan lama dst

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KAWASAN

PERMASALAHAN NON FISIK

o Sering terjadi kejahatan seperti penjambretan dan pencopetan

o Pedagang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan karena sudah merasa membayar iuran dst

(33)

02 LOKASI SURVEI

(34)

KORIDOR

PERDAGANGAN CIPUTAT

Catatan:

1. Lokasi kawasan berada pada koridor perdagangan Jalan Dewi Sartika, Ciputat

2. Delineasi Kawasan:

satu lapis kavling yang menghadap ke jalan utama 3. Batas utara: pertigaan Jl. Ir. H.

Juanda, Jl. Ki Hajar Dewantara,

& Jl. Dewi Sartika

4. Batas selatan: pertigaan Jl. Dewi Sartika, Jl. Nangka, & Jl. Masjid Ar Riyadh

(35)

03 LAYOUT GAMBAR PETA DAN TITIK-TITIK POTENSI SERTA PERMASALAHAN

(36)

LANGKAH-LANGKAH

Siapkan layout kertas, misalnya A3 (format landscape/portrait)

Persiapkan peta dengan resolusi yang baik dari Cadmapper / Google earth Pro / Google Map

(view satelite)

Gunakan software Adobe Photoshop/Power Point/Corel Draw dll untuk membuat layout

Tempatkan pada bagian tengah atau tepi kertas sesuai dengan kebutuhan

Susun kelompok foto potensi dan masalah dan tunjukkan titik posisinya pada peta

Berikan narasi di setiap foto sesuai dengan konteksnya

(37)

Sumber: behance.net

(38)

Sumber:

behance.n et

(39)

Sumber: id.pinterest.com

(40)

04 LAYOUT PENGOLAHAN DATA

(41)

LANGKAH-LANGKAH

Susun data lokasi, sejarah kawasan, perkembangan lokasi, kondisi geografis, kondisi sosial budaya, dan kondisi ekonomi ke dalam layout kertas bersama peta

Beri judul masing-masing data dengan jenis dan ukuran huruf (font) yang menarik

Tambahkan foto ilustrasi pada setiap data dan narasi secara ringkas dan padat

(42)

Sumber:

folignoweb.it

(43)
(44)

05 ANALISIS DALAM LAYOUT GAMBAR DAN NARASI

(45)
(46)

Sumber: id.pinterest.com

(47)

Sumber: behance.net

(48)

Sumber: behance.net

(49)

06 MEMBUAT TRACING PETA

(50)

APA ITU TRACING?

Berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata “trace”

• a surviving mark, sign, or evidence of the former existence, influence, or action of some agent or event; vestige

• a tracing, drawing, or sketch of something

• a lightly drawn line, as the record drawn by a self-registering instrument Jejak, bekas, tanda, kesan, bakat

Sumber: dictionary.com, translate.google.com

(51)

Sumber: dictionary.com, translate.google.com

Dalam bentuk Verb “Tracing” memiliki pemahaman:

• to follow the footprints, track, or traces of

• to draw (a line, outline, figure, etc.)

• to make a plan, diagram, or map of

Mengikuti jejak, menjiplak, menemukan, mengusut, menelusuri, menggambar ulang

dengan memakai acuan/patrun

Sumber: macangadungan.com

APA ITU TRACING?

(52)

Peta

• Peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu dan digambarkan pada bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu (Aryono, 1988)

TRACING PETA adalah upaya menjiplak atau mengambar ulang permukaan bumi dalam bidang datar pada skala

tertentu dengan menjadikan peta sebagai acuan

• Tracing Manual

• Tracing Digital

APA ITU TRACING PETA?

(53)

• Membuat pemetaan suatu wilayah

• Merubah format gambar jpeg, bitmap dll pada sebuah wilayah menjadi format vector

• Mendapatkan gambaran outline sebuah wilayah

• Membantu memahami situasi dan kondisi suatu wilayah

UNTUK APA TRACING PETA SECARA DIGITAL?

(54)

SOFTWARE YANG DIBUTUHKAN PADA TRACING PETA

• Cadmapper / Google earth Pro / Google Map (view satelite)

• AutoCAD, SketchUp, Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, Zara X ataupun software khusus tracing seperti Corel Trace

• Bisa menggunakan softwate seperti Photoshop, Powerpoint namun hasil peta bukan berupa vector dan kualitas kurang optimal tidak editable

Peta dari cadmapper.com Peta dari googlemaps

(55)

LANGKAH-LANGKAH TRACING PETA SECARA DIGITAL

• Buka Cadmapper/Google earth Pro / Google Map (view satelite)

• Cari lokasi yang dituju

• Tentukan skala peta (dalam satuan meter)

• Untuk menentukan skala dapat diatur di Toolbar View/Lihat, lalu aktifkan keterangan skala

• Gunakan Alt + atau Alt – untuk setting view gambar secara

perlahan Simpan gambar dalam format Jpeg atau print as PDF

pada aplikasi Google map

(56)

• Buka AutoCAD

• Atur satuan dalam meter

• Impor peta melalui toolbar Insert – Attach – pilih file peta

• Atur skala peta sesuai dengan panjang garis skala pada peta

LANGKAH-LANGKAH TRACING PETA SECARA DIGITAL

(57)

• Buat garis bantu yang panjangnya sama dengan garis skala peta, misalnya 700 m

• Tempatkan garis tersebut tepat sejajar dengan ujung kiri garis skala peta

• Atur ukuran peta dengan

menyamakan panjang garis skala peta dengan garis bantu

• Gunakan perintah scale (sc) jadikan garis bantu sebagai refence

Menyesuaikan skala gambar dengan peta

Klik peta - scale - klik di ujung kiri skala - ketik r -klik ujung skala - klik ujung kanan garis bantu

LANGKAH-LANGKAH TRACING PETA SECARA DIGITAL

(58)

• Buat layer baru, beri nama sesuai gambar (misalnya: jalan untuk

gambar jalan), bangunan untuk bangunan dst)

• Beri warna layer yang kontras terhadap gambar peta

• Gunakan perintah pl (polyline) untuk membuat garis menerus

• Mulai menjiplak peta mengikuti gambar

Menjiplak peta

LANGKAH-LANGKAH TRACING PETA SECARA DIGITAL

(59)

Sumber: http://willieautocad.blogspot.co.id

(60)

• Melakukan survei data primer, sekunder dan analisis potensi serta permasalahan

• Membuat tracing peta kondisi eksisting dan menyertakan potensi serta permasalahan buat dalam bentuk layout yang menarik

• Menyajikan data narasi dengan ringkas dan padat dalam layout yang menarik namun informatif

• Sertakan lambang utara, skala batang dan judul gambar

• Optimalkan ukuran peta sesuai besar kertas dan orientasi gambar bebas landscape atau portrait

• Tugas dibuat dalam kertas A3 (PDF)

• Tugas dikumpulkan ke GD paling lambat tanggal 22 September 2023

TUGAS HARI INI (berkelompok)

(61)

Rencana Tata Ruang dan Perencanaan Kota

Materi ke 3

Studio Arsitektur Kota dan

Permukiman

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA

(62)

Apa saja yang perlu

diperhatikan dalam

merancang

kota?

(63)

ü Sebelum membangun/memperluas/menata sebuah kota harus melakukan perencanaan (seperti penyelidikan akan potensi-masalah, penempatan lokasi kota, dll.)

ü Memperhatikan peraturan-peraturan terkait tentang lokasi/kota yang bersangkutan/Perencanaan Ruang (Spatial Planning)

ü Memperhatikan peraturan-peraturan teknis yang lebih detil (tentang jalur pejalan kaki, tentang ruang terbuka hijau, tentang drainase, dll.)

ü Melakukan pemetaan tentang tata letak bangunan (bangunan perumahan, perdagangan, sosial-budaya, dll.) sehingga tidak saling timpa tindih.

ü Melakukan pemetaan tentang ruang terbuka kota (baik hijau, non hijau, biru).

ü Melihat keterkaitan lokasi yang direncanakan dengan lokasi potensial lain

(linkage).

(64)

Memperhatikan peraturan-peraturan terkait tentang kota/lokasi yang bersangkutan, yang

akan dijadikan lokasi studi

Di INDONESIA

Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN)

Lembaga Tinggi Negara Penyusun/Pembuat Undang-Undang Menyusun dan Mensahkan Undang-Undang Penataan Ruang (Undang-

Undang Nomor 26 Tahun 2007)

Penyusun Penataan Ruang (Spatial Planning) untuk:

Nasional

Kawasan Strategis Nasional Provinsi

Kabupaten/Kota

(65)

Sumber: Permen PUPR No. 6 Tahun 2007

Kedudukan Peraturan- Peraturan Terkait

Penataan Ruang di

Indonesia

(66)

Penjelasan Peraturan Penataan Ruang Berdasarkan Skala Peta

(67)

1. STRUKTUR

PERUNTUKAN LAHAN

Struktur Peruntukan Lahan merupakan komponen rancang kawasan yang berperan penting dalam alokasi penggunaan dan penguasaan lahan/tata guna lahan yang telah ditetapkan dalam suatu kawasan perencanaan tertentu berdasarkan ketentuan dalam rencana tata ruang wilayah.

Permen PUPR No. 6 Tahun 2007

(68)

2. INTENSITAS

PEMANFAATAN LAHAN

Intensitas Pemanfaatan Lahan adalah tingkat alokasi dan distribusi luas lantai maksimum bangunan terhadap lahan/tapak peruntukannya. Contohnya: KDB, KLB, KDH, KTB

Permen PUPR No. 6 Tahun 2007

keadaan eksisting (penggunaan lahan eksisting

dan intensitas pemanfaatan lahan eksisting)

(69)

3. PERATURAN ZONASI

Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/zona peruntukan yang penetapan zonanya dalam rencana rinci tata ruang.

Permen ATR/BPN Nomor 11 Tahun 2021

(70)

TUGAS HARI INI

1. Siapkan peta figure and ground di kertas A3

2. Siapkan juga peta eksisting lahan dari google earth dan tampilkan di kertas A3 dengan skala 1:1000/diberikan skala batang

3. Kumpulkan berdasarkan arahan dosen dan diupload ke LMS

4. Buatlah analisis tentang struktur peruntukan lahan dan intensitas pemanfaatan lahan, caranya:

• Sampaikan dahulu di peta nomor 2, keadaan eksisting (penggunaan lahan eksisting dan intensitas pemanfaatan lahan eksisting)

• Bahas/analisis keadaan eksisting tersebut

• Buatkan konsep struktur peruntukan lahan dan intensitas pemanfaatan lahan untuk ke depan (yang kalian rencanakan/sesuai arahan pemerintah)

5. Tugas dikumpulkan pada tanggal 7 Oktober 2023, melalui LMS

(71)

https://gistaru.atrbpn.go.id/rdtrinteraktif/

Untuk kota/kabupaten selain DKI Jakarta

(72)

Contoh Penyajian Hasil Survey

(73)

Zona Perkantoran, Perdagangan & Jasa KDB 45

KLB 4 KB 24 KTB 55 KDH 30

Zona Perkantoran, KDB 60

KLB 2,4 KB 4 KTB 55 KDH 30

Zona Perkantoran, KDB 60

KLB 3,5 KB 8 KTB 55 KDH 30

Zona Perkantoran, KDB 60

KLB 2,4 KB 4 KTB 55 KDH 30

Zona Perkantoran, KDB 60

KLB 3,5 KB 8 KTB 55 KDH 30

PENYAJIAN HASIL AKHIR UNTUK KE 2 TUGAS

Warna pada blok/zona merupakan rencana kalian

Zona Prasarana Pelayanan Umum

KDB 50 KLB 2 KB 4 KTB 55 KDH 30

Zona Perkantoran KDB 50

KLB 3,5 KB 16 KTB 30 KDH 55

U

(74)

Sumber: PP No. 8 Tahun 2013 tentang ketelitian peta

(75)

Tata Bangunan

Studio Arsitektur Kota dan Permukiman

(76)

Pemahaman

Tata Bangunan adalah produk dari penyelenggaraan bangunan gedung beserta lingkungannya sebagai wujud pemanfaatan ruang, pembentukan citra/karakter fisik lingkungan, besaran, dan konfigurasi dari elemen-elemen:

- Pengaturan blok lingkungan

- Pengaturan kaveling/petak lahan - Pengaturan tata massa bangunan

- Pengaturan ketinggian dan elevasi lantai bangunan

- Ekspresi bangunan dan lingkungan

(77)

Manfaat

▪ Mewujudkan kawasan yang selaras dengan morfologi perkembangan area tersebut serta keserasian dan keterpaduan pengaturan konfigurasi blok, kaveling dan bangunan.

▪ Meningkatkan kualitas ruang kota yang aman, nyaman, sehat, menarik, dan berwawasan ekologis, serta akomodatif terhadap keragaman kegiatan.

▪ Mengoptimalkan keserasian antara ruang luar bangunan dan lingkungan publik sehingga tercipta ruang-ruang antarbangunan yang interaktif.

▪ Menciptakan berbagai citra dan karakter khas dari berbagai subarea yang direncanakan.

▪ Mencapai keseimbangan, kaitan dan keterpaduan dari berbagai elemen tata bangunan dalam hal pencapaian kinerja, fungsi, estetis dan sosial, antara kawasan perencanaan dan lahan di luarnya.

▪ Mencapai lingkungan yang tanggap terhadap tuntutan kondisi ekonomi serta terciptanya integrasi sosial secara keruangan.

(78)

Pengaturan Blok Lingkungan

Pengaturan Blok Lingkungan, yaitu perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok dan jalan, di mana blok terdiri atas petak lahan/kaveling dengan konfigurasi tertentu.

Pengaturan ini terdiri atas:

(a) Bentuk dan Ukuran Blok;

(b) Pengelompokan dan Konfigurasi Blok;

(c) Ruang terbuka dan tata hijau.

Sumber: Dep. PU (2007)

(79)

Pola Pengaturan Blok Lingkungan

POLA GRID POLA RADIAL POLA ORGANIK POLA MEMUSAT POLA MEMANJANG

Sumber: Dep. PU (2007); PUPR (2018: 19)

(80)

Pola Tata Massa

Sumber Gambar: Arsitur Studio (2020)

(81)

Pola Tata Massa

(82)

Pengaturan Kaveling/Petak Lahan

Pengaturan Kaveling/Petak Lahan, yaitu perencanaan pembagian lahan dalam blok menjadi sejumlah kaveling/ petak lahan dengan ukuran, bentuk, pengelompokan dan konfigurasi tertentu.

Pengaturan ini terdiri atas:

(a) Bentuk dan Ukuran Kaveling;

(b) Pengelompokan dan Konfigurasi Kaveling;

(c) Ruang terbuka dan tata hijau.

Sumber: Dep. PU (2007)

(83)

Pengaturan Kaveling/Petak Lahan

Kapeling = kaveling (B); [lih: “persil”]

• Bagian tanah/lahan yg sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu untuk bangunan

atau tempat tinggal (petak lahan merupakan istilah lain bagi kapeling lahan/tanah).

• contoh: tanah warisan itu dibagi menjadi 5 kapeling.

• Bidang lahan yang luas dapat dipecah menjadi beberapa kaveling. Kaveling- kaveling yang sangat kecil dapat

digabungkan menjadi satu kaveling yang

lebih besar.

(84)

Contoh: Kaveling/Petak Lahan

(85)

Contoh: Kaveling/Petak Lahan

Sumber Gambar: PUPR (2018: 21)

(86)

Contoh: Kaveling/Petak Lahan Perumahan & Ruko

Sumber:

https://www.99.co/blog/

indonesia/gambar-site- plan-rumah/

https://arrayyan.co.id/k avling-ruko-amanah- trade-center/

(87)

Pengaturan Tata Massa Bangunan

Pengaturan Massa Bangunan, yaitu perencanaan pengaturan massa bangunan dalam blok/kaveling.

Pengaturan ini terdiri atas:

(a) Pengelompokan Bangunan;

(b) Letak dan Orientasi Bangunan;

(c) Sosok Massa Bangunan.

Sumber: Dep. PU (2007)

(88)

Pengaturan Tata Massa Bangunan

(89)

ORIENTASI KEGIATAN & ORIENTASI KELOMPOK BANGUNAN DI DALAM KAWASAN Sumber: https://www.123rf.com/

Contoh: Pengaturan Tata Massa Bangunan

(90)

Before After

Before After

Sumber: p2kp.org

Contoh: Pengaturan Tata Massa Bangunan

(91)

Pengaturan Ketinggian dan Elevasi

Pengaturan Ketinggian dan Elevasi Lantai Bangunan, yaitu perencanaan pengaturan ketinggian dan elevasi bangunan baik pada skala bangunan tunggal maupun kelompok bangunan pada lingkungan yang lebih makro (blok/kawasan).

Pengaturan ini terdiri atas:

(a) Ketinggian Bangunan dalam satu kawasan dapat membentuk Skyline (b) Komposisi Garis Langit Bangunan;

(c) Ketinggian Lantai Bangunan.

Sumber: Dep. PU (2007)

(92)

Contoh:

Pengaturan Ketinggian Dan Elevasi

(93)

Contoh:

Pengaturan Ketinggian Dan Elevasi

Sumber:

https://economics.illinois.edu/

https://www.dreamstime.com/

(94)

Pengaturan Bangunan di Persimpangan

Contoh: bangunan di perempatan, arah hadap menuju ke pusat lingkar perempatan dan bangunan harus mundur lebih jauh daripada bangunan di tepi jalan

Tujuan: menjamin keamanan dan kelancaran bagi pejalan

kaki dan sepeda dari kendaraan saat melakukan belokan.

(95)
(96)

Standar Jarak Mundur

Bangunan di Persimpangan

(Sumber: Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Perencanaan Geometrik Persimpangan Pt T-02-2002-B Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah)

Jarak mundur di persimpangan, misal di arteri yaitu 12 m

Kelas Jalan Lebar Jalan Jarak Mundur di

Persimpangan

Kelas I (Arteri) 11-30 m 12 meter

Kelas II (Kolektor) Minimal 9 m 10 meter

Kelas III (Lokal) Minimal 7,5 m 5 meter

Kelas IV (Lingkungan) 3,5-6,5 m 3 meter

(97)

Ekspresi Bangunan dan Lingkungan

Ekspresi bangunan adalah citra atau penampilan kulit luar bangunan yang dapat dilihat, ditangkap dan dirasakan oleh indera mata serta indera cita rasa dari pengamat atau pengguna.

Citra merupakan wujud dari sampul pembungkus bangunan.

(Laksito, 2014)

(98)

Ekspresi Bangunan dan Lingkungan

(99)
(100)
(101)

Sirkulasi pada Perancangan Kota

Studio Arsitektur Kota dan Permukiman

(102)

Sirkulasi = Peredaran (KBBI)

Sirkulasi terkait dengan Sistem / Jaringan Transportasi: Pejalan Kaki, Kendaraan

Sarana dan Prasarana yang harus direncanakan dan disediakan pada jaringan transportasi lokal adalah:

• Sistem jaringan sirkulasi kendaraan pribadi dan kendaraan umum berikut terminal / perhentiannya;

• Sistem jaringan sirkulasi pedestrian; dan

• Sistem jaringan parkir.

(BSN (2004): SNI 03-1733-2004, p. 46)

(103)

Mengapa Sirkulasi Diperlukan?

• Ada kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan sehingga orang-orang (pelaku kegiatan) perlu berpindah tempat

• Perpindahan tempat à bisa berjalan kaki / bisa perlu kendaraan

• Baik bagi pejalan kaki maupun kendaraan à memerlukan jalur untuk bergerak

• Pentingnya sistem sirkulasi & transportasi di dalam suatu Kawasan:

o

identifikasi cara orang bertransportasi

o

memberi ruang yang aman & nyaman bagi pejalan kaki

o

menyediakan ruang bagi kendaraan bermotor

o

menyediakan ruang bagi kendaraan tidak bermotor

o

menentukan titik-titik tempat berpindah moda

o

tempat parkir

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY

(104)

Jenis-jenis Pola Jaringan Jalan

Morlok (1978):

Sistem Jaringan Jalan = Salah satu elemen dari jaringan

tranportasi

wilayah

perkotaan.

(105)

Komponen Sistem Sirkulasi dan Jalur Penghubung

Sumber:

PUPR (2016)

(106)

Kondisi Sirkulasi di Sekitar Pasar

Bagaimana solusinya?

(107)

(1) Merancang sistem jaringan jalan dan pergerakan, yaitu rancangan sistem pergerakan yang terkait, antara jenis-jenis hirarki/kelas jalan yang tersebar pada kawasan

perencanaan (jalan arteri, kolektor dan jalan lingkungan/

lokal) dan jenis pergerakan yang melaluinya, baik masuk dan keluar kawasan, maupun masuk dan keluar kaveling.

(108)

Kelas Jalan

(109)

(2) Sistem sirkulasi kendaraan umum, yaitu rancangan sistem arus pergerakan kendaraan umum formal, yang dipetakan pada hirarki/kelas jalan yang ada pada Kawasan perencanaan.

(110)

(3) Sistem sirkulasi kendaraan pribadi, yaitu rancangan sistem arus pergerakan bagi kendaraan pribadi sesuai dengan hirarki/kelas jalan pada kawasan

perencanaan.

(111)

(4) Sistem sirkulasi kendaraan umum informal setempat, yaitu rancangan

sistem arus pergerakan bagi kendaraan

umum dari sektor informal, seperti ojek,

becak, andong, dan sejenisnya, yang

dipetakan pada hirarki/kelas jalan yang

ada pada kawasan perencanaan.

(112)

(5) Sistem pergerakan transit, yaitu rancangan sistem perpindahan arus pergerakan dari dua atau lebih moda

transportasi yang berbeda, yang dipetakan pada hirarki/ kelas jalan yang ada pada kawasan perencanaan.

(113)

(6) Sistem parkir, yaitu rancangan

sistem gerakan arus masuk dan keluar

kaveling atau grup kaveling untuk parkir

kendaraan di dalam internal kaveling.

(114)

(7) Sistem perencanaan jalur

servis/pelayanan lingkungan, yaitu rancangan sistem arus pergerakan dari kendaraan servis (seperti pengangkut sampah, pengangkut

barang, dan kendaraan pemadam kebakaran) dari suatu kaveling atau blok lingkungan

tertentu, yang dipetakan pada hirarki/kelas jalan yang ada pada Kawasan perencanaan.

(115)

(8) Sistem sirkulasi pejalan kaki dan sepeda, yaitu rancangan sistem arus pejalan kaki

(termasuk penyandang cacat dan lanjut usia) dan pemakai sepeda, yang khusus disediakan pada kawasan perencanaan.

(116)

(9) Sistem jaringan jalur penghubung terpadu

(pedestrian linkage), yaitu rancangan sistem jaringan

berbagai jalur penghubung yang memungkinkan menembus beberapa bangunan atau pun beberapa kaveling tertentu dan dimanfaatkan bagi kepentingan jalur publik.

Jalur penghubung terpadu ini dibutuhkan terutama pada

daerah dengan intensitas kegiatan tinggi dan beragam, seperti pada area komersial lingkungan permukiman atau area fungsi campuran (mixed-used). Jalur penghubung terpadu harus dapat memberikan kemudahan aksesibilitas bagi pejalan kaki.

(117)
(118)

Tugas

• Membuat peta kondisi eksisting (skala: 1000/skala batang) dan uraian analisis tata bangunan; uraian analisis dengan menggunakan foto kondisi eksisting dan preseden untuk gambaran masa depan dalam kertas A3 (PDF)

• Membuat peta eksisting (skala: 1000/skala batang) dan uraian analisis sistem sirkulasi dan jalur penghubung; uraian analisis dengan menggunakan foto kondisi eksisting dan preseden untuk gambaran masa depan dalam kertas A3 (PDF)

• Tugas dikumpulkan pada tanggal 7 Oktober 2023, melalui LMS

(119)

Membuat peta kondisi eksisting (skala: 1000/dengan memberikan skala batang) dan uraian analisis tata bangunan; uraian analisis dengan menggunakan foto kondisi eksisting dan

preseden untuk gambaran masa depan dalam kertas A3 (PDF)

Gambar-gambar eksisting

Gambar-gambar preseden Analisis tata

bangunan

(120)

Membuat peta eksisting (skala: 1000/dengan memberikan skala batang) dan uraian analisis sistem sirkulasi dan jalur penghubung; uraian analisis dengan menggunakan foto kondisi

eksisting dan preseden untuk gambaran masa depan dalam kertas A3 (PDF)

Gambar-gambar

preseden Gambar-gambar

preseden

Gambar-gambar eksisting Gambar-

gambar eksisting Analisis

sirkulasi

Analisis sirkulasi

(121)

Selamat Bekerja!

(122)

R U A N G T E R B U K A , T A T A H I J A U &

T A T A K U A L I T A S L I N G K U N G A N

Studio Kota dan Permukiman

Universitas Pancasila

(123)

E L E M E N P E R A N C A N G A N K O T A

R U A N G T E R B U K A d a n TATA H I J A U

Merupakan komponen rancang kawasan, yang tidak sekedar terbentuk sebagai elemen tambahan atau pun elemen sisa setelah proses rancang arsitektural diselesaikan, melainkan juga diciptakan sebagai bagian internal dari suatu lingkungan yang lebih luas.

Penataan sistem ruang terbuka diatur melalui pendekatan desain tata hijau yang membentuk karakter lingkungan serta memiliki peran penting baik secara ekologis, rekreatif dan estetis bagi lingkungan sekitarnya, dan memiliki karakter terbuka sehingga mudah diakses sebesar-besarnya oleh publik.

(124)

R UA N G T E R B U K A

(125)

R U A N G T E R B U K A K O T A

Ruang Luar

Ruang Terbuka

(126)

R U A N G T E R B U K A K O T A

Ruang yang terjadi karena pembatasan pada dua unsur bidang, yakni alas dan dinding tanpa bidang atap

Ruang Luar

Ruang-ruang antar bangunan di perkotaan untuk pergerakan aktifitas dengan zona-zona publik, semi publik dan privat

Ruang Terbuka

(127)

R U A N G T E R B U K A K O T A

Ruang terbuka adalah ruang- ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur di mana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan.

Ruang Terbuka Permendagri No.1 Tahun 2007

(128)

R U A N G T E R B U K A K O TA

Ruang Terbuka Aktif

Ruang terbuka yang mengandung unsur-unsur kegiatan di dalamnya.

Ruang Terbuka Pasif

Ruang terbuka yang tidak ada kegiatan manusia di dalamnya.

Ruang Terbuka berdasarkan Kegiatan

Timbul karena adanya:

Kebutuhan sosial budaya : beinteraksi

Kebutuhan ekonomi : kemudahan / ekonomis

Kebutuhan Politik : apresiasi

Kebutuhan ekologi : alami

(129)

R U A N G T E R B U K A K O TA

Menurut Rob Krier (1979):

Berbentuk Memanjang

Ruang terbuka yang hanya memiliki batas-batas di sisi- sisinya. Misalnya jalan, sungai, jalur pedestrian dll.

Berbentuk Cluster

Ruang-ruang terbuka yang memiliki batas-batas di sekelilingnya. Misalnya plaza, square, lapangan, bundaran dll. Ruang-ruang terbuka bentuk ini membentuk kantong-kantong yang berfungsi sebagai ruang-ruang akumulasi kegiatan.

Ruang Terbuka berdasarkan Bentuk

(130)

• Hard Space (Non Alami):

Ruang terbuka yang secara prinsip dibatasi oleh dinding arsitektural, kebanyakan berfungsi sebagai tempat berkumpul khalayak dan aktifitas sosial, berupa square atau plaza.

• Soft Space (Alami):

Ruang terbuka yang didominasi oleh lingkungan alami, baik di dalam ataupun di luar kota. Di dalam kota dapat berupa taman, kebun dan jalur hijau. (Trancik, Roger, Finding Lost Space, 1986)

Ruang Terbuka berdasarkan Fisik

R U A N G T E R B U K A K O TA

(131)

R U A N G T E R B U K A H I J A U ( S o f t S p a c e )

Pengertian

• Ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur dimana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka dan pada dasarnya tanpa bangunan.

• Dalam RTH pemanfaatannya lebih bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah atau budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan sebagainya.

(132)

R U A N G T E R B U K A H I J A U ( S o f t S p a c e )

Fungsi

• Ekologis

• Sosial Budaya

• Ekonomi

• Estetika

(133)

R U A N G T E R B U K A H I J A U

Penyediaan RTH Berdasarkan Luas Wilayah (UU No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang)

Pasal 29

RuangTerbuka Hijau publik dan Ruang terbuka Hijau privat Proporsi RTH = 30 % dari luas wilayah kota

Proporsi RTH publik = 20 % dari luas wilayah kota Proporsi RTH privat = 10 % dari luas lahan privat

Pasal 30

Distribusi ruang terbuka hijau publik disesuaikan dengan sebaran penduduk dan hierarki pelayanan dengan memperhatikan rencana struktur dan pola ruang.

Koefisien Daerah Hijau (KDH)

Adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung yang diperuntukkan bagi pertamanan/penghijauan dan luas tanah perpetakan/daerah perencanan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan.

(134)

R U A N G T E R B U K A H I J A U

Penyediaan RTH berdasarkan Jumlah Penduduk:

(135)

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

Pada Bangunan/Perumahan: Halaman, Roof Garden dst

Pada Lingkungan:

§

Taman RT

§

Taman RW

§

Taman Kelurahan

§

Taman Kecamatan

Pada Perkotaan:

§

Pemakaman

§

Taman Kota

§

Hutan Kota

§

Fungsi Lainnya seperti: Jalur Hijau, Sabuk Hijau dst

(136)

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

RTH Halaman Perkantoran, Pertokoan, Dan Tempat Usaha Umumnya berupa jalur trotoar dan area

parkir terbuka.

Penyediaan RTH pada kawasan ini adalah sebagai berikut:

1) Untuk KDB 70%-90% perlu menambahkan tanaman dalam pot;

2) Perkantoran, pertokoan dan tempat usaha dengan KDB diatas 70%, memiliki minimal 2 (dua) pohon kecil atau sedang yang ditanam pada lahan atau pada pot berdiameter diatas 60 cm;

3) KDB dibawah 70%, berlaku seperti persyaratan pada RTH pekarangan rumah, dan ditanam pada area diluar KDB yang telah ditentukan.

(137)

RTH dalam Bentuk Taman Atap Bangunan (Roof Garden) Memanfaatkan ruang terbuka non hijau, seperti

atap gedung, teras rumah, teras-teras bangunan bertingkat dan disamping bangunan, dan lain- lain dengan memakai media tambahan, seperti pot dengan berbagai ukuran.

Lahan dengan KDB di atas 90% seperti pada kawasan pertokoan di pusat kota, atau pada kawasan-kawasan dengan kepadatan tinggi dengan lahan yang sangat terbatas, RTH dapat disediakan pada atap bangunan. Untuk itu bangunan harus memiliki struktur atap yang secara teknis memungkinkan.

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

(138)

RTH Taman Lingkungan

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

TAMAN RT Luas taman ini adalah minimal 1 m2 per penduduk RT, dengan luas minimal 250 m2.

TAMAN RW Luas taman ini minimal 0,5 m2 per penduduk RW, dengan luas minimal 1.250 m2.

TAMAN KELURAHAN Luas taman ini minimal 0,30 m2 per penduduk kelurahan, dengan luas minimal taman 9.000 m2.

TAMAN KECAMATAN Luas taman ini minimal 0,2 m2 per penduduk kecamatan, dengan luas taman

minimal 24.000 m2.

(139)

RTH Taman Kota

RTH Taman kota adalah taman yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota atau bagian wilayah kota. Taman ini melayani minimal 480.000 penduduk dengan standar minimal 0,3 m2 per penduduk kota, dengan luas taman minimal 144.000 m2. Taman ini dapat berbentuk sebagai RTH (lapangan hijau), yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan olah raga, dan kompleks olah raga dengan minimal RTH 80% - 90%. Semua fasilitas tersebut terbuka untuk umum.

Taman meliputi: taman kota, taman bangunan bersejarah, taman keraton, taman alun-alun, taman lingkungan, tempat ibadah dan hutan kota

Jenis vegetasi yang dipilih berupa pohon tahunan, perdu, dan semak ditanam secara berkelompok atau menyebar berfungsi sebagai pohon pencipta iklim mikro atau sebagai pembatas antar kegiatan.

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

(140)

Contoh Kelengkapan Fasilitas RTH Taman Kota

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

(141)

RTH Taman Kota

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

(142)

Sabuk Hijau

Merupakan RTH yang berfungsi sebagai daerah penyangga dan untuk membatasi perkembangan suatu penggunaan lahan (batas kota, pemisah kawasan, dan lain-lain) atau membatasi aktivitas satu dengan aktivitas lainnya agar tidak saling mengganggu, serta pengamanan dari faktor lingkungan sekitarnya.

Dapat berupa:

• RTH yang memanjang mengikuti batas-batas area atau penggunaan lahan tertentu, dipenuhi pepohonan, sehingga berperan sebagai pembatas atau pemisah;

• Hutankota;

• Kebun campuran, perkebunan, pesawahan, yang telah ada sebelumnya (eksisting) dan melalui peraturan yang berketetapan hukum, dipertahankan keberadaannya.

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

(143)

Jalur Hijau Jalan

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

Untuk jalur hijau jalan, RTH dapat disediakan dengan penempatan tanaman antara 20–30% dari ruang milik jalan (rumija) sesuai dengan klas jalan. Untuk menentukan pemilihan jenis tanaman, perlu memperhatikan 2 (dua) hal, yaitu fungsi tanaman dan persyaratan penempatannya.

Disarankan agar dipilih jenis tanaman khas daerah setempat, yang disukai oleh burung-burung, serta tingkat evapotranspirasi rendah.

RTH TEPI JALAN DAN MEDIAN JALAN RTH DI BAWAH JALAN LAYANG

(144)

RTH Jalur Pejalan Kaki

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

Ruang pejalan kaki yang dilengkapi dengan RTH harus memenuhi hal-hal sebagai berkut:

1) Kenyamanan, adalah cara mengukur kualitas fungsional yang ditawarkan oleh sistem pedestrian yaitu:

• Orientasi, berupa tanda visual (landmark, marka jalan)

• Kemudahan berpindah dari satu arah ke arah lainnya dan aksesibel untuk semua orang termasuk penyandang cacat.

2) Karakter fisik, meliputi:

• Kriteria dimensional, disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat

• Kriteria pergerakan, jarak rata-rata orang berjalan di setiap tempat umumnya berbeda, namun pada umumnya orang tidak mau berjalan lebih dari 400 m.

Dapat mengacu pada persyaratan dari PU:

Persyaratan Teknis Aksesiblitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan dan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Ruang Pejalan Kaki.

(145)

RTH Lainnya

A R A H A N P E N Y E D I A A N R T H

Jalur hijau meliputi: tepi pantai, tepi sungai, tepi jurang, kaki bukit, tepi dan median jalan, di bawah jaringan tegangan tinggi-gas-minyak

Zona konservasi alam meliputi: hutan lindung, cagar alam, kebun binatang, mata air, sempadan rel kereta api, sempadan sungai dan sejenisnya

(146)

K E P E M I L I K A N R T H

• PUBLIK

Sistem Ruang Terbuka Umum (kepemilikan publik- aksesibilitas publik), yaitu ruang yang karakter fisiknya terbuka, bebas dan mudah diakses publik karena bukan milik pihak tertentu.

PRIVAT

Sistem Ruang Terbuka Pribadi (kepemilikan pribadi–

aksesibilitas pribadi), yaitu ruang yang karakter fisiknya terbuka tapi terbatas, yang hanya dapat diakses oleh pemilik, pengguna atau pihak tertentu.

• PRIVAT TERBUKA PUBLIK

Sistem Ruang Terbuka Privat yang dapat diakses oleh Umum (kepemilikan pribadi–aksesibilitas publik), sebagai hasil kesepakatan antara pemilik dan pihak pengelola/pemerintah daerah setempat, dengan mendapatkan kompensasi berupa insentif/disinsentif tertentu, tanpa mengubah status kepemilikannya.

Bangunan

RTH

Bangunan Bonus

(147)

TATA H I JAU

(148)

Pengertian

Jalur Tanaman adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lansekap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (DAMIJA) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA). Sering disebut jalur hijau karena dominasi elemen lansekapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau.

Vegetasi adalah keseluruhan tetumbuhan dari suatu kawasan baik yang berasal dari kawasan itu atau didatangkan dari luar, meliputi pohon, perdu, semak, dan rumput.

TATA H I J A U

(149)

TATA H I J A U

Jenis Vegetasi

Pohon

Jenis tanaman berkayu yang biasanya mempunyai batang tunggal dan dicirikan dengan pertumbuhan yang sangat tinggi.

Perdu

Tanaman berkayu yang pendek dengan batang yang cukup kaku dan kuat untuk menopang bagian-bagian tanaman.

(150)

TATA H I J A U

Jenis Vegetasi

Semak

Dicirikan dengan batang yang berukuran sama dan sederajat.

Merambat

Banyak digunakan untuk tanaman rambat dan tanaman gantung.

Liana dicirikan dengan batang yang tidak berkayu dan tidak cukup kuat untuk menopang bagian tanaman lainnya.

Herba

Jenis tanaman dengan sedikit jaringan sekunder atau tidak sama sekali (tidak berkayu) tetapi dapat berdiri tegak.

(151)

TATA H I J A U

Jenis Vegetasi

(152)

TATA H I J A U

Fungsi Vegetasi

TANAMAN PENEDUH

a) ditempatkan pada jalur tanaman (minimal 1,5 m dari tepi median);

b) percabangan 2 m di atas tanah;

c) bentuk percabangan batang tidak merunduk;

d) bermassa daun padat;

e) berasal dari perbanyakan biji;

f) ditanam secara berbaris;

g) tidak mudah tumbang.

Contoh jenis tanaman:

a) Kiara Payung (Filicium decipiens) b) Tanjung (Mimusops elengi)

c) Bungur (Lagerstroemia floribunda)

Pohon dapat memberikan keteduhan, dan menahan silau cahaya matahari bagi pejalan kaki.

(153)

TATA H I J A U

TANAMAN PENYERAP POLUSI UDARA a) terdiri dari pohon, perdu/semak;

b) memiliki kegunaan untuk menyerap udara;

c) jarak tanam rapat;

d) bermassa daun padat.

Contoh jenis tanaman:

a) Angsana (Ptherocarphus indicus)

b) Akasia daun besar (Accasia mangium) c) Oleander (Nerium oleander)

d) Bogenvil (Bougenvillea Sp)

e) Teh-tehan pangkas (Acalypha sp)

Fungsi Vegetasi

(154)

TATA H I J A U

TANAMAN PENYERAP KEBISINGAN a) terdiri dari pohon, perdu/semak;

b) membentuk massa;

c) bermassa daun rapat;

d) berbagai bentuk tajuk.

Contoh jenis tanaman:

a) Tanjung (Mimusops elengi)

b) Kiara payung (Filicium decipiens) c) Teh-tehan pangkas (Acalypha sp)

d) Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis) e) Bogenvil (Bogenvillea sp)

f) Oleander (Nerium oleander)

Fungsi Vegetasi

(155)

TATA H I J A U

TANAMAN PEMECAH ANGIN a) tanaman tinggi, perdu/semak;

b) bermassa daun padat;

c) ditanam berbaris atau membentuk massa;

d) jarak tanam rapat < 3 m.

Contoh jenis tanaman:

a) Cemara (Cassuarina equisetifolia) b) Mahoni (Swietania mahagoni) c) Tanjung (Mimusops elengi)

d) Kiara Payung (Filicium decipiens)

e) Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) Dapat berbentuk pohon atau perdu yang diletakkan dengan suatu komposisi membentuk kelompok.

Fungsi Vegetasi

(156)

TATA H I J A U

TANAMAN PEMBATAS, PENGARAH DAN PEMBENTUK PANDANGAN

a) tanaman tinggi, perdu/semak;

b) bermassa daun padat;

c) ditanam berbaris atau membentuk massa;

d) jarak tanam rapat.

Contoh jenis tanaman:

a) Bambu (Bambusa sp)

b) Cemara (Cassuarina equisetifolia)

c) Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

d) Oleander (Nerium oleander)

Pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan yang berbelok atau menuju ke suatu tujuan tertentu, juga karena letak dapat memberikan kesan yang berbeda sehingga dapat menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan.

Fungsi Vegetasi

(157)

TATA H I J A U

TANAMAN KONSERVASI

Pohon, perdu/semak atau tanaman penutup tanah yang karena sistem perakarannya dapat berfungsi untuk mencegah erosi pada tanah berlereng.

TANAMAN PENUTUP

Tanaman penutup permukaan tanah yang bersifat selain mencegah erosi tanah juga dapat menyuburkan tanah yang kekurangan unsur hara. Biasanya merupakan tanaman antara bagi tanah yang kurang subur sebelum penanaman tanaman yang tetap (permanen).

Fungsi Vegetasi

(158)

TATA H I J A U

Penataan Jalur Hijau berdasarkan Geometrik Jalan

Pada Jalur Tepi

Diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki (trotoar).

Pada Jalur Tengah (Median)

Mempunyai lebar minimum 0.80 meter, sedangkan lebar ideal adalah 4.00 - 6.00 meter Pemilihan jenis tanaman perlu memperhatikan tempat perletakannya

(159)

TATA H I J A U

Penataan Jalur Hijau berdasarkan Geometrik Jalan

Pada Daerah Tikungan

Tanaman rendah (perdu atau semak) yang berdaun padat dan berwarna terang dengan ketinggian maksimal 0.80 meter

Pada Daerah Persimpangan

Bebas pandangan yang harus terbuka agar tidak mengurangi jarak pandang

pengemudi.

a) Tanaman rendah, berbentuk tanaman perdu dengan ketinggian < 0.8 m

b) Tanaman tinggi, berbentuk pohon dengan percabangan di atas 2 meter

(160)

T A T A H I J A U

Dapat mengacu pada persyaratan dari PU: Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan

(161)

KO N S E P

R T H & Ta t a H i j a u

(162)

Contoh Konsep

R U A N G T E R B U K A d a n TATA H I J A U

(163)

Contoh Konsep

R U A N G T E R B U K A d a n TATA H I J A U

(164)

Contoh Konsep

R U A N G T E R B U K A d a n TATA H I J A U

(165)

Ta t a K u a l i t a s

L i n g k u n g a n

(166)

TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Penataan Kualitas Lingkungan merujuk pada upaya rekayasa elemen-elemen kawasan yang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kawasan atau subarea

dengan sistem lingkungan yang informatif, berkarakter khas, dan memiliki orientasi tertentu

(Permen PU No. 06 Tahun 2007)

(167)

M A N F A AT TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Mencapai kualitas lingkungan kehidupan manusia yang aman, nyaman, sehat dan menarik, serta berorientasi kepada lingkungan

mikro.

Menyatukan kawasan sebagai sistem lingkungan yang berkualitas dengan pembentukan karakter dan identitas lingkungan yang

spesifik.

Mengoptimalkan kegiatan publik yang diwadahinya sehingga tercipta integrasi ruang sosial antar penggunanya, serta menciptakan lingkungan yang berkarakter dan berjati diri.

Menciptakan estetika, karakter, dan orientasi visual, dari suatu lingkungan.

Menciptakan iklim mikro lingkungan yang berorientasi kepada kepentingan pejalan kaki.

(168)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Konsep Identitas Lingkungan

Tata karakter bangunan/lingkungan

Tata penanda identitas bangunan

Tata kegiatan pendukung secara formal dan informal

(169)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Konsep Orientasi Lingkungan

Sistem tata informasi Sistem tata rambu pengarah (wayfinding)

(170)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Wajah Jalan (Streetscape)

Wajah penampang jalan dan bangunan

(171)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Wajah Jalan (Streetscape)

Perabot jalan (street furniture)

(172)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Wajah Jalan (Streetscape)

Jalur dan ruang bagi pejalan kaki (pedestrian)

(173)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Wajah Jalan (Streetscape)

Tata hijau pada penampang jalan

(174)

K O M P O N E N TATA K U A L I TA S L I N G K U N G A N

Wajah Jalan (Streetscape)

Elemen papan reklame komersial pada penampang jalan

(175)

- Membuat peta kondisi eksisting (skala: 1000) bila terlalu besar, gunakan skala batang

- Buat uraian analisis sistem ruang terbuka dan tata hijau; uraian analisis menggunakan foto kondisi eksisting dan preseden untuk gambaran masa depan dalam kertas A3 (PDF)

Gambar- gambar preseden

Foto-foto eksisting Titik taman, tata

hijau, ruang terbuka biru (RTB)

dll pada peta

T U G A S

Hal yang perlu dibahas:

Tentukan titik-titik lokasi, baik itu RTH atau tata hijau yang ada (bisa berada di jalan, antara bangunan ataupun berupa satu kavling penuh)

Apa masalah dan potensinya?

Jenis & fungsi ruang terbuka/tata hijau/RTB

Mana yang berupa RTH alami mana yang berupa RTH non alami?

Berapa % RTH?

Tentukan arahan pemanfaatan Ruang Terbuka. Misalnya: untuk taman kota, sabuk

Gambar

gambar jalan), bangunan untuk  bangunan dst)
gambar  eksistingAnalisis

Referensi

Dokumen terkait