KURIKULUM
PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF
Kata Pengantar
Terima kasih atas ucapan syukur dan apresiasi yang diberikan. Kami berharap bahwa kurikulum Komunikasi Efektif yang telah disusun dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang positif dalam meningkatkan kemampuan penyelenggaraan pelatihan serta memberikan pelayanan yang bermutu.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan kurikulum ini. Dukungan dari berbagai pihak sangat berharga dalam memastikan keberhasilan dan kualitas dari kurikulum yang disusun.
Selanjutnya, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kurikulum ini sesuai dengan masukan dan perkembangan di masa yang akan datang.
Kami akan memperhatikan standar dan persyaratan akreditasi JCI (Joint Commission International) serta mengusahakan agar kurikulum ini memenuhi atau bahkan melebihi standar tersebut.
Dengan demikian, kami berharap kurikulum Komunikasi Efektif ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan mutu pelatihan dan layanan yang diberikan. Terima kasih sekali lagi atas semua dukungan dan semoga keberhasilan ini terus berlanjut kedepannya.
Batam Januari 2020
DIKLAT
DAFTAR ISI
Kata Pengantar DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
B. FILOSOFI PELATIHAN 2. TUJUAN PELATIHAN
Tujuan Umum Tujuan Khusus
3. STRUKTUR PROGRAM 4. GBPP
5. PESERTA DAN INSTRUKTUR A. Peserta
B. Instruktur
6. PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN C. Penyelenggara
D. Tempat Penyelenggara 7. EVALUASI
1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Komunikasi pada prinsipnya merupakan salah satu persyaratan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas, sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit JCI. Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu pelayanan di bidang teknis medis dan pelayanan di bidang komunikasi. Kepuasan klien tidak hanya tergantung pada pelayanan medis, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh proses komunikasi yang baik dan efektif antara petugas dan klien. Demikian pula, hubungan yang baik antara sesama petugas rumah sakit, petugas rumah sakit dengan klien, serta petugas rumah sakit dengan masyarakat luar rumah sakit, termasuk organisasi yang peduli kesehatan, merupakan hasil dari penyelenggaraan proses komunikasi yang baik.
Meskipun ilmu komunikasi telah dipahami oleh petugas kesehatan, namun dalam penerapannya mereka belum mampu melakukannya dengan baik. Akibatnya, hingga saat ini masih terdapat banyak permasalahan antara sesama petugas rumah sakit maupun dalam hubungan dengan klien dan masyarakat, seperti menurunnya utilisasi pelayanan rumah sakit, peningkatan jumlah keluhan klien yang tidak puas, penurunan citra atau image pelayanan rumah sakit, konflik antara sesama petugas, dan manajemen rujukan yang tidak optimal. Oleh karena itu, upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kemampuan petugas rumah sakit dalam berkomunikasi.
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam pengembangan kompetensi tenaga pelayanan pasien di rumah sakit, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu dan citra layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petugas rumah sakit dapat memperoleh keterampilan baru dalam komunikasi efektif di rumah sakit dan mampu mengaplikasikannya dalam mendukung pelaksanaan tugas pelayanan di rumah sakit.
B. FILOSOFI PELATIHAN
a. Prinsip Andragogy, yaitu bahwa selama pelatihan peserta pelatihan berhak
i. Didengarkan dan dihargai pengalamannya ii. Dipertimbangkan setiap ide dan pendapatnya
iii. Diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap proses pembelajaran
iv. Tidak dipermalukan atau diabaikan
b. Berorientasi kepada peserta, peserta berhak untuk : i. Mendapatkan Modul materi orientasi
ii. Mendapatkan instruktur profesional yang memfasilitasi, menguasai materi dan dapat melakukan umpan balik iii. Belajar berdasarkan pengetahuan dan atau pengalaman
yang dimiliki oleh masing masing peserta orientasi dan saling berbagi antar peserta atau instruktur
iv. Melakukan evaluasi instruktur dan dievaluasi tingkat kemampuannya.
2. TUJUAN PELATIHAN
Tujuan Umum
● Memahami pentingnya komunikasi efektif dalam asuhan pasien.
● Menjelaskan prinsip-prinsip dasar komunikasi yang efektif dalam konteks pelayanan kesehatan.
● Mengidentifikasi hambatan komunikasi yang umum terjadi dan strategi mengatasinya.
● Mengaplikasikan teknik komunikasi yang efektif dalam berinteraksi dengan pasien.
● Meningkatkan keterampilan mendengarkan aktif, pemberian informasi yang jelas, dan empati dalam komunikasi dengan pasien.
● Menyampaikan informasi medis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien.
● Mengelola konflik dan situasi komunikasi yang rumit dengan pasien.
● Mempertimbangkan kebutuhan budaya dan kepercayaan pasien dalam komunikasi asuhan pasien.
Tujuan Khusus
Peserta mampu untuk menguasai materi berupa:
● Komunikasi Efektif secara Umum:
○ Definisi dan prinsip dasar komunikasi efektif.
○ Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif.
○ Komponen komunikasi yang efektif, seperti pendengaran aktif, penggunaan bahasa yang jelas, dan pemahaman nonverbal.
○ Teknik dan strategi komunikasi yang efektif, seperti refleksi, klarifikasi, dan empati.
○ Hambatan dalam komunikasi dan cara mengatasinya.
● Standar Akreditasi Terkait Komunikasi Efektif:
○ Penjelasan mengenai standar akreditasi terkait komunikasi efektif dalam konteks rumah sakit atau layanan kesehatan.
○ Persyaratan dan indikator yang harus dipenuhi dalam komunikasi efektif sesuai dengan standar akreditasi.
○ Pentingnya mematuhi standar akreditasi dalam komunikasi untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan.
● Komunikasi dalam Budaya Keselamatan Pasien:
○ Pengenalan budaya keselamatan pasien dan peran komunikasi dalam menciptakan lingkungan yang aman.
○ Penerapan prinsip komunikasi terbuka dan berbasis tim dalam menghindari kesalahan dan mengelola risiko keselamatan pasien.
○ Mengidentifikasi dan melaporkan komunikasi yang tidak efektif atau gangguan komunikasi yang dapat berdampak negatif pada keselamatan pasien.
● Konsultasi Pasien dan Keluarga:
○ Pentingnya melibatkan pasien dan keluarga dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan dan pengobatan.
○ Teknik komunikasi yang efektif untuk
mendapatkan informasi, memberikan penjelasan yang jelas, dan menjawab pertanyaan pasien dan keluarga.
○ Strategi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi aktif pasien dan keluarga dalam perawatan dan pengambilan keputusan.
● Komunikasi Efektif dalam Asuhan Pasien:
○ Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Asuhan Pasien:
■ Menjelaskan mengapa komunikasi efektif penting dalam memberikan asuhan pasien yang berkualitas.
■ Menerangkan bagaimana komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien, kepatuhan terhadap perawatan, dan hasil yang lebih baik.
■ Menyoroti dampak komunikasi yang buruk terhadap pasien, seperti kebingungan, kecemasan, dan ketidakpatuhan.
○ Prinsip-prinsip Komunikasi Efektif dalam Konteks Pelayanan Kesehatan:
■ Memperkenalkan prinsip-prinsip dasar komunikasi efektif, termasuk kejelasan,
keakuratan, kesederhanaan, dan kecakapan mendengarkan.
■ Menjelaskan pentingnya bahasa tubuh yang positif, kontak mata, dan sikap empati dalam komunikasi dengan pasien.
■ Menggambarkan pentingnya penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan
menghindari jargon medis yang rumit.
○ Hambatan Komunikasi yang Umum Terjadi dan Strategi Mengatasinya:
■ Mengidentifikasi hambatan umum dalam komunikasi dengan pasien, seperti perbedaan bahasa, gangguan pendengaran, dan kecemasan.
■ Memberikan strategi untuk mengatasi hambatan komunikasi, seperti
menggunakan penerjemah, menyediakan alat bantu dengar, dan menciptakan lingkungan yang tenang.
○ Teknik Komunikasi Efektif dalam Berinteraksi dengan Pasien:
■ Mempelajari teknik pendengaran aktif, termasuk mengulang ringkasan dan mengajukan pertanyaan terbuka untuk memastikan pemahaman yang baik.
■ Mengajarkan keterampilan empati, seperti menunjukkan perhatian dan simpati
terhadap perasaan pasien.
■ Menekankan pentingnya memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk berbicara dan berekspresi.
■ Memberikan Informasi Medis dengan Bahasa yang Mudah Dipahami:
■ Mengajarkan cara menyampaikan informasi medis dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh pasien, menghindari istilah teknis yang kompleks.
■ Memberikan contoh tentang bagaimana menjelaskan diagnosis, prosedur, dan pengobatan secara sederhana dan jelas.
■ Mengajarkan pentingnya memastikan pasien memahami informasi yang
disampaikan dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya.
○ Mengelola Konflik dan Situasi Komunikasi yang Rumit dengan Pasien:
■ Memberikan strategi untuk mengelola konflik dengan pasien, seperti tetap tenang, mendengarkan dengan sabar, dan mencari solusi bersama.
■ Mengajarkan cara mengatasi kecemasan atau ketidaknyamanan pasien dalam situasi yang sulit, seperti memberikan penjelasan yang jelas dan menyediakan dukungan emosional.
○ Mempertimbangkan Kebutuhan Budaya dan Kepercayaan Pasien dalam Komunikasi Asuhan Pasien:
■ Menyoroti pentingnya menghormati dan memahami kebutuhan budaya pasien dalam komunikasi.
■ Membahas pentingnya komunikasi yang sensitif secara budaya dan menjaga kerahasiaan informasi pasien.
■ Memberikan contoh tentang bagaimana berkomunikasi dengan kepekaan budaya, termasuk penggunaan bahasa tubuh yang
sesuai dan penghormatan terhadap praktik keagamaan pasien.
3. STRUKTUR PROGRAM
tabel struktur Program
No
Materi Alokasi Waktu
T P PL JML
1 Komunikasi efektif secara umum 1 - - 1
2 Standar akreditasi terkait komunikasi efektif 1 - - 1
3 Komunikasi dalam budaya keselamatan pasien 1 - - 1
4 Konsul pasien dan keluarga 1 1
5 Komunikasi efektif dalam asuhan pasien 1 1
4. GBPP
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu:
1. menjelaskan sesuai materi sesuai pokok bahasan
●Definisi dan prinsip dasar komunikasi efektif.
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif.
b. Komponen komunikasi yang efektif, seperti pendengaran aktif, penggunaan bahasa yang jelas, dan pemahaman nonverbal.
c. Teknik dan strategi komunikasi yang efektif, seperti refleksi, klarifikasi, dan empati.
d. Hambatan dalam komunikasi dan cara mengatasinya.
●Standar Akreditasi Terkait Komunikasi
● Ceramah
● Tanya Jawab
● Diskusi
● Tayangan Slide
● ZOOM
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Efektif:
a. Penjelasan mengenai standar akreditasi terkait komunikasi efektif dalam konteks rumah sakit atau layanan kesehatan.
b. Persyaratan dan indikator yang harus dipenuhi dalam komunikasi efektif sesuai dengan standar akreditasi.
c. Pentingnya mematuhi standar akreditasi dalam komunikasi untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan.
● Komunikasi dalam Budaya Keselamatan Pasien:
a. Pengenalan budaya keselamatan pasien dan peran komunikasi dalam menciptakan lingkungan
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
yang aman.
b. Penerapan prinsip komunikasi terbuka dan berbasis tim dalam menghindari kesalahan dan mengelola risiko keselamatan pasien.
c. Mengidentifikasi dan melaporkan komunikasi yang tidak efektif atau gangguan komunikasi yang dapat berdampak negatif pada keselamatan pasien.
● Konsultasi Pasien dan Keluarga:
a. Pentingnya melibatkan pasien dan
keluarga dalam proses
pengambilan keputusan terkait perawatan dan pengobatan.
b. Teknik komunikasi yang efektif untuk mendapatkan informasi,
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
memberikan penjelasan yang jelas, dan menjawab pertanyaan pasien dan keluarga.
c. Strategi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi aktif pasien dan keluarga dalam perawatan dan pengambilan keputusan.
● Komunikasi Efektif dalam Asuhan Pasien:
a. Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Asuhan Pasien:
b. Menjelaskan mengapa komunikasi efektif penting dalam memberikan asuhan pasien yang berkualitas.
c. Menerangkan bagaimana komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien, kepatuhan terhadap perawatan,
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
dan hasil yang lebih baik.
d. Menyoroti dampak komunikasi yang buruk terhadap pasien, seperti kebingungan, kecemasan, dan ketidakpatuhan.
● Prinsip-prinsip Komunikasi Efektif dalam Konteks Pelayanan Kesehatan:
a. Memperkenalkan prinsip-prinsip dasar komunikasi efektif, termasuk kejelasan, keakuratan, kesederhanaan, dan kecakapan mendengarkan.readback & repeat back
b. Menjelaskan pentingnya bahasa tubuh yang positif, kontak mata, dan sikap empati dalam komunikasi dengan pasien.
c. Menggambarkan pentingnya
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan menghindari jargon medis yang rumit.
d. Hambatan Komunikasi yang Umum Terjadi dan Strategi Mengatasinya:
e. Mengidentifikasi hambatan umum dalam komunikasi dengan pasien, seperti perbedaan bahasa, gangguan pendengaran, dan kecemasan.
f. Memberikan strategi untuk mengatasi hambatan komunikasi, seperti menggunakan penerjemah, menyediakan alat bantu dengar, dan menciptakan lingkungan yang tenang.
● Teknik Komunikasi Efektif dalam Berinteraksi dengan Pasien:
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
a. Mempelajari teknik pendengaran aktif, termasuk mengulang ringkasan dan mengajukan pertanyaan terbuka untuk memastikan pemahaman yang baik.
b. Mengajarkan keterampilan empati, seperti menunjukkan perhatian dan simpati terhadap perasaan pasien.
c. Menekankan pentingnya memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk berbicara dan berekspresi.
d. Memberikan Informasi Medis dengan Bahasa yang Mudah Dipahami:
e. Mengajarkan cara menyampaikan informasi medis dengan bahasa
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
yang mudah dipahami oleh pasien, menghindari istilah teknis yang kompleks.
f. Memberikan contoh tentang bagaimana menjelaskan diagnosis, prosedur, dan pengobatan secara sederhana dan jelas.
g. Mengajarkan pentingnya memastikan pasien memahami informasi yang disampaikan dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya.
● Mengelola Konflik dan Situasi Komunikasi yang Rumit dengan Pasien:
a. Memberikan strategi untuk mengelola konflik dengan pasien,
seperti tetap tenang,
mendengarkan dengan sabar, dan
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
mencari solusi bersama.
b. Mengajarkan cara mengatasi kecemasan atau ketidaknyamanan pasien dalam situasi yang sulit, seperti memberikan penjelasan yang jelas dan menyediakan dukungan emosional.
● Mempertimbangkan Kebutuhan Budaya dan Kepercayaan Pasien dalam Komunikasi Asuhan Pasien:
a. Menyoroti pentingnya menghormati dan memahami kebutuhan budaya pasien dalam komunikasi.
b. Membahas pentingnya komunikasi yang sensitif secara budaya dan menjaga kerahasiaan informasi pasien.
c. Memberikan contoh tentang
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
bagaimana berkomunikasi dengan kepekaan budaya, termasuk penggunaan bahasa tubuh yang sesuai dan penghormatan terhadap praktik keagamaan pasien.
3. DIAGRAM ALIR PROSES PEMBELAJARAN
5. PESERTA DAN INSTRUKTUR A. Peserta
1. Kriteria Peserta
Seluruh dokter dan karyawan RS Awal Bros Regional 1.
2. Jumlah Peserta
Jumlah peserta pelatihan untuk 1 sesi adalah 100 orang
B. Instruktur 1. Asal Instansi
Rumah Sakit Awal Bros Batam 2. Persyaratan Instruktur
6. PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN C. Penyelenggara
Unit Diklat Rumah Sakit Awal Bros Batam.
D. Tempat Penyelenggara
Dilaksanakan secara serentak di masing-masing tempat secara DARING.
7. EVALUASI
Setiap kegiatan penyelenggara akan dievaluasi pada kegiatan. Dengan menyebar kuesioner pelatihan guna evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan kuesioner narasumber guna perbaikan pelatihan selanjutnya.
Penilaian dan pemantauan hasil pelatihan budaya PRIMA dilakukan pasca pelatihan. Metode menggunakan Post Test Online pertanyaan Multiple Choice.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Evaluasi Instruktur Lampiran 2. Soal Post Test