• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lagu Lawas Koes Plus

N/A
N/A
Agus Zulkarnain

Academic year: 2025

Membagikan "Lagu Lawas Koes Plus"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Muda Mudi Koes Plus Muda-mudi jaman sekarang

Pergaulan bebas nian

Tiada lagi orang yang melarang Tapi sayang banyak salah jalan Lalalala

Lalalala Lalalala

Tapi sayang banyak salah jalan Tiada lagi orang yang melarang Tapi sayang banyak salah jalan Muda-mudi jaman sekarang Pergaulan bebas nian

Tiada lagi orang yang melarang Tapi sayang banyak salah jalan Lalalala

Lalalala Lalalala

Tapi sayang banyak salah jalan Lalalala

Lalalala Lalalala

Tapi sayang banyak salah jalan Tapi sayang banyak salah jalan

Bujangan Koes Plus Begini nasib jadi bujangan

Ke mana mana asalkan suka Tiada orang yang melarang

Hati senang walaupun tak punya uang Hati senang walaupun tak punya uang Apa susahnya hidup bujangan

Setiap hari hanya bernyanyi Tak pernah hatinya bersedih

Hati senang walaupun tak punya uang Hati senang walaupun tak punya uang

Andaikan Kau Datang Koes Plus Terlalu indah dilupakan

Terlalu sedih dikenangkan Setelah aku jauh berjalan Dan kau kutinggalkan Betapa hatiku bersedih

Mengenang kasih dan sayangmu Setulus pesanmu kepadaku Engkau 'kan menunggu Andaikan kau datang ke mari Jawaban mana yang 'kan kuberi Adakah jalan yang kau temui Untuk kita kembali lagi?

Bersinarlah bulan purnama Seindah serta tulus cintanya Bersinarlah terus sampai nanti Lagu ini kuakhiri

Betapa hatiku bersedih

Mengenang kasih dan sayangmu Setulus pesanmu kepadaku Engkau 'kan menunggu Andaikan kau datang ke mari Jawaban mana yang 'kan kuberi Adakah jalan yang kau temui Untuk kita kembali lagi?

Bersinarlah bulan purnama Seindah serta tulus cintanya Bersinarlah terus sampai nanti Lagu ini kuakhiri

Bersinarlah bulan purnama Seindah serta tulus cintanya Bersinarlah terus sampai nanti Lagu ini kuakhiri

Bersinarlah bulan purnama Seindah serta tulus cintanya Bersinarlah terus sampai nanti

Bis Sekolah Koes Plus Bis sekolah yang kutunggu, kutunggu Tiada yang datang

Ku telah lelah berdiri, berdiri Menanti-nanti

Bila ku pergi bersama kekasihku Ku 'kan merasa gembira riang s'lalu Bila menunggu sendiri, sendiri Hatiku sunyi

Dan hatiku 'kan bernyanyi, bernyanyi Lagu yang sepi

Bila menunggu sendiri, sendiri Hatiku sunyi

Dan hatiku 'kan bernyanyi, bernyanyi Lagu yang sepi

Bila ku pergi bersama kekasihku Ku 'kan merasa gembira riang s'lalu Bila menunggu sendiri, sendiri Hatiku sunyi

Dan hatiku 'kan bernyanyi, bernyanyi Lagu yang sepi

Bis sekolah yang kutunggu, kutunggu Tiada yang datang

Ku telah lelah berdiri, berdiri Menanti-nanti

(2)

Desember Koes Plus Tiada seindah masa yang lalu Pertama kali ku berjumpa denganmu Tiada terasa saling menyinta

Dan ingin hidup bersama

Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Tiada seindah kisah cintaku

Di akhir tahun di bulan Desember Masa yang indah dalam hidupku Yang tak dapat kulupakan

Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan Masa bercinta, masa yang paling indah Walaupun penuh dengan penderitaan

Kapan-Kapan Koes Plus Kapan-kapan kita berjumpa lagi Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari Kapan-kapan kita pergi bersama Kapan-kapan kita bersendagurau Mungkin lusa atau di lain hari Bila kita pergi hatiku tinggal disini Bila kita datang harapanmu kan impian oh Kapan-kapan kita berjumpa lagi

Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari Bila kita pergi hatiku tinggal disini Bila kita datang harapanmu kan impian oh Kapan-kapan kita berjumpa lagi

Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari Bila kita pergi hatiku tinggal disini Bila kita datang harapanmu kan impian oh Kapan-kapan kita berjumpa lagi

Kapan-kapan kita bersama lagi Mungkin lusa atau di lain hari Mungkin lusa atau di lain hari

Buat Apa Susah Koes Plus Kekasihku, apa yang kau risaukan?

Kerjamu hanya melamun saja Tak berguna kau bersedih hati Tertawalah, sayang

Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira

Kekasihku, apa yang kau pikirkan?

Hidup ini hanya sementara Tak berguna kau bersedih hati Tertawalah, sayang

Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa susah?

Lebih baik kita bergembira Buat apa susah? Buat apa?

Ayah Koes Plus Ayah

Betapa kuagungkan Betapa kuharapkan Ayah

Betapa kau berpesan Betapa kau doakan Ayah

Betapa pengalaman Dahulu dan sekarang Ayah

Rambutmu t'lah memutih Cermin suka dan sedih Ayah

Ceriterakan kembali

Riwayat yang indah waktu dahulu Ayah

Ku takkan bosan mendengar

Riwayat waktu kau muda perkasa, oo Ayah

Kau dapat merindukan Kau dapat mengenangkan Ayah

Waktu terus berlalu Sampai ke anak cucu Ayah

Ku takkan bosan mendengar

Riwayat waktu kau muda perkasa, oo Ayah

Kau dapat merindukan Kau dapat mengenangkan Ayah

Waktu terus berlalu Sampai ke anak cucu

(3)

Kembali Koes Plus Telah lama telah lama kau ku tunggu Bersamamu bersamamu ku selalu

Ku tak mau ku tak mau hanya mimpi ah ah Hari ini hari ini kau kembali

Telah lama telah lama kau ku tunggu Bersamamu bersamamu ku selalu

Ku tak mau ku tak mau hanya mimpi ah ah Hari ini hari ini kau kembali

Oh kembali kembali kita bersama-sama lagi Kembali kita bersama-sama lagi

Sampai akhir waktu nanti oh

Oh kembali kembali kita bersama-sama lagi Kembali kita bersama-sama lagi

Sampai akhir waktu nanti

Ku tak mau ku tak mau hanya mimpi ah ah Hari ini hari ini kau kembali

Telah lama telah lama kau ku tunggu Bersamamu bersamamu ku selalu

Ku tak mau ku tak mau hanya mimpi ah ah Hari ini hari ini kau kembali

Oh kembali kembali kita bersama-sama lagi Kembali kita bersama-sama lagi

Sampai akhir waktu nanti oh

Terlambat Sudah Panbers Terlambat sudah kau datang padaku Setelah kudapatkan penggantimu Kini hatiku tertutup untukmu Cukup sudah penderitaanku

Mengapa dulu kau tinggalkan diriku Tanpa pesan apa pun padaku Kala itu cintaku sedang tumbuh Kau biarkan menjadi layu Kini kau datang lagi padaku Setelah kau siksa diriku Terlambat sudah Terlambat sudah Semuanya telah berlalu

Mengapa dulu kau tinggalkan diriku Tanpa pesan apa pun padaku Kala itu cintaku sedang tumbuh Kau biarkan menjadi layu Kini kau datang lagi padaku Setelah kau siksa diriku Terlambat sudah Terlambat sudah Semuanya telah berlalu Terlambat sudah Terlambat sudah Semuanya telah berlalu

Gereja Tua Panorama Distributor Masihkah kau ingat waktu di desa Bercanda bersama di samping gereja Kala itu kita masih remaja

Yang polos hatinya bercerita Waktu kini t'lah lama berlalu Sudah sepuluh tahun tak bertemu Entah dimana kini kau berada Tak tahu dimana rumahnya Hanya satu yang tak terlupakan Kala senja di gereja tua

Waktu itu hujan rintik-rintik Kita berteduh di bawah atapnya Kita berdiri begitu rapat

Hingga suasana begitu hangat Tanganmu ku pegang erat-erat Kenangan itu selalu ku ingat Waktu kini tlah lama berlalu Sudah sepuluh tahun tak bertemu Entah dimana kini kau berada Tak tahu dimana rumahnya Hanya satu yang tak terlupakan Kala senja di gereja tua

Waktu itu hujan rintik-rintik Kita berteduh di bawah atapnya Meskipun kini kau telah berdua Itu bukanlah kesalahanmu Ku hanya ingin dapat bertemu Bila bertemu puaslah hatiku Bila bertemu puaslah hatiku

Tak Kusangka Panbers Tak kusangka

Kau berbuat begitu Kau ingkari Janji setiamu Sampai hati Kau menipu diriku Tak kusangka Tak kusangka Masih kuingat Kala kita berdua Kau ucapkan Sumpah setiamu Air mata mengiring Kepergianmu

Sungguh sedih saat, itu Kini kau telah

Kembali

Tapi kau tak sendiri Lagi

Telah kau sunting Bunga yang baru Kau lupakan diriku Tak kusangka Kau berbuat begitu Kau ingkari Janji setiamu Kini daku menderita Sendiri

Tak kusangka Tak kusangka

(4)

Cinta Dan Permata The Panbers Kemarin masih ada

Namaku di hatimu Kini sirna termakan Gelapnya malam Kau lupakan diriku Yang pernah kau cinta

Bagaikan hilangnya si embun pagi Kusadar cinta tak selamanya bersatu Bagai bayang-bayang dengan badanku Mengarungi samud'ra cinta

Bukanlah hal yang biasa

Tak semudah mengucapkan janji Harta adalah hiasan hidup semata Kejujuran, keikhlasan, itu yang utama Jangan kau taburi cinta dengan permata Tetapi hujanilah semua dengan kasih sayang Pernyair berkata:

Bahwa cinta itu lebih berharga dari permata Harta adalah hiasan hidup semata

Kejujuran, keikhlasan, itu yang utama Jangan kau taburi cinta dengan permata Tetapi hujanilah semua dengan kasih sayang Dengan kasih sayang

Dengan kasih sayang

Pilu The Panbers Pilu

Rasa hatiku Sejak kau Tinggalkan aku Pedih

Dalam hatiku Kau pergi Tanpa pesan

Kini hanya bayanganmu Melintas di mataku Hanyalah wajahmu

Tak kulupa seumur hidupku Oh sedih

Hatiku sedih

Karena takkan kembali Kini hanya bayanganmu Melintas di mataku Hanyalah wajahmu

Tak kulupa seumur hidupku Oh sedih

Hatiku sedih

Karena takkan kembali Karena takkan kembali

Hidup Di Bui D'Lloyd Hidup di bui bagaikan burung Bangun pagi makan nasi jagung Tidur di ubin pikiran bingung Apa daya badanku terkurung Terompet pagi kita harus bangun Makan diantri nasinya jagung Tidur di ubin pikiran bingung Apa daya badanku terkurung Oh kawan dengar lagu ini Hidup di bui menyiksa diri Jangan sampai kawan mengalami Badan hidup terasa mati

Apalagi penjara zaman perang Masuk gemuk pulang tinggal tulang Karena kerja secara paksa

Tua-muda turun ke sawah Oh kawan dengar lagu ini Hidup di bui menyiksa diri Jangan sampai kawan mengalami Badan hidup terasa mati

Apalagi penjara zaman perang Masih gemuk pulang tinggal tulang Karena kerja secara paksa

Tua-muda turun ke sawah

Oh Tak Mungkin D'Lloyd Oh tak mungkin

Tak mungkin aku kembali Oh tak mungkin

Tak mungkin ku datang lagi Cukup sudah

Kau menyakiti hatiku Cukup sudah

Kau berdusta padaku Jangan kau datang lagi Jangan kau hirau lagi Diriku ini

Tiada sakit hati Tiada arti lagi

Walaupun kau sayang pada diriku Oh tak mungkin

Tak mungkin aku kembali Oh tak mungkin

Tak mungkin ku datang lagi Cukup sudah

Kau menyakiti hatiku Cukup sudah

Kau berdusta padaku Oh tak mungkin

Tak mungkin aku kembali Oh tak mungkin

Tak mungkin ku datang lagi Cukup sudah

Kau menyakiti hatiku Cukup sudah

Kau berdusta padaku

(5)

Titik Noda D'Lloyd Sore itu langit

Menjadi gelap

Mendungpun kian menebal Terdengar tetesan air hujan Semua menambah kepedihan Hujan pun turun semakin deras Begitu juga air matanya Dia menangis mengenangkan Dirinya yang ditinggalkan Kasihnya telah pergi Meninggalkan titik noda Tinggallah dia kini Dengan hati yang kecewa Hapuslah air matamu

Jangan ditangisi kisah yang lalu Sudah suratan ini terjadi Jangan kau sesali lagi Kasihnya telah pergi Meninggalkan titik noda Tinggallah dia kini Dengan hati yang kecewa Hapuslah air matamu

Jangan ditangisi kisah yang lalu Sudah suratan ini terjadi Jangan kau sesali lagi

Mengapa Harus Jumpa D'Lloyd Mengapakah kita harus berjumpa Di kala kau telah berdua

Berdosakah diriku kepadanya 'Pabila aku mencintaimu Namun kini apalah dayaku Semua kini telah terjadi

Walaupun kau sayang kepadaku Tak mungkin oh tak mungkin Oh Tuhan Yang Kuasa Berilah petunjuk-Mu Betapa pedih kurasakan Kasihku tak sampai

Kembalilah kau kepadanya, sayang Biarkanlah kini kusendiri

Doaku selalu menyertaimu Semoga kau berdua bahagia Oh Tuhan Yang Kuasa Berilah petunjuk-Mu Betapa pedih kurasakan Kasihku tak sampai

Kembalilah kau kepadanya sayang Biarkanlah kini ke sendiri

Do'aku selalu menyertaimu Semoga kau berdua bahagia.

Kisah Seorang Pramuria The Mercy Mengapa di dunia ini

Selalu menertawai Hidupku yang hina ini?

Berteman dengan seorang gadis Mengapa semua manusia Menghina kehidupannya?

Mencari nafkah hidupnya S'bagai seorang pramuria Semua itu tiada arti bagiku Kuanggap s'bagai penguji imanku Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku Betapa sucinya jalinan cintaku Walaupun hinaan ini

Ditujukan pada diriku Namun ku s'lalu tersenyum Karena cintaku suci padanya Semua itu tiada arti bagiku Kuanggap s'bagai penguji imanku Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku Betapa sucinya jalinan cintaku Walaupun hinaan ini

Ditujukan pada diriku Namun ku s'lalu tersenyum Karena cintaku suci padanya

Bunga Mawar The Mercy's Oh bunga mawar

Kau idaman hati

Yang ku puja-puja selalu Ingin hatiku

Oh memetik dikau Tapi apa daya tak sampai Oh bunga nan rupawan Rindu hati siang dan malam Hasratku ingin berdua selamanya

Kemana ku mengadu bulan bintang pun tak tahu Cintaku hanyalah satu kekasihku

Oh bunga mawar Kau idaman hati

Yang ku puja-puja selalu Ingin hatiku

Oh memetik dikau Tapi apa daya tak sampai Oh bunga nan rupawan Rindu hati siang dan malam Hasratku ingin berdua selamanya

Kemana ku mengadu bulan bintang pun tak tahu Cintaku hanyalah satu kekasihku

(6)

Usah Kau Harap The Mercy's Usah kau kenang lagi sayang

Masa yang telah silam Walau derita

Akan menimpa

Usah kau harap lagi sayang Cintaku telah hilang Anggaplah itu Mimpi di hari siang Sejak engkau dusta padaku Kau punya yang baru

Walau engkau katakan, "bukan"

Hatiku telah beku

Usah kau kenang lagi sayang Masa yang telah silam Walau derita

Akan menimpa

Sejak engkau dusta padaku Kau punya yang baru

Walau engkau katakan "bukan"

Hatiku telah beku

Usah kau kenang lagi sayang Masa yang telah silam Walau derita

Akan menimpa

Usah kau harap lagi sayang Cintaku telah hilang Anggaplah itu Mimpi di hari siang

Tiada Lagi The Mercy's Mana lagi kan ku pinta

Mana lagi kan ku punya

Tiada lagi yang kuharap darimu Jauh dimata kutahu

Dekat dihati kau tahu

Tapi kini kau lupakan janjimu

Jangan harap ku kembali untukmu lagi Jangan harap ku datang lagi untukmu Mana lagi kan ku pinta

Mana lagi kan ku punya

Tiada lagi yang kuharap darimu Jangan harap ku kembali untukmu lagi Jangan harap ku datang lagi untukmu Jauh dimata kutahu

Dekat dihati kau tahu

Tapi kini kau lupakan janjimu

Menanti Kejujuran BY GONG 2000 Lari dan lepas segala impian

Akan indahnya hari depan

Nikmatnya kedamaian yang kudambakan Masih tetap impian

Kini kuberpijak di persimpangan Tanpa arah pasti kujelang Tak pernah ku mengerti Arti kedamaian

Yang pernah kau janjikan Menanti kejujuran Harapkan kepastian

Hanya itu yang sanggup aku lakukan Menanti kejujuran

Harapkan kepastian

Smoga damai jadi kenyataan Bila janji yang pernah kau beri Akan kunikmati dalam hidup ini

Rumah Kita God Bless Hanya bilik bambu tempat tinggal kita Tanpa hiasan, tanpa lukisan

Beratap jerami beralaskan tanah Namun semua ini punya kita

Memang semua ini milik kita sendiri Hanya alang-alang pagar rumah kita Tanpa anyelir, tanpa melati

Hanya bunga bakung tumbuh di halaman Namun semua itu punya kita

Memang semua itu milik kita sendiri Haruskah kita beranjak ke kota Yang penuh dengan tanya?

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa Semuanya ada di sini

Rumah kita

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa Semuanya ada di sini

Rumah kita Rumah kita

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa Semuanya ada di sini

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa Semuanya ada di sini

Rumah kita Rumah kita

(7)

BIS SEKOLAH God Bless Kulari mengejar laju bis kota Belomba-lomba saling berebutan Tuk sekedar, mendapat tempat di sana Kucari dan terus kucari-cari

Namu semua kursi telah terisi dan akhirnya akupun harus berdiri Bercampur dengan peluh semua orang Dan bermacam aroma

bikin kupusing kepala Reff:

Serba salah, nafasku terasa sesak Berimpitan berdesakkan, bergantungan Memang susah, jadi orang yang tak punya Kemanapun naik bis kota.

Demi Kau Dan Si Buah Hati Pance Pondaag Mengapa harus begini?

Tiada lagi kehangatan Memang kusadari

Sering kutinggalkan kau seorang diri Bukannya aku sengaja

Meninggalkan kau sendiri Aku menyadari

Bukan sandiwara kasihku kepadamu Tiap malam engkau kutinggal pergi Bukan, bukan, bukannya aku sengaja Demi kau dan si buah hati

Terpaksa aku harus begini Tiap hari hingga malam berakhir Ku tahu kau tersiksa karena diriku Sejujurnya aku katakan

Tiada satu pengganti dirimu Bukannya aku sengaja Meninggalkan kau sendiri Aku menyadari

Bukan sandiwara kasihku kepadamu Tiap malam engkau kutinggal pergi Bukan, bukan, bukannya aku sengaja Demi kau dan si buah hati

Terpaksa aku harus begini Tiap hari hingga malam berakhir Ku tahu kau tersiksa karena diriku Sejujurnya aku katakan

Tiada satu pengganti dirimu Tiap malam engkau kutinggal pergi Bukan, bukan, bukannya aku sengaja Demi kau dan...

Kucari Jalan Terbaik Pance Pondaag Sepanjang kita masih terus begini Takkan pernah ada damai bersenandung Kemesraan antara kita berdua

Sesungguhnya keterpaksaan saja Senyum dan tawa hanya sekedar saja S'bagai pelengkap sempurnanya sandiwara Berawal dari manisnya kasih sayang Terlanjur kita hanyut dan terbuai Kucoba bertahan mendampingi dirimu Walau kadang kala tak seiring jalan Kucari dan selalu kucari jalan terbaik Agar tiada penyesalan dan air mata Senyum dan tawa hanya sekedar saja S'bagai pelengkap sempurnanya sandiwara Berawal dari manisnya kasih sayang Terlanjur kita hanyut dan terbuai Kucoba bertahan mendampingi dirimu Walau kadang kala tak seiring jalan Kucari dan selalu kucari jalan terbaik Agar tiada penyesalan dan air mata

Yang Pertama Kali Pance Pondaag

Denyut jantung di dada Berdebar tak menentu Karena kehadiranmu Diam-diam hatiku Mengagumi dirimu Bahkan menyayangimu Untuk pertama kali Itu pun kuakui Kau begitu berarti Rasanya ingin selalu Dekat-dekat dirimu Tak ingin pisah lagi

Yang pertama di dalam hidup ini Rindu dan sayang menyiksa diri Yang pertama di dalam hidup ini Kasih dan sayang menerpa diri Terkadang tak sadar bibirku ini

Menyebut dan memanggil namamu, sayang Pertama kali di dalam hidupku ini

Menyayang dirimu

(8)

Jangan Sakiti Hatinya Iis Sugianto Masihkah kau ingat sayang

Gadis yang pernah kau sayang Dia menunggumu sayang Cintanya

Kau berikan dia janji Kau berikan dia cinta Yang indah

Kau nyanyikan lagu sayang Tentang rembulan yang indah Semua lagu-lagu indah darimu Kau berikan dia mimpi

Kau berikan dia senyum yang indah Jangan jangan kau sakiti hatinya Jangan lagi sayang

Jangan jangan kau hancurkan cintanya Jangan lagi sayang

Sedangkan bunga tak ingin layu Sedangkan hujan bernyanyi merdu Jangan jangan lagi

Kau redupkan cinta yang indah ini Jangan kau bersedih sayang Esok kan berganti sayang Masih ada lagi sayang baginya Kau nyanyikan lagu sayang Tentang rembulan yang indah Semua lagu-lagu indah darimu Kau berikan dia mimpi

Kau berikan dia senyum yang indah Jangan jangan kau sakiti hatinya Jangan lagi sayang

Jangan jangan kau hancurkan cintanya Jangan lagi sayang

Sedangkan bunga tak ingin layu Sedangkan hujan bernyanyi merdu Jangan jangan lagi

Kau redupkan cinta yang indah ini

Bunga Sedap Malam Iis Sugianto Hai mengapa hujan turun lagi Sedang hari indah begini

Hai mengapa burung tak bernyanyi Indah yang tercipta kini hilang sudah Engkau berdusta

Memang aku bunga Yang sedang bersemi

Tapi bukan bunga sedap malam Cinta yang kau beri

Di hatiku sayang

Bukan cinta suci yang sejati Bunga yang kutanam Di hatimu sayang

Bukan bunga hanya untuk dipetik layu Bukannya bunga petik layu

Bukannya bunga harum layu Bukannya bunga sedap malam Hai mengapa engkau datang lagi Sedang hati benci begini

Hai pergilah jangan kau kembali Hati lemah ini

Tak mungkin percaya padamu lagi Memang aku bunga yang sedang bersemi Tapi bukan bunga sedap malam

Cinta yang kau beri di hatiku sayang Bukan cinta suci yang sejati

Bunga yang kutanam di hatimu sayang Bukan bunga hanya untuk dipetik layu Bukannya bunga petik layu

Bukannya bunga harum layu Bukannya bunga sedap malam

Hanya Kau Dihatiku Malam ini aku sendiri lagi

Ku coba melupakan bayanganmu Aku memang tak pantas untukmu Tak pernah ada cinta di hatimu Biarkanlah ku pergi darimu Demi masa depanmu aku rela Aku memang tak pantas untukmu Tak pernah ada cinta di hatimu

Jangan kau katakan lagi aku pun t'lah tahu Cintamu memang bukanlah untukku Biarlah derita ini ku tanggung sendiri Tak ingin aku memaksakan cinta Kini ku sadari siapa diri ini

Yang begitu lemah di depan matamu Malam ini aku pun sendiri

Tak pernah sedikitpun ku mencoba Untuk melupakan dirimu

Hanya engkau yang di hatiku

Jangan kau katakan lagi aku pun t'lah tahu Cintamu memang bukanlah untukku Biarlah derita ini ku tanggung sendiri Tak ingin aku memaksakan cinta Kini ku sadari siapa diri ini

Yang begitu lemah di depan matamu Kini ku sadari siapa diri ini

Yang begitu lemah di depan matamu

(9)

Nasibmu Dan Nasibku Iis Sugianto Sunyinya malam ini

Sepi tiada berbintang Kudengar sayup-sayup Engkau memanggil namaku Jauhnya kini kau dariku Entah kapan kita 'kan bertemu?

Nasibmu dan nasibku begini Biarlah

Kutahu engkau masih sayang Pada diriku

Kau pun tahu aku sayang Hanya padamu

Walau kita tak mungkin bersatu Biarlah hati saling bercumbu Nasibmu dan nasibku begini Biarlah

Kau tanyalah rembulan Apa kata hatiku

Kau tanyalah sang bintang Rindunya hati

Walau langit takkan runtuh sayang Walau bumi jadi dua sayang Hatiku dan hatimu tak mungkin Berpisah

Kutahu engkau masih sayang Pada diriku

Kau pun tahu aku sayang Hanya padamu

Walau kita tak mungkin bersatu Biarlah hati saling bercumbu Nasibmu dan nasibku begini Biarlah

Kau tanyalah rembulan Apa kata hatiku

Kau tanyalah sang bintang Rindunya hati

Walau langit takkan runtuh, sayang Walau bumi jadi dua, sayang Hatiku dan hatimu tak mungkin Berpisah

Walau langit takkan runtuh, sayang Walau bumi jadi dua, sayang Hatiku dan hatimu tak mungkin Berpisah

Pasrah Hati Seorang Wanita Deddy Dores Dia hanya wanita

Yang lemah serta tak berdaya Ditinggal kekasihnya

Setelah segalanya terjadi Bersimpuh dia meminta Tuhan, lindungilah hambaMu Hanya tangisan pilu

Diusapnya perut telah berbenih Bibirnya kelu

Tak satu pun kata yang terucap Hari berganti

Dilalui dengan air mata Kekasih kini tiada lagi Ditelan kegelapan Sendiri dia menyendiri Di ujung pengharapan Sembilan bulan kini Lahir sudah anak yang suci Dipeluknya sang bayi Dengan penuh kasih sayang Bibirnya kelu

Tak satu pun kata yang terucap Hari berganti

Dilalui dengan air mata Kekasih kini tiada lagi Ditelan kegelapan Sendiri dia menyendiri Di ujung pengharapan

Terjemahkan ke bahasa Indonesia

Nike Ardilla Ku Tak Akan Bersuara Izinkan cintaku

Berbunga dihatimu

Biar terus mekar jadi kenyataan Tlah lama ku dahaga

Belaian seorang insan Semoga bersamamu Ceria hidupku Ku tak akan bersuara Walau dirimu kekurangan Hanya setiamu itu kuharapkan Ku tak akan menduakan Walau kilauan menggoda

Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu Hanya kupinta darimu setialah selamanya Sehingga abadi

Cinta ini sayang itu kudoakan Ku tak akan bersuara

Walau dirimu kekurangan Hanya setiamu itu kuharapkan Ku tak akan menduakan Walau kilauan menggoda

Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu Hanya kupinta darimu setialah selamanya Sehingga abadi

Cinta ini sayang itu kudoakan Tak mugkin kan terjadi Kehancuran cinta kita

Andainya hatimu seperti hatiku Andainya hatimu seperti hatiku

(10)

Bintang Kehidupan Nike Ardilla Jenuh aku mendengar

Manisnya kata cinta Lebih baik sendiri Bukannya sekali Sering ku mencoba Namun ku gagal lagi Mungkin nasib ini Suratan tanganku Harus tabah menjalani Jauh sudah langkahku Menyusuri hidupku Yang penuh tanda Tanya Kadang hati bimbang Menentukan sikapku Tiada tempat mengadu Hanya iman di dada Yang membuatku mampu S'lalu tabah menjalani Malam-malam aku sendiri Tanpa cintamu lagi, ho-wo-oh-oh Hanya satu keyakinanku

Bintang 'kan bersinar Menerpa hidupku

Bahagia 'kan datang, ho-oh Jenuh aku mendengar Manisnya kata cinta Lebih baik sendiri Bukannya sekali Sering ku mencoba Namun ku gagal lagi Hanya iman di dada Yang membuatku mampu S'lalu tabah menjalani Malam-malam aku sendiri Tanpa cintamu lagi, ho-wo-oh-oh Hanya satu keyakinanku

Bintang 'kan bersinar Menerpa hidupku

Bahagia 'kan datang, ho-ho-ho Malam-malam aku sendiri Tanpa cintamu lagi, ho-wo-oh-oh Hanya satu keyakinanku

Bintang 'kan bersinar Menerpa hi...

Seberkas Sinar Nike Ardilla Kala ku seorang diri

Hanya berteman sepi dan angin malam Kucoba merenungi

Tentang jalan hidupku, ooh Kulangkahkan kakiku

Dan menyimak sebuah arti kehidupan Hati s'lalu bertanya

Adakah kasih suci Dalam cinta, ha-ha

Adakah cintamu, ha-ha-ha-ha-ha Seberkas cahaya terang

Menyinari hidupku

Sesejuk embun-embun di pagi hari Dambaan insan di dunia ini Ha-ha-ha

Ha-ha-ha Ha-ha-ha-ha-ha

Seberkas cahaya terang Menyinari hidupku

Sesejuk embun-embun di pagi hari Dambaan insan di dunia ini Jauh kudengar lagu

Di keheningan malam aku sendiri Kucoba merenungi

Tentang jalan hidupku Dalam cinta, ha-ha

Adakah cintamu, ha-ha-ha-ha-ha Seberkas cahaya terang

Menyinari hidupku Sesejuk embun pagi Dalam cita cintaku Seberkas cahaya terang Menyinari hidupku Sesejuk embun pagi Dalam cita cintaku

(11)

Suratan Tommy J. Pisa Ingin ku menangis saat ku terpaku Mengenangkan nasib diri yang tiada arti Tak pernah kunikmati megahnya dunia

Bahkan ku tak pernah tahu cantiknya raut wajahmu Duhai kekasih

Hari-hari berlalu bagai dalam mimpi Seakan ku berjalan di balik awan kelabu Yang ada hanya hitam

Yang ada hanya kelam

Aku melangkah dengan perasaan Mengapa daku terlahir ke dunia ini?

Hanya menanggung beban duka dan derita Pernah kusesali namun itu tiada arti Kini aku sadari semua itu suratan dari-Nya Hari-hari berlalu bagai dalam mimpi Seakan ku berjalan di balik awan kelabu Yang ada hanya hitam

Yang ada hanya kelam

Aku melangkah dengan perasaan Mengapa daku terlahir ke dunia ini?

Hanya menanggung beban duka dan derita Pernah kusesali namun itu tiada arti Kini aku sadari semua itu suratan dari-Nya Mengapa daku terlahir ke dunia ini?

Hanya menanggung beban duka dan derita Pernah kusesali namun itu tiada arti Kini aku sadari semua itu suratan dari-Nya Kini aku sadari semua itu suratan dari-Nya

Dibatas Kota Ini Tommy J. Pisa Di batas kota ini ku menatap wajahmu Perpisahan ini membuat luka di hati Ingin ku berlari namun tak kuasa diriku Engkau menangis dalam pelukanku Sendiri kau terpaku melepas kepergianku Air matamu berlinang membasahi pipi Seakan kau sesali perpisahan ini

Janganlah kau sesali janganlah kau tangisi Aku pergi untuk kembali lagi

Hapuslah air matamu hapus luka hatimu Nantikan aku di batas kota ini

Pelabuhan jadi saksi dermaga tua menanti Di saat engkau berjanji tuk kembali lagi Di pelabuhan melawai ku lepas dirimu kasih Ku harap engkau kembali untukku lagi Sendiri kau terpaku melepas kepergianku Air matamu berlinang membasahi pipi Seakan kau sesali perpisahan ini

Janganlah kau sesali janganlah kau tangisi Aku pergi untuk kembali lagi

Hapuslah air matamu hapus luka hatimu Nantikan aku di batas kota ini

Pelabuhan jadi saksi dermaga tua menanti Di saat engkau berjanji tuk kembali lagi Di pelabuhan melawai ku lepas dirimu kasih Ku harap engkau kembali untukku lagi Janganlah kau sesali janganlah kau tangisi Aku pergi untuk kembali lagi

Hapuslah air matamu hapus luka hatimu Nantikan aku di batas kota ini

JULIUS SITANGGANG MARIA

Indahnya purnama yang berseri Tiada seindah senyummu kasih Taman bunga yang teduh Tak seteduh matamu

Putihnya salju tak seputih cintamu Kemarin kau datang kepadaku Bercerita tentang deritamu Sakit yang kau alami Tak jua terobati

Di dadaku kau menangis pilu Reff :

Maria ...

Akhirnya Tuhanpun memanggilmu Maria ...

Hati trenyuh memandang potretmu Tiada lagi senyummu tiada lagi tawamu Tiada candamu seperti yang dulu

Walau kau t'lah tiada pergi untuk slamanya Namun cintaku tetaplah untukmu

Oh...Maria ... oh ... Maria Kuhantarkan do'a hanya untukmu Semoga Tuhan slalu bersamamu Mimpi indahlah engkau

Dalam tidur panjangmu Di pintu syurga nanti kita

(12)

Tak Ingin Sendiri Dian Piesesha Aku masih seperti yang dulu

Menunggumu sampai akhir hidupku

Kesetiaanku tak luntur hati pun rela berkorban Demi keutuhan kau dan aku

Biarkanlah aku memiliki Semua cinta yang ada di hatimu

Apapun kan kuberikan cinta dan kerinduan Untukmu dambaan hatiku

Malam ini tak ingin aku sendiri Kucari damai bersama bayanganmu Hangat pelukan yang masih kurasa Kau kasih, kau saying

Aku masih seperti yang dulu Menunggumu sampai akhir hidupku

Kesetiaanku tak luntur hati pun rela berkorban Demi keutuhan kau dan aku

Malam ini tak ingin aku sendiri Kucari damai bersama bayanganmu Hangat pelukan yang masih kurasa Kau kasih kau saying

Malam ini tak ingin aku sendiri Kucari damai bersama bayanganmu Hangat pelukan yang masih kurasa Kau kasih kau saying

Malam ini tak ingin aku sendiri Kucari damai bersama bayanganmu

Bara Api Senyummu Dian Piesesha Kau pernah ucapkan janji

Janji-janji manis untukku Saat itu aku terbuai

Bayangan khayal dalam diriku Bara api dalam senyummu Ku terbakar kemesraanmu Walau lama tiada berita Kumaafkan karena senyummu Masih ada butir rindu dihatiku Kisah kisah indah kenanganku Setiap malam ku selalu berdoa Mungkinkah kita dapat berdua Desir angin di malam dingin Embun sirna di mentari pagi Selama masih ada kasih sayang Jangan kau biarkan diriku sendiri Kau pernah ucapkan janji

Janji-janji manis untukku Saat itu aku terbuai

Bayangan khayal dalam diriku Bara api dalam senyummu Ku terbakar kemesraanmu Walau lama tiada berita Kumaafkan karena senyummu Masih ada butir rindu dihatiku Kisah kisah indah kenanganku Setiap malam ku selalu berdoa Mungkinkah kita dapat berdua Desir angin di malam dingin Embun sirna di mentari pagi Selama masih ada kasih sayang Jangan kau biarkan diriku sendiri Desir angin di malam dingin Embun sirna di mentari pagi Selama masih ada kasih sayang Jangan kau biarkan

(13)

Kucoba Hidup Sendiri Dian Piesesha Bagaimana mungkin

Percaya kepadamu Sedangkan ulang tahunku Kau tak ingat lagi

Bagaimana mungkin Kau masih menyayangku Sedangkan kehadiranmu Bagai angin lalu

Tak percaya lagi Tak kan aku percaya

Padamu tak sanggup harus begini Menghadapimu

Tak percaya lagi Takkan aku perduli

Biarlah kucoba hidup sendiri Walau tanpa kau lagi

Bagaimana mungkin Kau masih menyayangku Sedangkan kehadiranmu Bagai angin lalu

Tak percaya lagi Tak kan aku percaya

Padamu tak sanggup harus begini Menghadapimu

Tak percaya lagi Takkan aku perduli

Biarlah kucoba hidup sendiri Walau tanpa kau lagi

Untuk Sebuah Nama Meriam Bellina Kupejam mata ini, dikebisuan malam Oh mimpi, bawalah dia dalam tidurku Untuk sebuah nama, rindu tak pernah pudar Oh mimpi, dimana dia dambaan hati Biarlah hanya di dalam mimpi Kita saling melepaskan rindu Biarlah hanya di dalam mimpi Kucumbui bayangan dirimu Kau satu segalanya bagiku Diantara berjuta disana Kau saja belahan jiwa ini Tak ingin yang lain disisiku

Kupejam mata ini, dikebisuan malam Oh mimpi, bawalah dia dalam tidurku Untuk sebuah nama, rindu tak pernah pudar Oh mimpi, dimana dia dambaan hati Biarlah hanya di dalam mimpi Kita saling melepaskan rindu Biarlah hanya di dalam mimpi Kucumbui bayangan dirimu Kau satu segalanya bagiku Diantara berjuta disana Kau saja belahan jiwa ini Tak ingin yang lain disisiku Biarlah hanya di dalam mimpi Kita saling melepaskan rindu Biarlah hanya di dalam mimpi Kucumbui bayangan dirimu

Kau satu segalanya bagiku Diantara berjuta disana Kau saja belahan jiwa ini Tak ingin yang lain disisiku

Kerinduan Meriam Bellina Berkali sudah kupendam kecewaku Sering kau tinggalkan diriku sendiri Kesetiaan ini bukannya sandiwara

Berkorban untukmu walau kadang kecewa Tiap malam sendiri saja

Menunggu hingga malam berakhir sayang Tiap kali bila kutanya

Jawabmu hanya maaf di bibir saja Mungkin harus lebih sabar Menghadapi dirimu

Kesetiaan ini bukannya sandiwara

Berkorban untukmu walau kadang kecewa Tiap malam sendiri saja

Menunggu hingga malam berakhir sayang Tiap kali bila kutanya

Jawabmu hanya maaf dibibir saja

Mungkin harus lebih sabar menghadapi dirimu Mungkin harus lebih sabar menghadapi dirimu Jangan Salahkan Siapa

Pance Pondaag, Meriam Bellina, ...

Sampai kapan kau menutupi Apa yang dihatimu

Sampai kapan lagi Kau hindari kenyataaan Kutahu engkau menyayangku Dari sinar matamu

Tapi kau bertahan

Kau mencoba menutupinya Sekian lamanya kutunggu Kau masih bertahan juga Jangan salahkan siapa Bila akhirnya diriku berlalu Sekian lama kutersiksa Dalam penantian ini Jangan salahkan siapa Bila kututup pintu hatiku ini Seringkali engkau bertanya Tentang kesetiaanku Apa guna kujawab

Sebab engkau masih menutup diri Kutahu engkau menyayangku Dari sinar matamu

Tapi kau bertahan

Kau mencoba menutupinya Sekian lamanya kutunggu Kau masih bertahan juga Jangan salahkan siapa Bila akhirnya diriku berlalu Sekian lama kutersiksa Dalam penantian ini Jangan salahkan siapa Bila tertutup pintu hatiku ini Jangan salahkan siapa Bila akhirnya diriku berlalu

(14)

Begitu Indah Pance Pondaag Begitu indah sayang

Hari-hari berlalu

Begitu pedih untuk dikenangkan Di saat engkau harus memilih Bukan, bukan salahmu Mungkin harus begini Biar kubawa pergi Kubawa sampai mati Kasih sayang untukmu

Cukup, cukuplah sudah sayang Air mata jatuh berderai

Akupun menyadari apa arti diriku Cukup, cukuplah sudah sayang Kau berkorban untuk diriku Mungkin memang, mungkin harus Ku berlalu

Sebelumku berlalu Inginku dengar lagi

Apa yang pernah kau ucapkan dulu Yang membuat damai hati ini Saat yang paling pedih Melihat kau di sana

Kuusap dada ini sebab bukan diriku Mendampingi dirimu

Cukup, cukuplah sudah sayang Air mata jatuh berderai

Akupun menyadari apa arti diriku Cukup, cukuplah sudah sayang Kau berkorban untuk diriku Mungkin memang, mungkin harus Ku berlalu

Mungkin memang, mungkin harus Ku berlalu

Bukan Kau Yang Pertama Meriam Bellina

Bukankah pernah bibir ini berterus terang padamu Tentang diriku ini tak lagi seperti dulu

Sejujurnya tlah kukatakan bukan bukan dirimu

Yang pertama kali menyentuh hatiku menyentuh tubuhku Masih kuingat saat itu jawab dibibirmu

Apapun terjadi kau tetap menyayangiku

Aku diam menatap pilu sungguhkah hatimu sayang Serasa bermimpi kau membuka hati memahami diriku Tapi apa yang terjadi manisnya kurasakan sesaat saja Kau buka kembali lembaran yang dulu yang telah berlalu Mengapa disaat ini hadir penyesalan di dalam hatimu Sungguh kau terlalu sumpah demi apa kini tak berarti lagi Bukankah pernah bibir ini berterus terang padamu

Tentang diriku ini tak lagi seperti dulu

Sejujurnya tlah kukatakan bukan bukan dirimu

Yang pertama kali menyentuh hatiku menyentuh tubuhku Tapi apa yang terjadi manisnya kurasakan sesaat saja Kau buka kembali lembaran yang dulu yang telah berlalu Mengapa disaat ini hadir penyesalan di dalam hatimu Sungguh kau terlalu sumpah demi apa kini tak berarti lagi Sungguh kau terlalu sumpah demi apa kini tak berarti lagi

Mulanya Biasa Saja Meriam Bellina Mulanya biasa saja

Kita saling bercanda Berbincang seadanya Semua biasa saja

Tak pernah kubayangkan Akhirnya datang juga Gelisah dan rinduku Menyatu dalam mimpi Malam malam begini Termenung ku sendiri Menunggu kau disini Kehadiran dirimu Dikamar sepi bisu

Kucari bayang-bayangmu Didalam hati ini

Merindukan dirimu Mulanya biasa saja Kita saling bercanda Berbincang seadanya Semua biasa saja Malam malam begini Termenung ku sendiri Menunggu kau disini Kehadiran dirimu Dikamar sepi bisu

Kucari bayang-bayangmu Didalam hati ini

Merindukan dirimu Didalam hati ini Merindukan dirimu

Walau Hati Menangis Meriam Bellina Mungkin lebih baik begini

Menyendiri di sudut kota ini

Kututup pintu hati untuk semua cinta Walau batin ini menangis

Jangan datang atau titip salam Hanya menambah luka di hatiku

Hapuslah namaku hapuslah semua kisah kasih yang pernah ada

Biarlah aku sendiri menyendiri tanpa dirimu lagi

Walau harus kuakui hanyalah kau yang sangat kusayangi Hatiku pun tak ingin mencari pengganti dirimu

Jangan datang atau titip salam Hanya menambah luka di hatiku

Hapuslah namaku hapuslah semua kisah kasih yang pernah ada

Biarlah aku sendiri menyendiri tanpa dirimu lagi

Walau harus kuakui hanyalah kau yang sangat kusayangi Hatiku pun tak ingin mencari pengganti dirimu

Hatiku pun tak ingin mencari pengganti dirimu

(15)

Gelas Gelas Kaca Nia Daniaty Gelas-gelas kaca

Tunjukkan padaku Siapa diriku iini Ayah aku tak punya Ibu pun aku tiada Siapa pun aku tak punya Hanya air mata

Yang selalu bercerita kepadaku Gelas-gelas kaca

Bunyikan suara Di manakah aku kini Sepi yang mencekam Menusuk hatiku

Kemana aku melangkah Aku ingin pulang

Ke pangkuan ibunda sayang Mataku terpejam

Hatipun menangis Menantikan dirimu Malam yang berlalu Tak pernah tersenyum Menghantarkan tidurku Gelas-gelas kaca Berikan aku cerita Gelas-gelas kaca Di manakah ayah bunda Gelas-gelas kaca Bunyikan suara Di manakah aku kini Sepi yang mencekam Menusuk hatiku

Kemana aku melangkah Aku ingin pulang

Ke pangkuan ibunda sayang Mataku terpejam

Hatipun menangis Menantikan dirimu Malam yang berlalu Tak pernah tersenyum Menghantarkan tidurku Gelas-gelas kaca Berikan aku cerita Gelas-gelas kaca Di manakah ayah bunda Gelas-gelas kaca Tunjukkanlah kepadaku Gelas-gelas kaca Di manakah ayah bunda

Titip Rindu Buat Ayah Ebiet G. Ade Di matamu masih tersimpan

Selaksa peristiwa Benturan dan hempasan Terpahat di keningmu Kau nampak tua dan lelah Keringat mengucur deras Namun kau tetap tabah, hm-hm Meski nafasmu kadang tersengal Memikul beban yang makin sarat Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti Htam dan merah jalan ini

Keriput tulang pipimu Gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar Legam terbakar matahari

Kini kurus dan terbungkuk, hm-hm Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu Untuk menuai padi milik kita

Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Engkau telah mengerti

Hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu Gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar Legam terbakar matahari

Kini kurus dan terbungkuk, hm-hm Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia

Untuk Kita Renungkan Ebiet G. Ade Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin

Tengoklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat Ho-oh, singkirkan debu yang masih melekat Du-du-du-du-du

Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya Kita mesti tabah menjalani

Hanya cambuk kecil, agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya Ho-oh, adalah Dia di atas segalanya Anak menjerit-jerit

Asap panas membakar

Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman

Hanya satu isyarat

Bahwa kita mesti banyak berbenah Memang bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan masih banyak tangan Yang tega berbuat nista, ho-ho Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang kita perbuat Ke manakah lagi kita 'kan sembunyi?

Hanya kepada-Nya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari hanya runduk sujud pada-Nya Du-du-du-du-du

Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh

Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum Ho-oh, berusahalah agar Dia tersenyum Du-du-du-du-du

Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh

(16)

Berita Kepada Kawan Ebiet G. Ade Perjalanan ini trasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk disampingku kawan Banyak cerita yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan Hati tergetar menampak kering rerumputan Perjalanan ini pun seperti jadi saksi

Gembala kecil menangis sedih Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika ia kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam tetapi semua bisu

Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali di sana ada jawabnya

Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Kawan coba dengar apa jawabnya

Ketika ia kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam tetapi semua bisu

Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali di sana ada jawabnya

Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Ayah Ratih Purwasih Dimana akan ku cari

Aku menangis seorang diri Hatiku selalu ingin bertemu Untukmu aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta aku ingin bernyanyi Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti Namun tiada seindah dulu Datanglah aku ingin bertemu Untukmu aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta aku ingin bernyanyi Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa Walau hanya dalam mimpi

Teluk Bayur Muppet Selamat tinggal Teluk Bayur permai Daku pergi jauh ke negeri seberang Ku 'kan mencari ilmu di negeri orang Bekal hidup kelak di hari tua

Selamat tinggal kasihku yang tercinta Doakan agar 'ku cepat kembali Kuharapkan suratmu setiap minggu Kan kujadikan pembuluh rindu Lambaian tanganmu pun Rasakan ngilu di dada

Kasih sayangku bertambah padamu Air mata berlinang tak terasakan olehku Nantikanlah aku di Teluk Bayur

Selamat tinggal kasihku yang tercinta Doakan agar 'ku cepat kembali Kuharapkan suratmu setiap minggu Kan kujadikan pembuluh rindu Lambaian tanganmu pun Rasakan ngilu di dada

Kasih sayangku bertambah padamu Air mata berlinang tak terasakan olehku Nantikanlah aku di Teluk Bayur

Kisah Kasih Di Sekolah Obbie Messakh Resah dan gelisah

Menunggu disini Di sudut sekolah

Tempat yang kau janjikan Ingin jumpa denganku Walau mencuri waktu Berdusta pada guru Malu aku malu Pada semut merah Yang berbaris di dinding Menatapku curiga Seakan penuh tanya Sedang apa disini Menanti pacar jawabku Sungguh aneh tapi nyata Tak kan terlupa

Kisah kasih di sekolah Dengan si dia

Tiada masa paling indah Masa-masa disekolah Tiada kisah paling indah Kisah kasih di sekolah Malu aku malu Pada semut merah Yang berbaris di dinding Menatapku curiga Seakan penuh tanya Sedang apa disini Menanti pacar jawabku Sungguh aneh tapi nyata Tak kan terlupa

Kisah kasih di sekolah Dengan si dia

Tiada masa paling indah Masa-masa disekolah Tiada kisah paling indah Kisah kasih di sekolah

(17)

Jangan Sampai Tiga Kali Trio Ambisi Satu kali kau sakiti hati ini

Masih ku maafkan

Dua kali kau sakiti hati ini Juga kumaafkan

Tapi jangan kau coba tiga kali Jangan oh janganlah

Cukuplah sudah, cukuplah sudah Jangan kau ulang lagi

Sedari dulu sudah aku katakan Siapa diri ini

Sedari dulu sudah aku katakan Janganlah kau sesali

Tapi kini kau s'lalu menyakitiku Mengapa oh mengapa

Hati bertanya, mungkin ada yang lain Yang kau sayangi

Kalaulah memang ada yang lain Yang kau sayangi selain diriku Katakan sejujurnya

Jangan-janganlah kau bersandiwara Aku tak mau, aku tak mau

Kalaulah memang begitu adanya Lebih baik berpisah

Daripada nanti hati ini terluka Sedari dulu sudah aku katakan Siapa diri ini

Sedari dulu sudah aku katakan Janganlah kau sesali

Tapi kini kau s'lalu menyakitiku Mengapa oh mengapa

Hati bertanya, mungkin ada yang lain Yang kau sayangi

Kalaulah memang ada yang lain Yang kau sayangi selain diriku Katakan sejujurnya

Jangan-janganlah kau bersandiwara Aku tak mau, aku tak mau

Kalaulah memang begini adanya Lebih baik berpisah

Daripada nanti hati ini terluka Lebih baik berpisah

Daripada nanti hati ini terluka

Jangan Salah Menilai Tagor Pangaribuan Mungkin kau selalu menduga

Diriku tak pernah memahamimu Bahkan kau selalu curiga

Ada yang lain dan kuduakan cintamu Jangan kau salah menilaiku

Dengan semua sikap diamku ini Jauh di dalam lubuk hatiku

Terukir indah, terukir indah namamu Sayang

Mengapa masih saja kau ragukan diriku?

Ketulusan hatiku

Kupersembahkan hanya untukmu Sayang

Andaikan kau bisa melihat hatiku Kau akan menyadari

Betapa ku sangat mencintaimu

Jangan kau salah menilaiku Dengan semua sikap diamku ini Jauh di dalam lubuk hatiku

Terukir indah, Terukir indah namamu Sayang

Mengapa masih saja kau ragukan diriku?

Ketulusan hatiku

Kupersembahkan hanya untukmu Sayang

Andaikan kau bisa melihat hatiku Kau akan menyadari

Betapa ku sangat mencintaimu Sayang

Mengapa masih saja kau ragukan diriku?

Ketulusan hatiku

Kupersembahkan hanya untukmu Sayang

Andaikan kau bisa melihat hatiku Kau akan menyadari

Betapa ku sangat mencintaimu Kau akan menyadari

Betapa ku sangat mencintaimu Mungkinkah

STINKY Tetes air mata basahi pipiku Di saat kita kan berpisah

Terucapkan janji padamu kasihku Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku Sebut namaku jika kau rindukan aku Aku akan datang

Mungkinkan kita kan selalu bersama Walau terbentang jarak antara kita Biarkan kupeluk erat bayangmu

Tuk melepaskan semua kerinduanku oh Lambaian tanganmu iringi langkahku Terbersit tanya di hatiku

Akankah dirimu kan tetap milikku Saat kembali di pelukanku

Begitu beratnya kau lepas diriku Sebut namaku jika kau rindukan aku Aku akan datang

Mungkinkan (mungkinkah) Kita kan selalu bersama

Walau terbentang jarak antara kita Biarkan (biarkan)

Kupeluk erat bayangmu

Tuk melepaskan semua kerinduanku Kau kusayang

Selalu kujaga

Takkan kulepas selamanya Hilangkanlah

Keraguanmu pada diriku Di saat kujauh darimu

(18)

Janji Bragi, Bragi Rasa sesal datang lagi

Bila kau ungkit salahku yang dulu Semua yang kini kulakukan

Masih datangkan rasa ragu di hatimu Cinta yang kini kurasakan

Selalu ingin kuberikan semua kepadamu Apa yang harus kubuat lagi

'Tuk beri arti tulusnya cintaku kepadamu Lupakan sudah masa lalu

Tak akan ada lagi di hati Hanya janji yang kuberikan Kuingin s'lalu bersama dirimu Percayalah...

Cinta yang kini kurasakan

Selalu ingin kuberikan semua kepadamu Apa yang harus kubuat lagi

'Tuk beri arti tulusnya cintaku kepadamu Cinta yang kini kurasakan

Selalu ingin kuberikan semua kepadamu Apa yang harus kubuat lagi

'Tuk beri arti tulusnya cintaku kepadamu Cinta yang kini kurasakan

Selalu ingin kuberikan semua kepadamu Apa yang harus kubuat lagi

'Tuk beri arti tulusnya cintaku kepadamu Semua Cinta

Bragi Kadang aku tak pernah mengerti Apa yang akan aku jalani Kalau rasa itu datang Kalau rasa itu datang Kalau rasa itu pergi Kini satu mengisi hatiku Dan aku tak ingin kehilangan Kamu yang memberi cinta Kamu yang memberi cinta Kamu yang memberi rindu Semua cinta yang pernah datang Tak sebanding cintamu kepadaku Tak ingin buang waktuku denganmu Walau kita tak pernah akan tahu Kalau cinta itu keinginan Akan kuberikan kepadamu Aku yang mencintaimu Aku yang mencintaimu Aku yang merindukanmu Semua cinta yang pernah datang Tak sebanding cintamu kepadaku Tak ingin buang waktuku denganmu Walau kita tak pernah akan tahu Semua cinta yang pernah datang Tak sebanding cintamu kepadaku Tak ingin buang waktuku denganmu Walau kita tak pernah akan tahu

Kupanggil Namamu Bragi Kutermenung menatap malam Sepi membelai anganku Membelai rinduku Kuteringat bunga hatiku Mesra membelai hatiku Membelai cintaku

Waktu berputar pisahkan kita Hari berganti tanpa kau di sisiku Kupanggil namamu

Di saat kumenunggu Melepas rindu dalam hatiku Kupanggil namamu

Di saat kusadari

Tak ada cinta lain untukku Selain dirimu

Kuterbisu dalam ucapku Janji selalu denganmu Takkan kuingkari

Waktu berputar pisahkan kita Hari berganti tanpa kau di sisiku Kupanggil namamu

Di saat kumenunggu Melepas rindu dalam hatiku Kupanggil namamu

Di saat kusadari

Tak ada cinta lain untukku Selain dirimu

Kupanggil namamu Di saat kusadari

Tak ada cinta lain untukku Kupanggil namamu Di saat kumenunggu Melepas rindu dalam hatiku Kupanggil namamu

Di saat kusadari

Tak ada cinta lain untukku Selain dirimu

(19)

Suci Dalam Debu Iklim Engkau bagai air yang jernih Di dalam bekas yang berdebu Zahirnya kotoran itu terlihat Kesucian terlindung jua Cinta bukan hanya di mata Cinta hadir di dalam jiwa Biarlah salah di mata mereka Biar perbezaan terlihat antara kita Ku harapkan kau kan terima Walau dipandang hina Namun hakikat cinta kita Kita yang rasa

Suatu hari nanti Pastikan bercahaya Pintu akan terbuka Kita langkah bersama Di situ kita lihat Bersinarlah hakikat Debu jadi permata Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan Tapi keyakinan yang nyata Kerana cinta lautan berapi Pasti akan kurenang jua Ku harapkan kau kan terima Walau dipandang hina Namun hakikat cinta kita Kita yang rasa

Suatu hari nanti Pastikan bercahaya Pintu akan terbuka Kita langkah bersama Di situ kita lihat Bersinarlah hakikat Debu jadi permata Hina jadi mulia Suatu hari nanti Pastikan bercahaya Pintu akan terbuka Kita langkah bersama Di situ kita lihat Bersinarlah hakikat Debu jadi permata

Terjemahkan ke bahasa Indonesia

Aduhai! Seribu Kali Sayang Iklim

Berdosakah diriku Terpaksa melepaskan Cintamu yang serapuh Dahan nan kering usang Yang akhirnya kan patah Terhempas gemeratap Oh sungguh memilukan Tak dapat ku bayangkan Seribu kali sayang Sangkaku kan ke mati Cerita kasih kita Rupanya seketika Setelah merelakan Setelah kau bisikkan Segugus janji-janji Tergamak kau mungkiri Apakah sebenar yang terjadi Hingga kau bersikap demikian

Sedangkan kau sesungguhnya percaya Kasihku tak berbelah bagi

Aduhai

Tak sanggup ku kenangkan Semua telah nyata

Cintamu gurauan Datang dan hilang Semahu hatimu Itulah falsafah Pegangan cintamu Namun harus kau ingat Hati yang manakah Selamanya kan sabar Apakah sebenar yang terjadi Hingga kau bersikap demikian

Sedangkan kau sesungguhnya percaya Kasihku tak berbelah bagi

Aduhai

Tak sanggup ku kenangkan Semua telah nyata

Cintamu gurauan Datang dan hilang Semahu hatimu Itulah falsafah Pegangan cintamu Namun harus kau ingat Hati yang manakah Selamanya kan sabar Seribu kali sayang Sangkaku kan ke mati Cerita kasih kita Rupanya seketika Setelah merelakan Setelah kau bisikkan Segugus janji-janji Tergamak kau mungkiri Segugus janji-janji Tergamak kau mungkiri

(20)

Mimpi Yang Hilang Iklim Dia yang mana

Yang datang merebut seri Bunga cintamu

Dia yang mana

Yang mampu mengalihkan Rasa setiamu

Tidak ku duga semua terjadi Kau telah ingkar janji Lidah siapa

Yang manis bermadu dulu Mengukir janji

Sumpah siapa

Yang telah terucap dulu Sehidup semati

Lenyaplah sudah janji-janji itu Hilang terbawa di angin lalu Kini engkau telah pergi Aku sendiri berteman sunyi Semoga derita ini

Takkan terjadi kedua kali Asaku terbang jauh melayang Mimpi yang indah kini telah hilang Kini engkau telah pergi

Aku sendiri berteman sunyi Semoga derita ini

Takkan terjadi kedua kali Asaku terbang jauh melayang Mimpi yang indah kini telah hilang Hati siapa

Yang rela jatuh terkulai Karena cinta

Hati yang luka

Oh pedih di dalam dada Tiada obatnya

Pasti nanti kau kan mengalami Jangan tangisi cinta yang pergi

Bukan Aku Tak Cinta Iklim

Saat kita berpisah

Kau pegang erat tanganku

Sepertinya tak merelakan kepergianku Untuk meninggalkanmu

Dermaga saksi bisu Waktu ku kecup keningmu

Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku Aku lihat kau menangis

Lambaian tanganmu Masih ku ingat selalu Itu yang terakhir Ku melihat dirimu

Sudah sering kau kirim surat Namun tak pernah aku jawab Lalu ku kirim kan undangan Agar kau tak berharap Bukannya aku tak tega Bukan pula aku tak cinta

Karena orang tua yang tak merestui Cinta kita

Lambaian tanganmu Masih ku ingat selalu Itu yang terakhir Ku melihat dirimu

Sudah sering kau kirim surat Namun tak pernah aku jawab Lalu ku kirim kan undangan Agar kau tak berharap Bukannya aku tak tega Bukan pula aku tak cinta

Karena orang tua yang tak merestui Cinta kita

Dermaga saksi bisu Waktu ku kecup keningmu

Perlahan kau lepaskan pegangan tanganku Aku lihat

Kau menangis

(21)

Bukan Ku Tak Sudi Iklim Ku anggapkan semalam

Satu kenangan nan suram Bila cinta kita

Putus di jalan Ku harapkan impian Menjadi kenyataan Namun aku kecewa

Mudahnya waktu melafazkan janji Engkau dan aku berdua serupa

Rupanya mentah di dalam mainan, percintaan Telah pun ku bentangkan segalanya

Mencari entah dimana silapnya Jelas asmara kecundang jua Bukan ku tak sudi kasih Untuk bersamamu bercinta lagi Karna antara kita

Tidak sehaluan lagi Maafkan diriku sayang Menolak cintamu kali ini

Walaupun ku tahu bersungguh benar rasa hatimu Mudahnya waktu melafazkan janji

Engkau dan aku berdua serupa

Rupanya mentah di dalam mainan, percintaan Telah pun ku bentangkan segalanya

Mencari entah dimana silapnya Jelas asmara kecundang jua Bukan ku tak sudi kasih Untuk bersamamu bercinta lagi Karna antara kita

Tidak sehaluan lagi Maafkan diriku sayang Menolak cintamu kali ini

Walaupun ku tahu bersungguh benar rasa hatimu

Sheilla Iklim Sheilla, bila kau terluka

Aku pun tersiksa Betapa besar cinta kita Yang telah terbina Namun terhalang Dinding pemisah Begitu tingginya

Sheilla, kini terbelenggu Kerna orang tuamu Di mata mereka

Yang ada intan dan permata Aku tak punya harta dan benda Mungkin akan membuat sengsara Lalu ku cuba bertanya

Untuk apa cinta kita Sekian lama kita bina Hanya berbuah derita Oh... Sheilla tabahkanlah Suratan di dirimu

Oh Sheilla, relakanlah Kita harus berpisah Sheilla kini terbelenggu Kar'na orangtuamu Di mata mereka yang ada Intan dan permata

Aku tak punya harta dan benda Mungkin akan membuat sengsara Lalu ku coba bertanya

Untuk apa cinta kita Sekian lama kita bina Hanya berbuah derita

Oh... Sheilla tabahkanlah suratan di dirimu Oh Sheila relakanlah

Kita harus berpisah Sheilla, aku menyadari Betapa susahnya

Mana yang harus engkau pilih Aku atau dia

Mengapa kita harus bertemu Sheilla, oh sheilla

(22)

Mencari Alasan Exists Ikhlasnya hati seringkali di salah arti Tulusnya cinta tidak pernah engkau hargai Berlalu pergi dengan keluka an ini

Kumengalah kubersabar

Berpaling muka bila saling bertatap mata Seolah kita tiada pernah saling mencinta Mencari sebab serta mencari alasan Supaya tercapai hasratmu

Manis di bibir Memutar kata

Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya Siapa terlena pasti dia terpana

Bujuknya rayunya suaranya Yang meminta simpati dan harapan Engkau pastinya tersenyum

Dengan pengunduran diriku Tetapi bagi diriku

Suatu ketenangan

Andainya kita terus bersama Belum tentu kita bahagia

Selama tidak kau rubah cara hidupmu Ada baiknya bila tidak lagi bersama Terasa jauh diriku ini dengan dosa Aku tinggalkan walau tanpa kerelaan Yang nyata kau tidak berubah

Berpaling muka bila saling bertatap mata Seolah kita tiada pernah saling mencinta Mencari sebab serta mencari alasan Supaya tercapai hasratmu

Manis di bibir Memutar kata

Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya Siapa terlena pasti dia terpana

Bujuknya Rayunya Suaranya Yang meminta simpati dan harapan Engkau pastinya tersenyum

Dengan pengunduran diriku Tetapi bagi diriku

Suatu ketenangan

Andainya kita terus bersama Belum tentu kita bahagia

Selama tidak kau rubah cara hidupmu Katakan apa yang kau ingin

Selagi kau dapat berkata Memang begini sikapmu Semenjak dahulu

Andainya kita terus bersama Belum tentu kita bahagia

Selama tidak kau rubah cara hidupmu.

Masih Terserlah Ayumu Exists

Cepat benar engkau pergi Hujan masih belum berhenti Apakah kerna soalan ku tadi ? Hatimu terusik kini, wo-oo Sebagai kekasihmu

Layak aku bertanya

"Sekuat mana cintamu?"

"Tiadakah insan lain di hatimu selainku?"

Sayang, bukannya sehari dua Percintaan kita ini

Yang dipersudah dipateri Sayang, jangan ikut perasaan Marah jangan disimpan Kuhanya ingin menduga Dan kini aku tahu

Satu kekasihmu hanya aku Marilah kasih aku dendangkan Lagu yang pernah mencuri hatimu Hoo, marilah kasih biar kusimbah Api kemarahan yang membakar di benak Di benakmu

Sayang, bukannya sehari dua Percintaan kita ini

Yang dipersudah dipateri Sayang, jangan ikut perasaan Marah jangan disimpan Kuhanya ingin menduga Dan kini aku tahu

Satu kekasihmu hanya aku Marilah kasih aku dendangkan Lagu yang pernah mencuri hatimu Hoo, marilah kasih biar kusimbah Api kemarahan yang membakar di benak Di benakmu

Terpaksa kuberlari Memintasmu dari pergi

Perlahan kubelai rambutmu yang basah Masih terserlah ayunya wajahmu Walaupun marah

Walaupun marah, ayu wajahmu Masih terserlah, uo-uo

Ayu wajahmu

(23)

Exis

Buih Jadi Permadani Dinginnya angin malam ini

Menyapa tubuhku

Namun tidak dapat dinginkan panasnya Hatiku ini

Terasa terhempasnya kelakianku ini Dengan sikapmu

Apakah karna aku Insan kekurangan Mudahnya kau mainkan Oh mungkinkah diri ini Dapat merubah buih Yang memutih Menjadi permadani Seperti pinta Yang kau ucap Dalam janji cinta Juga mustahil bagiku Menggapai bintang di langit Siapalah diriku

Hanya insan biasa Semua itu

Sungguh aku Tiada mampu Salah aku juga Karna jatuh cinta

Insan seperti dirimu seanggun bidadari Seharusnya aku

Cerminkan diriku Sebelum tirai hati Aku buka

Untuk mencintaimu  

Aaa aa aaa…

Aaa aa aaa...

Ooo oo ooo…

Ooo oo ooo…

Disana Menanti Disini Menunggu Ukays

Seumur hidup aku Ini yang pertama Pintu hatiku diketuk Oleh dua wanita

Punyai ciri selama ini ku cari Berbeza wajah ayunya tetap asli Kalau ku pilih di sini

Apa kata di sana Kalau ku pilih di sana Di sini akan terluka

Perlukah aku pilih keduanya Bahagi kasih adil-adilnya Sungguh ku merasa resah

Untuk menilai sesuatu yang indah Namunku ada pepatah

Yang aku gubah

Di sana hanyalah menanti Sampai bila pun ku tak pasti Bertanya khabar melalui tinta Jarang sekali bertemu muka Namunku tahu dia setia Dan di sini tetap menunggu Berada jelas di mataku Kasih tak luak terhadap aku Sanggup menunggu kata putusku Sayang ketabahanmu menawanku Sungguh ku merasa resah

Untuk menilai sesuatu yang indah Namunku ada pepatah

Yang aku gubah

Di sana hanyalah menanti Sampai bila pun ku tak pasti Bertanya khabar melalui tinta Jarang sekali bertemu muka Namunku tahu dia setia Dan di sini tetap menunggu Berada jelas di mataku Kasih tak luak terhadap aku Sanggup menunggu kata putusku Sayang ketabahanmu menawanku

(24)

Lirik Lagu Malaysia UKS – Cinta Itu Buta

Berapa lama kah lagi Terpaksa aku menanti

Sehingga goyahlah pendirian di hati Bagai kan lentera yang kecil Lelah memberi terang Tak jua kunjung harapan Berlimpahan kasih sayang Aku curahkan buatmu seorang Kiranya semua itu

Kau anggap mimpi lalu

Apa sebenarnya yang kau ingin ku tak tahu Kau pergi bila ku berharap

Dan kau datang bila kau suka Terasa diri tercampakkan Dimana berakhirnya nanti Permainan sandiwaramu kasih Sesungguhnya aku tak mengerti Jika benar cinta itu buta

Butakah hatiku

Berkali terluka masih juga kumenunggu Hanya satu pintaku

Ketulusan hati dan kesetiaanmu Jika itu tiada apalah artinya Penantian ini hanya untuk luka ...

Seksa Ukays Ke mana

Bintang beribu Di malam ini

Tiada satu pun yang kelihatan Kecuali kelam

Mungkinkah Hujan kan turun Menemani malam

Makin sepilah malamku ini Tiada teman bicara

Walaupun lenaku panjang Tiada mimpi bertandang Menghitung hari berlalu Seksanya aku

Walaupun hati teringat Kau jauh entah di mana Sudahnya ku duakanmu Dan tak ku duga Kau jelma pula

Menagih lagi janji lama Sukar bagiku untuk terima Kehadiranmu untuk bersama Kali kedua

Walaupun lenaku panjang Tiada mimpi bertandang Menghitung hari berlalu Seksanya aku

Walaupun hati teringat Kau jauh entah di mana Sudahnya ku duakanmu Dan tak ku duga Kau jelma pula

Menagih lagi janji lama Sukar bagiku untuk terima Kehadiranmu untuk bersama Kali kedua

Tak perlu

Kau menjelma lagi Nyata atau mimpi Kerna bagiku Semua yang berlaku Biar berlalu

Jangan pula nanti Kau salahkan aku Kerana meninggalkanmu Jangan pula nanti

Kau salahkan aku Kerana meninggalkanmu

Rindu Serindu Rindunya Spoon

Berikanlah jawapan Huraikanlah simpulan Biar tenang jiwaku Setelah kasih lama berlalu Tidak mungkin kulupa Perjanjian kita

Di bawah rumpun bambu Di kala bulan sedang beradu Mengapa terjadi perpisahan ini Di kala asmara melebar sayapnya Mengapa kau pergi di saat begini Di kala hatiku terlukis namamu Kalau memang tiada jodoh Apalagi nak ku heboh

Aku malu pada teman pada semua Rindu, rindu serindu rindunya Namun engkau tak mengerti Pilu, pilu sepilu pilunya Namun engkau tak perduli Malu, semalu malunya

Namun apa daya orang tak sudi Mahu, semahu mahunya

Namun apa daya orang dah benci Mengapa terjadi perpisahan ini Di kala asmara melebar sayapnya Mengapa kau pergi di saat begini Di kala hatiku terlukis namamu Kalau memang tiada jodoh Apalagi nak ku heboh

Aku malu pada teman pada semua Rindu, rindu serindu rindunya Namun engkau tak mengerti Pilu, pilu sepilu pilunya Namun engkau tak perduli Malu, semalu malunya

Namun apa daya orang tak sudi Mahu, semahu mahunya

Namun apa daya orang dah benci Berikanlah jawapan

Huraikanlah simpulan Biar tenang jiwaku Aku malu

(25)

Gerimis Mengundang Saleem Kusangkakan panas berpanjangan

Rupanya gerimis rupanya gerimis mengundang Dalam tak sedar ku kebasahan

Pernah juga kau pinta perpisahan Aku sangkakan itu hanyalah gurauan Nyata kau serius dalam senyuman Bukan sekejap denganmu

Bukan mainan hasratku Engkau pun tahu niatku Tulus dan suci yeah Senang benar kau ucapkan Kau anggap itu suratan Sikit pun riak wajahmu Tiada terikra

Hanya aku separuh nyawa Menahan sebak di dada Sedangkan kau bersahaja Berlalu tanpa kata

Terasa diri amat terhina kau lakukan Terasa diri amat terhina kau lakukan Bukan sekejap denganmu

Bukan mainan hasratku Engkau pun tahu niatku Tulus dan suci yeah Senang benar kau ucapkan Kau anggap itu suratan Sikit pun riak wajahmu Tiada terkilan

Hanya aku separuh nyawa Menahan sebak di dada Sedangkan kau bersahaja Berlalu tanpa kata

Terasa diri amat terhina kau lakukan Terasa diri amat terhina kau lakukan Sia-sia kukorban selama ini

Jika kasihku jika hatiku Kau guris

Dalam tak sedar ku menangis

Rindiani Slam Pernahkah

Aku sakiti hatimu?

Ataukah prasangka Menduakan cintaku Oh, kekasih?

Semuanya tiada kulakukan Tapi mengapa engkau Tak pernah peduli?

Mungkinkah

Semua ini 'kan terjadi?

Padaku yang selalu

Menyayangi dirimu setulus hati Biarlah rela aku menahan Demi keutuhan cinta Kita berdua

Rindiani

Kekasihku sayang Jangan pergi dari sisiku Rindiani

Bunga hati sayang

Maafkanlah kira kubersalah Kuharapkan

Sucinya cintamu kepadaku Kuharapkan hatimu Hanya untuk diriku Rindiani

Kekasihku sayang Jangan pergi dari sisiku Rindiani

Bunga hati sayang

Maafkanlah kira kubersalah Rindiani

Kekasihku sayang Jangan pergi dari sisiku Rindiani

Bunga hati sayang

Maafkanlah kira kubersalah Maafkanlah kira kubersalah

(26)

Siapa Dia Gan Rose Siapa dia

Ingin ku mengenalnya Berkali jumpa kuterpesona Sungguh ku telah tergoda Sedangkan cintaku yang luka Belum sembuh adanya Bila kuingat

Masa yang telah silam Jumpa pertama indah kurasa Namun sakit akhirnya

Sungguh tiada kusangka cintamu terbagi dua Sungguh tiada kuduga kau bagai wanita setia Di selayang mata ku melihat dia

Genggam tanganmu mesra

Masih ingatkah sayang waktu kita berdua Kubelai kau peluk diriku dengan sepenuh hatimu Masih ingatkah sayang janji yang kau ucapkan Kata cinta yang terindah membuat diriku terlena Maafkanlah diriku dengan segala kekuranganku Pabila kau bahagia kurelakan

Bila kuingat

Masa yang telah silam Jumpa pertama indah kurasa Namun sakit akhirnya

Sungguh tiada kusangka cintamu terbagi dua Sungguh tiada kuduga kau bagai wanita setia Di selayang mata ku melihat dia

Genggam tanganmu mesra

Masih ingatkah sayang waktu kita berdua Kubelai kau peluk diriku dengan sepenuh hatimu Masih ingatkah sayang janji yang kau ucapkan Kata cinta yang terindah membuat diriku terlena Masih ingatkah sayang waktu kita berdua Kubelai kau peluk diriku dengan sepenuh hatimu Masih ingatkah sayang janji yang kau ucapkan Kata cinta yang terindah membuat diriku terlena Maafkanlah diriku dengan segala kekuranganku Pabila kau bahagia kurelakan

Isabella Search Isabella adalah kisah cinta dua dunia

Mengapa kita berjumpa namun akhirnya terpisah?

Siang jadi hilang ditelan kegelapan malam Alam yang terpisah melenyapkan sebuah kisah Terbayang lambaiannya, salju terbakar kehangatan Dunia dipenuhi warna berseri bunga cinta

Kita yang terlena hingga musim berubah Mentari menyepi bernyalalah api cinta Dia Isabella, lambang cinta yang lara Terpisah kerana adat yang berbeza

Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan Dia Isabella, lambang cinta yang lara Terpisah kerana adat yang berbeda

Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan Haluan hidupku terpisah dengan Isabella Tapi aku terpaksa demi cintaku Isabella Moga dibukakan pintu hatimu untukku Akan terbentang jalan andainya kau setia Oh, Isabella

Hilang Dalam Terang Search Fajar menyingsing

Bulan masih mengambang Dan kita pun berhenti Di pinggir jalan

Di sinilah keluhan yang membuka mata ku Dan layu sekuntum mawar

Yang hendak ku berikan pada mu Mengapa kau membuat ku serba salah Melayani perasaan

Menolak kebenaran Setelah aku dilanda gelora Mabuk asmara

Sedangkan engkau tahu

Kelemahan ku mudah jatuh cinta Mengapa begini kau akhiri Dengan menyingkap tabir rahsia Percintaan kamu berdua

Terjaga mentari Melenyapkan bulan

Dan mimpi semalam meluncur Kesunyian sepanjang jalan Ku hilang dalam terang

Mengapa kau membuat ku serba salah Melayani perasaan

Menolak kebenaran Setelah aku dilanda gelora Mabuk asmara

Sedangkan engkau tahu

Kelemahan ku mudah jatuh cinta Mengapa begini kau akhiri Dengan menyingkap tabir rahsia Percintaan kamu berdua

Terjaga mentari Melenyapkan bulan

Dan mimpi semalam meluncur Kesunyian sepanjang jalan Ku hilang dalam terang Melenyapkan bulan

Dan mimpi semalam meluncur Kesunyian sepanjang jalan Ku hilang dalam terang

(27)

Satu Nama Tetap Dihati Eye

Ada satu nama suatu masa dulu Pernah bawa dan beri bahagia Hingga saat ini

Masih ku abadikan di dalam hatiku Dengan satu rasa dalam satu cinta Sewaktu kita bersama dulu Hanya kita yang tahu Dalam mana telah cinta Kita memutik

Walau akhir ini seakan terpisah Oleh masa dan suasana tak dipinta Namun percayalah tidak sedikit pun Kasihku kepadamu surut dan berubah Pasti suatu masa kan bersama lagi Engkau dan aku pasti jua nikmati Cinta yang istimewa

Walau ku tak pasti bilakah masanya Kau dan aku akan bertemu

Untuk kita kembalikan keindahan dulu Walau akhir ini seakan terpisah Oleh masa dan suasana tak dipinta Namun percayalah tidak sedikit pun Kasihku kepadamu surut dan berubah Pasti suatu masa kan bersama lagi Engkau dan aku pasti jua nikmati Satu cinta yang indah

Walau ku tak pasti bilakah masanya Kau dan aku akan bertemu

Untuk kita kembalikan keindahan dulu Dengan satu rasa dalam satu cinta Sewaktu kita bersama dulu Kusemat di dalam hati Hingga kita kan bertemu Kemudian hari

Tiada Yang Lain Fenomena Semilirnya angin malam ini

Membuaiku larut dalam lamunan Khayal tentang keindahan dunia fana ini Bila kita bersama selamanya

Kasih semu yang pernah kau curahkan Kubawa di perjalanan hidup ini

Tapi resah dan gelisah (resah, gelisah) selalu menghantui Karena sikapmu yang tak pasti

Kucoba melupakan dirimu (melupakan dirimu) Kar'na kutahu pasti sifatmu (kutahu)

Agar aku tak s'lalu rindu padamu, kasih Semakin aku lupakan (semakin kulupakan) Semakin aku sadari (sadari)

Cintaku hanya padamu seorang (padamu seorang) Ho-ho-oh oh-ho-oh

Tiada yang lain (tiada yang lain) Oh-ho-oh, tiada yang lain (uh-oh-oh) Kasih semu yang pernah kau curahkan Kubawa di perjalanan hidup ini

Tapi resah dan gelisah (resah, gelisah) selalu menghantui Karena sikapmu yang tak pasti

Kucoba melupakan dirimu (melupakan dirimu) Kar'na kutahu pasti sifatmu (kutahu)

Agar aku tak s'lalu rindu padamu, kasih Semakin aku lupakan (semakin kulupakan) Semakin aku sadari (sadari)

Cintaku hanya padamu seorang, kasih

Kucoba melupakan dirimu (melupakan dirimu) Kar'na kutahu pasti sifatmu (kutahu)

Agar aku tak s'lalu rindu padamu, kasih Semakin aku lupakan (semakin kulupakan) Semakin aku sadari (sadari)

(28)

Dalam Diam Aku Mencintaimu Stings

Entah mengapa kurasa tak menentu Semenjak aku mengenali dirimu, sayang Terbayang-bayang wajahmu di mataku Hingga tersentuh rasa indah di kalbu Apakah ertinya?

Aku tak tahu mengapa aku rindu Ingin kucurah tetapi rasa malu Cubalah engkau mengerti isi hatiku Di dalam diam aku mencintaimu Kuharap kau paham perasaanku Yang kini dilamun rindu padamu Sesungguhnya aku telah jatuh cinta Oh, indahnya bila bersamamu Moga engkau dapat terima Cintaku dengan ikhlasnya Janganlah engkau sia-siakan Harapan dan impianku

Aku tak tahu mengapa aku rindu Ingin kucurah tetapi rasa malu Cubalah engkau mengerti isi hatiku Di dalam diam aku mencintaimu Kuharap kau paham perasaanku Yang kini dilamun rindu padamu Sesungguhnya aku telah jatuh cinta Oh, indahnya bila bersamamu Moga engkau dapat terima Cintaku dengan ikhlasnya Janganlah engkau sia-siakan Harapan dan impianku Dalam diam 'ku mencintaimu

Ku Sapu Air Mata Tanda Perpisahan STINGS

Siapa sangka kan jadi begini siapa duga kita kan berpisah kutak percaya biarpun kenyataan Yang pastinya kukan kehilanganmu Kita sebumbung tapi tak bersama Kita serumpun tapi tak sekata Rindu setahun hilang sekelip mata Lautan kasih di sapa kemarau Ku ku ku ku derita

Kau kau kau kau berpura

diriku menangis engkau ketawa ooo...

Kau Kau Kau aku sayang Ku ku ku kau singkirkan siksa aku selamanya haa...

Ku ku ku tak menduga Kau kau kau dah berubah

Dalam diam kau menolak cintaku uuu...

Kusedar siapalah diri ini bagaikan pipit disisimu Dan kau merak kayangan kutak di senangi

Kusapu air mata tanda perpisahan

Adakah Kau Setia Stings Sejak aku mengenali dirimu Bermacam d

Referensi

Dokumen terkait

dari penelitian ini adalah lirik dari lagu-lagu rohani Nasrani populer yang telah diterjemahkan.. dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dalam pembuatan karya seni adalah dengan mendengarkan lagu (musik) dan juga merenungkannya, pada tugas akhir ini, musik

List kumpulan judul lagu India Bollywood hits terbaik dan terpopuler yang bagus, terkenal dan enak didengar (lagu sedih, romantis, DJ, lama/jadul, lagu baru) dari OST film India

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan lagu populer yang ada dari tujuan, pemilihan lagu, cara, kapan dan pesan ketika digunakan dalam

PEMANFAATAN LAGU-LAGU POPULER DALAM PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. Orsmond,

lagu ini mengingatkan aq pada sosok Ia mulai populer di setelah mengeluarkan single Cinta Kita bersama Amy Lagu Amy Feat Inka - Free Mp3 Download Lagu Gratis Download Lagu

Ibadah Gereja Baptis yang lebih kental dan dikenal menyanyikan lagu himne dari buku Nyanyian Pujian NP berkembang menyesuaikan kebutuhan jemaat untuk menyanyikan lagu-lagu rohani

Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk melakukan analisis pada kritik sosial pada aransemen dan lirik lagu- lagu Koes Plus juga akan meneliti aransemen dan kritik sosial lagu-lagu