Abstract
Lalat benih padi melakukan serangan tanamana padi yang tergenang.perusak tanaman padi dari lalat bibit adalah larva,Larva lalat bibit berwarna kuning kehijauan bening, biasanya terdapat pada bagian tengah daun muda dan menggulung hancur di dalam daging hingga tumbuhnya daun.Tanda tanda lalat bibit merusak tanaman padi adalah bercak kuning pada tepi daun. Telur lalat bibit terdapat pada daun, berwarna putih dan berbentuk memanjang seperti buah pisang.
Siklus hidup lalat daun adalah empat minggu.
1. PENDAHULUAN
Oryza sativa L., atau yang lebih dikenal dengan nama ilmiah padi, merupakan tanaman pokok yang menghasilkan nasi dan sebagai makanan pokok oleh masyarakat besar
Indonesia (Saragih, 2001).Beras memiliki peranan kunci dalam gizi masyarakat Indonesia dan budidaya padi merupakan kegiatan yang banyak dilakukan di Indonesia dan di seluruh dunia.Permasalahan yang utama yang dihadapi dalam penanaman padi sawah adalah
serangan hama.Serangan hama yang tidak terkendali pada tanaman padi sawah dapat secara signifikan mengurangi hasil panen. Kerusakan akibat serangan hama telah menjadi bagian dari proses pertanian sejak mulai bercocok tanam (Pracaya, 1992).
Memerlukan jumlah air yang cukup besar untuk tumbuh, padi merupakan tanaman budidaya yang sangat penting,karena berperan sebagai sumber utama beras, yang merupakan
makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, terutama di Indonesia
(Ganjari,2019).Kerusakan yang disebakan serangan hama pada tanaman padi merupakan masalah serius bagi para petani, karena mereka sulit untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut dengan efektif. Akibatnya, serangan hama menyebabkan kerugian berupa penurunan hasil panen, penurunan kualitas, dan berdampak negatif pada pendapatan petani (Tulung, 2004). Lebih dari 50% petani di Indonesia mengalami kerugian akibat serangan hama. Di seluruh dunia, telah dilaporkan lebih dari 800 spesies serangga hidup di lahan persawahan padi, dengan 100 spesies (12,5%) di antaranya adalah hama padi, sementara sisanya (700 spesies) berperan sebagai penyerbuk, predator, parasitoid, atau serangga netral.
Dari 20 hama padi yang signifikan, seperti penggerek batang, ganjur, wereng, dan lalat bibit, mereka dapat secara langsung atau tidak langsung merusak tanaman dan menularkan
berbagai penyakit. Serangga ini merusak, serta menghisap cairan dari batang dan bulir padi, yang pada akhirnya mengganggu fisiologi pertumbuhan dan mengurangi hasil panen (Ane et. al., 2015).
2. MORFOLOGI LALAT BIBIT
Ateligona, juga dikenal sebagai lalat bibit, merupakan sekelompok lalat kecil yang terdiri dari sekitar 220 spesies. Beberapa dari spesies ini merupakan hama yang dapat merusak tanaman, terutama tanaman serealia. Lalat bibit ini bertelur di pangkal daun muda rerumputan, dan larvanya memakan pangkal dan titik pertumbuhan sensitif pada daun. Serangan ini dapat
berakibat fatal bagi tanaman karena mereka tidak dapat menghasilkan tunas baru. Selain itu, lalat bibit juga dapat menyerang tanaman jagung dan sorgum.
Telur lalat bibit memiliki ukuran sekitar 1,25 mm panjang dan 0,35 mm lebar. Telur ini menetas dalam rentan waktu antara 33 jam hingga 4 hari setelah diletakkan. Mereka biasanya diletakkan satu per satu di permukaan daun dan batang tanaman padi. Jumlah telur ini bervariasi antara 7 hingga 22, bahkan bisa mencapai 70 telur.
Setelah menetas, larva memiliki panjang sekitar 9 mm dan pada awal kelahirannya berwarna putih susu. Selama masa larva yang berlangsung selama 6 hingga 18 hari, warnanya berubah dari kuning menjadi kuning tua. Setelah itu, larva memasuki tahap pertumbuhan. Pada tahap
kepompong, lalat bibit biasanya berdiam di pangkal batang atau dekat permukaan tanah. Pupa memiliki warna yang berkisar antara coklat kemerahan hingga coklat dengan panjang sekitar 4,1 mm. Proses metamorfosis dari pupa menjadi lalat dewasa memerlukan sekitar 12 hari. Lalat dewasa biasanya mulai terbang sekitar satu jam setelah keluar dari kepompong.
Ateligona dewasa aktif dan suka terbang pada tunas tanaman yang baru tumbuh.Siklus hidup lalat bibit jantan berbeda beda ada yang 5 hari hingga 23 hari, Berbeda dengan lalat betina yang cenderung memiliki masa hidup dua kali lebih lama daripada jantan dewasa. Panjang tubuh betina dewasa berkisar antara 2,5 hingga 4,5 mm.
Serangga ini termasuk dalam famili Diptera dan Muscidae. Penyakit ini menyebabkan lalat rumah dan berukuran lebih kecil dibandingkan lalat rumah. Penyakit ini mempunyai panjang tubuh sekitar 2-3 mm, dada berwarna abu-abu kehijauan, perut berbintik kuning, dan kaki berwarna kuning. Bug ini ditemukan pada preview ke-3 dan ke-4. Kalshoven (1981) menyatakan bahwa Atherigona sp. Di Indonesia dikenal sebagai hama benih padi. Penyakit ini terdapat hampir di seluruh lahan sawah di Indonesia. Lalat buah (Atherigona exigua) menyerang pohon muda dan serangannya seringkali mematikan pohon. Gambar berwarna abu-abu, panjang 3 hingga 3,5 mm, punggung berwarna hijau ungu dengan tiga garis. Perutnya berwarna kuning kecoklatan (Anonim, 2011).
3. PENGENDALIAN LALAT BIBIT
Lalat bibit,atau nama latin Atherigona exigua, merupakan hama padi yang paling berbahaya sebab kemunculannya kurang terdeteksi pada awal tumbuh.Sebab, tanaman tersebut masih baru muncul ke permukaan tanah.
Kontrol mekanis.
Untuk mengeringkan bibit di sawah perlu sering dilakukan pengecekan karena bibit mempunyai gumpalan yang banyak, maka dari itu keringkan air yang menggenangi bibit sampai kering.
Dengan istilah lain, pengumpulan benih dalam jumlah besar membutuhkan air dalam jumlah besar, ,lahan benih akan tergenang air dan cepat kering, jika dibiarkan maka benih mengalami stres karena kekurangan air dan mati. Melakukan rotasi penanaman. Selain itu, pencegahan dan pengendalian juga dipermudah dengan penggunaan varietas jagung yang tahan terhadap serangan hama. Mengingat siklus hidup lalat benih hanya berlangsung 1-2 bulan pada musim hujan, maka menunda musim tanam dan menanam pada waktu yang bersamaan merupakan strategi lain untuk mengendalikan serangan hama ini. Alternatifnya, padi dapat ditanam sebelum musim hujan agar tanaman dapat tahan terhadap serangan hama sebelum musim hujan dimulai (kelembaban tinggi). Kontrol mekanis juga dimungkinkan dengan membuat perangkap cahaya. Rendam padi yang akan disemai dalam air selama seminggu, namun jangan merendam semua tunas baru agar tanaman tidak mati.
Kontrol biologis.
Pengendalian hama secara biologis melalui penggunaan parasit. Misalnya melalui penggunaan bahan aktif biologis berupa parasit Trichogramma spp. Saat ini agen hayati dibuat dalam pisau yang berisi kumpulan telur Thricogramma sp. Selain Trichogramma sp. Ada juga Opius SP.
&Tetrastichus sp.Dapat menjadi parasit bagi larva. Sebaliknya Clubiona japonicola dapat menjadi predator lalat bibit dewasa.
Pengendalian kimia
Kendalikan penggunaan pestisida untuk melindungi tanaman padi dini dianggap efektif dalam pelaksanaan pencegahan Jika terjadi serangan parasit ini, digunakan insektisida yang
mengandung bahan aktif Teametoxam. pada saat tanaman berumur 2 minggu, bibit serangga dapat ditemukan di pasaran pada kategori tersebut dengan merek dagang Cruiser.
Jika serangannya serius Pengendalian secara kimia dapat digunakan terutama insektisida Plenum atau Virtako.dapat melindungi tanaman dalam jangka waktu lama, selain mencegah benih padi dari serangan hama