LAMPIRAN A
Prosedur Persiapan Larutan dan Analisa Hasil
Persiapan Larutan
a. Standarisasi H C i (Penuntun Praktikum Kimia Analisis)
- Pipet 10 ml larutan natrium borax (NaBOs) 0,5 N , kemudian masukkan ke dalam erlenmeyer.
- Tambahkan 3 tetes indikator brom kresol green dan indikator metil merah 2 tetes.
- Titrasi dengan HCl (dari dalam buret) sampai timbul wama abu-abu.
- Normalitas HCl ditentukan dengan rumus :
XT - ^ N a B O s J ^ l N j ^ B o S
b. Standarisasi K O H (Penuntun Praktikum Kimia Analisis)
- Pipet 10 ml larutan oksalat (H2C2O4) 0,1 N, kemudian masukkan ke dalam erlenmeyer.
- Tambahkan 3 tetes indikator PP.
- Titrasi dengan KOH (dari dalam buret) sampai timbul wama merah muda yang konstan,
- Normalitas KOH ditentukan dengan rumus :
N _ N,_i2C204 '^^H2C204 KOH —
^ K O H
c. standarisasi Na2S203 ( S B R C I P B )
- Pipet 10 ml larutan kalium dikromat (K2Cr207) 0,1 N, kemudian masukkan ke dalam gelas piala 500 ml.
- Tambahkan 5 ml HCl pekat dan 10 ml larutan KI, kemudian diaduk.
- Biarkan tak teraduk selama 5 menit dan selanjutnya tambahkan 100 ml aquades.
- Titrasi dengan natrium tiosulfat (Na2S203) sambil terus diaduk sampai wama kuning hampir hilang.
Tambahkan 1-2 ml larutan pati dan teruskan titrasi perlahan-lal sampai wama bim hilang.
Normalitas Na2S203 ditentukan dengan rumus :
XT — •'^KSCraO? ^ ^K2Cr207 NNa2S203 - -
NNa2S203
d. Perabuatan K2O Sebagai Katalis
K2CO3 dipijarkan kedalam furnace dengan suhu 600°C selama 10 jam.
600°C, lOjam
K2C03(s) — • K20(s) + C02(g)
/ /
II. Analisa Hasil
a. Berat Jenis (SNI01-3555-1998)
Densitas adalah perbandingan berat dari volume sampel minyak dengan berat air yang volumenya sama pada suhu tertentu (25 °C).
Cara penentuan densitas adalah sebagai berikut:
Piknometer dibersihkan dan ditimbang.
Kemudian piknometer diisi dengan aquades bersuhu 25 °C. Pengisian dilakukan sampai air dalam piknometer meluap dan tidak ada gelembung udara di dalamnya.
Setelah ditutup, piknometer dsidiamkan selama 30 menit.
Piknometer dikeringkan dan ditimbang.
Timbang berat piknometer dengan isinya.
Densitas minyak dihitung sebagai berikut:
Wpo - Wp Densitas (t°C) =
Vw : Keterangan :
Wpo = berat piknometer dan minyak (gr)
Wp Vw
= berat piknometer kosong (gr)
= volume air pada 25 °C (ml)
Viskositas (SNI 01-3555-1998)
- Timbang berat bola beserta diametemya.
- Timbang massa sampel dan ukur volumenya.
- Bersihkan dan keringkan tabung viskositas.
Masukkan sampel yang hendak diukur ke tabung viskositas.
- bola dijatuhkan dan dijaga agar tidak ada gelembung-gelembung yang ' ikut bersama bola atau tabung viskositas.
- Catat waktu bola tersebut sampai ke dasar tabung.
- Viskositas minyak dihitung dengan menggunakan : Viskositas =—r^{p^-pi)—
9 V
Keterangan: , i v.
r = jari-jari bola (cm). . . pb = densitas bola (gr/cm^).
pi = densitas larutan (gr/cm^).
g = gravitasi bumi (10 m/det'^).
V = kecepatan (m/det)
Kadar Air (SNI 01-3555-1998)
Penguapan air dengan pemanasan pada suhu 105 °C, selisih bobot yang hilang merupakan kadar air yang terdapat dalam sampel.
Cara penentuan kadar air adalah sebagai berikut:
- cawan petri dipanaskan di dalam oven pada suhu 105 °C selama 1 jam.
- Didinginkan dalam desikator selama 30 menit.
- Bobot cawan kemudian ditimbang.
Masukkan 5 gr sampel dalam cawan petri yang telah diketahui bobotnya, kemudian dipanaskan di dalam oven pada suhu 105 °C selama 1-2 jam.
- Cawan berisi sampel dikeluarkan dan didinginkan dalam desikator selama 30 menit, kemudian ditimbang.
- Pemanasan dan penimbangan diulangi sampai diperoleh bobot tetap.
- Kadar air dihitung dengan perhitungan berikut:
Kadar Air (%) = ^""'"""^^ ;cl00%
Keterangan:
mi = bobot sampel (gr)
m2 = bobot sampel setelah pemanasan (gr)
Bilangan Asam dan Kadar Asam Lemak Bebas ( A L B ) (SNI 01-3555-1998)
Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak atau lemak.
Cara penentuan bilangan asam adalah sebagai berikut:
- 2 gram minyak ditimbang dalam erlenmeyer 250 ml
Ditambahkan 50 ml etanol netral 95%, dipanaskan hingga mendidih (± 10 menit) dalam penangas air sambil diaduk lalu didinginkan dalam desikator.
- larutan ditambahkan 3-5 tetes indikator PP.
- Larutan ini kemudian dititrasi dengan larutan standar KOH 0,1 N hingga terbentuk wama merah muda konstan (tidak bembah selama 15 detik).
- Jumlah KOH yang digunakan untuk titrasi dicatat untuk menghitung bilangan asam dan kadar ALB.
- Perhitungan adalah sebagai berikut:
Bilangan asam (mg KOH/g minyak) =
A x N x B G