PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
6 Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional Kecerdasan Emosional Mengapa EI lebih penting daripada EQ (Jakarta: GramediaPustaka Utama, 2000), 44. 7 Wardani, “Pengaruh Kecerdasan Adversitas dan Kecerdasan Emosional melalui Model Inkuiri Sosial terhadap Keterampilan Sosial Siswa: Journal of teori dan praktik pembelajaran IPS”. Jika kecerdasan emosional siswa positif, ia akan mampu mengendalikan dirinya dalam setiap tindakan.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, sikap sosial siswa sangat penting untuk dikaji sebagai upaya menentukan pembentukan karakter siswa, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada guru untuk memberikan wawasan tentang pentingnya kecerdasan emosional dalam membentuk sikap sosial siswa yang baik. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa, sehingga dapat mengenal diri sendiri, mengendalikan emosi, menempatkan diri sesuai dengan posisi dan keadaannya, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk membentuk sikap sosial yang baik. Hal ini diperlukan karena kecerdasan emosional siswa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap sosial siswa.
Penelitian Relevan
Hasil penelitian dalam jurnal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kecerdasan emosional dengan sikap sosial siswa dengan kategori sangat kuat. 15 Wegi Agusti, et.al, “Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Sikap Sosial Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Negeri 3 Pontianak” Artikel Penelitian, 2018 Persamaan penelitian di atas dengan penelitian ini menjadi fokus pembahasan tentang pentingnya kecerdasan emosional siswa dan metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif.
Aspek-Aspek Kecerdasan
- Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient)
- Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)
- Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient)
Kemudian Howes dan Herald berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang pandai dalam menggunakan emosinya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk merasakan, memahami peran emosi, menggunakannya dengan baik untuk mengatur diri sendiri dan orang lain. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dalam kehidupan dengan melibatkan Tuhan.
Kecerdasan Emosional
- Pengertian Kecerdasan
- Pengertian Emosi
- Pengertian Kecerdasan Emosional
- Aspek-Aspek Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional adalah pikiran yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya dengan baik sehingga selalu terlindungi dari mengikuti hawa nafsunya, melakukan sesuatu yang dia bisa. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, mengevaluasi, mengelola dan mengendalikan emosi diri sendiri dan orang lain dalam kondisi apapun di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek kecerdasan emosional terdiri dari mengetahui emosi diri sendiri (self awareness), mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empathy) dan membangun hubungan (social skill).
Sikap Sosial
- Pengertian Sikap Sosial
- Pembentukan Sikap Sosial
- Fungsi Sikap Sosial
- Indikator Sikap Sosial
Sikap sosial adalah kecenderungan yang ada pada sekelompok orang terhadap suatu objek yang menyangkut semua anggota kelompok. Jurnal FIP UNJ merumuskan bahwa sikap sosial diekspresikan melalui mode aktivitas yang sama dan berulang terhadap objek sosial. Lebih lanjut Abu Ahmadi menjelaskan bahwa sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan tindakan nyata dan berulang terhadap objek sosial.
Kerangka Berpikir
Ha : “Ada pengaruh signifikan kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa SMP Negeri 1 Pekalongan.” Ho : “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa SMP Negeri 1 Pekalongan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagaimana pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa SMP Negeri Pekalongan.
Hipotesis Penetian
METODE PENELITIAN
Definisi Konseptual Variabel
Salovey dan Meyer dalam Aunurrahman, mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai “bagian dari kecerdasan sosial. Abu Ahmadi menyatakan bahwa sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan tindakan aktual dan berulang terhadap objek sosial.
Definisi Operasional Variabel
Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling atau teknik pengambilan sampel adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Proportionate Stratified Random Sampling adalah tindakan mengambil sampel dari anggota populasi yang telah distratifikasi secara acak dan proporsional.7 Metode ini digunakan untuk memperoleh tingkat keterwakilan yang lebih besar dengan mengurangi kesalahan sampling probabilitas.
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
Penyusunan instrumen penelitian ini didasarkan pada kerangka teori yang disusun kembali dan dikembangkan lebih lanjut menjadi indikator-indikator kemudian diperluas menjadi poin-poin pernyataan. Teknik pengolahan data dilakukan dengan proses pengujian validitas instrumen melalui rumus korelasi Pearson Product Moment dan pengujian reliabilitas instrumen melalui teknik Split Half yang dianalisis dengan menggunakan rumus Spearman Brown. Validitas dapat menunjukkan tingkat ketelitian antara data yang sebenarnya terjadi pada objek dengan data yang . dikumpulkan oleh peneliti 13 Dalam penelitian ini untuk melakukan proses validitas digunakan rumus korelasi Pearson Product Moment.
Perhitungan uji validitas dalam penelitian ini menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 22 dengan responden sebanyak 30 mahasiswa. Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel di atas, kuesioner disebarkan kepada 30 sampel uji dengan r-tabel sebesar 0,361 yang merupakan hasil perhitungan df = n-2, df = 30-2 = 28. dari hasil perhitungan uji validitas diatas, pada variabel sikap sosial terdapat 21 item pernyataan yang semuanya valid.
Uji reliabilitas dapat digunakan sebagai alat pengumpul data, yang menunjukkan tingkat ketelitian, tingkat ketelitian, kemantapan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejala tertentu. Uji reliabilitas merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengetahui konsistensi instrumen yang digunakan sebagai alat ukur sehingga dapat dipercaya dan digunakan. Berdasarkan hasil uji reliabilitas data di atas terlihat nilai Guttman Split-Half Coefficient yang diperoleh sebesar 0,568 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0,361 dengan kategori cukup reliabel sehingga indikator dalam penelitian ini atau angket variabel X (Emotional Intelligence) dikatakan reliabel.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa indikator dalam penelitian ini atau angket variabel Y (Sikap Sosial) dikatakan reliabel dengan kategori sangat tinggi.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan pemaparan tersebut diketahui bahwa sikap sosial siswa di SMP Negeri Pekalongan berada pada kategori sedang. Sehingga hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa di SMP Negeri 1 Pekalongan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
SMP Negeri 1 Pekalongan merupakan sekolah yang berdiri pada tahun 1983 tepatnya di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung dengan luas 726 m2. SMP Negeri 1 Pekalongan didirikan dengan project leader Bpk. H. Soetardjo dibawah binaan Kanwil Dep.P. dan K. Provinsi Lampung Bpk. S. Maryono dan Manajer Teknik PU Provinsi Lampung Bpk. Kaironi Ibrahim BE. SMP Negeri 1 Pekalongan saat ini merupakan sekolah negeri dengan NPSN sekitar 58 tahun dan terus menjadi sekolah favorit siswa yang tinggal di kabupaten Pekalongan.
SMP Negeri 1 Pekalongan memiliki visi yang ingin dicapai oleh siswa dan seluruh warga sekolah. Di SMP Negeri 1 Pekalongan, guru dan staf TU merupakan komponen yang sangat penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Selain pendidik/guru, SMP Negeri 1 Pekalongan juga membutuhkan tenaga/tenaga kependidikan yang dapat melakukan berbagai tugas di luar kelas dan dapat memfasilitasi kebutuhan sekolah.
Sarana prasarana di SMA Negeri 1 Pekalongan terdiri dari 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang wakil kepala sekolah, 2 ruang guru, 1 ruang BK, 16 ruang kelas, 3 ruang laboratorium, 1 ruang olah raga, 1 ruang serbaguna, 1 ruang UKS, 1 ruang gudang , 1 dapur, 3 kantin, 1 ruang pos jaga, 4 toilet, 1 mushola dan 1 ruang perpustakaan. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pertumbuhan siswa dari tahun ke tahun mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir, hal ini dikarenakan sudah banyak SMP yang berlokasi di sekitar lokasi SMP Negeri 1 Pekalongan. Meskipun demikian, SMP Negeri 1 Pekalongan masih banyak diminati oleh siswa dan orang tua/wali, terbukti dengan banyaknya keunggulan SMP Negeri 1 Pekalongan dari sekolah yang seangkatan.
Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Pekalongan adalah pramuka, paskriba, kerohanian, PMR, drum band, tari dan TIK.
Deskripsi Data Hasil Penelitian
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar persentase pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa SMP Negeri 1 Pekalongan dapat dilihat dengan menguji koefisien determinasi pada nilai R diperoleh hasil sebesar 0,323. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa di SMP Negeri 1 Pekalongan dijelaskan berdasarkan indikator kecerdasan emosional dalam penelitian ini yang terdiri dari mengenali emosi diri (self awareness), mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain ( empati), dan membina hubungan (keterampilan sosial) juga didasarkan pada indikator sikap sosial yang terdiri dari jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun dan percaya diri, yaitu sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Sikap Sosial Siswa di SMP Negeri 1 Pekalongan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X (Kecerdasan Emosi) terhadap variabel Y (Sikap Sosial) adalah ) siswa.
Pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa di SMP Negeri 1 Pekalongan sebesar 32,3%, artinya masih tersisa 67,7% yang ditentukan oleh faktor lain.
Pengujian Hipotesis
Pembahasan
Nilai tersebut berarti bahwa pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa SMP Negeri 1 Pekalongan sebesar 32,3% dan sisanya sebesar 67,7% ditentukan oleh faktor lain dengan interpretasi koefisien korelasi yang rendah. 28 Yayah Pujasari, “Dampak kecerdasan emosional terhadap penyesuaian sosial siswa di sekolah dengan kecerdasan emosional di dalamnya. 29 Dampak empati terhadap sikap sosial siswa diuraikan sebagai berikut. 41 Ani Siti Anisah, “Dampak emosional kecerdasan pada sikap sosial pada siswa sekolah dasar”, Jurnal Pendidikan Universitas Garut: Vol. 15 No.
Pengaruh Kecerdasan Emosi Terhadap Sikap Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar : Jurnal Pendidikan Universitas Garut, Volume 15.
PENUTU
Saran
Agusti, Wegi et.al, “Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Sikap Sosial Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Negeri 3 Pontianak” Artikel Penelitian, 2018. Pengaruh Perilaku Belajar, Pengendalian Diri, Motivasi, Empati, Ketrampilan dan Kepercayaan Diri Terhadap Akademik Kinerja Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pembangunan Panca Budi Medan”, Jurnal Bisnis & Akuntan Publik: Vol. Analisis Pengaruh Kebiasaan Pagi Terhadap Karakter Budi Pekerti di SDN Manisrejo”, Journal of Basic Scientific Conference Proceedings: Vol.
Deskripsi Sikap Sosial Pada Himpunan Mahasiswa Ditinjau Perbedaan Etnik Kelas VIII SMA Santa Maria Fatima Jakarta Timur: Jurnal FIP UNJ Wardani Pengaruh Kecerdasan Kesulitan dan Kecerdasan Emosional Melalui Model Penelitian Sosial Terhadap Keterampilan Sosial Siswa : Journal of Social Studies Learning Theory and Praxis” Vol 4 2019. Kegiatan Jumat Agung di lingkungan sekolah sebagai bentuk gotong royong dalam membentuk Karakter siswa, Jurnal Prosiding SENASGABUD: Edisi 1.
Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya sesuai dengan pernyataan Sangat Setuju, Setuju, Ragu-ragu, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda saat ini sesuai dengan pernyataan Sangat Setuju, Setuju, Ragu-ragu, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju. Lampiran 12: Hasil Uji Asumsi (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas) Variabel Kecerdasan Emosional dan Variabel Sikap Sosial.