PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pertanyaan Penelitian
Apa faktor penghambat dan pendukung implementasi pendidikan karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Penulis akan melakukan wawancara dengan guru dan siswa pendidikan agama Islam berupa data draf dan implementasi pendidikan karakter di sekolah serta orang tua/wali siswa mengenai sikap dan perilaku anak selama di rumah. Konsep pendidikan karakter di SMK Negeri 2 Metro diintegrasikan ke dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dan karakter.
LANDASAN TEORI
Definisi Implementasi
Pengertian implementasi sebagai adaptasi terhadap perkembangan kegiatan tertentu juga dikemukakan oleh seorang ahli bernama Mclaughin.
Definisi Pendidikan
Karena bahasanya yang sulit dipahami, orang Indonesia menyerap istilah pedagogik ke dalam pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah segala usaha untuk menyempurnakan watak, jiwa dan raga seseorang dalam rangka keseimbangan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Definisi Karakter
Kepribadian yang dimaksud adalah seperangkat ciri berupa gaya bicara, tingkah laku dan sebagainya, yang kemudian menjadi identik dengan diri seseorang, dan berasal dari semua faktor yang ada di lingkungannya. Diikuti oleh Hermawan Kertajaya yang menganggap karakter sebagai ciri yang berasal dari suatu objek atau individu.
Definisi Pendidikan Karakter
Sedangkan menurut Khan, pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk memberikan arah yang baik kepada anak didik. Menurut Ratna Megawangi, pendidikan karakter adalah upaya membina dan mendidik setiap anak agar dapat berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dilakukan agar mereka menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.
Konsep Implementasi Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tertentu dirancang khusus oleh sekolah untuk memberikan nilai khusus kepada siswa dalam jangka waktu yang telah disepakati. Dimaksudkan agar pihak-pihak tersebut menjadi partner atau mitra dalam penguatan pembentukan karakter di sekolah.
Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter
Sekolah sebagai satuan pendidikan dalam masyarakat tidak menutup kemungkinan untuk secara tidak langsung melakukan kerjasama atau kerjasama dengan pihak-pihak di lingkungan sekitar, seperti masyarakat, lembaga atau masyarakat setempat.
Tujuan Pendidikan Karakter
Sehingga dipahami bahwa tujuan pendidikan karakter adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyadarkan setiap warga negara akan pentingnya penanaman karakter yang baik dalam dirinya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik terhadap sesama maupun terhadap sesama. untuk meningkatkan proses pendidikan di sekolah untuk menghasilkan lulusan yang baik. berakhlak mulia.
Fungsi Pendidikan Karakter
- Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
Pada penelitian ini, penulis akan mengambil sumber data utama dari guru dan siswa pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Metro berupa data konseptual dan implementasi pendidikan karakter di sekolah dan orang tua/wali siswa mengenai sikap dan perilaku anak di sekolah. rumah. . Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan dokumentasi gambar yaitu dokumentasi pada saat proses wawancara dengan guru, siswa dan orang tua/wali siswa untuk bertanya tentang pendidikan karakter. Dalam penelitian ini, penulis akan mereduksi data-data yang telah diperoleh dari guru pendidikan agama Islam, siswa dan orang tua/wali siswa, kemudian disederhanakan sekaligus diseleksi data-data yang berkaitan dengan penelitian.
Hal senada disampaikan siswa BS disiplin terapan di SMK Negeri 2 Metro. Ketika siswa kembali dari sekolah, tugas pendidik di sekolah dialihkan kepada orang tua. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. SZ selaku guru pendidikan agama Islam menjelaskan bahwa siswa akan takut dengan sanksi yang diberikan jika perilakunya menyimpang, ujarnya.
Berikut ini peneliti melakukan wawancara dengan Ibu TL selaku orang tua AZP, AZP adalah seorang mahasiswa. Demikian Ibu Pd menjelaskan secara singkat bahwa pelaksanaan pendidikan karakter berubah menjadi online setelah pandemi ini, dan sistem pelaksanaannya mengutamakan kedisiplinan siswa. Berikut ini peneliti memaparkan beberapa faktor penghambat pendidikan karakter di SMK Negeri 2 Metro melalui wawancara dengan pendidik, siswa dan juga orang tua/wali siswa.
Sementara itu, pelaksanaan pendidikan karakter di SMK N 2 Metro berubah menjadi daring (daring) pascapandemi, dan sistem penyampaiannya mengutamakan kedisiplinan siswa saat memberikan atau mengumpulkan tugas. Diharapkan siswa senantiasa melaksanakan sikap dan perilaku yang dipelajari, baik di sekolah maupun di rumah.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah observasi berupa kata-kata atau tindakan dan sumber lain yang terkait, seperti data pelengkap, catatan atau dokumen lain yang relevan. Sumber tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu sumber data utama (primer) dan sumber data tambahan (sekunder). Sumber data utama (primer) adalah data yang diperoleh langsung dari tempat atau lapangan pengamatan.
Data itu berupa kata-kata atau kalimat, bisa juga berupa tindakan orang yang diamati atau ditanyai. Sumber-sumber tersebut biasanya diabadikan melalui perekam pada telepon genggam atau video, foto dan sebagainya. Sumber data tambahan (sekunder), yaitu semua data selain perkataan dan perbuatan orang yang diamati atau tempat penelitian.
Sumber data tambahan tersebut berupa tulisan tangan, buku-buku terkait, dokumen, arsip, jurnal dan sebagainya.30 Dalam penelitian ini, penulis akan memperoleh sumber data tambahan dari kepala sekolah untuk data profil sekolah, staf administrasi mengenai data penglihatan, misi sekolah dan struktur organisasi dan sebagainya.
Teknik Pengumpulan Data
Orang yang mengajukan pertanyaan disebut questioner atau interviewer dan orang yang menjawab pertanyaan disebut answerer atau interviewee. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur, karena menurut penulis jenis wawancara ini lebih fleksibel, nyaman dan cocok dalam penelitian ini. Dengan mengamati suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi, hal ini juga termasuk dalam proses observasi.
Ada dua jenis observasi dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipan dan observasi nonpartisipatif.31 Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan observasi nonpartisipatif, karena penulis tidak. Penulis akan melakukan observasi ke sekolah untuk memperoleh data temuan di lokasi yang terkait dengan pendidikan karakter. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang mengumpulkan berbagai dokumen, baik tertulis maupun foto, yang sifatnya masa lampau.
Dokumen yang berbentuk tulisan, seperti catatan harian, cerita masa lalu, riwayat hidup, biografi, dll.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Oleh karena itu, triangulasi ini kemudian dibagi menjadi tiga jenis, yaitu triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Triangulasi teknis adalah pengecekan kembali data yaitu dengan sumber yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Penulis juga mendapat informasi dari suster LAS sebagai siswa bahwa dia telah melanggar sikap yang diajarkan oleh para pendidik. Beginilah sikap anak didik saat di rumah, belum tentu mendapat sanksi jika melanggar sikapnya saat di rumah. Jadi, pembiasaan karakter ini dapat dinilai dari kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Selain siswa, tenaga pendidik di SMK Negeri 2 Metro juga berperan aktif dalam menerapkan dan mencontohkan kepada siswa agar bersemangat melakukan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai karakter pada diri mereka. Berdasarkan wawancara peneliti dengan Un selaku wali siswa BS, terlihat bahwa siswa selalu mandiri dalam mengerjakan tugas. Faktor pendukungnya adalah pada hari Jum'at para santri diwajibkan memakai seragam coco untuk laki-laki.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa konsep penerapan pendidikan karakter di SMK N 2 Metro sebelum pandemi telah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran pendidikan agama dan akhlak Islam melalui pembentukan karakter, jika siswa melakukan tidak membawanya. maka akan diberikan sanksi yang sesuai.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum SMK Negeri 2 Metro
- Profil SMK Negeri 2 Metro
- Visi dan Misi SMK Negeri 2 Metro
- Struktur Organisasi SMK Negeri 2 Metro
- Denah Lokasi SMK Negeri 2 Metro
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Metro dibuka pada tahun 1972 dengan nama Sekolah Menengah Teknik (STM) Perintis, kemudian berganti nama lagi menjadi Sekolah Menengah Teknik Pertanian (SMT) Negeri Metro pada tahun 1978, dan kemudian kembali menjadi Sekolah Menengah Kejuruan ( SBS). SMK Negeri 2 Metro) berdasarkan Keputusan Menteri No. 036/O/1997. SMK Negeri 2 Metro kemudian ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (2005), kemudian ditetapkan lagi sebagai Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (2006). .
Gambaran Umum Hasil Penelitian
- Pendidikan Karakter di SMK Negeri 2 Metro
- Faktor Penghambat Pendidikan Karakter
- Faktor Pendukung Pendidikan Karakter
Kami mengajarkan siswa untuk disiplin, patuh dan tepat waktu, yang tercermin dalam beberapa peraturan di pagi hari. Siswa harus berusaha tepat waktu ketika mereka pergi ke sekolah, dan ketika mereka pulang dari sekolah, mereka juga harus tepat waktu. Sikap anak didik di rumah juga berubah, kadang sikap baik, kadang buruk terkait ibadah dan perilaku.
Guru dan siswa melakukan pembelajaran daring melalui telepon seluler, seperti di Whatsapp, Zoom, dan Google Meet. Tahun ini terjadi bentrok dengan siswa baru, guru tidak bisa melihat karakter siswa terkait agama akibat kondisi lockdown. Untuk menilai karakter peserta didik di masa pandemi ini, pendidikan mengutamakan penilaian yang berkaitan dengan kedisiplinan peserta didik, terkait dengan pelaksanaan tugas dan pengumpulan tugas yang diberikan oleh pendidik.
Hal tersebut juga senada dengan yang disampaikan Un selaku wali siswa BS, bahwa anak-anak terkadang terlambat mengerjakan tugas.
PENUTUP
Kesimpulan
Kedua, ketika siswa datang ke sekolah, mereka harus terlebih dahulu masuk masjid untuk sholat, begitu juga ketika pulang sekolah. Saat pembelajaran berlangsung, jika bertepatan dengan azan zuhur dan sholat Ashar, guru menginstruksikan siswa untuk beristirahat terlebih dahulu agar bisa bersantai. Hal ini tentunya sangat baik bagi siswa untuk memupuk rasa gotong royong, solidaritas, sikap kerelawanan, gotong royong dan gotong royong kepada individu lain.
Di sekolah ini banyak terkandung nilai-nilai karakter seperti Jum'at Berkah, siswa yang mengikuti organisasi dilatih untuk pembelajaran sosial dalam rangka Jum'at Berkah. Jika siswa terbiasa menerapkannya di lingkungan sekolah, maka akan memiliki karakter pada dirinya masing-masing, yang selanjutnya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pembelajaran online seperti saat ini menuntut siswa untuk aktif dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh pendidik karena semua pembelajaran hanya dapat diakses melalui online.
Benturan dengan tahun sekarang adalah untuk siswa baru, karena para pendidik bahkan belum pernah bertemu, apalagi mengenal mereka, sehingga para pendidik harus membuat aplikasi yang berbeda, terutama untuk pendidikan karakter. Beberapa siswa sudah memiliki karakter yang baik, namun ada juga yang masih kurang baik, seperti disiplin. Kalau dipikir-pikir, hal ini senada dengan apa yang dikatakan Pak SZ selaku guru pendidikan agama Islam, bahwa sifat anak didik memang mudah berkembang, dan sifat tersebut juga merupakan sifat negatif, seperti terlambat menyerahkan tugas.
Saran
Faktor pendukung sebelum dan sesudah pandemi adalah: seluruh guru di SMK Negeri 2 Metro bersinergi, berkolaborasi dan saling mendukung dalam pelaksanaan pendidikan karakter.