• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMIAH"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

IMIAH

(2)

Penelitian ilmiah berarti penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena‐fenomena alami, dengan dipandu oleh teori‐teori dan hipotesis‐

hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat diantara fenomena‐fenomena itu (Kerlinger, 2000).

(3)

Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam aktivitasnya. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakeristik keilmuan yaitu:

1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.

2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.

3. Sistematis: menggunakan proses dengan

langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

(4)

1.o

PENELITIAN YANG BAIK

Purposiveness (Tujuan yang jelas)

Testability (Dapat diuji atau dikaji)

Exactitude (Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti)

Objectivity (Bersifat objektif)

Precision and Confidence (Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel) Replicability (Dapat diulang oleh peneliti lain)

Generalization (Berlaku umum)

Parismony (Hemat, tidak berlebihan)

Consistency (data atau ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata atau ungkapan yang memiliki arti sama) Coherency (Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian

lainnya)

(5)

A. MEMILIH MASALAH

Penelitian berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prariset). Masalah merupakan deviasi atau penyimpangan antara rencana dengan aktualisasinya, atau antara harapan dengan realita, termasuk juga antara teori dengan fakta.

Memilih masalah yaitu menetapkan masalah penelitian, apa yang dijadikan masalah penelitian dan apa obyeknya. Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja apa saja. Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.

Masalah yang dipilih haruslah :

Menarik

Penting

Terkini

Bisa diteliti

Sesuai dengan bidang keahlian

Bermanfaat untuk dunia akademik (Ilmiah) dan berguna bagi manusia.

(6)

B. STUDI PENDAHULUAN

Studi pendahuluan merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan penelitian sesungguhnya yang dapat menentukan diteruskan atau dibatalkannya suatu penelitian. Dengan melakukan studi pendahuluan penelitian yang akan dilakukan itu akan lebih terarah. Dapat memperjelas masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian tersebut. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan.

Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan.

Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha

memilah-milah teori yang sesuai.

(7)

C. MERUMUSKAN MASALAH

Menurut Nasution (2009) menjabarkan rumusan masalah harus jelas, singkat yang memuat konsep-konsep yang digunakan.

Rumusan masalah adalah pertanyaan

yang akan dicari jawabannya melalui

pengumpulan data. Masalah yang telah

ditemukan diformulasikan dalam sebuah

rumusan masalah. Rumusan masalah

merupakan penentuan faktor-faktor atau

aspek-aspek yang terkait dengan lingkup

kajian penelitian.

(8)

Dalam membuat rumusan masalah perlu diperhatikan :

1. Harus dinyatakan dengan jelas dan tegas, konkrit masalah yang akan diteliti.

2. Relevan dengan waktu

3. Berhubungan dengan suatu persoalan teoritis atau praktis 4. Berorientasi pada teori (teori merupakan body of

knowledge)

5. Dinyatakan dalam kalimat tanya atau pernyataan yang mengandung masalah

6. Harus dapat menjelma menjadi Hipotesis

7. Benang merah penelitian tampak jelas sejak

merumuskan masalah sampai dengan menyimpulkan

hasil penelitian.

(9)

D. MERUMUSKAN HIPOTESIS

Umumnya hipotesis adalah pernyataan tentang hubungan yang diharapkan antara dua variabel atau lebih yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis dapat diartikan sebagai pendapat sementara yang dianggap benar sebelum dapat diuji kebenarannya, karena itu hipotesis perlu dirumuskan secara teliti, terinci dan baik, sebab bukan tidak mungkin hipotesis yang dituliskan merupakan jawaban yang sebenarnya terhadap permasalahan penelitian.

Masalah yang dirumuskan harus relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoritis dan mengkaji hasil‐hasil penelitian sebelumnya. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya.

(10)

E. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka adalah presentasi, klasifikasi dan evaluasi tentang apa yang telah ditulis oleh peneliti-peneliti lain mengenai suatu subyek tertentu. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, dan masalah yang akan di pecahkan. Tinjauan pustaka dikemukakan dengan jelas, ringkas, dan padat tentang hasil kajian kepustakaan terkait dengan masalah yang akan diteliti untuk kemudian menguraikan kerangka pemikiran dan menyatakan hipotesis.

Penelitian dimulai dengan penelusuran/telaah pustaka yang berhubungan dengan subyek penelitian tersebut. Penelusuran pustaka merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan informasi yang relevan untuk penelitian. Penelusuran pustaka dapat menghindarkan duplikasi pelaksanaan penelitian. Dengan penelusuran pustaka dapat diketahui penelitian yang pernah dilakukan dan dimana hal itu dilakukan.

(11)

G. MENENTUKAN VARIABEL

Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah

fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai

akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian

sangat perlu ditentukan agar masalah yang

diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi

jelas dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah

variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu

membuat definisi operasional variabel itu sesuai

dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi

operasional variabel adalah definisi khusus yang

dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi

operasional tidak sama dengan definisi konseptual

yang didasarkan pada teori tertentu.

(12)

Variabel penelitian adalah faktor yang apabila diukur memberikan nilai yang bervariasi (H. Purwo Sutanto & Yuli Pratomo Akhadi : 2007). Peneliti perlu menentukan variabel-variabel penelitian. Ada beberapa jenis variabel yang dipakai dalam penelitian, yaitu antara lain :

a. Variabel-Variabel Bebas atau Variabel Penyebab (Independent Variable), yaitu variabel yang mempengaruhi variabel yang lain atau diduga sebagai penyebab timbulnya variabel yang lain. Variabel bebas disebut juga variabel X.

b. Variabel Tergantung atau Variabel Terikat (Dependen Variable), yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas atau variabel yang muncul sebagai akibat dari variabel bebas. Variabel terikat disebut juga variabel Y.

c. Variabel Moderator, yaitu variabel-variabel atau factor-faktor lain yang mempengaruhi jalanya penelitian.

d. Variabel Kontrol, yaitu variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung.

(13)

H. MENENTUKAN DAN MENYUSUN INSTRUMEN

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan penelitian, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.

(14)

Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan

kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan

mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-

pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat

dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya

dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat

atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-

penelitian tertentu.

(15)

I. MENGUMPULKAN DAN MENGANALISIS DATA

Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang valid dan reliabel, dan kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data penelitian dengan menggunakan alat‐alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian.

Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat

kuantitatif, maka jenis data akan bersifat

kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif,

maka data yang diperoleh akan bersifat

kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi

data kuantitatif. Untuk itu Ada beragam alat

yang dapat digunakan untuk melakukan analisis

data, bergantung pada jenis data perlu

digunakan statistik dalam pengolahan dan

analisis data. 

(16)

J. MENARIK KESIMPULAN

Langkah selanjutnya adalah membuat kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.

Pernyataan-pernyataan dalam kesimpulan itu harus

dirumuskan dalam kalimat yang tegas dan padat, tersusun

dari kata-kakta yang baik dan pasti, sedemikian rupa

sehingga tidak menimbulkan tafsiran- tafsiran yang berbeda

(apa yang dimaksud peneliti dengan para pembaca/ orang

lain).

(17)

K. MENYUSUN LAPORAN

Langkah terakhir dari suatu

penelitian ilmiah adalah

membuat laporan ilmiah

tentang hasil-hasil yang

diperoleh dari penelitian

tersebut. Penulisan secara

ilmiah mempunyai teknik

tersendiri.

(18)

SELAMAT MENELITI

SEMOGA SUKSES !!

(19)

Referensi

Dokumen terkait

[28] investigated the characteristics of concrete with chemically bonded used foundry sand in concrete with characteristic compressive strength of 20 MPa having natural river sand