• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN[1]

N/A
N/A
yuda gumilar

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN[1]"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UJIAN SEKOLAH PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

Kelompok 5:

Risna Trie Wahyuni

XII TEKNIK KIMIA INDUSTRI 3

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN

CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VII

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG Jalan Soekarno-Hatta No. 596 Telp. 0227563077 / Fax. 7503853 Bandung.

Email : [email protected] Web: www.smkn7bandung.sch.id Bandung 40286

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur selalu kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas yaitu laporan pembuatan beserta penjualan sabun cuci piring dengan merk “Sevoclen".Sevoclean merupakan sabun cuci piring cair yang diproduksi secara langsung oleh siswa siswi kelas 12 jurusan Kimia Industri SMKN 7 Bandung.

Setelah saya melaksanakan praktikum dan penjualan produk sabun cuci piring cair yang saya buat, saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman. Diantaranya saya dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan sabun cuci piring cair yang berkualitas baik, saya juga jadi mengetahui cara menguji kualitas fisik dan pH dari sabun cuci piring cair, selain itu saya jadi tahu bagaimana cara menganalisis asam lemak bebas yang terkandung dalam sabun cuci piring cair, praktik ini juga dapat melatih jiwa kewirausahaan individu dari penjualan sabun cuci piring cair.

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas akhir pada mata

pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagaimana proses pembuatan sabun cuci piring cair secara

sederhana bagi pembaca dan juga bagi penulis.

Keberhasilan pembuatan laporan ini tidak lepas dari bimbingan, kritik, serta saran semua pihak karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh karena itu pada

kesempatan kali ini saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Suly, selaku guru mata pelajaran PKK yang membimbing dan mengarahkan kami pada praktikum pembuatan sabun

2. Ibu Isti, selaku laboran di Laboratorium 25 yang telah membantu dan mengarahkan kami pada proses pembuatan sabun

3. SMKN 7 Bandung, yang telah memfasilitasi Laboratorium 25 secara lengkap agar saat praktikum berjalan lancar

(3)

DAFTAR ISI

Isi

BAB I ... 5

PENDAHULUAN ... 5

1.1 DEFINISI SABUN ... 5

1.2 MANFAAT SABUN ... 5

1.3 BAHAN PEMBUATAN SABUN ... 5

1.4 ANALISA KUALITAS SABUN ... 6

BAB II ... 7

ISI ... 7

2.1 Produksi ... 7

2.1.1 Bahan yang digunakan ... 7

2.1.2 Alat yang digunakan ... 7

2.1.3 Jumlah Produksi ... 7

2.1.5 Fungsi Bahan: ... 8

2.1.6 Pembahasan ... 8

2.1.7 Kesimpulan ... 9

2.2 Pengujian Produk ... 9

2.2.1 Proses Uji Fisik ... 9

2.2.2 Hasil Pengamatan ... 9

2.2.3 Proses Uji Ph ... 10

2.2.4 Uji Analisis ALB: ... 11

BAB III ... 13

Pemasaran ... 13

3.1 Periode Penjualan ... 13

3.2 Produk yang dijual ... 13

3.3 Promosi dan Penjualan ... 13

3.4 Kegiatan Penjualan ... 14

BAB IV ... 15

Laporan Keuangan ... 15

4.1 SABUN CUCI PIRING ... 15

(4)

4.2 DETERGEN CAIR... 15

4.3 Catatan Keuangan ... 16

BAB V ... 18

PENUTUP ... 18

DAFTAR PUSTAKA ... 19

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI SABUN

Sabun adalah surfaktan yang digunakan bersama air untuk mencuci dan membersihkan kotoran. Ketika sabun diaplikasikan pada permukaan, air sabun dapat dengan efektif mengikat partikel kotoran dalam suspensi dan memudahkan partikel tersebut dibawa oleh air bersih.

Kegunaan utama sabun terletak pada kemampuannya mengemulsi kotoran dan minyak sehingga dapat dibersihkan dengan air. Hal ini disebabkan oleh sifat sabun yang mampu larut dalam zat- zat non-polar.Sabun biasanya terbuat dari campuran minyak atau lemak dengan alkali, seperti natrium hidroksida (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH), yang kemudian direaksikan untuk membentuk garam dan gliserol.

1.2 MANFAAT SABUN

Sabun memiliki beberapa manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membersihkan kulit dan permukaan benda dari kotoran dan minyak, sabun juga membantu menghilangkan bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan menggunakan sabun secara teratur, kita dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan kulit dan tubuh. Selain itu, sabun juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang disebabkan oleh kekhawatiran tentang kebersihan dan kesehatan, sehingga membuat kita merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri. Dengan demikian, sabun merupakan salah satu produk yang sangat penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

1.3 BAHAN PEMBUATAN SABUN

Dalam pembuatan sabun, beberapa bahan utama yang digunakan adalah minyak nabati, lemak hewani, dan alkali. Minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak jagung digunakan sebagai bahan dasar sabun. Lemak hewani seperti lemak sapi atau lemak babi juga dapat digunakan sebagai alternatif. Alkali seperti natrium hidroksida atau kalium hidroksida digunakan untuk mengubah minyak dan lemak menjadi sabun. Selain itu, beberapa bahan

tambahan seperti pewarna, pewangi, dan bahan pengental juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan kualitas dan penampilan sabun. Dengan memilih bahan yang tepat, sabun yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang baik dan aman untuk digunakan.Sodium Sulfat (Na2SO4) Berbentuk serbuk dan berfungsi untuk mempercepat pengangkatan kotoran serta bertindak sebagai pengental. Sodium Sulfat tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Glycerin juga digunakan dalam pembuatan sabun untuk memberikan rasa lembut dan nyaman saat

(6)

digunakan. Selain itu, terdapat Amphitol sebagai bahan dalam sabun atau detergen yang mampu meningkatkan busa atau disebut foam booster.

1.4 ANALISA KUALITAS SABUN

Sabun dapat meningkatkan pH permukaan kulit karena sabun umumnya memiliki pH antara 7 hingga 9. Semakin tinggi pH sabun, semakin tinggi pula pH kulit, yang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, menjaga pH kulit sangat penting untukmengendalikan jumlah bakteri di kulit. Sabun dengan pH yang tinggi juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Dewan Standarisasi Nasional (1996) menetapkan syarat mutu sabun cair dengan pH antara 8 hingga 11.Asam lemak bebas (ALB) adalah asam lemak yang tidak terikat sebagai trigliserida. ALB dihasilkan melalui proses hidrolisis dan oksidasi, dan biasanya bergabung dengan lemak netral. Analisis kadar ALB merupakan syarat mutu sabun, karena kadar yang tinggi dapat menyebabkan ketengikan dan mengurangi umur simpan sabun.

Kehadiran ALB juga dapat mengurangi daya ikat sabun terhadap kotoran dan minyak, serta tingginya kadar ALB dapat berbahaya bagi kulit. Standar mutu ALB yang resmi menurut SNI adalah tidak lebih dari 2,5%.

(7)

BAB II ISI

2.1 Produksi

2.1.1 Bahan yang digunakan 1. Texapon

2. Amphitol 3. Na2SO4 4. Citrun 5. STPP 6. Parfum 7. Pewarna 8. Aquadest 9. Gliserin

2.1.2 Alat yang digunakan 1. Gelas Kimia 100 mL 2. Gelas Kimia 500 mL 3. Gelas Kimia 1000 mL 4. Gelas Ukur 25 mL 5. Gelas Ukur 1000 mL 6. Pipet Ukur

7. Batang Pengaduk 8. Sudip Kayu

9. Wadah plastik besar 2.1.3 Jumlah Produksi

Jumlah yang diproduksi oleh kelompok kami sebanyak 12 pcs 2.1.4 Proses Pembuatan Produk

(8)

1. mempersiapkan alat dan bahan

2. mencampurkan citrun dan stpp hingga larut

3. Memasukkan texapon dan Na2SO4, lalu

masukkan larutan citrun dan STPP kemudian homogenkan dengan aquadest 600 ml hingga berbusa

4. Kemudian menambahkan gliserin, dan menambahkan aquadest hingga homogen

5. Selanjutnya

menambahkan amphitol dan aquadest, lalu homogenkan kembali

6. Lalu menambahkan pewarna hijau dan 600ml aquadest, homogenkan 7. Menambahkan aquadest

600ml, aduk lalu

menambahkan parfum dan 600ml aquadest, lalu

homogenkan( tidak ada dokumentasi)

Setelah sabun ditempatkan dalam wadah dan di diamkan selama 24 jam, sabun cuci piring akan berubah menjadi bening. Setelah perubahan ini terjadi , kita dapat melanjutkan ke proses analisis sabun dengan menguji fisik dan menguji pH.

2.1.5 Fungsi Bahan:

Texapon : Sebagai pembersih dan pembusa dalam produk pembersih dan kosmetik Na2SO4 : Sebagai pengental atau penstabilan dalam produk pembersih

Amphitol : Membantu meningkatkan busa dan kelembutan produk pembersih Gliserin : Menjaga kelembapan dan kelembutan kulit

Pewangi : Aroma yang menyenangkan pada produk Pewarna : Agar produk lebih menarik secara visual

Aquadest : sebagai pelarut utama untuk mencampur bahan lainnya.

2.1.6 Pembahasan

Pencampuran 2 bahan yaitu citrun dan STPP, pencampuran 2 bahan ini sebaiknya dicampurkan

(9)

saat sudah dilarutkan dengan sedikit air. Jika kedua bahan ini dicampurkan terlebih dahulu lalu di tambahkan air maka campuran lumayan sulit karena ada bahan yang kurang

homogen.Penyempurnaan miniskus pada larutan ini sebaiknya dilakukan di meja kerja saja, agar bidangnya datar dan pengadukan bahan sabun dilakukan di meja kerja dengan kecepatan yang konsisten. Tidak diaduk dengan banyak gaya.

2.1.7 Kesimpulan

Dengan praktikum kali ini dapat diketahui bahwa sabun cuci piring ini sangat berpotensi untuk diproduksi secara massal, kita juga jadi mengetahui cara membuat sabun cuci piring dengan baik dan benar, ditambah ini hasil karya siswa-siswi SMKN 7 Bandung.

Selain itu, untuk menjaga mutu sabun banyak sekali pengujian yang dilakukan 2.2 Pengujian Produk

Analisis Uji Fisik dan Pengujian pH Alat yang digunakan:

1. Gelas ukur 1000 ml 2. Gelas ukur 25 ml 3. Gelas kimia 1000 ml 4. Gelas kimia 500 ml 5. Batang pengaduk 6. Indikator universal Bahan yang Digunakan:

1. Sample sabun yang telah dibuat

2.2.1 Proses Uji Fisik

1. Siapkan sample sabun yang telah dibuat. Homogenkan

2. Ambil sample secukupnya dan teteskan pada tempat makan yang kotor

3. Cium aroma sabun dengan sedikit air, kemudian cuci tempat makan dan amati 4. Cek tekstur sabun dan cium aroma sabun

5. Cuci bersih tempat makan dan amati kembali perbedaan setelah menggunakan sabun 6. Timbang 1 gram sample pada gelas kimia 50 ml dan tambahkan air aduk hingga homogen

7. Masukkan larutan sabun ke dalam tabung nesler selama 2 menit, kemudian ukur tinggi busa yang terdapat pada sabun, lalu diamkan selama 5 menit dan ukur tinggi busa sabun kembali.

8. Sisa larutan sabun digunakan untuk pH.

2.2.2 Hasil Pengamatan

a. Bau: Aroma yang dihasilkan adalah wangi lemon.

b. Warna: Warna sabun berwarna hijau.

(10)

c. Wujud: Tidak terlalu kental.

d. Reaksi dengan wadah: Lumayan menghasilkan busa yang banyak.

e. pH: 7 2.2.3 Proses Uji Ph

Alat yang digunakan:

1. Indikator universal Bahan yang digunakan:

1. Aquadest 2. Air bebas CO2

3. Sabun yang telah dibuat

DATA PENGAMATAN

Kelarutan dalam air: Campurkan sabun dan air bebas CO2 dalam perbandingan 1:50 ( 1ml

sabun dan 50ml air). Larutkan sabun dalam air dengan menggoyangkannya secara melingkar hingga semua sabun tercampur rata

dengan air.

Tahap ke-2 : Campurkan sabun dengan air bebas CO2 dalam perbandingan 1:100 ( 1ml sabun dan 100ml aquadest). Larutkan sabun

dalam aquadest dengan cara

menggoyangkannya secara melingkar tanpa menggunakan batang pengaduk,hingga sabun

sepenuhnya larut dalam air, seperti pada langkah sebelumnya

Uji Kandungan pH: Setelah melarutkan sabun, langkah berikutnya adalah menguji pH

dalam larutan tersebut menggunakan Indikator Universal.

Hasil Analisis pH:Indikator Universal menunjukkan warna tersebut ada di angka 7.

(11)

2.2.4 Uji Analisis ALB:

Alat yang digunakan:

1. Buret

2. Klem & Statif 3. Pipet tetes 4. Pipiet volume 5. Gelas kimia 6. Hot plate

Bahan yang digunakan:

1. Air bebas CO2 2. Indikator PP 3. Alkohol

Proses Pengujian ALB

Melakukan standarisasi NaOH:10ml HCL dan 3 tetes indikator metil merah. Lakukan titrasi

oleh NaOH hingga mendapatkan titik akhir yang konstan.

Hasil Titrasi: Setelah titrasi dilakukan dengan NaOH berubah menjadi warna kuning, warna sebelumnya adalah ungu ke pink. Hasil volume titrasi yang di dapat adalah 10.60 ml.

Blanko: 25 ml alkohol dan indikator PP 3 tetes yang sudah dipanaskan lalu di titrasi oleh NaOH sampai berubah menjadi warna cream ke kuningan. Mendapatkan hasil volume titrasi adalah 0.45 ml.

(12)

Sample:

Menimbang sample sebanyak 3 gram, lalu tambahkan 25 ml alkohol kemudian panaskan hingga muncul gelembung-gelembung kecil, lalu tambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes

Titrasi sample oleh NaOH:

Lakukan titrasi oleh NaOH hingga terjadi perubahan warna menjadi peach keruh

(13)

BAB III Pemasaran

3.1 Periode Penjualan

11 Februari 2025- 18 Februari 2025 3.2 Produk yang dijual

1. Nama produk: Sevo Clean

2. Jenis produk: Sabun cuci piring 500 ml 3. Jumlah produk perkelompok:

4. Jumlah produk per orang: 2/ 4pcs 5. Produk awal: 12 pcs

6. Produk yang laku: 12 pcs 7. Stok: -

FOTO PRODUK

3.3 Promosi dan Penjualan

1. Offline: Di lingkungan rumah 2. Online: WhatsApp StoryStory

Promosi Penjualan

(14)

3.4 Kegiatan Penjualan

Saya melakukan promosi produk baik secara online maupun secara offline. Untuk pemasaran online, saya menggunakan media sosial seperti WhatsApp Story. Namun, pembelian dilakukan secara offline kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan sekitar rumah.

Pada tanggal 11 Februari 2025, saya berhasil melakukan penjualan pertama sebanyak 1 pcs sabun cuci piring dan 1 pcs detergen cair. Promosi dilakukan secara online melalui WhatsApp dengan sistem pemasaran melalui media sosial. Beberapa orang tidak ingin di dokumentasikan di karenakan ada yang tidak menggunakan kerudung dan ada juga yang malu.

Untuk penjualan offline, saya mengunjungi rumah teman, tetangga dan keluarga saya.

Saya menawarkan produk sabun cuci piring dan detergen cair secara langsung dengan menjelaskan keunggulan-keunggulan yang dimiliki produk. Hasilnya, konsumen tertarik untuk membeli dan langsung membayar di tempat.

(15)

BAB IV

Laporan Keuangan

4.1 SABUN CUCI PIRING Omset yang diperoleh Modal: 10.000 ,- Harga jual: 12.000,- Produk yang terjual: 2 Omset yang di dapat: 24.000 { Harga jual x Produk terjual}

12.000 x 2 = 24.000

Keuntungan yang diperoleh

𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒋𝒖𝒂𝒍−𝒎𝒐𝒅𝒂𝒍

𝒎𝒐𝒅𝒂𝒍 × 100%

= 12.000−10.000

10.000 ×100 %

= 20 %

{ Omset- Modal}

= 24.000 – 10.000= Rp. 14.000, { Omset- Modal}

= 24.000 – 10.000= Rp. 14.000,-

4.2 DETERGEN CAIR Omset yang diperoleh Modal: 13.500,-

Harga jual: 17.000,- Produk yang terjual: 3pcs Omset yang diperoleh: 51.000,- { Harga jual × Produk terjual}

17.000 × 3= 51.000,

(16)

Keuntungan yang diperoleh

{ % keuntungan = harga jual−modal

modal × 100%

17.000−13.500

13.500 × 100%

= 25 %

{Omset – Modal}

= 51.000 – 13.500 = Rp. 37.500, 4.3 Catatan Keuangan

BATCH/PO 1

AKTIVA PASIVA

TGL KAS BAHAN

BAKU

UTANG MODAL keterangan

13 FEB 20.000 20.000 Ambil

Produk 2 pcs 13 feb (+24.0000 20.000 20.000 (+24.000) Terjual 2

pcs 24.000 20.000 20.000 24.000

13 feb (-20.000) (-20.000) (-20.000) 20.000 Bayar utang

4.000 4.000

4.000 4.000

(17)

NERACA

AKTIVA PASSIVA

Aktiva Lancar Utang

KAS : Rp 4.000 Utang Usaha Bahan baku : Rp 0 Total utang usaha

Aktiva tetap Modal: Rp. 4.000 Total aktiva :Rp. 4.000 Total pasiva: Rp. 4.000

RUGI/LABA SABUN CUCI PIRING Pendapatan usaha : Rp. 24.000 Bahan baku :Rp. 20.000 Laba bersih : Rp. 4.000 RUGI/LABA DETERGEN CAIR Pendapatan usaha : Rp. 51.000 Bahan baku : Rp. 40.500 Laba bersih : Rp. 10.500 KEUNTUNGAN LABA/RUGI

=(A) – (B)

=(Rp 24.000)-(Rp 20.000)

=Rp. 4.000

(18)

BAB V PENUTUP

Pada kesempatan kali ini, praktikum yang saya lakukan adalah membuat produk sabun cuci piring, mulai dari proses pembuatan, pengemasan, hingga pemasaran dan penjualan produk. Praktikum ini memberikan banyak pengetahuan baru bagi saya, termasuk cara membuat sabun cuci piring, memasarkan produk, menghitung keuntungan dan kerugian, serta membuat laporan keuangan dalam berwirausaha.

Promosi dilakukan secara offline dengan cara menawarkan produk kepada keluarga dan teman di lingkungan sekitar. Dari kegiatan berwirausaha ini, saya memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Omset yang didapat : Rp. 24.000,- Modal yang dikeluarkan : Rp. 20.000,- Keuntungan yang diperoleh : Rp. 4.000,-

Kegiatan berwirausaha ini menciptakan peluang sekaligus melatih kemampuan dengan menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan inovasi. Selain itu, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan memberikan peluang pekerjaan yang mereka membutuhkan.

Demikian laporan penugasan PKK ini, sebagai salah satu syarat tugas Ujian Sekolah (US). Saya berhadap ibu guru memaklumi dan memanfaatkan apabila terjadi kesalahan kata dalam laporan ini. Semoga laporan ini dapat menjadi acuan dan pertimbangan dalam

mendirikan usaha di masa depan. Saya sangat mengharapkan dukungan serta peran semua pihak dalam pembentukan usaha ini.

(19)

DAFTAR PUSTAKA

https://amp-kompres-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/homey/read/2025/

manfaat-sabun-pencuci- piring-selain-membersihkan-peralatan-makan?

Hasanah rysky.2024.praktikum pembuatan cuci piring. Tersedia online:

https://id.scbrid.com/document/750575806/Praktikum-pembuatan-sabun-cuci-piring.

Di akses pada tanggal 25 februari

Referensi

Dokumen terkait

“Pemanfaatan Minyak Goreng Jelantah Pada Pembuatan Sabun Cuci Piring C air” Pasca sarjana teknik kimia.. Universitas Sumatera

Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan sabun kopi dan sabun cuci piring telah terlaksana dan tujuan

Konsumen sebagai pengendali atau sebagai pengambil keputusan berhak menilai dan juga dapat memilih produk sabun cuci piring cair mana yang dinilainya baik dan

Keywords: Keyword 1; Keyword 2; keyword 3 [Century 10 pt, italic] Edukasi Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring Pada Jamaah Putri Tadarus Rw 5 Penumping Surakarta Abstrak Ekonomi Kreatif

METODE PENGABDIAN Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan deterjen cair bagi Ibu-ibu PKK RT 02 RW 13 Dusun Ngaliyan, Kelurahan

| 1 Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan Jiwa Kewirausahaan Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring di Kalangan Ibu-ibu PKK dan Remaja Putri Desa Gampong Pie

Sabun adalah bahan yang digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti sabun cuci piring, dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon C16. Produksi sabun cuci piring yang diproduksi secara massal dapat menciptakan pendapatan baru dan memberikan pelatihan kepada SMK Muhammadiyah, termasuk Siswa/I dan tenaga pengajar. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring secara aman untuk mengurangi permintaan masyarakat akan sabun dengan harga yang terjangkau. Hasil: menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ini signifikan, dengan hasil post-test menunjukkan 100% hasil yang baik dan cukup. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Siswa/I SMK Muhammadiyah Mlati dalam menerapkan pembuatan sabun cuci piring dari daun teh, salah satunya dengan cara pembuatan yang baik dan

Variasi volume ekstrak daun sembukan setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cuci tangan cair dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan sabun cuci tangan cair baik secara