• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR DED Manikin

N/A
N/A
Rudi Jie

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN AKHIR DED Manikin"

Copied!
511
0
0

Teks penuh

(1)

Pekerjaan:

DETAIL DESAIN

BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN DI KABUPATEN KUPANG

D I R E K T O R A T J E N D E R A L S U M B E R D A Y A A I R

Jl. Fr an s Sed a, Bun da ra n PU- Kup an g Te lp. (0 38 0) 82 41 70 Fa x. (0 38 0) 82 41 69

B A L A I W I L AYA H S U N G A I N U S A T E N G G A R A I I KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

K E G I A T A N P E R E N C A N A A N D A N P R O G R A M

NOPEMBER 2017

NO. KONTRAK : HK.02.03./SATKER/BWS-NT II/KGT-PP/11/III/2017

NO. AMANDEMEN : HK.02.03/SATKER/BWS-NT II/KGT-PP/177/III/2017, 29 MARET 2017

NOVEMBER 2017

(2)

LAPORAN AKHIR

DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN

DI KABUPATEN KUPANG

(3)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

KATA PENGANTAR

Berdasarkan ketentuan yang telah disyaratkan didalam KAK dan Surat Perjanjian Kontrak antara PPK Kegiatan Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dengan PT. Indra Karya (Persero) Divisi Engineering-I Malang, nomor HK.02.03/SATKER/BWS-NTII/KGT-PP/11/III/2017, tanggal 08 Maret 2017 dan kontrak Amandemen nomor : HK.02.03/SATKER/BWS-NTII/KGT-PP/177/III/2017, Tanggal 29 Maret 2017 untuk pekerjaan DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN DI KABUPATEN KUPANG, maka disusunlah LAPORAN AKHIR untuk pekerjaan tersebut diatas.

Penyusunan Laporan Akhir ini merupaka hasil perencanaan detail yang berisi analisa desain dan struktur untuk keperluan rencana konstruksi bendungan dan operasi waduk yang meliputi bangunan pengelak, pelimpah, bendungan utama dan bangunan pengambilan.

Dalam laporan ini juga dilampirkan analisa geologi teknik serta hidrologi.

Dimana laporan ini telah mendapat masukan-masukan baik dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, tim Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan pihak-pihak instansi terkait.

Demikian laporan ini dibuat, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat tersusunnya laporan ini, semoga laporan ini bermanfaat.

Malang, Nopember 2017

Konsultan

PT. INDRA KARYA (Persero) Divisi Engineering I

(4)

LAPORAN AKHIR

DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN

DI KABUPATEN KUPANG

(5)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xx BAB I PENDAHULUAN

1.1 Umum ... 1 – 1 1.2 Deskripsi Pekerjaan ... 1 – 1 1.2.1 Nama Pekerjaan ... 1 – 1 1.2.2 Pengguna Jasa ... 1 – 1 1.2.3 Latar Belakang Pekerjaan ... 1 – 1 1.2.4 Deskripsi Lokasi Pekerjaan ... 1 – 2 1.2.5 Maksud Dan Tujuan Pekerjaan ... 1 – 4 1.2.6 Sasaran ... 1 – 4 1.3 Studi Terdahulu ... 1 – 4 1.4 Sistematika Laporan Akhir ... 1 – 4 BAB II GAMBARAN DAERAH STUDI

2.1 Umum ... 2-1 2.2 Letak Dan Batas Administrasi ... 2-1 2.3 Lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) ... 2-2 2.4 Kondisi Topografis Dan Geografis ... 2-6 2.5 Tata Guna Lahan ... 2-6 2.6 Kondisi Iklim Dan Klimatologi ... 2-8 2.7 Kondisi Sosial Ekonomi... 2-8 2.7.1 Jumlah Penduduk ... 2-8 2.7.2 Perkembangan Jumlah Penduduk ... 2-9 2.7.3 Pendidikan ... 2-9 2.7.4 Perumahan... 2-9 2.7.5 Sumber Air, Penerangan Dan Sanitasi ... 2-9 2.7.6 Pertanian ... 2-10 2.7.7 Perdagangan ... 2-11 2.8 Permasalahan Banjir ... 2-11 2.9 Air Baku ... 2-12 2.10 Listrik ... 2-13 2.11 Rencana Perubahan Peruntukan Lahan Untuk Bendungan Manikin 2-13

2.11.1 Rencana Tata Ruang Dan Wilayah (RTRW) Propinsi Nusa

Tenggara Timur ... 2-13 2.11.2 Rencana Perubahan Peruntukan Lahan untuk

Bendungan Tefmo/Manikin ... 2-13 2.12 Klasifikasi Kelas Risiko Hazard Bendungan Tefmo/Manikin... 2-16 2.12.1 Klasifikasikelas Risiko Hazard ... 2-16 2.12.2 Perhitungan Tingkat Kerusakan di Hilir ... 2-17 2.12.3 Perhitungan Kelas Risiko Bendungan Tefmo/Manikin ... 2-18 2.12.4 Konsekuensi Bendungan terhadap Debit Banjir Desain ... 2-19

(6)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 iii

BAB III SURVEY TOPOGRAFI

3.1 Umum ... 3-1 3.1.1 Latar Belakang ... 3-1 3.1.2 Lingkup Pekerjaan ... 3-1 3.2 Metodologi Pekerjaan ... 3-2 3.2.1 Persiapan ... 3-2 3.2.2 Pemasangan Bench Mark (Bm) ... 3-4 3.2.3 Pembuatan Kerangka Kontrol Pengukuran ... 3-4 3.2.4 Pengukuran Profil Melintang Dan Detail Situasi Area Ukur . 3-6 3.2.5 Prosesing Data ... 3-6 3.2.6 Proses Penggambaran... 3-7 3.2.7 Hasil Pekerjaan ... 3-7 3.3 Pelaksanaan Pekerjaan ... 3-7 3.3.1 Inventarisasi Data ... 3-7 3.3.2 Perencanaan Pengukuran... 3-8 3.3.3 Pemasangan Bench Mark (Bm) ... 3-9 3.3.4 Pengukuran Gps... 3-10 3.3.5 Pembuatan Kerangka Kontrol Pengukuran ... 3-11 3.3.6 Pengukuran Jalan Akses ... 3-13 3.3.7 Pengukuran Area As Dam & Bangunan Fasilitas ... 3-13 3.3.8 Pemasangan & Pengukuran Patok Batas Genangan ... 3-14 3.4 Prosesing Data & Penggambaran ... 3-14 3.5 Hasil Pengukuran ... 3-17 BAB IV GEOLOGI TEKNIK DAN MEKANIKA TANAH

4.1 Latar Belakang ... 4-1 4.2 Geologi Regional ... 4-1 4.2.1. Fisiografi ... 4-1 4.2.2. Stratigrafi ... 4-2 4.2.3. Struktur Geologi ... 4-3 4.3 Geologi Daerah Penyelidikan ... 4-6 4.3.1. Geomorfologi ... 4-6 4.3.2. Geologi Dan Stratigrafi ... 4-7 4.4 Lingkup Pekerjaan Tahap Detail Desain ... 4-8 4.5 Metode Pelaksanaan Pekerjaan ... 4-13 4.6 Rencana Penyelidikan Geologi Teknik Tahap Detail Desain ... 4-18 4.7 Aspek Geologi Teknik ... 4-19 4.7.1. Umum... 4-19 4.7.2. Bendungan Utama ... 4-20 4.7.3. Bangunan Pelimpah ... 4-21 4.7.4. Bangunan Pengelak dan Pengambilan ... 4-22 4.7.5. Geologi Teknik Daerah Genangan ... 4-25 4.7.6. Perbaikan Pondasi ... 4-26 4.8 Koefisien Gempa ... 4-40 4.9 Material Konstruksi ... 4-44 4.9.1. Umum... 4-44 4.9.2. Material Tanah Inti Kedap (Borrow Area) ... 4-47 4.9.3. Material Pasir Dan Kerikil (Quarry Pasir) ... 4-48 4.9.4. Material Batu dan Random Batu (Quarry Batu) ... 4-50 4.9.5. Parameter Desain dan Ratio Material ... 4-52 4.10 Kesimpulan Dan Saran ... 4-53 4.10.1. Kesimpulan ... 4-53

(7)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG 4.10.2. Saran ... 4-55 BAB V ANALISIS HIDROLOGI

5.1 Deskripsi Daerah Aliran Sungai (Das) Manikin ... 5-1 5.2 Ketersediaan Data ... 5-1 5.2.1 Data Hujan ... 5-4 5.2.2 Data Klimatologi ... 5-5 5.2.3 Data Debit ... 5-5 5.3 Analisa Hujan ... 5-6 5.3.1 Hujan Kawasan ... 5-6 5.3.2 Analisa Statistik Data Hujan ... 5-9 5.3.3 Analisa Hujan Rancangan ... 5-10 5.3.4 Analisa Hujan Banjir Maksimum Boleh Jadi (Bmb/Pmp) ... 5-12 5.4 Analisa Banjir ... 5-14 5.4.1 Kalibrasi Banjir ... 5-14 5.4.2 Distribusi Curah Hujan ... 5-16 5.4.3 Infiltrasi Metode Horton ... 5-18 5.4.4 Curah Hujan Efektif ... 5-18 5.4.5 Debit Banjir Rancangan Metode Hss Itb I ... 5-19 5.4.6 Debit Banjir Rancangan Metode Hss Itb 2 ... 5-22 5.4.7 Debit Banjir Rancangan Metode Hss Nakayasu ... 5-25 5.4.8 Debit Banjir Rancangan Metode Hss Snyder ... 5-28 5.4.9 Pengujian Hasil Perhitungan Debit Banjir Rancangan ... 5-31 5.5 Debit Tersedia Pada Bendungan Manikin ... 5-32 5.5.1 Kalibrasi Debit Low Flow ... 5-32 5.5.2 Debit Inflow Dan Volume Inflow ... 5-34 5.6 Debir Tersedia pada Hilir Bendungan Manikin ... 5-38 5.7 Debit Kebutuhan ... 5-45 5.7.1 Evaporasi Muka Air Waduk ... 5-45 5.7.2 Kebutuhan Air Baku ... 5-45 5.7.3 Kebutuhan Air Irigasi ... 5-50 5.8 Analisa Sedimentasi ... 5-51 5.8.1 Angkutan Muatan Layang (Suspended Load) ... 5-52 5.8.2 Angkutan Muatan Dasar (Bed Load) ... 5-52 5.9 Kapasitas Tampungan ... 5-56 5.9.1 Berdasarkan Data Topografi ... 5-56 5.9.1 Berdasarkan Data Hidrologi Dengan Garis Massa Debit ... 5-57 5.10 Simulasi Dan Optimasi Bendungan Manikin ... 5-58 5.10.1 Konsep Simulasi Waduk Tefmo/Manikin ... 5-58 5.10.2 Manfaat Waduk Berdasarkan Hasil Simulasi Optimasi ... 5-59 5.10.3 Rekapitulasi Hasil Simulasi Optimasi Waduk ... 5-61

BAB VI SALURAN PENGELAK DAN COFFERDAM

6.1 Bangunan Pengelak ... 6-1 6.2 Debit Banjir Rencana ... 6-2 6.3 Optimasi Dimensi Terowongan ... 6-2 6.4 Kapasitas Aliran ... 6-4 6.4.1 Kondisi aliran Bebas (Free Flow) ... 6-4 6.4.2 Kondisi aliran Tekan (Pressure Flow) ... 6-6 6.5 Penelusuran Banjir Pada Terowong Pengelak ... 6-9 6.6 Perhitungan Dimensi Saluran Terbuka ... 6-15

6.6.1 Perhitungan Dimensi Saluran Terbuka di Bagian Awal

(8)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 v

Terowong ... 6-15 6.6.2 Perhitungan Dimensi Saluran Terbuka di HIlir Terowong .... 6-16 6.7 Perhitungan Struktur Bangunan Pengelak ... 6-19

6.7.1 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Terbuka Inlet

Pengelak H=10.00 m ... 6-19 6.7.2 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Terowong ... 6-20 6.8 Bendungan Pengelak (Cofferdam) ... 6-24 6.8.1 Perhitungan Tinggi Cofferdam ... 6-24 6.8.2 Perhitungan Lebar Cofferdam ... 6-24 6.8.3 Tipikal Cofferdam ... 6-24 6.8.4 Koefisien Gempa Cofferdam ... 6-25 6.8.5 Analisa Stabilitas Lereng Cofferdam ... 6-25 BAB VII BANGUNAN PELIMPAH

7.1 Umum ... 7-1 7.2 Penentuan Elevasi Ambang Pelimpah ... 7-2 7.3 Penelusuran Banjir Lewat Pelimpah ... 7-3 7.4 Analisis Dimensi Dan Hidrolika Bangunan Pelimpah ... 7-9 7.4.1 Ambang Pelimpah ... 7-9 7.4.1.1 Perhitungan Debit ... 7-9 7.4.1.2 Perhitungan Bentuk Mercu Ambang Pelimpah ... 7-10 7.4.2 Saluran Samping ... 7-11

7.4.2.1 Penentuan Kemiringan dan Elevasi Saluran

Pelimpah Samping ... 7-11 7.4.2.2 Kontrol Kondisi Aliran pada Saluran Pelimpah Samping 7-12 7.4.2.3 Perhitungan Profil Permukaan Air Saluran Samping . 7-12 7.4.3 Saluran Transisi ... 7-14 7.4.3.1 Penentuan Batasan Kondisi Aliran Pada Saluran Transisi 7-14 7.4.3.2 Perhitungan profil permukaan air pada saluran transisi 7-14 7.4.3.3 Hydraulic Control Point ... 7-16 7.4.4 Saluran Peluncur ... 7-17 7.4.5 Peredam Energi ... 7-21 7.4.6 Outlet Channel ... 7-22 7.5 Analisis Konstruksi Bangunan Pelimpah ... 7-28 7.5.1 Parameter Stabilitas... 7-28 7.5.2 Analisa Stabilitas Bangunan Mercu ... 7-28 7.5.3 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah ... 7-29

7.5.3.1 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Mercu (Sta 0+130) H=15.00 m ... 7-29 7.5.3.2 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Mercu (Sta 0+150) H=16.00 m ... 7-30 7.5.3.3 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Saluran Transisi (Sta 0+175) H=17.25 m ... 7-31 7.5.3.4 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Saluran Transisi (Sta 0+225) H=18.25 m dan Jembatan Akses bentang 31 m ... 7-32 7.5.3.5 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Saluran Transisi (Sta 0+250) H=14.3 m ... 7-34 7.5.3.6 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Saluran Peluncur (Sta 0+325) H=7,30 m ... 7-35 7.5.3.7 Analisa Stabilitas dan Penulangan Dinding Pelimpah

Saluran Peredam (Sta 0+425) H=13.00 m ... 7-36

(9)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG 7.5.3.8 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Terbuka

Outlet (Sta 0+450) H=13.00 m ... 7-37 7.5.3.9 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Terbuka

Outlet (Sta 0+500) H = 8,00 m ... 7-38 7.5.4 Analisa Stabilitas Lereng Saluran Terbuka Pada Pelimpah ... 7-39 BAB VIII BENDUNGAN UTAMA

8.1 Umum ... 8-1 8.2 Elevasi Puncak Bendungan ... 8-1 8.3 Lebar Puncak Bendungan ... 8-3 8.4 Koefisien Gempa Desain ... 8-3 8.5 Material Timbunan Bendungan ... 8-7 8.5.1 Parameter Desain Material Timbunan Bendungan ... 8-7 8.5.2 Ketersediaan Material Timbunan Bendungan ... 8-7 8.6 Stabilitas Lereng Tubuh Bendungan ... 8-9 8.6.1 Penampang Tipikal Bendungan ... 8-9 8.6.2 Perkiraan Garis Preatik ... 8-9 8.6.3 Analisis Stabilitas Lereng ... 8-10 8.6.4 Perhitungan Alihan Tetap ... 8-15 8.7 Analisa Rembesan ... 8-16 8.6.1 Besarnya Rembesan Melalui Tubuh Bendungan ... 8-16 8.6.2 Pemeriksaan Terhadap Erosi Buluh (Piping) ... 8-18 8.8 Timbunan Ekstra ... 8-18 8.9 Instrumentasi Bendungan ... 8-20 8.9.1 Umum ... 8-20 8.9.2 Instrumen Pengendali Pelaksanaan Konstruksi ... 8-20 8.9.3 Instrumen Pemantau Perilaku Bendungan Jangka Panjang ... 8-20 8.9.4 Jenis Instrumen Yang Dipasang ... 8-21 8.10 Perbaikan Pondasi ... 8-26 8.10.1 Umum... 8-26 8.10.2 Galian Pondasi ... 8-26 8.10.3 Curtain Grouting ... 8-26 8.10.4 Rencana Grouting... 8-27 BAB IX BANGUNAN PENGAMBILAN

9.1 Umum ... 9-1 9.2 Sistem Pengambilan Operasi Darurat ... 9-3 9.3 Sistem Operasi Irigasi Dan Pltm ... 9-5 9.4 Sistem Operasi Air Baku ... 9-13 9.5 Penurunan Muka Air Waduk ... 9-16 9.6 Perhitungan Panjang Plugging ... 9-17 9.6.1 Kondisi normal ... 9-17 9.6.2 Kondisi gempa ... 9-18 9.7 Perencanaan Bangunan Pengambilan (Bangunan Menara) ... 9-20 9.7.1 Dimensi dan Pemodelan Struktur ... 9-20 9.7.2 Parameter Perencanaan ... 9-20 9.7.3 Hasil Analisa Stabilitas ... 9-20 9.7.4 Perencanaan Penulangan Intake ... 9-21 9.8 Perencanaan Struktur Bangunan Operasional ... 9-22 9.8.1 Dimensi dan Pemodelan Struktur ... 9-22 9.8.2 Parameter Perencanaan ... 9-23 9.8.3 Perencanaan Penulangan Bangunan Operasional... 9-23

(10)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 vii

9.9 Analisa Stabilitas Saluran Tegak Dan Galian ... 9-27 9.9.1 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Tegak

(Sta 0+900) H=5.00 m ... 9-27 9.9.2 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Tegak

(Sta 1+175) H=2.50 m ... 9-28 9.9.3 Analisa Stabilitas dan Penulangan Saluran Tegak

(Sta 1+200) H=2.00 m ... 9-28 9.9.4 Analisa Stabilitas Lereng Saluran Terbuka Pada

Saluran Pengambilan (Waterway) ... 9-29 BAB X HIDROMEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

10.1 Umum ... 10-1 10.2 Peralatan Hidromekanikal ... 10-2 10.3 Saluran Pengelak ... 10-2 10.3.1 Pintu Saluran Pengelak ... 10-2 10.4 Saluran Pengambilan – Saluran Utama ... 10-4 10.4.1 Saringan Sampah Pengambilan. ... 10-4 10.4.2 Pintu Pengambilan (Emergency Intake Gate) ... 10-5 10.4.3 Pintu Bulkhead (Stoplog) ... 10-7 10.5 Pipa Outlet (Penstock)... 10-9 10.5.1 Pipa Tanam. ... 10-9 10.5.2 Pipa Irigasi Utama (Pipa Induk)... 10-9 10.5.3 Pipa Emergency ... 10-9 10.5.4 Pipa Air Baku ... 10-10 10.5.5 Pipa Pltm ... 10-10 10.6 Rumah Katup ... 10-11 10.6.1 Umum... 10-11 10.6.2 Katup Pengaman (Guard Valve)... 10-11 10.6.3 Katup Kontrol Debit Irigasi (Hollow Jet/Hollow Cone Valve) 10-12 10.6.4 Katup Pengaman Dan Katup Kontrol Debit Keluaran Air Baku 10-13 10.6.5 Peralatan Kontrol Untuk Gate Dan Valve ... 10-14 10.6.6 Portable Blower ... 10-14 10.7 Rumah Pembangkit ... 10-14 10.8 Peralatan Bantu Pemeliharaan ... 10-14 10.9 Pekerjaan Elektromekanikal... 10-15 10.9.1 Umum... 10-15 10.9.2 Peralatan Utama ... 10-15 10.9.3 Sistim Catu Daya ... 10-16 10.9.4 Penerangan Dan Sistem Pelayanan Bantu ... 10-20 10.9.5 Sistem Pentanahan Dan Penangkal Petir ... 10-37 10.10 Peralatan Pembangkit Listrik ... 10-37 10.10.1 Umum ... 10-37 10.10.2 Standar Yang Digunakan ... 10-38 10.10.3 Turbin ... 10-39 10.10.4 Generator ... 10-41 10.10.5 Trafo ... 10-44 10.10.6 Peralatan Hubung (Switchgear) ... 10-45 10.10.7 Sistim Kendali Dan Pengaman ... 10-46 10.10.8 Peralatan Auxiliary ... 10-47 10.10.9 Kebutuhan Ruang Rumah Pembangkit ... 10-48 10.10.10 Saluran Distribusi 20 Kv ... 10-48

(11)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG BAB XI JALAN AKSES

11.1 Umum ... 11-1 11.2 Kriteria Perencanaan Jalan Akses ... 11-2 11.2.1 Lingkup Perencanaan ... 11-2 11.2.2 Kriteria Perencanaan Jalan ... 11-2 11.2.3 Kriteria Perencanaan Jembatan ... 11-3 11.3 Perencanaan Geometrik Jalan ... 11-3 11.3.1 Parameter Perencanaan ... 11-3 11.3.2 Alinyemen Horisontal ... 11-5 11.3.3 Alinemen Vertikal ... 11-10 11.4 Perencanaan Perkerasan ... 11-13 11.4.1 Umum ... 11-13 11.4.2 Konstruksi Perkerasan Jalan ... 11-13 11.5 Analisa Stabilitas Lereng Saluran Terbuka Pada Jalan Akses ... 11-14 11.5.1 Analisa Stabilitas Lereng Galian Jalan Menuju Outlet ... 11-15 11.5.2 Analisa Stabilitas Lereng Galian Pada Bangunan

Fasilitas ... 11-16 BAB XII OPERASI WADUK

12.1 Umum ... 12-1 12.2 Kondisi Dasar ... 12-1 12.2.1 Simulasi Tampungan Waduk ... 12-1 12.3 Pola Operasi Waduk ... 12-2 12.3.1 Tujuan Pengoperasian Waduk ... 12-2 12.3.2 Operasi Pada Kondisi Normal ... 12-2 12.3.3 Konsep Sistem Operasi ... 12-3 12.3.4 Kondisi Dasar... 12-4 12.3.5 Pola Operasi Waduk (Pow) ... 12-4 12.3.6 Pengaturan Pemberian Air ... 12-5 12.4 Pengisian Waduk (Impounding) ... 12-6 BAB XIII SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

13.1 Umum ... 13-1 13.2 Gambaran Potensi Penduduk ... 13-1 13.2.1 Potensi Daerah Layanan ... 13-1 13.2.2 Potensi Penduduk ... 13-2 13.2.3 Keadaan Sosial Budaya ... 13-2 13.3 Sistem Pertanian Di Daerah Layanan ... 13-2 13.3.1 Usahatani Padi ... 13-4 13.3.3 Usahatani Jagung ... 13-7 13.4 Analisis Usahatani ... 13-7 13.4.1 Umum ... 13-7 13.4.2 Analisa Usahatani Padi Sawah ... 13-7 13.4.3 Usahatani Jagung ... 13-11 13.5 Pola Pengembangan Pertanian ... 13-14 13.5.1 Pengantar ... 13-14 13.5.2 Pola Tanam ... 13-15 13.5.3 Pola Pengembangan Berdasarkan Strategi Intensifikasi .. 13-16 13.6 Area Kebutuhan Lahan ... 13-19 13.6.1 Area kebutuhan ... 13-19 13.6.2 Status Lahan ... 13-20

(12)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 ix

BAB XIV METODE PELAKSANAAN

14.1 Umum ... 14-1 14.2 Volume Pekerjaan ... 14-1 14.3 Metode Pelaksanaan... 14-1 14.3.1 Waktu Yang Direncanakan Untuk Pelaksanaan ... 14-1 14.3.2 Tahap Pelaksanaan ... 14-1 14.3.3 Jumlah Hari Untuk Dapat Bekerja Pada Pelaksanaan Proyek 14-2 14.3.4 Koefisien Untuk Konversi Volume Tanah ... 14-4 14.3.5 Produksi Alat Rata-Rata Per Jam ... 14-4 14.3.6 Pemilihan Pemakaian Alat Berat Dan Metode Pelaksanaan 14-5 14.3.7 Material Konstruksi ... 14-6 14.4 Jadwal Pelaksanaan Bendungan Tefmo/Manikin ... 14-6 BAB XV RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) DAN ANALISA EKONOMI

15.1 Umum ... 15-1 15.2 Dasar Perhitungan Biaya Proyek ... 15-1 15.3 Biaya Pembebasan Tanah ... 15-2 15.4 Biaya Proyek ... 15-2 15.4.1. Biaya Modal (Investigasi) ... 15-2 15.4.2. Biaya Tahunan (Annual Cost) ... 15-3 15.4.3. Biaya Operasional dan Pemeliharaan... 15-3 15.4.4. Biaya Kontraktor ... 15-3 15.4.5. Jadwal Pembelanjaan (Disbursment Schedule) ... 15-4 15.5 Rencana Pelaksanaan ... 15-4 15.6 Biaya Ekonomi ... 15-4 15.7 Manfaat Proyek/Benefit ... 15-7 15.7.1. Manfaat Air Irigasi ... 15-7 15.7.2. Manfaat Air Baku... 15-8 15.7.3. Manfaat PLTM ... 15-9 15.7.4. Manfaat Pengendalian Banjir ... 15-10 15.8 Analisa Ekonomi ... 15-10 15.8.1. Economic Internal Rate or Return (EIRR) ... 15-10 15.8.2. Net Present Value (NPV) ... 15-11 15.8.3. Benefit Cost ratio (BCR) ... 15-11 15.8.4. Analisa Sensivitas ... 15-12 15.8.5. Hasil Analisa Ekonomi ... 15-12 BAB XVI DATA TEKNIS BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN

16.1. Lokasi ... 16-1 16.2. Daerah Aliran Sungai ... 16-1 16.3. Daerah Genangan ... 16-1 16.4. Bangunan Pengelak ... 16-2 16.5. Bendungan Pengelak (Cofferdam) ... 16-2 16.6. Bendungan Utama (Main Dam) ... 16-3 16.7. Pelimpah ... 16-3 16.8. Bangunan Pengambilan Dan Waterway ... 16-4 16.9. Hidromekanikal ... 16-4 16.10. Rencana Jalan Masuk ... 16-5 16.11. Manfaat Bendungan Tefmo/Manikin ... 16-5 16.11.1. Air Baku ... 16-5

(13)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG 16.11.2. Irigasi ... 16-5 16.11.3. Plta ... 16-6 16.11.4. Pengendalian Banjir ... 16-6 16.12. Biaya Proyek Dan Analisa Ekonomi ... 16-6

(14)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2 - 1 Luas Wilayah Kecamatan Taebenu ... 2-1 Tabel 2 - 2 Kondisi Permukaan Lahan Menurut Desa ... 2-6 Tabel 2 - 3 Jenis Penggunaan Lahan ... 2-6 Tabel 2 - 4 Kondisi Iklim dan Klimatologi ... 2-8 Tabel 2 - 5 Jumlah Penduduk ... 2-8 Tabel 2 - 6 Tingkat Pendidikan ... 2-9 Tabel 2 - 7 Jumlah Keluarga Menurut Fasilitas Perumahan ... 2-10 Tabel 2 - 8 Statistik Tanaman Pangan ... 2-10 Tabel 2 - 9 Populasi Ternak Tahun 2015 ... 2-11 Tabel 2 - 10 Kriteria Faktor Risiko Untuk Evaluasi Keamanan Bendungan ... 2-16 Tabel 2 - 11 Kelas Risiko Bendungan dan Bangunan Air ... 2-16 Tabel 2 - 12 Kriteria Beban Gempa Untuk Desain Bendungan ... 2-17 Tabel 2 - 13 Matrikulasi Jumlah Penduduk (Orang) Terkena Resiko Keruntuhan

Bendungan untuk masing-masing Kelas Bahaya Bendungan ... 2-17 Tabel 2 - 14 Matrikulasi Jumlah Keluarga yang Terancam Bahaya Keruntuhan

Bendungan untuk masing-masing Kelas Bahaya Bendungan ... 2-17 Tabel 2 - 15 Jumlah Kepala Keluarga di Hilir Bendungan Tefmo/Manikin ... 2-18 Tabel 2 - 16 Kelas Risiko Bendungan Tefmo/Manikin ... 2-18 Tabel 2 - 17 Patokan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Bendungan ... 2-19 Tabel 3 - 1 Pasangan Titik Kontrol Pengukuran ... 3-9 Tabel 3 - 2 Koordinat Pilar Bench Mark Jalan Akses ... 3-13 Tabel 3 - 3 Koordinat Pilar Bench Mark Area As Dam ... 3-14 Tabel 3 - 4 Koordinat Pilar Bench Mark ... 3-15 Tabel 3 - 5 Koordinat Pilar Batas Green Belt ... 3-15 Tabel 4 - 1 Lingkup Pekerjaan Investigasi Geologi dan Uji Laboratorium ... 4-8 Tabel 4 - 2 Klasifikasi kekerasan batuan Bendungan Manikin (ISRM 1981) ... 4-20 Tabel 4 - 3 Hasil Pengujian Laboratorium Pondasi Bendungan ... 4-21 Tabel 4 - 4 Hasil Pengujian Laboratorium Pondasi Bangunan Pelimpah ... 4-22 Tabel 4 - 5 Hasil Pengujian Laboratorium Batuan Elevasi Terowong ... 4-23 Tabel 4 - 6 Analisa Rock Mass Rating Elevasi Terowong ... 4-24 Tabel 4 - 7 Manual Galian & Tipe Penyangga untuk IV & V Terowong

Bendungan Tefmo/Manikin ... 4-24 Tabel 4 - 8 Faktor Amplikasi untuk PGA (FPGA) (ASCEC 7-10) ... 4-41 Tabel 4 - 9 Nilai percepatan gempa dasar dari Peta Gempa Tahun 2010 ... 4-41 Tabel 4 - 10 Nilai Percepatan Gempa Puncak... 4-41 Tabel 4 - 11 Hasil Pengujian Laboratorium Material Inti ... 4-48 Tabel 4 - 12 Hasil Pengujian Laboratorium Material Pasir dan Kerikil ... 4-49 Tabel 4 - 13 Hasil Pengujian Laboratorium Material Batu ... 4-52 Tabel 4 - 14 Usulan Parameter Desain untuk beberapa Zona Material

Bendungan Tefmo/Manikin ... 4-52 Tabel 4 - 15 Rasio Ketersediaan dan kebutuhan Material Konstruksi ... 4-53 Tabel 4 - 16 Usulan Investigasi Geologi Lanjutan untuk Bendungan Tefmo ... 4-55 Tabel 5 - 1 Ketersedian Data Hidroklimatologi ... 5-4 Tabel 5 - 2 Hujan Tahunan Rerata DAS Manikin ... 5-4 Tabel 5 - 3 Klimatologi Rerata DAS Manikin ... 5-5 Tabel 5 - 4 Data Debit 15 Harian AWLR Manikin-Tarus ... 5-5

(15)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG Tabel 5 - 5 Koefisien Thiesen ... 5-6 Tabel 5 - 6 Hujan Rerata Tahunan Stasiun Hujan Baun, Oiletsala dan DAS

Manikin ... 5-7 Tabel 5 - 7 Hujan Maksimum Tahunan DAS Manikin ... 5-8 Tabel 5 - 8 Hasil uji Analisa Statistik DAS Manikin ... 5-9 Tabel 5 - 9 Perhitungan Nilai Koefisien Kurtosis (Ck) dan Skewness (Cs) ... 5-10 Tabel 5 - 10 Syarat Pengujian Agihan Data Dalam Analisa Frekuensi ... 5-11 Tabel 5 - 11 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Hujan Rancangan Metode Gumbel,

Log Person Tipe III dan Iwai-Kadoya ... 5-12 Tabel 5 - 12 Analisa Probable Maximum Precipitation ... 5-13 Tabel 5 - 13 Distribusi Hujan Jam-Jaman Tiap Kala Ulang ... 5-17 Tabel 5 - 14 Curah Hujan Efektif Tiap Kala Ulang ... 5-18 Tabel 5 - 15 Hasil Perhitungan Debit Banjir Berbagai Kala Ulang Metode ITB

DAS Manikin ... 5-20 Tabel 5 - 16 Hasil Perhitungan Debit Banjir Berbagai Kala Ulang Metode ITB

DAS Manikin ... 5-23 Tabel 5 - 17 Hasil Perhitungan Debit Banjir Berbagai Kala Ulang Metode

Nakayasu ... 5-26 Tabel 5 - 18 Hasil Perhitungan Debit Banjir Berbagai Kala Ulang ... 5-29 Tabel 5 - 19 Nilai Creager Pada Saat PMF, Masing-masing Metode ... 5-31 Tabel 5 - 20 Debit Inflow Bendungan Manikin (m3/dt) ... 5-35 Tabel 5 - 21 Volume Inflow Bendungan Manikin (Juta m3) ... 5-36 Tabel 5 - 22 Debit Inflow Bendung Tuahanat (m3/dt) ... 5-41 Tabel 5 - 23 Debit Inflow Free Intake Timbona (m3/dt) ... 5-42 Tabel 5 - 24 Debit Inflow Bendung Manikin (m3/dt) ... 5-43 Tabel 5 - 25 Debit Inflow Bendung Manumuti (m3/dt) ... 5-44 Tabel 5 - 26 Evaporasi Pada Muka Air Waduk Manikin ... 5-45 Tabel 5 - 27 Jumlah Penduduk Kecamatan Kupang Tengah ... 5-45 Tabel 5 - 28 Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Kupang Tengah ... 5-47 Tabel 5 - 29 Proyeksi Jumlah Penduduk Terlayani Kecamatan Kupang Tengah ... 5-47 Tabel 5 - 30 Proyeksi Jumlah Penduduk Terlayani Kota Kupang ... 5-47 Tabel 5 - 31 Kebutuhan Air Baku Kecamatan Kupang Tengah ... 5-48 Tabel 5 - 32 Kebutuhan Air Baku Kota Kupang ... 5-49 Tabel 5 - 33 Kebutuhan Air Irigasi ... 5-50 Tabel 5 - 34 Debit Sungai Manikin ... 5-52 Tabel 5 - 35 Perhitungan Laju Sedimen Dengan Metode MPM ... 5-55 Tabel 5 - 36 Kapasitas Tampungan Bendungan Tefmo/Manikin ... 5-56 Tabel 5 - 37 Perhitungan Tampungan Total Bendungan Tefmo/Manikin ... 5-57 Tabel 6 - 1 Resiko Terjadinya Banjir pada Terowongan Pengelak ... 6-2 Tabel 6 - 2 Optimasi Dimensi Pengelak ... 6-3 Tabel 6 - 3 Nilai Koefisien Kekasaran Manning ... 6-4 Tabel 6 - 4 Kapasitas Pengaliran pada Terowong Kondisi Aliran Bebas ... 6-5 Tabel 6 - 5 Perhitungan Kehilangan Tinggi Tekan ... 6-7 Tabel 6 - 6 Kapasitas Pengaliran pada Terowong Kondisi Aliran Tekan ... 6-8 Tabel 6 - 7 Fungsi Tampungan Bendungan Manikin ... 6-10 Tabel 6 - 8 Hasil Penelusuran Banjir Terowongan Pengelak ... 6-13 Tabel 6 - 9 Profil Permukaan Air Pada Saluran Terbuka dengan Kemiringan

Dasar Saluran 1: 7,0 ... 6-18 Tabel 6 - 10 Hasil Analisa Stabilitas Lereng Cofferdam Manikin ... 6-26 Tabel 7 - 1 Rekapitulasi Penelusuran Banjir di atas Pelimpah ... 7-3 Tabel 7 - 2 Fungsi Tampungan Waduk Manikin ... 7-4

(16)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 xiii

Tabel 7 - 3 Perhitungan Penelusuran Banjir pada Q100 th ... 7-5 Tabel 7 - 4 Perhitungan Penelusuran Banjir pada Q1000 th ... 7-6 Tabel 7 - 5 Perhitungan Penelusuran Banjir pada QPMF ... 7-8 Tabel 7 - 6 Penentuan Nilai a Dan n (Q1000) ... 7-11 Tabel 7 - 7 Perhitungan Profil Muka Air pada Potongan Memanjang Saluran

Pelimpah Samping Pada Saat Q1000 ... 7-13 Tabel 7 - 8 Perhitungan Profil Muka Air pada Potongan Memanjang Saluran

Pelimpah Samping Pada Saat QPMF ... 7-13 Tabel 7 - 9 Perhitungan Kedalaman Kritis Pada Ambang Sal. Transisi ... 7-14 Tabel 7 - 10 Profil Permukaan Air Pada Saluran Transisi (Q100) ... 7-14 Tabel 7 - 11 Profil Permukaan Air Pada Saluran Transisi (Q1000) ... 7-15 Tabel 7 - 12 Profil Permukaan Air Pada Saluran Transisi (QPMF) ... 7-16 Tabel 7 - 13 Profil Permukaan Air Pada Saluran Peluncur (Q100) ... 7-18 Tabel 7 - 14 Profil Permukaan Air Pada Saluran Peluncur (Q1000) ... 7-19 Tabel 7 - 15 Profil Permukaan Air Pada Saluran Peluncur (QPMF) ... 7-20 Tabel 7 - 16 Ringkasan hasil analisa stabilitas lereng pada Sta. 0+175. ... 7-40 Tabel 7 - 17 Ringkasan hasil analisa stabilitas lereng pada Sta. 0+250. ... 7-41 Tabel 8 - 1 Tinggi Jagaan dan Lebar Puncak Bendungan Urugan untuk daerah

bergempa kuat (Zona D, E dan F) ... 8-3 Tabel 8 - 2 Koefisien Gempa Horisontal OBE dan MDE ... 8-5 Tabel 8 - 3 Koefisien Gempa Vertikal OBE dan MDE ... 8-5 Tabel 8 - 4 Ketersediaan dan Kebutuhan Material ... 8-7 Tabel 8 - 5 Parameter Desain Material Timbunan Bendungan Tefmo/Manikin ... 8-8 Tabel 8 - 6 Hasil Perhitungan Stabilitas Bendungan Utama Tefmo/Manikin, ... 8-11 Tabel 8 - 7 Hasil Perhitungan Stabilitas Bendungan Utama Tefmo/Manikin, ... 8-13 Tabel 8 - 8 Alihan Tetap Bendungan Tefmo/Manikin, Lereng Hulu, ... 8-15 Tabel 8 - 9 Alihan Tetap Bendungan Tefmo/Manikin, Lereng Hilir, ... 8-15 Tabel 8 - 10 Tipe dan Jumlah Instrumen Bendungan Tefmo/Manikin ... 8-22 Tabel 9 - 1 Kehilangan Energi Sistem Operasi Darurat ... 9-4 Tabel 9 - 2 Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Darurat ... 9-4 Tabel 9 - 3 Kehilangan Energi Sistem Operasi Irigasi dan PLTM ... 9-7 Tabel 9 - 4 Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Irigasi dan PLTM ... 9-7 Tabel 9 - 5 Kehilangan Energi Sistem Operasi Air Baku ... 9-14 Tabel 9 - 6 Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Air Baku ... 9-14 Tabel 10 - 1 Pembagian Beban Untuk Penerangan Bangunan Fasilitas

Bendungan Panel “D” ... 10-18 Tabel 10 - 2 Beban Untuk Panel “B” (Intake) ... 10-19 Tabel 10 - 3 Beban Untuk Panel “C” ... 10-20 Tabel 10 - 4 Tabel Sistim Iluminasi ... 10-37 Tabel 10 - 5 Data Teknis PLTMH Manikin ... 10-38 Tabel 10 - 6 Klasifikasi Pemilihan Tipe TurData Tubin ... 10-39 Tabel 10 - 7 Kriteria Pemilihan Jenis Turbin ... 10-40 Tabel 10 - 8 Data Teknis Pengenal Generator Pada PLTMH Tefmo/Manikin... 10-44 Tabel 10 - 9 Rated Insulation Level Untuk Switchgear ... 10-46 Tabel 11 - 1 Panjang Jari-jari Minimum ... 11-6 Tabel 11 - 2 Perhitungan Kurva Alinyemen Horisontal Jalan Akses menuju

Puncak Bendungan ... 11-8 Tabel 11 - 3 Perhitungan Kurva Alinyemen Horisontal Jalan Akses menuju

Outlet ... 11-9

(17)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG Tabel 11 - 4 Lengkung Vertikal Jalan Akses menuju Puncak Bendungan... 11-12 Tabel 11 - 5 Lengkung Vertikal Jalan Akses menuju Outlet ... 11-12 Tabel 11 - 6 Ringkasan hasil analisa stabilitas lereng pada Sta. 0+150. ... 11-16 Tabel 11 - 7 Ringkasan hasil analisa stabilitas lereng pada Sta. 0+150 ... 11-17 Tabel 12 - 1 Perhitungan Pengisian Waduk (Impounding) dengan Q inflow P

30% ... 12-7 Tabel 12 - 2 Perhitungan Pengisian Waduk (Impounding) dengan Q inflow P

50% ... 12-8 Tabel 12 - 3 Perhitungan Pengisian Waduk (Impounding) dengan Q inflow P

67% ... 12-8 Tabel 13 - 1 Penggunaan Lahan di DAS Manikin ... 13-1 Tabel 13 - 2 Analisis Usahatani Padi Sawah (Irigasi) Aktual dan Potensial di

Daerah Irigasi Tarus dan Manumuti ... 13-13 Tabel 13 - 3 Analisis Usahatani Padi Sawah (Tadah Hujan) Aktual dan Potensial

di Desa Bokong ... 13-14 Tabel 13 - 4 Analisis Usahatani Jagung Aktual dan Potensial di Daerah Layanan ... 13-19 Tabel 13 - 5 Zona Kebutuhan Lahan Per Desa ... 13-20 Tabel 13 - 6 Status Lahan Sumber Material ... 13-20 Tabel 13 - 7 Area Kebutuhan Pembebasan Lahan ... 13-21 Tabel 13 - 8 Luas Area berdasarkan Status Lahan ... 13-22 Tabel 14 - 1 Jumlah Hari untuk Dapat Bekerja pada Pelaksanaan Proyek ... 14-3 Tabel 14 - 2 Koefisien Konversi Volume Tanah ... 14-4 Tabel 14 - 3 Jarak Borrow Area dan Quarry Site... 14-5 Tabel 14 - 4 Jarak Angkut Rata-Rata ... 14-5 Tabel 14 - 5 Rencana Jadwal Pelaksanaan Konstruksi ... 14-7 Tabel 15 - 1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya Konstruksi ... 15-3 Tabel 15 – 2 Biaya Ekonomi Proyek Bendungan Tefmo/Manikin ... 15-5 Tabel 15 – 3 Intensitas Tanam Tiap Daerah Irigasi ... 15-7 Tabel 15 – 4 Benefit Irigasi per ha/tahun ... 15-7 Tabel 15 – 5 Benefit Air baku ... 15-9 Tabel 15 – 6 Benefit PLTM ... 15-9 Tabel 15 – 7 Benefit Pengendalian Banjir ... 15-10 Tabel 15 – 8 Ringkasan Hasil Analisa Ekonomi (Kab. Kupang) ... 15-13

(18)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Peta Lokasi Bendungan Manikin Kabupaten Kupang ... 1 – 3 Gambar 2.1. Peta Administrasi ... 2-3 Gambar 2.2. WS Noelmina dan DAS Manikin ... 2-4 Gambar 2.3. Peta Daerah Aliran Sungai Manikin dan Lokasi Pos Hidrologi ... 2-5 Gambar 2.4. Peta Kondisi Topografi ... 2-7 Gambar 2.5. Jumlah Kios dan Tenaga kerja ... 2-11 Gambar 2.6. Luapan Banjir Sungai Manikin Kabupaten Kupang ... 2-12 Gambar 2.7. Rencana Tata Ruang Dan Wilayah (RTRW) Propinsi Nusa Tenggara

Timur ... 2-14 Gambar 2.8. Peta Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan menjadi Bukan Kawasan

Hutan ... 2-15 Gambar 3.1. Diagram Alir Metodologi Pekerjaan... 3-2 Gambar 3.2. Sketsa Ilustrasi Metode Pengukuran GPS dengan titik Referensi BIG . 3-5 Gambar 3.3. Gambar lokasi area pengukuran ... 3-7 Gambar 3.4. Sketsa Lokasi Penyebaran Titik Referensi Horizontal ... 3-8 Gambar 3.5. Sketsa Lokasi BM ... 3-9 Gambar 3.6. Pilar BM & CP Yang Terpasang Di Area As Dam dan Jalan Akses ... 3-10 Gambar 3.7. Titik Referensi GPS Nasional Bernomor N1.3017... 3-11 Gambar 3.8. Sketsa Jalur Pengukuran Poligon ... 3-12 Gambar 3.9. Sketsa Jalur Pengukuran Leveling ... 3-13 Gambar 3.10. Gambar Hasil Pengukuran ... 3-17 Gambar 4.1. Gambar Peta Geologi Regional Pulau Timor Bagian Barat ... 4-5 Gambar 4.2. Kenampakan Morfologi Daerah Genangan Bendungan Manikin ... 4-6 Gambar 4.3. Kenampakan Bentuk “V” Sungai Pada Rencana Lokasi Tubuh

Bendungan... 4-6 Gambar 4.4. Bongkah Asing Yang Terdapat Di Dalam Batulempung, Terdiri Dari

Berbagai Macam Jenis Batuan ... 4-7 Gambar 4.5. Kenampakan Batulempung Pada Lokasi Penelitian ... 4-7 Gambar 4.6. Peta Geologi Permukaan Daerah Bendungan ... 4-10 Gambar 4.7. Peta Geologi Permukaan Daerah Genangan ... 4-11 Gambar 4.8. Peta Lokasi Titik Pemboran Inti Yang Telah Dilaksanakan ... 4-12 Gambar 4.9. Bagan Alir Kegiatan Investigasi Geologi... 4-13 Gambar 4.10. Kenampakan Dua Longsoran Besar Yang Terdapat Di Daerah

Genangan... 4-25 Gambar 4.11. Perbaikan Pondasi Permukaan Setelah Galian Dan Perapian ... 4-26 Gambar 4.12. Penampang Geologi Memanjang Bendungan... 4-28 Gambar 4.13. Penampang Geologi Teknik Memanjang Bendungan ... 4-29 Gambar 4.14. Penampang Permeabilitas Memanjang Bendungan... 4-30 Gambar 4.15. Penampang Geologi Melintang Bendungan ... 4-31 Gambar 4.16. Penampang Geologi Teknik Melintang Bendungan ... 4-32 Gambar 4.17. Penampang Permeabilitas Melintang Bendungan ... 4-33 Gambar 4.18. Penampang Geologi Memanjang Bangunan Pengelak (Terowong)... 4-34 Gambar 4.19. Penampang Geologi Teknik Memanjang Bangunan Pengelak

(Terowong) ... 4-35 Gambar 4.20. Penampang Permeabilitas Memanjang Bangunan Pengelak

(Terowong) ... 4-36

(19)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG Gambar 4.21. Penampang Geologi Memanjang Bangunan Pelimpah ... 4-37 Gambar 4.22. Penampang Geologi Teknik Memanjang Bangunan Pelimpah ... 4-38 Gambar 4.23. Penampang Permeabilitas Memanjang Bangunan Pelimpah ... 4-39 Gambar 4.24. Lokasi Bendungan Tefmo/Manikin ... 4-40 Gambar 4.25. Peta Zona Gempa Tahun 2010 Kala Ulang 100 Tahun ... 4-42 Gambar 4.26. Peta Zona Gempa Tahun 2010 Kala Ulang 200 Tahun ... 4-42 Gambar 4.27. Peta Zona Gempa Tahun 2010 Kala Ulang 5000 Tahun ... 4-43 Gambar 4.28. Tipycal Zonal Bendungan Tefmo ... 4-44 Gambar 4.29. Peta Lokasi Material Bendungan Tefmo (Borrow Area Untuk Material

Tanah Dan Quarry Area Untuk Material Pasir Dan Batu ... 4-45 Gambar 4.30. Peta Lokasi Material (Borrow Area Dan Quarry) Bendungan Tefmo/

Manikin ... 4-46 Gambar 4.31. Material Inti Kedap Berupa Endapan Alluvial Hasil Sedimentasi

Lempung Bobonaro Yang Telah Ter-Blending Secara Natural

Dengan Residual Batugamping (Foto Kiri) ... 4-47 Gambar 4.32. Endapan Alluvial Berupa Sirtu Di Sepanjang Sungai Hilir

Bendungan Berjarak 3.0 ~ 5.0 Km Sebagai Bahan Filter Dan Beton, Namun Kualitas Secara Visual Nampak Kandungan Material Halus

(Clay Content) Yang Agak Tinngi ... 4-49 Gambar 4.33. Batugamping Chalky Limestone (Klastik) Di Perbukitan Bagian

Hilir Bendungan Berjarak 1.0 ~ 3.0 Km, Yang Diusulkan Sebagai Material Isian Zone-4a Yang Karakteristik Mekanisnya Seperti

Random Tanah ... 4-50 Gambar 4.34. Endapan Sungai Berupa Kerikil –Kerakal Dia. 40-350 Mm Sebagai

Material Isian Zone 4b Dan Boulder/Bongkah Sebagi Rip Rap ... 4-51 Gambar 4.35. Exotic Blok (Bongkah Asing) Di Perbukitan Hilir Rencana

Terowong Pengelak, Diusulkan Sebagai Material Isian Zona 4c ... 4-51 Gambar 4.36. Peta Lokasi Usulan Investigasi Geologi Lanjutan Titik Pemboran Inti 4-60 Gambar 4.37. Penampang Titik Pemboran Inti Untuk Usulan Investigasi Geologi

Lanjutan Bendungan Tefmo/Manikin ... 4-61 Gambar 5.1. Lokasi DAS Manikin dan Sub DAS Tefmo/Manikin ... 5-2 Gambar 5.2. Lokasi Pos Hidrologi Pada Sistem Sungai Manikin – Tarus ... 5-2 Gambar 5.3. Skema Sistem Sungai Manikin ... 5-3 Gambar 5.4. Poligon Thiesen DAS Manikin ... 5-6 Gambar 5.5. Peta Isohyet Tahunan Rata-Rata Das Manikin ... 5-8 Gambar 5.6. Isohyet PMP DAS Manikin ... 5-12 Gambar 5.7. Hidrograf Banjir Sungai Manikin 3 Desember 1981 ... 5-14 Gambar 5.8. Hidrograf Tak Berdimensi ... 5-15 Gambar 5.9. Grafik Hubungan Debit Observasi dan Debit Hidrograf Satuan ... 5-16 Gambar 5.10. Distribusi Hujan Jam-Jaman ... 5-17 Gambar 5.11. Hidrograf Banjir ITB 1 DAS Manikin ... 5-22 Gambar 5.12. Hidrograf Banjir ITB 2 DAS Manikin ... 5-25 Gambar 5.13. Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu ... 5-26 Gambar 5.14. Hidrograf Banjir Nakayasu DAS Manikin... 5-28 Gambar 5.15. Hidrograf Banjir Snyder DAS Manikin ... 5-31 Gambar 5.16. Grafik Creager HSS ITB 1 DAS Manikin ... 5-32 Gambar 5.17. Probabilitas Debit Inflow Bendungan Manikin ... 5-34 Gambar 5.18. Probabilitas Volume Inflow Bendungan Manikin ... 5-37 Gambar 5.19. Catchment Area Bendungan Manikin dan Bangunan Air Pada Sistem

Sungai Manikin ... 5-38 Gambar 5.20. Probabilitas Debit Inflow Bendung Tuahanat ... 5-39 Gambar 5.21. Probabilitas Debit Inflow Free Intake Timbona ... 5-39

(20)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 xvii

Gambar 5.22. Probabilitas Debit Inflow Bendung Manikin ... 5-40 Gambar 5.23. Probabilitas Debit Inflow Bendung Manumuti... 5-40 Gambar 5.24. Rencana Daerah Layanan Irigasi Bendungan Manikin ... 5-51 Gambar 5.25. Rating Curve Sungai Manikin... 5-53 Gambar 5.26. Lengkung Kapasitas Tampungan Waduk ... 5-57 Gambar 5.27. Kurva Massa Komulatif Inflow dan Komulatif Outflow

Bendungan Tefmo/Manikin ... 5-58 Gambar 5.28. Flow Duration Curve Bendungan Manikin ... 5-60 Gambar 6.1. Grafik Hubungan Tinggi Cofferdam, Harga dan Diameter Terowong . 6-3 Gambar 6.2. Dimensi Dalam Terowongan ... 6-4 Gambar 6.3. Diagram Kondisi Aliran Tekan ... 6-6 Gambar 6.4. Diagram Aliran Terowongan Manikin ... 6-9 Gambar 6.5. Hasil Penelusuran Banjir pada Terowongan Pengelak ... 6-15 Gambar 6.6. Rating Curve Sungai Manikin... 6-17 Gambar 6.7. Denah Dan Potongan Memanjang Pengelak ... 6-21 Gambar 6.8. Profil Dan Detail Tipikal Terowong ... 6-22 Gambar 6.9. Profil Dan Detail Tipikal Saluran Terbuka Pengelak ... 6-23 Gambar 6.10. Tipikal Bendungan Pengelak (Cofferdam) Hulu dan Hilir ... 6-25 Gambar 6.11. Sesaat setelah selesai pembangunan, kondisi ada gempa. (0,50 koef.

gempa OBE) tekanan air pori di inti lempung 50% kali berat tanah,

Bagian Hilir, y/H = 1,00 SF = 1,200 ... 6-26 Gambar 7.1. Hasil Penelusuran Banjir pada Q100 th ... 7-6 Gambar 7.2. Hasil Penelusuran Banjir pada Q1000 th ... 7-7 Gambar 7.3. Hasil Penelusuran Banjir pada QPMF ... 7-9 Gambar 7.4. Penentuan Elevasi Dasar Saluran Samping ... 7-12 Gambar 7.5. Profil Muka Air di Saluran Samping dan Transisi ... 7-16 Gambar 7.6. Profil Muka Air Pada Saluran Peluncur ... 7-17 Gambar 7.7. Penampang Memanjang Loncatan Hidrolis ... 7-22 Gambar 7.8. Stilling Basin Type II... 7-22 Gambar 7.9. Denah Dan Potongan Memanjang Pelimpah ... 7-23 Gambar 7.10. Denah Konstruksi Pelimpah (1) ... 7-24 Gambar 7.11. Detail Konstruksi Pelimpah (2) ... 7-25 Gambar 7.12. Denah Konstruksi Pelimpah (3) ... 7-26 Gambar 7.13. Detail Stilling Basin Pelimpah ... 7-27 Gambar 7.14. Stabilitas Lereng pada Sta. 0+175 (H=55,0 m), dengan bidang gelincir

lereng sebelah kanan, kondisi tanpa gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (scaly clay dan

redish silty clay), Nilai safety factor minimum 1.531 > SF = 1.5 ... 7-39 Gambar 7.15. Stabilitas Lereng pada Sta. 0+175 (H=55,0 m), dengan bidang gelincir

lereng sebelah kanan, kondisi dengan gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (scaly clay dan

redish silty clay), Nilai safety factor minimum 1.137 > SF = 1.1 ... 7-40 Gambar 7.16. Stabilitas Lereng dengan bidang gelincir lereng sebelah kanan, kondisi

tanpa gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (scaly clay dan redish silty clay), Nilai safety

factor minimum 1.514 > SF = 1.5 ... 7-40 Gambar 7.17. Stabilitas Lereng dengan bidang gelincir lereng sebelah kanan,

kondisi dengan gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (scaly clay dan redish silty clay),

Nilai safety factor minimum 1.10 > SF = 1.1 ... 7-41

(21)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG Gambar 8.1. Garis Preatik Bendungan Tefmo/Manikin, Kondisi Aliran Langeng,

NHWL El. 147,50 ... 8-9 Gambar 8.2. Stabilitas Lereng Hulu Bendungan Tefmo/Manikin ... 8-12 Gambar 8.3. Stabilitas Lereng Hulu Bendungan Tefmo/Manikin ... 8-14 Gambar 8.4. Analisis Rembesan Bendungan Tefmo/Manikin ... 8-17 Gambar 9.1. Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Darurat ... 9-5 Gambar 9.2. Diagram Kehilangan Tinggi Tekan (Losses) Sistem Operasi Darurat .. 9-5 Gambar 9.3. Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Irigasi dan PLTM ... 9-8 Gambar 9.4. Diagram Kehilangan Tinggi Tekan (Losses) Sistem Operasi Irigasi

dan PLTM ... 9-8 Gambar 9.5. Denah Dan Potongan Memanjang Pengambilan ... 9-9 Gambar 9.6. Denah Dan Potongan Bangunan Pengambilan PLTM ... 9-10 Gambar 9.7. Denah Dan Potongan Bangunan Pengambilan Irigasi ... 9-11 Gambar 9.8. Detail Penempatan Pipa Pembawa ... 9-12 Gambar 9.9. Debit Bukaan Katup Sistem Operasi Air Baku ... 9-15 Gambar 9.10. Diagram Kehilangan Tinggi Tekan (Losses) Sistem Operasi Air Baku 9-15 Gambar 9.11. Waktu Pengosongan Waduk dari Elevasi +147.50 ke Elevasi +133.60

dengan PLTM dan Air Baku Tidak Beroperasi ... 9-17 Gambar 9.12. Detail Bangunan Pengambilan (Intake) ... 9-25 Gambar 9.13. Denah Dan Potongan Bangunan Operasional ... 9-26 Gambar 10.1. Susunan Peralatan Hidromekanikal ... 10-1 Gambar 10.2. Pintu Pengelak ... 10-4 Gambar 10.3. Intake Trash Rack ... 10-5 Gambar 10.4. Pintu Pengambilan ... 10-7 Gambar 10.5. Bulkhead Gate ... 10-8 Gambar 10.6. Pipa Konduit Dan Perlengkapannya ... 10-11 Gambar 10.7. Katup Pengaman (Guard Valve) ... 10-12 Gambar 10.8. Katup Holojet ... 10-13 Gambar 10.9. Katup Pintu (Wedge Gate Valve) ... 10-14 Gambar 10.10. Kerangka Diagram Satu Garis Catu Daya Pada Bendungan Tefmo/

Manikin ... 10-16 Gambar 10.11. Diagram Kelistrikan Untuk Bendungan Tefmo/Manikin ... 10-17 Gambar 10.12. Diagram Satu Garis Untuk Keperluan Bangunan Fasilitas ... 10-18 Gambar 10.13. Diagram Satu Garis Peralatan Hidromekanikal (Intake) ... 10-19 Gambar 10.14. Diagram Satu Garis Peralatan Hidromekanikal ... 10-20 Gambar 10.15. Denah Titik Lampu & Saklar Kantor ... 10-21 Gambar 10.16. Denah Titik Stop Kontak Kantor ... 10-22 Gambar 10.17. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Rumah Dinas 1, 2, 3, 4, 5

Dan 6 ... 10-23 Gambar 10.18. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Musholla ... 10-24 Gambar 10.19. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Rumah Jaga ... 10-25 Gambar 10.20. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Gudang ... 10-26 Gambar 10.21. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Gardu Pandang Lantai

Dasar ... 10-27 Gambar 10.22. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Gardu Pandang Lantai

Atas ... 10-28 Gambar 10.23. Denah Titik Lampu, Saklar & Stop Kontak Bengkel ... 10-29 Gambar 10.24. Daftar Keterangan Untuk Pekerjaan Kelistrikan ... 10-30 Gambar 10.25. Detil Lampu Jalan (Pju) ... 10-31 Gambar 10.26. Denah Titik Lampu, Exhaust Fan Dan Inlet Fan Terowong ... 10-32 Gambar 10.27. Sistem Kelistrikan ... 10-33

(22)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

`

I - 4 xix

Gambar 10.28. Denah Titik Lampu, Bangunan Sementarakantor Pu ... 10-34 Gambar 10.29. Denah Titik Lampu, Bangunan Sementara Kontraktor ... 10-35 Gambar 10.30. Grafik Pemilihan Tipe Turbin ... 10-41 Gambar 10.31. Susunan Panel 20 Kv ... 10-46 Gambar 10.32. Diagram Sistim Kontrol Dan Pengaman... 10-47 Gambar 11.1. Penampang Melintang Jalan Hantar Menuju Puncak Bendungan ... 11-1 Gambar 11.2. Penampang Melintang Jalan Hantar Menuju Outlet ... 11-2 Gambar 11.3. Penampang Melintang pada Daerah Galian ... 11-5 Gambar 11.4. Penampang Melintang pada Daerah Timbunan ... 11-5 Gambar 11.5. Lengkung Horisontal Sederhana ... 11-5 Gambar 11.6. Bentuk Lengkung Parabola ... 11-10 Gambar 11.7. Lengkung Vertikal Cekung ... 11-11 Gambar 11.8. Lengkung Vertikal Cembung ... 11-11 Gambar 11.9. Susunan Lapis Perkerasan Jalan ... 11-13 Gambar 11.10. Tipikal Penampang Jalan Akses ... 11-14 Gambar 11.11. Lokasi Analisa Stabilitas Lereng ... 11-14 Gambar 11.12. Stabilitas dengan bidang gelincir lereng sebelah kiri, kondisi tanpa

gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah

yang mempengaruhi (redish silty clay). ... 11-15 Gambar 11.13. Stabilitas dengan bidang gelincir lereng sebelah kiri, kondisi

dengan gempa, dengan bidang gelincir pada seluruh lapisan tanah

yang mempengaruhi (redish silty clay). ... 11-15 Gambar 11.14. Stabilitas lereng kondisi tanpa gempa, dengan bidang gelincir pada

seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (redish silty clay).

Nilai safety factor minimum (1.504) ... 11-16 Gambar 11.15. Stabilitas lereng kondisi gempa, dengan bidang gelincir pada

seluruh lapisan tanah yang mempengaruhi (redish silty clay).

Nilai safety factor minimum (1.125) ... 11-16 Gambar 11.16. Denah Jalan Akses Menuju Bendungan ... 11-18 Gambar 11.17. Tipikal Jalan Akses Menuju Bendungan ... 11-19 Gambar 11.18. Denah, Potongan Memanjang dan Tipikal Jalan Menuju Outlet ... 11-20 Gambar 12.1. Curah Hujan 15 Harian ... 12-3 Gambar 12.2. Grafik Waktu Pengisian Waduk (Impounding) ... 12-7 Gambar 13.1. Peta Kebutuhan Lahan ... 13-23

(23)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Notulen Diskusi Draft Laporan Akhir Tanggal 19 Oktober 2017 di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Kupang

Lampiran 2 Notulen Diskusi Draft Laporan Akhir Tanggal 7 Nopember 2017 di Pusat Bendungan Lantai 7 Gedung Ditjen SDA, Kementerian PUPR, Jakarta

(24)

LAPORAN AKHIR

DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN

DI KABUPATEN KUPANG

(25)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 UMUM

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja yang telah disajikan dalam Surat Perjanjian/Kontrak Nomor HK.02.03/SATKER/BWS-NT.II/KGT-PP/11/III/2017, tanggal 08 Maret 2017 antara Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dengan PT. Indra Karya (Persero) Divisi Engineering-I.

Dalam laporan ini disampaikan hasil kajian studi detail desain yang dilaksanakan konsultan dalam pekerjaan “Detail Desain Bendungan Tefmo/Maniki di Kabupaten Kupang

1.2 DESKRIPSI PEKERJAAN 1.2.1 Nama Pekerjaan

Nama Pekerjaan adalah “DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN di KABUPATEN KUPANG” dengan kontrak No. HK.02.03/SATKER/BWS-NT II/KGT- PP/11/III/2017, tanggal 8 Maret 2019 dan Amandemen kontrak No. HK.02.03/

SATKER/BWS-NTII/KGT-PP/177/III/2017 tanggal 29 Maret 2019.

1.2.2 Pengguna Jasa

Pengguna Jasa dalam hal ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

1.2.3 Latar Belakang Pekerjaan

Penyediaan air untuk berbagai kebutuhan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Sumber Daya Air (SDA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk itu, berbagai upaya akan dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mengatasi persoalan tersebut. Salah satu upaya dalam pengembangan SDA yang sedang dan akan terus dilakukan adalah melakukan optimalisasi dalam bidang Sumber Daya Air dalam hal ini akan dilakukan pekerjaan study kelayakan bendung untuk mengetahui kondisi dan data yang mendukung bahwa bendungan ini memang layak untuk dibangun.

Untuk pemenuhan kekurangan air baku bagi kebutuhan air bersih di Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT, tahun 1994 pemerintah daerah menyiapkan 3 (tiga) buah desain Bendungan yaitu :

1. Bendungan Tilong yang berlokasi di Desa Oelmasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang

2. Bendungan Tefmo Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, dan

3. Bendungan Kolhua di Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

(26)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` I - 4

1-2

 Bendungan Tilong mempunyai kapasitas tampung bersih 17,31 juta m3 air dan untuk mengairi areal sawah seluas 1.485 Ha, serta memasok air baku bagi kebutuhan air bersih kota Kupang sebanyak 150 liter/detik selama 7 jam/hari dengan menggunakan sistim pompa 2 tahap melalui jaringan pipa transmisi sepanjang 10 km.

 Sedangkan Bendungan Kolhua direncanakan mempunyai kapasitas tampung bersih sebanyak 6,65 juta m3 air dan seluruhnya akan digunakan sebagai sumber air baku Kota Kupang melalui pipa transmisi sepanjang 1,5 km dengan sistim gravitasi (182 ltr/dtk) karena kondisi topografi dan lokasinya yang memungkinkan, kondisi geologi pada tanah kedap air dengan dominan formasi Bobonaro Clay dan mempunyai debit andalan tahunan 0,037 m3/dtk (5,7 Juta m3),

 Demikian juga Bendungan Tefmo/Manikin, dengan karateristik hampir sama dengan Bendungan Kolhua memiliki kapasitas tampung normal ± 20 Juta m3 air.

Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II telah melaksanakan Studi Kelayakan pada tahun 2015 terhadap Bendungan Tefmo/Manikin dan dari hasil studi sementara Bendungan Tefmo/Manikin berpotensi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan kebutuhan air baku bagi penduduk di sekitar.

1.2.4 Deskripsi Lokasi Pekerjaan

Lokasi Bendungan Manikin yang terpilih sesuai studi sebelumnya secara administratif terletak di Sungai Manikin, diantara desa Kuaklalo dan desa Bokong Kecamatan Taebenu, secara topografis terletak pada koordinat 10o 12’ 46” LS dan 123o 43’ 04”

BT.

Lokasi proyek dapat dicapai melalui jalan beraspal dari kota Kupang kearah Timur Laut arah Penfui kurang lebih 14 km menuju ke Desa Kuaklalo. Jalan masuk ke lokasi sekitar ± 1,7 km dari Desa Kuaklalo ke Sungai Manikin.

Dilihat dari letak geografisnya, Kecamatan Taebenu berbatasan langsung dengan lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kupang Tengah, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Amarasi Barat dan Kecamatan Nikamase (Kota Kupang), di sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Debobo Kota Kupang, sedang di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Amarasi.

Kecamatan Taebenu terdiri dari 8 desa yaitu Desa Oeletsala, Desa Kuaklalo, Desa Bokong, Desa Baumata Timur, Desa Oeltua, Desa Baumata, Desa Baumata Barat dan Desa Baumata Utara.

Peta lokasi pekerjaan disajikan pada Gambar 1.1.

.

(27)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

Gambar 1.1

PETA LOKASI BENDUNGAN MANIKIN KABUPATEN KUPANG LOKASI

BENDUNGAN MANIKIN

LOKASI AS BENDUNGAN MANIKIN X = 10o 12’ 46” LS

Y = 123o 43’ 04” BT LOKASI RENCANA AS

BENDUNGAN MANIKIN

(28)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` I - 4

1-4 1.2.5 Maksud dan Tujuan Pekerjaan

a. Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyediakan detail desain Bendungan Tefmo/Manikin yang ditinjau dari berbagai aspek, baik kelayakan teknik, kelayakan ekonomi dan kelayakan sosial.

b. Tujuan dari pekerjaan ini adalah melakukan investigasi, analisis dan desain terhadap perencanaan Bendungan Tefmo/Manikin, termasuk gambar dan rencana anggaran biaya (RAB), untuk dipakai sebagai acuan dan pedoman dalam rangka pelaksanaan konstruksi Bendungan tersebut.

1.2.6 Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah untuk mendapatkan Detail Desain Bendungan Tefmo/Manikin sebagai bahan untuk tahapan konstruksi.

1.3 STUDI TERDAHULU

Studi yang telah dilaksanakan kaitan dengan rencana pembangunan bendungan Manikin adalah sebagai berikut:

1. Studi Pengembangan Sungai Manikin Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, oleh konsultan pelaksana PT. Jasapatria Gunatama (1994)

2. Penelitian Detail Geologi Perencanaan Teknis 2 Buah DPS di Sungai Manikin Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, oleh konsultan pelaksana PT.

Jasapatria Gunatama (1995).

3. Detail Perencanaan Sarana Penyediaan Air Baku Sungai Manikin (Kabupaten Kupang) dan Pra Perencanaan Penyediaan Air Baku Sungai Mukofoka (Kabupaten Ngada), oleh konsultan PT. Jasapatria Gunatama (1996)

4. Studi Kelayakan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, oleh konsultan PT.

Jasapatria Gunatama (2015)

1.4 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR

Laporan akhir ini disusun berdasarkan tahapan - tahapan pelaksanaan dalam perencanaan bendungan. Sistematika dari laporan ini, seperti diuraikan pada masing- masing bab berikut ini.

1. BAB I : Berisi mengenai informasi proyek, latar belakang, maksud dan tujuan, studi terdahulu serta sistematika pelaporan.

2. BAB II : Berisi tentang Gambaran Wilayah Studi, yang meliputi batas administrasi, topografi, gambaran hidroklimatologi, kondisi eksisting di lokasi proyek.

3. BAB III : Berisi tentang Survey Topografi, meliputi verifikasi titik referensi pengukuran, leveling, pengukuran dan prosessing data,

(29)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG 4. BAB IV : Menguraikan tentang Geologi dan Mekanika Tanah, yang meliputi geologi regional, geologi daerah penyelidikan, geologi teknik, kegempaan serta ketersediaan material konstruksi.

5. BAB V : Berisi tentang hasil Analisis Hidrologi, yaitu ketersediaan data, analisa hujan rancangan, banjir rancangan, ketersediaan air, kebutuhan air, sedimentasi, dan analisa tampungan waduk.

6. BAB VI : Menguraikan tentang perencanaan Bangunan Pengelak dan Cofferdam, yaitu dari kapasitas, desain struktur dan stabilitas dari cofferdam.

7. BAB VII : Berupa Perencanaan Bangunan Pelimpah, yang berisi penelusuran banjir, analisis hidrolika, stabilitas bangunan serta struktur jembatan pelimpah.

8. BAB VIII : Menguraikan tentang Perencanaan Bendungan Utama, meliputi elevasi dan lebar puncak, material timbunan, analisa stabilitas bendungan dan rembesan, instrumentasi dan perbaikan pondasi.

9. BAB IX : Menguraikan tentang Perencanaan Bangunan Pengambilan, yang meliputi analisis hidrolika, struktur Pengambilan (Intake) dan Bangunan Keluaran (Outlet).

10. BAB X : Menguraikan tentang Perencanaan Hidromekanikal dan Elektrikal Bendungan, termasuk fasilitas peralatan hidromekanikal serta peralatan bantu. Serta menguraikan tentang PLTM dan kelistrikan bendungan, seperti Turbin dan peralatan bantu, Generator, Trafo, Switchgear, Sistem Kendali Bangkit, dan Sistem Pengaman (protection system) untuk stasiun pembangkit.

11. BAB XI : Menguraikan tentang Perencanaan Jalan Hantar, yaitu Perencanaan geometrik dan perkerasan

12. BAB XII : Berisi tentang Operasi Waduk, yaitu pola operasi waduk dan impounding.

13. BAB XIII : Menguraikan tentang Sosial Ekonomi Masyarakat dan lokasi- lokasi yang terkena dampak pembangunan.

14. BAB XIV : Menguraikan tentang Metode Pelaksanaan Pekerjaan, berisi tentang metode dan jadwal pelaksanaan.

15. BAB XV : Menguraikan tentang Rencana Anggaran Biaya proyek, yaitu biaya proyek, jadwal pembelajaan, dan analisa ekonomi.

16. BAB XVI : Menguraikan tentang Data Teknis Bendungan Tefmo/Manikin

(30)

LAPORAN AKHIR

DETAIL DESAIN BENDUNGAN TEFMO/MANIKIN

DI KABUPATEN KUPANG

(31)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

2 BAB II

GAMBARAN DAERAH STUDI

2.1 UMUM

Sungai Manikin termasuk wilayah Sungai Noelmina, tepatnya sebagian besar berada pada Kecamatan Kupang tengah dan Kecamatan Taebenu dan sebagian kecil masuk pada Kecamatan Nakamese dan Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Bendungan Tefmo/Manikin yang direncanakan berada di perbatasan desa Kuaklalo dan desa Bokong di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang diharapkan dapat memenuhi kekurangan air baku bagi kebutuhan air bersih di Kabupaten Kupang dan atau Kota Kupang. Selain itu manfaat lain adalah dapat menyuplai kekurangan kebutuhan air irigasi di hilir Bendungan Tefmo/Manikin sehingga lebih optimal dan mereduksi volume banjir untuk daerah Kecamatan Kupang Tengah.

2.2 LETAK DAN BATAS ADMINISTRASI

Secara umum rencana Bendungan Tefmo/Manikin berada di Desa Kuaklalo berbatasan dengan Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang.

Kecamatan Taebenu merupakan satu kecamatan di Kabupaten Kupang. dimana terletak tepat berbatasan dengan Kota Kupang. Kecamatan Taebenu yang beribukota Baumata memiliki luas wilayah 106,89 km2 dan terdiri atas 8 desa. Luas masing- masing desa yang berada di Kecamatan Taebenu sajikan pada Tabel 2.1 berikut.

Tabel 2-1 Luas Wilayah Kecamatan Taebenu Desa/Kelurahan Luas Wilayah

(km2)

Oeletsala 7,78

Kuaklalo 6,30

Bokong 45,63

Baumata Timur 19,77

Oeltua 9,94

Baumata 12,00

Baumata Barat 1,84

Baumata Utara 3,63

Sumber : BPS, Kecamatan Taebenu Dalam Angka 2016

Dilihat dari letak geografisnya, Kecamatan Taebenu secara administrasi berbatasan langsung dengan lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, yaitu :

(32)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` I - 4

2-2

 di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang

 di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Amarasi Barat dan Kecamatan Nikamase (Kota Kupang),

 di sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Debobo Kota Kupang,

 di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Amarasi.

Peta administrasi Kabupaten Kupang dan batas administrasi kecamatan Teubenu dapat dilihat pada Gambar 2.1.

2.3 LOKASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

Daerah Aliran Sungai yang selanjutnya disebut DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Berdasarkan Permen PUPR No. 04/PRT/M/2015 tentang Kriteria Penetapan Wilayah Sungai (WS), untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, di bagi

 2 WS lintas negara, WS Benenain (03.07.A1) dan WS Noelmina (03.08.A1);

 1 WS strategis nasional, WS Flores (03.05.A3); dan

 2 WS lintas kabupaten, WS Sumba (03.04.B) serta WS Flotim Kep.-Lembata Alor (03.06.B)

Rencana Bendungan Tefmo/Manikin terletak di WS Noelmina (Kode WS 03.08.A1) dan berada di sistem DAS Manikin (Kode DAS 106) dengan total luas DAS Manikin secara keseluruhan sebesar 92,4 km2, sedangkan untuk Sub DAS Tefmo/Manikin memiliki Daerah Aliran Sungai sebesar 49,31 km2.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Manikin merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Pulau Timor tidak begitu jauh dari kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, terletak disebelah timur kota Kupang, serta sungai tersebut melintas kota kecamatan Kupang Tengah di Tarus. Hulu sungai Manikin berada di wilayah Baun dan bermuara di teluk Kupang di pinggir kampung Manikin. Gambaran DAS Manikin sebagaimana disajikan pada Gambar 2.2 dan 2.3.

(33)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

Gambar 2.1 Peta Administrasi

LOKASI BENDUNGAN MANIKIN

(34)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` 2-4 Gambar 2.2 WS Noelmina dan DAS Manikin

03.08.A1

(35)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

Gambar 2.3 Peta Daerah Aliran Sungai Manikin dan Lokasi Pos Hidrologi

(36)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` I - 4

2-6 2.4 KONDISI TOPOGRAFIS DAN GEOGRAFIS

Kecamatan Taebenu memiliki ketinggian antara 131 m – 401 m diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan yang bervariasi dari landai – sedang. Desa Kuaklalo yang merupakan daerah kegiatan pekerjaan ini berada pada ketinggian 292 m diatas permukaan laut. Untuk lebih lengkap kondisi permukaan lahan di Kecamatan Taebenu dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut.

Tabel 2-2 Kondisi Permukaan Lahan Menurut Desa Desa/ Kelurahan Lokasi Kemiringan

Lahan Ketinggian dari permukaan laut (m)

Oeletsala Lereng Landai 401

Kuaklalo Dataran Sedang 292

Bokong Lereng Sedang 204

Baumata Timur Lereng Sedang 216

Oeltua Dataran Landai 324

Baumata Dataran Landai 255

Baumata Barat Dataran Sedang 142

Baumata Utara Dataran Landai 131

Sumber : BPS, Kecamatan Taebenu Dalam Angka 2016

2.5 TATA GUNA LAHAN

Secara umum penggunaan lahan di Kecamatan Taebenu dari data statistik 2016 (BPS, Kabupaten Kupang Dalam Angka, 2016) ditunjukkan pada di bawah ini.

Tabel 2-3 Jenis Penggunaan Lahan Jenis Peruntukan

Tanah

Luas Tanam Luas Panen Produktivitas Produksi

(Ha) (Ha) (Ton/Ha) (Ton)

Padi 303 303 3,1 939

Padi Sawah 293 293 3,1 9083

Padi Ladang 10 10 2,0 20

Jagung 1051 999 2,75 2747

Ubi Kayu 40 10 8,0 80

Kacang Tanah 10 1,2 12

Sorgum 85 1,1

Perkebunan

Kelapa 390 0,567 170

Coklat 2

Kapuk 453 0,365 113

Kemiri 122 0,400 24

Pinang 33 0,720 18

Jambu Mete 348 0,393 136

Lontar 16 0,200 3

Tembakau 1 1,000 1

Sumber : BPS, Kabupaten Kupang Dalam Angka 2016

(37)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

Gambar 2.4 Peta Kondisi Topografi

(38)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

` I - 4

2-8 2.6 KONDISI IKLIM DAN KLIMATOLOGI

Seperti halnya di wilayah lain di Indonesia, Kabupaten Kupang juga hanya dikenal 2 musim yaitu kemarau dan hujan. Secara umum, musim kemarau terjadi pada Juni- September sedangkan musim hujan pada Desember-Maret. Berikut adalah kondisi iklim dan klimatogi di Kabupaten Kupang.

Tabel 2-4 Kondisi Iklim dan Klimatologi

Bulan

Jumlah Curah Hujan (mm/HH)

Tekanan Udara (mbar)

Arah Angin Terbanyak

Rata-rata Temperatur

(Deg.C)

Kelembaban (%)

Lama Penyinaran

Matahari (%)

Januari 844/22 1009,0 Calm 27,1 87 61

Februari 823/19 1010,2 Calm 26,9 87 66

Maret 207/11 1011,4 Calm 26,6 89 77

April 219/10 1011,1 Calm 27.5 81 85

Mei 86/2 1013,1 Timur 26.6 77 95

Juni 2/1 1013,1 Timur 26.4 75 93

Juli 48/4 1014,5 Timur 25.5 71 95

Agustus 1/1 1014,7 Timur 25.4 70 97

September - 1014,4 Timur 26.3 67 96

Oktober 1014,2 Timur 27,5 70 100

November 88/4 1010,6 Calm 29,3 76 87

Desember 449/16 1010,2 Calm 28,3 82 60

Rerata

Tahunan 1012,21 26.95 77,67 84,33

Sumber : BPS, Kupang Dalam Angka 2016 dan BMKG El Tari

2.7 KONDISI SOSIAL EKONOMI 2.7.1 Jumlah Penduduk

Dari segi kependudukan, penduduk yang bermukim di Kecamatan Taebenu pada tahun 2015 sebanyak 17.388 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak ada di Desa Baumata Barat dengan jumlah penduduk sebanyak 3.593 jiwa, yang paling sedikit penduduknya adalah desa Kuaklalo sebanyak 559 jiwa.

Ditinjau dari segi kepadatan penduduk, pada tahun 2016, desa Baumata Barat memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi yaitu sebesar 1.953 jiwa/km2, sedangkan yang terendah di desa Bokong dengan kepadatan penduduk 57 jiwa/km2.

Tabel 2-5 Jumlah Penduduk

No Desa Juml.

Penduduk

Luas Wil.

(km2)

Kpdtn Pend.

Jiwa/km2

1 Oeletsala 1383 7,78 178

2 Kuaklalo 559 6,3 89

3 Bokong 2608 45,63 57

4 Baumata Timur 2377 19,77 120

5 Oeltua 3204 9,94 322

6 Baumata 2282 12 190

7 Baumata Barat 3593 1,84 1953

8 Baumata Utara 1382 3,63 381

Sumber : BPS, Kecamatan Taebenu Dalam Angka 2016

(39)

LAPORAN AKHIR

DETAILDESAINBENDUNGANTEFMO/MANIKINKABUPATENKUPANG

2.7.2 Perkembangan Jumlah Penduduk

Perubahan jumlah penduduk dapat terjadi karena adanya kejadian kelahiran, kematian serta migrasi. Di Kecamatan Taebenu, kondisi ketiga komponen ini cukup variatif dari tahun ke tahun.

Dibanding dua tahun sebelumnya, jumlah kelahiran di tahun 2015 mengalami penurunan sekitar 7% dari tahun 2014. Sementara kematian di tahun 2015 (106 kejadian) merupakan yang tertinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Sementara, dikomponen migrasi, tercatat setiap tahunnya jumlah penduduk datang lebih banyak daripada penduduk yang pindah.

2.7.3 Pendidikan

Hingga tahun 2015, fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Taebenu terdiri dari 11 SD, 6 SMP, 3 SMU dengan rata-rata jumlah murid masing-masing 162 siswa SD, 140 siswa SMP dan 238 siswa SMU. Rasio jumlah murid dengan guru yang menggambarkan rata-rata jumlah murid yang menjadi tanggung jawab satu orang guru adalah sebesar 12 siswa di tingkat SD, 7 siswa di SMP dan 8 siswa di SMU.

Tabel 2-6 Tingkat Pendidikan

Uraian Jenjang Pendidikan

SD SMP SMU/SMK

Sekolah 11 6 3

Guru 145 129 88

Murid 1777 841 715

Rata-rata Jumlah Murid per Sekolah 162 140 238

Rasio Murid-Guru 12 7 8

Referensi

Dokumen terkait

Parameter yang digunakan sebagai acuan dalam proses kalibrasi ini adalah nilai dari debit banjir Hidrograf satuan sintetik Nakayasu pada DAS daerah penelitian..

Data curah hujan yang dipakai untuk perhitungan dalam debit banjir adalah hujan yang terjadi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) pada waktu yang sama (Sosrodarsono, 1989).. Data

Berdasarkan hasil analisis bentuk DAS dengan debit banjir di DAS Kali Pesanggrahan, DAS Kali Krukut, dan DAS Kali Cipinang menggunakan metode Hidrograf Satuan

Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui hasil kalibrasi dan perhitungan debit banjir rencana dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Hidrograf

Snyder Dan Alexeyev Analisa Hidrograf Dengan Hujan Efektif Harian Maksimum Periode Ulang T= 25 Tahun 104 Tabel 4.22 Perhitungan Debit Rencana Metode.. Perhitungan Garis

Parameter yang digunakan sebagai acuan dalam proses kalibrasi ini adalah nilai dari debit banjir Hidrograf satuan sintetik Nakayasu pada DAS daerah penelitian6.

Analisi Debit banjir rencana Q, untuk menghitung hidrograf banjir rencana berdasarkan curah hujan rencana setiap periode ulang, dalam perhitungan debit banjir rencana Kali Benowo

Debit Banjir Rencana Q100 Tahun Sub DAS Karang Asam Kecil Gambar di atas dapat dilihat grafik hidrograf banjir menunjukkan bahwa debit banjir rencana Q100 tahun sebesar Q50 = 293,0728