Simplisia diekstraksi menjadi ekstrak kering dan diuji kadar air, kadar abu, fitokimia (alkaloid, flavonoid, tanin, saponin) dan kandungan total flavonoid. Ekstrak kering diolah dalam bentuk granul dosis instan dengan konsentrasi pengikatan PVP yang berbeda yaitu 3% (FI), 4% (FII) dan 5% (FIII). Pengujian mutu granul secara langsung meliputi uji organoleptik, kadar air, fluiditas granul, uji tinggi sedimen, kadar flavonoid dan uji stabilitas.
Granul instan dengan kualitas terbaik diuji praklinis untuk mengetahui kemanjurannya sebagai agen antidiabetes pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Kelompok perlakuan terdiri dari 4 kelompok yaitu kelompok I kontrol positif mendapat obat antidiabetes metformin, kelompok II mendapat granul instan sehari sekali, kelompok III mendapat granul instan dua kali sehari, dan kelompok IV kontrol negatif hanya diberi makanan. dan minum air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian granul instan kelompok III dengan dosis 90 mg/200 g berat badan dua kali sehari menghasilkan penurunan kadar gula darah yang signifikan.
Atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, peneliti dapat menyelesaikan laporan penelitian akhir yang berjudul “Pengembangan Butiran Bumbu Instan Campuran Ekstrak Buah Mahkota Dewa dan Daun Salam Sebagai Anti Diabetes”.
PENDAHULUAN
Khasiat terbaik sebagai antihiperglikemia ditunjukkan dari dosis pelet instan 900 mg/200g BB (setara dengan berat 50 g pelet instan) yang diberikan sehari sekali dan pengobatan tercapai pada hari ke-26 (Wulandari, 2014). Berdasarkan hasil uji toksisitas sediaan pelet instan yang dilakukan Putri (2015), pemberian pelet instan yang dicampur ekstrak daging buah mahkota dewa dan daun salam pada dosis tertinggi 80.000 mg/kgBB tidak memberikan hasil yang baik. menyebabkan kematian pada hewan laboratorium tikus putih. Berdasarkan berbagai penelitian, pengembangan sediaan dilakukan dengan mengubah dosis campuran ekstrak, meningkatkan kualitas sediaan dan menguji efektivitasnya sebagai antidiabetes pada hewan percobaan.
Dosisnya akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat dari dosis awal, yakni ekstrak buah Mahkota Dewa 11,2% dan daun salam 5,2%. Permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan meningkatkan dosis campuran ekstrak buah Mahkota Dewa dan daun salam, harus diteliti khasiatnya sebagai antidiabetes. Tujuan khusus dan luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah memperoleh sediaan instan dari butiran herbal dengan kualitas yang memenuhi syarat dan efektif sebagai antidiabetik.
Sediaan butiran herbal instan yang dihasilkan dapat menjadi alternatif pengobatan anti diabetes, sehingga kesehatan masyarakat meningkat dan risiko kematian akibat diabetes menjadi lebih rendah.
TINJAUAN PUSTAKA
- Tanaman Mahkota Dewa dan Daun Salam
- Diabetes Mellitus
- Aloksan
- Granul Instan
- Bahan Tambahan
- Roadmap Penelitian
Daun salam mempunyai nama ilmiah Syzygium polyanthum, berasal dari famili Myrtaceae dan tumbuh liar di hutan dan pegunungan atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, daun salam juga dikenal masyarakat kita sebagai obat tradisional. Daun salam berkhasiat dalam pengobatan sakit perut, sembelit, darah tinggi, gatal-gatal, anti inflamasi dan diabetes (BPOM, 2007).
Hasil penelitian Studiawan (2005) menunjukkan bahwa glikosida flavonoid yang terkandung dalam daun salam dipercaya berperan sebagai pemulung radikal hidroksil seperti Amygdalin, sehingga dapat mencegah efek diabetogenik aloksan. Pada tahap awal penelitian (tahun) dibuat formula granul instan dengan variasi jenis pemanis yang digunakan, kemudian dilakukan uji praklinis mengenai khasiat antihiperglikemiknya pada tikus putih jantan. Berdasarkan hasil penelitian tahap awal yang menunjukkan prospek granul instan yang cukup baik, maka tahap ini merupakan tahap pengembangan.
Setelah diperoleh hasil bahwa granul instan mempunyai sifat yang baik, maka dilakukan uji stabilitas sediaan.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Sediaan butiran herbal instan yang dihasilkan dapat menjadi alternatif pengobatan diabetes sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat dan risiko kematian akibat diabetes menjadi lebih rendah.
METODE PENELITIAN
- Tahapan Penelitian
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Alat dan Bahan
- Pembuatan Serbuk Simplisia Daun Salam dan Buah Mahkota Dewa
- Pembuatan Ekstrak Kering Daging Buah Mahkota Dewa dan Ekstrak
- Pembuatan Granul Instan Kombinasi Ekstrak Daging Buah Mahkota
- Evaluasi Mutu Granul Instan
- Pengujian Efektifitas Graul Instan pada Hewan Coba
Buah mahkota dewa dan daun salam yang akan digunakan ditentukan pertama kali di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kebun Raya Bogor. Selanjutnya buah mahkota dewa merah dan daun salam tua dibersihkan dan dicuci dengan air mengalir hingga bersih. Daun salam dipotong menjadi 2 bagian, semua bahan dikeringkan dalam oven dengan suhu kurang lebih 40oC hingga kering.
Kemudian serbuk simplisia dari daging buah mahkota dewa dimaserasi dengan etanol, sedangkan daun salam dimaserasi dengan etanol. Pengendalian mutu ekstrak kering meliputi: kadar air, kadar abu, uji fitokimia dan kadar flavonoid total. Kadar flavonoid total ditentukan masing-masing untuk ekstrak daun salam kering, ekstrak kering buah Mahkota dewa, dan ekstrak campuran daun salam dan buah Mahkota dewa.
Akan dibuat tiga formula pelet instan, dengan konsentrasi bahan pengikat PVP K30 yang digunakan bervariasi. Infus kering daun salam, ekstrak kering daging buah Mahkota dewa, laktosa dan sukralosa dicampur dalam satu wadah hingga homogen. Penentuan kandungan total flavonoid pada pelet instan dari kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight)) dan ekstrak buah mahkota (Phaleria macrocarpa).
Evaluasi stabilitas dilakukan untuk mengetahui mutu granul instan berdasarkan parameter penelitian organoleptik meliputi uji rasa, warna, bau dan kadar flavonoid total. Pemeriksaan organoleptik, uji kadar air, uji aliran butir, uji tinggi sedimen dan uji kadar flavonoid total. Uji efektivitas biji-bijian instan dilakukan terhadap sediaan yang mempunyai mutu terbaik, termasuk kandungan total flavonoid tertinggi, dan bebas cemaran mikroba.
Pemberian granul instan dilakukan secara berturut-turut, dimulai setelah terlihat adanya peningkatan kadar glukosa darah mencit pasca induksi aloksan. Untuk memperoleh kesimpulan mengenai antidiabetes sediaan granul instan kombinasi ekstrak daging buah dewa dan daun salam pada tikus putih jantan, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dengan rancangan acak lengkap faktorial.
HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
Analisis kandungan flavonoid total ekstrak daging buah gorse kering, ekstrak kering daun salam dan butiran instan kombinasi ekstrak daging buah gorse dan ekstrak daun salam menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Rendemen total flavonoid dalam butiran instan dari kombinasi ekstrak buah Mahkota Dewa dan daun salam sebesar 4,798%. Sediaan granul instan dibuat dari kombinasi ekstrak kering daging buah mahkota dan daun salam sebagai zat aktif dengan tiga formula F1, F2 dan F3, dimana masing-masing formula mempunyai bahan pengikat yang berbeda-beda, namun dari segi warna dan aroma sediaannya. relatif sama.
Uji ketinggian sedimen formula pelet instan kombinasi ekstrak Mahkota Dewa dan daun salam yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 6. Seluruh formula pelet instan yang menggabungkan ekstrak daging buah Mahkota Dewa dan daun salam dengan penambahan PVP K30 sebagai bahan pengikat dengan konsentrasi yang bervariasi memberikan hasil ketinggian endapan yang berbeda-beda. . Berdasarkan hasil pengujian mutu pelet instan, Formula II dan III mempunyai kinerja yang baik dan memenuhi persyaratan.
Pada pengobatan granul langsung, baik dosis I maupun dosis II menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada hari ke 20, namun kadar gula darah tikus yang diobati dengan kontrol positif mencapai hasil yang lebih signifikan. Efek penurunan gula darah dari sediaan granul instan berkurang secara signifikan dengan kandungan flavonoid daun salam. Kelompok pelet instan berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif, sedangkan berat badan tidak berbeda nyata antar kelompok pelet instan.
Di antara kelompok perlakuan, tikus kontrol negatif memiliki berat badan paling rendah dibandingkan tikus kelompok perlakuan yang menerima butiran instan. Sama halnya dengan sulfonilurea, mahkota insulin yang dipicu dewa menyebabkan berat badan kelompok granul instan lebih baik dibandingkan kelompok lainnya. Tujuan pengujian ini adalah untuk memeriksa stabilitas fisik sediaan granul instan pada kondisi suhu berbeda.
Hasil pengamatan organoleptik terhadap sediaan granul instan menunjukkan bahwa sediaan tidak stabil secara fisik pada suhu yang dipercepat (60°-65°C). Granul instan pada suhu penyimpanan 40ºC mengalami proses evaporasi karena dipengaruhi oleh pemanasan yang menyebabkan kadar air granul instan menurun setiap 2 minggu sekali. Hasil uji aliran granul dimaksudkan untuk mengetahui apakah granul instan memenuhi syarat sehingga diharapkan dihasilkan granul yang baik.
Kandungan total flavonoid granul instan ditentukan dengan melihat nilai serapan masing-masing granul instan yang disimpan pada 3 suhu berbeda.
KESIMPULAN DAN SARAN
Perlu dilakukan reformulasi dengan meningkatkan konsentrasi ekstrak pada sediaan granul instan kombinasi ekstrak daun salam dan ekstrak embun mahkota, sehingga efek yang dicapai dapat lebih cepat dibandingkan yang dicapai saat ini. Formulasi kombinasi sediaan granul instan dari ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum Wight.) dan ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) sebagai antidiabetes dengan berbagai jenis pemanis. Eksperimental diabetes mellitus pada hewan: Patologi dan mekanisme aksi diabetogenik Yogyakarta: Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Jurusan Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Optimalisasi ekstrak granul instan daging buah Mahkota Dewa dan daun salam sebagai antihiperglikemik pada tikus putih jantan. Uji toksisitas akut ekstrak granul antidiabetes instan daging buah Mahkota Dewa dan daun salam pada tikus putih jantan (Sprague dawley). Pemanfaatan daging rebus buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Schff. Boerl) dan pengaruhnya terhadap penurunan glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi Aloxan. Program Pendidikan Dokter, Universitas Jenderal Soedirman: Purwokerto.
Kajian kegunaan dan keamanan kombinasi metformin dengan campuran ekstrak Andrographis panikulata dan Syzygium polyanthum untuk pengobatan diabetes melitus (Studi Pendahuluan). Pengembangan formula herbal cair yang memadukan daun salam (Syzygium polyantum Wight) dan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdarifa L.) dengan variasi pemanis yang berbeda. Aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan pengaruhnya terhadap stimulasi parasimpatis pada kelinci jantan yang mengandung glukosa.
Wulandari, C. 2014. Khasiat Pembuatan Granul Instan Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) dan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Sebagai Antidiabetik pada Tikus Putih Jantan (Sprague Dawley). EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA DAN DAUN SEBAGAI ANTIDAIABET DI Sprague Dawley ROTTER Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelainan metabolisme glukosa akibat kekurangan atau penurunan efisiensi insulin.
Berdasarkan manfaat kedua tanaman tersebut, maka dibuatlah sediaan granola instan dengan kandungan sukralosa sebagai pemanis yang paling disukai panelis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pelet instan optimal pada tikus putih jantan dan lama pemberian paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian butiran instan ekstrak daging buah mahkota dewa dan daun salam kelompok III dengan dosis 90mg/200g BB dua kali sehari dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.
Data hasil pengujian kadar air dan kadar abu serbuk simplisia 6.1 Hasil pengujian kadar air serbuk simplisia.