PERAN AGILE MANAGEMENT DAN FLEKSIBILITAS STRATEGIS DALAM TRANSFORMASI DIGITAL BAGI UKM: BUKTI DARI INDONESIA DAN MALAYSIA. Semakin tinggi tingkat fleksibilitas strategis yang dimiliki suatu perusahaan ditunjukkan dengan kemauan tenaga kerja untuk bertransformasi menjadi tenaga kerja digital dan kemampuan dinamis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fleksibilitas strategis terhadap transformasi digital bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dengan mengidentifikasi dampak transformasi tenaga kerja dan kemampuan dinamis.
Kemudian menganalisis peran moderasi kepemimpinan tangkas dalam hubungan antara fleksibilitas strategis dan transformasi digital. Hasil survei terhadap 160 responden UKM menunjukkan bahwa transformasi kerja dan kapabilitas dinamis berpengaruh positif dan signifikan terhadap fleksibilitas strategis. Hasil penelitian ini juga menunjukkan peran moderasi dari manajemen tangkas dalam hubungan antara fleksibilitas strategis dan transformasi digital.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan penelitian pada tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yang didanai internal Universitas Islam Sultan Agung. Hasil penelitian ini berkontribusi untuk meningkatkan pemahaman teoritis tentang transformasi digital pada UKM Indonesia dan Malaysia, hingga pengembangan pengetahuan akademis di bidang Manajemen.
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Selain mempermudah proses pemasaran produk UKM ke pasar yang lebih luas, sumber daya manusia UKM juga perlu diperhatikan. Permasalahan lain yang dihadapi UKM adalah bagaimana UKM menyeimbangkan tingkat kapabilitas UKM saat ini sekaligus membangun kapabilitas digital baru yang sesuai dengan ketergantungan UKM pada berbagai instrumen di masa lalu (Svan et al., 2017). Di era digitalisasi saat ini, transformasi digital telah menjadi keharusan strategis dalam agenda kepemimpinan (Fitzgerald et al., 2013; Hess et al., 2016; Singh dan Hess, 2017).
Kapabilitas dinamis mewakili pendekatan yang tepat untuk mempelajari pengaruh sistem informasi atau kapabilitas spesifiknya terhadap organisasi ((Rialti, Marzi, Ciappei, . & Busso, 2019; Contractor et al., 2016). Sistem analisis data besar yang dapat digunakan dalam mengadaptasi situasi dan dapat memberikan keunggulan kompetitif selama turbulensi lingkungan (Akter et al., 2016) Demikian pula, kemampuan analisis data besar adalah serangkaian kemampuan yang dapat membantu organisasi mengadaptasi basis sumber daya yang ada (dalam hal ini data) untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda-beda. , yang muncul dalam situasi berbeda (Rialti et al., 2018).
Karena kedua permasalahan ini konsisten dengan teori kapabilitas dinamis, kapabilitas dinamis terbukti menjadi pendekatan yang paling umum digunakan dalam penelitian big data dan kapabilitas (Wamba et al., 2017). Selain sumber daya, perlu juga mempertimbangkan bagaimana perusahaan merespons perubahan teknologi dan pasar yang cepat (Eisenhardt dan Martin, 2000; Di Stefano et al. Helfat et al., 2007; Teece, 2007; Teece et al., 1997) yang bisa disebut kemampuan dinamis.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian ini mengkaji pentingnya fleksibilitas strategis bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dengan menentukan dampak transformasi tenaga kerja dan kapabilitas dinamis. Berikut ini, dampak fleksibilitas strategis terhadap transformasi digital, yang dimoderatori oleh peran manajemen yang tangkas, juga akan dikaji.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
TINJAUAN PUSTAKA
- DIGITAL TRANSFORMATION
- WORKFORCE TRANSFORMATION
- DYNAMIC CAPABILITY
- STRATEGIC FLEXIBILITY
- AGILE LEADERSHIP
Kapabilitas dinamis mengacu pada kemampuan organisasi untuk beradaptasi secara memadai dan tepat waktu terhadap perubahan lingkungan dengan mengkonfigurasi ulang proses dan sumber daya internal atau eksternal, dengan kompetensi yang ada (Eisenhardt dan Martin, 2000; Gaur et al., 2014). Penggunaan teori kapabilitas dinamis akan memungkinkan peneliti membongkar hasil data besar, sekaligus memikirkan bagaimana rutinitas analisis data yang ada dapat memungkinkan banyak penerapan kumpulan data tersebut dan menyebarkan pengetahuan ke semua orang di dunia. 2019). Kapabilitas dinamis adalah agen evaluasi dan perubahan yang memungkinkan perusahaan menilai perubahan apa yang diperlukan dalam sumber daya dan kapabilitasnya agar tetap kompetitif, terutama dalam menghadapi lingkungan pasar yang berubah (Wilden et al., 2013).
Berdasarkan penelitian sebelumnya, perusahaan perlu membangun kemampuan dinamis yang kuat untuk menciptakan, menerapkan, dan dengan cepat mengubah model bisnis agar tetap relevan dalam menghadapi dinamika ekonomi digital (Achtenhagen et al., 2013; Karimi dan Walter Teece, 2018; Teece dan Linden , 2017; Velu, 2017). Pemimpin yang tangkas dapat memimpin tim dan secara konsisten memengaruhi perilaku tim dengan mendefinisikan, mengkomunikasikan, dan mempertahankan visi organisasi (Perker et al., 2015). Keterampilan kepemimpinan berarti keterampilan untuk mempengaruhi orang lain dan melakukan perubahan yang diinginkan (Sanatigar et al., 2017).
Sedangkan menurut Sanatigar dkk. 2017) dimensi untuk mengukur agile kepemimpinan adalah kerjasama dan pengasuhan, penerimaan keberagaman, kompetensi, inovasi dan kreativitas, transparansi dan kepercayaan, struktur yang fleksibel, tepat dan lancar, peraturan dan arahan, metode dan proses baru dalam melaksanakan pekerjaan, kuat – kecepatan tinggi dan perangkat keras dan infrastruktur yang diperbarui, perangkat lunak dan program yang sesuai dan tepat waktu. Keterampilan, infrastruktur sistem, fungsi dan proses yang diperlukan dalam mengartikulasikan dan membuat prototipe strategi dianggap penting untuk mempersiapkan UKM menghadapi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang cepat (Li et al., 2016).
METODE PENELITIAN
- J ENIS P ENELITIAN
- P OPULASI DAN S AMPEL
- S UMBER DAN D ATA P ENELITIAN
- Data Primer
- Data Sekunder
- M ETODE P ENGUMPULAN D ATA
- V ARIABEL DAN I NDIKATOR
- T EKNIK A NALISA D ATA
Data primer dalam penelitian ini berkaitan dengan variabel penelitian terkait peningkatan transformasi digital pada UKM. Data sekunder dalam penelitian ini berupa jurnal ilmiah, buku ilmiah, internet dan data lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian dengan menggunakan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan kepada responden.
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner langsung dan tertutup. Artinya kuesioner diberikan langsung kepada responden dan responden dapat memilih salah satu alternatif jawaban yang ditawarkan. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang disusun secara bertahap berdasarkan skala pengukuran Likert (Ghozali, 2011), yaitu skala dengan lima tingkat preferensi dengan pilihan sebagai berikut: 1 = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Ragu-ragu, tidak yakin atau netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat setuju. Penelitian ini menggunakan metode analisis untuk mengelola data dan menguji hipotesis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), dengan alasan SEM lebih efektif digunakan dengan jumlah sampel antara 100 hingga 200 (Ghozali, 2015).
Teknik analisis data menggunakan SEM dilakukan untuk menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variabel dalam penelitian. Uji validitas yang relevan adalah menguji indikator-indikator yang ada pada variabel laten untuk memastikan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini benar-benar dapat dipahami dengan baik oleh responden, sehingga responden tidak mengalami kesalahpahaman mengenai indikator yang digunakan.
HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
- G AMBARAN U MUM R ESPONDEN
- Responden Menurut Bidang Usaha
- Responden Menurut Jumlah Karyawan
- Responden Menurut Jumlah Produksi
- S TATISTIK D ESKRIPTIF
- Deskripsi variabel Workforce Tarnsformation
- Deskripsi variabel Dynamic Capability
- Deskripsi variabel Strategic Flexibility
- Deskripsi variabel Digital Transformation
- Deskripsi variabel Agile Leadership
- U JI K UALITAS D ATA
- L UARAN YANG D ICAPAI
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat kemampuan persepsi yang baik untuk mencapai kapabilitas dinamis pada sektor usaha UKMnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat likuiditas sumber daya yang baik untuk mencapai fleksibilitas strategis di sektor bisnis UKM mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemahaman yang baik mengenai transformasi struktur internal untuk mencapai transformasi digital pada sektor bisnis UKM mereka.
36 memahami struktur fleksibel yang baik untuk mencapai kepemimpinan yang tangkas di sektor bisnis UKM mereka. Hasil pengujian variabel transformasi tenaga kerja pada fleksibilitas strategis mempunyai nilai koefisien sebesar 0,469 dan p-value < 0,001 (p-value < 0,05). Hasil pengujian variabel kapabilitas dinamis pada fleksibilitas strategis mempunyai nilai koefisien sebesar 0,314 dan p-value < 0,001 (p-value < 0,05).
Hasil pengujian variabel fleksibilitas strategis pada transformasi digital memiliki nilai koefisien sebesar 0,396 dan p-value <0,001 (p-value <0,05). Hasil penelitian mengenai pengaruh transformasi kerja terhadap fleksibilitas strategis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara transformasi kerja terhadap fleksibilitas strategis pada UKM Indonesia dan Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kemampuan pelaku UKM (tenaga kerja) dalam melakukan transformasi kerja, maka dampaknya akan meningkatkan kemampuan UKM dalam merancang fleksibilitas strategis.
Hasil penelitian mengenai dampak kapabilitas dinamis terhadap fleksibilitas strategis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kapabilitas dinamis terhadap fleksibilitas strategis pada UKM Indonesia dan Malaysia. Hasil penelitian mengenai pengaruh fleksibilitas strategis terhadap transformasi digital menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fleksibilitas strategis terhadap transformasi digital pada UKM Indonesia dan Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kompetensi tenaga kerja dan UKM dalam membangun fleksibilitas strategis, maka perusahaan akan mampu meningkatkan kemampuannya beradaptasi terhadap transformasi digital.
Hasil penelitian (Zhou, K.Z., & Wu, F; 2009) juga menunjukkan bahwa fleksibilitas strategis berpotensi memperkuat efek positif kemampuan teknologi dalam eksplorasi dan menggeser batas eksplorasi perusahaan saat ini ke tingkat yang lebih tinggi. Hasil penelitian mengenai agile Leadership yang memoderasi hubungan antara fleksibilitas strategis dan transformasi digital menunjukkan bahwa terdapat peran moderat dari agile Leadership terhadap hubungan antara fleksibilitas strategis dan transformasi digital pada UKM Indonesia dan Malaysia. Semakin tinggi keterampilan agile kepemimpinan yang dimiliki pelaku UKM, maka semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kemampuan UKM dalam meningkatkan fleksibilitas strategis untuk memperoleh kemampuan transformasi digital.
Kepemimpinan tangkas bertindak sebagai moderator dalam menyelaraskan penerapan fleksibilitas strategis dan dengan cepat mengartikulasikan dan merancang strategi dalam logika dunia bisnis (Sanatigar et al., 2017), serta meningkatkan kemampuan adaptasi infrastruktur dan proses informasi digital sistem, untuk menghadapi ketidakpastian dan perubahan dunia bisnis (Sanatigar et al., 2017) Li et al., 2016). Menyerahkan draf artikel “Peran kepemimpinan tangkas dan fleksibilitas strategis dalam transformasi digital bagi UKM: bukti dari Indonesia dan Malaysia”.
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
K ESIMPULAN
I MPLIKASI T EORITIS DAN M ANAJERIAL
45 menunjukkan bahwa UKM Indonesia dan Malaysia telah mampu memahami dan menerapkan transformasi digital melalui kepemimpinan yang tangkas. Pimpinan UKM diharapkan terus meningkatkan kemampuan agile Leadership untuk mengembangkan dan mengarahkan pegawai di UKMnya sehingga mampu meningkatkan kapasitas transformasi tenaga kerja, kapabilitas dinamis dan fleksibilitas strategis untuk mencapai transformasi digital di UKMnya.
K ETERBATASAN P ENELITIAN DAN A GENDA P ENELITIAN M ENDATANG
The organizational drive system: A path to integration of dynamic capabilities research. 2000), “Dynamic capabilities: what are they?”, Strategic Management Journal, Vol. Embracing Digital Technology: A New Strategic Imperative. 2014), “Institutions, resources and internationalization of firms in emerging economies”, Journal of World Business, Vol. 2005), Authentic Leadership Theory & Practice, Elsevier Science, Bridgewater, NJ. Dynamic capabilities explained: the nature and microfoundations of (sustainable) enterprise performance. 2017), "Big data integration with business processes: a literature review", Business Process Management Journal, Vol. 2017), “Big data analytics and firm performance: effects of dynamic capabilities”, Journal of Business Research, Vol.
A continuous process of strategic renewal. 2013), “Dynamic capabilities and performance: strategy, structure and environment”, Long Range Planning, Vol.46No. 2002), “Intentional learning and the evolution of dynamic capabilities”, Organization Science, Vol. Number of cases (rows) in model data: 250 Number of latent variables in model: 5 Number of indicators used in model: 21 Number of iterations to obtain estimates: 5 Type of range constraint variable: None Range constraint variable: None. Note: Loads are unrotated and cross loads are obliquely rotated, both after separate Kaiser normalizations.