LAPORAN BULANAN IPCN
PERIODE SEPTEMBER 2023
A. PENDAHULUAN
Infeksi HAI’s merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit ketika pasien masuk rawat atau pernah dirawat di rumah sakit. Infeksi HAI’s terjadi setelah lebih dari 48 jam, hari rawat. Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat HAIs.
Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat Penting untuk melindungi pasien, petugas juga pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi karena dirawat, bertugas juga berkunjung ke suatu rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas profesional:
Klinisi, Perawat, Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RS), Sanitasi & Housekeeping, dan lain-lain.
B. TUJUAN
1. Memperoleh data dasar 2. Untuk Kewaspadaan dini KLB 3. Menilai standar mutu RS
4. Menilai keberhasilan suatu program PPI
C. KEGIATAN YANG DILAKUKAN
Kegiatan dilakukan di setiap ruangan rawat inap dan rawat jalan, Serta Instalasi terkait di RSUD Mokopido Tolitoli, Bulan September tahun 2023, antara lain :
D. CAPAIAN HASIL
1. SURVEILANS PENGELOLAAN LIMBAH
Survei Pengelolahan Limbah dilakukan di Ruangan :
Poli Rawat Jalan
IGD Umum
IGD Ponek
Paviliun ANGGREK / PICU
Paviliun ANYELIR
Paviliun ICU
Paviliun KAMBOJA
Paviliun MATAHARI
Paviliun MAWAR
Paviliun MELATI
Paviliun PERISTI
Paviliun PONEK
Paviliun ASOKA
Paviliun TERATAI INTERNA 1
Paviliun TERATAI INTERNA 2
Paviliun VIP BUNGAN CENGKEH
Paviliun MALEO
Paviliun BOUGENVIL
Paviliun EDELWAIS
Laundry
Instalasi Gizi
CSSD
Pemulasaran Jenazah
Analisa Data :
1) Masih di temukan pemilahan sampah di ruangan yang tidak sesuai dengan SOP atau masih ada yang tercampur, (tidak sesuai dengan jenis sampah) 2) Masih ada ruangan yang tidak memiliki tempat sampah sesuai dengan
standar. diruangan Teratai interna 2 tidak tersedia tempat sampah hijau untuk sampah rumah tangga, di Edelweis injakan sampah infeksius rusak dan di IGD injakan sampah warna merah rusak.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut.
1) Tetap melakukan monitoring / edukasi tentang pemilahan sampah
2) Melakukan koordinasi dengan Kepala Ruangan dan penanggung jawab pengelolahan limbah dan penyediaan tempat sampah.
Evaluasi
1) Melaksanakan pengawasan terhadapkepatuhan petugas tentang pemilahan sampah.
2) Melakukan pengasawasan terhadap ketersediaan tempat sampah dan pengelolaan sampah setiap ruangan.
2. SURVEILANS KEPATUHAN PENGGUNAAN APD DAN SARANA APD (ALAT PELINDUNG DIRI)
Surveilans kepatuhan petugas dalam menggunakan APD di ruang rawat inap, poli rawat jalan, dan instalasi penunjang.
IGD UMUM
IGD PONEK
Paviliun ANGGREK / PICU
Paviliun ANYELIR
Paviliun ICU
Paviliun KAMBOJA
Paviliun MATAHARI
Paviliun MAWAR
Paviliun MELATI
Paviliun PERISTI
Paviliun PONEK
Paviliun ASOKA
Paviliun TERATAI INTERNA 1
Paviliun TERATAI INTERNA 2
Paviliun VIP BUNGAN CENGKEH
Paviliun MALEO
Paviliun BOUGENVIL
Paviliun EDELWEIS
LABORATORIUM
FISOTERAPI
POLI GIGI
POLI BEDAH
POLI SARAF
POLI MATA
POLI JANTUNG
POLI KUL-KEL
POLI PENYAKIT DALAM
POLI ANAK
POLI KIA
Laundry
Instalasi Gizi
CSSD
Pemulasaran Jenazah
2.1 Grafik Kepatuhan Penggunaan APD di Ruangan Rawat Inap Rsud Mokopido Tolitoli Bulan September 2023
KEPATUHAN PENGGUNAAN APD
Analisa Data :
Dari Grafik diatas menunjukan kepatuhan petugas dalam penggunaan APD adalah 95,85% dan yang Tidak patuh adalah 4,15%, dimana belum mencapai target pencapaian yang ditetapkan yaitu 100% untuk Kepatuhan Penggunaan APD.
Hal ini di sebabkan karna :
1) Masih terdapat petugas yang menggunakan APD tidak sesuai SOP, dimana tindakan invasif yang menggunakan sarung tanga steril, tapi yang digunakan adalah sarung tangan bersih, serta masih ada di dapatkan yang melakukan pemasangan infus tanpa menggunakan sarung tangan.
2) Masih ditemukan petugas menggunakan sarung tangan dan tidak mengganti sarung tangan saat berpindah kepasien yang lain, dan melakukan tindakan yang berbeda dengan sarung tangan yang sama.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut.
1) Tetap melakukan monitoring dan survey dalam penggunaan APD
2) Edukasi petugas tentang pentingnya penggunaan APD yang tepat dan benar.
Evaluasi
1) Melakukan pengawasan pada kepatuhan petugas dalam menggunakan APD pada bulan berikutnya.
2.2 Garafik Ketersediaan sarana dan prasarana APD di ruang rawat inap RS Mokopido Tolitoli, bulan September 2023
LEMARI APD
Sarung tangan pendek (steril ) Sarung tangan pendek (biasa)
Sarung tangan panjang (steril ) Sarung tangan panjang Rumah Tangga
Masker bedah (Partculate Respirator) Masker N.95 (Partculate Respirator)
Celem
ek / Baju Pelindung / Gaun Apron / gown (bahan plastk) Topi bedah / penutup kepala / nursecup
Visor / Face Shields / Eye Protecton Goggle / Kaca mata
Sepatu boot 10.00 -
20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00
77.78 100.00
44.44 100.00
44.44 100.00
38.89
88.89 94.44 100.00 55.56
33.33 72.22
22.22
- 55.56
- 55.56
- 61.11
11.11 5.56
- 44.44
66.67
27.78
KETERSEDIAAN SARANA & PRASARANA APD
SEPTEMBER 2023
Analisa Data :
Dari grafik Ketersediaan Sarana dan Prasarana APD, didapatkan : 1) Masih terdapat beberapa APD Yang belum tersedia di Ruangan
Perawatan
2) Masih ada beberapa ruangan perawatan yang tidak memiliki lemari penyimpanan APD.
3) Masih sering dijumpai ada beberapa APD yang Stoknya Kosong.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut.
1) Tetap melakukan koordinasi dengan kepala ruangan dan bagian penyedia APD.
2) Melakukan koordinasi dengan bagian sarana dan prasarana di RS.
3) Tetap melakukan survervisi tentang ketersediaan APD di ruangan.
Evaluasi
1) Melakukan pengawasan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana APD pada bulan berikutnya
3. SURVEILANS KEBERSIHAN TANGAN
Kepatuhan kebersihan tangan petugas kesehatan pada bulan Agustus tahun 2023 di fokuskan diruangan Intensive Care Unit (ICU) dimana dilakukan pengamatan terhadap perawat , dokter dan kesehatan lainnya berdasarkan 5 momen.
a. sebelum kontak dengan pasien
b. sebelum melaksanakan tindakan aseptic c. setelah kontak dengan cairan tubuh pasien d. setelah kontak dengan pasien
e. setelah kontak dengan lingkungan pasien.
Capaian kepatuhan Hand Hygien Berdasarkan Momen di RS Mokopido Tolitoli, Bulan Agustus 2023
3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 3.1 Grafik Kepatuhan Hand Hygien di Ruangan Rawat Inap Berdasarkan Profesi Bulan
September 2023
DOKTER PERAWAT KESEHATAN LAINNYA
83% 88%
44%
17% 12%
56%
BULAN SEPTEMBER 2023
YA TIDAK
ANALISA DATA
Dari Grafik di atas, di dapatkan tingkat kepatuhan hand hygien tertinggi pada profesi Perawat yaitu 87%, dokter 84%, dan yang paling rendah yaitu Kesehatan lainnya 75%, dengan Target pencapain untuk kebersihan tangan adalah 85%.
Adapun faktor yang menyebabkan ketidak patuhan dalam melakukan kebersihan tangan adalah :
1) Kesadaran dan kepatuhan petugas yang masih bervariasi 2) Melakukan hand hygiene yang baik apabila dilakukan survey.
3) Ketersediaan sarana kebersihan tangan di ruangan terkadang kosong.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut
1) Tetap lakukan monitoring keruangan tentang kepatuhan cuci tangan.
2) Melakukan demo kepatuhan cuci tangan 5 momen dan 6 langkah terus menerus di lingkungan Rumah Sakit
3) Tetap melakukuan Pemantauan tengtang sarana dan fasilitas Kebersihan tangan diruangan.
EVALUASI
Melakukan pengawasan dan pemantauan secara berkala terhadap kepatuhan kebersihan tangan pada petugas di bulan berikutnya.
3.2 Grafik Kepatuhan Hand Hygiene Berdasarkan 5 Momen di Rs Mokopido Tolitoli, Bulan September tahun 2023
MOMEN 1 MOMEN 2 MOMEN 3 MOMEN 4 MOMEN 5 23%
10%
3%
47%
16% 17%
14%
22%
19%
30%
10%
40%
20% 20%
10%
BULAN SEPTEMBER 2023
DOKTER PERAWAT KESEHATAN LAINNYA
Analisa Data
Berdasarkan grafik hand hygiene 5 Momen, didapatkan masih banyak petugas kesehatan yang tidak patuh di momen-momen kebersihan tangan yang harus dilakukan, hal ini sebabkan oleh :
1) Tempat handrub / handwash yang tidak mudah terjangkau oleh petugas
2) Jumlah tenaga kesehatan sedikit dengan banyak tindakan menyebabkan momen cuci tangan terlewatkan..
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut
1) Menyediakan Tempat handrub lebih terjangakau oleh petugas kesehatan, Meletakkan dizona pasien, di bad, di Meja dan di troli tindakan.
2) Melakukan sosialisasi tentang pentingnya 5 momen cuci tangan di terapkan selama kita melakukan perawatan pasien dilingkungan rumah sakit.
Evaluasi
Melakukan pengawasan terhadap kepatuhan kebersihan tangan di 5 momen kebersihan tangan dilingkungan rumah sakit di bulan berikutnya.
4 SURVEI KEPATUHAN SURVEILANS HAIS
infeksi aliran darah primer ( IADP )
Infeksi saluran kemih ( ISK )
Ventilator Assosiated Pneumonia ( VAP )
infeksi daerah operasi ( IDO ) / Infeksi luka Oprasi (ILO)
Dekubitus
Angka kejadian HAIs Pada table berikut :
4.1 TABEL KEJADIAN INFEKSI HAIs
Ruangan
KEJADIAN HAIs
IADP ISK VAP DEKUBITUS IDO / ILO
Infeksi Jml hari pemasangan
infus
%
Infeksi Jml hari pemasanga
n kateter
%
Infeksi Jml hari pemasang
an ventilator
%
Infeksi
Jml hari Perawatan %
Jumlah pasien operasi (keselur uhan)
Jumlah pasien operasi bersih
jumlah pasien operasi bersih terkonta
minasi
Jumlah pasien operasi terkontami
nasi
Jumlah pasien operasi kotor
Jumlah kejadian IDO/ILO (operasi bersih)
%
MAWAR 0 249 0.0 0 3 0.0
PERISTI + NICU 0 210 0.0 0 30 0.0
TERATAI INTERNA 1 1 637 1.6 0 9 0.0
TERATAI INTERNA 2 0 226 0.0
ICU 1 247 4.0 0 183 0.0 0 14 0.0 1 17 58.8 2 0 1 0 1 1 1.
4
MATAHARI 0 172 0.0 9 7 2 0 0 0 0
ASOKA 0 107 0.0 0 7 0.0
MELATI 0 268 0.0 0 15 0.0
ANGGREK + PICU 0 505 0.0 0 43 0.0
VIP. BC 0 209 0.0 8 2 1 0 0 1 0 0
MALEO 0 98 0.0
EDELWEIS 0 245 0.0 0 49 0.0 22 3 11 4 4 0 0
KAMBOJA 0 507 0.0 0 21 0.0
ANYELIR 0 550 0.0
BOUGENVIL 0 216 0.0 0 75 0.0 14 6 2 0 6 0 0
PONEK NIFAS 0 234 0.0 0 56 0.0 54 54 0 0 0 0 0
4.2 Grafik Insiden Rate PLEBITIS
0 0.4
1000 2000 3000 4000 5000
4680
0.4
Insiden rate PLEBITIS
TOLAL HARI PE-MASAN GAN IN- FUS
% PLEBITIS
SEPTEMBER 2023
Per 1000 hari pemakaian kateter vena
Analisa Data
Dari Grafik di atas didapatkan Kejadian Phlebitis pada bulan September tahun 2023, di Ruangan perawatan rawat inap adalah 0,4‰ dengan jumlah hari pemasangan infus 4680 hari.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
1) Kepekatan obat intravena yang diberikan, pengenceran obat belum sesuai.
2) Pemilihan vena yang terlalu dekat dengan pergelangan tangan yang memudahkan terjadinya aliran balik darah, sehingga memudahkan kateter infus untuk bergerak dan lepas.
3) Kepekatan obat intravena yang diberikan dan adanya pasien yang mendapatkan beberapa obat dalam sehari sehingga pH dan osmolaritas cairan atau obat yang lebih rendah atau tinggi menjadi faktor predisposisi iritasi vena, dan pengenceran kurang tepat pada pemberian obat injeksi juga dapat meningkatkan resiko phlebitis.
Rencana Tindak Lanjut :
1. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala;
2. Sosialisasi hasil data surveilans HAI’s ke unit terkait melalui rapat bulanan
4.3 Grafik Insiden Rite Infeksi Saluran Kemih (ISK)
0 1 50 100150 200250 300350 400 450
426
0.0
Insiden rate Infeksi Saluran Kemih (ISK)
TOTAL HARI PE-MASAN GAN KATETER
% ISK
BULAN SEPTEMBER 2023
Per 1000 hari pemakaian kateter urine menetap
Analisa :
Insiden rate ISK bulan September tahun 2023 yaitu 0 ‰ dari 426 hari pemasangan kateter, hal ini masih sesuai dengan standar PMK No 27 tahun 2017 yaitu 4,7 ‰.
Rencana tindak lanjut :
Mempertahankan angka ISK dibawah 4,7 ‰ pada bulan berikutnya : 1) Komite PPI melakukan resosialisasi tentang bundle ISK
2) Melakukan monitoring pada pasien yang terpasang kateter
Evaluasi
Melakukan Monitoring Kejadian ISK pada bulan berikutnya
4.4 Grafik Insiden Rate VAP
% PNEUMONIA 0
2 4 6 8 10 12 14
14
0.0
Insiden rate Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
TOTAL HARI PE-MASAN- GAN ALAT VENTILA- TOR
% PNEU- MONIA
BULAN SEPTEMBER 2023
Per 1000 hari pemakaian Ventilasi mekanik/ventilator
Analisa :
Incidence rate VAP pada bulan September tahun 2023 yaitu 0 ‰ dari 14 jumlah hari pemasangan ventilator/ETT, hal ini masih sesuai dengan standar PMK No.27 tahun 2017 yaitu < 5,8 ‰.
Rencana tindak lanjut :
Mempertahankan insiden rate VAP dibawah 5,8 ‰ pada bulan berikutnya : 1) Monitoring dan evaluasi penerapan bundle VAP
2) Berikan feed back kepatuhan penerapan bundle VAP dan Angka kejadian VAP
Evaluasi
Melakukan Monitoring Kejadian VAP Pada bulan berikutnya
4.5 Grafi k
insiden rate Dekubitus 0 1
20 40 60 80 100
90
11.1
Insiden rate DEKUBITUS
JUMLAH HARI TIRAH BARING LAMA
% DEKUBITUS
BULAN SEPTEMBER 2023
P e r Ti ra h b ar in g la m a
Evaluasi
Melakukan Monitoring kejadian decubitus pada bulan berikutnya.
4.6 Grafik Insiden Rate Infeksi Daerah Oprasi (IDO/ILO)
JUMLAH PASIEN OPERASI TERKONTAMINASI
0 20 40 60 80 100 120
103
1
Insiden Rate Infeksi Daerah Oprasi (IDO)
JUMLAH PASIEN OP- ERASI (KE- SELURUHAN) JUMLAH KE- JADIAN IN- FEKSI : SSI (OPERASI KE- SELURUHAN )
?
BULAN SEPTEMBER 2023
Per 100 kasus Operasi Keseluruha
Analisa
insidence rate IDO pada bulan September tahun 2023 yaitu 1,4 % dari 156 tindakan oprasi, dengan jumlah operasi bersih 71 Tindakan Oprasi, hal ini masih sesuai dengan standar PMK No. 27 tahun 2017 yaitu < 2%.
Rencana Tindak Lanjut
Mempertahankan insiden rate IDO dibawah 2% pada periode berikutnya 1) Lengkapi fasilitas pencegahan IDO
2) Re-sosialisasi bundle IDO
3) Monitoring dan evaluasi Penerapan bundle IDO
4) Berikan feed back kepatuhan penerapan bundle IDO dan Angka kejadian IDO
Evaluasi
Melakukan Monitoring kejadian IDO di bulan berikutnya.
5 KEJADIAN TERTUSUK JARUM / BENDA TAJAM INFEKSIUS
Analisa Data
Pada Bulan September tahun 2023 tidak ada pelaporan kasus kejadian tertusuk jarum / benda tajam infeksius dilingkungan rumah sakit.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut
1) Tetap melakukan monitoring pada setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas
2) Tetap memperhatikan tindakan sesuai SOP
Evaluasi
Melakukan pengamatan terhadap kejadian/incident tertusuk jarum pada bulan berikutnya.
6 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Analisa Data
Pada bulan Agustus tahun 2023 Komite PPI dan IPCN, melakukan pendidikan dan pelatihan kesehatan kepada Pasien, Pengunjung,dengan bekerja sama dengan Tim PKRS.
Rekomendasi / Rencana Tindak Lanjut
1) Tetap melakukan Edukasi dan pelatihan, kepada Pasien, Pengunjung dan Petugas RS
2) Bekerja sama dengan TIM PKRS dan Diklat RS.
3) Melakukan Koordinasi dengan Manajemen tentang Pelatihan dan Seminar PPI.
Jenis
Kegiatan Rincian Kegiatan Pelaksanaan Ket Sosialisasi
Ruangan Perawatan
5 Momen dan 6 Langkah Cuci Tangan
Ruang, (Anggrek, Peristi, IGD Umum, IGD Ponek, Flamboyan, Bogenvil dan Fisioterapi
Perawat Ruangan
Edukasi Pasien / Penjaga
Edukasi Kebersihan Tangan, Etika Batu, dan Pemilahan tempat Pembuangan sampah di RS
Ruang ICU Pasien / Penjaga / Pengunjung
E. PENUTUP
Laporan PPI / Pencegahan dan pengendalian infeksi di bulan September tahun 2023 ini, kami buat agar dapat digunakan sebagai acuan unit keperawatan maupun non keperawatan dalam merencanakan, melaksanakan, monitoring dan evaluasi program peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit Mokopido Tolitoli. Namun demikian masih ada yang belum mencapai target yang ditentukan sehingga mohon kerjasamanya untuk melaksanakan tindak lanjut yang direkomendasikan untuk perbaikannya
.
Mengetahui Ketua Komite PPI
dr. Muhammad Maulana, Sp.PD
Tolitoli, 30 September 2023 yang membuat
IPCN
Nurfaidah, S.Kep.,Ns
Nip. 19910818 201903 2 018
IPCN
Suhaemi, A.Md.Kep
Nip. 19890819 201101 1 002