LAPORAN BISNIS PLAN DAN KEGIATAN EXPO BAZAR 2025
Sebagai Pemenuhan Tugas Ujian Akhir Semester BISNIS PLAN Dosen Pengampu : Dr. Nihayatu Aslamatis Solekah SE.,MM
Oleh:
Moh. Fauzi NIM:220503110028
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2025
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan Business Plan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini disusun sebagai bagian dari upaya untuk merancang dan mengembangkan konsep bisnis yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan usaha secara lebih terarah dan profesional.
Dalam penyusunan Business Plan ini, kami berusaha untuk mencakup berbagai aspek penting yang meliputi analisis pasar, strategi pemasaran, aspek operasional, manajemen keuangan, serta analisis risiko. Semua bagian tersebut disusun berdasarkan data, kajian, serta pertimbangan yang matang agar bisnis yang direncanakan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun guna perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan masukan dalam proses penyusunan laporan Business Plan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi pedoman yang bermanfaat bagi pengembangan usaha kami.
Malang, 11-06-2024
Daftar Isi
Cover... 1
Kata Pengantar... 2
Daftar Isi... 3
Bab I Pendahuluan...4
Bab II Pemaparan Hasil...5
A. Pemaparan Bisnis Plan...5
a. Proses Produksi...5
b. Praktik Pemasaran... 7
c. Pengembangan Usaha...9
d. Laporan Keuangan... 10
e. Risiko Usaha... 11
B. Laporan Praktik Bazar Off-line...12
a. Deskripsi Produk...12
h. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut... 13
Bab. III Kesimpulan... 15
LEMBAR OPINI...15
Lampiran... 16
Bab I Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat akan produk makanan instan dan praktis mengalami peningkatan yang signifikan. Pola hidup yang semakin sibuk mendorong konsumen mencari bahan makanan yang dapat mempercepat proses memasak tanpa mengurangi cita rasa masakan. Salah satu produk yang sangat diminati adalah bawang goreng. Sebagai pelengkap makanan, bawang goreng tidak hanya menambah cita rasa gurih dan renyah, tetapi juga sudah menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan khas Indonesia.
Melihat peluang tersebut, muncul ide usaha untuk memproduksi dan memasarkan bawang goreng berkualitas tinggi. Meskipun produk bawang goreng sudah banyak beredar di pasaran, masih terdapat kebutuhan akan produk yang lebih higienis, renyah, tidak mudah tengik, serta dikemas secara menarik dan praktis. Selain itu, sebagian produk di pasaran masih kurang memperhatikan kualitas bahan baku maupun proses penggorengan yang optimal.
Usaha ini berangkat dari keinginan untuk menghadirkan produk bawang goreng yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman, tahan lama, dan memiliki nilai jual yang kompetitif.
Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang berkualitas, proses produksi yang higienis, serta pengemasan modern, diharapkan usaha bawang goreng ini dapat memenuhi kebutuhan pasar, baik untuk konsumen rumah tangga, pelaku usaha kuliner, maupun untuk pasar oleh-oleh.
Melalui pengembangan usaha bawang goreng ini, selain memberikan nilai ekonomi, juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan, mendukung pemberdayaan petani bawang lokal, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Bab II Pemaparan Hasil A. Pemaparan Bisnis Plan
a. Proses Produksi
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk makanan praktis dan berkualitas, bawang goreng hadir sebagai salah satu pelengkap hidangan yang hampir selalu dibutuhkan dalam berbagai jenis masakan Nusantara. Kerenyahan, rasa gurih, serta aromanya yang khas menjadikan bawang goreng bukan sekadar pelengkap, tetapi juga penambah cita rasa yang penting. Melihat tingginya permintaan serta peluang pasar yang terus berkembang, kami menggagas usaha produksi bawang goreng kemasan yang mengutamakan kualitas bahan baku, proses produksi higienis, serta pengemasan modern untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih baik. Berikut lampiran proses produksi bawang goreng :
1. Pembelian Bahan Baku
Pemilihan Bawang Merah
Membeli bawang merah berkualitas baik, biasanya dari petani lokal atau
distributor terpercaya. Bawang yang dipilih sebaiknya berukuran seragam, kulit kering, tidak busuk, dan kadar air rendah untuk hasil gorengan yang renyah.
Minyak Goreng Berkualitas
Menggunakan minyak goreng berkualitas (minyak sawit/murni) untuk menjaga rasa dan warna bawang goreng.
Pembelian Bahan Tambahan (opsional)
Seperti tepung tipis untuk melapisi (jika diperlukan), garam, bawang putih bubuk, atau bahan pengawet alami (seperti vitamin E, agar tidak mudah tengik).
2. Penyortiran dan Pembersihan
Bawang merah yang dibeli disortir kembali untuk memisahkan yang rusak atau cacat. Setelah disortir, bawang dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan sisa tanah. Bawang kemudian dikeringkan hingga benar-benar bebas air untuk memudahkan proses pengupasan.
3. Pengupasan
Bawang dikupas secara manual atau menggunakan mesin pengupas untuk mempercepat produksi. Setelah dikupas, bawang dicuci kembali lalu dikeringkan.
4. Pengirisan
Bawang diiris tipis dengan ketebalan seragam menggunakan mesin pengiris (slicer) untuk memastikan kematangan yang merata saat digoreng. Irisan yang terlalu tebal atau tipis dipisahkan.
5. Perendaman (opsional)
Beberapa produsen merendam bawang dalam air garam atau larutan tertentu untuk menambah rasa gurih dan memperbaiki kerenyahan. Setelah direndam beberapa menit, bawang ditiriskan kembali.
6. Pengeringan Sebelum Digoreng
Irisan bawang dikeringkan menggunakan spinner atau alat peniris minyak untuk mengurangi kadar air, agar tidak banyak menyerap minyak saat penggorengan.
7. Penggorengan
Menggunakan mesin penggorengan otomatis atau penggorengan manual dalam minyak panas dengan suhu sekitar 130–150°C. Proses penggorengan harus diawasi ketat agar bawang tidak gosong dan berwarna keemasan. Waktu penggorengan biasanya 3–5 menit tergantung jumlah dan ketebalan irisannya.
8. Penirisan Minyak
Setelah matang, bawang goreng diangkat dan ditiriskan menggunakan spinner minyak atau alat peniris khusus. Proses penirisan penting agar bawang goreng tidak berminyak dan lebih tahan lama.
9. Pendinginan
Bawang goreng didiamkan sampai benar-benar dingin sebelum dikemas, untuk mencegah uap panas yang bisa menimbulkan kelembapan di dalam kemasan.
10. Pengemasan
Bawang goreng yang sudah dingin dimasukkan ke dalam kemasan plastik, pouch, atau toples kedap udara.
Sebelum ditutup, bisa diberi oxygen absorber untuk memperpanjang umur simpan.
11. Penyimpanan dan Distribusi
Produk jadi disimpan dalam gudang bersih, kering, dan sejuk sebelum didistribusikan ke pasar, reseller, atau pelanggan.
b. Praktik Pemasaran
1. Story whatsapp
Dalam upaya memasarkan produk bawang goreng kemasan, kami menerapkan beberapa strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan sumber daya yang ada. Salah satu media utama yang kami manfaatkan adalah WhatsApp Story. Mengingat mayoritas calon konsumen merupakan pengguna aktif WhatsApp, kami secara rutin membagikan konten berupa foto dan video singkat yang menampilkan produk, proses pengemasan, serta testimoni dari pelanggan yang telah membeli. Story ini diunggah melalui akun WhatsApp pribadi dan tim pemasaran untuk menjangkau lebih banyak orang. Selain menampilkan visual yang menarik, kami juga menyertakan penawaran khusus, seperti diskon pembelian pertama atau bonus untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Agar memudahkan konsumen, setiap unggahan dilengkapi dengan nomor kontak atau link yang bisa langsung digunakan untuk melakukan pemesanan.
2. Postingan Instagram
Selain WhatsApp, kami juga memanfaatkan Instagram sebagai media promosi yang efektif, terutama untuk menjangkau kalangan anak muda dan ibu rumah tangga yang aktif di media sosial. Kami membuat akun bisnis khusus yang menampilkan berbagai konten visual menarik. Di sana, kami mengunggah foto produk dengan tampilan kemasan yang profesional, video proses produksi secara
singkat, manfaat dari mengonsumsi bawang goreng, serta testimoni pelanggan.
Penggunaan hashtag yang relevan juga menjadi strategi kami untuk meningkatkan jangkauan agar produk mudah ditemukan oleh pengguna lain. Selain itu, kami aktif memanfaatkan fitur Instagram Story, Highlights, dan sesekali mengadakan giveaway untuk menarik minat pengikut baru. Melalui media ini, calon konsumen dapat dengan mudah melihat kualitas produk serta mendapatkan informasi harga dan pemesanan.
3. Marketing word of mouth
Tak kalah penting, kami juga mengandalkan strategi pemasaran dari teman ke teman atau word of mouth. Pada tahap awal, kami banyak melibatkan keluarga, teman dekat, dan relasi untuk membantu memperkenalkan produk ke lingkungan mereka masing-masing. Kami juga membagikan contoh produk secara gratis kepada beberapa kenalan agar mereka bisa mencicipi kualitas bawang goreng yang kami produksi. Dengan cara ini, banyak dari mereka yang kemudian merekomendasikan produk kepada orang lain. Bahkan, beberapa teman yang antusias membantu penjualan kami berikan komisi kecil sebagai bentuk apresiasi.
Strategi ini cukup efektif, sebab rekomendasi dari orang yang dikenal cenderung lebih dipercaya oleh calon pembeli baru.
Dari penerapan strategi-strategi tersebut, hasil sementara yang kami peroleh cukup memuaskan. Pesanan produk meningkat secara perlahan, terutama setelah adanya promosi rutin di WhatsApp dan Instagram. Kami juga berhasil mendapatkan pelanggan baru dari jaringan pertemanan yang berkembang secara alami. Testimoni positif yang diberikan oleh konsumen sangat membantu meningkatkan kepercayaan calon pembeli lainnya. Interaksi di media sosial, seperti komentar, pesan pribadi, serta pertambahan pengikut baru di Instagram, terus mengalami peningkatan.
Meskipun strategi pemasaran ini sudah cukup efektif di tahap awal, kami tetap melakukan evaluasi dan merencanakan pengembangan lebih lanjut. Beberapa langkah yang akan kami ambil antara lain membuat konten video pendek untuk platform seperti Reels dan TikTok guna memperluas jangkauan pasar. Selain itu, kami berencana membangun jaringan reseller untuk memperbanyak titik distribusi produk. Di samping itu, kami juga mempertimbangkan untuk memanfaatkan fitur
iklan berbayar seperti Instagram Ads dan WhatsApp Business guna menjangkau target konsumen yang lebih luas secara cepat dan efisien.
c. Pengembangan Usaha
Usaha produksi bawang goreng kemasan yang kami jalankan saat ini masih berada pada tahap awal dengan skala produksi kecil. Kegiatan produksi masih dilakukan secara sederhana dengan peralatan manual atau semi-otomatis, serta jumlah tenaga kerja yang terbatas, yaitu dari anggota keluarga dan beberapa pekerja harian. Kapasitas produksi harian kami saat ini berkisar antara 5 hingga 10 kilogram bawang goreng jadi, tergantung pada jumlah pesanan yang masuk. Semua proses, mulai dari pembelian bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran, masih dikelola secara mandiri oleh tim kecil kami.
Dari sisi pemasaran, penjualan saat ini lebih banyak mengandalkan media sosial seperti WhatsApp Story dan Instagram, serta dukungan promosi dari teman ke teman. Strategi sederhana ini cukup efektif dalam tahap awal untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan menjaga kualitas pelayanan secara personal. Kami juga memanfaatkan sistem pre-order untuk mengatur produksi sesuai permintaan, sehingga dapat meminimalisir risiko stok berlebih maupun pemborosan bahan baku. Meskipun masih dalam skala kecil, usaha ini menunjukkan perkembangan positif. Permintaan mulai meningkat seiring dengan bertambahnya pelanggan tetap dan berkembangnya jaringan promosi dari pelanggan yang merekomendasikan produk kami ke orang lain. Respon pasar terhadap produk kami juga cukup baik, terutama karena kualitas bawang goreng yang renyah, tidak berminyak, dan dikemas secara higienis.
Melihat perkembangan yang ada, kami mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk pengembangan usaha ke skala yang lebih besar. Beberapa rencana pengembangan yang tengah kami susun antara lain adalah menambah kapasitas produksi dengan membeli mesin pengiris dan penggorengan otomatis, memperluas jaringan distribusi dengan merekrut reseller, serta meningkatkan sistem pengemasan agar lebih profesional dan tahan lama. Selain itu, kami juga mulai mempelajari prosedur untuk pengurusan legalitas usaha, seperti perizinan PIRT, sertifikasi halal,
dan izin edar dari BPOM, agar dapat memperluas jangkauan pemasaran secara legal ke toko-toko modern, pasar oleh-oleh, hingga platform marketplace online.
Kami menyadari bahwa pengembangan usaha ke skala yang lebih besar memerlukan perencanaan yang matang, investasi modal, serta peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Oleh karena itu, selain berfokus pada peningkatan produksi, kami juga mulai menyiapkan sistem keuangan, pengelolaan stok, serta pencatatan administrasi usaha secara lebih rapi dan profesional.
d. Laporan Keuangan
1. Estimasi Penggunaan Modal Awal
No. Kebutuhan Jumlah / Satuan Estimasi Biaya
1 Bawang Merah 8 kg x Rp. 20.000 Rp. 160.000
2 Minyak Goreng 2 liter x Rp.17.000 Rp. 34.000
3 Kemasan 25 x Rp. 2000 Rp. 50.000
4 Sticker 2 kertas A3 x Rp.10.000 Rp. 20.000
4 Bumbu Tambahan 3pcs x Rp. 500 Rp. 1.500
5 Biaya Produksi Per-orang 1 x 20.000 Rp. 20.000 Total Biaya Produksi Rp. 285.500
2. Estimasi Produksi dan Pendapatan
Keterangan Nilai
Hasil dari 8 kg bawang (jadi) 3.5 kg
Ukuran perkemasan 100gram & 200gram Jumlah kemasan per gram 100gram= 15pcs
200gram=10pcs Harga jual perkemasan 100gram=Rp. 11.000
200gram=Rp. 21.000
Total Potensi Omzet setiap produksi (11.000x15)+(21.000x10)= Rp.375.000 Estimasi laba bersih setiap produksi Rp. 375.000- Rp. 285.000= Rp. 90.000
3. Kebutuhan Investasi Produksi
Produk Harga Mesin Peniris minyak 1 Rp. 150.000
e. Risiko Usaha
Dalam menjalankan usaha bawang goreng kemasan Crispy Vibe saat ini, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, terutama karena usaha masih berjalan dalam skala kecil dan manajemen masih dikelola secara sederhana.
1. Risiko Bahan Baku
Karena bahan baku utama yaitu bawang merah sangat dipengaruhi oleh musim dan harga pasar, ada kemungkinan terjadi kenaikan harga atau kelangkaan saat panen buruk. Jika pasokan terbatas atau harga melonjak, biaya produksi bisa ikut naik dan mengurangi keuntungan.
2. Risiko Produksi
Proses produksi masih dilakukan secara manual atau semi-manual, sehingga sangat bergantung pada tenaga manusia. Jika terjadi kesalahan dalam pengirisan, penggorengan, atau pengemasan, kualitas produk bisa menurun.
Selain itu, jika ada kendala alat, produksi bisa terganggu.
3. Risiko Pemasaran
Saat ini pemasaran Crispy Vibe masih mengandalkan media sosial (WhatsApp Story, Instagram) dan jaringan teman ke teman. Jika terjadi penurunan minat di media sosial atau keterbatasan promosi, penjualan bisa ikut menurun karena jangkauan pasar belum terlalu luas.
4. Risiko Persaingan
Produk bawang goreng memiliki banyak pesaing di pasaran, baik dari merek lokal maupun merek besar. Jika tidak terus menjaga kualitas, harga, dan inovasi, Crispy Vibe bisa kalah bersaing dengan produk serupa.
5. Risiko Keuangan
Karena masih skala kecil, perputaran modal cukup terbatas. Jika ada penurunan penjualan secara tiba-tiba atau biaya produksi meningkat, arus kas bisa terganggu dan berdampak pada kelangsungan usaha.
B. Laporan Praktik Bazar Off-line a. Deskripsi Produk
Nama Produk: Bawang Goreng Crispy Vibe Kategori Produk: Makanan Olahan / Snack Deskripsi Singkat:
Bawang Goreng Crispy Vibe merupakan produk bawang goreng renyah yang dibuat dari bahan baku pilihan, diolah secara higienis dengan teknik penggorengan modern sehingga menghasilkan kerenyahan maksimal tanpa rasa pahit. Dikemas dalam kemasan praktis yang menjaga kesegaran dan kerenyahan produk.
b. Keunggulan Produk
Bahan baku pilihan berkualitas
Tidak mengandung bahan pengawet
Rasa gurih dan renyah
Kemasan higienis dan praktis
Cocok untuk lauk, topping makanan, maupun camilan c. Tujuan Mengikuti Bazar
Memperkenalkan brand Crispy Vibe kepada masyarakat luas.
Melakukan uji pasar secara langsung untuk mengetahui respon konsumen.
Membangun jaringan dengan konsumen, pelaku usaha lain, dan komunitas bisnis.
Mengumpulkan feedback untuk pengembangan produk ke depannya.
Meningkatkan penjualan secara langsung.
d. Pelaksanaan Kegiatan
Waktu dan Tempat: Selasa, 28 Mei 2025 Lokasi: Depan Fakultas Ekonomi
e. Kegiatan selama bazar
Menawarkan tester produk kepada pengunjung.
Melakukan interaksi langsung dengan calon konsumen.
Memberikan penjelasan keunggulan produk.
Menerapkan strategi diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu.
f. Hasil Kegiatan
Jumlah Produk Terjual:
Total unit terjual: 12 kemasan Omzet Penjualan:
Total omzet: Rp 193.000,- g. Respon Konsumen:
90% pengunjung memberikan feedback positif terkait kerenyahan dan rasa gurih bawang goreng.
Beberapa konsumen memberikan saran pengembangan varian rasa.
Terdapat beberapa permintaan pembelian dalam jumlah besar (potensial reseller).
h. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut
Kelebihan:
Produk diterima dengan baik oleh pasar.
Booth menarik dan berhasil mengundang pengunjung.
Penawaran tester efektif menarik minat beli.
Kekurangan:
Perlu menambah varian rasa.
Perlu memperbanyak stok produk pada jam-jam ramai.
Rencana Tindak Lanjut:
Mengembangkan varian baru sesuai masukan konsumen.
Menyiapkan sistem pre-order untuk pembelian dalam jumlah besar.
Melakukan promosi lanjutan melalui media sosial dan marketplace.
Menghubungi kontak potensial untuk peluang kerjasama reseller atau partnership.
Kegiatan bazar bisnis plan ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi pengembangan brand Crispy Vibe. Dengan respon yang positif dari pengunjung, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan jaringan pemasaran dan peningkatan penjualan produk ke depannya.
i. Link Dokumentasi Bazar
https://drive.google.com/drive/folders/
1DawfJnbTtT6vj2AmzRxOgHnKGy0VddWR
Bab. III Kesimpulan
Usaha bawang goreng kemasan Crispy Vibe menunjukkan potensi bisnis yang menjanjikan dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan produk makanan instan berkualitas.
Dengan keunggulan berupa bahan baku pilihan, proses produksi higienis, cita rasa gurih dan renyah, serta kemasan praktis, produk ini berhasil menarik minat pasar baik dalam kegiatan pemasaran daring (melalui WhatsApp, Instagram, dan word of mouth) maupun penjualan langsung saat bazar.
Melalui kegiatan bazar, respon konsumen secara umum sangat positif, dengan banyaknya pengunjung yang memberikan umpan balik baik mengenai rasa dan kerenyahan produk. Selain itu, kegiatan bazar juga membuka peluang pengembangan usaha ke depannya, seperti menambah varian rasa, memperluas jaringan reseller, serta memperbaiki sistem produksi dan pengemasan agar lebih profesional.
Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti risiko fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan kapasitas produksi, dan persaingan pasar, Crispy Vibe memiliki strategi pengembangan yang cukup matang. Dengan perencanaan investasi, penguatan manajemen keuangan, serta pengembangan pemasaran baik offline maupun online, usaha ini berpotensi berkembang lebih besar dan berkelanjutan.
LEMBAR OPINI Nama Peserta : Moh. Fauzi
Nama Usaha : Bawang Goreng Crispy Vibe Kegiatan : Bazar Bisnis Plan
Tanggal : 28 Mei 2025 Opini dan Pendapat
Saya merasa kegiatan Bazar Bisnis Plan yang diselenggarakan oleh Komunitas Enterpreneur dan Fakultas Ekonomi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai pelaku usaha pemula. Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk Crispy Vibe secara langsung kepada konsumen, menerima umpan balik secara real-time, serta melatih kemampuan komunikasi, promosi, dan negosiasi.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring bisnis dengan peserta dan pengunjung lainnya. Saya juga memperoleh wawasan baru mengenai minat dan preferensi konsumen terhadap produk bawang goreng yang saya produksi.
Kegiatan bazar seperti ini sangat bermanfaat sebagai wadah pengembangan keterampilan wirausaha praktis dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin agar lebih banyak pelaku usaha mendapatkan kesempatan serupa.
Lampiran Foto Produk
Dokumentasi Bazar
a. Link Dokumentasi Bazar
https://drive.google.com/drive/folders/
1DawfJnbTtT6vj2AmzRxOgHnKGy0VddWR