TRANSPIRASI
DISUSUN OLEH : Ananda Qotrunnada
216201516035
LABORATORIUM BOTANI
FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN PROGRAM STUDI BIOLOGI
UNIVERSITA NASIONAL JAKARTA
2023
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Transpirasi adalah proses kehilangan air dalam bentuk uap air dari jaringan tumbuhan melalui stomata, stomata yang banyak akan menyebabkan tanaman mampu menyerap CO2 dan menghasilkan O2 (Hariyanti, 2010).
Transpirasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, ada tidaknya lapisan lilin dipermukaan daun, jumlah bulu pada daun, jumlah stomata, bentuk dan letak stomata. Faktor eksternal diantaranya suhu, kelembapan, cahaya, angin, dan kandungan air.
Transpirasi akan semakin besar jika banyaknya jumlah daun karena banyaknya jumlah stomata. Laju transpirasi juga dipengaruhi oleh luas permukaann daun pada tumbuhan. Hal tersebut dikarenakan daun yang luas memiliki jumlah stomata yang banyak, sehingga laju transpirasi akan tinggi (Papuangan, 2014).
Transpirasi pada hakekatnya adalah penguapan, tetapi hal ini tidak terlalu berlaku untuk makhluk hidup yang lainnya. Transpirasi sangat bermanfaat untuk membantu berlangsungnya pengangkutan garam-garam mineral dari akar ke daun terutama lewat xilem dan kecepatannya sangat dipengaruhi oleh kegiatan transpirasi Tranpirasi dapat melalui kutikula, stomata dan lentisel, walaupun bagian tubuh tumbuhan yang lainpun dapat melakukan transpirasi. Tapi sebagian besar transpirasi lewat daun sebab bagian ini banyak mengandung stomata (Dahlia, 2001).
Stomata adalah pori-pori kecil yang berada pada permukaan daun. Luas stomata adalah ukuran yang diukur melalui sel penjaga stomata untuk menentukan panjang dan luas stomata (Rohman dan Hamida 2017). Semakin lebar sel penutup membuka, semakin luas stomata membesar dan semakin tinggi transpirasi (Dewi et al. 2015).
Rumus mengukur laju transpirasi :
πΏπππ’ πππππ πππππ π = π΅ππππ‘ ππ€ππ (ππππ) β π΅ππππ‘ ππβππ (ππππ) π€πππ‘π’
B. Tujuan
Mengukur jumlah kehilangan uap air jenis tanaman yang sama yang diletakkan pada tempat teduh dan tempat panas.
BAB II METODE
A. Alat dan Bahan a. Alat
1) Timbangan 2) Termometer 3) Hygrometer b. Bahan
1) Tanaman Coleus sp dalam pot
B. Cara Kerja
1. Disiapkan 2 tanaman Coleus sp yang ditanam dalam pot.
2. Masing-masing tanaman ditimbang dan dicatat berapa berat awal tanaman.
3. Pot yang pertama diletakkan dalam ruangan praktikum dan dicatat suhu ruangan.
4. Pot yang kedua diletakkan di luar ruangan laboratorium dan dicatat suhu sekitar pot tanaman.
5. Kedua perlakuan dibiarkan selama 2 jam.
6. Setelah 2 jam kedua pot ditimbang kembali.
7. Ditentukan jumlah uap air yang dikeluarkan kedua tanaman tersebut.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Praktikum
Transpirasi Coleus sp
Table 1. Hasil Laju Transpirasi Pada Tanaman Coleus sp
Tempat Kelembaban Suhu Berat
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Panas 36% 26% 35ΛC 29,5ΛC 202,5 gr 200,9 gr Teduh 26% 25% 28,5ΛC 27,5ΛC 144,3 gr 144,0 gr
Grafik 1. Laju Transpirasi Pada Tanaman Coleus sp Perhitungan:
β’ Tempat panas a) Menit
πΏπππ’ πππππ πππππ π = π΅ππππ‘ ππ€ππ (ππππ) β π΅ππππ‘ ππβππ(ππππ) π€πππ‘π’(πππππ‘)
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 202,5 β 200,9 120
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 0, 013 gram/menit b) Jam
πΏπππ’ πππππ πππππ π = π΅ππππ‘ ππ€ππ (ππππ) β π΅ππππ‘ ππβππ(ππππ) π€πππ‘π’(πππππ‘)
0 25 50 75 100 125 150 175 200 225
Teduh (sebelum) Teduh (sesudah) Panas (sebelum) Panas (sesudah)
Grafik Laju Transpirasi pada Tanaman Coleus sp
Kelembaban Suhu Berat
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 202,5 β 200,9 2
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 0, 8 gram/jam
β’ Tempat teduh a) Menit
πΏπππ’ πππππ πππππ π = π΅ππππ‘ ππ€ππ (ππππ) β π΅ππππ‘ ππβππ (ππππ) π€πππ‘π’
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 144,3 β144,0 120
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 0,0025 gram/menit b) Jam
πΏπππ’ πππππ πππππ π = π΅ππππ‘ ππ€ππ (ππππ) β π΅ππππ‘ ππβππ (ππππ) π€πππ‘π’
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 144,3 β144,0 2
πΏπππ’ πππππ πππππ π = 0,15 gram/jam
B. Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan menggunakan bahan Coleus sp yang diletakkan pada tempat teduh dan tempat panas. Memperoleh data di tempat panas dengan berat tumbuhan sebelum 202,5 gram dan berat sesudah 200,9 didapatkan hasil laju transpirasi dalam menit 0,013 gram/menit dan dalam jam 0,8 gram/jam. Data di tempat teduh dengan berat tumbuhan sebelum 144,3 gram dan berat sesudah 144,0 gram didapatkan hasil laju transpirasi dalam menit 0,0025 gram /menit dan dalam jam 0,15 gram/jam.
Maka, dapat disimpulkan tanaman Coleus sp yang kehilangan banyak air adalah yang berada di tempat panas. Hal tersebut dikarenakan pada saat praktikum terdapat faktor lingkungan yaitu cuaca sangat panas sehingga berefek pada kondisi lingkungan tempat diletakkannya tanaman Coleus sp.
Data lingkungan pada tempat panas memiliki suhu awal 35ΛC kemudian mengalami penurunan menjadi 29,5ΛC, dan memiliki kelembaban awal 36%
kemudian menurun menjadi 26%. Sedangkan pada tempat teduh memiliki suhu awal 28,5ΛC kemudia mengalami penurunan menjadi 27,5ΛC dan memiliki kelembaban awal dan akhir yaitu 25-26%.
Menurut Salisbury dan Ross (1992), laju transpirasi terbesar adalah tanaman yang diletakkan dibawah Cahaya karena kecepatan transpirasi pada kondisi terang lebih besar dibandingkan dengan kondisi gelap. Hal ini dikarenakan pada kondisi terang memiliki suhu dan kelembaban yang relatif tinggi sehingga menyebabkan banyaknya uap air yang dikeluarkan oleh tanaman pacar air melalui daun. Kondisi intensitas cahaya yang tinggi menyebabkan stomata pada daun akan lebih cepat membuka dan proses transpirasi berjalan lebih cepat. Membukanya stomata karena pengaruh dari sel penutup yang mempunyai klorofil dan melakukan aktivitas fotosintesis dengan hasil terbentuk gula (larut dalam cairan sel penutup) sehingga menyebabkan potensial air (PA) cairan sel penutup dan potensial osmotik pada tanaman turun, maka akan terjadi tekanan turgor dan stomata akan membuka dengan cepat. Membukanya stomata akan mempercepat jalannya air dari akar kebatang kemudian menuju xilem tulang daun dan selanjutnya kerongga antar sel sehingga terjadi transpirasi (Salisbury dan Ross, 1992).
Proses transpirasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor internal antara lain adalah ukuran daun, tebal tipisnya daun, ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak sedikitnya stoma, bentuk dan lokasi stomata, termasuk pula umur jaringan, keadaan fisiologis jaringan dan laju metabolisme. Faktor-faktor eksternal antara lain meliputi radiasi cahaya, suhu, kelembaban udara, angin kandungan air tanah, gradient potensial air tanahj, atmosfer, serta adanya zat-zat toksik di lingkungannya (Setiawan, 2015).
BAB IV KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa jumlah kehilangan air pada tanaman Coleus sp yang diletakkan di tempat teduh dan tempat panas memiliki jumlah yang berbeda. Tanaman yang diletakkan ditempat panas memiliki jumlah kehilangan uap air lebih banyak yaitu dengan suhu 29,5-35ΛC memiliki berat awal 202,5 gram dan berat akhir 200,9 gram, kemudian didapatkan hasil laju transpirasi dalam menit 0,013 gram/menit dan dalam jam 0,8 gram/jam. Sedangkan pada tanaman yang diletakkan ditempat teduh memiliki suhu 27,5-28,5ΛC, memiliki berat awal 144,3 gram dan berat akhir 144,0 gram didapatkan hasil laju transpirasi dalam menit 0,0025 gram/menit dan dalam jam 0,15 gram/jam.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell et all. 2012. BIOLOGI (eight ed). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Dahlia. 2001. Individual Textbook Fisiologi Tumbuhan. Malang: Univeristas Negeri Malang.
Dewi NPSR, Eniek K, Pande KS. 2015. Hubungan Kekerabatan 12 Kultivar Brokoli (Brassica oleracea L.) Berdasarkan Karakter Anatomi Stomata. Jurnal Simbiosis III. 1: 291β300.
Haryanti, S. 2010. Jumlah dan DistribusiStomata pada Daun BeberapaSpesies Tanaman Dikotil danMonokotil. Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi, 18(2).
Papuangan, Nurmaya., Nurhasanah., dan Djurumudi, Mudmainah. 2014. Jumlah dan Distribusi Stomata pada Tanaman Penghijauan diKota Ternate. Jurnal Bioedukasi, 3(1): 287 β 292
Rohman F, Hamadi R. 2017. Keragaman Karakter Morfologi, Stomata, dan Klorofil Enam Varietas Tembakau Lokal Tulungagung. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri. 9(1): 15β23.
Salisbury, F. B., & Ross, C. W. 1992. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB Press.
Setiawan, B.A., S.W.Budi R. dan C. Wibowo, 2015. Hubungan kemampuan transpirasi dengan dimensi tumbuh bibit tanaman Acacia decurrens terkolonisasi Glomus etunicatum dan Gigaspora margarita. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(2): 107-113.
LAMPIRAN
Gambar 1. Tanaman Coleus sp Gambar 2. Alat praktikum
Gambar 3. Berat tanaman luar (sebelum didiamkan)
Gambar 4. Berat tanaman dalam (sebelum didiamkan)
Gambar 5. Berat tanaman luar (sesudah didiamkan)
Gambar 6. Berat tanaman dalam (sesudah didiamkan)