Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas karunia-Nya penulis dapat menyusun laporan hasil Hibah Kompetitif Risbinakes Tahun 2018 yang berjudul “Dampak Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Implementasi Penatalaksanaan Diabetes di Desa Tumpang Malangsuk , Kabupaten Malang” tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pemberdayaan masyarakat terhadap penerapan manajemen diabetes di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang. Adakah dampak pemberdayaan masyarakat terhadap penerapan manajemen diabetes di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang.
Menganalisis pengaruh pemberdayaan masyarakat terhadap implementasi manajemen diabetes melitus di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang.
Pemberdayaan Masyarakat
Pengertian Pemberdayaan Masyarakat
Gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan upaya peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengangkat harkat, martabat dan derajat kesehatannya. Meningkatkan pemberdayaan berarti meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat agar dapat mengembangkan diri dan memperkuat sumber daya yang dimiliki untuk mencapai kemajuan. Gerakan pemberdayaan masyarakat juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan dan mengembangkan norma-norma yang memungkinkan masyarakat berperilaku bersih dan sehat.
Pemberdayaan dalam bidang kesehatan merupakan konsep dan wacana UKBM (usaha sumber daya manusia kesehatan) yang merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
Karakteristik Pemberdayaan Masyarakat dalam kontek kesehatan Suatu kegiatan atau program dapat dikategorikan ke dalam pemberdayaan
Konsep Kader Kesehatan 1 Pengertian Kader Kesehatan
- Karakteristik Kader Posyandu
- Keaktifan Kader Kesehatan
- Tujuan Posyandu Lansia
- Kriteria Kader Lansia adalah sebagai berikut
- Peran Kader Posyandu Lansia
- Pelaksanaan kegiatan bulanan posyandu
- Fungsi Kader Lansia
- Tugas-Tugas Kader Posyandu Lansia
Kader posyandu dipilih secara sukarela dari warga masyarakat yang bersedia, mampu dan mempunyai waktu menyelenggarakan posyandu secara sukarela. Karakteristik kader posyandu merupakan informasi tentang kader posyandu itu sendiri yang meliputi umur, jenis kelamin, status, pendidikan, pekerjaan, pengalaman. Kader Posyandu adalah warga masyarakat yang bersedia, mampu dan mempunyai waktu untuk menjadi sukarelawan dalam menyelenggarakan kegiatan Posyandu.
Kader Posyandu Lansia adalah kader yang bekerja di posyandu lanjut usia (lansia) setiap bulannya dengan kegiatan rutin membantu tenaga kesehatan pada saat pemeriksaan kesehatan pasien lanjut usia (Cahyo, 2010).
Konsep Pengetahuan 1 Pengertian Pengetahuan
Klasifikasi Diabetes Melitus
Klasifikasi diabetes melitus WHO (2000:12) membagi diabetes melitus menurut tipe klinis dan risiko statistik. 1.4) Jenis diabetes lain yang berhubungan dengan kondisi dan sindrom tertentu, seperti: penyakit pankreas, penyakit dengan etiologi hormonal, kondisi yang disebabkan oleh obat atau kelainan kimiawi insulin atau reseptornya, sindrom genetik tertentu, jenis lain (berbagai). Untuk menentukan diagnosis, pemeriksaan glukosa darah dapat dilakukan pada saat puasa, 2 jam setelah beban glukosa, atau secara acak.
Terdapat gejala klasik DM (banyak buang air kecil, banyak minum, banyak makan, berat badan turun) + gula darah >200 mg/dl. 3 hari sebelum pemeriksaan, pasien tetap makan seperti biasa, dengan jumlah karbohidrat yang cukup dan beraktivitas seperti biasa. Pasien dipuasakan kembali selama 2 jam, kemudian diambil darah vena kembali untuk pemeriksaan gula darah 2 jam setelah beban.
Untuk menegakkan diagnosis DM gestasional, diberikan beban glukosa 100 gram dan dilakukan pemeriksaan glukosa darah puasa, 1, 2 dan 3 jam setelah beban, dengan kriteria diagnostik yang berbeda.
Patofisiologi
Pengolahan makanan dimulai di mulut, kemudian di lambung dan kemudian di usus.Dalam sistem pencernaan, makanan dipecah menjadi komponen dasar makanan tersebut. Ketiga nutrisi tersebut akan diserap dari usus, kemudian masuk ke pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan oleh organ-organ dalam tubuh sebagai bahan bakar. Di dalam sel, zat makanan, terutama glukosa, dibakar melalui proses kimia yang kompleks, yang hasil akhirnya adalah pembangkitan energi.
Dalam proses metabolisme, insulin memegang peranan yang sangat penting, yaitu tugasnya memasukkan glukosa ke dalam sel, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar. Insulin akan ditangkap oleh reseptor insulin pada permukaan sel otot, kemudian pintu masuk sel terbuka bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel dan kemudian dibakar menjadi energi/tenaga. Pada penyakit diabetes yang jumlah insulinnya tidak mencukupi atau kualitas insulinnya kurang baik (resistensi insulin), padahal insulinnya ada dan reseptornya juga ada, karena ada kelainan pada sel itu sendiri sehingga pintu masuk sel tidak ada. tidak terbuka dan tertinggal sehingga Glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dibakar (dimetabolisme).
Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus
Dengan cara ini, pasien diabetes yang belum terdiagnosis sebelumnya dapat terjaring sehingga komplikasi dapat dicegah, atau bahkan jika ada komplikasi, komplikasi tersebut masih dapat disembuhkan. Upaya tersebut antara lain: mencegah berkembangnya komplikasi, mencegah komplikasi tersebut berkembang menjadi kegagalan organ, dan mencegah cacat fisik. Kebutuhan gula darah tergantung kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dengan karbohidrat dari nasi, sereal, roti atau kentang dalam menu sehari-hari, namun sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. D.
Salah satu pendekatan terhadap kelompok lanjut usia dan lanjut usia adalah dengan mengoptimalkan program posyandu lanjut usia, yang memberikan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan bagi lanjut usia dan kunjungan rumah. Dalam keluarga, hal ini dilakukan dengan memberikan dukungan keluarga untuk merawat dan mendampingi lansia.
Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Manajemen Diabetes Mellitus
Pelaksanaan edukasi DM dan pemeriksaan kesehatan pada pasien DM dan risiko DM. ..penguat; keterampilan : 1. Pendidikan 2. Sumber informasi 3. Sosial budaya 4. Ekonomi 5. Lingkungan 6. Pengalaman.. penatalaksanaan penyakit dan DM 2. keterampilan penatalaksanaan DM. H1 : Terdapat pengaruh pemberdayaan masyarakat terhadap pelaksanaan penatalaksanaan diabetes melitus di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang. Melakukan pre-test kepada seluruh peserta layanan kesehatan pada kelompok perlakuan dan kontrol sebelum mulai menyampaikan materi DM.
Pada kegiatan ini diberikan edukasi mengenai penyakit DM dan cara melakukan deteksi dini penyakit DM pada kelompok perlakuan. Setelah itu dijelaskan cara melakukan pemeriksaan dini pada klien DM dengan pemeriksaan tekanan darah, TBC, BB, lingkar perut dan gula darah. Sesuai jadwal, kegiatan hari kedua diawali dengan penyiapan peralatan dan kelompok dan dilanjutkan dengan demonstrasi cara mengukur TBC & BB, cek tekanan darah dan gula darah.
Dalam kegiatan praktik, setelah fasilitator melakukan demonstrasi, seluruh peserta secara bergiliran melakukan segala macam tindakan inspeksi yang telah mereka pelajari melalui peer check peserta. Setelah acara praktikum dan pelaksanaan ishome, acara dilanjutkan dengan diskusi hasil praktikum. Pada pertemuan evaluasi kedua kelompok di lokasi berbeda dilakukan kegiatan diskusi dan post-test (pengetahuan) mengenai materi kognitif tentang DM dan cara mendeteksi DM sejak dini.
Kemudian evaluasi keterampilan pemeriksaan TBC, BB, lingkar pinggang dan tekanan darah serta pemeriksaan kadar gula darah dilakukan oleh dosen pembimbing dengan menyiapkan lembar observasi (hasil post tes keterampilan).
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Gambaran Umum Pelaksanaan Peneleitian a. Proses Perijinan
- Deskripsi Karakteristik Responden
- Hasil Analisis Pemberdayaan Masyarakat
Sepakat dengan Kepala Desa Malangsuko mengenai Kader Kesehatan yang akan diikutsertakan sebagai peserta kegiatan penelitian serta tanggal dan waktu kegiatan yang boleh dilakukan oleh kader tersebut. Dalam rapat koordinasi ini, Kepala Desa Malangsuko juga menjelaskan tujuan, manfaat dan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini. Hasil rapat koordinasi menetapkan tanggal pelaksanaan kegiatan penelitian yang diawali dengan sosialisasi penelitian pada tanggal 29 Oktober 2018, pelatihan selama 2 hari yaitu tanggal 5 dan 13 November, dilanjutkan dengan monev yang dilaksanakan pada tanggal 16 November 2018.
Mengadakan pertemuan dengan tim pendukung penelitian, mempersiapkan pelaksanaan pelatihan kader kesehatan dan mempersiapkan administrasi pertanggungjawaban keuangan kegiatan penelitian. Berdasarkan tabel 5.1 terlihat bahwa dari 15 responden, seluruh responden (100%) berjenis kelamin perempuan, hampir separuh responden (47%) berusia antara 36 – 42 tahun, hampir separuh responden ( 40%). berpendidikan dasar dan hampir seluruh responden (86%) mengikuti pelatihan. Berdasarkan tabel 5.1 terlihat bahwa dari 15 responden, seluruh responden (100%) berjenis kelamin perempuan, hampir separuh responden (40%) berusia antara 36 – 42 tahun, hampir separuh responden ( 47%). mempunyai pendidikan dasar dan menengah, dan seluruh responden (100%) mengikuti pelatihan.
Di bawah ini disajikan hasil uraian statistik yaitu hasil pengetahuan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang diamati sebelum dan sesudah perlakuan. Dari tabel 5.3 terlihat bahwa dari 15 responden, pengetahuan pre test seluruh responden (100%) kurang baik, sedangkan pengetahuan post test sebagian besar responden (73,3%) cukup baik. Dari tabel 5.4 terlihat bahwa dari 15 responden, pengetahuan pretest seluruh responden (100%) kurang baik, sedangkan pengetahuan posttest sebagian besar responden (73,3%) baik.
Dari Tabel 5.5 terlihat bahwa dari 15 responden, keterampilan pretest hampir seluruh responden (80%) kurang baik, sedangkan keterampilan posttest hampir seluruh responden (80%) kurang baik. Dari Tabel 5.6 terlihat bahwa dari 15 responden, keterampilan pretest hampir seluruh responden (80%) kurang baik, sedangkan keterampilan posttest seluruh responden (100%) baik.
Uji Wilcoxon
Pengetahuan
Observasi Ketrampilan
Uji Mann-Whitney
Pembahasan
- Tngkat Pengetahuan tentang penyakit DM pada kader kesehatan sebelum dan sesudah pelatihan
Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan eksekutif, pada kelompok perlakuan skornya buruk sebelum pelatihan dan meningkat menjadi baik setelah pelatihan, namun pada kelompok kontrol skor awalnya buruk dan setelah 2 minggu hasilnya memuaskan. Pengetahuan para eksekutif tentang DM dan cara mendeteksi DM meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh kegigihan para pengurus dalam mengikuti dan menerima materi dari fasilitator. Kader desa Malangsuko mengikuti pelatihan dengan sangat aktif, terbukti dari data kehadiran selama pelatihan dan hasilnya sangat memuaskan.
Pelatihan Kader Desa Malangsuko sangat efektif mengingat lokasinya yang jauh dari kota dan sangat bermanfaat dalam membantu tenaga kesehatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat khususnya dalam hal deteksi dini penyakit diabetes. Dengan adanya pelatihan terhadap kader desa Malangsuko tentang penyakit DM diharapkan dapat menambah pengetahuan kader mengenai penyakit DM, sehingga pengetahuan kader semakin meningkat sehingga dapat menularkan kepada penderita di masyarakat di daerahnya, karena kader bisa mengarahkan dan lebih sederhana berkoordinasi langsung dengan masyarakat. Melalui pelatihan, staf mendapatkan pengetahuan dan informasi akurat tentang penyakit DM serta merasakan deteksi dini dengan mengukur TBC & BB, memeriksa tekanan darah dan gula darah.
Hasil observasi evaluasi keterampilan kader kelompok perlakuan sebelum diberikan pelatihan kurang baik dan meningkat menjadi baik setelah diberikan pelatihan. Sedangkan pada kelompok kontrol, mereka yang awalnya memiliki skor lebih rendah masih memiliki skor lebih rendah setelah 2 minggu observasi. Kader desa Malangsuko kelompok perlakuan sangat aktif mengikuti pelatihan, terlihat dari data kehadiran pada saat pelatihan dan hasilnya sangat memuaskan.
Segala jenis keterampilan deteksi DM diajarkan oleh fasilitator, misalnya mengukur TBC dan BB, lingkar pinggang, tes tekanan darah dan glukosa darah yang sebelum pelatihan mendapat nilai kurang baik, dan setelah 2 minggu pelatihan nilainya meningkat menjadi baik. Melalui pelatihan, para eksekutif memperoleh pengetahuan dan informasi yang akurat tentang penyakit DM serta pengalaman bagaimana melakukan deteksi dini dengan mengukur TBC dan BB, memantau tekanan darah dan kadar gula darah.
Kesimpulan
Saran
Perawatan Kaki Diabetik, (Online), (http://www.Diabetic Foot Care smallCrab online.mht, diakses pada 6/11/2015 pukul 20:38 WIB). Deskripsi pengetahuan dan sikap penderita diabetes mengenai perawatan kaki dalam pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Janti Malang. International Consensus on the Management and Prevention of Diabetic Foot, (Online), (http://www.diabetic-foot-consensus.com, diakses 25/8/2015 pukul 15:09 WIB).
Apabila selama pemeriksaan ini saya ingin mengundurkan diri, saya dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu tanpa dikenakan sanksi apapun.