PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BIDANG PENGUJIAN DAN KALIBRASI PERALATAN/PERALATAN TELEKOMUNIKASI TERINTEGRASI SECARA PROFESIONAL DAN SESUAI KEBUTUHAN PEMANGKU KEPENTINGAN. Nilai pelayanan UKM pengujian alat dan perangkat telekomunikasi pada tahun 2019 sebesar 3,19 atau 91,14% dari nilai target sebesar 3,50.
MOCHAMAD RUS’AN
DAHU LUAN
LATAR BELAKANG
Pesatnya globalisasi teknologi komunikasi tetap sejalan dengan prinsip yang mendasari BBPPT dalam melaksanakan pengujian alat/perangkat telekomunikasi sehingga dapat melindungi dan menjaga mutu alat/perangkat telekomunikasi serta menjamin bahwa alat/perangkat telekomunikasi yang digunakan atau beredar di Indonesia benar-benar ada. memenuhi persyaratan teknis. Kompetensi BBPPT dapat dengan cepat memberikan hasil pengujian perangkat telekomunikasi yang bermutu secara nasional dan internasional kepada masyarakat.Laboratorium pengujian telekomunikasi ini diharapkan mampu memiliki daya saing yang tinggi.
TUGAS, FUNGSI
DAN STRUKTUR ORGANISASI
Sehubungan dengan bertambahnya jumlah alat dan perangkat telekomunikasi yang beredar di Indonesia dan kebutuhannya dirasakan oleh masyarakat, maka Balai Pengujian Perangkat Telekomunikasi senantiasa mengembangkan kemampuannya, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia. Untuk menjamin mutu pengujian dan kompetensi laboratorium yang lebih baik, Balai Pengujian Perangkat Telekomunikasi telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang mengacu pada ISO dan telah mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) LP-112-IDN yang mulai tahun 2001.
POTENSI DAN PERMASALAHAN
Balai Uji Perangkat Telekomunikasi dalam melakukan pengujian alat/perangkat telekomunikasi mengacu pada spesifikasi teknis Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Spesifikasi Teknis), Standar Nasional Indonesia (SNI) dan referensi internasional seperti ISO, ETSI, RR, ITU, IEC sehingga mampu melindungi dan menjaga mutu alat/perangkat telekomunikasi serta menjamin alat/.
SISTEMATIKA PELAPORAN
2 PERJANJIAN KINERJA
SASARAN PROGRAM
Meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pengujian dan kalibrasi alat dan perangkat telekomunikasi yang profesional, berintegritas, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik di bidang pengujian dan kalibrasi alat dan perangkat telekomunikasi, BBPPT, sehubungan dengan survei tersebut, Dirjen SDPPI telah melakukan beberapa survei. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pengujian dan kalibrasi alat dan perangkat telekomunikasi yang profesional, berintegritas, dan sejalan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.”
Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi menyatakan bahwa setiap alat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan/atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia adalah wajib. Tugas pokok BBPPT adalah melaksanakan pengujian dan kalibrasi perangkat telekomunikasi secara profesional dan berintegritas sesuai ISO 17025. IK.1 Nilai persepsi pelayanan publik Direktorat Jenderal SDPPI tentang pengujian dan kalibrasi alat dan perangkat telekomunikasi .
Persentase kepatuhan laboratorium pengujian dan kalibrasi peralatan Telekomunikasi ISO 17025 dan 17043 berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional, LPK wajib menindaklanjuti penyimpangan yang ditemukan selama penilaian dengan melakukan analisis akar penyebab, rencana perbaikan dan/atau tindakan perbaikan. dan menyerahkan bukti tindakan perbaikan kepada tim penilai dan sekretariat KAN dalam bentuk soft copy. Jumlah sertifikat kalibrasi alat ukur perangkat telekomunikasi yang diterbitkan atas permohonan kalibrasi alat ukur yang diajukan ke laboratorium BBPPT. Banyaknya dokumen pendukung pengelolaan balai pengujian perangkat telekomunikasi yang dihasilkan pada tahun berjalan.
BILITAS
- CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Analisis akuntabilitas kinerja mencakup hubungan antara kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam realisasi tujuan, sasaran, misi dan visi yang dituangkan dalam rencana strategis. Bagian ini juga menjelaskan perkembangan kondisi untuk mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan, program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pengujian dan kalibrasi alat dan perangkat telekomunikasi yang profesional, berintegritas, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
Mulai dari aspek perencanaan kinerja dan target kinerja, penyelarasan anggaran, serta pelaporan capaian kinerja sesuai dengan perencanaan. Kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan berkembang saat ini membuat penyediaan pelayanan publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga melibatkan pihak swasta. Peta jalan tersebut mengamanatkan 3 (tiga) sasaran utama reformasi birokrasi, yaitu (1) birokrasi yang bersih dan akuntabel; (2) birokrasi yang efektif dan efisien; dan (3) birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas.
Pada tahun 2019, akuntabilitas kinerja BBPPT yang menjadi garda depan tata kelola pemerintahan yang baik adalah kemampuan mempertanggungjawabkan penggunaan APBN sebaik-baiknya dalam pelayanan publik. Mengubah pola pikir dan budaya administrasi birokrasi dari berorientasi kerja (output) menjadi berorientasi kinerja (outcome) menjadi penekanan dalam konsep akuntabilitas kinerja. Capaian kinerja yang tidak terpisahkan dari rencana kinerja yang dicatat dalam Penetapan Kinerja adalah sebagai berikut.
MENINGKATNYA KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DIBIDANG PENGUJIAN DAN KALIBRASI ALAT/ PERANGKAT TELEKOMUNIKASI YANG
- Uji Banding Laboratorium Mandatory K A N
- Penyusunan Dokumen Pengendalian Pengujian Perangkat telekomunikasi
- Penyusunan Dokumen Kaji Ulang dan Refleksi ISO 17025
- Pengajuan Akreditasi ISO 17043
- Pendampingan supervisi ke Laboratorium Dalam Negeri
- Pre Asesment Akreditasi ISO 17043
Laboratorium, penyelenggara uji profisiensi, dan produsen bahan acuan harus memiliki sistem manajemen dan kompetensi teknis yang memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025 atau SNI ISO 15189 atau SNI ISO/IEC 17043 atau SNI ISO 17034, yang dituangkan dalam Pedoman Mutu Laboratorium/ bagaimana itu juga disebut. Laboratorium harus pernah mengikuti uji ring minimal 1 (satu) kali untuk setiap lapangan uji atau kelompok pengukuran kalibrasi, yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Ring Binder yang terakreditasi/kompeten. Jika uji profisiensi tidak tersedia, laboratorium akan diminta, jika relevan, untuk berpartisipasi dalam uji perbandingan antar laboratorium.
Laboratorium harus menyampaikan rencana keikutsertaan uji profisiensi/uji banding untuk 4 (empat) tahun mendatang, dan apabila relevan, data hasil keikutsertaan uji profisiensi/uji banding paling lama 2 (dua) tahun sebelumnya; Penyelenggara Tes Keterampilan harus telah menyelenggarakan tes keterampilan minimal satu kali untuk setiap ruang lingkup yang diusulkan; Laboratorium, Penyelenggara Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Referensi wajib melengkapi seluruh dokumen permohonan akreditasi SNI ISO/IEC 17025 atau SNI ISO 15189 atau SNI ISO 17043 atau SNI ISO 17034 yang terdapat dalam sistem akreditasi online sesuai skema masing-masing.
Laboratorium, penyelenggara uji profisiensi, dan produsen bahan referensi harus dapat menyelesaikan proses penelaahan dokumen permohonan akreditasi paling lambat 1 (satu) tahun setelah biaya permohonan akreditasi dibayarkan. Apabila laboratorium, penyelenggara uji profisiensi, dan produsen bahan referensi ingin tetap mengajukan permohonan akreditasi, maka harus mengajukan permohonan akreditasi dan membayar kembali biaya permohonan akreditasi. Melihat kondisi tersebut dan perkembangan ke depan, BBPPT sebagai lembaga pengujian yang terakreditasi ISO 17025 bermaksud untuk meningkatkan kompetensinya yaitu sebagai penyelenggara tes keterampilan.
Balai Pengujian Alat Telekomunikasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi laboratorium penguji yang lebih handal ingin memperoleh akreditasi ISO 17043 tentang Penyelenggara Uji Profisiensi, sehingga perlu dilakukan kegiatan penyiapan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk Penilaian Akreditasi 17043, ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Permohonan Akreditasi ISO 17043 Sehubungan dengan Penyelenggara Uji Profisiensi dengan tujuan untuk memperoleh pengakuan dari KAN (Komite Akreditasi Nasional) dalam Penyelenggaraan Uji Profisiensi (PUP). Sesuai dengan dokumen KAN K-04 tentang persyaratan khusus penyelenggara uji profisiensi, poin 2.4.2 menyatakan bahwa biaya permohonan akreditasi yang dibayarkan berlaku untuk tahun berjalan.
TERWUJUDNYA TATA KELOLA ADMINISTRASI BBPPT YANG BERSIH, EFISIEN DAN EFEKTIF
- Perkembangan Nilai BMN
- KINERJA LAINNYA
Tujuan program Kerja Tahun Anggaran 2019 adalah menerapkan rencana strategis pengembangan, penempatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dimiliki BBPPT dalam penyediaan jasa pengujian perangkat telekomunikasi. Program kerja melalui Kegiatan Peningkatan Implementasi Pelayanan Pengujian dan Kalibrasi Perangkat Telekomunikasi dengan nilai output sebesar Rp. Dokumen kepegawaian tahun 2019 ini merupakan upaya penyusunan Peraturan Direktur Jenderal SDPPI tentang Petunjuk Teknis Inkalimi dan Penyiapan Izin Fungsional Penguji dan Asisten Penguji Perangkat Telekomunikasi.
Hal ini dilakukan dalam rangka memantau amanah “Permenpan Nomor 3 dan 4 Tahun 2017” terkait dengan jabatan fungsional penguji dan asisten perangkat telekomunikasi serta memantau instruksi Direktur Jenderal SDPPI agar perintah tersebut segera dilaksanakan. melalui Inpassing. Proses untuk mencapai dokumen saat ini ditetapkan dalam “Peraturan Direktur Jenderal SDPPI Nomor 7 Tahun 2019” tanggal 6 Desember 2019 tentang “Petunjuk Teknis Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil pada Jabatan Fungsional Penguji dan Pembantu Penguji Perangkat Telekomunikasi” dengan penyesuaian/peralihan, dan saat ini BBPPT sedang dalam proses pengangkatan pegawai negeri sipil fungsional umum pada jabatan fungsional Penguji Perangkat Telekomunikasi dengan penyesuaian/mutasi. Sementara itu, “Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Presiden tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Penguji dan Asisten Penguji Perangkat Telekomunikasi” sedang dalam proses penyusunan dokumen Tunjangan Jabatan Fungsional.
Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah evaluasi dan monitoring e-SKP baik triwulanan maupun sosialisasi pengisian SKP; dan penyusunan Rancangan Rencana Perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja BBPPT terkait pengembangan usaha proses pengujian dan tren teknologi perangkat telekomunikasi. Bintara Raya-Bekasi saat ini memiliki infrastruktur yang sangat terbatas dengan luas 2.813 m2 dan luas bangunan 1.422 m2 sehingga menjadi kendala dalam upaya pengembangan laboratorium pengujian perangkat telekomunikasi. Dengan luas lahan tersebut, sulit untuk mengembangkan Pusat Pengujian Peralatan Telekomunikasi (TPTC) menjadi gedung perkantoran dan laboratorium yang lebih akomodatif guna memberikan pelayanan publik sebagaimana diperlukan untuk menjadi laboratorium pengujian kelas dunia Best Practices, karena lahan yang tersedia terbatas dan berada di tengah pemukiman padat penduduk.
RENCANA PENGEMBANGAN BBPPT SEBAGAI LABORATORIUM RUJUKAN UNTUK PERANGKAT
Keberadaan lahan di tengah pemukiman padat menimbulkan risiko yang mengancam keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan hidup (K3L) akibat kemungkinan radiasi yang ditimbulkannya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, BBPPT sedang berupaya untuk meningkatkan statusnya menjadi laboratorium pengujian bertaraf internasional yang akan menjadi pusat pengujian peralatan TIK, dengan tersedia lahan untuk pengembangan BBPPT di daerah. Saat ini BBPPT belum dapat melakukan pengujian kepatuhan penuh dan belum memiliki pengujian frekuensi radio (RF) dan EMC yang merupakan standar pengujian internasional, sehingga laboratorium penguji harus melakukan pengujian ruang untuk menghilangkan gangguan eksternal selama pengujian, sehingga diperoleh hasil pengujian. sesuai dengan kriteria.
4 PENUTUP
Badan pengujian berkelas internasional mensyaratkan penerapan mutual recognition agreement (MRA) dengan kemampuan pengujian dan sertifikasi secara simultan. Rencana restrukturisasi, pengelolaan dan pengembangan fasilitas pengujian dalam upaya menjadi lembaga pengujian dan rujukan pusat pengujian berkelas internasional dituangkan dalam bentuk peta jalan untuk mewujudkan visi BBPPT pada tahun 2024. Peningkatan profesionalisme diupayakan dicapai dengan strategi yang strategis. langkah di bidang sumber daya manusia dengan disahkannya Peraturan Menteri Penerapan Aparatur Negara Nomor 3 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Penguji Perangkat Telekomunikasi dan Peraturan Menteri Pengesahan Aparatur Negara Nomor 4 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Asisten. Penguji perangkat telekomunikasi sebagai dasar hukum pelaksanaan jabatan fungsional tertentu (JFT) di lingkungan BBPPT.
Profesionalisme dan peningkatan tenaga kerja BBPPT menjadi kunci utama lembaga pengujian berkelas internasional. Agar layanan pengujian perangkat lebih ringkas dan efisien dari segi waktu dan tenaga, prosesnya dilakukan secara online sehingga masyarakat dapat mengelola pengujian perangkat telekomunikasi dengan lebih cepat, murah, dan transparan. Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, SIP2TEL (Sistem Informasi Pengujian Perangkat Telekomunikasi) telah diperbaharui pada tahun 2019 dengan melakukan perubahan dari sebelumnya yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengajukan permohonan pengujian perangkat telekomunikasi.
Inovasi kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem online yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pelayanan masyarakat terus dilakukan. Peranan utama Balai Pengujian Peralatan Telekomunikasi (BBPPT) adalah melaksanakan pengujian terhadap alat dan perangkat telekomunikasi yang dipakai atau diedarkan sesuai dengan persyaratan teknis, sehingga manfaat keekonomiannya dapat lebih besar bagi kepentingan telekomunikasi nasional yang prestasinya sangat berarti. di Indonesia. Tahun transformasi digital mengamanatkan laboratorium pengujian telekomunikasi untuk segera memberikan hasil pengujian perangkat telekomunikasi yang berkualitas secara nasional dan internasional, kompeten, dan berdaya saing tinggi.