EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID
DENGAN METODE DRAWS ( DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE )
Nama : Nuga Putrantijo NIM : 22416273201306
Laporan Kerja Praktik
Dosen Pembimbing : Ibu Dinda Aisha. M.Psi., Psikolog
OUTLINE
III. METODE PELAKSANAAN A. Tahap Persiapan
B. Tahap Pelaksanaan C. Waktu dan Tempat
D. Uraian Pelaksanaan Program E. Rencana Berkelanjutan F. Mitra yang terlibat I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang B. Rumusan Konsep
Kegiatan
C. Tujuan, Manfaat dan Dampak Kegiatan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Beban Mental B. Aspek Beban Kerja
Mental
C. Faktor Beban Jerja Mental
2
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Realisasi Pemecahan Masalah B. Hasil Pelaksanaan
V. KESIMPULAN
A. Keterbatasan Pelaksanaan Kerja Praktik
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang sangat penting dari BMKG. Data yang dihasilkan dipertukarkan secara internasional.
Fungsi Utama: Pengamatan, pengumpulan data, analisis, prakiraan (penerbangan & maritim), peringatan dini cuaca ekstrim, dan koordinator National Digital Forecast untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Peran Penting : Keselamatan Penerbangan Keselamatan Pelayaran Keselamatan Publik
Mitigasi Bencana 3
lanjutan...
Oleh karena tugas yang begitu padat dan krusial, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap beban kerja pegawai yang nantinya akan mempengaruhi kondisi mental dan psikologisnya.
Adanya tuntutan denda dan hukuman penjara berdasarkan Undang-undang No. 31 Tahun 2009:
4
Pidana penjara 2 tahun atau denda Rp. 500 juta : bila tidak seketika menyampaikan informasi kejadian ekstrem
Denda Rp. 500 juta : bila menoperasikan peralatan tidak laik operasi
Pidana penjara 5 tahun atau denda Rp. 1 milyar : bila mengoperasikan peralatan tidak laik operasi menyebabkan luka berat atau barang rusak Pidana penjara 10 tahun atau denda Rp. 2 milyar : bila dalam mengoperasikan peralatan yang tidak laik operasi menyebabkan kematian
Pegawai operasional berjumlah 19 orang
5 orang petugas pengamat cuaca (Observasi), 9 orang prakirawan
5 orang teknisi.
B. Rumusan Konsep Kegiatan
Kegiatan kerja praktik dilakukan oleh mahasiswa di sebuah instansi untuk mendapatkan pengalaman dalam dunia kerja yang sesungguhnya
Kegiatan dilaksanakan selama lebih kurang 1 bulan di lokasi kantor operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
Dalam kegiatan Kerja Praktik ini, mahasiswa ikut serta dalam kegiatan operasional, seperti dinas pagi, siang maupun malam; sehingga ikut merasakan beban kerja mental para pegawai yang bertugas pada saat itu.
Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner DRAWS (Defence Research Agency Workload Scale), dengan 4 aspek yang diukur, yaitu : Input Demand (ID), Central Demand (CD), Output Demand (OD) dan Time Pressure (TP).
5
lanjutan...
C.Tujuan, Manfaat, Dampak Kegiatan
6
a. Menghitung beban kerja mental pegawai operasional dalam
melaksanakan tugasnya sehari-hari.
b. Memberikan
rekomendasi dalam menyusun kebijakan selanjutnya.
a. Bagi Pegawai :
Pemahaman tentang beban kerja mental
Membantu pengaturan tugas dan tanggung jawab sesuai jumlah dan kapasitas pegawai.
Pegawai dapat bekerja sama lebih baik
c.Bagi Peneliti :
Penerapan teori dalam konteks nyata
Pengembangkan
keterampilan analitis penelitian.
Memberikan
rekomendasi dalam pengelolaan beban kerja pegawai.
b. Bagi Instansi
Data dapat digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen SDM dan kebijakan organisasi.
Evaluasi dan
menyesuaikan beban kerja dan kebijakan yang ada,
lanjutan...
7
a. Mengusulkan
penambahan pegawai operasional, sehingga beban kerja tidak overload lagi.
b. Pegawai bisa mengatur jadwal sehingga dapat bekerja dengan optimal.
a.Mengetahuai hasil pengukuran beban kerja mental pegawai operasional pada Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid.
b.Pemberian rekomendasi dalam
kaitannya dengan beban kerja mental pegawai operasional, yang bisa dipakai sebagai pertimbangan dalam usulan penambahan pegawai.
Dampak Target Luaran
lanjutan...
II. TINJAUAN PUSTAKA
○ Beban kerja mental adalah penilaian terhadap batas beban psikologis dalam melakukan tugas secara optimun, yang dipengaruhi oleh beban kerja dalam suatu tugas dan kapasitas pekerja untuk
menyelesaikannya. Menurut Jex dalam Hidayati &
Basyari (2024).
○ Beban kerja mental yang berlebihan juga dapat membuat seseorang tidak fokus dan sulit untuk menyelesaikan tugas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan kinerja (Rahmawati, dkk., 2021)
○ Bhayangkara (2018) yang mengatakan bahwa terlalu banyak beban kerja menyebabkan stres dan
ketegangan karena tingkat ketelitian yang tinggi terhadap hasil pekerjaan, kecepatan kerja yang
dibutuhkan, dan volume kerja yang berlebihan 8
A. Definisi Beban Kerja Mental
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Annisa, dkk.
(2019) perhitungan beban kerja mental yaitu sebesar 77,96% (overload). Adelino, dkk (2024) dengan hasil beban kerja mental dengan skor sebesar 77,4 % dengan
katagori (overload) direkomendasikan untuk menambah satu shift kerja lagi, dari yang awalnya satu
shift kerja menjadi dua shift kerja.
Input Demand (ID) bagaimana cara memperoleh informasi dari sumber-sumber eksternal, jumlah perhatian yang
diperlukan untuk memperoleh informasi dari lingkungan kerja
9
B. Aspek Beban Kerja Mental
Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) adalah alat ukur beban kerja yang dikembangkan oleh Badan Penelitian Pertahanan Inggris, dan didasarkan pada meta-analisis hasil penelitian di mana skor indeks beban kerja diperoleh dalam berbagai kondisi (GARTEUR, 2003).
Central Demand (CD) cara menelaah informasi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan dan yang cepat dan
tepat
Output Demand (OD) seberapa besar kegiatan fisik
atau verbal dalam suatu pekerjaan yang dilakukan
Time Pressure (TP) untuk memutuskan dengan cepat, hal ini mencerminkan
tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam
melaksanakan tugasnya.
DRAWS
lanjutan...
10
C. Faktor Beban Kerja Mental
Octaviaji dan Hidayati (2024) menyatakan bahwa dengan terlalu banyak beban psikologis yang dialami, dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dalam pekerjaan sepertis tres kerja, depresi, dan kecemasan serta dapat menurunkan produktivitas kerja pegawai.
Dengan meningkatnya tuntutan tugas, penggunaan sumber daya juga meningkat dan lebih banyak kapasitas yang t e r s e d i a d i g u n a k a n . J a d i , b e b a n k e r j a m e n t a l menggambarkan seberapa keras otak bekerja untuk memenuhi tuntutan tugas (Ayaz, dkk., 2012).
Chain, dalam Mayrawati (2019) menyatakan bahwa alasan utama untuk mengukur beban kerja adalah untuk mengukur biaya mental dalam melakukan tugas guna memprediksi kinerja operator dan sistem.
lanjutan...
11
III. METODE PELAKSANAAN
A. Tahap Persiapan
Tahap persiapan Kerja Praktek yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. kunjungan untuk meminta ijin akan melaksanakan Kerja Praktek
2. Menyampaikan tema Kerja Praktek
3. Melaporkan kepada fakultas terkait lokasi Kerja Praktek, untuk mendapatkan surat pengantar.
B. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan kegiatan kerja praktek adalah Sebagai berikut :
1. Menyampaikan surat pengantar dari fakultas
2. Berdiskusi dengan Koordinator Bidang OperasionaL terkait rencana kegiatan Kerja Praktek
3. Membuat jadwal kegiatan Kerja Praktek yang akan dilaksakanan.
4. Mengikuti jadwal yang telah ditetapkan 5. Menyebarkan kuesioner DRAWS
6. Melakukan wawancara terkait beban kerja mental 7. Pengolahan data.
8. Pembuatan laporan Kerja Praktek.
9. Konsultasi/ Bimbingan kepada Dosen Pembimbing.
10. Revisi Laporan.
12
C. Waktu dan Tempat 1.Waktu
Tanggal 20 Januari 2025 sampai dengan tanggal 20 Februari 2025,
2.Tempat
Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
D. Uraian Pelaksanaan Program
Pelaksanaan Kerja Praktek di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid dsebagai
berikut :
1. Mengatur jadwal kerja praktek mulai tanggal 20 Januari 2025 sampai dengan 20 Februari 2025.
2. Mengikuti jadwal dinas dinas pegawai operasional
3. Menyusun kuesioner DRAWS.
4. Melakukan uji coba kuesioner DRAWS k e p a d a p e g a w a i , d e n g a n d i s e r t a i penjelasan tentang kuesioner tersebut dan bagaimana cara mengisinya.
5. Melakukan pengolahan data hasil kuesioner DRAWS.
6. Membuat laporan hasil Kerja Praktek.
lanjutan...
13
lanjutan...
Gambar : Alur Kegiatan KP
14
lanjutan...
Gambar : Jadwal Kegiatan KP
15
lanjutan...
E. Rencana Berkelanjutan
Setelah diketahui bagaimana beban kerja mental :
1 . M e r e k o m e n d a s i k a n t a m b a h a n pegawai operasional, agar beban k e r j a m e n t a l p e g a w a i b i s a berkurang.
2. Mengusulkan agar dilakukan evaluasi terhadap beban kerja mental,
minimal setahun sekali.
3. Mengusulkan untuk dilakukan upaya penurunan stress yang ditimbulkan karena beban mental pegawai,
misalnya dengan senam relaksasi di ruangan, mendengarkan music, dsb.
F. Mitra yang terlibat
Dalam pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek pihak-pihak yang teribat adalah :
1. Kepal a Stasiun Meteo r o l o g i K e l a s I I ZainuddinAbdul Madjid sebagai pengarah sekaligus Pembimbing Lapangan
2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Stasiun
Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid 3. Para Pengamat Cuaca (Observasi) sebanyak 5 orang.
4. Para Prakirawan Cuaca (Forecater) sebanyak 9 orang.
5. Para Teknisi sebanyak 5 orang.
16
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Realisasi Pemecahan Masalah
Responden penelitian ini adalah pegawai operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid yang berjumlah 19 orang, yang terdiri dari 5 orang bertugas si kelompok Observasi; 9 orang bertugas di kelompok Prakirawan dan 5 orang bertugas di kelompok Teknisi.
Pelaksanaan pengukuran beban kerja mental yang dilakukan adalah dengan kuesioner DRAWS (Defence Research Agency Workload Scale)
Gambar : Uraian Tugas Pegawai
17
lanjutan...
Gambar : Kuesioner DRAWS
18
lanjutan...
B. Hasil Pelaksanaan 1. Penilaian beban kerja.
Rumus :
19
lanjutan...
Kelompok Prakirawan
Kelompok Observasi
Kelompok Teknisi Hasil Rating Masing-masing Kelompok
20
lanjutan...
2. Penentuan bobot beban kerja
Prosedur Rank Sum (RS), dimana bobot adalah peringkat individual yang dinormalisasi dengan membagi dengan jumlah peringkat. Rumus yang menghasilkan bobot adalah sebagai berikut (Stillwell et al., dalam Roszkowska, 2013) :
Rumus :
Dimana rj = peringkat kriteria ke j = 1,2,3,…,n
21
lanjutan...
Kelompok Observasi
Kelompok Prakirawan
Kelompok Teknisi Bobot Masing-masing Kelompok
22
lanjutan...
3. Penentuan skor beban kerja mental
Rumus : Skor Beban Kerja Mental = hasil penilaian (rating) × hasil bobot Interpretasi kategori skor beban kerja mental dengan metode DRAWS, adalah : • > 60 = Overload • 40-60 = Optimal load • < 40 = Underload
Kelompok Observasi
23
lanjutan...
Kelompok Prakirawan
24
lanjutan...
Kelompok Teknisi
25
lanjutan...
Kelompok Observasi :
Beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 76,37%
Time Pressure (TP) mendapatkan skor rangking aitem tertinggi hal ini mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya.
Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok observasi yang utama adalah melakukan pengamatan cuaca setiap jam; atau bahkan tiap 30 menit harus melakukan pengamatan (dalam kondisi apapun) apabila ada cuaca ekstrem; dan harus segera membuat laporan dan segera dikirimkan kepada stakeholder (ATC, BPBD, dan lain-lain).
26
lanjutan...
Kelompok Prakirawan
Beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 81,28%
Time Pressure (TP) mendapatkan skor rangking aitem tertinggi, hal ini mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya.
Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok prakirawan yang cukup kompleks dan simultan, juga resiko tindakan pidana yang akan diterima bila melakukan kesalahan.
27
lanjutan...
Kelompok Teknisi
Beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 83,83%
Output Demand (OD) mendapatkan skor ranking aitem tertinggi, hal ini terkait dengan pengaruh mental terhadap beban kerja yang erat berhubungan dengan aktifitas fisik dalam pekerjaannya.
Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok teknisi banyak melakukan aktifitas fisik, yaitu melakukan pemeliharaan semua peralatan baik yang sederhana maupun yang canggih dan kompleks yang terdapat di dalam dan diluar kantor (lapangan)..
28
V. KESIMPULAN
A. Keterbatasan Pelaksanaan Kerja Praktik Beberapa hambatan yang ditemui, yaitu :
1. Waktu kerja praktek relatif singkat dapat membatasi jumlah data yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.
2. Jumlah pegawai operasional terbatas sehingga kesulitan dalam memperoleh sampel yang representatif untuk analisis beban kerja.
3. Beban kerja yang bervariasi dapat m e n y u l i t k a n u n t u k m e n d a p a t k a n gambaran yang konsisten.
4. Adanya tugas tambahan yang membuat pegawai bekerja diluar tugas utamanya
B. Saran
Saran untuk pelaksanaan selanjutnya :
1. Perlu penyesuaian waktu dalam pelaksanaan Kerja Praktik, untuk validitas hasil.
2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan populasi yang lebih besar, sehingga gambaran yang lebih komprehensif.
3. Perlu dilakukan analisis yang lebih luas, tidak berdasarkan kelompok tugas saja, (misalnya usia, jenis kelamin, status keluarga, dll).
4. Untuk instansi direkomendasikan mengusulkan tambahan pegawai operasional, sehingga beban kerja mental yang ditanggung pegawai dapat berkurang.
29
DAFTAR PUSTAKA
Adelino, M. I., Harma, B., & Afrianda, B. (2024). Evaluasi Beban Kerja Mental Karyawan Dengan Menggunakan Metode DRAWS dan RSME. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), 26-31. https://journal.ilmudata.co.id/index.php/ijmst.
Ayaz, H., Shewokis P. A., Bunce, S., Izzetoglu, K., Willems, B., & Onaral, B. (2012, January 2nd).
Optical Brain Monitoring For Operator Training And Mental Workload Assessment.
Neuroimage, 59(1):36-47. doi: 10.1016/j.neuroimage.2011.06.023. Epub 2011 Jun 17.
PMID: 21722738.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. (2009). Undang-Undang No.31 Tahun 2009. BMKG.
Jakarta.
Bhayangkara, P.U. (2018). Hubungan antara Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Personil Polisi Unit Reskrim di Polsek Medan Labuhan. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/9794
30
GARTEUR (Group For Aeronautical Research And Technology In Europe). (2003, July 4th).
GARTEUR Handbook of Mental Workload Measurement. GARTEUR Action Group FM AG13.
Hidayati, R. A., & Basyari, A. S. (2024). Pengukuran Beban Kerja Mental Mahasiswa Pekerja Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik Menggunakan Metode Nasa-Tlx. Jurnal Manajerial, 11(03). http://dx.doi.org/10.30587/jurnalmanajerial.v11i03.7700.
Mayrawati, R. (2019). Analisis Beban Kerja Mental Dengan Menggunakan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) (Studi Kasus: Restu Konveksi, Tegalasri, Karanganyar). Skripsi. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Octaviaji, M.R., & Hidayati R. A. (2024). Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Di Laboratorium PT.
ABC Menggunakan Metode NASA-TLX. KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen, 5 (1).
lanjutan...
31
Rahmah, T. (2023, April 5th). Jangan Anggap Sepele! 5 Dampak Beban Kerja Terhadap Kesehatan Mental. Dosen Psikologi.com. https://dosenpsikologi.com/dampak-beban-kerja- terhadap- kesehatan-mental.
Rahmawati, G., Oktaviani, D., Miftahuddin, M., Rohmawan, S., & Pratiwi, R. (2021). Peran Worklife Balance dan Motivasi Ekstrinstik Terhadap Kinerja Karyawan Perempuan. E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SENMAS), 2(1), 64-72.
Roszkowska, O. (2013). Rank Ordering Criteria Weighting Methods – A Comparative Overview.
Optimum. Studia Ekonomiczne Nr, 5(65).
Syafei, M. Y., Primanintyo, B., & Syaefuddin. (2016). Pengukuran Beban Kerja Pada Managerial Level Dan Supervisory Level Dengan Menggunakan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) (Studi Kasus Di Departemen UHT PT. Ultrajaya Milk Industry &
Trading Co, TBk ). Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 5(2). DOI: 10.26593/jrsi.v5i2.2214.69- 78.
lanjutan...
32
DOKUMENTASI
33
lanjutan...
34
lanjutan...
35