i
HALAMAN JUDUL LAPORAN KERJA PRAKTIK
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID DENGAN METODE
DRAWS (DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE)
Diajukan sebagai salah satu syarat dalam melaksanakan perkuliahan mata kuliah Kerja Praktik
Nuga Putrantijo 22416273201306
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG KARAWANG
2025
ii
PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT
iii
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID DENGAN METODE
DRAWS (DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE)
Oleh Nuga Putrantijo 22416273201306
Telah disetujui Laporan Kerja Praktik ini untuk diajukan pada Ujian Seminar Kerja Praktik Universitas Buana Perjuangan Karawang
Karawang, Maret 2025
Dosen Pembimbing Koordinator Program Studi Psikologi
Dinda Aisha, M.Psi., Psikolog Linda Mora, M.Psi., Psikolog
iv
LEMBAR PENGESAHAN
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID DENGAN METODE
DRAWS (DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE)
Oleh
Nama : Nuga Putrantijo
NIM : 22416273201306
Fakultas : Psikologi Program Studi : Psikologi
Telah diujikan pada hari ………….., tanggal………. 2025 dan dinyatakan LULUS dengan susunan Tim Penguji sebagai berikut:
Dosen Pembimbing, Dosen Penguji,
Dinda Aisha, M.Psi., Psikolog ………
Disahkan oleh,
Koordinator Program Studi Psikologi,
Linda Mora, M.Psi., Psikolog
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Laporan Kerja Praktik dengan judul : Evaluasi Beban Kerja Mental Pegawai Operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Dengan Metode DRAWS (Defence Research Agency Workload Scale) telah dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Kerja Praktik yang telah dilaksanakan pada Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Praya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai tanggal 20 Januari 2025 sampai dengan tanggal 14 Maret 2025.
Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1. Bapak Prof. DR. H. Dedi Mulyadi, SE., MM, Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang,
2. Ibu DR. Cempaka Putrie Dimala, M.Psi, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang,
3. Ibu Linda Mora, M.Psi., Psikolog, Koordinator Program Studi Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, yang menerima penulis dengan baik untuk berkonsultasi, dan
4. Ibu Dinda Aisha, M.Psi., Psikolog, yang membimbing pembuatan laporan praktik dan yang telah mengajar penulis tata cara menulis karya ilmiah yang benar.
5. Bapak Satria Topan Primadi, S.Si, sebagai Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid beserta seluruh jajarannya, yang telah memberikan ijin dan membantu penulis dalam pelaksanaan Kerja Praktik.
Terima kasih juga penulis ucapkan kepada istri dan anak-anakku yang selalu mendukung kelancaran dalam menempuh perkuliahan ini; serta teman-teman RPL 2022, yang selalu kompak, saling menyemangati dalam menyelesaikan perkuliahan sampai tuntas nanti.
Semoga laporan Kerja Praktik memberi manfaat dan menjadi sumber informasi bagi para pembaca.
Karawang, Maret 2025 Peneliti
vi
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID DENGAN METODE
DRAWS (DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE)
Nuga Putrantijo
Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang [email protected]
ABSTRAK
Pegawai operasional di BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid bertanggung jawab penuh dan memiliki peran krusial dalam memastikan data dan informasi meteorologi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung berbagai sektor seperti penerbangan, maritim, dan mitigasi bencana. Beban kerja mental mereka cenderung tinggi, mengingat tuntutan tugas yang melibatkan pengambilan keputusan cepat, analisis data yang kompleks, dan penanganan situasi kritis. Adanya tuntutan pidana yang menyertai tugas dan tanggungjawab mereka tersebut, memungkinkan timbulnya beban kerja mental yang semakin tinggi. Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner DRAWS (Defence Research Agency Workload Scale) terhadap 3 kelompok tugas operasional, yaitu Observasi, Prakirawan dan Teknisi; dengan hasil sebagai berikut : kelompok Observasi, diperoleh kategori beban kerja mental overload dengan skor rata-rata 76,37%, dengan rangking aitem tertinggi pada Time Pressure (TP); kelompok Prakirawan, diperoleh katagori beban kerja mental Overload dengan skor rata-rata 81,28%, dengan ranking aitem tertinggi pada Time Pressure (TP); dan kelompok Teknisi diperoleh beban kerja mental Overload dengan skor rata-rata 83,83%, dengan ranking aitem tertinggi pada Output Demand (OD).
Kata kunci : pegawai operasional, beban kerja mental, DRAWS, overload
vii
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI KELAS II ZAINUDDIN ABDUL MADJID DENGAN METODE
DRAWS (DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE)
Nuga Putrantijo
Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang [email protected]
ABSTRACT
Operational staff at BMKG Class II Zainuddin Abdul Madjid Meteorological Station are fully responsible and have a crucial role in ensuring accurate and timely meteorological data and information to support various sectors such as aviation, maritime, and disaster mitigation. Their mental workload tends to be high, considering the demands of tasks that involve quick decision making, complex data analysis, and handling critical situations. The existence of criminal charges that accompany their duties and responsibilities, allows for an increasingly high mental workload. Measurement of mental workload was carried out by filling out the DRAWS (Defense Research Agency Workload Scale) questionnaire for 3 operational task groups, namely Observation, Forecasters and Technicians; with the following results: the Observation group, obtained the mental overload workload category with an average score of 76.37%, with the highest item ranking on Time Pressure (TP); the Forecaster group, obtained the mental overload workload category with an average score of 81.28%, with the highest item ranking on Time Pressure (TP); and the Technician group obtained a mental workload Overload with an average score of 83.83%, with the highest item ranking on Output Demand (OD).
Keywords: operational employees, mental workload, DRAWS, overload
viii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Konsep Kegiatan ... 2
C. Tujuan, Manfaat, Dampak Kegiatan ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
A. Definisi Beban Kerja Mental ... 5
B. Aspek Beban Kerja Mental ... 6
C. Faktor Beban Kerja Mental ... 7
BAB III METODE PELAKSANAAN ... 8
A. Tahap Persiapan ... 8
B. Tahap Pelaksanaan ... 8
C. Waktu dan Tempat ... 9
ix
D. Uraian Pelaksanaan Program ... 9
E. Rencana Berkelanjutan ... 11
F. Mitra yang terlibat ... 11
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 12
A. Realisasi Pemecahan Masalah ... 12
B. Hasil Pelaksanaan ... 14
BAB V KESIMPULAN ... 22
A. Keterbatasan Pelaksanaan Kerja Praktik ... 22
B. Saran ... 22
DAFTAR PUSTAKA ... 25
LAMPIRAN ... 27
DOKUMENTASI ... 31
BERITA ACARA KEGIATAN ... 34
SURAT PENGANTAR KERJA PRAKTIK ... 35
SURAT DITERIMA DARI INSTANSI ... 36
LEMBAR KEGIATAN HARIAN ... 37
LEMBAR BIMBINGAN ... 42
LEMBAR PENILAIAN DARI PEMBIMBING LAPANGAN ... 43
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 44
x
DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1. Uraian Tugas Kelompok Operasional ... 13
Tabel 4. 2. Hasil Kuesioner DRAWS ... 14
Tabel 4. 3. Uji Validitas Data ... 15
Tabel 4. 4. Uji Reliabilitas data ... 15
Tabel 4. 5. Uji Reliabilitas Data (Per-aitem)... 15
Tabel 4. 6. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Observasi ... 16
Tabel 4. 7. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan ... 16
Tabel 4. 8. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Teknisi ... 17
Tabel 4. 9. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Kelompok Observasi ... 17
Tabel 4. 10. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan ... 18
Tabel 4. 11. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Teknisi ... 18
Tabel 4. 12. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Observasi ... 19
Tabel 4. 13. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan ... 19
Tabel 4. 14. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Teknisi ... 20
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1. Alur Kegiatan Kerja Praktek ... 10 Gambar 2. 2. Jadwal Kegiatan Kerja Praktik ... 10
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang bertugas melakukan pengamatan, pengumpulan data meteorologi serta memberikan informasi terkait meteorologi berupa analisa dan prakiraan cuaca penerbangan dan maritim, informasi peringatan dini cuaca ekstrem, informasi cuaca publik, serta koordinator National Digital Forecast untuk wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pegawai operasional di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid adalah para pegawai yang bertugas dalam pengamatan, pengolahan data, analisa data, prakiraan cuaca, serta pemeliharaan peralatan. Mereka bertanggung jawab penuh dan memiliki peran krusial dalam memastikan data dan informasi meteorologi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung berbagai sektor seperti penerbangan, maritim, dan mitigasi bencana. Beban kerja mental mereka cenderung tinggi, mengingat tuntutan tugas yang melibatkan pengambilan keputusan cepat, analisis data yang kompleks, dan penanganan situasi kritis.
Pegawai operasional yang saat ini ada di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid berjumlah 19 orang yang terdiri dari 5 orang petugas pengamat cuaca, 9 orang prakirawan dan 5 orang teknisi. Oleh karena tugas yang begitu padat dan krusial, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap beban kerja pegawai yang nantinya akan mempengaruhi kondisi mental dan psikologisnya. Terlebih, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (2009) ada sanksi pidana bagi pegawai operasional secara personal yaitu pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau penjara paling lama 2 (dua) tahun, apabila tidak seketika menyampaikan informasi dengan sengaja; yang berkaitan dengan kejadian ekstrem meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Ancaman pidana lainnya adalah apabila peralatan yang tidak laik operasi mereka operasikan; yaitu hukuman denda paling
2 banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Selanjutnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.
1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah); apabila dalam pengoperasian alat yang tidak laik operasi tersebut mengakibatkan orang luka berat atau barang rusak. Sedangkan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) apabila mengakibatkan orang mati. Hal ini menjadi tantangan tersendiri terkait beban kerja mental para pegawai operasional.
Berdasarkan hal tersebut, maka dalam pelaksanaan kegiatan Kerja Praktik perlu dilakukan evaluasi beban kerja mental terhadap pegawai operasional di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid.
B. Rumusan Konsep Kegiatan
Kegiatan kerja praktik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di sebuah instansi untuk mendapatkan pengalaman dalam dunia kerja yang sesungguhnya di lapangan. Kegiatan dilaksanakan selama lebih kurang 1 bulan di lokasi kantor operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
Dalam kegiatan Kerja Praktik ini, mahasiswa ikut serta dalam kegiatan operasional, seperti dinas pagi, siang maupun malam; sehingga ikut merasakan beban kerja mental para pegawai yang bertugas pada saat itu.
Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner DRAWS (Defence Research Agency Workload Scale), dengan 4 faktor yang diukur, yaitu : Input Demand (ID), Central Demand (CD), Output Demand (OD) dan Time Pressure (TP).
C. Tujuan, Manfaat, Dampak Kegiatan
1. Tujuan dilaksanakannya Kerja Praktik adalah :
a. Menghitung beban kerja mental pegawai operasional dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.
3 b. Memberikan rekomendasi dalam menyusun kebijakan selanjutnya.
2. Manfaat dari kegiatan ini adalah : a. Bagi Pegawai :
• Meningkatkan pemahaman pegawai tentang beban kerja mental yang mereka hadapi.
• Dapat membantu dalam pengaturan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jumlah dan kapasitas pegawai.
• Pegawai dapat bekerja sama lebih baik dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.
b. Bagi Instansi :
• Data yang valid dan objektif dapat digunakan untuk pengambilan keputusan terkait manajemen sumber daya manusia dan kebijakan organisasi.
• Memungkinkan institusi untuk secara terus-menerus mengevaluasi dan menyesuaikan beban kerja dan kebijakan yang ada, sehingga selalu relevan dengan kebutuhan pegawai.
c. Bagi Peneliti :
• Penerapan teori yang telah dipelajari dalam konteks nyata
• Pengembangkan keterampilan analitis yang penting dalam penelitian.
• Memberikan rekomendasi yang berguna dalam pengelolaan beban kerja pegawai.
3. Dampak dari kegiatan ini adalah :
a. Pimpinan mempertimbangkan untuk mengusulkan penambahan pegawai operasional, sehingga diharapkan beban kerja tidak overload lagi.
b. Pegawai bisa mengatur jadwal sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja dengan optimal.
4 4. Target Luaran dari kegiatan ini adalah :
a. Mengetahuai hasil pengukuran beban kerja mental pegawai operasional pada Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid.
b. Pemberian rekomendasi dalam kaitannya dengan beban kerja mental pegawai operasional, yang bisa dipakai sebagai pertimbangan dalam usulan penambahan pegawai.
5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Beban Kerja Mental
Kesehatan mental adalah keadaan di mana kesejahteraan fisik, mental, dan sosial dalam kondisi sehat secara keseluruhan. Kesehatan mental juga mengacu pada keadaan di mana seseorang tidak merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan memiliki keseimbangan emosional yang sehat (Pieper & Uden, dalam Hidayati & Basyari, 2024).
Dampak kesehatan mental pekerja tercermin dari bagaimana beban pekerjaan seseorang di tempat kerja. Kesehatan mental yang buruk dapat memiliki dampak yang signifikan dan nyata terhadap performa kerja (Rahmah, 2023).
Beban kerja mental adalah penilaian terhadap batas beban psikologis dalam melakukan tugas secara omtimun, yang dipengaruhi oleh beban kerja dalam suatu tugas dan kapasitas pekerja untuk menyelesaikannya. Menurut Jex (dalam Hidayati & Basyari, 2024), beban kerja mental membutuhkan lebih banyak tekanan mental atau psikologis daripada beban kerja fisik.
Seseorang dapat mengalami dampak negatif pada kesehatan mentalnya karena memiliki beban kerja psikologis yang berlebihan, yang dapat menyebabkan gangguan seperti stres kerja, depresi dan kecemasan. Selain itu, beban kerja mental yang berlebihan juga dapat membuat seseorang tidak fokus dan sulit untuk menyelesaikan tugas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan kinerja (Rahmawati, dkk., 2021). Pendapat yang lain disampaikan oleh Bhayangkara (2018) yang mengatakan bahwa terlalu banyak beban kerja dapat menyebabkan stres dan ketegangan karena tingkat ketelitian yang tinggi terhadap hasil pekerjaan, kecepatan kerja yang dibutuhkan, dan volume kerja yang berlebihan.
Berdasarkah hal-hal tersebut, maka evaluasi beban kerja mental menjadi penting untuk memastikan bahwa para pegawai operasional di Stasiun Meteorologi Kelas II
6 Zainuddin Abdul Madjid dapat menjalankan tugas mereka secara optimal tanpa mengalami kelelahan atau penurunan kinerja.
B. Aspek Beban Kerja Mental
Salah satu metode yang relevan untuk mengevaluasi beban kerja mental adalah Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS). DRAWS adalah alat ukur beban kerja yang dikembangkan oleh Badan Penelitian Pertahanan Inggris, merupakan turunan skala yang berasal dari NASA TLX, dan didasarkan pada meta-analisis hasil penelitian di mana skor TLX diperoleh dalam berbagai kondisi (GARTEUR, 2003). Dalam DRAWS terdapat empat komponen dasar beban kerja mental, yaitu Input Demand (ID), Central Demand (CD), Output Demand (OD) dan Time Pressure (TP) yang digunakan sebagai teknik penilaian beban kerja (Mayrawati, 2019). Input Demand (ID) adalah pengaruh beban kerja mental terhadap bagaimana cara memperoleh informasi dari sumber-sumber eksternal, jumlah perhatian yang diperlukan untuk memperoleh informasi dari lingkungan kerja seperti informasi visual dan auditori dari luar lingkungan kantor; Central Demand (CD) adalah pengaruh beban kerja mental terhadap cara menelaah informasi dan kecepatan dalam pengambilan keputusan, yang melibatkan proses kognitif untuk memahami informasi dan cara memutuskan tindakan yang cepat dan tepat; Output Demand (OD) mengacu pada pengaruh mental terhadap beban kerja yang berhubungan dengan seberapa besar kegiatan fisik atau verbal dalam suatu pekerjaan yang dilakukan; dan Time Pressure (TP) adalah pengaruh beban kerja mental yang berkaitan terhadap kendala atau tekanan waktu untuk memutuskan dengan cepat, hal ini mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya. Dari keempat faktor ini, selanjutnya disusun kuesioner dalan bentuk pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan tahapan memproses informasi, dan karenanya dapat bermanfaat dalam konteks komponen analisis tugas penilaian beban kerja.
7 C. Faktor Beban Kerja Mental
Chain, dalam Mayrawati (2019) menyatakan bahwa alasan utama untuk mengukur beban kerja adalah untuk mengukur biaya mental dalam melakukan tugas guna memprediksi kinerja operator dan sistem. Dengan demikian, ini merupakan ukuran sementara dan yang seharusnya memberikan wawasan tentang di mana peningkatan tuntutan tugas dapat menyebabkan kinerja yang tidak dapat diterima.
Pegawai operasional di Stasiun Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid sering menghadapi tugas-tugas yang sulit dan membutuhkan pemikiran mendalam karena terkait dengan keselamatan penerbangan, yang dapat meningkatkan beban kerja mental. Octaviaji dan Hidayati (2024) menyatakan bahwa dengan terlalu banyak beban psikologis yang dialami, dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dalam pekerjaan seperti stres kerja, depresi, dan kecemasan serta dapat menurunkan produktivitas kerja pegawai.
Dengan meningkatnya tuntutan tugas, penggunaan sumber daya juga meningkat dan lebih banyak kapasitas yang tersedia digunakan. Jadi, beban kerja mental menggambarkan seberapa keras otak bekerja untuk memenuhi tuntutan tugas (Ayaz, et al., 2012).Lebih lanjut Ayaz, et al (2012) menyatakanpenilaian akurat terhadap beban kerja mental dapat membantu mencegah kesalahan operator dan memungkinkan intervensi yang tepat dengan memprediksi penurunan kinerja yang dapat timbul akibat beban kerja yang berlebihan atau kurangnya stimulasi.
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Annisa, dkk. (2019) pada pekerja disuatu perusahaan yang memproduksi berbagai jenis lampu LED yaitu PT. Solarens Ledindo.
Hasil yang diperoleh dari perhitungan beban mental menggunakan metode DRAWS yaitu sebesar 77,96% dalam kategori overload. Hasil penelitian dengan metode DRAWS yang lainnya dilakukan oleh Adelino, dkk (2024) dengan metode DRAWS pada karyawan sebuah perusahaan yang mengola hasil perkebunan karet pada divisi produksi di PT. KLG; dengan hasil beban kerja mental yang tinggi dengan skor sebesar 77,4 % dengan katagori overload; direkomendasikan untuk menambah satu shift kerja lagi, dari yang awalnya satu shift kerja menjadi dua shift kerja.
8 BAB III
METODE PELAKSANAAN A. Tahap Persiapan
Tahap persiapan Kerja Praktek yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek didahului dengan kunjungan untuk meminta ijin akan melaksanakan Kerja Praktek ke Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
2. Menyampaikan tema Kerja Praktek yang akan dilakukan untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan instansi.
3. Melaporkan kepada fakultas terkait lokasi Kerja Praktek, untuk mendapatkan surat pengantar.
B. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan kegiatan kerja praktek adalah sebagai berikut :
1. Menyampaikan surat pengantar dari fakultas terkait kerja praktek yang akan dilaksanakan.
2. Berdiskusi dengan Koordinator Bidang Operasional terkait rencana kegiatan Kerja Praktek yang akan mengukur beban kerja mental pegawai operasional.
3. Membuat jadwal kegiatan Kerja Praktek yang akan dilaksakanan.
4. Mengikuti jadwal yang telah ditetapkan (membersamai dinas operasional, pagi, siang dan malam).
5. Menyebarkan kuesioner DRAWS kepada seluruh pegawai operasional.
6. Melakukan wawancara terkait beban kerja mental kepada pegawai operasional.
7. Pengolahan data.
8. Pembuatan laporan Kerja Praktek.
9. Konsultasi/ Bimbingan kepada Dosen Pembimbing.
10. Revisi Laporan.
9 C. Waktu dan Tempat
1. Waktu
Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Kerja Praktek yang akan dilaksanakan mulai tanggal 20 Januari 2025 sampai dengan tanggal 20 Februari 2025, sesuai dengan surat Dekan Fakultas Psikologi Universitas buana Perjuangan Karawang, nomor : 123/D/KM/I/2025.
2. Tempat
Lokasi Kerja Praktek adalah kantor operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Praya Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
D. Uraian Pelaksanaan Program
Pelaksanaan Kerja Praktek di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Mengatur jadwal kerja praktek mulai tanggal 20 Januari 2025 sampai dengan 20 Februari 2025.
2. Mengikuti jadwal dinas dinas pegawai operasional (dinas shift Pagi, Siang dan Malam).
3. Menyusun kuesioner DRAWS.
4. Melakukan uji coba kuesioner DRAWS kepada pegawai, dengan disertai penjelasan tentang kuesioner tersebut dan bagaimana cara mengisinya.
5. Melakukan pengolahan data hasil kuesioner DRAWS.
6. Membuat laporan hasil Kerja Praktek.
10
Gambar 2. 1. Alur Kegiatan Kerja Praktek
Seluruh pelaksanaan kegiatan yang dilakukan, dilaporkan kepada Dosen Pembimbing dan Pembimbing Lapangan.
Tahapan pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek adalah sesuai jadwal di bawah ini :
Gambar 2. 2. Jadwal Kegiatan Kerja Praktik
11 E. Rencana Berkelanjutan
Setelah diketahui bagaimana beban kerja mental pegawai operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, selanjutnya memberikan rekomendasi kepada pimpinan instasi, dalam hal ini Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, sebagai berikut :
1. Merekomendasikan untuk mengusulkan tambahan pegawai operasional, agar beban kerja mental pegawai bisa berkurang.
2. Mengusulkan agar dilakukan evaluasi terhadap beban kerja mental, minimal setahun sekali.
3. Mengusulkan untuk dilakukan upaya penurunan stress yang ditimbulkan karena beban mental pegawai, misalnya dengan senam relaksasi di ruangan, mendengarkan music, dal sebagainya.
F. Mitra yang terlibat
Dalam pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek di Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, pihak-pihak yang teribat adalah :
1. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid yang bertindak sebagai pengarah sekaligus Pembimbing Lapangan pada Kerja Praktek ini.
2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pendukung masalah administrasi, dan pemberkasan surat- menyurat.
3. Para Pengamat Cuaca (Observer) Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, sebanyak 5 orang.
4. Para Analis dan Prakirawan Cuaca (Forecater) Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, sebanyak 9 orang.
5. Para Teknisi Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, sebanyak 5 orang.
12 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Realisasi Pemecahan Masalah
Responden penelitian ini adalah pegawai operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid yang berjumlah 19 orang, yang terdiri dari 5 orang bertugas si kelompok Observasi; 9 orang bertugas di kelompok Prakirawan dan 5 orang bertugas di kelompok Teknisi. Sebelum dilakukan penyebaran kuesioner, dilakukan uji coba kuesioner kepada beberapa pegawai untuk mengetahui apakah dengan uraian pertanyaan dalam kuesioner tersebut sudah bisa dipahami dan dapat diisi secara objektif.
Selanjutnya kuesioner disebarkan kepada 19 orang pegawai dan sebelum pelaksanaan pengisian kuesioner, responden diberikan penjelasan mengenai cara pengisian kuesioner. Selanjutnya responden diminta untuk menilai pada skala 0 sampai 100, secara subjektif pada masing-masing dimensi beban kerja, sehingga hasil penilaiannya adalah sesuai dengan apa yang dirasakan responden selama bekerja.. Semakin besar skor penilaian yang diberikan, maka semakin tinggi beban kerja yang dirasakan. Kuesioner DRAWS yang digunakan, selengkapnya tersaji dalam lampiran.
Pengumpulan data beban kerja pada pegawai operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid, yaitu dengan menentukan objek yang akan menjadi sasaran analisis pengukuran beban kerja mental pegawai. Pelaksanaan pengukuran beban kerja mental yang dilakukan adalah dengan kuesioner DRAWS. Adapun data deskripsi pekerjaan untuk masing kelompok pegawai operasional sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Selanjutnya peneliti mengikuti jadwal dinas pegawai operasional yang bertujuan untuk merasakan beban kerja mental pegawai sebagai objek yang akan diteliti.
13
Tabel 4. 1. Uraian Tugas Kelompok Operasional
14 B. Hasil Pelaksanaan
Hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden selanjutnya diolah dengan menggunakan metode DRAWS (Defence Research Agency Scale).
Teknik pengolahan data menggunakan Metode DRAWS sebagai berikut : 1. Penilaian beban kerja.
Penilaian beban kerja terdiri dari 4 aspek yaitu Input Demand (ID), Central Demand (CD), Output Demand (OD) dan Time Pressure (TP).
Rumus dari
Berikut merupakan hasil kuesioner dari 19 pegawai operasional :
Tabel 4. 2. Hasil Kuesioner DRAWS
15 Dari data pada Tabel 4. 2, selanjutnya diuji validitas datanya dengan menggunakan software JASP, hasilnya sebagai berikut :
Tabel 4. 3. Uji Validitas Data
Dari Tabel 4. 3, diperoleh semua nilai p-value dari masing-masing aitem dan juga rata-ratanya sebesar < 0,001; hal ini menunjukkan bahwa data adalah valid.
Langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas, dengan hasil sebagai berikut :
Tabel 4. 4. Uji Reliabilitas data
Tabel 4. 5. Uji Reliabilitas Data (Per-aitem)
16 Dari Tabel 4. 4 dan Tabel 4. 5 diperoleh nilai α > 0,70, hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian telah memiliki nilai reliabilitas yang tinggi.
Selanjutnya dari hasil pengisian kuesioner masing masing dikelompokkan berdasarkan tugasnya yaitu Observasi, Prakirawan dan Teknisi; diperoleh data sebagai berikut :
a. Observasi
Tabel 4. 6. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Observasi
b. Prakirawan
Tabel 4. 7. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan
17 c. Teknisi
Tabel 4. 8. Penilaian Beban Kerja Mental Kelompok Teknisi
2. Penentuan bobot beban kerja
Dalam menentukan bobot beban kerja dilakukan dengan prosedur Rank Sum (RS), dimana bobot adalah peringkat individual yang dinormalisasi dengan membagi dengan jumlah peringkat. Rumus yang menghasilkan bobot adalah sebagai berikut (Stillwell et al., dalam Roszkowska, 2013) :
Dimana rj = peringkat kriteria ke j = 1,2,3,…,n
Jika hasil rata-rata dari Penilaian Beban Kerja mempunyai nilai yang sama, maka dilakukan wawancara kepada responden untuk menentukan peringkat nilai rata-rata tersebut. Hasil dari pembobotan skor diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Observasi
Tabel 4. 9. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Kelompok Observasi
18 b. Prakirawan
Tabel 4. 10. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan
c. Teknisi
Tabel 4. 11. Skoring Bobot Beban Kerja Mental Teknisi
3. Penentuan skor beban kerja mental
Rumus dari Skor Beban Kerja Mental = hasil penilaian (rating) × hasil bobot Interpretasi kriteria skor beban kerja mental dengan metode DRAWS, adalah : • > 60 = Overload
• 40-60 = Optimal load • < 40 = Underload
Sehingga diperoleh data sebagai berikut :
19 a. Observasi
Tabel 4. 12. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Observasi
Pada Tabel 4. 12 di atas menunjukkan bahwa 4 orang pada Observasi mendapatkan kategori overload, sedangkan 1 orang mendapatkan kategori optimal load.
b. Prakirawan
Tabel 4. 13. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Prakirawan
Pada Tabel 4. 13 di atas menunjukkan bahwa 9 orang pada kelompok Prakirawan (semua) mendapatkan kategori overload.
c. Teknisi
20
Tabel 4. 14. Kategori Beban Kerja Mental Kelompok Teknisi
Pada Tabel 4. 14 di atas menunjukkan bahwa 5 orang pada kelompok Teknisi (semua) mendapatkan kategori overload.
4. Pembahasan
Pada kelompok Observasi, diperoleh hasil beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 76,37%, dengan Time Pressure (TP) mendapatkan skor rangking aitem tertinggi, hal ini mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya. Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok observasi yang utama adalah melakukan pengamatan cuaca setiap jam; atau bahkan tiap 30 menit harus melakukan pengamatan dalam kondisi apapun, apabila ada cuaca ekstrem; dan harus segera membuat laporan dan segera dikirimkan kepada stakeholder (ATC, BPBD, dan lain- lain).
Pada kelompok Prakirawan, diperoleh hasil beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 81,28%, dengan Time Pressure (TP) mendapatkan skor rangking aitem tertinggi, hal ini mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa-gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya. Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok prakirawan yang cukup kompleks dan simultan, juga resiko tindakan pidana yang akan diterima bila melakukan kesalahan.
21 Pada kelompok Teknisi diperoleh hasil beban kerja mental dengan kategori Overload dengan skor rata-rata 83,83%, dengan Output Demand (OD) mendapatkan skor ranking aitem tertinggi, hal ini terkait dengan pengaruh mental terhadap beban kerja yang erat berhubungan dengan aktifitas fisik dalam pekerjaannya. Data menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental pada kelompok ini cukup tinggi, disebabkan karena tugas kelompok teknisi banyak melakukan aktifitas fisik, yaitu melakukan pemeliharaan semua peralatan baik yang sederhana maupun yang canggih dan kompleks yang terdapat di dalam dan diluar kantor (lapangan)..
22 BAB V KESIMPULAN
A. Keterbatasan Pelaksanaan Kerja Praktik
Dalam pelaksanaan kegiatan Kerja Praktik terdapat beberapa hambatan yang ditemui, yaitu :
1. Waktu kerja praktek yang relatif singkat dapat membatasi jumlah data yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.
2. Jumlah pegawai operasional yang terbatas dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh sampel yang representatif untuk analisis beban kerja.
3. Beban kerja yang bervariasi dapat menyulitkan untuk mendapatkan gambaran yang konsisten.
4. Adanya tugas tambahan yang membuat pegawai bekerja diluar tugas utamanya sehingga analisis beban kerja terbatas pada tugas utamanya saja.
B. Saran
Guna perbaikan dalam kegiatan Kerja Praktik yang akan datang, maka disarankan sebagai berikut :
1. Perlu penyesuaian waktu terkait Kerja Praktik, khususnya dalam penelitian tentang beban kerja mental pegawai, sehingga hasil benar-benar valid.
2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang beban kerja mental dalam Kerja Praktik kepada populasi yang lebih besar, sehingga akan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
3. Dalam analisis data, perlu dilakukan juga analisis yang lebih luas, tidak hanya berdasarkan kelompok tugas saja, tetapi juga menganalisis faktor-faktor yang lain;
misalnya usia, jenis kelamin, status perkawinan dan keluarga, dan lain-lain.
4. Untuk instansi direkomendasikan untuk mengusulkan tambahan pegawai operasional, sehingga beban kerja mental yang ditanggung pegawai dapat berkurang,
25
DAFTAR PUSTAKA
Adelino, M. I., Harma, B., & Afrianda, B. (2024). Evaluasi Beban Kerja Mental Karyawan Dengan Menggunakan Metode DRAWS dan RSME. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), pp: 26-31.
https://journal.ilmudata.co.id/index.php/ijmst.
Ayaz, H., Shewokis P. A., Bunce, S., Izzetoglu, K., Willems, B., & Onaral, B. (2012, January 2nd). Optical Brain Monitoring For Operator Training And Mental Workload Assessment. Neuroimage, 59(1):36-47. doi: 10.1016/j.neuroimage.2011.06.023. Epub 2011 Jun 17. PMID: 21722738.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. (2009). Undang-Undang No.31 Tahun 2009. BMKG. Jakarta.
Bhayangkara, P.U. (2018). Hubungan antara Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Personil Polisi Unit Reskrim di Polsek Medan Labuhan. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/9794
GARTEUR (Group For Aeronautical Research And Technology In Europe). (2003, July 4th).
GARTEUR Handbook of Mental Workload Measurement. GARTEUR Action Group FM AG13.
Hidayati, R. A., & Basyari, A. S. (2024). Pengukuran Beban Kerja Mental Mahasiswa Pekerja Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik Menggunakan Metode Nasa-Tlx. Jurnal Manajerial, 11(03).
http://dx.doi.org/10.30587/jurnalmanajerial.v11i03.7700.
Mayrawati, R. (2019). Analisis Beban Kerja Mental Dengan Menggunakan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) (Studi Kasus: Restu Konveksi, Tegalasri, Karanganyar). Skripsi. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Octaviaji, M.R., & Hidayati R. A. (2024). Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Di Laboratorium PT. ABC Menggunakan Metode NASA-TLX. KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen, 5 (1).
Rahmah, T. (2023, April 5th). Jangan Anggap Sepele! 5 Dampak Beban Kerja Terhadap Kesehatan Mental. DosenPsikologi.com. https://dosenpsikologi.com/dampak-beban- kerja-terhadap-kesehatan-mental.
26 Rahmawati, G., Oktaviani, D., Miftahuddin, M., Rohmawan, S., & Pratiwi, R. (2021). Peran
Worklife Balance dan Motivasi Ekstrinstik Terhadap Kinerja Karyawan Perempuan.
E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SENMAS), 2(1), 64-72.
Roszkowska, O. (2013). Rank Ordering Criteria Weighting Methods – A Comparative Overview. Optimum. Studia Ekonomiczne Nr, 5(65).
Syafei, M. Y., Primanintyo, B., & Syaefuddin. (2016). Pengukuran Beban Kerja Pada Managerial Level Dan Supervisory Level Dengan Menggunakan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) (Studi Kasus Di Departemen UHT PT.
Ultrajaya Milk Industry & Trading Co, TBk ). Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 5(2).
DOI: 10.26593/jrsi.v5i2.2214.69-78.
27 LAMPIRAN
1. Jadwal Dinas
28
29 2. Hitungan Skor Beban Kerja
Rumus :
Skor Beban Kerja Mental = Rata-rata Penilaian Beban Kerja x Bobot
Rata-rata Penilaian Beban Kerja :
Bobot :
Hasil dan Kategori Beban Kerja :
30 3. Kuesioner DRAWS
KUESIONER DRAWS
Nama Lengkap : ………..
Jenis Kelamin : L / P *) (lingkari jawaban anda)
Usia : ………..
Pekerjaan/ Tugas : ………..
Petunjuk Pengisian
Silahkan beri penilaian pada setiap pernyataan di bawah ini dengan menggunakan skala berikut:
• 0% - 20% : Sangat Rendah
• 21% - 40% : Rendah
• 41% - 60% : Sedang
• 61% - 80% : Tinggi
• 81% - 100%: Sangat Tinggi
Bagian A: Input Demand (ID)
(mengacu pada pengaruh mental terhadap beban kerja yang terkait dengan perolehan informasi dari sumber eksternal, melihat jumlah perhatian yang diperlukan untuk memperoleh informasi dari lingkungan kerja seperti informasi visual dan auditori dari luar lingkungan kantor)
1. Seberapa besar beban kerja mental yang Anda rasakan dalam mencari informasi dari sumber eksternal (dari luar kantor Anda) ?
• Skor: _______
2. Seberapa sulit Anda menemukan data yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas?
• Skor: _______
3. Seberapa sering Anda merasa kewalahan oleh jumlah informasi yang harus diproses?
• Skor: _______
31
Bagian B: Central Demand (CD)
(mengacu pada pengaruh mental terhadap beban kerja yang terkait dengan penafsiran informasi dan pengambilan keputusan, melibatkan proses kognitif yang diperlukan untuk memahami informasi dan memutuskan tindakan yang cepat dan tepat)
1. Seberapa besar beban kerja mental yang Anda rasakan ketika harus menganalisis informasi yang diterima?
• Skor: _______
2. Seberapa sulit Anda dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ada?
• Skor: _______
3. Seberapa sering Anda merasa bingung saat harus memprioritaskan tugas?
• Skor: _______
Bagian C: Output Demand (OD)
(mengacu pada pengaruh mental terhadap beban kerja yang berhubungan dengan tindakan fisik atau verbal dalam suatu aktivitas kerja)
1. Seberapa besar beban kerja mental yang Anda rasakan saat melakukan tugas fisik atau lisan?
• Skor: _______
2. Seberapa sering Anda merasa lelah setelah menyelesaikan tugas?
• Skor: _______
3. Seberapa banyak usaha yang Anda keluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan?
• Skor: _______
32 Bagian D: Time Pressure (TP)
(mengacu pada pengaruh mental terhadap beban kerja yang terkait dengan kendala atau tekanan waktu untuk bertindak cepat, mencerminkan tingkat di mana seseorang merasa tergesa- gesa atau dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan tugasnya)
1. Seberapa besar tekanan waktu yang Anda rasakan untuk menyelesaikan tugas?
• Skor: _______
2. Seberapa sering Anda merasa terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan?
• Skor: _______
3. Seberapa sering Anda merasa bahwa waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyelesaikan tugas dengan baik?
• Skor: _______
31
DOKUMENTASI
Penyerahan Surat Pengantar KP Penyusunan Jadwal
32
Pengamatan (Pagi, Siang, Malam) dan Analisa
Pengisian Kuesioner dan Wawancara
33 Akhir Pelaksanaan Kerja Praktek
34
BERITA ACARA KEGIATAN
35
SURAT PENGANTAR KERJA PRAKTIK
36
SURAT DITERIMA DARI INSTANSI
37
LEMBAR KEGIATAN HARIAN
38
39
40
41
42
LEMBAR BIMBINGAN
43
LEMBAR PENILAIAN DARI PEMBIMBING LAPANGAN
44
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nuga Putrantijo. Lahir di Nganjuk, Jawa Timur tanggal 10 April 1970.
Menamatkan sekolah di SDN Ganung 1 01 Nganjuk., SMPN 1 Nganjuk., SMAN 2 Nganjuk S1 Pertanian Universitas Tabanan-Bali, Pasca Sarjana Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering Universitas Mataram. Saat ini berprofesi aktif sebagai Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat. Pengalaman berorganisasi antara lain Pengurus PKHI (Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia) Wilayah NTB Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat. Anggota dari International Association of Counselors and Therapists (IACT-USA).
Aktif di berbagai organisasi lainnya seperti Talents Mapping, Duta Kesehatan Mental Dandiah Chapter Lombok, KBS Disklesia Indonesia. Didasari semboyan terus belajar dan belajar terus, untuk menambah khasanah pengetahuan di bidang psikologi yang sangat erat hubungannya dengan terapi dan konseling dengan hipnoterapi, saat ini sedang menjalankan studi di Universitas Buana Perjuangan Karawang, Fakultas Psikologi bersama 48 orang Hypnoterapist dari seluruh Indonesia.