• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KUNJUNGAN SENIMAN KARYA SENI RUPA LUKISAN

N/A
N/A
Zhifanka Putri Syahbrina

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN KUNJUNGAN SENIMAN KARYA SENI RUPA LUKISAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KUNJUNGAN SENIMAN KARYA SENI RUPA LUKISAN I. Deskripsi

Pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022 kemarin kami siswa siswi SMA Negeri 1 Glagah

mengunjungi galeri seni yang beralamat tepat di samping Hotel Santika Banyuwangi yaitu Pasar Pariwisata Banyuwangi. Selain terdapat aneka warung yang menjual berbagai menu makanan dan minuman, pihak dari bangunan Pasar Pariwisata Banyuwangi juga menyediakan tempat bagi para seniman lokal Banyuwangi untuk memamerkan hasil karya nya yang ditempatkan di lantai 2 bangunan pasar.

Untuk memenuhi tugas seni budaya pada bab KRITIK KARYA SENI, kami diarahkan oleh Bu Erni selaku pengampu mata pelajaran seni budaya untuk mengunjungi galeri seni yang terdapat di pasar pariwisata Banyuwangi tepat seusai kegiatan belajar mengajar selesai.

Infrastuktur bangunan yang termasuk baru itu sangat baik. Kami menaiki tangga yang langsung dapat terlihat setelah memarkirkan sepeda motor. Galeri para seniman lokal tersebut terdapat di lorong pertama setelah sampai di lantai 2.

Kelompok kami memutuskan untuk memawancarai salah satu seniman yang membuka stand di sana yang bergerak di karya seni rupa berupa lukisan. Adapun berikut hasil wawancara kami bersama beliau sebagai berikut.

II. Hasil Wawancara

1. Pertanyaan : Silahkan perkenalkan nama bapak Jawaban : “Nama saya Anhari”

2. Pertanyaan : Melukis dari tahun berapa?

Jawaban : “Kalau melukisnya itu otomatis dari TK ya” jawab bapak Anhari dengan nada bergurau. Kemudian, beliau menjelaskan bahwa mulai mematangkan skill

melukisnya dimulai sekitar tahun 1989

3. Pertanyaan : Bagaimana Bapak mulai menyadari kegemaran dalam melukis?

Jawaban : Ketika menjawab pertanyaan ini, Bapak Anhari memberikan gambaran kepada kami bagaimana beliau menemukan melukis sebagai kegemarannya. Beliau memberikan contoh yang sangat mudah dipahami, yaitu menyamakan dengan posisi kami sebagai pelajar. “Kalian adalah seorang pelajar, pasti memiliki cita cita yang hendak dicapai. Kalian akan berusaha keras untuk mencapai cita cita tersebut kan pastinya. Itu disebut dengan panggilan jiwa. Sama seperti saya, saya melukis juga karena panggilan jiwa, saya berpikir bahwa harus terus melukis sampai menjadi seorang pelukis”, Tutur beliau. Pak Anhari juga memberikan kami nasihat bahwa jika kita punya tujuan, jangan tanggung tanggung, kejar sampai dapat !

(2)

4. Pertanyaan : Selama berkarir dalam melukis, karya apa yang paling membuat bapak terkesan?

Jawaban : Bapak Anhari berujar bahwa beliau sangat menyukai karya lukisan yang dibuat dengan gayanya sendiri. Karna kami melakukan wawancara di stand galeri miliknya, beliau pun menunjukkan salah satu lukisan yang paling beliau sukai dan menunjuk pada gambar lukisan berikut ini :

Bapak Anhari menambahkan bahwa gaya melukisnya memang mengarah pada melukis figur atau melukis gambar manusia. Namun, seiring berkembangnya zaman beliau mengembangkan skill melukis figurnya dengan metode deformatif, yaitu aliran seni yang mendeformasi bentuk obyek di dunia nyata menjadi obyek yang baru. Lukisan-lukisan yang berada di stand Bapak Anhari akan kami tampilkan di halaman terakhir dari laporan ini.

5. Pertanyaan : Hambatan apa yang bapak alami sebagai seorang seniman?

Jawaban : Beliau menjelaskan bahwa hambatan dari seorang seniman tidak jauh dari keterbatasan media, baik dari segi harga maupun ketersediaan media tersebut dipasaran.

“Saya rasa itu hampir merata bagi semua seniman, yaitu keterbatasan dalam media.

Walaupun pelukis itu memiliki kemampuan yang baik dalam melukis, kalau medianya kurang ya bagaimana bisa melukis bagus. Kalau untuk dalam hal melukis sendiri saya rasa tidak ada masalah, no problem” ujarnya dengan nada berguran.

6. Pertanyaan : Apakah bapak pernah merasa pada fase dimana menganggap peran pemerintah yang dirasa kurang dalam memberi ruang kreasi bagi para seniman lokal?

Menurut pendapat bapak, apakah peran pemerintah sudah cukup membantu?

Jawaban : “Kalau saya sebagai seorang seniman, tidak pernah berpikiran sampai kesitu. Bukan saya idealis atau sombong, tapi saya tidak memikirkan hal seperti itu. Saya memiliki dunia saya sendiri” Tuturnya. Bapak Anhari melanjutkan bahwa yang ia

lakukan hanya cukup melukis. Baik laku atau tidak, melukis akan selalu menjadi bagian dari dirinya sampai nafas berakhir. Menurut bapak Anhari, melukis memberinya

(3)

ketenangan serta kesempatan untuk belajar. “Kita senang, pasti hasil belajar kita bagus”

Jadi, pada dasarnya bapak Anhari tidak terlalu memikirkan peran pemerintah atau hal-hal yang di luar kendalinya. Ia akan hanya melukis, yang akan selalu menjadi bagian dalam dirinya.

7. Pertanyaan : Untuk aliran karya seni, bapak lebih condong ke aliran apa?

Jawaban : “Deformatif, pengembangan dari figur yang realis ditambah polesan menjadi figur yang punya pola dan bentuk baru gitu”

8. Pertanyaan : Apa pesan bapak bagi generasi muda?

Jawaban : “Di dunia ini terkadang tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Itu semua tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Apa yang orang lain anggap benar, belum tentu kita anggap benar juga. Begitu pun sebaliknya. Jangan membiarkan jiwa kita terpengaruh dengan sistem-sistem yang tidak cocok dengan jiwa kita”

9. Pertanyaan : Apa bapak pernah mengalami fase lack of inspiration?

Jawaban : “Kalau itu tergantung kondisi. Kalau saya pribadi, ketika melukis harus dalam kondisi yang fresh agar imajinasi dapat terus mengalir. Kecuali ketika banyak pikiran, saya biasanya agak susah untuk melukis”

10.Pertanyaan : Dimana saja bapak pernah ikut dalam kegiatan pameran?

Jawaban : Beliau menuturkan bahwa pernah mengikuti kegiatan pameran di Dubai, Pakistan, Mesir, Malaysia.

11.Pertanyaan : Untuk kegiatan komersial, harga lukisan kira-kira dibandrol berapa?

Jawaban : “Untuk harga saya menyesuaikan dengan kurs. Tapi kurang lebih sekitar 1- 3 juta an untuk lukisan-lukisan figur”

12.Pertanyaan : Nasihat yang ingin bapak sampaikan kepada anak muda?

Jawaban : “ Yang pertama adalah semangat. Dalam situasi apapun, usahakan tetap semangat. Ya namanya orang berusaha kan ya. Tidak terus semangat ndak tapi kita harus berusaha. Lalu yang kedua adalah perasaan senang. Dan yang terakhir kita harus bisa tenang. Cara biar tenang gimana? Ambil napas, tahan, keluarkan. Pasti tenang jadinya.

Yang terakhir, kalau kalian punya cita-cita, kejar dia. Pasti berhasil. Jangan tanggung- tanggung” Beliau juga menuturkan ketika melihat anak muda, teringat dengan semangat yang anak-anaknya miliki dahulu sehingga ia berpesan agar para anak muda senantiasa semangat dalam meraih apa yang sudah diimpi-impikan dan terus berusaha.

III. Penutup

(4)

Demikian hasil wawancara kami bersama bapak Anhari selaku salah satu seniman lokal yang ada di Banyuwangi. Kami merasa senang dapat bertemu sosok seperti beliau. Selain sebagai

pemenuhan tugas seni budaya. Kami juga mendapatkan pengalaman baru serta banyak pesan menarik dari beliau. Kesan kami terhadap bapak Anhari, beliau adalah sosok yang menarik serta unik. Beliau memiliki cara tersendiri dalam mengartikan dunia melukis baginya. Pesan-pesan yang beliau sampaikan pun sangat insighful bagi kami sebagai seorang pelajar. Untuk pesan kami, semoga kedepannya pemerintah akan terus memberi ruang dan kesempatan bagi para seniman lokal untuk berkarya sehingga mereka akan tetap eksis dan pastinya terus berkarya menghasilkan ratusan karya yang nantinya akan menjadi bagian dari warisan budaya kota kami tercinta, Banyuwangi.

Referensi

Dokumen terkait