LAPORAN MAGANG
PROSEDUR PENERIMAAN KAS DI PT ADHIKARYA PERKASA
Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Magang Pada Program Studi Manajemen Jenjang Pendidikan Sarjana
Disusun Oleh : Kiki Lanfadlian NIM. 41033402200107
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG
2024
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN MAGANG
PROSEDUR PENERIMAAN KAS PADA PT ADHIKARYA PERKASA
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Nusantara Bandung Disusun oleh:
Kiki Lanfadlian NIM. 41033402200107
Menyetujui,
Pembimbing Lapangan Dosen Pembimbing
Ricka Agustina S.E Ida Farida Oesman, SE.,M.Si NIDN. 0431018703
Mengetahui,
Ketua Program Studi Manajemen Dekan Fakultas Ekonomi
Dr. Hj. Sri Suharti, S.E. Ak., M.M., A.C.
NIDN. 0430016601
BRIGJEN (PURN) Dr. Yusuf, S.Sos.,MM.
NIDN. 47186660
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatnya kepada kita. Tak lupa kita sampaikan sholawat serta salam kepada Nabi agung kita Muhammad SAW beserta para sahabatnya yang telah memelihara syari’at-syari’at Allah SWT. Alhamdulillah dengan berkat ijinnya, penulis dapat menyelesaikan laporan magang dengan judul “Prosedur penerimaan kas di PT. Adhikarya Perkasa” dapat tersusun dengan baik dan lancar.
Penulisan laporan magang ini ditunjukan untuk memenuhi salah Salah Satu Tugas Mata Kuliah Magang Pada Program Studi Manajemen Jenjang Pendidikan Sarjana.
Penyusunan laporan Magang ini tidak akan selesai tanpa penulis sendiri melainkan berkat ijin Allah SWT dan bantuan, bimbingan, dorongan serta perhatian dari pihak baik moril maupun materiil. Maka dengan segenap kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak BRIGJEN (PURN) Dr. Yusuf, S.Sos.,MM. selaku Dekan Fakultas Ekonomi UniversitasIslam Nusantara.
2. Bapak Dr. Ir. Hasanawi MT.,M.P,. selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nusantara.
3. Bapak Dr. Darwin Nahwan, SE.,M.Si selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nusantara
4. Dr. Hj. Sri Suharti, S.E. Ak., M.M., A.C selaku ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Nusantara
5. Ibu Ida Farida Oesman, SE.,M.Si selaku dosen pembimbing pembuatan laporan magang.
6. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi yang telah memberikan ilmu yang berharga selama pendidikan di Universitas Islam Nusantara.
7. Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta karunianya yang begitu melimpah.
8. Orang Tua yang telah memberikan do’a restu dan dukungan baik selama kegiatan magang berlangsung sampai dengan pengerjaan laporan.
9. Bapak Yogi Yuniardi selaku Direktur PT. Adhikarya Perkasa yang telah memberikan kesempatan untuk magang di perusahaan.
10. Ibu Ricka Agustina S.E selaku pembimbing magang di PT. Adhikarya Perkasa yang telah memberikan bimbingan selama berlangsungnya magang.
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN...i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iv
DAFTAR TABEL...v
DAFTAR GAMBAR...vi
BAB IPENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Perumusan Masalah...2
1.3 Tujuan Laporan Magang...2
1.4 Manfaat Magang...3
1.5 Lokasi dan Waktu...3
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN...5
2.1 Profil Perusahaan...5
2.2 Visi dan Misi Perusahaan...7
2.3 Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan...7
2.4 Kegiatan Perusahaan...9
BAB III PEMBAHASAN HASIL MAGANG...13
3.1 Hasil Magang...13
3.2 Pembahasan...14
3.2.1 Prosedur Penerimaan kas...14
3.3.2 Kendala Prosedur penerimaan kas...15
3.3 Relevansi Teori...16
3.3.1 Pengertian Prosedur...16
3.3.2 Pengertian Kas...16
3.3.3 Prosedur Penerimaan Kas...17
3.3.4 Pihak-pihak yang Terlibat...18
BAB IV...20
PENUTUP...20
4.1 kesimpulan...20
4.2 Rekomendasi...20
DAFTAR PUSTAKA...21
LAMPIRAN...22
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Waktu Hari Kerja...4 Tabel 1. 2 Jadwal Pelaksanaan Magang...4Y Tabel 3. 1 Pelaksaan Praktik KerjaMagang...13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Denah lokasi...3Y Gambar 2. 1 Steel Body Truck...5 Gambar 2. 2 Alumunium Body Truck...6 Gambar 2. 3 Custom body Truck...6 Gambar 2. 4 Struktur Organisasi
Gambar 3. 1 Jurnal Penjualan...14 Gambar 3. 2 Jurnal Penerimaan Kas...15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri manufaktur merupakan salah satu bisnis di Indonesia yang terus memperlihatkan perkembangannya dari waktu ke waktu. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur melakukan banyak kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, yang memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat bisa langsung digunakan oleh konsumen. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur adalah salah satu industri yang menggunakan atau memanfaatkan banyak hal, mulai dari penggunaan mesin, peralatan dan teknologi yang canggih (Utami, 2020).
PT. adhikarya Perkasa merupakan Perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang karoseri. Perusahaan terlekat di jl.Raya Kopo dalam No.17 Bandung. Visi PT.
Adhikarya Perkasa yaitu menjadi produsen yang terkenal, dikomfirmasi oleh produk- produkny yang berkualitas sangat baik yang ditawarkan dengan harga kompetitif.Visi tersebut tentunya didukung dengan misinya yaitu mengupayakan terus menurus untuk meningkatkan kualitas produk, serta kolaborasi konsolidasi melalui kerja sama tim yang menyenangkan dan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.
PT. Adhikarya Perkasa memproduksi berbagai macam produk karoseri kendaraan dengan spesifikasi berbeda-beda sesuai dengan permintaan pelanggan. Secara garis besar jenis produk dibagi menjadi dua, yaitu mobil umum dan mobil khusus. Mobil umum yang diproduksi oleh PT adhikarya Perkasa salah satunya jenisnya yaitu Box Besi. Box besi merupakan bus ukuran sedang yang sering kita lihat sebagai mobil yang membawa barang dari pabrik ke toko-toko. PT. Adhikarya Perkasa memproduksi box mobil dengan dua model yaitu Model Box Besi dan Box Almunium.
Dengan bahan baku kualitas tinggi seperti pembuatan box almuniun dibuat dari produk ykk zipper. Dan memiliki system pengendalian persediaan supaya produksi tetap berjalan normal. Sehingga Perusahaan bisa menentukan pembelian dan penyimpanan bahan baku, hal tersebut dapat menghemat biaya pembelian maupun penyimpanan sehingga Perusahaan dapat memaksimalkan produksi.
Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau media standar pertukaran dan dasar untuk mengukur dan mencatat item-item lain. Perusahaan pada umumnya mengklasifikasikan kas sebagai aktiva lancar, yang terdiri dari koin, mata uang, dan dana yang tersedia pada deposito Bank. Kas merupakan komponen penting dalam kelancaran
jalannya kegiatan operasional perusahaan, pengelolahan yang baik terhadap kas memerlukan prosedur-prosedur yang memadai untuk melindungi penerimaan kas.
Dalam laporan keuangan yang dimiliki oleh PT. Adhikarya Perkasa terdapat penerimaan kas yang terbagi menjadi beberapa sumber seperti penjualan dari Perbaikan truck, Penjuala pembuatan truck. Tetapi ada kendala dari beberapa konsumen seperti telat pembayaran. sehingga perusahaan membuat beberapa kali penagihan.
Berdasarkan uraian diatas dan kesempatan bagi penulis dapat menjalankan Kegiatan Magang di Perusahaan PT. adhikarya Perkasa, maka penulis membuat laporan Kegiatan Magang dengan judul “PROSEDUR PENERIMAAN KAS DI PT ADHIKARYA PERKASA”.
1.2 Perumusan Masalah
Setiap Perusahaan atau instansi memiliki prosedur akuntansi yang jelas dan tersetruktur. Sehingga dalam kegiatan ini, Peneliti mengajukan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Prosedur Penerimaan kas di PT adhikarya Perkasa 2. Apa saja kendala yang terjadi terkait penerimaan kas di PT
Adhikarya Perkasa 1.3 Tujuan Laporan Magang
Berdasarkan rumusan masalah diatas, Maka tujuan yang ingin dicapai peneiti dari kegiatan magang ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui Prosedur Penerimaan kas di PT adhikarya Perkasa
2. Mengetahui kendala yang terjadi terkait Prosedur penerimaan kas di PT adhikarya Perkasa
1.4 Manfaat Magang
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis sebagai berikut :
1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa mampu menerapkan teori dan ilmu pengetahuan mengenai keuangan, khususnya di bidang akuntansi, dalam dunia kerja serta menemukan sesuatu yang baru yang belum diperoleh dari pendidikan formal.
b. Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan sebagai bekal mahasiswa terjun di dunia kerja setelah lulus pendidikan formal.
c. Mahasiswa mampu meningkatkan softskill dan hardskill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
2. Bagi Perusahaan
a. Menumbuhkan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Universitas Islam Nusantara khususnya Fakultas Ekonomi.
b. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan saran atau masukan kepada perusahaan.
c. Mahasiswa diharapkan dapat membantu tugas dari karyawan terkait dengan pekerjaan yang diberikan kepada peserta magang.
1.5 Lokasi dan Waktu a. Lokasi
Kegiatan Magang dilaksanakan di Perusahaan PT Adhikarya Perkasa yang terletak di Jl. Raya Kopo dalam No.17 40227 Bandung, Jawa Barat.
Gambar 1. 1 Denah lokasi
b. Waktu
Waktu pelaksanaan kegiatan Magang terhitung pada tanggal 18 Oktober 2023 sampai dengan 22 November 2023. Dengan ketentuan jam kerja sebagai berikut :
Tabel 1. 1 Waktu Hari Kerja
Hari Kerja Jam Kerja Ket
Senin – kamis 08.30 – 16.30
12.00 – 13.00 Istirahat
Jumat 08.30 – 17.00
Kegiatan Magang dilaksanakan selama 40 hari lamanya dengan Jadwal rencana pelaksanaan Magang yang diajukan sebagai berikut :
Tabel 1. 2 Jadwal Pelaksanaan Magang
No Kegiatan Oktober November Desember
III 1V I II II
I
IV I II III
1 Pengenalan Lingkungan Kerja
2 Pelaksanaan Praktik Kerja magang
3 Pengumpulan Data
4 Menyusun Laporan
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil Perusahaan
Didirikan Pada tahun 2005, PT adhikarya Perkasa merupakan Karoseri pembuatan Truck. Dalam tiga tahun pertama, bengkel tumbuh dengan pesat. Pada tahun 2010, Bengkel tersebut mengalami perkembangan yang sangat pesat dan akhirnya menjadikan tempat yang jauh lebih besar. Pada tahun 2011 ada beberapa divisi yang terhubung, pesatnya perkembangan divisi ini dipindahkan ke kopo jaya sebagai kantor.
Beberapa inovasi yang telah dihasilkan, mengukuhkan PT. Adhikarya Perkasa sebagai pembuatan truck terbaik. Kapasitas Produknya Mencapai 300 truck pertahun.
Kebutuhan pelanggan menjadi hal utama dalam pelayanan. Mereka bekerja sangat detail sekecil apapun dalam rangka membantu meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
PT. Adhikarya Memproduksi truck berdasarkan Pesanan Customers. Saat ini PT.
Adhikarya Memiliki desain-desain produk truck yang modern dan mengikuti perkembangan jaman. Selain dapat memesan desain produk yang sudah disediakan , Customers juga dapat meminta pemintaan khusus untuk desain truck sesuai keingingan.
Ada 3 model truck yang merupakan sudah dikerjakan oleh PT. Adhikarya Perkasa sebagai berikut:
a. Steel Body Truck
Gambar 2. 1 Steel Body Truck
b. Alumunium Body Truck
Gambar 2. 2 Alumunium Body Truck
c. Custom body Truck
Gambar 2. 3 Custom body Truck
Saat ini , Konsumen adhikarya adalah dealear-dealer seperti PT. Maya Graha Indah, PT. indosentosa Trada, PT.Suryaputra Sarana, dan Perusahaan PT. Perkasa Abadi Makmur, PT. Kahatex, PT. Tirta Amarta , PT. Amerta Indah Otsuka.
PT. Adhikarya Perkasa juga memulai menerima permintaan dari diluar pulau jawa sejak tahun 2021 untuk meningkatkan volumenya tiap tahun. Selain itu , telah menjadi tanggung jawab besar bagi PT. adhikarya Perkasa untuk menjaga dan terus meningkatkan kualitas produk, dengan menggunakan bahan baku yang berkulitas.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan
Ada visi ddan misi maka Perusahaan memiliki arah dan tujuan untuk di capai, perushaan dapat menyatukan setiap anggota didalamnya untuk tujuan yang sama , kebijakan dan strategi Perusahaan dibuat didalam rangka mencapai visi dan misi
Perusahaan. Perusahaan PT. ahikarya Perkasa . Berikut adalah visi dan Misi PT.
Adhikarya Perkasa.
a. Visi
Bertekad untuk menjadi perusahaan karoseri yang terkemuka dan memiliki integritas dan inovasi PT. adhkarya perkasa berkomitmen untuk menjadi Perusahaan yang paling maju. Serta produsen kelas dunia dalam indutri karoseri truck.
b. Misi
Dalam Mewujudkan Visi tersebut, maka dirumuskan misi Perusahaan, Misi PT. Adhikarya Perkasa
1. Memberikan kualitas produk yang tinggi dengan harga wajar. Menberikan kepuasan service dan produk Sesuai kebutuhan konsumen.
2. Mengutamakan pentingnya bekerja dekat dengan pelangga,mengopsi proses kerja yang baik dan kerja sama tim untuk menghasilkan produk terbaik.
2.3 Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan
PT. Adhikarya Perkasa memiliki struktur organisasi.Struktur organisasi merupakan susunan para pemegang fungsi atau jabatan dari Tingkat yang paling atas sampai Tingkat yang bawah dalam suatu organisasi. Adapun struktur organisasi PT adhikarya Perkasa Sebagai Berikut:
Gambar 2. 4 Struktur Organisasi
Berikut uraian perkerjaaan dari masing-masing jabatan:
1. Direktur
Direktur Merupakan Pemilik Perusahaan PT. Adhikarya Perkasa, yang bertugas Memimpin perusahaan dengan memberikan kebijakan-kebijakan Perusahaan supaya Perusahaan berjalan lancer mencapai tujuan bersama.
Mengatur dan mengkoordiansi dan mengawasi tugas dari seluruh karyawan.
Menyetujui anggaran untuk kegiatan Perusahaan.
2. Marketinng
Marketing adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penjualan perusahan, bertugas menjalin kerja sama antar konsumen untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Dan melaporkan yang diperoleh hasil penjualan dan penggunaan dana promosi ke pada direktur.
3. Akuntasi dan pajak
Akuntasi adalah Seseorang bertangung jawab merencanakan dan meramalakan beberapa aspek termasuk perencaan umum keuangan Perusahaan.Membuat laporan pajak, Mengecek laporan harian pengeluaran dan pemasukan dana kegiatan Perusahaan. Setelah itu Membuat laporan keuangan setiap akhir bulan dan akhir tahun.
4. Admin finance
Admin finance adalah seseorang yang bertanggung jawab atas kas Perusahaan, bertugas mencacat pengeluaran kas dan penerimaan kas, menginput bukti transaksi dan menbuat laporan harian pengeluaran kas dan penerimaan kas.
Menbuat surat invoice dan kwintasi penjualan.
5. Drafter
Drafter adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk membuat visualisasi rancanagan sebuah produk dan komponennya seperti interior secara mendetail sehingga bisa menjadi acuan Ketika produk di produksi.
6. Admin
Admin adalah seseorang yang bertanggung jawab yang membuat surat perintah kerja biasanya dilakukan setelah desain gambar selesai di buat surat perintah kerja (SPK) untuk karyawan produksi, Membuat dan mengajukan surat- surat perizinan kedaraan kepada Dinas Perhubungan. Mengarsipkan dokumen- dokumen dengan rapih.
Purchasing adalah seseorang yang bertugas melakukan pembelian barang dari supplier atau pemasok. Bertangggung jawab untuk menjaga jumlah stok barang. Menbuat surat penawaran dan mencatat pembelian barang.
8. Gudang
Gudang adalah seseorang bertugas mengatur pergerakan keluar masuk barang dari Gudang, menerima dan mendatangani surat penerimaan barang, melakukan stok opname setiap sebulan sekali, mencatat dan menbuat laporan kegiatan harian data barang yang keluar dan masuk, data barang yang rusak hingga data stok.
9. Koordinator Produksi
Koordinator Produksi merupakan seseorang yang bertangung jawab mengawasi jalannya perkerjaan di bengkel. Mengarahkan dan mengkoordinasi karyawan yang dibengkel. Meminta laporan Progres produk yang sedang dikerjakan kepada karyawan dan melaporkan ke direktur. Setelah iru, meninjau ulang setelah produk sudah selesai dikerjakan.
2.4 Kegiatan Perusahaan
PT. Adhikarya perkasa Merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang karoseri kendaraan bermotor dengan speialis pada pembuatan Body pick up, Light Truck dan truck. Dengan bahan baku besi dan Almunium, Pembuatan body truck bisa sesuai desain keinginan konsumen dan desain yang sudah disediakan Perusahaan. Proses pembuatan truck di PT. Adhikarya Perkasa berdasarkan Pesanan. Proses Produksi menggunakan proses terus menerus, yaitu proses produksi yang dalam pengerjaannnya dari satu operasi ke operasi lain secara berurutan. Berikut proses produksi truck PT. Adhikarya Perkasa.
1. Chassis
Pada stasiun ini chasis yang telah masuk ke pabrik nantinya akan dilakukan proses pemasangan dan pengukuran panjang dari chassis sesuai dengan kebutuhan jenis truck yang akan di produksi.
2. Stasiun 0 (Preparation)
Pada stasiun ini adalah proses yang paling awal dan paling penting karena untuk melindungi dan melepas komponen yang mudah terbakar seperti bahan dari karet dan plastik. Komponen bawaan yang harus yang harus dilepas pada stasiun ini adalah seperti baterai (accu), speedometer, roda cadangan dan lain-lain yang sekiranya berbahaya jika terkena percikan las. Selain itu, di stasiun ini juga
diberi seperti bantalan atau bracket untuk pengelasan yang biasanya disebut clam chassis. Fungsi dari clam chassis ini untuk menghindari terjadi pengelasan langsung ke bagian chassis.
3. Proses Body dan Rangka
Setelah proses di stasiun 0, maka masuklah chassis tersebut pada proses pembuatan Body dan rangka. Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan rangka adalah pertama pembuatan crossmember (lantai) dan setelah itu dipasang rangka samping kanan, kiri dan atap. Setelah dipasang rangka dilanjutkan dengan pemasangan plat Body yang pertama dipasang adalah Body bagian kanan dan kiri, setelah itu pemasangan plat pada bagian lantai dan atap. Setelah pemasangan plat, maka dilanjutkan dengan pemasangan bemper depan dan bemper belakang.
Tahapan terakhir dilakukan pada proses Body dan rangka adalah di area rektifitasi atau tempat pengecekan di tempat ini sesuai dengan namanya yaitu berfungsi sebagai tempat inspeksi dari Quality Control (QC).
4. Proses Pendempulan dan Painting
Setelah rangka Truck dibuat, selanjutnya masuk pada proses pendempulan dan painting di Karoseri PT. Adhikarya Perkasa ini yaitu untuk memberi lapisan agar tidak terjadi korosi pada Body Truck dan juga memberikan keindahan pada truck.
Proses pendempulan dan painting di Karoseri PT. Adhikarya Perkasa tahap awal sampai akhir yaitu :
a. Epoxy Primer Sebelum rangka bus di dempul, sebelumnya truck
diberikan perlindungan dari serangan korosi,
memperlambat/menghentikan timbulnya karat, pengaruh cuaca udara luar kimia, dan lain-lain dengan memberikan Epoxy Primer. Epoxy primer juga memberikan ketahanan karat dan karakteristik adhesi yang baik.
b. Pendempulan Setelah diberikan Epoxy Primer, rangka kemudian didempul. Dempul/putty adalah lapisan dasar yang dihunakan untuk mengisi bagian yang penyok dalam dan besar atau cacat-cacat pada permukaan benda kerja. dempul juga dipergunakan dengan maksud untuk memberikan bentuk dari benda kerja apabila bentuk benda kerja sulit dilakukan. Setelah mengering, dempul dapat diamplas untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.
c. Epoxy Filler Setelah didempul, kemudian rangka diberikan Epoxy Filler.
Epoxy filler/surfacer adalah lapisan cat (coat) kedua yang disemprotkan di atas primer dan dempul atau lapisan dasar (under coat) lainnya.
Surfacer memiliki sifat-sifat dapat mengisi pentok kecil atau goresan, mencegah penyerapan top coat, meratakan adhesi antara under coat dan top coat.
d. Base Coat/Cat Warna Setelah rangka diberi Epoxy Filler, kemudian rangka diberikan Base Coat. Tujuan pengaplikasian base coat/lapisan cat ketiga yang disemprotkan di atas primer, dempul (putty) dan filler base coat ini juga menutup lapisan pada filler dan juga memberikan warna dasar pada kendaraan
e. Stripping Setelah rangka diberi Base Coat, kemudian rangka diberi gambar, keindahan pada Body truck dan juga untuk memberikan corak pada body truck, setiap truck mempunyai corak yang berbeda-beda tergantung dari permintaan pesanan.
f. Clear Coat Setelah proses Stripping, kemudian rangka diberi Clear Coat/gloss yang digunakan sebagai cat pernis akhir pada pengecatan sistem dua lapis untuk memberikan daya kilap dan daya tahan gores terhadap cat warna dasar metalik.
5. Shower Test dan Pre Delivey Inspection (PDI)
Setelah proses Finishing selesai, selanjutnya dilakukan Shower Test, yaitu pekerjaan yang paling akhir dari proses pembuatan Body truck. Pada proses ini dicek dari kebocoran air dengan melakukan pengetesan dengan shower test, dari sini dapat dilihat bagian mana yang bocor. Jika terjadi kebocoran maka dilakukan perbaikan oleh karyawan lalu dicek kembali. Setelah itu masuk pada PDI yaitu cara pembersihan truck dan pengecekan total dari produk yang akan rilis. Di sini juga dilakukan uji coba kendaraan pada test
BAB III
PEMBAHASAN HASIL MAGANG
3.1 Hasil Magang
Dalam melaksanakan Kegiatan Magang penulis Mendapatkan banyak pengetahuan daan pengalaman di tempat magang. Pada saat penulis diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan. Selama praktik kerja magang berlangsung 1.penulis dituntut untuk disiplin dalam mengerjakan suatu tugas yang diberikan. Salah satunya adalah hadir tepat waktu yakni pukul 08.30 s/d 16.30 WIB. Selama pelaksanaan Magang penulis ditempatkan dibagian keuangan tepatnya sebagai admin finance.
Bentuk pelaksanaan program Kegiatan Magang yang penulis kerjakan adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 1 Pelaksaan Praktik KerjaMagang
Bagian Kegiatan
Admin Finance 1. Melakukan pencatatan pendapatan
dari Mutasi Rekening dan slip setoran dari bank
2. Melakukan input laporan harian kas masuk dan keluar.
3. Membuat laporan data Payroll setiap tanggal 28.
4. Melakukan input pembayaran piutang karyawan Setiap akhir minggu.
5. Menginput jurnal dari manual ke program Setiap awal bulan.
6. Mengarsip laporan Harian kas setiap akhir bulan.
3.2 Pembahasan
3.2.1 Prosedur Penerimaan kas
Dalam Pelaksanaan Praktik Kerja Magang Penullis berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan agar terselesaikan dengn tepat waku, dan dengan hasil yang memuaskan. Tetapi, tidak semua pekerjaan menghasilkan yang sempurna tetap masih ada kekurangan dan kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Penerimaan kas adalah kas yang diterima oleh perusahaan baik berupa uang tunai maupun surat – surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau transaksi laiinya yang dapat menambah kas perusahaan. Prosedur penerimaan kas dari penjualan produk PT. Adhikarya Perkasa adalah sebagai berikut :
1. Dimulai dari menerima order penjualan dari pembeli. Melakukan kesepakatan harga dan memastikan pembeli ingin ada faktur penjualan atau tidak. setelah itu apabila pembeli memutuskan harus ada faktur penjualan maka pembayaran melalui transfer dana ke rekening atas nama PT. Adhikarya Perkasa. Lalu bila tidak ingin faktur penjualan pembayaran di transfer ke rekening atas nama Sean/Yogi Yuniardi.
2. Memberi tanda terima pembayaran kepada pembeli sebagai bukti pembayaran lunas dan melampirkan faktur penjualan.
3. Penyerahan unit mobil truck kepada pihak dealer untuk mengirim ke pembeli.
4. melakukan pencatatan transaksi penjualan baik pembayaran cash dan transfer di bank konvesional ke dalam jurnal penjualan.
Gambar 3. 1 Jurnal Penjualan
5. Melakukan penyetoran kas ke bank Sistem pengendalian interen terhadap kas, apabila penjualan tunai dan setelah uang diterima mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank.
6. menginput penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas berdasar bukti setor bank yang diterima dari bank.
Gambar 3. 2 Jurnal Penerimaan Kas
7. Setelah itu membuat rekapitulasi penjualan sebagai laporan harian penjulan dari setiap transaksi penjualan untuk pemasukan kas dalam satu hari kerja .
3.3.2 Kendala Prosedur penerimaan kas
Berdasarkan prosedur penerimaan kas yang digunakan oleh PT. Adhikarya Perkasa ini, ditemukan beberapa kelemahan terkait kegiatan tersebut.
1. Dalam penginputan data penerimaan kas menggunakan masih manual sehingga akan mengakibatkan jumlah tidak balance sehingga memperlambat tugas kerja.
2. Ketika ada perubahan harga jual di pertengahan pembayaran karna jenis piutang usaha yang dilakukan konsumen, sedangkan sudah melakukan pencacatan dan penginputann kedalam jurnal penjualaan. Dan kesalahan tidak merubah nominal harga jual dalam jurnal penjualan, yang tentu saja dapat merugikan Perusahaan terutama jika terjadi kesalahan cacat nomila penjualan. Kesalahan cacat nominal ini akan memengaruhi pengambilan Keputusan yang dilakukan oleh pihak yang menggunakan laporan keuangan.
3.3 Relevansi Teori
3.3.1 Pengertian Prosedur
Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang (Mulyadi, 2016:4). Kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal, dan buku besar seperti berikut:
a) Menulis
b) Menggandakan c) Menghitung d) Memberi kode e) Mendaftar
f) Memilih (menyortasi) g) Memindah
h) Membandingkan
Prosedur merupakan langkah-langkah yang saling berurutan dari setiap pelaksanaan pekerjaan termasuk apa yang dikerjakan atau dilakukan, dimana pekerjaan dilaksanakan, siapa yang melaksanakan pekerjaan tersebut, dan bagaimana pekerjaan itu dilaksanakan (Ida Nuraida, 2008:35).
Prosedur penerimaan kas dari penjualan produk PT. Adhikarya Perkasa meliputi langkah-langkah seperti menerima order penjualan, memberi tanda terima pembayaran, penyerahan unit mobil, pencatatan transaksi penjualan, penyetoran kas ke bank, penginputan penerimaan kas ke dalam jurnal, dan pembuatan rekapitulasi penjualan. Namun, terdapat beberapa kelemahan dalam prosedur tersebut, seperti penginputan data penerimaan kas yang masih manual, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan jumlah dan memperlambat tugas kerja. Selain itu, kesalahan dalam merubah nominal harga jual dalam jurnal penjualan dapat berdampak pada pengambilan keputusan berdasarkan laporan keuangan.
Prosedur penerimaan kas dari penjualan produk PT. Adhikarya Perkasa melibatkan beberapa tahapan, mulai dari menerima order penjualan hingga membuat rekapitulasi penjualan sebagai laporan harian. Namun, terdapat kelemahan dalam prosedur tersebut, seperti penginputan data penerimaan kas yang masih manual dan potensi kesalahan dalam merubah nominal harga jual dalam jurnal penjualan, yang dapat berdampak pada pengambilan keputusan berdasarkan laporan keuangan
3.3.2 Pengertian Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau media standar pertukaran dan dasar untuk mengukur dan mencatat item-item lain. Perusahaan pada umumnya mengklasifikasikan kas sebagai aktiva lancar, yang terdiri dari koin, mata uang, dan dana yang tersedia pada deposito Bank. Kas memiliki karakteristik sebagai berikut :
a) Kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid
b) Kas dapat digunakan sebagai standar pertukaran yang paling umum c) Kas dapat digunakan sebagai basis perhitungan dan pengukuran Kas adalah asset yang paling likuid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. Menurut Rudianto, kas merupakan suatu alat pertukaran yang dimiliki oleh sebuah perusahaan serta siap untuk digunakan didalam transaksi perusahaan tiap kali diperlukan. Laporan Arus Kas adalah sebuah laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar secara terperinci dari suatu perusahaan. Analisis sumber dan penggunaan kas dilakukan untuk menunjukkan
setiap perubahan kas yang terjadi selama satu periode serta memberikan alasan terkait perubahan tersebut.
Dalam menganalisa dan menilai kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, faktor utama yang harus diperhatikan adalah masalah likuiditas. Berdasarkan hasil analisis laporan sumber dan penggunaan kas, dampak yang ditemukan adalah apabila uang kas pada perusahaan bertambah maka tingkat likuiditas akan ikut bertambah dan sebaliknya jika uang kas yang ada pada perusahaan berkurang maka tingkat likuiditas pada perusahaan akan ikut berkurang.
Dalam teori, kas dianggap sebagai asset yang paling likuid dan dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. Namun, dalam praktiknya, perusahaan dapat mengalami kesulitan likuiditas jika pengelolaan kas tidak dilakukan dengan baik.
Pengertian kas sesuai dengan PT. Adhikarya Perkasa adalah aset keuangan yang memiliki sifat likuid dan jangka waktu pendek. Kas dapat berupa uang tunai maupun surat berharga yang dapat segera digunakan. Dalam konteks perusahaan, penerimaan kas merujuk pada uang yang diterima dari transaksi perusahaan, penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lain yang menambah kas perusahaan. Kas kecil, di sisi lain, adalah dana cadangan yang disimpan oleh perusahaan untuk membiayai keperluan mendadak dalam jumlah kecil. Dalam akuntansi, setiap pencatatan transaksi ekonomi melibatkan minimal dua akun, termasuk akun kas.
3.3.3 Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur penerimaan kas merupakan langkah-langkah atau urut- urutan yang terpadu untuk mengumpulkan trasaksi, mencatat transaksi, dan menghitung seluruh transaksi yang terjadi dalam penerimaan kas (Mulyadi, 2016). Setiap perusahaan harus memperhatikan prosedur penerimaan kasnya agar kemungkinan kesalahan yang terjadi dapat terminimalisir. Prosedur penerimaan kas yang kurang baik dapat menghambat kelancaran usaha suatu perusahaan.
Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama yakni dari penjualan tunai dan dari penagihan piutang. Penerimaan kas dari penjualan tunai dapat berupa uang tunai, credit card sale slip, atau cek pribadi. Penerimaan kas dari piutang dapat berupa cek atau giro bilyet.
a. Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai (Mulyadi, 2008:455) Transaksi
dagang. Berdasar pengendalian internal yang baik, prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai meliputi :
1. Penerimaan kas dari penjualan tunai harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh atau utuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check.
2. Penerimaan kas dari penjualan tunai yang dilakukan melalui transaksi kartu kredit melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan penerimaan kas.
b. Penerimaan Kas dari Piutang Pelanggan (Mulyadi, 2008:493)
Untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan, prosedur penerimaan kas dari piutang pelanggan meliputi :
1. Debitur melakukan pemindah bukuan melali rekening bank atau dengan melakukan pembayaran dengan cek. Pemindahan bukuan juga memberikan jaminan penerimaan kas masuk melalui rekening giro suatu perusahaan. Jika dalam perusahaan hanya menerima kas dalam bentuk cek atas nama perusahaan, dapat menjamin kas yang diterima oleh perusahaan masuk ke rekening giro bank perusahaan.
2. Kas diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam jumlah utuh.
Prosedur penerimaan kas dari penjualan produk PT. Adhikarya Perkasa meliputi langkah-langkah mulai dari menerima order penjualan hingga membuat rekapitulasi penjualan sebagai laporan harian. Langkah pertama adalah menerima order penjualan dari pembeli, menetapkan harga, dan memastikan apakah pembeli menginginkan faktur penjualan. Pembayaran dilakukan melalui transfer dana ke rekening perusahaan jika ada faktur penjualan, dan ke rekening pribadi jika tidak ada faktur. Setelah itu, diberikan tanda terima pembayaran kepada pembeli sebagai bukti pembayaran lunas dan melampirkan faktur penjualan.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan unit mobil truck kepada pihak dealer untuk pengiriman ke pembeli. Transaksi penjualan, baik pembayaran tunai maupun transfer, dicatat dalam jurnal penjualan. Uang yang diterima kemudian disetor ke bank, dan proses ini diikuti dengan penginputan penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor bank yang diterima dari bank. Terakhir, dibuat rekapitulasi penjualan sebagai laporan harian untuk pemasukan kas dalam satu hari kerja. Namun, terdapat beberapa kelemahan dalam prosedur penerimaan
kas yang digunakan oleh PT. Adhikarya Perkasa. Pertama, penginputan data penerimaan kas masih dilakukan secara manual, yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan jumlah dan memperlambat tugas kerja. Kedua, ketika terjadi perubahan harga jual di pertengahan pembayaran akibat jenis piutang usaha yang dilakukan konsumen, kesalahan dalam pencatatan dan penginputan ke dalam jurnal penjualan dapat terjadi. Hal ini dapat berdampak merugikan perusahaan, terutama jika terdapat kesalahan dalam nominal harga jual yang memengaruhi pengambilan keputusan berdasarkan laporan keuangan. Dengan demikian, prosedur penerimaan kas PT. Adhikarya Perkasa mencakup langkah-langkah yang dimulai dari menerima order penjualan hingga pembuatan laporan harian penjualan. Namun, kelemahan dalam penginputan data secara manual dan potensi kesalahan dalam pencatatan harga jual menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dalam proses penerimaan kas perusahaan.
3.3.4 Pihak-pihak yang Terlibat
1. Pihak yang terlibat dalam prosedur penerimaan kas ialah (Mulyadi, 2016) : a. Penjualan
Pihak penjualan mempunyai fungsi untuk mengisi faktur penjualan, menerima pesanan dari pelanggan, serta menyerahkan faktur yang selesai diisi kepada pelanggan sebagai pembayaran dari harga barang atau jasa.
b. Kas
Pihak bagian kas memiliki fungsi atas pembayaran barang atau jasa dari pelanggan.
c. Akuntansi
Pihak akuntansi berfungsi untuk mencatat transaksi atas penjualan dari penerimaan kas dan membuat laporan penjualan.
Menurut Mulyadi (2008) pihak yang terlibat dalam prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai yaitu :
d. Kasir
Pada prosedur penerimaan kas pihak bagian kasir bertanggung jawab membuat laporan penerimaan kas suatu perusahaan.
e. Keuangan
Pada prosedur penerimaan kas pihak bagian keuangan bertanggung jawab menerima laporan penerimaan kas dan membuat laporan penjualan tunai.
f. Pimpinan
Pada prosedur penerimaan kas pimpinan bertanggung jawab menerima laporan penjualan tunai dari bagian keuangan.
2. Menurut Mulyadi (2001) pihak yang terlibat dalam prosedur penerimaan kas dari piutang ialah :
a. Sekretariat
Pihak sekretariat bertanggung jawab menerima surat pemberitahuan dan menerima cek melalui pos dari debitur suatu perusahaan.
b. Penagihan
Fungsi penagihan bertanggung jawab melakukan penagihan kepada debitur suatu perusahaan berdasar daftar piutang yang ditagih dibuat oleh bagian akuntansi.
c. Kas
Pihak kas memiliki tanggung jawab menerima cek dari bagian sekretariat atau bagian penagihan. Pada bagian kas juga berfungsi menyetorkan kas ke bank dalam jumlah penuh yang diterima dari berbagai bagian.
d. Akuntansi
Bagian akuntansi memiliki tanggung jawab mencatat penerimaan kas dari piutang dalam jurnal penerimaan kas mencatat bekurangnya piutang ke kartu piutang.
e. Pemeriksa Internal
Pemeriksa internal memiliki tanggung jawab melakukan rekonsiliasi bank, mengecek catatan kas yang dibuat oleh bagian akuntansi dan juga berfungsi melakukan perhitungan kas secara periodik.
Proses penerimaan kas melibatkan beberapa pihak di PT. Adhikarya Perkasa.
Dimulai dengan penerimaan order penjualan dari pembeli, proses ini melibatkan kesepakatan harga dan keputusan apakah faktur penjualan diperlukan atau tidak.
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer dana ke rekening perusahaan atau ke rekening individu seperti Sean/Yogi Yuniardi. Pihak yang terlibat dalam proses selanjutnya adalah pembeli, yang menerima tanda terima pembayaran
sebagai bukti pelunasan dan faktur penjualan sebagai dokumentasi. Selain itu, terdapat pihak dealer yang menerima penyerahan unit mobil truck untuk pengiriman kepada pembeli. Dalam tahap pencatatan transaksi penjualan, terlibat staf atau bagian keuangan yang mencatat pembayaran baik secara tunai maupun melalui transfer di bank konvensional. Proses ini dijelaskan dalam jurnal penjualan sebagai upaya untuk mendokumentasikan setiap transaksi secara akurat. Pihak terakhir yang terlibat adalah pihak internal perusahaan yang melakukan penyetoran kas ke bank dan menginput penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas. Mereka juga bertanggung jawab untuk membuat rekapitulasi penjualan sebagai laporan harian penjualan, yang menjadi dasar untuk memahami pemasukan kas perusahaan dalam satu hari kerja.
BAB IV PENUTUP
4.1 kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1. Penerimaan kas adalah kas yang diterima oleh perusahaan baik berupa uang tunai maupun surat – surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan
2. Prosedur penerimaan kas penjualan di mulai proses dari pemesanan penjualan dari pembeli, memberikan tanda terima pembayaran, penyerahan penjualan, pencatatan dan penginputan penjualan ke dalam jurnal penjualan, pencatatan dan penginputan penjualan ke dalam jurnal penerimaan kas apabila sudah ada bukti setor bank dan melakukan rekapitulasi penjualan untuk laporan harian penjualan. Prosedur tersebut berjalan efektif dan efisien dalam Perusahaan.
3. meskipun ada beberapa kelemahan pada kegiatan penerimaan kas yang bisa merugikan perusahan seperti salah pencacatan harga jual.
4.2 Rekomendasi
PT. Adhikarya perkasa sebaikan memberikan kebijakan yang tegas terhadap sistem Pembayaran, mulai perubahan adanya perjanjian jatuh tempo pelunasan pembayaran seperti memberikan waktu 30-60 hari. Sehingga perusahaan tidak perlu khawatir piutang tersebut tidak membayar. Mengingatkan karyawan supaya segera merubah harga jual apabila ada perubahan. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penerimaan kas. Karna salah Penginputan jurnal penjual yang bisa berpengaruh terhadap mengambil keputusan dalam laporan keuangan dan bisa menyebabkan merugikan Perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat Mulyadi.
2008. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Edisi 4. Jakarta : Salemba Empat
Nafarin M. 2009. Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat
Nuraida, Ida. 2008. Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius
LAMPIRAN Surat Pengajuan Magang
Surat diterima Magang
Kegiatan Mencacat dan Menginput penerimaan kas
Foto Bersama Pembimbing lapangan dan Staf PT. Adhikarya Perkasa
Kegiatan Produksi dibengkel