PROYEK PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN MASJID AT-TAQWA
KALIMANTAN SELATAN
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Akademik untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana (S-1)
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
Dosen Pembimbing:
Dr. Eng. Irfan Prasetia, S.T., M.T.
NIP. 198510262008121001
Disusun Oleh:
Muhammad Maulana Arief 2010811210016
Nadia Rahmadania 2010811120028
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL BANJARBARU
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK KERJA
PROYEK PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN MASJID AT-TAQWA
Dibuat Oleh :
Muhammad Maulana Arief Nadia Rahmadania
NIM.2010811210016 NIM. 2010811120028
Telah dipertimbangkan dihadapan tim penguji pada tanggal 26 Juli 2023.
Disetujui Oleh:
Dosen Pembimbing Dosen Penguji
Dr.Eng . Irfan Prasetia, S.T., M.T Abdul Karim, M.T NIP.19851026 200812 1 001 NIP.19950519 202203 1 013 Laporan Praktik Kerja ini telah diterima sebagai salah satu tugas akademik pada tanggal...2023.
Mengetahui
Koordinator Program Studi S-1 Teknik Sipil
Dr. Muhammad Arsyad, S.T., M.T.
NIP.19720826 199802 1 001
LEMBAR ASISTENSI
LEMBAR ASISTENSI LAPORAN PRAKTIK KERJA
(STS 7250) KEHADIRAN
No Nama
Mahas iswa
NIM 1 2 3 4 5 6
1 Muha
mmad Maula
na Arief
201081 121001
6
v v v v v v
Tangg al
Ketera ngan
paraf
5-April 2023
- Penya mpaian tempat praktik kerja - Diskusi menge nai tinjaua n yang bisa diambi l
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL BANJARBARU
10 April 2023
- Pengar ahan untuk penga matan di lapang an - Penga mbilan data di proyek 18
April 2023
- Perbai kkan penulis an pada laporan yaitu margin kertas - Perbai ki spasi, format penom oran lvl 1,
lvl 2, lvl 3 - Tamba hkan peralat an yang ada di proyek - Sesuai kan penulis an metode kerja dengan SNI yang terbaru -Cek kembal i tenaga kerja yang ada di proyek
Banjarbaru, 2023 Dosen
Pembi
mbing,
Dr.Eng . Irfan Prasetia, S.T., M.T NIP.19851026 200812 1 001
LEMBAR ASISTENSI
LEMBAR ASISTENSI LAPORAN PRAKTIK KERJA
(STS 7250) KEHADIRAN
No Nama
Mahasi swa
NIM 1 2 3 4 5 6
1 Muham
mad Maulan
a Arief
201081 121001
6
v v v v v v
2 Nadia
Rahma dania
201081 112002
8
v v v v v v
Tangga l
Ketera ngan
paraf
14 Juni 2023
-
Perbaiki spasi, format penomo ran lvl 1, lvl 2, lvl 3 - Sesuaik an penulisa n
metode
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL BANJARBARU
kerja dengan SNI yang terbaru -Bab 3.1.1 berisi pelaksa naan selama praktik kerja -Bab 3.1.2 berisi pengaw asan selama praktik kerja -Buat tinjauan khusus pada bab 3.2 mengen ai pola swakelo la masjid
dan 3.3 mengen ai analisis produkti vitas pekerja dengan pengam atan langsun g - Pisahka n antara tenaga kerja mesjid dengan tenaga ahli tim PKM FT ULM
Banjar baru,
2023
Dosen Pembi mbing,
Dr.Eng. Irfan Prasetia, S.T., M.T NIP.19851026 200812 1 001
LEMBAR ASISTENSI
LEMBAR ASISTENSI LAPORAN PRAKTIK KERJA
(STS 7250) KEHADIRAN
No Nama
Mahasi swa
NIM 1 2 3 4 5 6
1 Muha
mmad Maula
na Arief
201081 121001
6
v v v v v v
2 Nadia
Rahma dania
201081 112002
8
v v v v v v
Tangga l
Ketera ngan
paraf
4 Juli 2023
- Perbaik i penomo ran -Buat keteran gan hasil uji coba slump dan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL BANJARBARU
kuat tekan - Perbaik i format dan font penulis an 5 Juli
2023
-Buat Daftar isi , tabel, gambar dan daftar pustaka - Lengka pi dokume n Semina r Praktik Kerja -Acc -Siap Semina r Praktik Kerja
Banjar baru,
2023
Dosen Pembi mbing,
Dr.Eng. Irfan Prasetia, S.T., M.T NIP.19851026 200812 1 001
KATA PENGANTAR
Laporan praktik kerja ini disusun berdasarkan pengamatan di lapangan dan keterangan pengawas lapangan serta data-data proyek kegiatan praktik kerja di lapangan yang dilakukan selama kurang lebih 2 (dua) bulan.
Selesainya laporan praktik kerja ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Muhammad Arsyad, S.T., M.T. selaku ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
2. Bapak Dr.Eng. Irfan Prasetia, S.T., M.T selaku dosen pembimbing sehingga laporan ini dapat selesai disusun dengan baik.
3. Pihak Badan Pengelola Masjid At-Taqwa selaku pihak proyek Pembangunan dan Pengembangan Masjid At-Taqwa.
4. Nor Muhammad Alpindi, Fathimah Azzahro Mahmud, Muhammad Yamin Aridhoni, Shofia Afifah selaku rekan satu lokasi praktik kerja.
5. Rekan-rekan mahasiswa, instruktur laboratorium dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian laporan praktik kerja ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Karena itu penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar laporan ini menjadi lebih sempurna. Semoga laporan ini dapat berguna bagi semua orang dan dapat menjadi sumber informasi dan literatur bagi semua pada umumnya dan khususnya mahasiswa Fakultas Teknik.
Banjarbaru, 2023
Tim Penyusun MUHAMMAD MAULANA ARIEF
NADIA RAHMADANIA
DAFTAR ISI
Error! Hyperlink reference not valid.Dosen Pembimbing: 11
LEMBAR PENGESAHANDisusun Oleh:...i11
LEMBAR ASISTENSI...ii33
KATA PENGANTAR...44v
DAFTAR ISI...75vi
DAFTAR GAMBAR...96viii
DAFTAR TABEL...27x
BAB I PENDAHULUAN...112
Error! Hyperlink reference not valid.PENDAHULUAN ...12
1.1 Latar Belakang...112
1.2 Rumusan Masalah...223
1.3 Tujuan...223
1.4 Batasan Masalah...223
1.5 Lingkup Praktik Kerja...334
1.6 Manfaat Praktik Kerja...334
BAB II TINJAUAN PROYEK...345
Error! Hyperlink reference not valid.TINJAUAN PROYEK ...45
2.1 Data Umum Proyek...445
2.1.1 Swakelola pada proyek konstruksi...778
2.1.2 Pelaksanaan Swakelola Mesjid...889
2.2 Organisasi Pelaksana Proyek...889
2.2.1 Pemilik Proyek...111112
2.2.2 Konsultan Perencana...121213
2.2.3 Koordinator Pelaksana Lapangan...131314
2.2.4 Koordinator Pengawas Lapangan...141415
2.3 Laporan Kemajuan Proyek...151516
2.4 Peralatan dan Tenaga Kerja...151516
2.4.1 Peralatan ...2222
Error! Hyperlink reference not valid.2.4.1. ...Peralatan 1617
Error! Hyperlink reference not valid.
1920
2.4.2 Tenaga Kerja...222223
2.5 Metode Pekerjaan Proyek...262526
2.5.1. Pekerjaan Kolom Lantai 3...262627
BAB III PEMBAHASAN...333334
3.1 Pelaksanaan dan Pengawasan...343334
3.1.1.Pelaksanaan... ...2626
3.1.2 Pengawasan ...4241
3.2 Pola Swakelola Masjid At-Taqwa ...4443
3.3 Analisis Produktivitas Pekerja ...4746
BAB IV PENUTUP ...5049
4.1 Kesimpulan ...5049
4.2 Saran ...5150
DAFTAR PUSTAKA ...5251
Error! Hyperlink reference not valid.3.1.1. ...Pelaksanaan 3434
Error! Hyperlink reference not valid.3.1.2 ...Pengawasan 4242
Error! Hyperlink reference not valid.3.2 Pola Swakelola Masjid At-Taqwa ....4444
Error! Hyperlink reference not valid.3.3 Analisis Produktivitas Pekerja ...4747
Error! Hyperlink reference not valid.BAB IV ...5050
Error! Hyperlink reference not valid.PENUTUP ...5050
Error! Hyperlink reference not valid.4.1 Kesimpulan ...5050
Error! Hyperlink reference not valid.4.2 Saran ...5151
Error! Hyperlink reference not valid.DAFTAR PUSTAKA ...5252
DAFTAR GAM
Gambar 1. 1 Peta Lokasi Proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa ...22
YGambar 2.1 Hubungan Kerja Unsur-Unsur Pelaksanaan Proyek Pembangunan dan Pengembangan Bangunan Mesjid At-Taqwa ...1010
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Badan Pengelola Masjid At-Taqwa ...1212
Gambar 2.3 Struktur Organisasi Tim Koordinator Pelaksana Lapangan ...1414
Gambar 2.4 Dump Truck ...1616
Gambar 2.5 Truck Mixer ...1616
Gambar 2.6 Concrete Pump ...1717
Gambar 2.7 Gunting Wire Kawat ...1717
Gambar 2.8 Linggis ...1818
Gambar 2.9 Kunci Inggris ...1818
Gambar 2.10 Palu ...1919
Gambar 2.11 Gergaji ...1919
Gambar 2.12 Tang ...2020
Gambar 2.13 Molen (Concrete Mixer) ...2020
Gambar 2.14 Pemotongan Kayu Modifikasi ...2121
Gambar 2.15 Pemotongan Besi ...2121
Gambar 2.16 Sekop Semen ...2222
Gambar 2.17 Raskam Semen ...2222
Gambar 2.18 Desain Penulangan Kolom 50/50 pada Proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa ...2727
Gambar 2.19 Kait Standar Untuk Tulangan Utama ...2827
Gambar 2.20 Kait Standar untuk Tulangan Sengkang dan Pengikat ...2827
Gambar 2.21 Pemotongan dan pembengkokkan besi ...2928
Gambar 2.22 Pemasangan dan perakitan kolom ...3029
Gambar 2.23 Pemasangan Bekisting Kolom ...3130
Gambar 2.24 Pengecoran Kolom ...3332
Gambar 2.25 Pelepasan Bekisting ...3332
YGambar 3.1 Kondisi awal proyek saat pengamatan praktik kerja ...3433
Gambar 3.2 Uji Slump ...3736
Gambar 3.3 Pembuatan Sampel Kubus ...3736
Gambar 3.4 Proses Pengecoran Kolom ...3837
Gambar 3.5 Uji Tekan Sampel ...3938
Gambar 3.6 Bekisting Tangga ...4039
Gambar 3.7 Pemasangan Tulangan ...4140
Gambar 3.8 Pengecoran Tangga ...4241
Gambar 3.9 Denah rencana Balok dan Kolom Lantai 3 sebelum perubahan ....4645
Gambar 3.10 Denah Letak Posisi Kolom lantai 3 terbaru ...4645
DAFTAR TAB
Tabel 2.1 Jumlah Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Bangunan Masjid At-Taqwa
...24
YTabel 3.1 Hasil Pengujian Uji Kuat Tekan Umur 28 Hari ...4342
Tabel 3.2 Perhitungan Analisis Kebutuhan Pekerja ...4746
Tabel 3.3 Koefisien Analisis Harga Satuan ...4847
Tabel 3.4 Perbandingan Perhitungan Acuan Pengamatan di Lapangan dan Berdasarkan Koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan Permen PUPR No.1 Tahun 2022 ...4948
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
Kegiatan praktik kerja merupakan bagian dari mata kuliah wajib bagi mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat. Praktik kerja menjadi salah satu syarat akademik yang harus dipenuhi untuk menyusun Tugas Akhir atau Skripsi dalam menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1). Mahasiswa harus telah memperoleh jumlah minimal 100 Satuan Kredit Semester (SKS) untuk memenuhi syarat melaksanakan praktik kerja.
Mahasiswa harus melaksanakan praktik kerja ini selama rentang waktu 2 bulan di lokasi proyek. Dengan kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan pengalaman di lapangan yang nantinya akan menjadi bekal untuk bekerja di bidang konstruksi teknik sipil.
Proyek yang diamati pada praktik kerja ini merupakan Pproyek Pembangunan dan Ppengembangan Masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan yang berlokasi di Jl. Karang Anyar III RT. 020 RW. 011 Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan nilai 16.480.679.000,- (Enam Belas Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah). Waktu pelaksanaan proyek yaitu 775 (Tujuh Ratus Tujuh Puluh Lima) hari kalender. Selain itu,
Yang menarik ppada proyek ini ialah bentuk pelaksanaan proyek yang dilakukan menggunakan sistem swakelola yang mana sistem swakelola ini dilakukan oleh pihak yayasan pengelola masjid (Badan Pengelola Masjid At- Taqwa). Sehingga menarik untuk dipelajari sistem swakelola yang diterapkan oleh pengelola.
AAdapun bidang yang diamati pada kegiatan praktik kerja adalah manajemen proyek, dengan hal yang lebih spesifik yaitu mengenai pola pengawasan dan pengerjaan serta koordinasi antara owner dan pekerja pada proyek pembangunan dan pengembangan bangunan Masjid At-Taqwa. Selain itu, juga terdapat beberapa item pekerjaan yang diamati terkait metode pelaksanaannya secara langsung pengerjaannya di lokasi proyek. Adapun untuk
item pekerjaan yang diamati selama praktik kerja berlangsung adalah sebagai berikut :
1. Pembesian pada kolom, balok serta pelat lantai
2. Pemasangan bekisting pada kolom, balok serta pelat lantai 3. Pengecoran pada kolom, balok serta pelat lantai
Berikut merupakan peta lokasi proyek Pembangunan dan Pengembangan Bangunan Masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan dapat dilihat pada Gambar 1. 1.
Gambar 1. 2
Gambar 1. 1 Peta Lokasi Proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa Gambar 1. 2 Peta Lokasi Proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa
I.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada praktik kerja adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pekerjaan yang dilaksanakan di proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan?
2. Bagaimana pola pengawasan dan pelaksanaan di proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan?
3. Bagaimana kendala yang terjadi pada proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan?
I.3 Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktik kerja ialah sebagai berikut :
1. Mengetahui pekerjaan yang dilaksanakan di proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan.
2. Mengetahui pola pengawasan dan pelaksanaan di proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan.
3. Mengetahui kendala yang terjadi pada proyek pembangunan dan pengembangan bangunan masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan.
I.4 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada praktik kerja ini adalah sebagai berikut : 1. Pekerjaan yang ditinjau ialah pekerjaan di proyek yang dilaksanakan selama 2
bulan praktik kerja.
2. Pembahasan khusus yaitu mengenai pola pengawasan dan pengerjaan serta koordinasi antara owner dan pekerja pada proyek pembangunan dan pengembangan bangunan Masjid At-Taqwa.
I.5 Lingkup Praktik Kerja
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada praktik kerja, sebagai berikut : 1. Mengetahui prosedur mendapatkan suatu proyek yang akan dijadikan objek
praktik kerja.
2. Mengetahui teknik atau metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan dengan cara mengamati secara langung di lapangan.
3. Mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan proyek yang ditinjau.
Tahapan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa selama berlangsungnya praktik kerja adalah sebagai berikut :
1. Melakukan praktik kerja dengan adanya bukti absensi atau jadwal hadir ke lokasi praktik kerja yang ditandatangani oleh pihak berwenang.
4. Melakukan kegiatan asistensi dengan dosen pembimbing praktik kerja.
5. Mengikuti ujian atau seminar praktik kerja sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan.
6.
I.6 Manfaat Praktik Kerja
Manfaat dilakukannya praktik kerja yaitu dapat menjadi langkah awal untuk mengenal dunia kerja khususnya pekerjaan proyek pembangunan dan penyedia jasa lainnya yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan
disiplin Ilmu Teknik Sipil. Selain itu, praktik kerja juga memberikan banyak manfaat seperti yaitu mengetahui gambaran secara kompherensif pelaksanaan pekerjaan proyek dari mulai pelelangan sampai dengan pekerjaan di lapangan bahkan jika memungkinkan sampai proyek berakhir. Memberikan gambaran permasalahan yang timbul, dan penanganan teknis yang digunakan serta pengendalian sumber daya proyek secara maksimal efektif dan efisien. Dan yang terakhir aplikasi teori dan praktik di lapangan dapat menjadi bahan referensi pribadi sebagai untuk bekal ketika telah lulus serta tidak sedikit memberikan kontribusi kognitif, efektif dan psikomotorik untuk pelaku kerja praktik.pelaku praktik kerja.
BAB II
TINJAUAN PROYEK
II.1 Data Umum Proyek
Nama Proyek : Pembangunan dan Pengembangan Bangunan Masjid At-Taqwa
Lokasi : Jl. Karang Anyar III RT. 020 RW.011 Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
Sumber Dana : - Organisasi Muhammadiyah
- Pemerintah Provinsi Kalsel dan Kabupaten/Kota (Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar)
- Badan Pengelola Masjid AT-Taqwa - Donatur
Pemilik Proyek : Badan Pengelola Masjid At-Taqwa
Koordinator Perencana : CV. Tornado Konsultan dan Fakultas Teknik ULM
Koordinator Pelaksana : Ir Rudi Setiawan
Koordinator Pengawas : DR. Ir. Mahmud, S.T.,M.T
Perkiraan Keperluan Dana : Rp.16.480.679.000,- (Enam Belas Milyar Empat Ratus Delapan Puluh Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah)
Adapun data-data proyek ini adalah : 1. Latar Belakang
Masjid At-Taqwa merupakan salah satu tempat ibadah yang berlokasi antara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yaitu tepatnya berada di Jalan Karang Anyar III Kota Banjarbaru atau bersebelahan langsung dengan Desa Cindai Alus Martapura. Sebelum menjadi masjid, At-Taqwa ialah sebuah mushola yang didirikan pada tanggal 21 Spetember 2007 diatas tanah wakaf bapak H.Hamlan seluas 289 m2. Adapun tujuan pembangunan dan pengembangan masjid At-
Taqwa ialah untuk bisa menampung jam’ah yang lebih banyak dalam beribadah, memakmurkan masjid sekaligus pemberdayaan umat islam yang mana untuk mewujudkan hal ini Badan Pengelola Masjid At-Taqwa (BPM) membentuk Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa (PPM) yang berisi perencana, logistik, pengawas serta pelaksana lapangan.
a. Tujuan
Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa yang ditunjuk oleh Badan Pengelola Masjid At-Taqwa berkewajiban untuk bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan bangunan Masjid At-Taqwa dengan mutu, spesifikasi teknis dan harga yang sudah direncanakan.
b. Lingkup Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi (termasuk didalamnya pembangunan bangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan tersebut dengan tujuan amal.
c. Lokasi Kegiatan
Jl. Karang Anyar III RT. 020 RW. 011 Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
d. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari Donatur tetap, Organisasi Muhammadiyah dari Pusat sampai Ranting, Pemerintah Provinsi, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, Badan Pengelola Masjid At-Taqwa serta jamaah dengan nilai total anggaran sebesar Rp.16.480.679.000,00.
Penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang memenuhi syarat.
Pelelangan yang dilakukan secara terbuka artinya dapat diikuti oleh rekanan yang tercantum dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) sesuai dengan bidang usaha, ruang lingkup atau kualifikasi kemampuannya. Rencana kegiatan pelelangan diumumkan secara luas di media massa dan media cetak. Papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga masyarakat luas/dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Pelelangan umum pascakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta
pemenuhan persyaratan terhadap perusahaan setelah pemasukan dokumen penawaran. pada umumnya, prinsip pelelangan menggunakan proses ini (kecuali jasa konsultasi yang wajib menggunakan prakualifikasi).
1. Pelelangan Terbatas
Pelelangan terbatas adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi dengan jumlah penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks. Pelelangan yang hanya diikuti oleh rekanan tertentu sekurang-kurangnya lima rekanan yang tercantum dalam DRT (Daftar Rekanan Terseleksi) yang terpilih dari DRM, sesuai bidang usaha atau ruang lingkup serta kualifikasi kemampuannya.
2. Pemilihan Langsung
Pemilihan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp 5.000.000.000,00 (Lima Miliar Rupiah). Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tanpa melalui pelelangan umum dan pelelangan terbatas yang dilakukan dengan membandingkan sekurang-kurangnya tiga penawar dan melakukan negosiasi.
Negosiasi baik teknis maupun harga sehingga mendapatkan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan, dari rekanan yang tercatat dari DRM sesuai dengan bidang usaha dan ruang lingkup, serta kemampuan kualifikasi.
3. Pengadaan Langsung
Pengadaan Langsung adalah pengadaan barang/jasa langsung kepada penyedia barang/jasa, tanpa melalui pelelangan / seleksi / penunjukan langsung. Pengadaan langsung barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya adalah metode pemilihan untuk mendapatkan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling banyak Rp. 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah). Pengadaaan dilakukan di antara rekanan yang termasuk golongan perusahaan ekonomi lemah tanpa melalui pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung.
4. Swakelola
Pengadaan Barang/Jasa melalui Swakelola yang selanjutnya disebut Swakelola adalah cara memperoleh barang/jasa yang dikerjakan sendiri oleh Kementrian/Lembaga/Perangkat Daerah, Kementrian/Lembaga/Perangkat Daerah lain, organisasi kemasyarakatan, atau kelompok masyarakat.
Pada proyek pembangunan bangunan Masjid AT-Taqwa Kalimantan Selatan, cara penetapan pelaksanaan proyek menggunakan Sistem Swakelola yang dikerjakan sendiri oleh Badan Pengelola Masjid At-Taqwa. Adapun kelebihan dan kekurangan proyek swakelola pada proyek ini sebagai berikut :
1. Kelebihan
a. Ditinjau dari pemilik proyek, pemilik proyek akan mengetahui jumlah margin atau biaya dari proses pelaksanaan yang dilaporkan tiap minggu sekali.
b. Pemilik proyek dapat mengontrol langsung kemajuan dan pengeluaran langsung ke tim swakelola sehingga lebih transparan.
c. Rencana Anggaran Biaya bangunan lebih efisien dikarenakan tidak adanya PPN
2. Kekurangan
a. Tidak memiliki kekuatan hukum apapun yang mengikat hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan proyek
b. Pemilik proyek harus mengetahui track record dari tim swakelola sehingga kejadian yang tidak ingin terjadi bisa diminamilisir.
c. Spesifikasi material interior maupun eksterior yang biasanya berubah-ubah dikarenakan menyesuaikan dana yang tersedia.
II.1.1 Swakelola pada proyek konstruksi
Sistem manajemen konstruksi semakin berkembang, yang pada perkembangannya timbul suatu sistem manajemen dimana pada sistem ini pemilik proyek menunjuk langsung tim yang beranggotakan orang-orang sendiri yang ahli dibidangnya masing-masing yang akan menangani pembangunan tersebut. Tim ini terdiri dari tim perencana, tim pelaksana, dan tim pengawas yang semuanya ditunjuk langsung dan diberi tugas oleh pemilik proyek. Pada sistem ini tidak ada surat perjanjian kontrak yang ada hanya surat perintah kerja untuk mulai melaksanakan pembangunan. Surat perintah kerja diberikan oleh pemilik proyek kepada pelaksana pembangunan. Sistem semacam ini disebut sistem manajemen swakelola.
Sistem manajemen swakelola adalah suatu sistem manajemen konstruksi dimana pemilik proyek (pengguna jasa) sekaligus juga sebagai perencana,
pengawas, dan pelaksana pembanguna. Pengadaan penyedia jasa pada sistem ini tidak melalui proses pelelangan. Pada sistem ini besarnya biaya suatu proyek ditetapkan dengan sistem kontrak harga tidak tetap. Pemilik proyek dituntut berperan aktif dalam setiap kegiatan mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pelaksanaan proyek. Tahap perencanaan ini dimulai dari kegiatan menyusun sasaran proyek, yaitu anggaran, jadwal induk, standar mutu, kemudian bersama- sama pelaksana, meletakkan dasar-dasar pengawasan dan pengendalian atas kegiatan pembangunan, pengadaan barang dan kegiatan konstruksi lainnya.
Pemilik proyek juga melakukan pemantauan dan pengawasan, agar sasaran yang ditentukan tersebut dapat dicapai dengan memuaskan.
2.1.2 Pelaksanaan Swakelola Mesjid
Pelaksanaan swakelola pada mesjid At-Taqwa memerlukan berbagai proses dalam pelaksanaannya, yang mana dalam proses pelaksanaan swakelola mesjid At-Taqwa diawali dengan Badan Pengelola Mesjid (BPM) melakukan pembentukan Panitia Pengembangan Mesjid (PPM). Selanjutnya Panitia Pengembangan Mesjid (PPM) melakukan pembentukan struktur organisasi dalam pembangunan swakelola mesjid At- Taqwa yang mana struktur organisasi yang terbentuk yaitu : Ketua Panitia Pengembangan Mesjid, wakil ketua, bendahara, sekretaris, konsultan perencana yang terdiri dari CV Tornado Konsultan dan juga Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, koordinator pengawas, koordinator pelaksana lapangan.
Setelah struktur organisasi terbentuk maka dilakukan pembagian tugas dan tanggung jawab terkait masing-masing struktur organisasi sesuai dengan bidangnya masing-masing setelah penetapan tugas dan tanggung jawab masing- masing bidang selesai maka dimulailah pembangunan mesjid At-Taqwa.
II.2 Organisasi Pelaksana Proyek
Organisasi proyek adalah organisasi yang dibentuk untuk menyelesaikan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan, waktu, dan kualitas yang telah ditetapkan sehingga dicapai sasaranyang diinginkan. Susunan dan besarnya organisasi yang diperlukan untuk mengendalikan suatu proyek, bisa bervariasi karena tiap proyek mempunyai sasaran dan beban tugas yang berbeda yang membawa konsekuensi menurut susunan organisasi proyek yang berbeda pula.
Pelaksanaan pekerjaan suatu proyek dapat berjalan secara efektif dan efesien, maka pada suatu proyek mutlak adanya suatu pengaturan yang jelas mengenai berbagai hal yang dianggap perlu. Satu diantaranya adalah pengaturan hubungan kerja antar bidang yang terlibat dalam proyek. Hal ini diatur dalam suatu kesepakatan agar setiap unsur dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sebagai bagian dari teamwork.
Unsur pokok organisasi proyek yang digunakan pada suatu pembangunan proyek adalah:
1. Pemilik proyek 2. Pemimpin proyek 3. Perencana
4. Pengawas 5. Pelaksana
Sistem manajemen swakelola adalah sistem manajemen profesional yang telah dimodifikasi. Intinya sistem ini sama dengan sistem manajemen profesional pada umumnya, yakni adanya pemilik, pengawas dan pelaksana. Pada sistem manajemen profesional ada surat perjanjian kontrak sedangkan pada sistem manajemen swakelola tidak ada surat perjanjian kontrak yang ada hanya surat perintah kerja.
Hubungan kerja antar unsur pengelola proyek adalah suatu hubungan kerja antara pemberi tugas, perencana, pengawas dan pelaksana proyek dalam mengerjakan atau melaksanakan sebuah proyek. Semua unsur tersebut dalam penyelenggaraan akan pekerjaan pembangunan suatu proyek harus mengikuti atau berpedoman pada ketentuan, persyaratan dan peraturan yang telah disepakati dan berlaku.
Secara umum, unsur-unsur pelaksanaan serta hubungan kerja pembangunan proyek dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Hubungan Kerja Unsur-Unsur Pelaksanaan Proyek Pembangunan dan Pengembangan Bangunan Mesjid At-Taqwa
Keterangan:
Garis Perintah : Garis Konsultasi : Garis Tanggung Jawab :
Hubungan empat pihak yang terjadi antara pemilik proyek, konsultan perencana, koordinator pelaksana, koordinator pengawas diatur sebagai berikut:
1. Hubungan antara Konsultan Perencana dengan Pemilik Proyek
Ikatan tidak berdasarkan kontrak, konsultan memberikan layanan konsultasi secara sukarela dimana produk yang dihasilkan berupa gambar-gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat tanpa ada pemungutan biaya sedikitpun.
6. Hubungan antara Koordinator Pelaksana dengan Pemilik Proyek
Ikatan tidak berdasarkan kontrak, koordinator pelaksana memberikan pelayanan jasa profesionalnya berupa bangunan sebagai realiasi dari keinginan pemilik proyek yang telah dituangkan kedalam gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat oleh konsultan, sedangkan pemilik proyek memberikan biaya jasa konstruksi kepada pelaksana.
7. Hubungan antara Koordinator Pengawas dengan Pemilik Proyek
Tidak Terikat ikatan kontrak akan tetapi memiliki hubungan fungsional.
Koordinator Pengawas menyampaikan setiap pelaksanaan pekerjaan dan melaporkannya kepada pemilik proyek berdasarkan yang terjadi pada pelaksanaan di lapangan.
8. Hubungan antara Konsultan Perencana dengan Koordinator Pelaksana Lapangan
Ikatan berdasarkan peraturan pelaksanaan. Konsultan Perencana memberikan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat, kemudian koordinator pelaksana lapangan harus merealisasikan menjadi sebuah bangunan.
9. Hubungan antara Koordinator Pengawas dengan Koordinator Pelaksana Lapangan
Terkait hubungan fungsional. Koordinator Pengawas melakukan pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pengaturan-pengaturan yang telah disepakati. Koordinator Pelaksana Lapangan melaporkan setiap hasil pekerjaan yang dilaksanakan dan kendala-kendala secara teknis kepada Koordinator Pengawas.
10. Hubungan antara Koordinator Pengawas dengan Konsultan Perencana
Terikat hubungan fungsional. Perencana memberikan hasil desain serta peraturan-peraturan pelaksanaan kepada koordinator pengawas. Koordinator pengawas melaporkan hasil pekerjaan serta kendala-kendala teknis yang timbul di lapangam guna dicari perubahan.
2.2.1 Pemilik Proyek
Pemilik proyek merupakan suatu badan hukum, perorangan (swasta), atau instansi pemerintah yang bertindak sebagai pemberi tugas. Pemilik proyek memberi tugas kepada unsur pelaksana proyek lainnya dan sebaliknya unsur tersebut bertanggung jawab kepada pemilik proyek atas tugas yang diberikan.
Pada proyek Pembangunan dan Pengembangan Bangunan Masjid At-Taqwa Kalimantan Selatan, yang bertindak sebagai pemilik proyek adalah Badan Pengelola Masjid At-Taqwa (BPM) terkait struktur organisasinya dapat dilihat pada Gambar 2.2.
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Badan Pengelola Masjid At-Taqwa 2.2.2 Konsultan Perencana
Konsultan perencana merupakan divisi yang memiliki tanggung jawab sebagai konsultan dalam perencanaan bangunan. Konsultan perencana memiliki fungsi untuk membantu pemimpin proyek pengelola dan membuat semua dokumen perencanaan yang diperlukan. Pada proyek ini terdapat dua pihak yang bertugas sebagai konsultan perencana yaitu CV. Tornado Konsultan dan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik ULM yang mana untuk CV Tornado Konsultan terikat kontrak oleh pemilik proyek yaitu Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa (PPM) dari awal hingga akhir proyek sedangkan untuk Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik ULM tidak terikat kontrak hingga akhir proyek. Adapun dokumen yang direncanakan oleh pihak perencana teknik adalah:
1. Kondisi lahan atau laporan hasil penelitian lapangan.
2. Laporan pendahuluan dan analisa harga awal (RAB) 3. Rencana kerja dan syarat pekerjaan (RKS)
4. Pembuatan gambar rencana.
5. Perhitungan teknis sesuai dengan Term of Reference (TOR).
2.2.3 Koordinator Pelaksana Lapangan
Koordinator Pelaksana Lapangan adalah orang yang bidangnya menerima tugas, melaksanakan pekerjaan dan menerima pembayaran yang telah disetujui bersama sesuai perjanjian. Dalam proyek ini Koordinator Pelaksana Lapangan yang diberi wewenang untuk melaksanakan pekerjaan adalah Ir Rudi Setiawan.
Terkait tim dari pelaksana lapangan dapat dilihat pada lampiran.
Tugas Koordinator Pelaksana Lapangan sebagai berikut:
1. Melaksanakan perancangan yang dibuat oleh konsultan perencana sesuai dengan perjanjian kontrak.
2. Menjalankan metode-metode teknik, tahapan-tahapan pekerjaan dan prosedur kerja sesuai dengan dokumen kontrak dalam melaksanakan pekerjaan.
3. Membuat jadwal pelaksanaan (time schedule) secara terperinci sesuai dengan jenis kegiatan yang ada serta mengevaluasinya.
4. Menyediakan segala hal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan serta bahan-bahan, tenaga kerja, alat-alat dan listrik
Kewajiban koordinator pelaksana lapangan adalah sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas selesainya bangunan yang dibangun dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
2. Mengikuti ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak.
3. Mengikuti dan menaati petunjuk yang diberikan oleh konsultan maupun staffnya.
4. Memeriksa serta meneliti semua ketentuan dan gambar yang ada pada kontrak pekerjaan. Apabila diperkirakan ada kesalahan, maka harus menyampaikan kepada pemberi tugas untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut.
5. Dalam melaksanakan pekerjaan atau pengadaan barang wajib menaati semua peraturan yang berlaku, di antaranya peraturan tentang keselamatan kerja dan peraturan tentang perburuhan.
Adapun tim dari koordinator pelaksana lapangan dapat dilihat pada Gambar 2.3
Gambar 2.3 Struktur Organisasi Tim Koordinator Pelaksana Lapangan 2.2.4 Koordinator Pengawas Lapangan
Koordinator Pengawas Lapangan yaitu tim/orang yang berfungsi membantu pengelolaan proyek untuk mengawasi pelaksanaan proyek konstruksi fisik yang dilaksanakan oleh tim koordinator pelaksana lapangan. Adapun terkait tim koordinator pengawas lapangan terdiri dari satu orang sebagai koordinator dan
orang anggota serta ada satu orang pengawas dari tim pelaksana lapangan yang juga bertugas sebagai pengawas sehingga total jumlah pengawas dalam proyek ini ialah sejumlah tujuh orang.
II.3 Laporan Kemajuan Proyek
Suatu proyek tidak akan terlaksana dengan lancar tanpa administrasi yang baik dan teratur. Setiap kegiatan yang ada harus dicatat dan dibedakan masing- masing kegiatan, dan dibuat dalam buku yang setiap saat dapat dikontrol. Laporan kemajuan dibuat oleh koordinator pelaksana lapangan dan diperiksa oleh koordinator pengawas untuk ditujukan kepada pimpinan kegiatan proyek untuk disahkan. Laporan kemajuan fisik proyek bertujuan agar pimpinan proyek mengetahui sejuah mana proyek terlaksana agar dapat mengetahui seberapa berapa proyek harus membayar kepada pelaksana proyek. Adapun catatan-catatan tersebut adalah:
1. Jumlah tenaga kerja
2. Kegiatan dan rencana kerja
3. Masalah-masalah yang timbul di lapangan 4. Bahan dan material
5. Peralatan
Laporan-laporan tersebut adalah : 1. Laporan harian
2. Laporan mingguan 3. Laporan bulanan 4. Laporan akhir
II.4 Peralatan dan Tenaga Kerja
Agar pelaksana pekerja proyek berjalan lancar dan sesuai dengan rencana kerja, perlu adanya peralatan atau alat-alat berat dan tenaga kerja. Peralatan itu berdaya guna tinggi jika peralatan tersebut dapat menghasilkan produksi yang maksimal tetapi menggunakan biaya yang minimal. Untuk mendapat hasil tersebut perlu diadakan survei lapangan secara cermat.
2.4.1. Peralatan 1. Dump Truk
Dump Truk adalah alat transportasi yang berupa alat angkut untuk memindahkan material dari jarak tengah – hingga jauh (500m – lebih).
Muatannya ini dapat berupa: pasir, batu bara, tanah urug, batu split, niket, biji besi, bahkan angkutan untuk sampah. Pada proyek Pembangunan Bangunan Masjid At-Taqwa digunakan 2 dump truck untuk mengangkut material ke disposal area. Alat dump truck dapat dilihat pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4 Dump Truck 2. Truck Mixer
Truck mixer berfungsi untuk mengangkut beton dari pabrik semen ke lokasi kontruksi sambil menjaga konsistensi beton agar tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan. Truck mixer yang digunakan adalah Hino FM dengan kapasitas 7 m3. Gambar truck mixer bisa dilihat pada Gambar 2.5.
Gambar 2.5 Truck Mixer
3. Concrete Pump
Concrete pump adalah sebuah alat yang digunakan untuk mentransfer cairan beton dengan dipompa. Biasa dipakai pada gedung bertingkat tinggi dan pada area yang sulit untuk dilakukan pengecoran. Concrete pump yang digunakan adalah concrete pump merk IHI dengan tipemodel IPF110B-7E21 dengan jangkauan belalai pompa sampai dengan 30 m dengan kapasitas 10- 100 m/h . Gambar mobil cConcrete pPump dapat dilihat pada Gambar 2.6.
Gambar 2.6 Concrete Pump
4. Gunting Wire kawat
Gunting Wire kawat adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memotong kawat di lokasi proyek. Adapun gambar dari gGunting Wire kawat dapat dilihat pada Gambar 2.7.
Gambar 2.7 Gunting Wire Kawat
5. Linggis
Linggis adalah sebuah alat yang terbuat dari besi ulir yang mana berfungsi untuk membengkokkan sesuatu atau mencongkel sesuatu salah satunya yaitu tulangan. Adapun gambar dari linggis dapat dilihat pada Gambar 2.8.
Gambar 2.8 Linggis 6. Kunci Inggris
Kunci Inggris adalah sebuat alat yang berfungsi untuk mengencangkan dan mengendurkan suatu baut dalam proyek. Adapun gambar dari kunci inggris dapat dilihat pada Gambar 2.9.
Gambar 2.9 Kunci Inggris
7. Palu
Palu adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memukul sesuatu contohnya paku. Adapun gambar dari palu dapat dilihat pada Gambar 2.10
Gambar 2.10 Palu 8. Gergaji
Gergaji adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memotong sesuatu salah satunya kayu atau papan. Adapun gambar dari gergaji dapat dilihat pada Gambar 2.11.
Gambar 2.11 Gergaji 9. Tang
Tang adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memotong kawat atau membengkokkan, mengcongkel sesuatu di proyek. Adapun gambar dari tang dapat dilihat pada Gambar 2.12.
Gambar 2.12 Tang 10. Molen (Concrete Mixer)
Mesin molen (juga disebut semen mixer) adalah peralatan yang dapat secara merata mencampur semen, agregat seperti pasir atau kerikil, dan air untuk membentuk campuran beton. Untuk proyek konstruksi yang lebih kecil, pengaduk semen portabel atau mesin pengaduk semen kecil / mini banyak digunakan sehingga beton dapat dicampur di lokasi konstruksi. Adapun gambar dari alat ini dapat dilihat pada Gambar 2.13.
Gambar 2.13 Molen (Concrete Mixer)
11. Pemotong Kayu Modifikasi
Mesin pemotong kayu atau yang sering disebut dengan sirkel, merupakan mesin yang digunakan untuk memotong atau membelah kayu yang tidak begitu tebal. Adapun terkait alat ini dapat dilihat pada Gambar 2.14.
Gambar 2.14 Pemotongan Kayu Modifikasi
12. Pemotong Besi
Alat pemotong besi merupakan alat yang banyak digunakan oleh para tukang bangunan. Seperti dengan namanya, alat ini berguna untuk memotong besi, mulai dari besi kecil, plat, dan juga besi yang memiliki ukuran atau diameter 14 inch. Biasanya para tukang bangunan menggunakan mesin ini untuk memotong besi ulir dan juga plat. Adapun terkait alat ini dapat dilihat pada Gambar 2.15.
Gambar 2.15 Pemotongan Besi 13. Sekop Semen
Sekop semen banyak digunakan pada pekerjaan pembangunan. Sekop semen berfungsi untuk memudahkan pekerjaan pasangan batu atau meratakan adukan semen untuk pasangan bata maupun plesteran dinding.
Sekop semen dapat dilihat pada Gambar 2.16 berikut.
Gambar 2.16 Sekop Semen 14. Raskam Semen
Raskam Semen atau perata semen merupakan alat yang dipakai guna memperhalus serta meratakan permukaan lantai cor beton yang masih proses
tahap pengerasan. Raskam Semen dapat dilihat pada Gambar 2.17.
Gambar 2.17 Raskam Semen
2.4.2 Tenaga Kerja
Dalam suatu proyek, eksistensi tenaga kerja merupakan faktor penting karena memiliki pengaruh besar terhadap biaya dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Tenaga kerja merupakan orang yang terlibat dalam suatu proyek dimana penempatannya harus sesuai dengan keahliannya agar mendapatkan hasil pekerjaan yang efektif dan efisien. Tenaga kerja yang bekerja pada proyek pembangunan bangunan Mesjid At-Taqwa terdiri atas tenaga kerja dari Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa serta tenaga kerja dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Adapun terkait tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini ialah :
1. Tenaga Kerja dari Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa
Tenaga kerja dari Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa ialah tenaga kerja tetap yang bekerja dari awal proyek hingga selesai proyek. Adapun tenaga kerja dari Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa terdiri atas :
a. Team Leader, pimpinan pada proyek yang ditugaskan untuk melaksanakan hubungan dan tanggung jawab teknis dan operasional kepada pemberi tugas mengenai pekerjaan, melaksanakan fungsinya sebagai penanggung jawab proyek, dan bertanggung jawab penuh atas pengendalian kegiatan timnya pada setiap tahapan kerja yang mana posisi ini ditempati oleh ketua dan wakil
ketua Panitia Pengembangan Mesjid (PPM) yaitu Raden Singgih Sunyoto dan Noor Irwansyah, S.T., M.T.
b. Quality Control, betanggung jawab terhadap mutu setiap item pekerjaan.
Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah wakil ketua Panitia Pengembangan Mesjid (PPM) yaitu Noor Irwansyah, S.T., M.T.
c. Pelaksana lapangan, memberikan layanan keahlian kepada owner (pemberi tugas) dan tim pengelola teknis dalam melaksanakan tugas-tugas koordinasi dan pengendalian seluruh kegiatan teknis pembangunan tahap pelaksanaan konstruksi dan masa pemeliharaan, baik yang menyangkut aspek manajemen maupun teknologi. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah Ir Rudi Setiawan selaku koordinator pelaksana lapangan beserta tim yang dapat dilihat pada Gambar 2.3.
d. Quantity Surveyor, bertugas melakukan pengukuran, pemeriksaan dan pengawasan pada saat pembangunan proyek. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah Ir Rudi Setiawan selaku pelaksana lapangan beserta tim.
e. Mandor, dituntut untuk memiliki pengetahuan teknis dalam taraf tertentu, misalnya: dapat membaca gambar konstruksi, dapat membuat perhitungan ringan, dapat membedakan kualitas bahan-bahan yang akan digunakan, serta mengawasi pekerjaan tenaga kerja di bawahnya. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah Endri selaku pengawas pelaksanaan di lapangan.
f. Tenaga kerja kasar adalah buruh yaitu tenaga kerja yang langsung bekerja di lapangan dan melakukan pekerjaan kasar dengan petunjuk tenaga ahli.
Biasanya yang dibutuhkan dari tenaga kerja kasar adalah tenaganya saja.
Dalam pekerjaannya pekerja kasar dikepalai oleh mandor.Adapun jumlah tenaga kerja kasar pada proyek ini dapat dilihat pada Tabel 2.2.Tabel 2.1.
g.
Tabel 2.1 Jumlah Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Bangunan Masjid At- Taqwa
Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Bangunan Masjid At- Taqwa
Tenaga Kerja Jumlah Pelaksana Lapangan 1 Orang Pengawas Tukang 1 Orang
Tukang 4 Orang
Pembantu Tukang 5 orang
Pelaksana 1 orang
2. Tenaga Kerja Ahli dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
Tenaga kerja ahli dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat ialah tenaga kerja ahli yang bersifat sukarela melakukan pengabdian kepada pihak masjid dalam hal membantu perencanaan awal proyek ini tapi tidak termasuk dalam hal perencanaan pondasi dan juga tidak terikat sampai akhir proyek. Adapun tenaga ahlikerja dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat terdiri atas :
a. Ahli Arsitektur bertugas membantu tugas team leader khususnya yang berkaitan dengan bidang desain arsitektur, bersama-sama membantu proyek menyiapkan shop drawing dan as-built drawing, dan memeriksa kelengkapan gambar arsitektural, membuat atau menyiapkan gambar-gambar kerja teknik, sehingga gambar tersebut dapat dengan jelas dan mudah dimengerti orang lain dan mudah dalam proses pembentukan obyek gambar tersebut. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr Bani Noor Muchamad, S.T., M.T ; Dr. Ira Mentayani, S.T., M.T ; Dr. Irwan Yudha Hadinata,S.T., M.T., M.Sc. ; J.C Heldiansyah, S.T., M.Sc ; Naimatul Aufa, S.T., M.Sc ; M.
Ibnu Saud, M.Sc. ; Muhammad Sahdianor Rahman, S. Ars ; Yuliana Alifi, S.Ars,
b. A hli Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP) bertugas membantu tugas
team leader khususnya yang yang
berkaitan dengan bidang desain arsitektur, bersama-sama membantu proyek
menyiapkan shop drawing dan as-built drawing, danmemeriksa kelengkapan gambar arsitekturalberkaitan dengan bidang desain MEP, memberikan bimbingan, pengarahan dan pengawasan di bidang MEP untuk memperlancar proses pengawasan melakukan pemeriksaan pengujian pekerjaan terhadap bahan-bahan pekerjaan MEP yang dipakai, . Adapun pihak yang berada di
posisi ini ialah Ttim
Pengabdian kKepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr Bani Noor Muchamad, S.T., M.T ; Dr. Ira Mentayani, S.T., M.T ;Dr. Irwan Yudha Hadinata,S.T., M.T., M.Sc. ; Naimatul Aufa, S.T., M.Sc ; J.C. Heldiansyah, S.T., M.Sc ; Dr. Irwan Yudha Hadinata, S.T., M.Sc.M. Ibnu Saud, M.Sc. ; Yuliana Alifi, S.Ars. ; Pathur Razi Ansyah, S.T., M.Eng. ; Akhmad Syarief, S.T., M.T. S.T. ; Gunawan Rudi Cahyono, S.T., M.T. ; Muhammad Syahirul Alim, S.T., M.T. ; Muhammad Fitra Salam ; Andri Hizrian Mawaridi ; M. Lutfi Ardiyansyah ; Jurayni.
c.
d. Ahli Struktur Atas bertugas melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur atas dalam pelaksanaan proyek, memberikan arahan kepada konsultan perencana dan kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan memberikan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan, dan merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan.
Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr. Nursiah Chairunnisa, S.T., M.Eng ; Husnul Khatimi, S.T., M.T. ; Arya Rizki Darmawan, S.T., M.T. ; Huda Ruzhanah, S.T., M.T. ; Muhammad Nur Ramadhani ; Wesa Prasetya ; M. Dony S. ; Anggita Aprillia Cahyani ; Lintang Intan Guritno ; Rahmat Mulyadi.
e.
f. Ahli dan Struktur Bawah, bertugas melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur bawah dalam pelaksanaan proyek,
memberikan arahan kepada konsultan perencana dan kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan memberikan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan, dan merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan.
Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr. Nursiah Chairunnisa, S.T., M.Eng ; Husnul Khatimi, S.T., M.T. ; Arya Rizki Darmawan, S.T., M.T. ; Huda Ruzhanah, S.T., M.T. ; Ir. Markawie, M.T. ; Muhammad Afief Ma’ruf, S.T., M.T. ; Dr. Rusdiansyah, S.T., M.T. ; Ulfa Fitriati, S.T., M.Eng. ; Sutrisno ; Muhammad Nur Arfiandoyo ; Rizqi Arrahman ; Muhammad Avif ; Fitria Nur Cahyani Endah Lestari ; Muhammad. Adam Nur Andhiska. ; Abdul Hadi Alisyah Putra.P. ; Andrean Wahyu Haryono. ; Muhammad. Salimi. ; Wesa Prasetya ; M. Dony S. ; Aggita Aprillia Cahyani ; Lintang Intan Guritno ; Rahmat Mulyadi.
g. Tim Perhitungan RAB, bertugas untuk menganggarkan atau membuat perkiraan perhitungan biaya yang diperlukan untuk bahan, alat, dan upah serta biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek. Adapun pihak yang bertugas di tim ini ialah Husnul Khatimi, S.T., M.T. ; Dr. Eng. Akbar Rahman, S.T., M.T. ; Abdul Karim S.T., M.T. ; Lintang Intan Gurito ; Rahmat Muliyadi ; Sofie Wulun Andini ; Agung Motik Pratikno ; Muethia Rezqa Hidayaty Rahmah ; M. Risky Maulana ; M.Said Ramadhani ; Yulia Novianti ; Muhammad Ilham Fremuzar ; Muhammad.
Irfan ; Naufal Rizwan ; Faujan Husaini., bertugas melakukan kordinasi
dengan pihak kontraktor
terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanaan proyek, memberikan arahan kepada konsultan perencana dan kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan memberikan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan, dan merekomendasikan saran–
saran perbaikan terhadap material yang digunakan. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr. Nursiah Chairunnisa, S.T.,
M.Eng ; Husnul Khatimi, S.T., M.T. ; Arya Rizki Darmawan, S.T., M.T. ; Huda Ruzhanah, S.T., M.T.
h. Ahli Landscape, bertugas membantu ahli arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi rencana desain landscape yang dihasilkan oleh perencana landscape, membantu ahli arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi gambar as-built landscape yang diajukan oleh kontraktor, dan berkoordinasi dengan inspektor/pengawas landscape dalam pelaksanaan pengawasan harian pekerjaan landscape di lapangan. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr Bani Noor Muchamad, S.T., M.T ; Dr. Ira Mentayani, S.T., M.T ; Naimatul Aufa, S.T., M.Sc ; J.C. Heldiansyah, S.T., M.Sc ; Dr.
Irwan Yudha Hadinata, S.T., M.Sc.
i. Ahli Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), bertugas membantu tugas team leader khususnya yang berkaitan dengan bidang desain MEP, memberikan bimbingan, pengarahan dan pengawasan di bidang MEP untuk memperlancar proses Pengawasan melakukan pemeriksaan pengujian pekerjaan terhadap bahan-bahan pekerjaan MEP yang dipakai. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr Bani Noor Muchamad, S.T., M.T
; Dr. Ira Mentayani, S.T., M.T ; Naimatul Aufa, S.T., M.Sc ; J.C.
Heldiansyah, S.T., M.Sc ; Dr. Irwan Yudha Hadinata, S.T., M.Sc.
j.
k. Drafter, bertugas membuat atau menyiapkan gambar-gambar kerja teknik, sehingga gambar tersebut dapat dengan jelas dan mudah dimengerti orang lain dan mudah dalam proses pembentukan obyek gambar tersebut. Adapun pihak yang berada di posisi ini ialah tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lambung Mangkurat yaitu : Dr Bani Noor Muchamad, S.T., M.T ; Dr. Ira Mentayani, S.T., M.T ; Naimatul Aufa, S.T., M.Sc ; J.C.
Heldiansyah, S.T., M.Sc ; Dr. Irwan Yudha Hadinata, S.T., M.Sc
II.5 Metode Pekerjaan Proyek
Metode pekerjaan adalah suatu metode yang menggambarkan penyelesaian suatu pekerjaan secara sistematis dari awal sampai akhir meliputi tahapan/urutan pekerjaan utama dan uraian/carakerja dari masing-masing jenis kegiatan utama yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan ketentuan dan ketepatan waktu. Adapun Dalam suatu proyek terjadi rangkaian kegiatan dengan urutan pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mendapat hasil yang sesuai dengan ketentuan dan ketepatan waktu. uUntuk item pekerjaan yang dilaksanakan pada proyek Proyek Pembangunan dan Pengembangan Masjid At- Taqwa Kalimantan Bagian Selatan, sebagai berikut:
2.5.1. Pekerjaan Kolom Lantai 3
Menurut SNI 2847-2019 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan vertikal, digunakan untuk memikul beban tekan aksial, tapi dapat juga memikul momen, geser atau torsi. Kolom yang digunakan sebagai bagian sistem rangka pemikul gaya lateral menahan kombinasi beban aksial, momen dan geser.
Struktur dalam kolom dibuat dari besi tulangan dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi tulangan adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan.
Sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gata tarik pada bangunan.
Syarat-syarat kolom beton bertulang berdasarkan peraturan beton bertulang Indonesia, SNI 2847 : 2019, yaitu :
1. Dimensi penampang terkecil, diukur pada garis lurus yang melalui pusat geometri, tidak kurang dari 300 mm
2. Rasio dimensi penampang terkecil terhadap dimensi tegak lurusnya tidak kurang dari 0,4
3. Luas tulangan longitudinal harus memenuhi persyaratan yaitu 0,01Ag < Ast >
0,06 Ag, sedangkan untuk kolom sengkang bundar, jumlah tulangan longitudinal minimum adalah 6.
4. Tulangan Transversal harus terdiri dari spiral tunggal atau overlap, sengkang pengekang bundar, sengkang persegi dengan atau tanpa ikat silang.
5. Setiap tekukan ujung sengkang pengekang persegi dan ikat silang harus mengait batang tulangan longitudinal terluar.
6. Ikat silang yang berurutan harus dipasang selang seling ujungnya sepanjang tulangan longitudinal dan sekitar perimeter penampang.
7. Spasi tidak boleh lebih dari 350 mm
8. Ketika Pu > 0,3Ag*F’c > 70 Mpa. Semua tulangan longitudinal di inti kolom harus diikat dengan sengkang kait 135o
9. Tebal pelat beton dan pelat penutup komposit yang bekerja sebagai diafragma struktural untuk menyalurkan gaya gempa tidak boleh kurang dari 50 mm.
Adapun terkait gambar penulangan kolom di proyek pembangunan bangunan Masjid At-Taqwa dapat dilihat pada Gambar 2.18.
Gambar 2.18 Desain Penulangan Kolom 50/50 pada Proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa
Gambar 2.19 Kait Standar Untuk Tulangan Utama
Gambar 2.20 Kait Standar untuk Tulangan Sengkang dan Pengikat 1. Tahap Persiapan
Persiapan awal pekerjaan kolom dimulai dengan mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, baik untuk pekerjaan bekisting maupun penulangan. Pekerjaan persiapan meliputi:
a. Melakukan pemotongan besi tulangan yang akan dipakai untuk penulangan kolom (D12, dan D16). Dalam proses ini dilakukan pemotongan besi tulangan dan pembengkokan secara manual.
b. Melakukan pembengkokan besi tulangan yang akan dipakai untuk penulangan kolom (D16, dan D12). Dalam proses ini dilakukan pembengkokan besi tulangan dengan alat Bar Bender.
c. Mempersiapkan bekisting yang akan digunakan untuk kolom.
d. Melakukan pembuatan beton decking yang digunakan sebagai acuan selimut beton. Pada kolom digunakan beton decking berbentuk silinder dengan tebal 4 cm dan berdiameter 6 cm
Adapun terkait proses pemotongan dan pembengkokkan besi dapat dilihat pada Gambar 2.21.
Gambar 2.21 Pemotongan dan pembengkokkan besi 2. Tahap Pelaksanaan
Setelah tahap persiapan selesai dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan.
a. Pemasangan tulangan kolom pada lantai 3 dipasang dengan menyambungkan tulangan kolom lantai 3 pada lantai sebelumnya dengan bantuan Tower Crane.
b. Perakitan kolom yang dilakukan secara manual oleh pekerja dengan cara mengaitkan tulangan satu sama tulangan lain dengan kawat bendrat. Setelah tulangan terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton decking sesuai ketentuan. Beton decking ini berfungsi sebagai selimut beton.
Adapun terkait pemasangan dan perakitan kolom dapat dilihat pada Gambar 2.22.
Gambar 2.22 Pemasangan dan perakitan kolom 3. Proses pemasangan bekisting kolom
Pemasangan bekesting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah selesai dilaksanakan. Berikut ini adalah uaraian mengenai proses pembuatan bekesting kolom :
a. Bersihkan area kolom sebelum memasang bekesting.
b. Kemudian ukur sesuai ketentuan dari tulangan terluar kolom, masing-masing dari ke empat sisinya untuk pemasangan bekesting.
c. Rakit bekisting sesuai dengan dimensinya.
d. Setelah bekisting jadi, anggkat bekisting tersebut menggunakan tower crane menuju ke kolom yang ingin dilakukan pengecoran, kegiatan ini dibantu oleh pekerja untuk memposisikan bekisting dengan tepat.
e. Selanjutnya pasang penyangga bekisting kolom dengan menggunakan bantuan besi yang di kaitkan satu sama lain pada keempat sisinya, hal ini bertujuan agar bekisting tertahan dengan kuat saat proses pengecoran dan menghidari terjadinya beton bunting. Adapun terkait pemasangannya dapat dilihat pada Gambar 2.23.
Gambar 2.23 Pemasangan Bekisting Kolom 4. Proses Persiapan Pengecoran Kolom
Pengecoran pada kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pemasangan bekisting telah selesai dilaksanakan. Berikut ini adalah uraian mengenai proses pengecoran pada kolom :
a. Persiapan Pengecoran Sebelum pengecoran dilakukan ada hal-hal yang harus diperhatikan agar pelaksanaan dan hasil pengecoran mempunyai kualitas yang baik.
b. Beton segar tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan bekesting (acuan), ukuran, dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan pemasangan.
c. Pengecoran belum dapat dilaksanakan sebelum mendapat persetujuan site manager, pengawas lapangan, dan pengawas quality control.
d. Semua permukaan tempat pengecoran beton (bekesting) harus dibersihkan dari benda-benda dan kotoran-kotoran debu, sisa potongan besi dan kayu yang dapat merusak mutu beton.
e. Periksa kerapatan bekesting agar tidak terjadi kebocoran pada saat pengecoran.
f. Pekerjaan pembersihan dilakukan setelah pekerjaan pembesian dan pekerjaan pemasangan bekesting selesai dan disetujui oleh pengawas lapangan.
5. Proses Pelaksanaan Pengecoran
Proses pengecoran dilaksanakan apabila tahap persiapan pengecoran sudah dilaksanakan adapun langkah dalam pengecoran kolom ialah sebagai berikut sebagai berikut :
a. Beton yang digunakan dalam proses pengecoran ini adalah ready mix concrete dengan mutu K-250. Sebelum beton ready mix ini dituangkan ke cetakan, proyek tidak lupa melakukan tes slump dan mengambil sampel 6 buah kubus untuk pengecekkan kuat tekan beton, apakah mutu beton sudah baik atau belum dan memenuhi standard atau tidak. Setelah selesai, barulah adukan beton disalurkan dari truk mixer concrete ke tempat pengecoran.
b. Tuangkan beton ready mix concrete dari truk mixer concrete kedalam concrete pump hopper. Cairan beton dipompa oleh mesin hingga naik ke saluran pipa pompa beton.
c. Selama proses pengecoran terdapat satu orang operator yang bertugas untuk mengarahkan ujung pipa concrete pump untuk mengontrol titik pengecoran agar lebih merata.
d. Setalah sampai diarea pengecoran, beton ready mix ditumpahkan kedalam bekisting. Untuk hasil yang maksimal, maka selama terjadinya proses pengecoran dilakukan proses pemadatan dengan menggunakan vibrator (dengan cara ditusuk-tusuk sampai benar-benar padat).
e. Ratakan permukaan adukan beton yang telah dipadatkan, dengan menggunakan papan perata.
Adapun terkait proses pengecoran kolom pada proyek pembangunan Masjid At-Taqwa dapat dilihat pada Gambar 2.24.
Gambar 2.24 Pengecoran Kolom 6. Pembongkaran bekisting kolom
Pada proyek pembangunan gedung Masjid At-Taqwa, pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah 24 jam. Pembongkaran bekisting kolom dilakukan dengan cara pelepasan penyangga, pada proyek ini bekisting kolom mempunyai penyangga yang berupa besi yang dikaitkan satu sama lain yang disebut dengan perancah atau scaffolding. Kemudian bekisting kolom tersebut diangkat dan dipindahkan ke tempat yang telah disediakan dapat dilihat pada Gambar 2.25.
Gambar 2.25 Pelepasan Bekisting
BAB III PEMBAHASAN
III.1 Pelaksanaan dan Pengawasan
Kondisi di lapangan pada saat awal praktik kerja sudah memasuki tahap pekerjaan kolom lantai 3. Pekerjaan proyek Pembangunan Masjid At-Taqwa ini sudah memasuki minggu ke-11. Pada saat awal praktik kerja berlangsung, pekerjaan kolom yang diamati adalah pekerjaan proses perakitan dan pembesian, pemasangan bekisting serta pengecoran pada kolom. Setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi, koordinator pelaksana lapangan sebagai pengawas di lapangan yang berfungsi untuk mengawasi dan memonitoring pekerjaan dari awal hingga akhir.
Adapun kondisi awal proyek praktik kerja yang dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Kondisi awal proyek saat pengamatan praktik kerja
3.1.1. Pelaksanaan
Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa (PPM) melakukan koordinasi dengan konsultan perencana yang mana untuk pihak terkait yang ada di jabatan ini ialah CV. Tornado Konsultan dan juga Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik ULM untuk menentukan dan membahas mengenai perencanaan gambar kerja sebagai acuan untuk pelaksanaan di lapangan. Adapun hasil output yang diberikan dari koordinasi ini ialah berupa gambar kerja, laporan struktur serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Setelah itu Panitia Pengembangan Masjid At-Taqwa (PPM) melakukan koordinasi dengan pelaksana di lapangan mengenai teknis pelaksanaan di lapangan serta menentukan kerangka acuan kerja yang dipakai oleh pelaksana.
Selain itu juga berkoordinasi dengan pengawas lapangan mengenai teknis serta penjadwalan pengawasan pada pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana di lapangan.
Selanjutnya pelaksana lapangan melakukan koordinasi dengan pengawas lapangan mengenai pengawasan apabila ada pekerjaan yang sedang akan dilaksanakan dan juga melakukan koordinasi dengan mandor mengenai teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan bahwa pekerjaan yang dilakukan di lapangan berdasarkan gambar kerja yang sudah dibuat. Kemudian Mandor mengkoordinasikan dengan para pekerja mengenai acuan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan agar memenuhi spesifikasi dan mutu yang direncanakan.
Kemudian pelaksana di lapangan melakukan koordinasi dengan pengawas lapangan mengenai progress pekerjaan dan juga apabila ada suatu kondisi di lapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang mana untuk selanjutnya jika ditemukan terkait hal tersebut maka dari koordinasi antara pelaksana lapangan dengan pengawas lapangan selanjutnya pengawas lapangan melakukan koordinasi dengan owner mengenai hal-hal tersebut.
Adapun pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan selama berlangsungnya praktik kerja ialah :
1. Pekerjaan Kolom Lantai 3 a. Persiapan Pekerjaan Kolom
Langkah awal sebelum melakukan proses pekerjaan kolom adalah menyiapkan alat, bahan, material serta menentukan titik pemasangan kolom di lapangan. Adapun langkah-langkah persiapan pekerjaan kolom ialah :
i. Menyiapkan alat,bahan serta material yang digunakan.
ii. Menentukan titik pembuatan kolom dan melakukan pengukuran sehingga sesuai dengan yang ada di gambar kerja.
b. Perakitan dan Pembesian Kolom
Setelah melakukan tahap persiapan selanjutnya melakukan perakitan dan pembesian pada kolom. Adapun perakitan dan pembesian kolom yang dapat dilihat pada Gambar 2.21. Berikut langkah-langkah dalam proses ini ialah : i. Melakukan pemotongan besi tulangan yang akan dipakai untuk penulangan
kolom yaitu Besi Ulir Ukuran D12 dan D16. Dalam proses ini dilakukan pemotongan besi tulangan dengan alat pemotong besi dan pembengkokan secara manual dengan menggunakan alat pembengkok besi sederhana.
ii. Melakukan pembengkokan besi tulangan yang akan dipakai untuk penulangan kolom yaitu Besi Ulir Ukuran D12 dan D16. Dalam proses ini dilakukan pembengkokan besi tulangan secara manual (tenaga manusia).
iii. Melakukan pembuatan beton decking yang digunakan sebagai acuan selimut beton. Pada kolom digunakan beton decking dengan tebal 4 cm.
c. Pemasangan Bekisting
Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah selesai dilaksanakan. Adapun pemasangan bekisting yang dapat dilihat pada Gambar 2.23. Berikut ini adalah uraian mengenai proses pembuatan bekisting kolom:
i. Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom.
ii. Bekisting dibuat dengan empat sisi tertutup, dengan satu sisi yang bisa dibuka untuk menempatkan bekisting menyelimuti kolom. Ketika bekisting sudah menutupi tulangan kolom, sisi yang terbuka kemudian ditutup menggunakan papan bekisting yang lain dengan cara dipaku sampai kolom tertutup rapat. Tujuannya agar bekisting tidak mengalami kebocoran saat proses pengecoran berlangsung.
iii. Agar bekisting tetap berdiri tegak maka di sekitar bekisting diberi pengaku.
d.