• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PKL PPSDM MIGAS CEPU OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION DIESEL ENGINE CUMMINS KTA-38

N/A
N/A
Ramallah Hareldi

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN PKL PPSDM MIGAS CEPU OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION DIESEL ENGINE CUMMINS KTA-38"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

(1)

DIESEL DI PPSDM MIGAS CEPU

Disusun oleh:

Andia Amal Azam : 220531703398

Muhammad Athaallah Roteiro : 220531710027 Ramallah Bhishmanata Hareldi : 220531709336 Sany Khiyaru Fahmi : 220531709579

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI REKAYASA PEMBANGKIT ENERGI

FAKUTAS VOKASI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2024

(2)

OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION DIESEL ENGINE CUMMINS KTA38-G5 PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA

DIESEL DI PPSDM MIGAS CEPU

Disusun oleh:

Andia Amal Azam : 220531703398

Muhammad Athaallah Roteiro : 220531710027 Ramallah Bhishmanata Hareldi : 220531709336 Sany Khiyaru Fahmi : 220531709579

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI REKAYASA PEMBANGKIT ENERGI

FAKUTAS VOKASI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2024

(3)

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI

JALAN SOROGO 1 CEPU, BLORA-JAWA TENGAH

TELEPON: (0296) 421888 FAKSIMILE: (0296) 421891 https://ppsdmmigas.esdm.go.id E-mail: [email protected] LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

”OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION CUMMINS KTA38-G5”

Bulan : Juni 2024 Disusun Oleh :

Andia Amal Azam 220531703398

Telah diperiksa dan disetujui pada : Tanggal : 24 Juni 2024

Disahkan Oleh :

Subkoordinator Kilang dan Utilitas Pembimbing Lapangan

Rohmadi S.S.T. Paryadi, S.T.

19700328 199103 1 002 NIP 197803032007011002 Koordinator Program dan Evaluasi

Agus Alexandri, S.T. M.T.

(4)

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI

JALAN SOROGO 1 CEPU, BLORA-JAWA TENGAH

TELEPON: (0296) 421888 FAKSIMILE: (0296) 421891 https://ppsdmmigas.esdm.go.id E-mail: [email protected] LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION CUMMINS KTA38-G5”

Bulan : Juni 2024 Disusun Oleh :

Muhammad Athaallah Roteiro 220531710027 Telah diperiksa dan disetujui pada :

Tanggal : 24 Juni 2024 Disahkan Oleh :

Subkoordinator Kilang dan Utilitas Pembimbing Lapangan

Rohmadi S.S.T. Paryadi, S.T.

19700328 199103 1 002 NIP 197803032007011002 Koordinator Program dan Evaluasi

Agus Alexandri, S.T. M.T.

NIP 197608172008011001

(5)

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI

JALAN SOROGO 1 CEPU, BLORA-JAWA TENGAH

TELEPON: (0296) 421888 FAKSIMILE: (0296) 421891 https://ppsdmmigas.esdm.go.id E-mail: [email protected] LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

”OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION CUMMINS KTA 38-G5”

Bulan : Juni 2024 Disusun Oleh :

Ramallah Bhishmanata Hareldi 220531709336 Telah diperiksa dan disetujui pada :

Tanggal : 24 Juni 2024 Disahkan Oleh :

Subkoordinator Kilang dan Utilitas Pembimbing Lapangan

Rohmadi S.S.T. Paryadi, S.T.

19700328 199103 1 002 NIP 197803032007011002 Koordinator Program dan Evaluasi

Agus Alexandri, S.T. M.T.

(6)

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI

JALAN SOROGO 1 CEPU, BLORA-JAWA TENGAH

TELEPON: (0296) 421888 FAKSIMILE: (0296) 421891 https://ppsdmmigas.esdm.go.id E-mail: [email protected] LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION CUMMINS KTA 38 G5”

Bulan : Juni 2024 Disusun Oleh :

Sany Khiyaru Fahmi 220531709579

Telah diperiksa dan disetujui pada : Tanggal : 24 Juni 2024

Disahkan Oleh :

Subkoordinator Kilang dan Utilitas Pembimbing Lapangan

Rohmadi S.S.T. Paryadi, S.T.

19700328 199103 1 002 NIP 197803032007011002 Koordinator Program dan Evaluasi

Agus Alexandri, S.T. M.T.

NIP 197608172008011001

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktik di PPSDM MIGAS dengan judul “OPERATION AND MAINTENANCE GENERATOR STATION DIESEL ENGINE CUMMINS KTA38-G5 PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL DI PPSDM MIGAS CEPU Tahun 2024 di PPSDM Migas Cepu" dengan baik dan lancar. Kegiatan kerja praktik ini dilakukan tidak hanya sebagai bagian dari tugas akademis, tetapi juga untuk pengembangan pribadi penulis dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi rekayasa pembangkit energi. Sebagai mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi, Universitas Negeri Malang, penulis berupaya menerapkan teori yang telah dipelajari dalam lingkungan kerja nyata. Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman dan data yang diperoleh selama mengikuti kerja praktik pada periode Juni 2024.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, antara lain:

1. ALLAH SWT, karena rahmat-Nya, anugerah ilmu, kesempatan dan kesehatan dari-Nya, penulis mampu menyelesaikan laporan praktik kerja lapangan.

2. Kedua orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan serta menjadi motivator terbesar bagi kami dalam menyelesaikan kerja praktek dan penulisan laporan ini.

3. Bapak Waskito Tunggul Nusanto, S.Kom., M.T., selaku Kepala PPSDM MIGAS yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kerja praktek di PPSDM MIGAS.

4. Bapak Agus Alexandri, S.T., M.T., selaku Koordinator Program dan Evaluasi di PPSDM MIGAS.

5. Bapak Paryadi S.T., selaku Pembimbing Lapangan selama di PPSDM MIGAS.

6. Ir. Arya Kusumawardana, S.Pd, M.T., selaku Ketua Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi, Universitas Negeri Malang.

7. Seluruh pegawai baik operator maupun teknisi yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu di PLTD PPSDM MIGAS Cepu.

(8)

Kami selaku penyusun laporan ini mengucapkan mohon maaf kepada semua pihak apabila dalam melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan dan dalam penyusunan laporan terdapat kesalahan. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi perkembangan pendidikan dan diharapkan dapat memberikan ilmu bagi pembaca laporan ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pelaksanaan PKL hingga penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Aamin.

Cepu, 30 Juni 2024

Penulis

(9)

DAFTAR ISI

HALAMANJUDUL ... I LEMBAR PENGESAHAN ... II KATAPENGANTAR ... VI DAFTAR ISI ... VIII DAFTAR GAMBAR ... IX DAFTAR TABEL ... X

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1LATAR BELAKANG ... 1

1.2RUANG LINGKUP MASALAH ... 3

1.3BATASAN MASALAH ... 3

1.4RUMUSAN MASALAH ... 3

1.5TUJUAN ... 4

BAB 2 GAMBARAN UMUM PPSDM MIGAS ... 5

2.1PENJELASAN UMUM ... 5

2.1.1Tugas Pokok dan Fungsi ... 6

2.1.2Sejarah Singkat PPDSDM Migas ... 7

2.1.3Struktur dan Organisasi Kepegawaian ... 10

2.1.4Lokasi PPSDM Migas... 14

2.2ORIENTASI PERUSAHAAN ... 15

2.2.1 Unit Humas ... 15

2.2.2 Unit Kilang... 16

2.2.3 Unit Boiler ... 17

2.2.4 Unit Water Treatment Plant ... 18

2.2.5 Laboratorium Pengujian Hasil Produk... 19

2.2.6 Unit Power Plant ... 20

2.2.7 Laboratorium Dasar ... 21

2.2.8 Laboratorium Pengujian... 21

2.2.9 Unit Perpustakaan ... 22

2.2.10 Unit keselamatan kerja dan Pemadam Kebakaran ... 23

(10)

BAB 3 DASAR TEORI DAN METODOLOGI ... 27

3.1DASAR TEORI ... 27

3.1.1MOTOR DIESEL ... 27

3.1.2 Komponen Motor Diesel... 27

3.1.3 Sistem Pembakaran Mesin Diesel ... 28

3.1.4 Prinsip Kerja Motor Diesel ... 29

3.2MESIN DIESEL ... 38

3.3METODE PENELITIAN ... 39

3.4ALAT DAN BAHAN ... 39

3.5PROSEDUR ... 39

3.6SKEMA KERJA ... 40

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 41

4.1MESIN DIESEL KTA38G5 ... 41

4.2FUNGSI DAN SPESIFIKASI MESIN DIESEL CUMMINS KTA38G5 .... ERROR!BOOKMARK NOT DEFINED. 4.2.1 Fungsi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 ... 41

4.2.2 Spesifikasi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 ... 42

4.2.3 Data Peralatan Pembangkit Tenaga Listrik ... 44

4.3SISTEM MESIN DIESEL KTA38CUMMINS ... 44

4.3.1 Komponen Mesin Diesel... 52

4.4.PRINSIP KERJA MESIN DIESEL ... 55

4.5TEKNIS PEMELIHARAAN ... 57

4.5.1 Jadwal Perawatan Mesin ... 57

4.5.2 Perawatan pada PLTD PPSDM MIGAS Cepu ... 76

4.5.3 Pemecahan Masalah (Troubleshooting) ... 78

BAB V PENUTUP ... 83

5.1 KESIMPULAN ... 83

5.2 SARAN……..……….……….84

DAFTAR PUSTAKA ... 85

LAMPIRAN... 86

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Logo PPSDM Migas ... 5

Gambar 2. 2 Bagan Struktur Organisasi PPSDM Migas... 10

Gambar 2. 3 Lokasi PPSDM Migas ... 14

Gambar 2. 4 Unit Humas ... 16

Gambar 2. 5 Unit Kilang ... 17

Gambar 2. 6 Unit Boiler ... 18

Gambar 2. 7 Unit WaterTreatment Plant ... 19

Gambar 2. 8 Mesin Diesel Cummins KTA 38 G8 ... 20

Gambar 2. 9 Unit Perpustakaan ... 23

Gambar 2. 10 Unit Keselamatan Kerja dan Pemadaman Kebakaran ... 25

Gambar 3. 1 Konstruksi Ruang Pembakaran Mesin ... 26

Gambar 3. 2 Mesin Diesel 4 Langkah ... 28

Gambar 3. 3 Sistem Bahan Bakar ... 29

Gambar 3. 4 Sistem Pemasukan Udara ... 30

Gambar 3. 5 Sistem Pembuangan ... 31

Gambar 3. 6 Sistem Kompresi Udara ... 31

Gambar 3. 7 Cara Kerja Sistem Pendingin ... 34

Gambar 3. 8 Cara Kerja Sistem Pelumasan... 35

Gambar 4. 1 Generator I ... 44

Gambar 4. 2 Name Plate Generator II ... 45

Gambar 4. 3 Generator VIII ... 46

Gambar 4. 4 Generator XI ... 47

Gambar 4. 5 Genset Cummins I ... 48

Gambar 4. 6 Genset Cummins II ... 49

Gambar 4. 7 Genset Cummins VIII ... 50

Gambar 4. 8 Genset Cummins XI ... 51

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1 Spesifikasi Mesin Diesel ... 42

Tabel 4. 2 Spesifikasi Generator ... 43

Tabel 4. 3 Data Teknis Generator I... 44

Tabel 4. 4 Data Teknis Generator II ... 45

Tabel 4. 5 Data Teknis Generator VIII ... 46

Tabel 4. 6 Data Teknis Generator XI ... 47

Tabel 4. 7 Data Teknis Mesin I ... 48

Tabel 4. 8 Data Teknis Mesin II ... 49

Tabel 4. 9 Data Teknis Mesin VIII ... 50

Tabel 4. 10 Data Teknis Mesin XI ... 51

(13)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Praktik kerja lapangan merupakan bentuk penyelenggaraan kegiatan Pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung, secara sistematik dan terarah. PKL bertujuan agar Mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dunia kerja. Dalam praktik kerja lapangan mahasiswa juga diharapkan mampu memperluas dan menambah wawasan terkait dengan pengetahuan atau materi perkuliahan yang sudah didapatkan sebelumnya dalam lingkup instansi atau Perusahaan tempat mahasiswa menjalani kerja praktik kerja lapangan tersebut. Universitas Negeri Malang adalah sebagai salah satu Universitas (perguruan tinggi) di indonesia.

Lulusan dari Universitas Negeri Malang diharapkan siap untuk dikembangkan ke bidang yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Sejalan dengan upaya tersebut, kerjasama dengan industri perlu untuk ditingkatkan, yang dalam hal ini bisa dilakukan dengan melalui praktik Kerja, Magang, Joint Research, dan lain sebagainya. Praktik Kerja Lapangan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi Universitas Negeri Malang. Selain itu kegiatan tersebut diharapkan dapat menempuh pengetahuan mahasiswa di dunia kerja. Wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang berkaitan dengan industri sangat diperlukan.

Hal ini sehubungan dengan kondisi indonesia yang merupakan negara berkembang dimana teknologi masuk dan diaplikasikan oleh industri terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih lanjut. Selain itu energi yang dibutuhkan oleh industri-industri tersebut yang semakin meningkat maka diperlukannya pengembangan lebih lanjut mengenai sumber energi dan efisiensi sistem kelistrikan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Migas Cepu sebagai salah satu instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang industri perminyakan.

Pengolahan minyak tersebut dilakukan di unit kilang, yang didalamnya dapat

(14)

utilitas untuk mendukung kegiatan saat kilang beroperasi yaitu salah satunya adalah unit Power Plant yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan Listrik saat kilang dan utilitas lainnya beroperasi. PPSDM Migas menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi untuk sub sektor Migas meliputi bidang hulu, hilir, dan penunjang. Lalu menyelenggarakan uji sertifikasi yang terakreditasi ISO 17024 oleh Komite Akreditasi Nasional serta menyediakan jasa untuk kalibrasi alat.

PPSDM Migas juga ikut serta memproduksi dan mengolah minyak dan gas menjadi bahan bakar seperti solar, kerosin, dan juga pertasol. Dalam pengolahannya, kilang yang berjalan kontinu atau terus menerus pastinya memerlukan pasokan daya untuk pengolahannya. Maka dari itu, PPSDM Migas memiliki unit pembangkit tenaga listrik sendiri yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak atau yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk menunjang kebutuhan kegiatan pengolahan dari kilang tersebut.

Mesin diesel sebagai penggerak generator ini memiliki peranan penting dalam pengolahan, oleh karena itu perawatan mesin diesel ini juga harus dilakukan agar kinerja mesin tetap terjaga dan berjalan dengan optimal dan produksi tetap berjalan dengan lancar.

Pemahaman tentang permasalahan di dunia industri diharapkan dapat menunjang pengetahuan teoritis yang didapat dari materi kuliah, sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap bersaing untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. Oleh karena itu manfaat pada praktik kerja yang dilakukan di PPSDM Migas Cepu diharapkan mahasiswa mampu memahami sistem operasional dan sistem perawatan pada Mesin Diesel Cummins KTA 38 dan menerapkan ilmu yang telah didapat dibangku kuliah serta memahami secara langsung cara kerja dari Mesin Diesel Cummins KTA 38 yang ada di PPSDM Migas Cepu.

(15)

1.2 Ruang lingkup Masalah

Sesuai dengan pengambilan tema yang akan dipelajari pada praktik kerja lapangan, maka pengamatan yang akan dilakukan yaitu menganalisa pengoperasian dan perawatan pada PLTD. Adapun ruang lingkup masalah pada praktik kerja lapangan kali ini yaitu mengenai operasional dan maintenance pada mesin diesel cummins KTA 38 G8 Unit Power Plant di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM MIGAS) Cepu.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah yang dibahas dalam penyusunan laporan praktik kerja lapangan ini yaitu hanya membahas operasi dan perawatan rutin mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 di unit Power Plant, menjelaskan komponen sistem pada mesin diesel. Agar tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini dapat terarah maka penulis perlu untuk mengemukakan batasan-batasan masalah yang akan dibahas. Batasan masalah tersebut sebagai berikut :

1. Operasional sistem mesin diesel sebagai penggerak generator.

2. Teknis perawatan sistem mesin diesel di unit Power Plant PPSDM Migas Cepu.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:

1. Komponen pada sistem mesin diesel KTA 38 G5 Cummins.

2. Cara kerja mesin diesel sebagai penggerak generator.

3. Teknis perawatan mesin diesel KTA 38 G5 Cummins.

(16)

1.5 Tujuan

Penelitian Tujuan dari diadakannya penelitian Praktik Kerja Lapangan ini adalah :

1. Untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh sertifikat praktik kerja lapangan dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Cepu.

2. Sebagai sarana pembelajaran dalam menghadapi dunia kerja khususnya di bidang industri.

3. Memahami sistem pengoperasian dan pemeliharaan mesin diesel KTA 38 G5 cummins pada unit Power Plant PPSDM MIGAS Cepu.

(17)

BAB 2

GAMBARAN UMUM PPSDM MIGAS 2.1 Penjelasan Umum

Gambar 2. 1 Logo PPSDM Migas [1]

Berikut ini merupakan profil singkat dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas)

Nama Perusahaan : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Alamat Perusahaan : Jl. Sorogo No.1, Kampungbaru, Karangboyo, Kec. Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58315. Telp.(0296) 421888 Email : [email protected]

Website : http;/ppsdmmigas.esdm.go.id/id

Tanggal Berdiri : 4 Januari 1966, berdasarkan SK Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi

No. 05M/Migas/1966

Fasilitas : Fire Safety, Laboratorium dasar yang meliputi Laboratorium Kimia,

Lab.Minyak Bumi, Lab. Simulator Pemboran, Lab.Simulator Produksi,

Boiler, Kilang, Gedung Sertifikasi,Power Plant, Water Treatment Plant,

(18)

Wisma, Sarana Olahraga, Lab.Instrumentasi, Workshop Mekanik,

Workshop Elektrik, Wisma, Sarana Olahraga, dan lain-lain.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) adalah instansi pemerintah pusat di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam melaksanakan tugas, PPSDM MIGAS bertanggung jawab langsung terhadap Kepala Badan Diklat Energi dan Sumber Daya Mineral (Surat Keputusan No.150 tahun 2001 tanggal 2 Maret 2001) yang telah diperbaharui dengan peraturan Menteri ESDM no. 13 tahun 2016 tanggal 20 Juli 2016, dimana PPSDM MIGAS mempunyai tugas pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

2.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2016 PPSDM Migas Cepu memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:

1 Tugas Pokok

Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

2 Fungsi

a. Penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

b.Penyusunan program, akuntabilitas kinerja dan evaluasi serta pengelolaan informasi pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

c. Penyusunan perencanaan dan standarisasi pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

d.Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang minyak dan gas bumi.

(19)

e. Pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana dan informasi pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

f. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi.

g.Pelaksanaan administrasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi.

2.1.2 Sejarah Singkat PPDSDM Migas

Sumber minyak di Indonesia termasuk cukup banyak yang tersebar di beberapa daerah, salah satunya berada di daerah Cepu. Cepu merupakan suatu daerah yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada awal tahun 1870, ditemukan minyak di daerah Cepu dan sekitarnya yang dimulai saat Belanda menduduki Indonesia. Setelah berbagai pemindahan kekuasaan Blok Cepu pertama kali dieksplorasi oleh perusahaan minyak Royal Dutch/Shell DPM (Dordtsche Petroleum Maatschappij) sebelum Perang Dunia II. Awalnya ditemukan 24 lokasi lapangan minyak namun sekarang hanya tersisa 2 lokasi lapangan minyak yaitu lapangan minyak Kawengan dan Ledok.

Berdasarkan sejarah berdirinya, umur kilang minyak Cepu telah mencapai 100 tahun lebih dan pengolahannya telah mengalami tiga periodisasi yaitu:

a. Zaman Hindia Belanda (Tahun 1886-1942)

Pada tahun 1886 seorang sarjana tambang Mr. Adrian Stoop berhasil mengadakan penyelidikan minyak bumi di Jawa. Pada tahun 1887 Mr.Adian Stoop mendirikan DPM (Dordtsche Petroleum Maatschappij) dan mengadakan pengeboran pertama di Surabaya. Pada tahun 1890 didirikan pengeboran minyak di daerah Wonokromo. Selain di Surabaya Mr. Adrian Stoop juga mengadakan pengeboran minyak di daerah Rembang. Pada bulan January 1893, dari Ngawi dengan menggunakan rakit Mr. Adrian Stoop menyusuri Bengawan Solo menuju Ngareng dan Cepu (Panolan). Ia

(20)

akhirnya memilih Ngareng sebagai tempat pabrik penyulingan minyak dan sumurnya dibor pada Juli 1893. Daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Kilang Cepu. Selanjutnya, berdasarkan akta No.56 tanggal 17 Maret 1923 DPM diambil alih oleh BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij).

b. Zaman Jepang (Tahun 1942-1945)

Periode zaman Jepang digambarkan tentang terjadinya peristiwa penyerbuan tentara Jepang ke Indonesia pada perang Asia Timur dengan tujuan menguasai daerah-daerah yang kaya akan sumber minyak, untuk keperluan perang dan kebutuhan minyak dalam negeri Jepang. Terjadi perebutan kekuasaan Jepang terhadap Belanda, para pegawai perusahaan minyak Belanda ditugaskan untuk menangani taktik bumi hangus instalasi penting, terutama kilang minyak yang ditujukan untuk menghambat laju serangan Jepang. Namun akhirnya, Jepang menyadari bahwa pemboman atas daerah minyak akan merugikan pemerintah Jepang sendiri sehingga sumber-sumber minyak segera dibangun bersama oleh tenaga sipil Jepang, para tukang bor sumur tawanan perang dan tenaga rakyat Indonesia yang berpengalaman dan ahli dalam bidang perminyakan, serta tenaga kasar diambil dari penduduk Cepu dan daerah lainnya dalam jumlah besar.

Lapangan minyak Cepu masih dapat beroperasi secara maksimal seperti biasa dan pada saat itu Jepang pernah melakukan pengeboran baru di Lapangan minyak Kawengan, Ledok, Nglobo, dan Semanggi.

c. Masa Indonesia Merdeka (Tahun 1945-Sekarang)

Setelah proklamasi kemerdekaan, lahir Perusahaan Tambang Minyak Negara (PTMN) di Cepu. Daerah operasinya meliputi lapangan minyak Wonocolo, Nglobo, Kawengan, Ledok, dan Semanggi. Administrasi Sumber Minyak (ASM), menyerahkan pada pemerintah sipil. Untuk itu dibentuk panitia kerja yaitu, Badan Penyelenggara Perusahaan Negara yang kemudian melahirkan Perusahaan Tambang Minyak Rakyat Indonesia (PT MRI). Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi perusahaan, maka pada

(21)

tahun 1957, PT MRI diubah menjadi Perusahaan Tambang Minyak Nglobo CA. Perusahaan ini dikelola oleh pemerintah. Sejak PTMRI sampai Perusahaan Tambang Minyak Nglobo CA, banyak mengalami kemajuan.

Pada tahun 1966 Tambang Minyak Nglobo CA diubah menjadi PERMIGAN, sedang kilang minyak Cepu dan lapangan minyak Kawengan dibeli oleh pemerintah Indonesia dari ASM dan pada tahun 1962 pengolahannya dilimpahkan pada PN PERMIGAN. Pada tanggal 4 Januari 1966 PN PERMIGAN dijadikan Pusat Pendidikan dan Latihan Lapangan Minyak dan Gas Bumi (PUSDIKLAT MIGAS) yang merupakan bagian dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) yang berkantor pusat di Cipulir Jakarta. Sejak saat itu kilang beserta lapangan berfungsi sebagai alat peraga pendidikan. Pada tanggal 7 Februari 1967 diresmikan Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS) angkatan I.

Berdasarkan SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 646 tanggal 26 Desember 1977 PUSDIKLAT MIGAS yang merupakan bagian dari LEMIGAS (Lembaga Minyak dan Gas Bumi) diubah menjadi Pusat Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi Lembaga Minyak dan Gas Bumi (PPTMGB LEMIGAS) dan berdasarkan SK Presiden No. 15 tanggal 15 Maret 1984 pasal 107, LEMIGAS Cepu ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah dengan nama Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi (PPT MIGAS).

d. Periode 2001 – 2016

Tahun 2001, PPT MIGAS diubah menjadi PUSDIKLAT MIGAS dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 150 tahun 2001 dan diperbarui dengan Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 18 tahun 2010.

(22)

2.1.3 Struktur dan Organisasi Kepegawaian

Gambar 2. 2 Bagan Struktur Organisasi PPSDM Migas [1]

Struktur organisasi disebut juga dengan garis hirarki yang mana merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan antar bagian atau divisi.

Tujuan struktur organisasi ini untuk memudahkan alur komunikasi dalam pembagian kerja dan tanggung jawab masing- masing bagian dengan bagian lainnya. Struktur organisasi yang ada di lingkungan PPSDM MIGAS dipimpin oleh seorang Kepala Pusat yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tiga orang Kepala Bidang dan satu orang Kepala Bagian Tata Usaha beserta kelompok fungsional di bawah sebagai berikut:

a. Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha memiliki tugas melaksanakan urusan kepegawaian, kerumahtanggaan, ketatausahaan, dan keuangan PPSDM Migas. Bagian tata usaha terdiri dari dua sub bagian yaitu:

1. Sub Bagian Keuangan

(23)

Bertugas untuk melakukan urusan keuangan dan administrasi barang milik negara.

2. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum

Bertugas untuk melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, kerumahtanggaan, kepegawaian, organisasi, tata laksana, pelaksanaan manajemen perubahan, hukum hubungan masyarakat, serta keprotokolan.

3. Koordinator Perencanaan Dan Standarisasi Pengembangan SDM Koordinator Perencanaan dan Standarisasi Pengembangan SDM mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan pengembangan, penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria pengembangan sumber daya manusia di PPSDM Migas.

Koordinator ini terdiri dari 2 sub bidang, yaitu:

a. Sub Koordinator Perencanaan Pengembangan SDM

Bertugas untuk melakukan penyiapan bahan rencana penyusunan standar kompetensi jabatan dan pengembangan sumber daya manusia sub sektor minyak dan gas bumi.

b.Sub Koordinator Standardisasi Pengembangan SDM

Bertugas untuk melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria pengembangan sumber daya manusia serta pelayanan sertifikasi kompetensi tenaga sub sektor minyak dan gas bumi.

4. Koordinator Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Diklat

Koordinator Penyelenggara Sarana dan Prasarana Diklat memiliki tugas penyelenggaraan dan pemantauan serta pengelolaan sarana dan prasarana teknis pengembangan sumber daya manusia di PPSDM Migas. Bidang Sarana dan Prasarana Diklat terdiri dari 2 sub bidang, yaitu :

a. Sub Koordinator Perencanaan Pengembangan SDM

(24)

Bertugas untuk melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pemantauan, pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia sub sektor minyak dan gas bumi.

b. Sub Koordinator Sarana Prasarana Pengembangan SDM dan Informasi

Bertugas untuk melakukan penyiapan pengelolaan dan pelayanan jasa sarana prasarana teknis pengembangan sumber daya manusia dan informasi subsektor minyak dan gas bumi.

5. Koordinator Program dan Evaluasi

Koordinator Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan, melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program, anggaran, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama, evaluasi, dan akuntabilitas kinerja di Koordinator pengembangan sumber daya manusia sub sektor minyak dan gas bumi. Koordinator Program dan Kerjasama terdiri dari 2 Sub Bidang, yaitu:

1. Sub Koordinator Program

Bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pengelolaan rencana, program, anggaran, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia sub sektor minyak dan gas bumi.

2. Sub Koordinator Evaluasi

Bertugas untuk melakukan penyiapan bahan evaluasi, dan akuntabilitas kinerja di bidang pengembangan sumber daya manusia sub sektor minyak dan gas bumi.

6. Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat instansi yang bersangkutan. Kelompok jabatan fungsional di PPSDM MIGAS mempunyai tugas yaitu untuk melaksanakan pemberian layanan jasa

(25)

Pendidikan dan pelatihan serta melaksanakan tugas lain berdasarkan pada keahlian atau keterampilan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jabatan fungsional terdiri dari empat bagian yaitu:

1. Fungsional Tertentu

Fungsional tertentu terdiri dari 5 bagian yaitu widyaiswara, instruktur, arsiparis, kesehatan, dan pustakawan.

2. Fungsional Struktural.

3. Fungsional Umum.

7. Pembagian Jam Kerja

a. Senin - Kamis: pukul 08.00-12.00 kemudian dilanjutkan pukul 13.00-16.00

b.Jumat: pukul 08.00-11.30 kemudian dilanjutkan pukul 13.00 - 16.30

Adapun bagian yang memerlukan kerja rutin dan kontinyu selama 24 jam, seperti bagian pengolahan, laboratorium control, dan keamanan maka dilakukan pembagian 3 shift kerja, yaitu:

a Shift I : 08.00 - 16.00 b Shift II : 16.00-00.00 c Shift III : 00.00-08.00

Bagi karyawan yang bekerja dengan shift, diadakan pergantian shift tiap 5 hari sekali dan mendapatkan libur 2 hari.

(26)

2.1.4 Lokasi PPSDM Migas

Gambar 2. 3 Lokasi PPSDM Migas [1]

Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia Minyak dan Gas Bumi berlokasi di Jalan Sorogo 1, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah dengan areal sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan seluas 120 hektar. Ditinjau dari segi geografis dan ekonomis, lokasi tersebut cukup strategis karena didukung oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Lokasi Praktek

Lokasi PPSDM Migas berdekatan dengan lapangan minyak milik Pertamina, Exxon Mobil Cepu Limited, pertamina, Hulu Energi, tambang rakyat Wonocolo serta singkapan-singkapan geologi, sehingga memudahkan peserta diklat untuk melakukan field study.

2. Sarana Transportasi

Kota Cepu dilewati oleh jalur kereta api yang Surabaya - Jakarta dan jalan raya yang menghubungkan kota kota besar di sekitarnya, sehingga memudahkan untuk bepergian. Letaknya yang berbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

(27)

3. Letak yang bebatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur

PPSDM Migas terletak di kawasan hutan jati, berjarak ±34 km dari kota Blora Barat, dan ±35 km dari kota Bojonegoro, Jawa Timur. Dengan kota - kota besar di Jawa berjarak 160 km dari Semarang, 145 km dari Surabaya, 125 km dari Solo, dan 750 km dari Jakarta.

2.2 Orientasi Perusahaan 2.2.1 Unit Humas

Unit Humas mempunyai peranan penting dalam membangun dan menjaga hubungan komunikasi antara organisasi dengan stakeholder dan masyarakat umum, dengan tujuan yang menyangkut tiga hal yaitu reputasi, citra dan komunikasi mutual benefit relationship. Untuk berkomunikasi dengan publik, Humas PPSDM Migas menyediakan layanan informasi berupa Call Center yang diperuntukkan bagi stakeholder ataupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan keluhan dan pertanyaannya di bidang layanan organisasi. Call Center PPSDM Migas dapat dihubungi melalui nomor 081390107701 telpon (jam kerja), sms atau WA. Humas PPSDM Migas juga menyediakan informasi mengenai perkembangan organisasi terkini melalui Buletin Patra yang terbit setiap 3 bulan sekali.

(28)

Gambar 2. 4 Unit Humas [1]

2.2.2 Unit Kilang

Minyak mentah (crude oil) memerlukan pengolahan lebih lanjut agar menjadi produk bahan bakar yang dapat digunakan. Unit Kilang di PPSDM Migas berfungsi sebagai unit untuk proses destilasi crude oil dengan pemisahan fraksi-fraksi crude oil tersebut berdasarkan trayek didihnya sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki. Crude Oil sendiri memiliki pengertian campuran yang sangat kompleks dari senyawa hidrokarbon sebagai penyusun utamanya dan sedikit unsur belerang, nitrogen, oksigen, logam dan mineral. Sebelum proses di kilang, bahan atau mineral ikutan tersebut harus dipisah terlebih dahulu agar tidak mengganggu proses dan mengurangi produksi yang dihasilkan. Minyak mentah sendiri merupakan campuran kompleks dari senyawa hidrokarbon sebagai penyusun utamanya, nitrogen, oksigen, sedikit unsur belerang, logam, dan mineral. Proses destilasi yang dilakukan di PPSDM Migas menggunakan Destilasi Atmosferik. Berikut produk yang dihasilkan oleh PPSDM Migas:

(29)

1. Solar 2. Pertasol CA 3. Pertasol CB 4. Pertasol CC 5. Residu

Gambar 2. 5 Unit Kilang [1]

2.2.3 Unit Boiler

Dalam industri minyak boiler merupakan bagian yang sangat diperlukan untuk menunjang proses kilang karena berfungsi sebagai sumber tenaga dan sumber uap yang akan digunakan untuk mengolah minyak. Boiler (ketel uap) adalah suatu alat dari bejana yang berfungsi untuk mengkonversi energi dari air menjadi uap dengan cara dipanaskan. Untuk penguapan tersebut, panas yang dibutuhkan air dihasilkan dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar boiler. Boiler yang terdapat di PPSDM Migas Cepu adalah Boiler Wanson yang merupakan boiler jenis pipa api dengan tekanan dan kapasitas rendah.Berikut merupakan spesifikasi dari Boiler Wanson yang ada di PPSDM Migas Cepu.

(30)

Gambar 2. 6 Unit Boiler [1]

Boiler merupakan salah satu unit penunjang operasi kilang yang menyediakan steam (uap panas) ke kilang sebagai steam stripper/reboiler dan untuk flushing perpipaan. Selain itu boiler juga menyuplai udara bertekanan untuk operasi instrumentasi kilang. Boiler sebagai unit pembangkit uap bertekanan dengan peralatan utama yaitu boiler berkapasitas total terpasang adalah 36,6 Ton/h yang terdiri dari 2 x 6 Ton/h dan 1 x 6,6 Ton/h dengan sistem single operation, sebagai pembangkit udara bertekanan kapasitas total 1.278 m3/h terdiri dari 3 x 426 m3/h dengan sistem single operation serta sebagai penyedia air pendingin kilang kapasitas total terpasang 1.200 m3/h terdiri dari 4 x 300 m3/h dengan sistem 2 unit operasi dan 2 unit standby.

2.2.4 Unit Water Treatment Plant

Unit pengolahan air bersih atau WTP (Water Treatment Plant) merupakan unit yang bertugas sebagai penyedia air sebagai penunjang segala kegiatan yang dilaksanakan di PPSDM MIGAS seperti air minum, air pendingin, air umpan ketel uap, dan pemadam kebakaran. Unit Water Treatment Plant PPSDM MIGAS mengambil air dari sungai Bengawan Solo yang kemudian diolah sehingga dapat memenuhi kebutuhan.

(31)

Gambar 2. 7 Unit WaterTreatment Plant [1]

2.2.5 Laboratorium Pengujian Hasil Produk

Laboratorium ini dikhususkan dalam menguji sampel hasil pengolahan crude oil yang diterima dari pertamina UEP II lapangan Cepu. Pada laboratorium ini terdapat beberapa alat uji untuk menganalisa kualitas produk dengan metode dan spesifikasi produk yang diinginkan sesuai penetapan baku mutu Dirjen Migas. Terdapat 17 macam pengujian produk pengolahan dari kilang antara lain nilai Flash point, Bulb point, viskositas, densitas, water content dalam residu, warna, kandungan sulfur, hidrokarbon dan lain-lain. Produk yang dihasilkan oleh kilang dan diuji serta dianalisa di laboratorium ini sebelum didistribusikan antara lain Pertasol CA, Pertasol CB, Pertasol CC, Solar, dan Residu. Adapun metode uji yang digunakan dalam analisa produk hasil olahan minyak bumi yaitu sebagai berikut:

1.Metode uji specific gravity 60/60°F, ASTM D-1298.

2.Metode uji kadar air, ASTM D-9.

3.Metode uji viskositas kinematik, ASTM D-445.

(32)

4.Metode uji doctor, ASTM D-484.

5.Metode uji kandungan sedimen dengan metode ekstraksi, ASTM D- 473.

6.Metode uji smoke point, ASTM D-1322.

7.Metode uji viskositas redwood I, IP 70.

8.Metode uji kandungan aromat, SMS-1290.

9.Metode uji angka asam dan basa metode titrasi warna-indikator, ASTM 974.

10. Metode uji warna saybolt, astm D-156.

11. Metode uji titik tuang, ASTM D-97.

12. Metode uji distilasi, ASTM D-86 13. Metode uji warna, ASTM D-1500 2.2.6 Unit Power Plant

Gambar 2. 8 Mesin Diesel Cummins KTA 38 G8 [1]

Power plant didirikan pada tahun 1973. Fungsi dari unit Power plant di PPSDM Migas adalah untuk menangani penyediaan tenaga listrik di kilang

(33)

dan utilitasnya seperti boiler dan water treatment menggunakan tenaga diesel.

Bahkan, bahan bakar untuk unit power plant menggunakan solar yang diolah dari kilang dan disalurkan ke unit power plant dan merupakan produk kilang PPSDM Migas. Kilang memerlukan pasokan daya listrik agar dapat berjalan.

PPSDM Migas memiliki pembangkit listrik sendiri pada Unit Power Plant untuk memenuhi kebutuhan Unit Kilang. Pembangkit listrik yang dimiliki PPSDM Migas adalah jenis Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sekarang berjumlah empat unit yaitu G1, G2, G8, dan G9. Mesin diesel yang bekerja adalah Mesin Diesel Cummins KTA 38 dengan generator berkapasitas 1000 KVA.

2.2.7 Laboratorium Dasar

PPSDM MIGAS Cepu memiliki Laboratorium Dasar atau yang biasa disebut dengan Laboratorium Pengujian. Laboratorium ini terbuka untuk pelayanan umum. Unit yang tersedia pada laboratorium ini antara lain:

1. Laboratorium Kimia

2. Laboratorium Minyak Bumi 3. Laboratorium Sipil

4. Laboratorium Geologi

5. Laboratorium Lindungan Lingkungan 2.2.8 Laboratorium Pengujian

Hasil Produksi PPSDM MIGAS juga memiliki Laboratorium Pengujian Hasil Produksi (Laboratorium PHP) sebagai unit pengujian produk hasil Crude Distillation Unit. Spesifikasi pengujian sampel produk Pertasol CA, Pertasol CB, Pertasol CC antara lain:

1. Densitas pada 15oC

2. Distilasi : IBP dan end point 3. Warna Saybolt

(34)

4. Korosi bilah Tembaga, 2 hrs / 100oC 5. Doctor Test

6. Aromatic Content Spesifikasi pengujian sampel produk residu antara lain :

a. Nilai Kalori

b.Densitas pada 15oC

c. Viskositas Kinematik pada 50oC 2.2.9 Unit Perpustakaan

Perpustakaan PPSDM MIGAS sendiri mempunyai sistem pelayanan terbuka (open access) yang meliputi:

1.Pelayanan reguler (pegawai dan dosen)

2.Pelayanan non reguler (peserta kursus, praktikan)

Koleksi yang ada di perpustakaan PPSDM Migas antara lain: buku-buku diklat, majalah ilmiah, laporan penelitian, skripsi, ebook, laporan kerja praktek dan bahan audio visual. Sejarah berdirinya perpustakaan Pusdiklat Migas Cepu erat kaitanya dengan berdirinya AKAMIGAS yang pada mulanya terkenal dengan nama AMGB (Akademi MInyak dan Gas Bumi).

AKAMIGAS, berdiri pada tahun 1967 sebagai salah satu wadah untuk membina kader-kader perminyakan nasional yang siap pakai.

AKAMIGAS tersebut didirikan oleh PT. MIGAS Cepu yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai satu satunya akademi perminyakan di Indonesia yang dipandang mempunyai fasilitas yang lengkap dan memenuhi beberapa syarat antara lain:

1 Fasilitas belajar berupa ladang minyak 2 Fasilitas unit kilang

3 Fasilitas workshop (bengkel reparasi) dan sarana lainnya.

(35)

Karena latar belakang tersebut maka sebagai pelengkap untuk menunjang kegiatan belajar peserta didik maka didirikanlah perpustakaan AKAMIGAS.

Adapun tugas-tugas perpustakaan PPSDM MIGAS Cepu yaitu:

a. Melakukan perencanaan, pengembangan koleksi, yang mencakup buku, majalah ilmiah, laporan penelitian, skripsi, laporan kerja praktek, diklat/

hand out serta bahan audio visual.

b.Melakukan pengolahan dan proses pengolahan bahan pustaka meliputi refrigerasi/inventaris, katalogisasi, klasifikasi, shelving dan filing.

c. Laporan penggunaan laboratorium bahasa untuk mahasiswa Akamigas, pegawai, dosen, instruksi, peserta khusus dan lain-lain.

d.Layanan audio visual pemutaran film dan kaset video ilmiah untuk mahasiswa Akamigas, pegawai, dosen, instruksi, peserta khusus dan lain- lain.

e. Layanan kerjasama antara perpustakaan dan jaringan informasi nasional.

Gambar 2. 9 Unit Perpustakaan [1]

2.2.10 Unit keselamatan kerja dan Pemadam Kebakaran

Unit K3LL (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan) dibentuk dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi segala sesuatu

(36)

yang menyebabkan kecelakaan kerja yang mempengaruhi terhadap proses produksi, sehingga sumber-sumber produksi dapat digunakan secara efisien dan produksi dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.

Unit Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan mempunyai peran strategis dalam setiap pelaksanaan kegiatan di PPSDM MIGAS terkait keselamatan dan Kesehatan seluruh personil yang ada di lingkungan PPSDM MIGAS. Selain itu dalam unit ini juga memiliki lingkup kegiatan dalam usaha lindungan lingkungan. Unit K3LL terbagi atas unit Keselamatan Kerja, Unit Pemadam Kebakaran, dan Unit Lindungan Lingkungan. Unit Keselamatan Kerja (KK) memiliki fungsi untuk mengelola kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan dalam keberlangsungan pekerjaan terhadap semua personil yang melakukan kegiatan di lingkungan PPSDM migas, antara lain: pelaksanaan safety induction, ijin kerja, pengawasan keselamatan pekerjaan, dan rekapitulasi jam kerja aman. Seperti halnya unit-unit lainnya unit ini juga merupakan sarana pendukung penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan sertifikasi PPSDM MIGAS. Sarana dan fasilitas yang dimiliki oleh KK antara lain:

turbex, explosimeter, multigas detector, sound level meter, rambu- rambu, wind sock, kalibrasi & service multigas detector, lampu senter explosion proof.

Unit Lindungan Lingkungan berperan dalam menjaga kondisi lingkungan PPSDM MIGAS untuk selalu terjaga dari pencemaran lingkungan. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada unit ini antara lain:

pemantauan kualitas air, udara ambien, dan udara emisi. Unit ini juga mematikan bahwa unit PPSDM MIGAS. Telah melaksanakan pemenuhan terhadap peraturan-peraturan terkait lindungan lingkungan. Sebagaimana unit-unit lain, unit LL juga berfungsi mendukung penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi PPSDM MIGAS. Beberapa sarana prasarana yang tersedia di

(37)

unit ini antara lain: Sound level Meter, Pengelolaan Limbah B3, Gudang Limbah B3.

Unit Pemadam Kebakaran (PAK) merupakan salah satu unit di K3LL yang merupakan unit taktis bila terjadi kebakaran di lingkungan PPSDM MIGAS, terutama kilang dan unit operasi lainnya. Unit ini juga membantu pemadaman kebakaran di lingkungan sekitar PPSDM MIGAS. Unit PAK juga merupakan sarana pendukung penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi di PPSDM MIGAS. Untuk memastikan personel dan sarpras selalu siap digunakan bila diperlukan, unit PAK secara rutin tiga bulanan melaksanakan fire drill dan monitoring sarpras. Untuk melaksanakan tugasnya unit PAK dilengkapi dengan: mobil pemadam, mobil operasional, pompa hydrant listrik, pompa hydrant diesel, jaringan hydrant 6", jaringan hydrant 4", pilar hydrant, pendingin tangki, foam proportioning tank, foam chamber, alat pemadam api ringan, pompa pacu.

Gambar 2. 10 Unit Keselamatan Kerja dan Pemadaman Kebakaran [1]

(38)

Unit K3LL PPSDM MIGAS Cepu mempunyai tugas yang meliputi:

1. Tugas Rutin

a. Menyusun rencana pencegahan terhadap kecelakaan kerja.

b.Melakukan inspeksi secara berkala atau khusus.

c. Melakukan pemeriksaan alat - alat pemadam kebakaran.

d.Mengadakan safety training baik kepada personil pemadam api maupun pegawai biasa.

2. Tugas Non Rutin

a. Melaksanakan pelayanan pemadam api dan keselamatan kerja di luar PPSDM MIGAS Cepu.

b.Melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan kerja yang sama.

c. Menanamkan kesadaran kepada semua pegawai akan pentingnya pencegahan kebakaran dan keselamatan kerja.

d.Melakukan kampanye keselamatan kerja kepada para pegawai.

3. Tugas Darurat

a. Memberikan pertolongan dan penanggulangan terhadap terjadinya kecelakaan kerja.

b.Memadamkan api jika terjadi kebakaran baik di lingkungan PPSDM MIGAS Cepu maupun di luar.

(39)

BAB 3

DASAR TEORI DAN METODOLOGI 3.1 Dasar Teori

3.1.1 Motor Diesel

Motor Diesel disebut juga Compression Ignition Engine. Motor diesel adalah peralatan yang merubah energi primer menjadi energi mekanik atau energi gerak. Dalam hal ini digunakan untuk menggerakkan atau memutar bagian rotor pada unit generator set. Mesin diesel termasuk mesin pembakaran internal, proses pembakaran bahan bakar dan udara dilakukan dengan suhu udara didalam silinder. Bahan bakar yang digunakan jenis gas oil atau diesel oil (solar) dengan spesifikasi tertentu (HDO, MDO, LDO). Pengelompokan pada mesin diesel didasarkan :

1.Siklus kerja: 4 langkah dan 2 langkah 2.Susunan: Satu baris I, tipe V, Tipe radial 3.Jumlah silinder:

a. Satu silinder b.Multi silinder 4.Jenis Putaran :

a. Rendah (0 s/d 1000 RPM) b.Sedang (1000 s/d 2500 RPM) c. Tinggi (2500 s/d 6000 RPM) 3.1.2 Komponen Motor Diesel

Komponen utama pada motor diesel dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Komponen Tetap

a.Cylinder head b.Cylinder block c. Cylinder liner d.Crankcase

(40)

2. Komponen Tidak Tetap a. Piston

b. Connecting Rod c. Crankshaft d. Flywheel

e. Mekanisme pemasukan atau pembuangan yaitu; valve, push rod, rocker, arm, camshaft.

3.1.3 Sistem Pembakaran Mesin Diesel

Gambar 3.1 Konstruksi Ruang Pembakaran Mesin

Keterangan :

1. Fuel Injector : Menginjeksi kabut bahan bakar solar melalui nozzle 2. Intake valve : Katup dimana udara luar masuk ke ruang pembakaran 3. Exhaust valve : Katup dimana gas buang hasil pembakaran di keluarkan 4. Piston : Komponen yang memampatkan udara

5. Connecting rod : Menghubungkan piston dengan crankshaft

6. Crankshaft : Mentranslasikan gerakan translasi piston menjadi gerakan rotasi

(41)

3.1.4 Prinsip Kerja Motor Diesel

Prinsip kerja motor diesel adalah mengubah energi kimia proses pembakaran campuran udara yang menghasilkan panas kemudian injector nozzle menyemprotkan bahan bakar yang sudah dikabutkan sehingga mudah terjadi pembakaran.

Mesin diesel KTA 38 Cummins yang digunakan pada unit PLTD PPSDM Migas Cepu adalah mesin diesel 4 langkah. Mesin diesel 4 langkah merupakan mesin diesel yang memerlukan 4 langkah (2 putaran crankshaft) untuk memenuhi satu siklus. Berikut merupakan proses dan visualisasi mesin diesel 4 langkah.

1.Langkah Hisap (intake Stroke)

Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB). Udara masuk melalui intake valve.

2.Langkah Kompresi (Compression Stroke)

Piston bergerak dari TMB menuju TMA sehingga membuat tekanan udara di dalam ruangan pembakaran semakin besar dan menaikan temperatur udara.

3.Langkah Kerja (Power Stroke)

Kabut dari bahan bakar disemprotkan oleh nozzle injector sehingga terjadi pembakaran. Ledakan dari pembakaran membuat piston bergerak dari TMA menuju TMB

4.Langkah Buang (Exhaust Stroke)

Crankshaft berputar kembali sehingga piston bergerak dari TMB menuju TMA. Gas buang hasil pembakaran

(42)

Gambar 3.2 Mesin Diesel 4 Langkah

3.2 Sistem Penunjang Motor Diesel

Agar motor diesel dapat beroperasi dengan baik maka harus didukung oleh beberapa sistem pendukung yang handal, antara lain :

1.Sistem start (Starting System)

Sistem start digunakan untuk pemutar awal sebelum motor diesel menghasilkan tenaga Pemutar awal pada saat start dapat menggunakan elektrik motor, ataupun gas/udara bertekanan. Saat start gerakan awal digunakan untuk memutar mesin sehingga terjadi proses langkah hisap dan kompresi yang selanjutnya agar terjadi proses pembakaran sehingga mesin dapat berputar dan menghasilkan tenaga sendiri untuk proses langkah hisap dan kompresi berikutnya.

2. Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar memiliki fungsi menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ruang pembakaran. Bahan bakar bermula dari tangki harian yang kemudian dipompa dan disaring. Bahan bakar yang sudah disaring dan dipompa mengalir ke dalam pipa-pipa distribusi hingga tiba pada fuel injector. Interval

(43)

pada fuel injector dikendalikan oleh perputaran camshaft yang kemudian memicu rocker arm untuk menekan sehingga fuel injector menyemprotkan kabut bahan bakar ke dalam ruang pembakaran. Bahan bakar yang berlebih disalurkan kembali ke dalam tangki harian dan kemudian siklus bermula lagi.

Berikut adalah visualisasi dari sistem bahan bakar pada mesin diesel KTA 38 Cummins.

Gambar 3.3 Sistem Bahan Bakar

3. Sistem Pemasukan Udara (Air Intake System), sistem Pembuangan (Exhaust System), dan Sistem Kompresi Udara (Compressed Air System).

Mesin diesel memiliki ciri khas yaitu memanfaatkan kompresi yang dilakukan oleh piston untuk meningkatkan temperatur udara mencapai temperatur pembakaran. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan rasio kompresi atau compression ratio yang cukup tinggi. Rasio kompresi yang

(44)

tinggi menuntut ukuran ruang pembakaran yang cukup besar. Pada mesin diesel KTA 38 Cummins ukuran ruang pembakaran bisa diperkecil karena adanya turbocharger. Turbocharger adalah komponen yang mampu memampatkan udara sehingga udara yang memasuki ruang pembakaran sudah dalam kondisi bertekanan tinggi. Turbocharger bisa melakukan ini karena konstruksinya yang terdiri dari turbin dan compressor dalam satu poros. Turbin dari turbocharger terhubung dengan exhaust valve dari ruang pembakaran sehingga saat gas buang keluar, turbin berputar. Ketika turbin berputar, compressor juga turut berputar dan memaksa udara masuk dan memanfaatkannya. Pemampatan udara oleh compressor menimbulkan temperatur udara yang cukup tinggi yang mampu memicu pembakaran dini pada ruang pembakaran. Oleh karena itu, udara diarahkan untuk melewati aftercooler terlebih dahulu agar temperatur udara sesuai untuk proses pembakaran berjalan secara ideal. Berikut merupakan diagram sistem pemasukan udara, sistem pembuangan, dan sistem kompresi udara pada mesin diesel KTA 38 Cummins.

Gambar 3.4 Sistem Pemasukan Udara

(45)

Gambar 3.5 Sistem Pembuangan

Gambar 3.6 Sistem Kompresi Udara

4. Sistem Pendingin (Cooling System)

Sistem pendingin pada mesin diesel merupakan sistem yang bertanggung jawab untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegahnya dari overheating (kelebihan panas). Mesin diesel menghasilkan panas yang signifikan selama operasi mereka, terutama

(46)

karena kompresi udara di dalam silinder dan pembakaran bahan bakar.

Sistem pendingin bertugas untuk menghilangkan panas ini dan menjaga suhu mesin pada tingkat yang optimal.Dalam Sistem pendingin ini ada beberapa bagian diantaranya adalah:

a. Bagian pendingin udara (aftercooler)

Pendingin udara(aftercooler), merupakan perangkat yang digunakan untuk mendinginkan udara yang telah dikompresi oleh supercharger atau turbocharger sebelum udara tersebut masuk ke dalam ruang bakar mesin. Pendingin udara bertujuan untuk menurunkan suhu udara yang dikompresi, yang akan meningkatkan kepadatan udara dan meningkatkan efisiensi pembakaran.

b. Bagian pendingin pelumas (oil cooler)

Pendingin pelumas (oil cooler),adalah komponen dalam sistem pelumasan mesin yang bertugas untuk untuk menjaga suhu minyak pelumas tetap stabil dalam rentang yang optimal. Karena suhu yang tinggi dapat menyebabkan degradasi minyak pelumas dan menurunkan efisiensi pelumasan, pendingin pelumas menjadi sangat penting dalam kondisi penggunaan mesin yang berat atau di lingkungan dengan suhu udara yang tinggi. Dengan menjaga suhu minyak tetap stabil, pendingin pelumas membantu memperpanjang umur pakai mesin serta meningkatkan kinerja dan efisiensi keseluruhan mesin.

c. Sistem pendingin dengan air

Pendingin dengan air merupakan sistem yang menggunakan air sebagai media pendingin untuk menyerap panas dari mesin diesel.

Mesin diesel menghasilkan panas yang signifikan selama operasinya karena proses pembakaran yang berlangsung di dalam silinder mesin.

(47)

Pendinginan yang efektif sangat penting untuk menjaga suhu mesin diesel tetap stabil dan mencegah overheating yang dapat merusak komponen mesin. Dalam sistem pendinginan dengan air pada mesin diesel, air dialirkan melalui saluran khusus yang disebut sebagai saluran pendingin atau saluran air.

Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedangkan bagian lain tersisa sebagai panas. Panas yang tersisa akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dinding-dinding bagian tabung silinder didinginkan dengan air, sedangkan untuk piston didinginkan dengan minyak pelumas dan panas akan diserap oleh minyak pendingin itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak.

Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah didapatkan oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara (intercooler).

Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas. Adapun cara kerja Sistem Pendinginan adalah sebagai berikut :

1.Pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yang memerlukan pendinginan dan ke alat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian melewati radiator dan kembali kepada pompa 1 dan 2.

2.Didalam radiator terjadi pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan potong atau bypass 6

(48)

kembali ke pompa. Dengan demikian air akan lebih cepat mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi.

3.Bila suhu tersebut telah tercapai maka air pendingin akan melalui jalan sirkulasi yang sebenarnya secara otomatis.

Gambar 3.7 Cara Kerja Sistem Pendingin

5. Sistem Pelumasan (Lubricating system)

Untuk mengurangi gesekan atau getaran antara bagian mesin yang bergerak dan untuk membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas.

Adapun cara kerja sistem pelumasan:

a. Minyak tersebut di hisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin dan saringan minyak pelumas.

b. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari

(49)

poros engkol, poros jungkat dan ayun-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada sprayer atau nozzle penyemprot yang menyemprotkan ke dinding dalam dari piston sebagai pendingin.

c. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing ujung besar bearing putar melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder.

d. Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali ke dalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya.

Gambar 3.8 Cara Kerja Sistem Pelumasan

Keterangan Gambar : 1. Bak minyak 2. Pompa pelumas

3. Pompa minyak pendingin 4. Pipa hisap

(50)

5. Pendingin minyak pelumas 6. Bypass untuk pendingin 7. Saringan minyak pelumas 8. Katup bypass untuk saringan 9. Pipa pembagi

10. Bearing poros engkol (lager duduk) 11. Bearing ujung besar (lager putar) 12. Bearing poros-bubungan

13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston 14. Piston

15. Pengetuk tangkai 16. Tangkai penolak 17. Ayunan

18. Pemadat udara

19. Pipa ke pipa penyemprot 20. Saluran pengembalian 3.3 Mesin Diesel

Mesin diesel merupakan jenis motor pembakaran dalam atau internal combustion engine, yaitu mesin dengan penyalaan bahan bakar yang terjadi dengan sendirinya atau motor kompresi tinggi. Disebut motor kompresi tinggi karena panas yang dibutuhkan untuk melakukan pembakaran diperoleh melalui temperatur dan tekanan yang tinggi. Berbeda dengan mesin petrol yang memanfaatkan karburator untuk memicu terjadinya pembakaran. Gerakan rotasi yang dihasilkan dari mesin diesel pada poros engkol dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan menghubungkannya dengan generator.

(51)

3.4 Metode Penelitian

Penelitian yang kita lakukan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PPSDM Migas yaitu dengan cara melakukan, wawancara, studi literatur, dan observasi tentang perawatan mesin diesel KTA 38 Cummins G5

3.5 Alat dan Bahan

Alat yang kita butuhkan sebagai penunjang penelitian ini adalah : 1.Bahan Literasi mengenai Mesin Diesel KTA 38 Cummins 2.Alat tulis

3.Kamera handphone 4.Laptop

3.6 Prosedur

Prosedur untuk melakukan penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu meliputi :

1. Studi Literatur

Dalam studi literatur dilakukan dengan mencari jurnal, laporan praktik kerja, dan buku panduan mengenai mesin diesel secara umum, mesin diesel KTA 38 G5, sistem pada mesin diesel KTA 38 G5, Sistem pendingin mesin diesel KTA 38 G5, dan program perawatan ataupun maintenance 2. Wawancara

Dalam tahap wawancara pada bagian operator dan staf bagian unit power plant PLTD PPSDM Migas mengenai mesin diesel yang digunakan di PPSDM Migas, pada operator mesin diesel KTA 38 mengenai SOP perawatan harian, pengukuran yang dilakukan tiap jam, dan kerusakan kerusakan yang terjadi selama melakukan kegiatan PKL pada bulan Juni.

3. Observasi Lapangan

Observasi Lapangan pada tanggal 3 Juni 2024 untuk survei PLTD PPSDM Migas, tanggal 3 - 6 Juni 2024 untuk mewawancarai kepala

(52)

bagian, operator dan staf PLTD PPSDM Migas dan pada tanggal 6 Juni melakukan pengecekan setiap 1 jam bersama operator yang sedang bertugas pada mesin diesel KTA 38 G5.

4. Penulisan Laporan

Tahap penulisan laporan kita lakukan berdasarkan data yang kita peroleh dari hasil wawancara, observasi lapangan, studi literatur serta sumber sumber media internet sebagai menunjang hasil laporan.

3.7 Skema Kerja

Mulai

Data terpenuhi

Penulisan Laporan Pengolahan data Pencarian data dengan cara :

1. Studi Literatur 2. Wawancara

3. Observasi Lapangan 4. Media Internet

Selesai

(53)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Mesin Diesel KTA 38 G5

Mesin diesel KTA 38 G5 Cummins digunakan untuk menggerakan generator sebagai penunjang energi listrik di kilang minyak PPSDM Migas Cepu. Mesin diesel KTA 38 G5 merupakan mesin diesel berbentuk V8 atau V12, dengan konfigurasi Vee yang memberikan kekuatan dan kinerja yang baik untuk aplikasi industri berat. Mesin ini memiliki kapasitas silinder besar, yang biasanya berkisar antara 19 hingga 38liter tergantung pada modelnya. Mesin ini dapat menghasilkan daya yang cukup besar, mencapai ratusan hingga ribuan tenaga kuda (horsepower), tergantung pada konfigurasi dan penggunaannya. Mesin KTA 38 G5 dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memastikan efisiensi operasional yang tinggi dan durabilitas dalam lingkungan kerja yang berat.

4.2 Fungsi dan Spesifikasi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 4.2.1 Fungsi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5

Jenis penggerak yang digunakan dalam PLTD unit power plant PPSDM MIGAS CEPU adalah motor diesel cummins KTA 38 G5. Mesin ini memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada operasional kilang dan penunjang yang meliputi power plant, unit boiler, unit water treatment. Mesin ini sangat penting untuk menyuplai listrik industri, oleh karena itu keberadaan mesin ini memerlukan proses pengoperasian dan pemeliharaan yang sesuai dengan Standard Operasional Proedure.

4.2.2 Spesifikasi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5

Spesifikasi mesin diesel cummins KTA 38 G5 sebagai berikut :

K : Seri engine

T : Engine dengan turbocharger A : Engine dengan aftercooler

(54)

38 : Displacement dalam liter G : Aplikasi generator

5 : Maximum brake horse power

Tabel 4. 1 Spesifikasi Mesin Diesel

1 MERK Cummins

2 Tipe KTA 38

3 Langkah 4

4 Jumlah Silinder 12

5 Tekanan Pelumas 45 - 65 Psi

6 Brake Power 1180 HP

7 Berat Mesin 10130 Kg

8 Tekanan Pendingin 50 - 241 kPa

9 RPM 1500 RPM

10 Diameter Silinder 59 mm

11 Pembuatan mesin USA

12 Langkah Torak 59 mm

13 Comp. Ratio 13.8 : 1

14 Konstruksi Silinder V 60 derajat

15 Arah Putaran Searah jarum jam (clockwise)

16 Starting DC 24 V

17 Pendingin Cooler

18 Kapasitas Air 337 Liter

19 Pelumas SAE 40 MEDITRAN

20 Tekanan Pelumas 45 - 65 Psi

(55)

21 Kapasitas Oli 155 Liter

22 Exhaust Pipe Size 127 mm

23 Maximum Allowable Top Tank Temperature 95°c 24 Minimum Recommended Top Tank Temperature 70°c 25 Maximum Allowable drawdown liters 21 Liter

Tabel 4. 2 Spesifikasi Generator 8

1 Merk ONAN

2 Pembuatan Amerika Serikat

3 Jenis Genset

4 Nomor Seri 0.436679

5 Tahun 1997

6 Kapasitas 1000 kVA

7 Fasa 3 Fasa

8 Voltase 380 - 400 V

9 Arus 1520 A

10 Power Factor 0,8

11 Frekuensi 50 Hz

12 Kecepatan Putaran 1500 rpm

13 Berat 145 Kg

14 Daya 800

Referensi

Dokumen terkait