Gambar 3.5 Sistem Pembuangan
Gambar 3.6 Sistem Kompresi Udara
karena kompresi udara di dalam silinder dan pembakaran bahan bakar.
Sistem pendingin bertugas untuk menghilangkan panas ini dan menjaga suhu mesin pada tingkat yang optimal.Dalam Sistem pendingin ini ada beberapa bagian diantaranya adalah:
a. Bagian pendingin udara (aftercooler)
Pendingin udara(aftercooler), merupakan perangkat yang digunakan untuk mendinginkan udara yang telah dikompresi oleh supercharger atau turbocharger sebelum udara tersebut masuk ke dalam ruang bakar mesin. Pendingin udara bertujuan untuk menurunkan suhu udara yang dikompresi, yang akan meningkatkan kepadatan udara dan meningkatkan efisiensi pembakaran.
b. Bagian pendingin pelumas (oil cooler)
Pendingin pelumas (oil cooler),adalah komponen dalam sistem pelumasan mesin yang bertugas untuk untuk menjaga suhu minyak pelumas tetap stabil dalam rentang yang optimal. Karena suhu yang tinggi dapat menyebabkan degradasi minyak pelumas dan menurunkan efisiensi pelumasan, pendingin pelumas menjadi sangat penting dalam kondisi penggunaan mesin yang berat atau di lingkungan dengan suhu udara yang tinggi. Dengan menjaga suhu minyak tetap stabil, pendingin pelumas membantu memperpanjang umur pakai mesin serta meningkatkan kinerja dan efisiensi keseluruhan mesin.
c. Sistem pendingin dengan air
Pendingin dengan air merupakan sistem yang menggunakan air sebagai media pendingin untuk menyerap panas dari mesin diesel.
Mesin diesel menghasilkan panas yang signifikan selama operasinya karena proses pembakaran yang berlangsung di dalam silinder mesin.
Pendinginan yang efektif sangat penting untuk menjaga suhu mesin diesel tetap stabil dan mencegah overheating yang dapat merusak komponen mesin. Dalam sistem pendinginan dengan air pada mesin diesel, air dialirkan melalui saluran khusus yang disebut sebagai saluran pendingin atau saluran air.
Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedangkan bagian lain tersisa sebagai panas. Panas yang tersisa akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dinding-dinding bagian tabung silinder didinginkan dengan air, sedangkan untuk piston didinginkan dengan minyak pelumas dan panas akan diserap oleh minyak pendingin itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak.
Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah didapatkan oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara (intercooler).
Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas. Adapun cara kerja Sistem Pendinginan adalah sebagai berikut :
1.Pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yang memerlukan pendinginan dan ke alat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian melewati radiator dan kembali kepada pompa 1 dan 2.
2.Didalam radiator terjadi pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan potong atau bypass 6
kembali ke pompa. Dengan demikian air akan lebih cepat mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi.
3.Bila suhu tersebut telah tercapai maka air pendingin akan melalui jalan sirkulasi yang sebenarnya secara otomatis.
Gambar 3.7 Cara Kerja Sistem Pendingin
5. Sistem Pelumasan (Lubricating system)
Untuk mengurangi gesekan atau getaran antara bagian mesin yang bergerak dan untuk membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas.
Adapun cara kerja sistem pelumasan:
a. Minyak tersebut di hisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin dan saringan minyak pelumas.
b. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari
poros engkol, poros jungkat dan ayun-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada sprayer atau nozzle penyemprot yang menyemprotkan ke dinding dalam dari piston sebagai pendingin.
c. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing ujung besar bearing putar melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder.
d. Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali ke dalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya.
Gambar 3.8 Cara Kerja Sistem Pelumasan
Keterangan Gambar : 1. Bak minyak 2. Pompa pelumas
3. Pompa minyak pendingin 4. Pipa hisap
5. Pendingin minyak pelumas 6. Bypass untuk pendingin 7. Saringan minyak pelumas 8. Katup bypass untuk saringan 9. Pipa pembagi
10. Bearing poros engkol (lager duduk) 11. Bearing ujung besar (lager putar) 12. Bearing poros-bubungan
13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston 14. Piston
15. Pengetuk tangkai 16. Tangkai penolak 17. Ayunan
18. Pemadat udara
19. Pipa ke pipa penyemprot 20. Saluran pengembalian 3.3 Mesin Diesel
Mesin diesel merupakan jenis motor pembakaran dalam atau internal combustion engine, yaitu mesin dengan penyalaan bahan bakar yang terjadi dengan sendirinya atau motor kompresi tinggi. Disebut motor kompresi tinggi karena panas yang dibutuhkan untuk melakukan pembakaran diperoleh melalui temperatur dan tekanan yang tinggi. Berbeda dengan mesin petrol yang memanfaatkan karburator untuk memicu terjadinya pembakaran. Gerakan rotasi yang dihasilkan dari mesin diesel pada poros engkol dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan menghubungkannya dengan generator.
3.4 Metode Penelitian
Penelitian yang kita lakukan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PPSDM Migas yaitu dengan cara melakukan, wawancara, studi literatur, dan observasi tentang perawatan mesin diesel KTA 38 Cummins G5
3.5 Alat dan Bahan
Alat yang kita butuhkan sebagai penunjang penelitian ini adalah : 1.Bahan Literasi mengenai Mesin Diesel KTA 38 Cummins 2.Alat tulis
3.Kamera handphone 4.Laptop
3.6 Prosedur
Prosedur untuk melakukan penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu meliputi :
1. Studi Literatur
Dalam studi literatur dilakukan dengan mencari jurnal, laporan praktik kerja, dan buku panduan mengenai mesin diesel secara umum, mesin diesel KTA 38 G5, sistem pada mesin diesel KTA 38 G5, Sistem pendingin mesin diesel KTA 38 G5, dan program perawatan ataupun maintenance 2. Wawancara
Dalam tahap wawancara pada bagian operator dan staf bagian unit power plant PLTD PPSDM Migas mengenai mesin diesel yang digunakan di PPSDM Migas, pada operator mesin diesel KTA 38 mengenai SOP perawatan harian, pengukuran yang dilakukan tiap jam, dan kerusakan kerusakan yang terjadi selama melakukan kegiatan PKL pada bulan Juni.
3. Observasi Lapangan
Observasi Lapangan pada tanggal 3 Juni 2024 untuk survei PLTD PPSDM Migas, tanggal 3 - 6 Juni 2024 untuk mewawancarai kepala
bagian, operator dan staf PLTD PPSDM Migas dan pada tanggal 6 Juni melakukan pengecekan setiap 1 jam bersama operator yang sedang bertugas pada mesin diesel KTA 38 G5.
4. Penulisan Laporan
Tahap penulisan laporan kita lakukan berdasarkan data yang kita peroleh dari hasil wawancara, observasi lapangan, studi literatur serta sumber sumber media internet sebagai menunjang hasil laporan.
3.7 Skema Kerja
Mulai
Data terpenuhi
Penulisan Laporan Pengolahan data Pencarian data dengan cara :
1. Studi Literatur 2. Wawancara
3. Observasi Lapangan 4. Media Internet
Selesai
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Mesin Diesel KTA 38 G5
Mesin diesel KTA 38 G5 Cummins digunakan untuk menggerakan generator sebagai penunjang energi listrik di kilang minyak PPSDM Migas Cepu. Mesin diesel KTA 38 G5 merupakan mesin diesel berbentuk V8 atau V12, dengan konfigurasi Vee yang memberikan kekuatan dan kinerja yang baik untuk aplikasi industri berat. Mesin ini memiliki kapasitas silinder besar, yang biasanya berkisar antara 19 hingga 38liter tergantung pada modelnya. Mesin ini dapat menghasilkan daya yang cukup besar, mencapai ratusan hingga ribuan tenaga kuda (horsepower), tergantung pada konfigurasi dan penggunaannya. Mesin KTA 38 G5 dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memastikan efisiensi operasional yang tinggi dan durabilitas dalam lingkungan kerja yang berat.
4.2 Fungsi dan Spesifikasi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 4.2.1 Fungsi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5
Jenis penggerak yang digunakan dalam PLTD unit power plant PPSDM MIGAS CEPU adalah motor diesel cummins KTA 38 G5. Mesin ini memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada operasional kilang dan penunjang yang meliputi power plant, unit boiler, unit water treatment. Mesin ini sangat penting untuk menyuplai listrik industri, oleh karena itu keberadaan mesin ini memerlukan proses pengoperasian dan pemeliharaan yang sesuai dengan Standard Operasional Proedure.
4.2.2 Spesifikasi Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5
Spesifikasi mesin diesel cummins KTA 38 G5 sebagai berikut :
K : Seri engine
T : Engine dengan turbocharger A : Engine dengan aftercooler
38 : Displacement dalam liter G : Aplikasi generator
5 : Maximum brake horse power
Tabel 4. 1 Spesifikasi Mesin Diesel
1 MERK Cummins
2 Tipe KTA 38
3 Langkah 4
4 Jumlah Silinder 12
5 Tekanan Pelumas 45 - 65 Psi
6 Brake Power 1180 HP
7 Berat Mesin 10130 Kg
8 Tekanan Pendingin 50 - 241 kPa
9 RPM 1500 RPM
10 Diameter Silinder 59 mm
11 Pembuatan mesin USA
12 Langkah Torak 59 mm
13 Comp. Ratio 13.8 : 1
14 Konstruksi Silinder V 60 derajat
15 Arah Putaran Searah jarum jam (clockwise)
16 Starting DC 24 V
17 Pendingin Cooler
18 Kapasitas Air 337 Liter
19 Pelumas SAE 40 MEDITRAN
20 Tekanan Pelumas 45 - 65 Psi
21 Kapasitas Oli 155 Liter
22 Exhaust Pipe Size 127 mm
23 Maximum Allowable Top Tank Temperature 95°c 24 Minimum Recommended Top Tank Temperature 70°c 25 Maximum Allowable drawdown liters 21 Liter
Tabel 4. 2 Spesifikasi Generator 8
1 Merk ONAN
2 Pembuatan Amerika Serikat
3 Jenis Genset
4 Nomor Seri 0.436679
5 Tahun 1997
6 Kapasitas 1000 kVA
7 Fasa 3 Fasa
8 Voltase 380 - 400 V
9 Arus 1520 A
10 Power Factor 0,8
11 Frekuensi 50 Hz
12 Kecepatan Putaran 1500 rpm
13 Berat 145 Kg
14 Daya 800
4.2.3 Data Peralatan Pembangkit Tenaga Listrik
1) Data Teknis Generator di PLTD Pusdiklat Migas Cepu a. Data teknis generator I
MERK : STAMFORD
SERIAL NUMBER : X07H326534
FRAME/CORE : HVSI 84C2
KVA BASE RATE (BR) : 1000 kVA
KW BASE RATE (BR) : 800 kW
FREQUENCY : 50 HZ
RPM : 1500 RPM
VOLTS : 380 VOLTS
PHASE : 3 PHASES
POWER FACTOR (PF) : 0,8
RATING : CONT
INSULATION CLASS : H
STATOR WENDING : 312
STATOR CONNECTION : STAR
AVR : MX321
BUATAN : England-1997
Tabel 4.3 Data Teknis Generator I
Gambar 4.1 Generator I
b. Data teknis generator II
MERK : STAMFORD
SERIAL NUMBER : X07H326534
FRAME/CORE : HCI634J1
KVA BASE RATE (BR) : 1030 kVA
KW BASE RATE (BR) : 800 KW
FREQUENCY : 50 HZ
RPM : 500 RPM
VOLTS : 380 VOLTS
PHASE : 3 PHASE
POWER FACTOR (PF) : 0,8
RATING : CONT
INSULATION CLASS : H
STATOR WENDING : 312
STATOR CONNECTION : STAR
AVR : MX321
BUATAN : SINGAPORE
Tabel 4.4 Data Teknis Generator II
Gambar 4.2 Name Plate Generator II
c. Data teknis generator VIII
MERK : ONAN
SERIAL NUMBER : 197A003098
FRAME/CORE : 880 DFJD
KVA BASE RATE (BR) : 1000 Kva
KW BASE RATE (BR) : 800 KW
FREQUENCY : 50 HZ
RPM : 1500 RPM
VOLTS : 380 VOLTS
PHASE : 3 PHASE
POWER FACTOR (PF) : 0,8
RATING : CONT
INSULATION CLASS : H
STATOR WENDING : 312
STATOR CONNECTION : STAR
AVR : MX321
BUATAN : Australia-1997
Tabel 4.5 Data Teknis VIII
Gambar 4.3 Generator VIII
d. Data teknis generator XI
MERK : STAMFORD
SERIAL NUMBER : 300094
FRAME/CORE : 880 DFJD
KVA BASE RATE (BR) : 640 kVA
KW BASE RATE (BR) : 512 kW
FREQUENCY : 50 HZ
RPM : 1500 RPM
VOLTS : 380 VOLTS
PHASE : 3 PHASES
POWER FACTOR (PF) : 0,8
RATING : CONT
INSULATION CLASS : H
STATOR WENDING : 312
STATOR CONNECTION : STAR
AVR : MX321
BUATAN : Singapore-2003
Tabel 4.6 Data Teknis Generator XI
Gambar 4.4 Generator XI
2) Data Teknis mesin di PLTD Pusdiklat Migas Cepu a. Data Teknis Mesin I
Merk : Cummins
Type : KTA38-G5
Daya : 1180 HP
Jumlah silinder : 12 silinder
Putaran : 1500 rpm
Siklus kerja : 4 tak
Sistem pemasukan Udara : Turbo charger & aftercooler Firing order : 1R-6L-5R-2L-3R-4L-6R-1L-2R-
5L-4R-3L Susunan silinder : bentuk sudut 60º
Bahan bakar : Solar
Putaran engine : Searah putaran jarum jam Buatan Negara-Tahun : England -1997
Tabel 1.7 Teknis Mesin I
Gambar 1.5 Genset Cummins I
b. Data Teknis Mesin II
Merk : Cummins
Type : KTA38-G5
Daya : 1180 HP
Jumlah silinder : 12 silinder
Putaran : 1500 rpm
Siklus kerja : 4 tak
Sistem pemasukan Udara : Turbo charger & aftercooler Firing order : 1R-6L-5R-2L-3R-4L-6R-1L-
2R-5L-4R-3L Susunan silinder : Bentuk sudut 60º
Bahan bakar : Solar
Putaran engine : Searah putaran jarum jam Buatan Negara-Tahun : Singapore-2007
Tabel 4.8 Data Teknis Mesin II
Gambar 4.6 Genset Cummins II
c. Data Teknis Mesin VIII
Merk : Cummins
Type : KTA38-G5
Daya : 1180 HP
Jumlah silinder : 12 silinder
Putaran : 1500 rpm
Siklus kerja : 4 tak
Sistem pemasukan Udara : Turbo charger & aftercooler Firing order : 1R-6L-5R-2L-3R-4L-6R-1L-
2R-5L-4R-3L Susunan silinder : Bentuk sudut 60º
Bahan bakar : Solar
Putaran engine : Searah putaran jarum jam Buatan Negara-Tahun : USA-1997
Tabel 4.9 Data Teknis Mesin VIII
Gambar 4.7 Genset Cummins VIII
d. Data Teknik Mesin XI
Merk : Cummins
Type : KTA38-G5
Daya : 1180 HP
Jumlah silinder : 12 silinder
Putaran : 1500 rpm
Siklus kerja : 4 tak
Sistem pemasukan Udara : Turbo charger & aftercooler Firing order : 1R-6L-5R-2L-3R-4L-6R-1L-
2R-5L-4R-3L Susunan silinder : Bentuk sudut 60º
Bahan bakar : Solar
Putaran engine : Searah putaran jarum jam Buatan Negara-Tahun : USA-2003
Tabel 4.10 Data Teknis Mesin XI
Gambar 4.8 Genset Cummins XI
4.3 Sistem Mesin Diesel KTA 38 Cummins 4.3.1 Komponen Mesin Diesel
Mesin diesel adalah mesin pembakaran internal yang menggunakan kompresi udara untuk menghasilkan panas yang cukup untuk membakar bahan bakar.
Mesin ini umumnya lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan torsi lebih besar dibandingkan mesin bensin. Berikut adalah beberapa komponen utama mesin diesel:
1.Blok Silinder (Cylinder Block)
Blok silinder merupakan pondasi mesin diesel yang terbuat dari besi cor atau aluminium. Di dalamnya terdapat beberapa silinder (cylinder) yang menjadi tempat piston bergerak naik turun. Blok silinder juga memiliki saluran air pendingin untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.
2.Kepala Silinder (Cylinder Head)
Kepala silinder dipasang di atas blok silinder dan menutupi lubang silinder. Di dalamnya terdapat ruang bakar (combustion chamber), katup (valve), busi pijar (glow plug) atau injector bahan bakar, dan port intake dan exhaust.
3.Piston (Torak)
Piston bergerak naik turun di dalam silinder dan dihubungkan ke poros engkol (crankshaft) melalui batang piston (connecting rod). Piston memiliki ring piston (piston ring) yang berfungsi untuk menjaga kompresi dan mencegah kebocoran gas.
4.Poros Engkol (Crankshaft)
Poros engkol mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan rotasi.
Poros engkol terhubung ke flywheel dan berbagai komponen mesin lainnya melalui sistem roda gigi.
5.Flywheel
Flywheel berfungsi untuk menyimpan energi rotasi dari poros engkol dan membantu menjaga putaran mesin tetap stabil saat beban berubah.
6.Katup (Valve)
Katup inlet dan exhaust mengontrol aliran udara dan gas buang ke dalam dan keluar dari ruang bakar. Katup ini dioperasikan oleh camshaft melalui rocker arm.
7.Camshaft
Camshaft adalah poros berputar yang mengontrol waktu buka dan tutup katup. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui timing chain atau timing belt.
8.Sistem Bahan Bakar
Sistem bahan bakar memasok bahan bakar diesel ke dalam ruang bakar pada waktu yang tepat. Sistem ini terdiri dari pompa bahan bakar, filter bahan bakar, injector bahan bakar, dan pipa bahan bakar.
9.Sistem Pendingin
Sistem pendingin menjaga suhu mesin tetap stabil dengan mensirkulasikan air pendingin melalui blok silinder dan kepala silinder.
Sistem ini terdiri dari radiator, pompa air, thermostat, dan kipas pendingin.
10. Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan melumasi semua komponen mesin yang bergerak untuk mengurangi gesekan dan keausan. Sistem ini terdiri dari pompa oli, filter oli, reservoir oli, dan saluran oli.
11. Sistem Kelistrikan
Sistem kelistrikan menyediakan daya untuk starter, alternator, lampu, dan komponen elektronik lainnya. Sistem ini terdiri dari baterai, alternator, kabel, dan sekring.
12. Sistem Turbocharger
Turbocharger meningkatkan tenaga mesin dengan memampatkan udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Turbocharger terdiri dari turbin dan kompresor yang digerakkan oleh gas buang dari mesin.
13. Sistem Intercooler
Intercooler mendinginkan udara yang dikompresi oleh turbocharger sebelum masuk ke dalam ruang bakar. Hal ini meningkatkan efisiensi mesin dan mengurangi emisi gas buang.
14. Sistem Kontrol dan Pemantauan
Sistem kontrol dan pemantauan mengatur kinerja mesin dan memantau berbagai parameter seperti tekanan oli, suhu mesin, dan kecepatan mesin.
Sistem ini terdiri dari sensor, aktuator, dan komputer kontrol.
Komponen-komponen utama mesin diesel ini bekerja sama untuk menghasilkan tenaga dan menggerakkan berbagai aplikasi. Pemahaman tentang komponen-komponen ini penting untuk memahami cara kerja mesin diesel dan merawatnya dengan benar.
4.4 Prinsip Kerja Mesin Diesel
Mesin diesel bekerja berdasarkan prinsip pembakaran internal dengan penyalaan sendiri. Berikut adalah alur kerja mesin diesel secara umum:
1. Langkah Hisap (Intake Stroke)
Langkah Hisap memiliki alur kerja sebagai berikut : a. Piston bergerak ke bawah (TDC ke BDC).
b.Katup inlet terbuka, katup exhaust tertutup.
c. Udara segar terhisap ke dalam ruang bakar.
2. Langkah Kompresi (Compression Stroke) a. Piston bergerak ke atas (BDC ke TDC) b.Katup inlet dan exhaust tertutup
c. Udara di dalam ruang bakar dikompresi hingga mencapai suhu dan tekanan tinggi
3. Langkah Pembakaran (Combustion Stroke)
Bahan bakar diesel disemprotkan ke dalam ruang bakar melalui injector pada saat akhir langkah kompresi :
a. Udara yang dikompresi panas akan menyebabkan bahan bakar terbakar sendiri.
b.Pembakaran menghasilkan gas panas yang mengembang dengan kuat.
c. Gas yang mengembang mendorong piston ke bawah menghasilkan tenaga.
4. Langkah Buang (Exhaust Stroke)
Pada alur kerja mesin diesel langkah buang (Exhaust Stroke) meliputi : a. Piston bergerak ke atas (BDC ke TDC).
b. Katup exhaust terbuka, katup inlet tertutup.
c. Gas buang hasil pembakaran didorong keluar dari ruang bakar melalui katup exhaust.
5. Mengulangi
Siklus ini diulang terus menerus untuk menghasilkan tenaga yang menggerakkan mesin.
Faktor-faktor yang mempengaruhi alur kerja mesin diesel:
4.1 Tekanan kompresi: Semakin tinggi tekanan kompresi, semakin panas udara di dalam ruang bakar dan semakin mudah bahan bakar terbakar.
4.2 Waktu injeksi: Waktu injeksi bahan bakar harus tepat agar pembakaran terjadi pada saat yang optimal.
4.3 Kualitas bahan bakar: Bahan bakar diesel harus berkualitas baik agar pembakaran sempurna dan menghasilkan emisi gas buang yang minimal.
4.4 Kondisi mesin: Kondisi mesin yang baik akan memastikan alur kerja mesin diesel berjalan dengan lancar dan efisien.
Mesin diesel umumnya lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan torsi lebih besar dibandingkan mesin bensin. Namun, mesin diesel juga cenderung lebih bising dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih banyak.
4.5 Teknis Pemeliharaan
Teknis Pemeliharaan mesin diesel adalah serangkaian tindakan dan prosedur yang dirancang untuk memastikan bahwa mesin diesel beroperasi dengan efisien, andal, dan aman sepanjang umur pakainya. Pemeliharaan ini melibatkan inspeksi rutin, perawatan, pembersihan, penggantian suku cadang, dan perbaikan jika diperlukan. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah kerusakan yang tidak terduga, memperpanjang umur mesin, dan menjaga kinerjanya tetap optimal.
4.5.1 Jadwal Perawatan Mesin
A. Pemeliharaan Setiap 250 Jam atau 6 Bulan
1. Penggantian Elemen Pembersih Udara Kompresor Udara
Elemen pembersih udara kompresor udara, atau biasa disebut filter udara kompresor, adalah komponen penting dalam sistem kompresor yang berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan kontaminan lain dari udara yang masuk ke dalam kompresor. Udara yang bersih dan bebas kontaminan sangat penting untuk memastikan kinerja kompresor yang optimal dan memperpanjang masa pakainya. Elemen pembersih udara kompresor udara umumnya terdiri dari beberapa tahap penyaringan :
1) Penyaringan awal: Pada tahap ini, udara diarahkan melalui jaring kasar yang menyaring kotoran dan partikel besar.
2) Penyaringan utama: Udara kemudian melewati elemen filter utama yang terbuat dari bahan seperti kertas, kain, atau logam sintered.
Elemen filter ini dirancang untuk menyaring partikel yang lebih kecil, seperti debu, asap, dan kabut minyak.
3) Penyaringan akhir: Pada tahap akhir, udara mungkin melewati filter coalescer yang membantu memisahkan air dan minyak dari udara 2. Pengecekan Ketegangan Sabuk
Pengecekan ketegangan sabuk adalah proses untuk memastikan bahwa sabuk pada mesin, seperti kompresor udara, generator, memiliki ketegangan yang tepat. Ketegangan sabuk yang tepat sangat penting untuk memastikan kinerja mesin yang optimal dan memperpanjang masa pakai sabuk. Ada beberapa cara untuk mengecek ketegangan sabuk, yaitu:
1) Metode defleksi: Cara ini dilakukan dengan menekan sabuk dengan jari atau alat pengukur defleksi. Defleksi sabuk yang ideal bervariasi tergantung pada jenis sabuk dan mesin.
2) Metode frekuensi : Cara ini menggunakan alat pengukur frekuensi sabuk untuk mengukur getaran sabuk. Frekuensi getaran sabuk yang ideal bervariasi tergantung pada jenis sabuk dan mesin.
3) Metode pengukur ketegangan sabuk: Cara ini menggunakan alat pengukur ketegangan sabuk untuk mengukur gaya yang diperlukan untuk menekan sabuk hingga mencapai defleksi yang ideal.
3. Pemeriksaan Sabuk
Pemeriksaan sabuk adalah proses untuk memastikan kondisi sabuk pada mesin, seperti kompresor udara, generator, masih dalam keadaan baik dan berfungsi dengan optimal. Sabuk yang kondisinya baik sangat penting untuk memastikan kinerja mesin yang optimal dan memperpanjang masa pakainya. Ada beberapa jenis sabuk yang umum diperiksa, yaitu:
1) Sabuk V-belt: Jenis sabuk ini paling umum digunakan dan memiliki bentuk seperti huruf V. Sabuk V-belt digunakan untuk mentransmisikan daya dari mesin ke komponen lain, seperti pompa air, alternator, dan power steering.
2) Sabuk Timing: Sabuk timing digunakan untuk mensinkronkan timing katup mesin. Sabuk timing terbuat dari karet yang diperkuat dengan serat dan harus diganti secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
3) Sabuk Serpentine: Sabuk serpentine adalah sabuk tunggal yang digunakan untuk menggerakkan beberapa komponen mesin sekaligus. Sabuk serpentine lebih hemat ruang dan lebih efisien dibandingkan dengan beberapa sabuk V-belt.
4. Penggantian/Pemeriksaan Elemen Kertas Bendix-Westinghouse dan Elemen Spons
1) Bendix-Westinghouse
Elemen Kertas Bendix-Westinghouse dan Elemen Spons Bendix- Westinghouse pada Mesin Diesel. Elemen kertas Bendix- Westinghouse dan elemen spons Bendix-Westinghouse adalah dua jenis filter udara yang umum digunakan pada mesin diesel. Kedua jenis filter ini berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan kontaminan lain dari udara yang masuk ke dalam mesin. Udara yang bersih sangat penting untuk pembakaran yang optimal dan membantu menjaga performa mesin.