• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pengembangan Lapangan pada Lapisan F

N/A
N/A
arib hanandra

Academic year: 2024

Membagikan " Laporan Pengembangan Lapangan pada Lapisan F"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PENGEMBANGAN LAPANGAN PADA LAPISAN F

DISUSUN OLEH:

MELID ISTIQAMAH (113200012) STERLY LUCIA REPI (113200013) MUHAMMAD NABIL NUGRAHA (113200079) ARIB HANANDRA TSANI (113200110) WIRAWAN ADI KUNCORO (113200149)

MATA KULIAH PENGELOLAAN DATA LAPANGAN PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERMINYAKAN

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA 2023

(2)

I. BASE MAP LAYER F

Layer basemap F berfungsi sebagai peta topografi yang bermanfaat untuk mengidentifikasi lokasi sumur-sumur dan memperhitungkan perbedaan tinggi kontur tanah di suatu area. Pada layer basemap F, terdapat informasi mengenai distribusi porositas dan distribusi Swi (kandungan air) pada layer F. Melalui peta distribusi porositas, dapat dikenali wilayah-wilayah dengan nilai porositas yang signifikan. Sementara itu, dari peta distribusi Swi, dapat diidentifikasi wilayah dengan kandungan air yang tinggi.

Gambar 1.1.

Basemap Layer F

(3)

Gambar 1.2.

Basemap Porosity Distribution Layer F

Gambar 1.3.

Basemap Swi Distribution Layer F

II. PROFIL SUMUR LAYER F

Pada layer F terdapat sumur produksi, sumur injeksi, sumur suspended, dan sumur problem ikan (fishing problem). Jumlah sumur produksi pada layer F terdapat 33 sumur, yaitu sumur UPN-002_F, UPN-003_F, UPN-012_F, UPN- 025_F, UPN-031_F, UPN-057_F, UPN-060_F, UPN-065_F, UPN-078_F, UPN-092_F, UPN-095_F, UPN-103_F, UPN-104_F, UPN-107_F, UPN-109_F, UPN-112_F, UPN-115_F, UPN-118_F, UPN-122_F, UPN-129_F, UPN-134_F, UPN-148_F, UPN-152_F, UPN-205_F, UPN-208_F, UPN-210_F, UPN-211_F,

(4)

UPN-217_F, UPN-219_F, UPN-220_F, UPN-229_F, UPN-241_F, UPN- D01_F Untuk sumur injeksi terdapat 22 sumur, yaitu sumur UPN-013:Finj, UPN-019:Finj, UPN-024:Finj, UPN-032:Finj, UPN-040:Finj, UPN-048:Finj, UPN-061:Finj, UPN-068:Finj, UPN-070:Finj, UPN-072:Finj, UPN-074:Finj, UPN-086:Finj, UPN-102:Finj,, UPN-117:Finj, UPN-129:Finj, UPN-146:Finj, UPN-159:Finj, UPN-173:Finj, UPN-189:Finj, UPN-192:Finj, UPN-208:Finj, dan UPN-223:Finj.

Jumlah sumur suspended pada layer F cukup banyak dimana terdapat 82 sumur, yaitu sumur UPN-004_F, UPN-005_F, UPN-008_F, UPN-009_F, UPN- 010_F, UPN-013_F, UPN-014_F, UPN-018_F, UPN-022_F, UPN-023_F, UPN-024_F, UPN-026_F, UPN-027_F, UPN-032_F, UPN-033_F, UPN-034_F, UPN-035_F, UPN-039_F, UPN-040_F, UPN-041_F, UPN-046_F, UPN-048_F, UPN-050_F, UPN-052_F, UPN-058_F, UPN-061_F, UPN-063_F, UPN-064_F, UPN-068_F, UPN-070_F, UPN-071_F, UPN-072_F, UPN-073_F, UPN-074_F, UPN-075_F, UPN-076_F, UPN-077_F, UPN-079_F, UPN-080_F, UPN-081_F, UPN-082_F, UPN-083_F, UPN-085_F, UPN-086_F, UPN-087_F, UPN-088_F, UPN-089_F, UPN-098_F, UPN-099_F, UPN-110_F, UPN-114_F, UPN-120_F, UPN-125_F, UPN-126_F, UPN-128_F, UPN-130_F, UPN-136_F, UPN-138_F, UPN-146_F, UPN-150_F, UPN-153_F, UPN-158_F, UPN-159_F, UPN-166_F, UPN-167_F, UPN-168_F, UPN-169_F, UPN-170_F, UPN-171_F, UPN-173_F, UPN-175_F, UPN-178_F, UPN-179_F, UPN-184_F, UPN-185_F, UPN-186_F, UPN-188_F, UPN-189_F, UPN-190_F, UPN-193_F, UPN-207_F, dan UPN- 218_F.

Sedangkan untuk sumur problem ikan (fishing problem) ada sebanyak 30 sumur, yaitu sumur UPN-017_F, UPN-020_F, UPN-021_F, UPN-030_F, UPN- 037_F, UPN-045_F, UPN-047_F, UPN-049_F, UPN-053_F, UPN-056_F, UPN-059_F, UPN-066_F, UPN-067_F, UPN-069_F, UPN-093_F, UPN-124_F, UPN-127_F, UPN-131_F, UPN-132_F, UPN-133_F, UPN-135_F, UPN-140_F, UPN-141_F, UPN-144_F, UPN-145_F, UPN-160_F, UPN-163_F, UPN-164_F, UPN-172_F, dan UPN-180_F.

(5)

III. CUMULATIVE PRODUCTION LAYER F

Kumulatif produksi pada layer F dihitung dari tahun 1947 hingga 2013 dan tercatat bahwa produksi minyak mencapai 1261,23 MBBL. Selanjutnya, produksi gas mencapai 1030,2 MBBL, sementara produksi air mencapai 1813,76 MBBL. Data produksi kumulatif setiap tahun disajikan dalam grafik di bawah ini.

Grafik 3.1.

Cumulative Production Layer F

IV. PRODUCTION PERFORMANCE LAYER F

Production Performance digunakan untuk melacak laju produksi dari tahun ke tahun. Puncak produksi tercatat pada tanggal 01/01/1954, dengan nilai Qo sebesar 6,345 BOPD, Qg sebesar 10,341 MCFD, dan Qw sebesar 10,341 BWPD. Produksi berakhir pada tanggal 01/08/2013. Berikut ini adalah grafik Production Performance dari layer F:

(6)

Grafik 4.1.

Production Performance Layer F

V. WATER DIAGNOSTIC

Dalam analisis water diagnostic ini, metode yang digunakan adalah metode Chan’s Diagnostic Plot. Chan’s Diagnostic Plot berguna untuk menentukan mekanisme produksi air dan gas yang berlebihan dalam sumur produksi minyak bumi dengan mengamati log-log plot WOR dan WOR' terhadap waktu, untuk mengidentifikasi masalah perilaku air di dalam sumur produksi. Setelah plotting grafik, kemungkinan masalah yang terjadi pada layer F adalah near wellbore water channeling. Pada sumur UPN-023, kemungkinan masalah yang terjadi adalah near wellbore water channeling. Pada sumur UPN-095 terjadi normal displacement with high WOR. Pada sumur UPN-229, kemungkinan masalah yang terjadi adalah near wellbore water channeling.

Channeling terjadi karena adanya heterogenitas pada reservoir sehingga terdapat lapisan dengan permeabilitas yang lebih tinggi. Terbentuknya channeling disebabkan oleh adanya rekahan, patahan, dan lapisan terputus.

(7)

Grafik 5.1.

Water Diagnostic Layer F

Grafik 5.2.

Water Diagnostic Sumur UPN-023

(8)

Grafik 5.3.

Water Diagnostic Sumur UPN-095

Grafik 5.4.

Water Diagnostic Sumur UPN-229

VI. EFEK INJEKSI

Sumur injeksi merupakan sumur yang berfungsi untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi. Sumur ini memiliki aliran fluida dari atas ke bawah, yang mana diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak atau gas.

Penginjeksian air secara khusus bertujuan untuk meningkatkan produktivitas suatu reservoir yang telah mengalami penurunan tekanan.

Penting untuk menganalisis efek dari sumur injeksi, terutama apakah memberikan dampak pada sumur produksi di sekitarnya. Pada layer F, kami melakukan analisis efek injeksi pada sumur injeksi UPN-019 terhadap sumur produksi UPN-065, sumur injeksi UPN-24 terhadap sumur produksi UPN-134, dan pengaruh sumur injeksi UPN-013 & UPN-048 terhadap lapangan.

(9)

Grafik 6.1.

Pengaruh injeksi UPN-019 terhadap UPN-065

Grafik 6.2.

Pengaruh injeksi UPN-024 terhadap UPN-134

(10)

Grafik 6.3.

Pengaruh injeksi UPN-013

Grafik 6.4.

Pengaruh injeksi UPN-048

VII. DRIVE MECHANISM

Drive mechanism adalah mekanisme tenaga dorong alamiah yang dimiliki oleh suatu reservoir minyak atau gas untuk mendorong atau mendesak minyak dan/atau gas bumi keluar dari reservoir ke permukaan melalui sumur-sumur produksi. Penentuan drive mechanism pada layer F dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan laju produksi.

Pada layer F, drive mechanism yang dapat diamati adalah water drive mechanism, hal ini terlihat dari plot grafik data Water-Oil Ratio (WOR) dan Gas-Oil Ratio (GOR) yang menunjukkan peningkatan produksi air. Artinya, tekanan air di dalam reservoir berperan sebagai tenaga dorong utama yang mendorong minyak dan gas bumi ke permukaan melalui sumur-sumur produksi. Dapat disimpulkan dari grafik GOR terlihat stabil dan ada kenaikan pada WOR yang menandakan water drive.

(11)

Grafik 7.1.

Drive Mechanism Layer F

VIII. DECLINE CURVE ANALYSIS

Decline Curve Analysis atau disingkat DCA, adalah metode perhitungan yang digunakan untuk mengestimasi cadangan minyak serta lamanya waktu produksi dari suatu reservoir. Tujuan utama dari penggunaan decline curve adalah menentukan umur produksi suatu lapangan migas, memperkirakan jumlah produksi di masa yang akan datang, dan menentukan sisa cadangan (remaining reserve) yang masih terkandung setelah diproduksikan selama kurun waktu tertentu.

Analisis ini didasarkan pada observasi bahwa produksi minyak atau gas dari suatu reservoir cenderung mengalami penurunan seiring berjalannya waktu.

Dengan menggunakan decline curve, dapat dilakukan proyeksi ke depan untuk memahami bagaimana produksi tersebut akan berkembang dan berubah sepanjang umur reservoir. Data historis produksi digunakan untuk membentuk kurva penurunan, dan kemudian kurva ini diperluas untuk memberikan perkiraan produksi di masa depan serta sisa cadangan yang mungkin dapat diproduksi.

(12)

Grafik 8.1.

Decline Curve Analysis Layer F IX. FORECAST

Dari hasil perhitungan forecast didapatkan hasil EUR sebesar 50298,231 Mbbl dan Remainig Reserve sebesar 598,191 Mbbl. Dari hasil forecast diketahui layer ini akan berproduksi secara ekonomis sampai 1 juni 2042.

Grafik 9.1. Forecast

(13)

X. USULAN PENGEMBANGAN

1. Melakukan Fishing Job pada sumur UPN-140 agar bisa berproduksi lagi karena sumur tersebut juga dekat dengan sumur injeksi sehingga memungkinkan terjadi kenaikan produksi.

2. Melakukan Fishing Job pada sumur UPN-172 karena rentang waktu produksi masih singkat dan dilihat dari data, oil rate dari sumur ini sangat baik

3. Menutup sumur UPN-065 karena memiliki oil rate yang sudah sangat rendah, dan dapat dilihat dengan adanya sumur injeksi UPN-019 tidak dapat menaikkan oil ratenya

Referensi

Dokumen terkait