• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PKL TIM I PUSKESMAS SUKANAGALIH

N/A
N/A
Radea Bocil

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN PKL TIM I PUSKESMAS SUKANAGALIH"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PKL

PELATIHAN TOT SURVEILANS PD3I BAGI PETUGAS SURVAILANS DI KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI ANGKATAN 4

“MONEV SURVEILANS PD3I DI PUSKESMAS SUKANAGALIH”

5 SEPTEMBER 2024

Oleh : KELOMPOK I

SITI MAISAROH, SKM,M.Kes ROFINAH, SKM

ELSI ARISANTI, SKM, MPH ABDUL KAHAR, SKM DEDI HARIADI, SKM

RIFANA LATUCONSINA, SKM NOVIANI, SKM, M.Epid AAK NI WAYAN JULIANI, SST, M.Kes A.A.MADE DWI AGUSTINI, S.Ft, Ftr

Fasilitator Pendamping : dr. Cornelia Kelombar Pendamping Dinkes : Galuh Sifa Famila Panitia : Ilham Fauzie

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDRAL TENAGA KESEHATAN BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) CILOTO

TAHUN 2024

(2)

I. LATAR BELAKANG

Dalam upaya menilai keberhasilan pengendalian penyakit utamanya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), perlu dilakukan evaluasi melalui program surveilans.

Penyakit seperti Penyakit Polio, Campak-Rubella, Tetanus Neonatorum, Difteri dan Pertusis sudah dapat dicegah dan dikendalikan dengan adanya program pemberian imunisasi. Adapun tahapan pemberantasan penyakit meliputi tahap Reduksi (menurunkan angka kesakitan bahkan kematian serendah-rendahnya), tahap eliminasi (menekan angka kesakitan dan kematian sampai sekecil-kecilnya) dan terakhir tahap Eradikasi (membebaskan dunia dari suatu penyebab penyakit).

Program surveilans sebagai salah satu sarana untuk mengevaluasi keberhasilan suatu program pencegahan dan pengendalian penyakit perlu dilaksanakan dengan kuantitas dan kualitas yang baik sehingga data surveilans dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan dan arah pelaksanaan program selanjutnya.

Oleh karena itulah diperlukan kemampuan dan kapasitas yang baik bagi petugas surveilans dalam menjalankan pengamatan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Selain itu perlu juga dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur apakah pelaksanaan Surveilans PD3I sudah berjalan sesuai ketentuan yang ada dengan kualitas yang baik dan dibuktikan dengan capaian indicator-indikator surveilans yang telah ditetapkan.

II. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS

III. HASIL MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN SURVEILANS PD3I 1. PENEMUAN KASUS

a. Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP)

1) Pasif : dari kunjungan pasien baik di BP umum maupun di Poli MTBS

2) Aktif  : melalui pertemuan jejaring dan jaringan meskipun tidak secara spesifik temanya adalah AFP/PD3I (terintegrasi dengan program lain seperti TB, PTM, dll) dilakukan secara rutin 2 kali setahun

Pemahaman petugas terutama tenaga medis (dokter) di BP umum untuk penemuan kasus AFP masih sebatas mencari kasus yang benar-benar lumpuh (belum memahami konsep surveilans AFP dengan baik), sementara di poli MTBS untuk penemuan kasus Campak Rubella sudah cukup baik, meskipun masih menggunakan DO yang lama, yaitu kasus dengan demam, ruam, ditambah batuk, pilek atau mata merah (conjunctivitis)

(3)

b. Surveilans Difteri

Saat dilakukan kunjungan lapangan, terdapat adanya laporan 1 kasus suspek difteri di wilayah kerja Puskesmas Sukanagalih. Kasus tersebut didapatkan dari laporan RSUD dan tidak ada kematian. Kasus tersebut dilakukan pengambilan spesimen dengan hasil negative Clostridium Difteri.

c. Surveilans Campak – Rubella

Dalam hal penemuan kasus, Puskesmas Sukanagalih Kota sudah cukup baik dan sensitif hal ini dibuktikan dengan telah tercapainya target penemuan kasus yaitu kasus campak negatif dan rubella negatif dalam 1 tahun sebanyak 1 kasus dan Puskesmas Sukanagalih sudah berhasil menemukan kasus suspek sebanyak 1 kasus dengan status menunggu hasil

d. Surveilans Tetanus Neonatorum

Kasus tetanus neonatorum di Puskesmas Sukanagalih tahun 2024 sampai saat ini belum ditemukan.

e. Surveilans Pertusis

Kasus pertusis di Puskesmas Sukanagalih tahun 2024 belum ditemukan.

2. PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SPESIMEN

Petugas analis lab pada kasus PD3I di Puskesmas Sukanagalih untuk saat ini hanya pernah mengambil specimen campak dan difteri, untuk kasus PD3I lainnya dikarenakan puskesmas belum menemukan kasus hingga saat ini petugas belum pernah mengambil specimen kasus lainnya yang berkaitan dengan kasus PD3I. Pada Puskesmas Sukanagalih dilakukan upaya pengambilan spesimen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur sesuai jadwal yang disepakati yaitu hari kamis dengan durasi 1 kali dalam seminggu untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium baik laboratorium rujukan provinsi (BTKL Provinsi Jawa Barat dan Labkes Provinsi Jawa Barat) serta laboratorium surveilans Biofarma Bandung.

Semua spesimen dikirim dengan melampirkan form permintaan pemeriksaan spesimen sesuai penyakitnya.

Campak-Rubella dengan Form MR-04

Difteri dengan Form DIF-04

(4)

Pertusis dengan Form PERT-04

AFP dengan Form FP-1

Adapun beberapa Evaluasi terkait Praktek Kerja Lapangan Monev pada Puskesmas Sukanagalih yakni :

- Ketersediaan logistic pengambilan specimen masih kurang , sehingga perlu ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melalui Bimtek ataupun monev terkait kegiatan tersebut.

- Tersedianya SOP pengambilan dan pengiriman specimen kasus difteri pada Puskesmas Sukanagalih

- Masih terdapat penggunaan icegel di specimen carrier pada saat pengepakan specimen

- Pada saat pengepakan specimen , masih terlihat specimen tanpa dilakban, tanpa label pengiriman, tanpa tanda panah keatas yang menunjukkan specimen tidak boleh di bolak balik.

- Penerapan PPI pada petugas masih perlu ditingkatkan sehingga potensi penularan penyakit dapat dicegah

- Posisi peletakan tabung spesimen tidak pada posisi central di specimen carrier dan peletakan cool pack tidak pada 4 sisi

- Puskesmas Sukanagalih untuk saat ini belum memiliki tabung primer untuk penyimpanan specimen pada kasus suspek difteri dan kasus suspek pertussis.

- Tidak adanya alat pengganjal saat pengepakan specimen agar tidak bergerak sehingga dapat mempengaruhi kebocoran pada specimen

3. PENCATATAN PELAPORAN

Ketepatan laporan W2/SKDR sudah tepat waktu yaitu dilaporkan pada senin atau selasa melalui input Web SKDR (IBS). Kelengkapan Laporan W2/SKDR puskesmas  sudah mencapai 100% (Laporan dari 9 jejaring Puskesmas). Kasus Suspek campak ini belum dimasukkan dalam pencatatan pada aplikasi SKDR Puskesmas di EBS. Pengisian form MR01 untuk kasus suspek campak belum lengkap

4. KEGIATAN PENGELOLAAN DATA SURVEILANS PD3I

Data-data yang sudah dikumpulkan baik data rutin maupun data pada kondisi KLB belum dilakukan pengolahan dan analisa secara deskriftif menurut orang, waktu dan tempat.

(5)

Analisis baru dilakukan pada laporan mingguan (W2) dalam bentuk bulletin bulanan. Selain itu, pada puskesmas sukanagalih tidak melakukan pemetaan resiko sehingga resiko penyakit yang beresiko KLB pada wilayah tersebut cukup riskan, pada Puskesmas juga tidak melakukan diseminasi informasi seperti membuat tulisan terkait kajian dan Analisa data melalui bulletin atau media informasi lainnya belum dilakukan karena terdapat juga keterbatasan tenaga.

5. KEGIATAN DETEKSI DINI

Penemuan kasus diluar puskesmas telah dilakukan dengan melibatkan jaringan dan jejaring peskesmas yang ada. Untuk penemuan dan pelaporan kasus AFP/PD3I serta penyakit berpotensi KLB lainnya dilaporkan dalam 1x24 jam melalui WAG jejaring.

Laporan mingguan W2 sudah dilakukan analisis sederhana, dibuat grafik kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan dalam buletin SKDR namun pemanfaatan bulletin ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Belum dilakukan pemetaan wilayah risiko untuk kasus PD3I termasuk kasus TN mengingat ada wilayah yang penduduknya menolak imunisasi.

6. KEGIATAN KOORDINASI SURVEILANS

Dalam pelaksanaan surveilans PD3I, koordinasi dengan lintas program telah terlaksana dengan baik. Hal ini didapat dari wawancara dengan PJ Surveilans dan PJ Imunisasi Puskesmas Sukanagalih, saat melakukan PE petugas surveilans melibatkan petugas lainnya seperti Bidan Desa, Apotek, Balai Keluarga Berencana.

7. PENANGGULANGAN KLB PD3I

Penemuan kasus PD3I tetap dilakukan langkah-langkah PE dengan melakukan tatalaksana pada kasus maupun kontak erat. Namun, SDM Puskesmas Sukanagalih belum terlatih dapat terlihat dari Tim TGC yang belum mendapat pelatihan, tidak adanya Tenaga Epidemiolog terampil maupun ahli di dalam program surveilans dan terkendala pengelola program yang melakukan multi job sehingga tidak dapat mengelola program secara maksimal.

8. MONITORING DAN EVALUASI

Petugas surveilans PD3I Puskesmas Sukanagalih melakukan monitoring dan evaluasi berupa mini loka karya intern dan lintas sektor.

(6)

9. PROGRAM IMUNISASI

Sudah ada analisa dan kajian terkait capaian cakupan imunisasi di wilayah Puskesmas Cianjur Kota. Selama 3 tahun terakhir cakupan IDL, IBL, tidak mencapai target

>95%. Namun untuk cakupan BIAS tercapai target . Terjadi LO dan DO pada cakupan imunisasi MR1 dan MR2 selama 3 tahun terakhir.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan 

Dari hasil kunjungan lapangan dengan melakukan pengamatan di ruang kerja surveilans dan dengan menggunakan form Monev dapat kami simpulkan sebagai berikut : - Penemuan kasus PD3I belum optimal

- Pengelolaan specimen belum optimal

- Pencatatan dan pelaporan terkait surveilans PD3I belum sesuai prosedur

- Pengolahan dan analisa data surveilans PD3I berdasarkan Orang, Tempat, Waktu belum ada

- SKD KLB PD3I atau deteksi dini belum berjalan dengan baik 2. Rekomendasi

Terkait RR PD3I Puskesmas agar mengisi dengan lengkap ketika ada kasus suspek PD3I. Meningkatkan Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap tinggi dan merata. Terkait deteksi dini PD3I, puskesmas agar :

- Melakukan analisis cakupan imunisasi (Analisis LO dan DO) sehingga akan terpetakan wilayah berisiko tinggi, sedang rendah)

- Melakukan Survei Cepat Komunitas/SCK untuk mendapatkan permasalahan dalam pencapaian imunisasi

- Pj. Surveilans Puskesmas agar melakukan sosialisasi terkait DO 24 Suspek/syndrome penyakit SKDR kepada UKP (BP KIA, BP Umum (Poli)

- Menyebarluaskan Media KIE PD3I kepada jejaring dan jaringan faskes dan masyarakat (EBS)

- Peningkatan kapasitas SDM (OJT atau Workshop) dalam Surveilans PD3I termasuk pengelolaan spesimen dan PPI

V. PENUTUP

Demikianlah laporan hasil pelaksanaan praktek kerja lapangan yang kami lakukan

(7)

di Puskesmas Sukanagalih, semoga dapat bermanfaat bagi perbaikan kinerja surveilans PD3I di Puskesmas Sukanagalih dikemudian hari.

  VI. LAMPIRAN 

Dokumentasi kegiatan PKL Surveilans PD3I di Puskesmas Sukanagalih https://drive.google.com/file/d/1vkqcHTAzrvV6JZVwmvfNpfm2SMx0ggCD/view?

usp=sharing

Referensi

Dokumen terkait