• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM DIGITASI PETA RBI DAERAH SEMPLAK

N/A
N/A
Zaza Na

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM DIGITASI PETA RBI DAERAH SEMPLAK "

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM DIGITASI PETA RBI DAERAH SEMPLAK

Disusun oleh:

Achmad Fahriza (5016221008) Azza Nafis Abida (5016221021) Lailatul Masrurhoh (5016221038) Ahmad Himami Ramadlan (5016221051)

Rafi Naufal Saputra (50162211125)

Dosen :

Agung Budi Cahyono, S.T., M.Sc., DEA 

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL, PERENCANAAN DAN KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum yang berjudul “Digitasi Peta RBI Daerah Semplak”. Laporan praktikum ini diajukan untuk memenuhi penugasan dari mata kuliah Kartografi dengan dosen pengampu Bapak Agung Budi Cahyono, S.T, M.Sc, DEA. Dengan adanya tugas ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami tentang digitasi.

Dalam pembuatan laporan ini, Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

1. Bapak Agung Budi Cahyono, S.T, M.Sc, DEA, selaku dosen kami yang telah memberikan banyak masukan sehingga kami dapat menyusun laporan ini.

2. Seluruh anggota kelompok 1 atas kontribusinya sehingga laporan ini dapat diselesaikan.

Kami sebagai penulis menyadari, laporan praktikum yang kami tulis masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami sebagai penulis menerima segala kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan laporan praktikum ini. Akhir kata, semoga informasi yang kami tulis dalam laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi kami para penulis dan para pembaca.

Surabaya,21 November 2023

I I

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... I DAFTAR ISI ... II BAB I PENDAHULUAN ... III

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 1

1.3 Manfaat ... 1

BAB II DASAR TEORI...2

2.1 Data Spasial ...2

2.1.1. Data Vektor ...2

2.1.2. Data Raster ...2

2.2 Pengenalan Perangkat Lunak ArcGIS ...3

2.3 Georeferensi……….3

2.4 Digitasi………...….4

BAB III PELAKSANAAN ... 6

3.1 Georeferencing ... 6

3.2 Digitasi ... 10

3.3 Editing ... 12

3.4 Kartografi Peta ... BAB IV HASIL DAN ANALISIS...11

4.1 Analisis ...11

4.1.1 RMSE ...17

4.1.2 Digitasi ...18

4.1.3 Editing dan Kartografi ...28

4.2 Pembahasan ...29

BAB V KESIMPULAN REFERENSI ... 13

5.1 Kesimpulan ... 13

5.2 Saran ... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 14

LAMPIRAN ... 15

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Saat ini perkembangan teknologi semakin canggih. Demikian halnya dalam proses pembuatan peta tidak sebatas hanya dengan cara manual. Tuntutan pekerjaan dan hasil yang diperoleh semakin cepat menyebebakan peta digital menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Software sistem informasi geografis telah memberikan solusi dalam proses pembuatan peta secara digital secara cepat dengan tetap mengedepankan kaidah kartografis. Dalam Pembuatan peta digital tersebut terdapat tiga hal mendasar yang harus dikuasai yaitu georeferensi, digitasi dan layout (Jumardi et.al, 2016).

Mahasiswa sebagai salah satu aset pembangunan di masa yang akan datang memerlukan keahlian.

Tanpa adanya kompetensi maka akan jauh tertinggal dan tidak bersinergi dengan era globalisasi yang semuanya berbasis dengan komputer. Oleh karena itu, sebaiknya berbekal dengan pengetahuan mengenai sistem informasi yang pada akhirnya nanti akan dihasilkan lulusan yang mempunyai bidang keahlian dan mampu bersaing dalam dunia pekerjaan.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dan mampu melakukan georeferensi peta 2. Mengetahui dan mampu melakukan digitasi on-screen

3. Mengetahui dan mengerti proses editing/topology pada software ArcGIS

1.3. Manfaat

Adapun manfaat dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa mampu melakukan georeferensi peta 2. Mahasiswa mampu melakukan digitasi on-screen

3. Mahasiswa mengetahui dan mengerti proses editing/topology pada software ArcGIS

(5)

BAB II DASAR TEORI 2.1 Data Spasial

Menurut Dhani Gumelar , data spasial adalah suatu data yang yang mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi. Data spasial merupakan gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi, umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu. Data spasial dapat dihasilkan dari berbagai macam sumber , antara lain adalah :

a. Citra satelit : menggunakan sensor satelit untuk merekam kondisi/ gambaran pada suatu permukaan bumi.

b. Peta analog : peta dalam media kertas/ film yang selanjutnya dapat di-scan menjadi data digital.

c. Foto udara : biasanya memanfaatkan pemotretan dari pesawat terbang untuk memperoleh foto suatu permukaan bumi.

d. Data tabular : data berbentuk tabel yang berfungsi sebagai atribut bagi data spasial (contoh : tabel hasil sensus penduduk).

e. Data survei : dihasilkan dari hasil survei atau pengamatan dilapangan (contoh : hasil pengukuran persil lahan dengan menggunakan metode survei terestris). data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu antara lain:

2.1.1 Data Vektor

Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam sebuah kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhor pada titik yang sama), titik dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis).

Gambar 1 data vector

Keuntungan utama dari format data vector yaitu ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Di mana hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual.

2.1.2 Data Raster

Data raster atau biasa disebut dengan sel grid merupakan data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai suatu struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element)

(6)

Gambar 2 data raster

Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixelnya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Di mana semakin kecil ukuran sebenarnya permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, maka semakin tinggi resolusinya. Sehingga data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batsa yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembapan tanah, vegetasi, suhu tanah dan sebagainya.

Masing-masing format data diatas memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaanya, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam Analisa.

2.2 Arcgis

ArcGis adalah sebuah solusi software (perangkat lunak) aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang integral. ArcGIS Desktop merupakan platform dasar yang dapat digunakan untuk mengelola suatu proyek dan alur kerja SIG yang komplek serta dapat digunakan untuk membangun data, peta, model, serta aplikasi. ArcGIS Desktop mencakup ArcCatalog, ArcMap, ArcToolbox, ArcGlobe, dan Model Builder. Dengan menggunakan aplikasi ini pengguna dapat menjalankan berbagai macam proses SIG dari yang paling simpel hingga tingkat lanjut.

ArcGIS Desktop terdiri dari 3 level lagi di dalamnya:

a.ArcGIS ArcView Level ini adalah yang paling rendah dengan menu/toolbar hanya untuk menyajikan data spasial saja. Sedikit sekali kemampuan untuk memodifikasi peta [6]

b. ArcGIS ArcEditor Level ini sudah menengah semua fasilitas ArcGIS ArcView ada di sini, ditambah dengan adanya kemampuan menu/toolbar untuk memodifikasi dan menganalisis peta secara terbatas.

c.ArcGIS ArcInfo Level ini adalah merupakan yang terlengkap, di mana didalamnya sudah mencakup 2 level software sebelumnya ditambah dengan kemampuan/toolbar untuk memodifikasi dan menganalisis peta secara penuh.

ArcCatalog digunakan untuk mengorganisasikan dan mengelola semua informasi geografis seperti peta, datadata format file, geodatabases, toolboxes untuk geoprosesing, metadata, serta services SIG. ArcMap merupakan aplikasi utama dalam ArcGIS, yang dapat digunakan untuk mapping dan editing, serta untuk query dan analisa yang berdasarkan pada peta. ArcToolbox merupakan koleksi dari tools geoprosesing. ArcGlobe Aplikasi ArcGlobetercakup dalam ekstensi ArcGIS 3D Analyst, yang mempunyai kemampuan untuk penayangan informasi geografis dalam bentuk kenampakan 3D yang dinamis.

2.3 Georeferensi

Georeference merupakan salah satu proses untuk menyelaraskan data spasial menjadi file gambar seperti peta historis, citra satelit, atau foto udara. Georeference ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan pada data mentah sebelum dilakukan proses lebih lanjut dengan Sistem

(7)

tergeoreferensi, yaitu harus berada di posisisi yang tepat pada permukaan bumi dan sesuai dengan sistem koordinat yang dipakai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan georeference yaitu harus memahami mengenai sistem koordinat, proyeksi peta, dll. Untuk melakukan georeference ini diperlukan tititk kontrol yaitu titik yang diketahui koordinatnya pada permukaan bumi. Untuk mendapatkan titik control ini, bisa dilakukan dengan merekam posisi titik di lapangan menggunakan GPS ataupun menggunakan peta yang sudah punya koordinat.

2.4 Digitasi

Digitasi merupakan proses konversi dari data analog menjadi data digital. Objek yang pada awalnya memiliki format raster seperti jalan, bangunan, sawah, sungai, dan lain lain dapat diubah menjadi format digital pada citra satelit resolusi tinggi dengan menggunakan digitasi. Digitasi dapat dikatakan sebagai pengubahan peta hardcopy menjadi softcopy karena proses digitasi ini menggambarkan permukaaan bumi ke bidang datar. Sumber data peta yang akan digunakan untuk digitasi yaitu sebagai berikut :

1. Data Image Raster

Data Image Raster merupakan data gambar yang ditentukan oleh piksel dan di dalamnya memiliki angka yang digunakan untuk menentukan lokasi, ukuran, dan warna piksel. Data Image Raster terdiri dari :

a. Peta Analog merupakan sumber data manual untuk digitasi dengan tambahan meja digitasi. Contoh : peta cetak dan atlas

b. Image Remote Sensing merupakan data digital yang diperoleh dari pengukuran citra satelit atau remote sensing

c. Image Scanning merupakan data yang diperoleh dari hasil scan peta yang telah ada sebelumnya dan berbentuk raster.

2. Data Tabular

Data tabular merupakan data grafis dan berbentuk tabel yang terdiri dari kolom dan baris.

Kolom menyatakan jenis data (field) dan baris merupakan detail datanya (record). Berikut ini yang merupakan data tabular yaitu :

a. Manual tabel merupakan data tabular yang didalamnya berisi mengenai koordinat yang akan digunakan sebagai acuan pembentukan image vector.

b. Pengambilan data dari GPS merupakan data yang diperoleh dari pengukuran menggunakan GPS dan data ditampilkan di dalam computer.

Pada perangkat lunak Sistem Informasi Geografis, data raster ditampilkan di monitor sebagai latar belakang (backdrop) untuk proses digitasi. Digitasi dilakukan dengan menggunakan mouse untuk membentuk serangkaian titik, garis, ataupun polygon pada layar komputer. Setiap objek spasial direkam dengan menggunakan layer yang berbeda. Dengan begitu, setiap fenomena dapat dipisahkan menjadi sebuah file yang dapat berdiri sendiri.

(8)

BAB III PELAKSANAAN 3.1 Georeferencing

Langkah-langkah untuk melakukan georeferencing adalah sebagai berikut : 1. Membuka aplikasi ArcGIS Pro

2. Membuat file project baru dengan meng-klik new map pada tampilan menu aplikasi 3. Melakukan input peta ke dalam project dengan menggunakan fitur add data

(9)

4. Pilih file peta yang ingin diinput dan klik Insert untuk menginput peta ke ArcGIS

5. Mengubah sistem koordinat pada maps menjadi UTM WGS 1984

(10)

6. Tahap selanjutnya adalah klik menu geoprecessing dan pilih tools define projection , untuk input dataset nya adalah gambar peta dan coordinate system nya adalah current map lalu klik run.

(11)

7. Kemudian tahap berikutnya adalah menjadikan peta menjadi data raster dengan cara pada menu geoprocessing klik project raster

8. Pada menu input raster pilih gambar peta, isi nama sesuai keinginan pada output raster dataset, dan pilih current map pada output coordinate system dan klik run.

9. Selanjutnya dapat dimulai proses georeferencing dengan cara pada menu imagery klik georeference

(12)

10. Setelah itu matikan opsi auto apply dan klik add control points

11. Kemudian klik point pada pojok-pojok ujung peta. Klik kanan pada poin tersebut dan pilih opsi show coordinate in DMS. Masukkan koordinat yang sesuai pada pojok-pojok peta tersebut. Lakukan hal yang sama dengan dari titik Ground Control Point (GCP) pertama hingga GCP keempat. Pastikan hasil RMS error kurang dari 0.0002

(13)

12. Proses georeferencing telah selesai 3.2 Digitasi

Langkah-langkah melakukan file digitasi adalah sebagai berikut.

(14)

1. Membuat file shp untuk objek yang akan di digitasi dengan cara pada menu katalog →klik kanan pada folder project yang dibuat→new → shapefile

2. Pada kolom feature class name tulis nama objek yang akan di digitasi. pada menu geometry type pilih bentuk sesuai yang dibutuhkan. Dan gunakan sistem koordinat current map atau WGS 84.

Setelah itu klik run.

3. Untuk memulai digitasi, klik menu edit dan pilih opsi create

(15)

4. Lakukan langkah-langkah tersebut untuk setiap objek yang akan di digitasi

3.3 Editing

(16)

Untuk memulai editing, pertama-tama membuat fitur dataset terlebih dahulu.

Selanjutnya membut feature classes dengan klik kanan pada feature dataset yang sudah dibuat,lalu masukkan objek yang ingin di topologi dan kemudian klik run

(17)

Lalu membuat data topologi seperti pada gambar diatas dan setting sesuai kebutuhan

Drag file topologi ke contents

(18)

Setelah itu munculkan error inspector pada menu edit

Lakukan validasi untuk memunculkan error

(19)

Setelah muncul error, maka selanjutnya adalah memperbaiki error agar error berkurang

Setelah semua error sudah di edit maka hasilnya seperti pada gambar diatas

(20)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis

4.1.1 RMSE Georeference

Gambar 4.1 Tampilan setelah georeference

Georeference digunakan untuk mendefinisikan keberadaan di ruang fisik. Artinya menetapkan lokasi dalam hal proyeksi peta atau sistem koordinat sehingga dapat ditentukan lokasi spasial dari atribut geografis. Geoference ini pemberian sistem koordinat dengan menempatkan titik kontrol dipersimpangan lintang dan bujur yang diketahui koordinatnya. Pada peta rbi porong ini menggunakan DGN-95 dengan sistem grid UTM49S. Dalam georefence pada peta ini terdapat 4 titik kontrol yaitu titik pertama pada koordinat (693501;9276581) m, titik kedua pada koordinat (698109;9276564) m, titik ketiga pada koordinat (698093; 9271956) m, dan titik keempat pada koordinat (693485; 9271827) m.

(21)

Gambar 4.2 Hasil RMSE georeference

Berdasarkan hasil analisis didapatkan RMSE dari georeferencing adalah sebesar 0,000011 pada forward, dan 0,000013 pada inverse sehingga didapatkan RMSE forward-inverse sebesar 0,0000000.

4.1.2 Digitasi

Pada praktikum ini dilakukan digitasi pada peta rupa bumi Semplak dengan skala 1:25000.

Pada digitasi ini menggunakan metode digitasi onscreen. Digitasi onscreen paling sering dilakukan karena mudah dilakukan, dan mudah dikoreksi apabila terjadi kesalahan. Digitasi dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS Pro. Data raster ditampilkan dalam layar monitor dan dijadikan latar belakang dalam proses digitasi. Setiap objek spatial direkam sebagai layer-layer yang berbeda. Pada peta RBI Semplak 1:10000 dilakukan digitasi pada 20 objek yaitu bangunan, batas kodya atau kabupaten, batas kecamatan, terusan, jalan utama, jalan setapak, jalan dan pal kilometer, jalan lain, pipa gas, tanah kosong, lapangan terbang internasional, semak, sawah, kantor pemerintah, tempat ibadah, sungai, kebun, tegal, batas kelurahan atau desa, dan batas peta. Setiap objek berada pada layer yang berbeda. Urutan layer dimulai dari bentuk point, garis kemudian polygon. Jadi pada digitasi ini urutan layer dari yang paling atas yaitu yaitu bangunan, terusan, jalan utama, jalan setapak, jalan dan pal kilometer, jalan lain, pipa gas, tempat ibadah, sungai, kantor pemerintah, kebun, tegal, lapangan terbang internasional, semak, sawah, tanah kosong, , kelurahan atau desa, batas kecamatan, batas kodya atau kabupaten, dan batas peta. Hal itu dilakukan agar beberapa objek tidak saling menutupi, ketika objek berupa point berada pada layer teratas maka akan terlihat posisi objek tersebut namun ketika objek point terletak pada layer terakhir bisa jadi objek tertutup oleh objek lain yang berjenis garis ataupun polygon

a. Layer bangunan

Gambar 4.3 Layer bangunan

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi banguan yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek rumah sakit berupa point dengan simbol kotak berwarna hitam yang menyatakan bahwa terdapat bangunan hunian dalam posisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan

(22)

jumlah banguan yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000 adalah sebanyak 23.305 bangunan.

b. Layer terusan

Gambar 4.4 Layer terusan

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan terusan yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek jalan terusan berupa garis dengan simbol garis jalan terusan berwarna biru.

Garis biru menyatakan bahwa sepanjang garis biru tersebut merupakan jalan terusan.

c. Layer jalan utama

Gambar 4.5 Layer jalan utama

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan utama yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek jalan utama berupa garis dengan simbol garis jalan utama berwarna merah. Garis merah dengan outline hitam menyatakan bahwa sepanjang garis merah tersebut merupakan jalan

(23)

d. Layer jalan setapak

Gambar 4.6 Layer jalan setapak

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan setapak yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek jalan setapak berupa garis dengan simbol garis jalan setapak berwarna hitam.

Garis hitam putus-putus menyatakan bahwa sepanjang garis hitam tersebut merupakan jalan setapak.

e. Layer jalan dan pal kilometer

Gambar 4.7 Layer jalan dan pal kilometer

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan dan pal kilometer yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek alan dan pal kilometer berupa garis dengan simbol garis jalan dan pal kilometer berwarna kuning. Garis kuning dengan outline hitam menyatakan bahwa sepanjang garis kuning tersebut merupakan jalanj dan pal kilometer.

(24)

f. Layer jalan lain

Gambar 4.8 Layer jalan lain

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan lain yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek jalan lain berupa garis dengan simbol garis jalan lain berwarna merah. Garis merah tanpa outline hitam menyatakan bahwa sepanjang garis merah tersebut merupakan jalan lain.

g. Layer pipa gas

Gambar 4.9 Layer pipa gas

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi pipa gas yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek pipa gas berupa garis dengan simbol garis pipa gas berwarna hitam. Garis hitam dilengkapi tanda persegi menyatakan bahwa sepanjang garis hitam tersebut merupakan pipa gas.

(25)

h. Layer tanah kosong

Gambar 4.10 Layer tanah kosong

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi tanah kosong yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek tanah kosong berupa poligon dengan simbol luasan berwarna putih. Simbol tanah kosong (luasan berwarna putih) menyatakan bahwa terdapat tanah kosong diposisi tersebut.

Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari tanah kosong adalah sebesar 0.499 km2 i. Layer sawah

Gambar 4.11 Layer sawah

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi sawah yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek sawah berupa poligon dengan simbol luasan berwarna biru. Simbol sawah (luasan

(26)

berwarna biru dengan tekstur persegi) menyatakan bahwa terdapat sawah diposisi tersebut.

Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari sawah adalah sebesar 6,758 km2 .

j. Layer kantor pemerintah

Gambar 4.12 Layer kantor pemerintah

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi kantor pemerintah yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek kantor pemerintah berupa poligon dengan simbol luasan berwarna merah. Simbol kantor pemerintah (luasan berwarna merah) menyatakan bahwa terdapat kantor pemerintah diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari kantor pemerintah adalah sebesar 0,02388 km2

k. Layer tempat ibadah

Gambar 4.13 Layer tempat ibadah

(27)

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi tempat ibadah yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek tempat ibadah berupa poligon dengan simbol luasan berwarna hijau tua.

Simbol tempat ibadah (luasan berwarna hijau tua) menyatakan bahwa terdapat tempat ibadah diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari tempat ibadah adalah sebesar 0,0017987 km2

l. Layer sungai

Gambar 4.14 Layer sungai

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi sungai yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek sungai berupa poligon dengan simbol luasan berwarna biru tua. Simbol sungai (luasan berwarna biru tua) menyatakan bahwa terdapat sungai diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari sungai adalah sebesar x km2

m. Layer kebun

Gambar 4.15 Layer kebun

(28)

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi kebun yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek kebun berupa poligon dengan simbol luasan berwarna hijau muda dengan tekstur goresan. Simbol kebun (luasan berwarna hijau muda dengan tekstur goresan) menyatakan bahwa terdapat kebun diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari kebun adalah sebesar 1,6146 km2

n. Layer tegal

Gambar 4.16 Layer tegal

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi tegal yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek tegal berupa poligon dengan simbol luasan berwarna hijau tua dengan tekstur goresan. Simbol tegal (luasan berwarna hijau tua dengan tekstur goresan) menyatakan bahwa terdapat tegal diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari tegal adalah sebesar 1,9416 km2

o. Layer batas kelurahan atau desa

(29)

Gambar 4.17 Layer batas kelurahan atau desa

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi batas kelurahan atau desa yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek batas kelurahan atau desa berupa poligon dengan simbol luasan berwarna abu-abu dengan outline garis kuning. Simbol batas kelurahan atau desa (luasan berwarna abu-abu dengan outline garis kuning) menyatakan bahwa terdapat batas kelurahan atau desa diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari desa keseluruhan adalah sebesar 21,299 km2

p. Layer batas peta

Gambar 4.18 Layer batas peta

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi batas peta yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek batas batas peta berupa poligon dengan simbol luasan berwarna abu-abu. Simbol batas peta (luasan berwarna abu-abu) menyatakan bahwa terdapat batas peta diposisi tersebut.

Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari batas peta sebesar 21,299 km2 q. Layer lapangan terbang internasional

(30)

Gambar 4.19 Layer lapangan terbang internasional

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi lapangan terbang internasional yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek lapangan terbang internasional berupa poligon dengan simbol luasan berwarna ungu. Simbol lapangan terbang internasional (luasan berwarna ungu) menyatakan bahwa terdapat lapangan terbang internasional diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari lapangan terbang internasional sebesar 0,011 km2

r. Layer semak

Gambar 4.20 Layer semak

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi semak yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek semak berupa poligon dengan simbol luasan berwarna putih dengan tekstur hijau.

Simbol semak (luasan berwarna putih dengan tekstur hijau) menyatakan bahwa terdapat semak diposisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa luas dari semak sebesar 0,154 km2

(31)

Gambar 4.21 Layer kodya atau kabupaten

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi batas kodya atau kabupaten yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek batas kodya atau kabupaten berupa garis dengan simbol garis batas kodya atau kabupaten berwarna pastel. Garis pastel menyatakan bahwa sepanjang garis pastel tersebut merupakan batas kodya atau kabupaten.

u. Layer batas kecamatan

Gambar 4.22 Layer batas kecamatan

Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi batas kecamatan yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000. Objek batas kecamatan berupa garis dengan simbol garis batas kecamatan berwarna ungu. Garis ungu menyatakan bahwa sepanjang garis ungu tersebut merupakan batas kecamatan.

4.1.3 Editing dan Kartografi a. Topologi

(32)

Proses editing topologi adalah tindakan untuk menghilangkan kesalahan saat melakukan digitalisasi dalam objek vektor berupa poligon atau garis. Pada digitalisasi kali ini terdapat topologi rule yang digunakan, yaitu topology “not overlap with” dan ‘not overlap’. Pada tugas kali ini dilakukan topologi pada digitasi poligon kebun,sawah,semak,sungai,tanah kosong,tegal, yang kemudian ditemukan kesalahan pada poligon tersebut,setelah itu dilakukan proses editing pada kesalahan “not overlap with” dan ‘not overlap” yang telah ditemukan,berikut merupakan hasil editing topologi digitasi

Gambar 4.23 Hasil topologi b. Layouting

Setelah melakukan topologi maka langkah selanjutnya adalah proses kartografi peta atau layouting peta digitasi. Proses kartografi bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi yang terpadat pada peta tersebut.Pada tugas kali ini dilakukan kartografi peta dengan menambahkan Judul peta,Legenda,Arah mata angin,skala,indeks peta,serta beberapa informasi lainnya.Berikut merupakan hasil kartografi peta.

4.2 Pembahasan

Georeference merupakan suatu metode yang digunakan untuk menetapkan lokasi objek atau data dalam ruang fisik dengan mengaitkannya pada proyeksi peta atau sistem koordinat tertentu,

(33)

dilakukan pada peta RBI Porong yang menggunakan sistem koordinat DGN-95 dengan grid UTM49S, yang didefinisikan melalui empat titik kontrol pada lintang dan bujur yang diketahui koordinatnya. Keempat titik kontrol tersebut memiliki koordinat masing-masing pada (693501;9276581) m, (698109;9276564) m, (698093; 9271956) m, dan (693485; 9271827) m.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Root Mean Square Error (RMSE) dari proses georeferencing adalah sebesar 0,000011 pada metode forward, dan 0,000013 pada metode inverse. Secara keseluruhan, nilai RMSE forward-inverse yang diperoleh adalah sebesar 0,0000000, mengindikasikan tingkat akurasi yang tinggi dalam menentukan lokasi spasial pada peta tersebut.

Pada kegiatan praktikum ini, dilakukan proses digitasi pada peta rupa bumi Semplak dengan skala 1:10000 menggunakan metode digitasi onscreen. Metode digitasi onscreen dipilih karena kemudahan pelaksanaannya serta kemudahan dalam melakukan koreksi apabila terjadi kesalahan.

Proses digitasi dilakukan melalui aplikasi ArcGIS Pro, dengan data raster yang ditampilkan sebagai latar belakang pada layar monitor. Setiap objek spatial yang terdapat pada peta RBI Semplak 1:10000 direkam sebagai layer-layer yang berbeda, melibatkan 20 objek seperti bangunan, batas kodya atau kabupaten, batas kecamatan, terusan, jalan utama, jalan setapak, jalan dan pal kilometer, jalan lain, pipa gas, tanah kosong, lapangan terbang internasional, semak, sawah, kantor pemerintah, tempat ibadah, sungai, kebun, tegal, batas kelurahan atau desa, dan batas peta. Setiap objek ditempatkan pada layer yang berbeda, dengan urutan layer yang dimulai dari bentuk point, garis, hingga polygon. Penentuan urutan layer tersebut, seperti bangunan, terusan, jalan utama, dan lainnya, bertujuan untuk menghindari tumpang tindih objek sehingga posisi dan bentuknya dapat terlihat dengan jelas. Dengan demikian, metode digitasi onscreen dan penempatan objek pada layer- layer yang terstruktur memberikan hasil yang akurat dan meminimalkan potensi kesalahan pada proses digitasi peta.

Berdasarkan hasil digitasi pada peta RBI Semplak 1:10000 didapatkan bahwa pada peta tersebut memuat 2 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, 4 kecamatan yaitu Semplak, Ciomas, Kota Bogor Barat, dan Kota Bogor Utara, 23 desa/kelurahan yang memiliki luasan sebesar 21,229 km2.

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan Luas (km2) 1

Kabupaten Bogor

Semplak

Desa A 0.209

2 Desa B 0.409

3 Desa C 0.505

4 Desa D 1.262

5 Desa E 1.191

6 Desa F 1.688

7 Desa G 0.801

8 Desa H 1.334

9 Desa I 0.705

10 Desa J 2.906

11

Ciomas

Desa K 0.586

12 Desa L 0.067

13 Desa M 1.183

14 Desa N 0.848

15 Desa O 0.234

16 Desa P 1.845

17 Kota Bogor Kota Bogor Barat Desa Q 1.845

(34)

18 Desa R 0.535 19

Kota Bogor Utara

Desa S 1.713

20 Desa T 0.608

21 Desa U 0.735

22 Desa V 0.008

23 Desa W 0.012

Jumlah Luasan 21.229

(35)

Gambar 4.xx Luasan dan Persentase per Kecamatan

Selain itu, hasil digitasi menunjukkan bahwa terdapat fitur yang ada pada peta RBI Semplak. Fitur tersebut berupa tanah kosong, lapangan terbang internasional, semak, sawah, kantor pemerintah, tempat ibadah, sungai, kebun, tegal. Luas dan persentase dari fitur tersebut disajikan dalam tabel dan diagram berikut:

No Fitur Luas (km2)

1 Sawah 6.758

2 Tegal 1.9416

3 Kebun 1.6146

4 Tanah kosong 0.499

5 Sungai 0.314

6 Semak 0.154

7 Kantor pemerintah 0.02388

8 Lapangan terbang internasional 0.011

9 Tempat ibadah 0.001799

Jumlah Luas 11.31788

(36)

DAFTAR PUSTAKA

Andra, Oriza Steva. 2014. Laporan Praktikum Digitasi. Padang : Universitas Negeri Padang Dhani Gumelar, Data Spasial, http://www.ilmukomputer.com, 2007.

Dwisaraswati, Gabriela. 2017.Georeferencing, Digitasi, Editing dan Layout Peta Administrasi Kota Jayapura.

Jakarta : Universitas Krisnadwipayana

Yousman, Yeyep. Sistem Informasi Geografis dengan ArcView3.3 Professional Yogyakarta: Andi Offset. 2004.

(37)

LAMPIRAN 1. Peta RBI (Semplak)

(38)

2. Hasil Digitasi Setelah Proses Kartografi

Gambar

Gambar 4.1 Tampilan setelah georeference
Gambar 4.2 Hasil RMSE georeference
Gambar 4.4 Layer terusan
Gambar diatas merupakan hasil dari digitasi jalan terusan yang ada dalam peta RBI Semplak skala 1:10000
+7

Referensi

Dokumen terkait