• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOKINETIKA (3)[1]

N/A
N/A
Muhammad Abdurrahman

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOKINETIKA (3)[1]"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOKINETIKA MODEL KOMPARTEMEN

Disusun oleh :

Luthfi Septiana (213333105) Muhammad Abdurrahman M (213333117) Nafiatul Khusna (213333130) Tala Setiawati (213333141)

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS INDUSTRI HALAL

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA YOGYAKARTA TAHUN 2023

,

(2)

MODEL KOMPARTEMEN

A. TUJUAN

1. Mampu memahami mengenai model kompartemen dalam farmakokinetika 2. Mampu menghitung

B. DASAR TEORI

Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari tentang perjalanan obat di dalam tubuh, mulai dari absorpsi, distribusi obat ke seluruh tubuh, dan eliminasi melalui proses metabolism atau sekresi. Perubahan konsentrasi obat yang terjadi selama proses tersebut di dalam organisme (khususnya dalam plasma) dibuat grafiknya terhadap waktu (Schmitz, dkk, 2008).

Fase farmakokinetik berkaitan dengan masuknya zat aktif ke dalam tubuh.Pemasukan in vivo tersebut secara keseluruhan merupakan fenomena fisikokimiayang terpadu di dalam organ penerima obat. Fase farmakokinetik ini merupakan salahsatu unsur penting yang menentukan profil keberadaan zat aktif pada tingkat biofasedan selanjutnya menentukan aktivitas terapeutik obat (Aiache, 1993).

Pada sistem biologi, peristiwa yang dialami obat terjadi secara serentak. Untuk menggambarkan sistem biologis, dibuatlah penyederhanaan mengenai pergerakan suatu obat. Dalam suatu hipotesis atau suatu model disusun dengan menggunakan istilah matematika, yang memberi arti singkat dari pertanyaan hubungan kuantitatif. Beberapa model matematika dapat dirancang untuk meniru proses laju absorpsi, distribusi dan eliminasi dari obat. Model matematika ini memungkinkan dalam mengambangkan persamaan untuk menggambarkan konssentrasi obat dalam tubuh sebagai fungsi waktu (Shargel dan Yu, 2005).

Pelepasan obat dari sediaan dalam perkembangan pengetahuan biofarmasisekarang sudah dapat dikontrol, demikian juga absorbsi obat sudah dapatdipertimbangkan dengan seksama faktor faktor yang mempengaruhinya.Kecepatan eliminai obat dari tubuh sangat ditentukan oleh parameterfarmakokinetik obat tersebut. Dalam mengatur kecepatan pelepasan obat,diharapkan kita akan dapat suatu blood level  yang terkontrol (Syukri,2002)

Pemodelan dalam ilmu farmakokinetika adalah penyederhanaan struktur tubuh manusia atau hewan yang kompleks menjadi model matematika sederhana dengan tujuan mempermudah menerangkan Nasib obat didalam tubuh (ADME). Pemodelan ini digunakan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan data yang diperoleh dari eksperimen. Adapun manfaat pemodelan farmakokinetika antara lain :

a. Memperkirakan kadar obat dalam plasma, jaringan dan urin pada berbagai regimen dosis

b. Menghitung regimen dosis optimum untuk setiap pasien secara individu c. Memperkirakan kemungkinan akumulasi obat atau metabolit

(3)

d. Menghitung konsentrasi obat dengan aktivitas farmakologi atau toksikologi

e. Menilai perbedaan laju atau tingkat ketersediaan farmasetika dan hayati antar formulasi

f. Menggambarkan perubahan penyakit yang mempengaruhi ADE g. Menjelaskan interaksi obat

Model kompartemen menganggap tubuh merupakan suatu susunan atau sistem dari kompartemen-kompartemen yang berhubungan secara timbal balik, Model kompartemen tubuh merupakan model kompartemen terbuka. Manfaat menggunakan model kompartemen diantaranya yaitu :

1. Merumuskan persamaan diferensial untuk menggambarkan perubahan konstentrasi obat dalam masing-masing kompartemen

2. Memberikan gambaran dari kecepatan proses

3. Menunjukkan tetapan farmakokinetik yang diperlukan untuk menggambarkan proses secara memadai.

Model kompartemen dibagi menjadi : 1. Model mammillary

Model ini terdiri atas satu atau lebih kompartemen perifer yang dihubungkan dengan kompartemen sentral dan paling umum digunakan dalam farmakokinetika.

Contoh :

a. Model satu kompartemen terbuka iv b. Model satu kompartemen terbuka ev c. Model dua kompartemen terbuka iv d. Model dua kompartemen terbuka ev 2. Model caternary

Model ini terdiri dari kompartemen yang bergabung menjadi deretan kompartemen 3. Model Fisiologik atau model aliran darah atau model perfusi

Model ini didasarkan pada data anatomi dan fisiologi yang diketahui.

Jenis – jenis model farmakokinetik tubuh manusia. Model 1

kompartemen.Menurut model ini, tubuh dianggap sebagai 1 kompartemen tempat obat menyebar dengan seketika dan merata ke selruh cairan dan jaringan tubuh. Model ini terlalusederhana sehingga untuk kebanyakan obat kurang tepat (Ganiswarna, 1995)

(4)

C. PERHITUNGAN

Waktu (Jam) Cp (µg/ml)

1 99,09

2 89,89

3 70,07

4 54,45

5 41,69

6 32,03

7 24,08

8 18,85

9 14,65

10 11,06

a. Model kompartemen 1 IV

b. Db˚ = 500mg Cp0=Db ˚

Vd = 500mg

5liter = 100 mg/L Vd = 5 liter

c. K = 0,2528

 A : 4,6 B : - 0,2528 r : 0,998 d. T ½ = 0,693

0,2528 = 2,741 e.

AUC 1 = ½ (100+99,09)

= ½ . 199,08

= 99,545

AUC 6 = ½ (41,69+32,03)

= ½ . 73,72

= 36,86 AUC 2 = ½ (99,09+89,89)

= ½ . 188,98

= 94,49

AUC 7 = ½ (32,03+24,08)

= ½ . 56,11

= 28,055 AUC 3 = ½ (89,98+70,07)

= ½ . 159,96

= 79,98

AUC 8 = ½ (24,08+18,85)

= ½ . 42,93

= 21,465 AUC 4 = ½ (70,07+54,45)

= ½ . 124,52

= 62,26

AUC 9 = ½ (18,85+14,65)

= ½ . 33,5

= 16,75 AUC 5 = ½ (54,45+41,69)

= ½ . 96,14

= 48,07

AUC 10 = ½ (14,65+11,06)

= ½ . 25,71

= 12,855 AUC ∞ = Cp terakhir/K

= 0,06/0,253

= 43,71

AUC total = 99,454+94,49+79,98+62,26+48,07+

36,86+28,055+21,465+16,75+12,855 + 43,71

= 544,081

(5)

f. Cl = K . Vd

= 0,253/Jam × 5L

= 1,265 L/Jam g. Y = Bx + A

= 0,253x + 4,965

ln Cp 15 = - 0,253 t + 4,965

= - 0,253 . 15 + 4,965

= 1,17 Cp 15 = 3,221

Referensi

Dokumen terkait