• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Kelulusan Sarjana Teknik Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya

N/A
N/A
Ariel Pical

Academic year: 2024

Membagikan "Dokumen Kelulusan Sarjana Teknik Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

“MAFIA BATAGOR”

DISUSUN OLEH:

ARIEL JULIANUS PICAL 203200011

ROBERT NATANAEL 203200008 ATANASIUS FELIKS WERANG 193200009

DICKY TIRTA 193200002

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA

2023

(2)

UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA

Sebagai Syarat untuk Memenuhi Kelulusan Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Di

UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA

Disusun Oleh:

ARIEL JULIANUS PICAL 203200011

ROBERT NATANAEL 203200008 ATANASIUS FELIKS WERANG 193200009

DICKY TIRTA 193200002

Telah Disetujui,

Surabaya, 23 November 2023

Dosen Pengampu Dosen Pembimbing

Lasman Parulian Purba, S.T., M.Eng., IPM Agrienta Bellanov, S.T.,M.T.

NIDN : 0707097401 NIDN : 0703119601

Kaprodi Teknik Industri

David Andrian, S.T., M.T.

NIDN : 0701078403

(3)

penulisan Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk mata kuliah Perencanaan Industri dapat berjalan dengan baik dan lancar. Laporan magang ini disusun dengan tujuan untuk menjadi salah satu syarat kelulusan akademik pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya.

Pada penyusunan laporan studi kelayakan bisnis ini, penulis dapat menyelesaikan laporan berkat bantuan dari berbagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung untuk meluangkan waktu maupun pikiran. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada pihak yang telah membantu terbentuknya laporan studi kelayakan bisnis ini, yaitu:

1. Tuhan Yesus Kristus karena pertolongan dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini.

2. Ibu Agrienta Bellanov, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis.

3. Bapak Lasman Parulian Purba, S.T., M.Eng, IPM selaku dosen pembimbing dan dosen pengampu yang turut membantu membimbing selama pelaksanaan mata kuliah berlangsung.

4. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa untuk penulis dalam menyelesaikan seluruh rangkaian dan aktivitas dalam kegiatan magang.

5. Seluruh rekan mahasiswa di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan laporan studi kelayakan bisnis.

Penulis menyadari bahwa keseluruhan dari penyusunan laporan ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari materi, format penulisan, bahasa yang digunakan masih belum mencapai tingkat sempurna dan perlu dilakukan perbaikan. Karena itu, segala bentuk masukan dan kritik akan diterima oleh penulis.

(4)

Surabaya, 23 November 2023

Tim Penyusun

(5)

LEMBAR PENGESAHAN...ii

LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL...viii

DAFTAR GAMBAR...ix

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Analisis SWOT...2

1.3 Maksud dan Tujuan...4

1.4 Ruang Lingkup Usaha...4

BAB II ASPEK PEMASARAN...5

2.1 Pendahuluan...5

2.2 Analisa Industri...5

2.2.1 Siklus Industri (Industrial Cycle)...6

2.2.2 Penetapan Harga (Pricing)...7

2.2.3 Potensi Pasar...8

2.2.4 Identifikasi Peluang Bisnis...9

2.2.5 Kesimpulan...9

BAB III ASPEK TEKNIS...10

3.1 Jenis Produk...10

3.2 Metode Produksi dan Teknologi yang Dipilih...10

3.3 Jenis Produksi...11

3.4 Proses Produksi...11

3.5 Jenis dan Aset tetap yang dibutuhkan...13

3.6 Jadwal...15

3.7 Logo, Packaging, dan Rasa...17

(6)

4.2.1 Direktur Utama...18

4.2.2 Sekretaris...19

4.2.3 Bendahara...19

4.2.4 Accounting...20

4.2.5 Produksi...20

4.2.6 Dapur & Packing...20

4.2.7 Pemasaran...21

4.2.8 Reaserch & Development...21

4.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia...21

4.4 Izin...22

BAB V ASPEK HUKUM...23

BAB VI ASPEK KEUANGAN...25

6.1 Modal Awal Usaha...25

6.2 Biaya Investasi Usaha...26

6.3 Data Asumsi Mafia Batagor...27

6.4 Biaya Tetap Usaha...28

6.5 Analisa Break Event Point...29

6.6 Uji Kelayakan Usaha...31

6.7 Asumsi Penjualan...32

DAFTAR PUSTAKA...33

(7)

Tabel 3. 2 Tabel Biaya Aset Usaha Mafia Batagor...20

Tabel 3. 3 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Original...21

Tabel 3. 4 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Keju...21

Tabel 3. 5 Gantt Chart Rencana Kegiatan Usaha Mafia Batagor Tiap Bulan...22

Tabel 3. 6 Tabel Rencana Kegiatan...22

Tabel 3. 7 Gantt Chart Jadwal Rencana Mafia Batagor Bulan Desember 2023 2 Tabel 4. 1 Spesifikasi Pekerjaan Direktur Utama...25

Tabel 4. 2 Spesifikasi Pekerjaan Sekretaris...26

Tabel 4. 3 Sepesifikasi Pekerjaan Bendahara...26

Tabel 4. 4 Spesifikasi Pekerjaan Accounting...26

Tabel 4. 5 Spesifikasi Pekerjaan Departemen Produksi...27

Tabel 4. 6 Spesifikasi Pekerjaan Tim Dapur & Packing...27

Tabel 4. 7 Spesifikasi Pekerjaan Tim Pemasaran...27

Tabel 4. 8 Spesifikasi pekerjaan Tim Reaserch & Development 2 Tabel 6. 1 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Original...32

Tabel 6. 2 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Keju...33

Tabel 6. 3 Tabel Biaya Investasi Usaha Mafia Batagor...33

Tabel 6. 4 Tabel Data Asumsi Usaha Mafia Batagor...34

Tabel 6. 5 Tabel Biaya Tetap Usaha Mafia Batagor...35

Tabel 6. 6 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Original...35

Tabel 6. 7 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Keju...36

Tabel 6. 8 Tabel Uji Kelayakan Usaha Mafia Batagor...37

Tabel 6. 9 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Bulan...38

(8)
(9)
(10)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Keberagaman seni, budaya, dan kuliner menjadi kekayaan negara ini. Selain dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya, Indonesia juga terkenal dengan beragam jenis makanan dan jajanan. Dari jajanan tradisional hingga variasi modern yang menggabungkan unsur budaya barat. Salah satu contoh jajanan yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah Batagor. Batagor merupakan hidangan khas yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Sejalan dengan penjelasan dari (Hermawanti, 2023), Batagor yang kita kenal adalah makanan khas dari wilayah Bandung yang mirip dengan siomay, tetapi dimasak dengan cara digoreng. Saat ini, Batagor telah menjadi salah satu kuliner khas Nusantara dan menawarkan peluang usaha yang menjanjikan. Batagor terdiri dari bakso tahu goreng, singkatan dari Batagor, yang terbuat dari tahu putih, ikan tenggiri, dan udang yang digoreng dengan lapisan tepung tapioka. Hidangan ini sangat lezat ketika disajikan dalam keadaan panas, disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis kental, serta disertai saus sambal.

Untuk menambah cita rasa, beberapa tetes perasan jeruk nipis dapat ditambahkan.

Batagor saat ini sangat terkenal dan banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat.

Awalnya masakan ini berkembang di daerah Jawa Barat karena yang terkenal adalah Batagor Siomay Bandung.Ada ungkapan yang di kutipdari (Suradin, 2018) mengatakan bahwa “Makanan yang jangan sampai anda lewatkan kalau sedang berkunjung ke Bandung adalah batagor” . Batagor rasanya yang bisa diterima di manapun, dan makanan ini pun cepat berkembang ke seluruh pelosok tanah air. Bisa disimpulkan bahwa produk batagor ini merupakan m salah satu produk yang digemari oleh kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan karena batagor memiliki cita rasa yang khas dari olahan bumbu tradisional dan dari segi pengolahan juga terbilang sangat sederhana. Selain itu, harga yang ditawarkan

(11)

biasanya juga cukup terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, dan dari segi peluang usaha batagor pun juga memiliki harga jual yang terbilang cukup kompetitif. Hal ini juga bermanfaat dalam meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga menghasilkan keuntungan dari segi ekonomi dan pengalaman bagi mahasiswa.

1.2 Analisis SWOT

Menurut (Rochman, 2019), analisis SWOT merupakan analisis yang digunakan untuk memperoleh sekaligus menyusun perencanaan yang tepat guna menganalisis keadaan sekitar. Hal ini juga didukung dengan pendapat (Sujoko, 2017) yang menyatakan bahwa analisis SWOT merupakan metode analisis untuk mengetahui titik terbaik dan titik terlemah dari suatu kondisi yang memungkinkan untuk mengambil tindakan. Analisis SWOT mencangkup faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang terjadi di suatu kondisi. Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa analisis SWOT memungkinkan untuk digunakan dalam merencanakan suatu usaha bisnis.

Analisis SWOT terhadap usaha mafia batagor dapat dilakukan seperti yang tercatat seperti pada tabel berikut :

Tabel 1. 1 Tabel Analisa SWOT Usaha Mafia Batagor ANALISIS SWOT

Faktor Eksternal Faktor Internal

Oppurtunity (Peluang) Strenght (Kekuatan) 1. Belum adanya produk batagor di

kalangan kampus Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya

2. Familiar di semua kalangan masyarakat 3. Memiliki cita rasa yang sesuai dengan minat kuliner orang Indonesia

1. Bahan baku mudah didapatkan 2. Pengolahan yang sederhana

3. Tinggi kandungan protein didalamnya

Threads (Ancaman) Weakness (Kelemahan)

(12)

1. Banyaknya orang yang menjual produk sejenis

2. Banyak pesaing yang lebih berpengalaman dari segi cita rasa

3. Minat konsumen sewaktu-waktu bisa menurun mengikuti perkembangan trend

1. Minimnya pengalaman dalam membangun usaha

2. Daya tahan produk yang singkat 3. Daya tahan bahan baku yang singkat

(13)

1.3 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dalam pembuatan laporan studi kelayakan bisnis ini yaitu:

1. Memahami dan menerapkan konsep teori studi kelayakan bisnis.

2. Melakukan analisa dan pemantauan kemajuan pada usaha mafia batagor 3. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam membangun usaha 4. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa

1.4 Ruang Lingkup Usaha

Ruang lingkup usaha yang direncanakan dalam pelaksanaan usaha mafia batagor adalah mahasiswa kampus Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya dan masyarakat umum,. Perluasan pasar akan meningkat bahkan sampai ke dunia maya seiring dengan berjalannya waktu dari konsumen ke konsumen.

(14)

BAB II

ASPEK PEMASARAN 2.1 Pendahuluan

Pasar adalah tempat di mana terjadi pertukaran barang atau jasa antara penjual dan pembeli yang saling memiliki kepentingan (Nasution & Nurhadi, 2019). Kemampuan pemilik usaha dalam bersaing dalam pangsa pasar ditentukan dan bergantung pada strategi bersaing seperti apa yang dipilih pemilik usaha agar usaha terus bisa bertahan dalam jangka panjang (Dhana et al., 2023). Hal ini tentu melibatkan analisis secara mendetail mengenai kondisi pasar, kondisi konsumen, tingkat kebutuhan barang, dan sebagainya guna mengetahui gambaran pasar. Seiring dengan itu, Perusahaan juga perlu mampu meramalkan peluang dan risiko yang akan muncul. Hal ini bertujuan untuk menciptakan citra produk yang menarik dan memiliki keunggulan yang unggul, sekaligus menetapkan harga yang menguntungkan (Sayekti & Sari, 2018).

Usaha yang bergerak dalam bidang makanan ini memproduksi dbatagor yang sesuai dengan trend dan menjawab kebutuhan masyarakat mengenai makanan tradisional yang dikemas dengan gaya kekinian. Usaha ini menawarkan produk batagor yang memiliki 2 varian yaitu batagor original dan batagor keju. Sesuai dengan sesuai dengan hasil survei yang telah dilakukan oleh mahasiswa terhadap 20 responden. Responden yang mengisi kuesioner adalah kalangan mahasiswa yang berusia 19 hingga 23 tahun. Dari hasil survei tersebut, diketahui bahwa 13 dari 20 responden memberi saran ide jualan batagor dengan tambahan topping atau isian keju didalamnya, dan 7 sisanya memberi saran agar batagor dijual dengan isian dan bumbu kacang yang banyak. Kualitas produk ini dijamin sangat bagus karena menggunakan bahan baku yang fresh dan berkualitas tinggi.

2.2 Analisa Industri

Analisa industri penting untuk dilakukan guna mengetahui keadaan detail dari suatu perusahaan atau pasar agar usaha mampu dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan pasar yang ada. Pentingnya analisis industri terletak pada pemahaman kondisi perusahaan

(15)

dalam industri makanan. Dengan demikian, perusahaan dapat merancang strategi yang efektif untuk memenangkan persaingan dengan pesaingnya di masa depan (Budiman et al., 2021). terdapat beberapa point yang dapat ditentukan dalam proses analisa industri, diantaranya:

1. Siklus Industri (Industrial Cycle) 2. Penetapan Harga (Pricing)

3. Potensi Pasar (Potentional Market)

4. Identifikasi Peluang Bisnis (Chance of Business)

2.2.1 Siklus Industri (Industrial Cycle)

Menurut (Miller & Friesen, 1984) adalah fase tahapan binis yang setidaknya mengarahkan langkah dan speak terjang dalam memulai usaha dimana Suatu industri selalu mengalami siklus yang dimulai dari pengenalan produk, pertumbuhan penjualan, kedewasaan perusahaan dan penurunan konsumen. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan yang akan dialami suatu usaha dalam siklus industri :

1. Tahap Perkenalan

Merupakan fase dimana pengusaha mengalami pertumbuhan penjualan dan keuntungan yang relatif lamban. Karena selain sebagai pendatang baru didalam industri, pengusaha yang bersangkutan juga masih dalam perkenalan.

2. Tahap Pertumbuhan

Pada tahap ini, adalah pada pencapaian pertumbuhan penjualan yang cepat dan menumpulkan sumber daya dalam upaya untuk merealisasikan keuntungan yang diperoleh dari skala yang lebih besar.

3. Tahap Kedewasaan

(16)

Pada fase ini tingkat penjualan relative stabil, tingkat inovasi menurun, dan struktur organisasi yang lebih birokratis terbentuk.

4. Tahap Penurunan

Pada tahap ini, pengusaha menghadapi banyak kompetitor yang menawarkan barang-barang pengganti yang lebih diminati konsumen. Selain itu pasar yang berpotensi sangat sempit, dan permitaan akan produk yang di produksi pengusaha sangat rendah sehingga terjadi kerugian.

2.2.2 Penetapan Harga (Pricing)

Menurut (Secapramana, 2000) harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran dan harus senantiasa dilihat dalam hubungannya dengan strategi pemasaran.

Harga berinteraksi dengan seluruh elemen lainnya dalam bauran pemasaran untuk menentukan efektivitas dari setiap elemen dan keseluruhan elemen.

Menurut (Tjiptono, 1995) Terdapat 7 berbagai macam penyesuaian terhadap harga suatu barang yang dapat berbentuk diskon, allowance, dan penyesuaian geografis.

1. Diskon merupakan pengurangan dari harga jual produk yang diberikan langsung kepada konsumen dengan mengurangi nilai harga awalnya.

2. Allowence adalah pengurangan harga menurut daftar harga kepada konsumen karena adanya kepentingan tertentu.

3. Penyesuaian geografis adalah penetapan harga produk yang bergantung pada biaya transportasi yang dikeluarkan untuk mengirimkan produk dari produsen ke konsumen.

Sementara itu Dari perspektif konsumen, harga sering dianggap sebagai penunjuk nilai ketika harga tersebut dikaitkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa.

Nilai dapat diartikan sebagai perbandingan antara manfaat yang dirasakan dengan harga

(17)

yang dikeluarkan. Dengan kata lain, pada tingkat harga tertentu, jika manfaat yang dirasakan oleh konsumen meningkat, maka nilai produk tersebut juga akan meningkat.

2.2.3 Potensi Pasar

Usaha yang dirancang adalah usaha makanan batagor. Dilansir dari grafik goggle trend, bisnis makanan ini ini tercatat bahwa permintaan pelanggan dengan kemampuan produksi terbilang cukup banyak selama desember 2023 karena batagor merupakan makanan tradisional yang banyak digemari masyarakat. Berikut adalah grafik data pencarian orang Indonesia terhadap batagor selama desember 2023 melalui goggle trend :

Gambar 2. 1 Grafik Trend Batagor

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa peluang yang ada dalam industri makanan terutama batagor masih banyak diminati dan dicari masyarakat.

(18)

2.2.4 Identifikasi Peluang Bisnis

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pasar industri makanan terutama makanan tradisional masih memiliki peluang yang besar. Tingginya permintaan menciptakan potensi peningkatan penjualan produk, memberikan prospek yang menjanjikan untuk dijadikan peluang bisnis.

2.2.5 Kesimpulan

1. Usaha batagor yang dirancang ini masih dalam tahap perkenalan, pengembangan, dan bisnis makanan ini masih membuka ruang bagi para pendatang baru dalam industri minuman di pangsa pasar.

2. Dari pertimbangan terhadap siklus industri, potensi pasar dan identifikasi peluang bisnis. Maka dapat dikatakan bisnis ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

(19)

BAB III ASPEK TEKNIS 3.1 Jenis Produk

Makanan khas Sunda yang cukup terkenal. Hidangan ini sama seperti somay tetapi bedanya yaitu cara memasak batagor adalah dengan cara digoreng. Selain itu, batagor biasanya dimakan menggunakan bumbu kacang serta kecap dan saus sambal sesuai selera yang menambah citarasa makanan yang satu ini.

Makanan yang akan dipasarkan adalah batagor dengan kemasan thinwall berukuran 650 ml. Varian dari batagor yang akan dipasarkan adalah batagor original dan keju. Mafia batagor memilih kemasan plastic thinwall karena lebih praktis dan mudah dibawa kemana- mana.

3.2 Metode Produksi dan Teknologi yang Dipilih

Mafia batagor menggunakan metode produksi manual. Hal tersebut karena proses pengolahan produk masih menggunakan tenaga manusia dan hanya menggunakan peralatan yang relevan untuk membantu proses masak. Hal tersebut juga memunculkan kelebihan dan kekurangan produk dari metode produksi yang dipilih seperti pada tabel berikut :

Tabel 3. 1 Tabel Perbandingan Metode Produksi Usaha Mafia Batagor

Kelebihan Kekurangan

1. Ekspektasi masyarakat tentang batagor tinggi

2. Bahan baku mudah diperoleh

3. Produk mudah dibawa kemana-mana

1. Proses produksi manual 2. Produk bertahan tidak lama 3. Tempat produksi kurang higienis 3. Bahan baku bertahan tidak lama

(20)

3.3 Jenis Produksi

Mafia batagor menawarkan 2 varian batagor yang produksi, yaitu batagor original dan keju. Varian ukuran yang dipasarkan sesuai dengan ukuran wadah yang digunakan yaitu 650ml. Berikut merupakan tahapan-tahapan dalam proses pembuatanya :

1. Produksi

Batagor akan diproduksi sesuai pesanan pembeli . Bahan baku terutama ikan tenggiri yang digunakan dirancang untuk lebih dari satu porsi batagor sehingga kapasitas atau frekuensi belanja bahan baku dapat diminimalisir.

2. Pengemasan

Pada tahap ini batagor dikemas ke dalam wadah thinwall dengan ukuran 650 ml dengan bahan plastic yang food grade dan steril. Penempelan logo ditempelkan pada atas tutup thinwall sebagai identitas produk.

3.4 Proses Produksi

Proses produksi dilakukan dengan beberapa tahapan. Ada beberapa proses produksi pada pembuatan jus yaitu meliputi pembuatan adonan batagor, pembuatan bumbu kacang, pembuatan batagor pangsit, pembuatan batagor, serta pengemasan produk.

1. Pembuatan adonan batagor

 Pada tahap ini setelah semua alat dan bahan disiapkan Pertama kocok telur kemudian masukkan daging ikan dan juga ayam yang telah dicincang, tepung tapioka, rajangan daun bawang minyak wijen dan juga garam.

 Aduk campuran adonan si secara rata sampai menjadi suatu donan yang dapat dibentuk

 Keruk dari isi tahu yang sudah digoreng untuk tempat dalam mengisi adonan bakso.

 Kemudian masukkan adonan isi ke dalam bagian tengah tahu.

(21)

2. Pembuatan bumbu kacang

 Dalam membuat sambal kacang sebagai pelengkap batagor ini pertama Anda dapat mencampurkan kacang yang telah dihaluskan dengan cabai merah halus, cuka, garam sampai merata.

 Kemudian tambahkan bumbu tersebut dengan air hangat sedikit untuk mengencerkannya dan dapat diaduk hingga merata dan tercampur.

3. Pembuatan batagor pangsit

 Pertama letakan adonan isi ke bagian tengah kulit pangsit kemudian dapat disatukan sudut kulit pangsit tersebut sampai menekuk sedikit agak keluar.

 Panaskan minyak untuk menggoreng

 Kemudian goreng tahu dan juga pangsit sampai matang bewarna kecoklatan.

Kemudian angkat dan tiriskan

 Potong untuk batagor pangsit tersebut dalam 2 atau 3 bagian, kemudian taruh ke piring saji dan siramkan pula saus kacang diatasnya.

4. Tips pembuatan batagor

 Supaya saus kacang dapat lebih tahan lama maka dalam proses sangrai kacang jangan sampai agak keluar minyak.

 Supaya saus tidak bewarna pucat dan nampak gelap maka Anda dapat menambahkan kecap manis kedalam bumbu dari saus batagor. Dapat ditambahkan menggunakan saus tomat agar bewarna kemerah merahan.

Apabila tidak suka maka gunakan cabai dengan cara membuang biji cabainya.

 Supaya saus tidak bewarna pucat dan nampak gelap maka Anda dapat menambahkan kecap manis kedalam bumbu dari saus batagor. Dapat ditambahkan menggunakan saus tomat agar bewarna kemerah merahan.

(22)

Apabila tidak suka maka gunakan cabai dengan cara membuang biji cabainya.

5. Pengemasan

Setelah jadi dan semua komponen batagor lengkap batagor dimasukkan ke dalam wadah thinwall berukuran 650 ml juga diberi logo mafia batagor. Untuk bumbu kacang sendiri bisa langsung dicampur dan bisa dipisah sesuai keinginan pembeli.

3.5 Jenis dan Aset tetap yang dibutuhkan

Berikut adalah biaya investasi dan variable untuk produksi batagor original dan keju dalam satu bulan

Tabel 3. 2 Tabel Biaya Aset Usaha Mafia Batagor

(23)

Tabel 3. 3 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Original

Tabel 3. 4 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Keju

(24)

3.6 Jadwal

Adapun jadwal rencana kegiatan pemasaran mafia batagor adalah sebagai berikut.

Tabel 3. 5 Gantt Chart Rencana Kegiatan Usaha Mafia Batagor Tiap Bulan

(25)

Tabel 3. 6 Tabel Rencana Kegiatan Nomo

r

Tanggal Kegiatan Rencana Kegiatan 1. Sabtu, 02 Desember

2023

Pembuatan Proposal Usaha 2. Senin, 04 Desember

2023

Pembuatan Konsep Penjualan 3. Selasa, 05 Desember

2023

Revisi Konsep Penjualan bersama Dosen Pendamping

4. Jum’at, 08 Desember

2023 Revisi Akhir Konsep Penjualan bersama Dosen Pendamping

5. Sabtu, 09 Desember

2023 Open pre-order

6 Senin, 11 Desember 2023

Pembuatan Mafia Batagor 7. Selasa, 12 Desember

2023

Penjualan Mafia Batagor

(26)

Tabel 3. 7 Gantt Chart Jadwal Rencana Mafia Batagor Bulan Desember 2023

(27)

3.7 Logo, Packaging, dan Rasa

Logo mafia batagor dilambangkan dengan simbol lingkaran yang berarti kesatuan tekad dan minat dari semua anggota dan elemen-elemen pendukung usaha dalam memberikan performa yang maksimal. Hal tersebut bertujuan agar konsumen dapat merasakan citarasa batagor yang khas dan maksimal. Untuk warna kuning melambangkan Warna kuning memiliki makna memberikan kesan keceriaan, kebahagian, energik, dan rasa optimis. Oleh karena itu biasanya orang yang menyukai warna kuning cenderung lebih bijaksana dan cerdas.

Mafia batagor menawarkan 2 varian batagor yang dipasarkan, yaitu batagor original dan batagor keju. Dalam packaging, kami membuat ukuran batagor semua variant sebanyak 650 ml. Hal ini agar mendukung target penjualan agar produk dapat dibawa kemana saja.

Berikut logo produk mafia batagor yang dibuat.

Gambar 3.1 Logo Usaha Mafia Batagor

(28)

BAB IV

ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA 4.1 Struktur Organisasi

Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Usaha Mafia Batagor

4.2 Job Description 4.2.1 Direktur Utama

Tabel 4. 1 Spesifikasi Pekerjaan Direktur Utama

Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

semua jurusan.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi dan leadership yang

 Memimpin perusahaan dengan membuat peraturan kerja.

 Memiliki kewenangan dalam menyetujui rekrutmen karyawan

(29)

baik.

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

4. Memiliki kemampuan analisa tinggi.

5. Mampu memenuhi target Perusahaan yang ditentukan.

baru, pengangkatan karyawan tetap, hingga pengangkatan jabatan karyawan.

 Mempertimbangkan pengambilan Keputusan perusahaan.

4.2.2 Sekretaris

Tabel 4. 2 Spesifikasi Pekerjaan Sekretaris

Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

semua jurusan.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

4. Mampu mengoperasikan Microsoft excel dan word dengan baik

5. Mampu memenuhi jobdesk yang diharapkan.

 Mengurus pencatatan dokumen perusahaan.

 Membuat timeline perusahaan.

 Mengatur seluruh agenda perusahaan.

 Menyiapkan laporan kerja perusahaan.

 Menyimpan arsip perusahaan.

4.2.3 Bendahara

Tabel 4. 3 Sepesifikasi Pekerjaan Bendahara

Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

jurusan akuntansi.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi yang baik.

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

4. Teliti dan jujur.

5. Mampu memenuhi pekerjaan yang berhubungan dengan keuangan.

 Mengurus pencatatan cash flow perusahaan.

 Memanajemen pengeluaran dan pemasukan perusahaan.

 Memonitor pengeluaran dan pemasukan perusahaan

4.2.4 Accounting

Tabel 4. 4 Spesifikasi Pekerjaan Accounting

(30)

Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

jurusan akuntansi.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

4. Teliti dan jujur

 Membantu bendahara melakukan tugas

 Melakukan pencatatan keuangan

 Melakukan pengurusan pajak

4.2.5 Produksi

Tabel 4. 5 Spesifikasi Pekerjaan Departemen Produksi Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

jurusan Teknik industri.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

 Melakukan penjadwalan produksi

 Melakukan pengadaan bahan baku produksi

 Berkomunikasi dengan tim dapur &

packing

4.2.6 Dapur & Packing

Tabel 4. 6 Spesifikasi Pekerjaan Tim Dapur & Packing Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

semua jurusan.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

 Melakukan segala proses produksi

 Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan departemen produksi

4.2.7 Pemasaran

Tabel 4. 7 Spesifikasi Pekerjaan Tim Pemasaran

(31)

Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

semua jurusan.

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

 Mencari dan memperluas prospek pemasaran usaha mafia batagor

 Mencari mitra atau wadah promosi mafia batagor

4.2.8 Reaserch & Development

Tabel 4. 8 Spesifikasi pekerjaan Tim Reaserch & Development Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1

semua jurusan (Teknik industri lebih disukai).

2. Memiliki kemampuan

berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.

 Mencari dan menemukan inovasi baru untuk produk mafia batagor

 Menciptakan produk mafia batagor sesuai keinginan konsumen

4.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan yang akan kami tetapkan adalah perencanaan top-down Dimana penentuan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang akan direkrut sesuai dengan rencana yang menyeluruh dari usaha mafia batagor untuk jangka panjang maupun jangka pendek (Rahmayani et al., 2023).

Pada tahap awal ini, jumlah pekerja kami ada sebanyak 9 orang yang terdiri dari : A. Direktur Utama : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan

B. Sekretaris : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan

(32)

C. Bendahara : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan D. Accounting : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan E. Produksi : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan F. Dapur & Packing : 2 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan G. Pemasaran : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan H. R & D : 1 orang dengan gaji Rp 22.000/bulan

4.4 Izin

Karyawan hanya mendapatkan izin dengan alasan dan keterangan administrasi yang jelas contohnya seperti izin sakit disertai dengan surat dokter.

(33)

BAB V ASPEK HUKUM

Aspek hukum dalam makanan diberlakukan sesuai dengan skala usahanya. Skala usaha terdiri dari usaha besar, usaha menengah, usaha kecil dan usaha mikro. Kriteria usaha dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Usaha Mikro

A. Usaha yang tidak berbadan hukum.

B. Tidak memiliki perizinan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang/ usaha informal.

C. Aset usaha yang dimiliki skala mikro ini maksimal sebesar Rp. 25.000.000 (diluar tanah dan bangunan).

2. Usaha Kecil

A. Usaha memiliki izin usaha dalam bentuk badan hukum seperti: Usaha Dagang (UD), Perusahaan Dagang (PD), koperasi, CV dan sebagian kecil berbentuk PT.

B. Aset usaha maksimal sebesar Rp. 200.000.000 (diluar tanah dan bangunan) C. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun maksimal Rp. 1 Miliar.

3. Usaha Menengah

A. Aset usaha sebesar Rp. 200.000.000 sampai Rp. 500.000.000 (diluar tanah dan bangunan)

B. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun maksimal Rp. 10 Miliar.

4. Usaha Besar

A. Aset usaha diatas Rp. 500.000.000 (diluar tanah dan bangunan) B. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun diatas Rp. 10 Miliar

Beberapa jenis perizinan usaha yang perlu juga diperhatikan yaitu:

(34)

1) Izin lokasi ( Pembayaran PBB, Sertifikat, Akta Pendirian, dan sebagainya)

2) Izin usaha (Akte pendirian perusahaan, NPWP, Surat tanda pendaftaran perusahaan, SIUP, dsb).

Tak hanya itu legalitas produk juga sangat penting dalam usaha makanan, adapun jenis legalitas produk sebagai berikut :

A. P-IRT (Pangan Industri rumah tangga)

B. BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan) C. Halal MUI

Legalitas Merek tertulis pada UU No.15 Tahun 2001: “Merek merupakan tanda pembeda atas barang dan jasa bagi suatu perusahaan dengan perusahaan lain nya”.

Beberapa aspek yang bisa didapat saat mendaftarkan produk ke legalitas merk yaitu : A. Perlindungan (Perlindungan atas merk, Kepastian hukum)

B. Status Pendaftaran (Asas Konstitutif) C. Jangka waktu perlingungan (10 Tahun) D. Mutasi dan Lisensi

(35)

BAB VI

ASPEK KEUANGAN

Laporan perencanaan keuangan mafia batagor dari modal awal, target penjualan, studi kelayakan,hingga simulasi penjualan yang didapat terlampir di bab ini sebagai berikut.

6.1 Modal Awal Usaha

Tabel 6. 1 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Original

(36)

Tabel 6. 2 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Keju

6.2 Biaya Investasi Usaha

Tabel 6. 3 Tabel Biaya Investasi Usaha Mafia Batagor

(37)

6.3 Data Asumsi Mafia Batagor

Tabel 6. 4 Tabel Data Asumsi Usaha Mafia Batagor

(38)

6.4 Biaya Tetap Usaha

Tabel 6. 5 Tabel Biaya Tetap Usaha Mafia Batagor

6.5 Analisa Break Event Point

Tabel 6. 6 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Original

(39)

Tabel 6. 7 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Keju

(40)

6.6 Uji Kelayakan Usaha

Tabel 6. 8 Tabel Uji Kelayakan Usaha Mafia Batagor

(41)

6.7 Asumsi Penjualan

Tabel 6. 9 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Bulan

Tabel 6. 10 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Tahun

(42)

DAFTAR PUSTAKA

Budiman, I., Saori, S., Anwar, R. N., Fitriani, F., & Pangestu, M. Y. (2021). Analisis Pengendalian Mutu Di Bidang Industri Makanan (Studi Kasus: Umkm Mochi Kaswari Lampion Kota Sukabumi). Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 2185–2190.

Dhana, D. S. R., Latifah, U., & Mastura, Z. A. (2023). IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN.

Aktualisasi Pengabdian Masyarakat, 1(1), 13–29.

Hermawanti, A. A. (2023). Influential Elements Identification of Memorable Culinary Tourism in Bandung City. International Journal on Recent Trends in Business and Tourism (IJRTBT), 7(2), 13–30.

Miller, D., & Friesen, P. H. (1984). A longitudinal study of the corporate life cycle.

Management Science, 30(10), 1161–1183.

Nasution, A. R. K., & Nurhadi, N. (2019). Studi Kelayakan Bisnis Produksi & Pemasaran Cake Di Kota Bandung (Kasus Di Cv. Yeye Group). Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu Dan Aplikasi Teknik, 18(1), 38–47.

Rahmayani, D., Putri, P. I., Rahman, Y. A., Pratiwik, E., & Vikia, Y. M. (2023). Scale Up Kapabilitas Keuangan Badan Usaha Milik Desa Dengan Aplikasi Sistem Informasi Desa Mandiri (SIDesRi). Madaniya, 4(1), 337–347.

Rochman, I. (2019). Analisis SWOT dalam Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di SMP Islam Yogyakarta). Al Iman: Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan, 3(1), 36–52.

Sayekti, R. N. S., & Sari, N. K. (2018). Analisa Strategi Peranan Wanita Umkm Dalam Peningkatan Perekonomian Di Kec. Ngantang, Kab. Malang (Pendekatan Analisa SWOT). Referensi: Jurnal Ilmu Manajemen Dan Akuntansi, 6(1), 36–45.

Secapramana, L. V. H. (2000). Model dalam strategi penetapan harga. Unitas, 9(1), 30–43.

Sujoko, E. (2017). Strategi peningkatan mutu sekolah berdasarkan analisis swot di sekolah menengah pertama. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(1), 83–96.

Suradin, M. (2018). Halal tourism promotion in Indonesia: An analysis on official destination websites. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 6(3), 143–158.

Tjiptono, F. (1995). Strategi pemasaran. Andi Offset.

Gambar

Tabel 1. 1 Tabel Analisa SWOT Usaha Mafia Batagor ANALISIS SWOT
Gambar 2. 1 Grafik Trend Batagor
Tabel 3. 1 Tabel Perbandingan Metode Produksi Usaha Mafia Batagor
Tabel 3. 2 Tabel Biaya Aset Usaha Mafia Batagor
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dan teknik purposive sampling ini dilakukan di Kampus Pakuwon City Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Di Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, melalui literasi informasi kepada pemustaka secara pribadi dan kelompok merupakan kegiatan yang sangat

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan pada Fakultas Bisnis di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya guna meraih gelar Sarjana

Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dan teknik purposive sampling ini dilakukan di Kampus Pakuwon City Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang telah memberikan fasilitas dan bantuan sehingga Praktek Kerja Profesi Apoteker

Tugas Akhir ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Jenjang Sarjana Jurusan Teknik Informatika di Universitas Katolik Widya Mandira

Dokumen ini membahas analisis audit energi listrik di gedung Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi Teknik Elektro Universitas Darma Persada Visi Prodi Teknik Elektro Menjadi institusi pendidikan teknik elektro yang unggul dan