“MAFIA BATAGOR”
DISUSUN OLEH:
ARIEL JULIANUS PICAL 203200011
ROBERT NATANAEL 203200008 ATANASIUS FELIKS WERANG 193200009
DICKY TIRTA 193200002
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA
2023
UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA
Sebagai Syarat untuk Memenuhi Kelulusan Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Di
UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA SURABAYA
Disusun Oleh:
ARIEL JULIANUS PICAL 203200011
ROBERT NATANAEL 203200008 ATANASIUS FELIKS WERANG 193200009
DICKY TIRTA 193200002
Telah Disetujui,
Surabaya, 23 November 2023
Dosen Pengampu Dosen Pembimbing
Lasman Parulian Purba, S.T., M.Eng., IPM Agrienta Bellanov, S.T.,M.T.
NIDN : 0707097401 NIDN : 0703119601
Kaprodi Teknik Industri
David Andrian, S.T., M.T.
NIDN : 0701078403
penulisan Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk mata kuliah Perencanaan Industri dapat berjalan dengan baik dan lancar. Laporan magang ini disusun dengan tujuan untuk menjadi salah satu syarat kelulusan akademik pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya.
Pada penyusunan laporan studi kelayakan bisnis ini, penulis dapat menyelesaikan laporan berkat bantuan dari berbagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung untuk meluangkan waktu maupun pikiran. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada pihak yang telah membantu terbentuknya laporan studi kelayakan bisnis ini, yaitu:
1. Tuhan Yesus Kristus karena pertolongan dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
2. Ibu Agrienta Bellanov, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis.
3. Bapak Lasman Parulian Purba, S.T., M.Eng, IPM selaku dosen pembimbing dan dosen pengampu yang turut membantu membimbing selama pelaksanaan mata kuliah berlangsung.
4. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa untuk penulis dalam menyelesaikan seluruh rangkaian dan aktivitas dalam kegiatan magang.
5. Seluruh rekan mahasiswa di Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan laporan studi kelayakan bisnis.
Penulis menyadari bahwa keseluruhan dari penyusunan laporan ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari materi, format penulisan, bahasa yang digunakan masih belum mencapai tingkat sempurna dan perlu dilakukan perbaikan. Karena itu, segala bentuk masukan dan kritik akan diterima oleh penulis.
Surabaya, 23 November 2023
Tim Penyusun
LEMBAR PENGESAHAN...ii
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS...ii
KATA PENGANTAR...iii
DAFTAR ISI...v
DAFTAR TABEL...viii
DAFTAR GAMBAR...ix
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Analisis SWOT...2
1.3 Maksud dan Tujuan...4
1.4 Ruang Lingkup Usaha...4
BAB II ASPEK PEMASARAN...5
2.1 Pendahuluan...5
2.2 Analisa Industri...5
2.2.1 Siklus Industri (Industrial Cycle)...6
2.2.2 Penetapan Harga (Pricing)...7
2.2.3 Potensi Pasar...8
2.2.4 Identifikasi Peluang Bisnis...9
2.2.5 Kesimpulan...9
BAB III ASPEK TEKNIS...10
3.1 Jenis Produk...10
3.2 Metode Produksi dan Teknologi yang Dipilih...10
3.3 Jenis Produksi...11
3.4 Proses Produksi...11
3.5 Jenis dan Aset tetap yang dibutuhkan...13
3.6 Jadwal...15
3.7 Logo, Packaging, dan Rasa...17
4.2.1 Direktur Utama...18
4.2.2 Sekretaris...19
4.2.3 Bendahara...19
4.2.4 Accounting...20
4.2.5 Produksi...20
4.2.6 Dapur & Packing...20
4.2.7 Pemasaran...21
4.2.8 Reaserch & Development...21
4.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia...21
4.4 Izin...22
BAB V ASPEK HUKUM...23
BAB VI ASPEK KEUANGAN...25
6.1 Modal Awal Usaha...25
6.2 Biaya Investasi Usaha...26
6.3 Data Asumsi Mafia Batagor...27
6.4 Biaya Tetap Usaha...28
6.5 Analisa Break Event Point...29
6.6 Uji Kelayakan Usaha...31
6.7 Asumsi Penjualan...32
DAFTAR PUSTAKA...33
Tabel 3. 2 Tabel Biaya Aset Usaha Mafia Batagor...20
Tabel 3. 3 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Original...21
Tabel 3. 4 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Keju...21
Tabel 3. 5 Gantt Chart Rencana Kegiatan Usaha Mafia Batagor Tiap Bulan...22
Tabel 3. 6 Tabel Rencana Kegiatan...22
Tabel 3. 7 Gantt Chart Jadwal Rencana Mafia Batagor Bulan Desember 2023 2 Tabel 4. 1 Spesifikasi Pekerjaan Direktur Utama...25
Tabel 4. 2 Spesifikasi Pekerjaan Sekretaris...26
Tabel 4. 3 Sepesifikasi Pekerjaan Bendahara...26
Tabel 4. 4 Spesifikasi Pekerjaan Accounting...26
Tabel 4. 5 Spesifikasi Pekerjaan Departemen Produksi...27
Tabel 4. 6 Spesifikasi Pekerjaan Tim Dapur & Packing...27
Tabel 4. 7 Spesifikasi Pekerjaan Tim Pemasaran...27
Tabel 4. 8 Spesifikasi pekerjaan Tim Reaserch & Development 2 Tabel 6. 1 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Original...32
Tabel 6. 2 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Keju...33
Tabel 6. 3 Tabel Biaya Investasi Usaha Mafia Batagor...33
Tabel 6. 4 Tabel Data Asumsi Usaha Mafia Batagor...34
Tabel 6. 5 Tabel Biaya Tetap Usaha Mafia Batagor...35
Tabel 6. 6 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Original...35
Tabel 6. 7 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Keju...36
Tabel 6. 8 Tabel Uji Kelayakan Usaha Mafia Batagor...37
Tabel 6. 9 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Bulan...38
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.
Keberagaman seni, budaya, dan kuliner menjadi kekayaan negara ini. Selain dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya, Indonesia juga terkenal dengan beragam jenis makanan dan jajanan. Dari jajanan tradisional hingga variasi modern yang menggabungkan unsur budaya barat. Salah satu contoh jajanan yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah Batagor. Batagor merupakan hidangan khas yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Sejalan dengan penjelasan dari (Hermawanti, 2023), Batagor yang kita kenal adalah makanan khas dari wilayah Bandung yang mirip dengan siomay, tetapi dimasak dengan cara digoreng. Saat ini, Batagor telah menjadi salah satu kuliner khas Nusantara dan menawarkan peluang usaha yang menjanjikan. Batagor terdiri dari bakso tahu goreng, singkatan dari Batagor, yang terbuat dari tahu putih, ikan tenggiri, dan udang yang digoreng dengan lapisan tepung tapioka. Hidangan ini sangat lezat ketika disajikan dalam keadaan panas, disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis kental, serta disertai saus sambal.
Untuk menambah cita rasa, beberapa tetes perasan jeruk nipis dapat ditambahkan.
Batagor saat ini sangat terkenal dan banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat.
Awalnya masakan ini berkembang di daerah Jawa Barat karena yang terkenal adalah Batagor Siomay Bandung.Ada ungkapan yang di kutipdari (Suradin, 2018) mengatakan bahwa “Makanan yang jangan sampai anda lewatkan kalau sedang berkunjung ke Bandung adalah batagor” . Batagor rasanya yang bisa diterima di manapun, dan makanan ini pun cepat berkembang ke seluruh pelosok tanah air. Bisa disimpulkan bahwa produk batagor ini merupakan m salah satu produk yang digemari oleh kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan karena batagor memiliki cita rasa yang khas dari olahan bumbu tradisional dan dari segi pengolahan juga terbilang sangat sederhana. Selain itu, harga yang ditawarkan
biasanya juga cukup terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, dan dari segi peluang usaha batagor pun juga memiliki harga jual yang terbilang cukup kompetitif. Hal ini juga bermanfaat dalam meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga menghasilkan keuntungan dari segi ekonomi dan pengalaman bagi mahasiswa.
1.2 Analisis SWOT
Menurut (Rochman, 2019), analisis SWOT merupakan analisis yang digunakan untuk memperoleh sekaligus menyusun perencanaan yang tepat guna menganalisis keadaan sekitar. Hal ini juga didukung dengan pendapat (Sujoko, 2017) yang menyatakan bahwa analisis SWOT merupakan metode analisis untuk mengetahui titik terbaik dan titik terlemah dari suatu kondisi yang memungkinkan untuk mengambil tindakan. Analisis SWOT mencangkup faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang terjadi di suatu kondisi. Berdasarkan beberapa pernyataan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa analisis SWOT memungkinkan untuk digunakan dalam merencanakan suatu usaha bisnis.
Analisis SWOT terhadap usaha mafia batagor dapat dilakukan seperti yang tercatat seperti pada tabel berikut :
Tabel 1. 1 Tabel Analisa SWOT Usaha Mafia Batagor ANALISIS SWOT
Faktor Eksternal Faktor Internal
Oppurtunity (Peluang) Strenght (Kekuatan) 1. Belum adanya produk batagor di
kalangan kampus Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya
2. Familiar di semua kalangan masyarakat 3. Memiliki cita rasa yang sesuai dengan minat kuliner orang Indonesia
1. Bahan baku mudah didapatkan 2. Pengolahan yang sederhana
3. Tinggi kandungan protein didalamnya
Threads (Ancaman) Weakness (Kelemahan)
1. Banyaknya orang yang menjual produk sejenis
2. Banyak pesaing yang lebih berpengalaman dari segi cita rasa
3. Minat konsumen sewaktu-waktu bisa menurun mengikuti perkembangan trend
1. Minimnya pengalaman dalam membangun usaha
2. Daya tahan produk yang singkat 3. Daya tahan bahan baku yang singkat
1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dalam pembuatan laporan studi kelayakan bisnis ini yaitu:
1. Memahami dan menerapkan konsep teori studi kelayakan bisnis.
2. Melakukan analisa dan pemantauan kemajuan pada usaha mafia batagor 3. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam membangun usaha 4. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa
1.4 Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup usaha yang direncanakan dalam pelaksanaan usaha mafia batagor adalah mahasiswa kampus Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya dan masyarakat umum,. Perluasan pasar akan meningkat bahkan sampai ke dunia maya seiring dengan berjalannya waktu dari konsumen ke konsumen.
BAB II
ASPEK PEMASARAN 2.1 Pendahuluan
Pasar adalah tempat di mana terjadi pertukaran barang atau jasa antara penjual dan pembeli yang saling memiliki kepentingan (Nasution & Nurhadi, 2019). Kemampuan pemilik usaha dalam bersaing dalam pangsa pasar ditentukan dan bergantung pada strategi bersaing seperti apa yang dipilih pemilik usaha agar usaha terus bisa bertahan dalam jangka panjang (Dhana et al., 2023). Hal ini tentu melibatkan analisis secara mendetail mengenai kondisi pasar, kondisi konsumen, tingkat kebutuhan barang, dan sebagainya guna mengetahui gambaran pasar. Seiring dengan itu, Perusahaan juga perlu mampu meramalkan peluang dan risiko yang akan muncul. Hal ini bertujuan untuk menciptakan citra produk yang menarik dan memiliki keunggulan yang unggul, sekaligus menetapkan harga yang menguntungkan (Sayekti & Sari, 2018).
Usaha yang bergerak dalam bidang makanan ini memproduksi dbatagor yang sesuai dengan trend dan menjawab kebutuhan masyarakat mengenai makanan tradisional yang dikemas dengan gaya kekinian. Usaha ini menawarkan produk batagor yang memiliki 2 varian yaitu batagor original dan batagor keju. Sesuai dengan sesuai dengan hasil survei yang telah dilakukan oleh mahasiswa terhadap 20 responden. Responden yang mengisi kuesioner adalah kalangan mahasiswa yang berusia 19 hingga 23 tahun. Dari hasil survei tersebut, diketahui bahwa 13 dari 20 responden memberi saran ide jualan batagor dengan tambahan topping atau isian keju didalamnya, dan 7 sisanya memberi saran agar batagor dijual dengan isian dan bumbu kacang yang banyak. Kualitas produk ini dijamin sangat bagus karena menggunakan bahan baku yang fresh dan berkualitas tinggi.
2.2 Analisa Industri
Analisa industri penting untuk dilakukan guna mengetahui keadaan detail dari suatu perusahaan atau pasar agar usaha mampu dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan pasar yang ada. Pentingnya analisis industri terletak pada pemahaman kondisi perusahaan
dalam industri makanan. Dengan demikian, perusahaan dapat merancang strategi yang efektif untuk memenangkan persaingan dengan pesaingnya di masa depan (Budiman et al., 2021). terdapat beberapa point yang dapat ditentukan dalam proses analisa industri, diantaranya:
1. Siklus Industri (Industrial Cycle) 2. Penetapan Harga (Pricing)
3. Potensi Pasar (Potentional Market)
4. Identifikasi Peluang Bisnis (Chance of Business)
2.2.1 Siklus Industri (Industrial Cycle)
Menurut (Miller & Friesen, 1984) adalah fase tahapan binis yang setidaknya mengarahkan langkah dan speak terjang dalam memulai usaha dimana Suatu industri selalu mengalami siklus yang dimulai dari pengenalan produk, pertumbuhan penjualan, kedewasaan perusahaan dan penurunan konsumen. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan yang akan dialami suatu usaha dalam siklus industri :
1. Tahap Perkenalan
Merupakan fase dimana pengusaha mengalami pertumbuhan penjualan dan keuntungan yang relatif lamban. Karena selain sebagai pendatang baru didalam industri, pengusaha yang bersangkutan juga masih dalam perkenalan.
2. Tahap Pertumbuhan
Pada tahap ini, adalah pada pencapaian pertumbuhan penjualan yang cepat dan menumpulkan sumber daya dalam upaya untuk merealisasikan keuntungan yang diperoleh dari skala yang lebih besar.
3. Tahap Kedewasaan
Pada fase ini tingkat penjualan relative stabil, tingkat inovasi menurun, dan struktur organisasi yang lebih birokratis terbentuk.
4. Tahap Penurunan
Pada tahap ini, pengusaha menghadapi banyak kompetitor yang menawarkan barang-barang pengganti yang lebih diminati konsumen. Selain itu pasar yang berpotensi sangat sempit, dan permitaan akan produk yang di produksi pengusaha sangat rendah sehingga terjadi kerugian.
2.2.2 Penetapan Harga (Pricing)
Menurut (Secapramana, 2000) harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran dan harus senantiasa dilihat dalam hubungannya dengan strategi pemasaran.
Harga berinteraksi dengan seluruh elemen lainnya dalam bauran pemasaran untuk menentukan efektivitas dari setiap elemen dan keseluruhan elemen.
Menurut (Tjiptono, 1995) Terdapat 7 berbagai macam penyesuaian terhadap harga suatu barang yang dapat berbentuk diskon, allowance, dan penyesuaian geografis.
1. Diskon merupakan pengurangan dari harga jual produk yang diberikan langsung kepada konsumen dengan mengurangi nilai harga awalnya.
2. Allowence adalah pengurangan harga menurut daftar harga kepada konsumen karena adanya kepentingan tertentu.
3. Penyesuaian geografis adalah penetapan harga produk yang bergantung pada biaya transportasi yang dikeluarkan untuk mengirimkan produk dari produsen ke konsumen.
Sementara itu Dari perspektif konsumen, harga sering dianggap sebagai penunjuk nilai ketika harga tersebut dikaitkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa.
Nilai dapat diartikan sebagai perbandingan antara manfaat yang dirasakan dengan harga
yang dikeluarkan. Dengan kata lain, pada tingkat harga tertentu, jika manfaat yang dirasakan oleh konsumen meningkat, maka nilai produk tersebut juga akan meningkat.
2.2.3 Potensi Pasar
Usaha yang dirancang adalah usaha makanan batagor. Dilansir dari grafik goggle trend, bisnis makanan ini ini tercatat bahwa permintaan pelanggan dengan kemampuan produksi terbilang cukup banyak selama desember 2023 karena batagor merupakan makanan tradisional yang banyak digemari masyarakat. Berikut adalah grafik data pencarian orang Indonesia terhadap batagor selama desember 2023 melalui goggle trend :
Gambar 2. 1 Grafik Trend Batagor
Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa peluang yang ada dalam industri makanan terutama batagor masih banyak diminati dan dicari masyarakat.
2.2.4 Identifikasi Peluang Bisnis
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pasar industri makanan terutama makanan tradisional masih memiliki peluang yang besar. Tingginya permintaan menciptakan potensi peningkatan penjualan produk, memberikan prospek yang menjanjikan untuk dijadikan peluang bisnis.
2.2.5 Kesimpulan
1. Usaha batagor yang dirancang ini masih dalam tahap perkenalan, pengembangan, dan bisnis makanan ini masih membuka ruang bagi para pendatang baru dalam industri minuman di pangsa pasar.
2. Dari pertimbangan terhadap siklus industri, potensi pasar dan identifikasi peluang bisnis. Maka dapat dikatakan bisnis ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
BAB III ASPEK TEKNIS 3.1 Jenis Produk
Makanan khas Sunda yang cukup terkenal. Hidangan ini sama seperti somay tetapi bedanya yaitu cara memasak batagor adalah dengan cara digoreng. Selain itu, batagor biasanya dimakan menggunakan bumbu kacang serta kecap dan saus sambal sesuai selera yang menambah citarasa makanan yang satu ini.
Makanan yang akan dipasarkan adalah batagor dengan kemasan thinwall berukuran 650 ml. Varian dari batagor yang akan dipasarkan adalah batagor original dan keju. Mafia batagor memilih kemasan plastic thinwall karena lebih praktis dan mudah dibawa kemana- mana.
3.2 Metode Produksi dan Teknologi yang Dipilih
Mafia batagor menggunakan metode produksi manual. Hal tersebut karena proses pengolahan produk masih menggunakan tenaga manusia dan hanya menggunakan peralatan yang relevan untuk membantu proses masak. Hal tersebut juga memunculkan kelebihan dan kekurangan produk dari metode produksi yang dipilih seperti pada tabel berikut :
Tabel 3. 1 Tabel Perbandingan Metode Produksi Usaha Mafia Batagor
Kelebihan Kekurangan
1. Ekspektasi masyarakat tentang batagor tinggi
2. Bahan baku mudah diperoleh
3. Produk mudah dibawa kemana-mana
1. Proses produksi manual 2. Produk bertahan tidak lama 3. Tempat produksi kurang higienis 3. Bahan baku bertahan tidak lama
3.3 Jenis Produksi
Mafia batagor menawarkan 2 varian batagor yang produksi, yaitu batagor original dan keju. Varian ukuran yang dipasarkan sesuai dengan ukuran wadah yang digunakan yaitu 650ml. Berikut merupakan tahapan-tahapan dalam proses pembuatanya :
1. Produksi
Batagor akan diproduksi sesuai pesanan pembeli . Bahan baku terutama ikan tenggiri yang digunakan dirancang untuk lebih dari satu porsi batagor sehingga kapasitas atau frekuensi belanja bahan baku dapat diminimalisir.
2. Pengemasan
Pada tahap ini batagor dikemas ke dalam wadah thinwall dengan ukuran 650 ml dengan bahan plastic yang food grade dan steril. Penempelan logo ditempelkan pada atas tutup thinwall sebagai identitas produk.
3.4 Proses Produksi
Proses produksi dilakukan dengan beberapa tahapan. Ada beberapa proses produksi pada pembuatan jus yaitu meliputi pembuatan adonan batagor, pembuatan bumbu kacang, pembuatan batagor pangsit, pembuatan batagor, serta pengemasan produk.
1. Pembuatan adonan batagor
Pada tahap ini setelah semua alat dan bahan disiapkan Pertama kocok telur kemudian masukkan daging ikan dan juga ayam yang telah dicincang, tepung tapioka, rajangan daun bawang minyak wijen dan juga garam.
Aduk campuran adonan si secara rata sampai menjadi suatu donan yang dapat dibentuk
Keruk dari isi tahu yang sudah digoreng untuk tempat dalam mengisi adonan bakso.
Kemudian masukkan adonan isi ke dalam bagian tengah tahu.
2. Pembuatan bumbu kacang
Dalam membuat sambal kacang sebagai pelengkap batagor ini pertama Anda dapat mencampurkan kacang yang telah dihaluskan dengan cabai merah halus, cuka, garam sampai merata.
Kemudian tambahkan bumbu tersebut dengan air hangat sedikit untuk mengencerkannya dan dapat diaduk hingga merata dan tercampur.
3. Pembuatan batagor pangsit
Pertama letakan adonan isi ke bagian tengah kulit pangsit kemudian dapat disatukan sudut kulit pangsit tersebut sampai menekuk sedikit agak keluar.
Panaskan minyak untuk menggoreng
Kemudian goreng tahu dan juga pangsit sampai matang bewarna kecoklatan.
Kemudian angkat dan tiriskan
Potong untuk batagor pangsit tersebut dalam 2 atau 3 bagian, kemudian taruh ke piring saji dan siramkan pula saus kacang diatasnya.
4. Tips pembuatan batagor
Supaya saus kacang dapat lebih tahan lama maka dalam proses sangrai kacang jangan sampai agak keluar minyak.
Supaya saus tidak bewarna pucat dan nampak gelap maka Anda dapat menambahkan kecap manis kedalam bumbu dari saus batagor. Dapat ditambahkan menggunakan saus tomat agar bewarna kemerah merahan.
Apabila tidak suka maka gunakan cabai dengan cara membuang biji cabainya.
Supaya saus tidak bewarna pucat dan nampak gelap maka Anda dapat menambahkan kecap manis kedalam bumbu dari saus batagor. Dapat ditambahkan menggunakan saus tomat agar bewarna kemerah merahan.
Apabila tidak suka maka gunakan cabai dengan cara membuang biji cabainya.
5. Pengemasan
Setelah jadi dan semua komponen batagor lengkap batagor dimasukkan ke dalam wadah thinwall berukuran 650 ml juga diberi logo mafia batagor. Untuk bumbu kacang sendiri bisa langsung dicampur dan bisa dipisah sesuai keinginan pembeli.
3.5 Jenis dan Aset tetap yang dibutuhkan
Berikut adalah biaya investasi dan variable untuk produksi batagor original dan keju dalam satu bulan
Tabel 3. 2 Tabel Biaya Aset Usaha Mafia Batagor
Tabel 3. 3 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Original
Tabel 3. 4 Tabel Biaya Variabel Usaha Mafia Batagor Varian Keju
3.6 Jadwal
Adapun jadwal rencana kegiatan pemasaran mafia batagor adalah sebagai berikut.
Tabel 3. 5 Gantt Chart Rencana Kegiatan Usaha Mafia Batagor Tiap Bulan
Tabel 3. 6 Tabel Rencana Kegiatan Nomo
r
Tanggal Kegiatan Rencana Kegiatan 1. Sabtu, 02 Desember
2023
Pembuatan Proposal Usaha 2. Senin, 04 Desember
2023
Pembuatan Konsep Penjualan 3. Selasa, 05 Desember
2023
Revisi Konsep Penjualan bersama Dosen Pendamping
4. Jum’at, 08 Desember
2023 Revisi Akhir Konsep Penjualan bersama Dosen Pendamping
5. Sabtu, 09 Desember
2023 Open pre-order
6 Senin, 11 Desember 2023
Pembuatan Mafia Batagor 7. Selasa, 12 Desember
2023
Penjualan Mafia Batagor
Tabel 3. 7 Gantt Chart Jadwal Rencana Mafia Batagor Bulan Desember 2023
3.7 Logo, Packaging, dan Rasa
Logo mafia batagor dilambangkan dengan simbol lingkaran yang berarti kesatuan tekad dan minat dari semua anggota dan elemen-elemen pendukung usaha dalam memberikan performa yang maksimal. Hal tersebut bertujuan agar konsumen dapat merasakan citarasa batagor yang khas dan maksimal. Untuk warna kuning melambangkan Warna kuning memiliki makna memberikan kesan keceriaan, kebahagian, energik, dan rasa optimis. Oleh karena itu biasanya orang yang menyukai warna kuning cenderung lebih bijaksana dan cerdas.
Mafia batagor menawarkan 2 varian batagor yang dipasarkan, yaitu batagor original dan batagor keju. Dalam packaging, kami membuat ukuran batagor semua variant sebanyak 650 ml. Hal ini agar mendukung target penjualan agar produk dapat dibawa kemana saja.
Berikut logo produk mafia batagor yang dibuat.
Gambar 3.1 Logo Usaha Mafia Batagor
BAB IV
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA 4.1 Struktur Organisasi
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Usaha Mafia Batagor
4.2 Job Description 4.2.1 Direktur Utama
Tabel 4. 1 Spesifikasi Pekerjaan Direktur Utama
Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
semua jurusan.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi dan leadership yang
Memimpin perusahaan dengan membuat peraturan kerja.
Memiliki kewenangan dalam menyetujui rekrutmen karyawan
baik.
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
4. Memiliki kemampuan analisa tinggi.
5. Mampu memenuhi target Perusahaan yang ditentukan.
baru, pengangkatan karyawan tetap, hingga pengangkatan jabatan karyawan.
Mempertimbangkan pengambilan Keputusan perusahaan.
4.2.2 Sekretaris
Tabel 4. 2 Spesifikasi Pekerjaan Sekretaris
Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
semua jurusan.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
4. Mampu mengoperasikan Microsoft excel dan word dengan baik
5. Mampu memenuhi jobdesk yang diharapkan.
Mengurus pencatatan dokumen perusahaan.
Membuat timeline perusahaan.
Mengatur seluruh agenda perusahaan.
Menyiapkan laporan kerja perusahaan.
Menyimpan arsip perusahaan.
4.2.3 Bendahara
Tabel 4. 3 Sepesifikasi Pekerjaan Bendahara
Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
jurusan akuntansi.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik.
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
4. Teliti dan jujur.
5. Mampu memenuhi pekerjaan yang berhubungan dengan keuangan.
Mengurus pencatatan cash flow perusahaan.
Memanajemen pengeluaran dan pemasukan perusahaan.
Memonitor pengeluaran dan pemasukan perusahaan
4.2.4 Accounting
Tabel 4. 4 Spesifikasi Pekerjaan Accounting
Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
jurusan akuntansi.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
4. Teliti dan jujur
Membantu bendahara melakukan tugas
Melakukan pencatatan keuangan
Melakukan pengurusan pajak
4.2.5 Produksi
Tabel 4. 5 Spesifikasi Pekerjaan Departemen Produksi Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
jurusan Teknik industri.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
Melakukan penjadwalan produksi
Melakukan pengadaan bahan baku produksi
Berkomunikasi dengan tim dapur &
packing
4.2.6 Dapur & Packing
Tabel 4. 6 Spesifikasi Pekerjaan Tim Dapur & Packing Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
semua jurusan.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
Melakukan segala proses produksi
Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan departemen produksi
4.2.7 Pemasaran
Tabel 4. 7 Spesifikasi Pekerjaan Tim Pemasaran
Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
semua jurusan.
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
Mencari dan memperluas prospek pemasaran usaha mafia batagor
Mencari mitra atau wadah promosi mafia batagor
4.2.8 Reaserch & Development
Tabel 4. 8 Spesifikasi pekerjaan Tim Reaserch & Development Spesifikasi Pekerjaan Deskripsi Pekerjaan 1. Pendidikan terakhir minimal S1
semua jurusan (Teknik industri lebih disukai).
2. Memiliki kemampuan
berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik
3. Memiliki tanggung jawab yang tinggi.
Mencari dan menemukan inovasi baru untuk produk mafia batagor
Menciptakan produk mafia batagor sesuai keinginan konsumen
4.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan yang akan kami tetapkan adalah perencanaan top-down Dimana penentuan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang akan direkrut sesuai dengan rencana yang menyeluruh dari usaha mafia batagor untuk jangka panjang maupun jangka pendek (Rahmayani et al., 2023).
Pada tahap awal ini, jumlah pekerja kami ada sebanyak 9 orang yang terdiri dari : A. Direktur Utama : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan
B. Sekretaris : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan
C. Bendahara : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan D. Accounting : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan E. Produksi : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan F. Dapur & Packing : 2 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan G. Pemasaran : 1 orang dengan gaji Rp. 22.000/bulan H. R & D : 1 orang dengan gaji Rp 22.000/bulan
4.4 Izin
Karyawan hanya mendapatkan izin dengan alasan dan keterangan administrasi yang jelas contohnya seperti izin sakit disertai dengan surat dokter.
BAB V ASPEK HUKUM
Aspek hukum dalam makanan diberlakukan sesuai dengan skala usahanya. Skala usaha terdiri dari usaha besar, usaha menengah, usaha kecil dan usaha mikro. Kriteria usaha dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Usaha Mikro
A. Usaha yang tidak berbadan hukum.
B. Tidak memiliki perizinan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang/ usaha informal.
C. Aset usaha yang dimiliki skala mikro ini maksimal sebesar Rp. 25.000.000 (diluar tanah dan bangunan).
2. Usaha Kecil
A. Usaha memiliki izin usaha dalam bentuk badan hukum seperti: Usaha Dagang (UD), Perusahaan Dagang (PD), koperasi, CV dan sebagian kecil berbentuk PT.
B. Aset usaha maksimal sebesar Rp. 200.000.000 (diluar tanah dan bangunan) C. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun maksimal Rp. 1 Miliar.
3. Usaha Menengah
A. Aset usaha sebesar Rp. 200.000.000 sampai Rp. 500.000.000 (diluar tanah dan bangunan)
B. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun maksimal Rp. 10 Miliar.
4. Usaha Besar
A. Aset usaha diatas Rp. 500.000.000 (diluar tanah dan bangunan) B. Omzet (Perputaran usaha) dalam waktu 1 tahun diatas Rp. 10 Miliar
Beberapa jenis perizinan usaha yang perlu juga diperhatikan yaitu:
1) Izin lokasi ( Pembayaran PBB, Sertifikat, Akta Pendirian, dan sebagainya)
2) Izin usaha (Akte pendirian perusahaan, NPWP, Surat tanda pendaftaran perusahaan, SIUP, dsb).
Tak hanya itu legalitas produk juga sangat penting dalam usaha makanan, adapun jenis legalitas produk sebagai berikut :
A. P-IRT (Pangan Industri rumah tangga)
B. BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan) C. Halal MUI
Legalitas Merek tertulis pada UU No.15 Tahun 2001: “Merek merupakan tanda pembeda atas barang dan jasa bagi suatu perusahaan dengan perusahaan lain nya”.
Beberapa aspek yang bisa didapat saat mendaftarkan produk ke legalitas merk yaitu : A. Perlindungan (Perlindungan atas merk, Kepastian hukum)
B. Status Pendaftaran (Asas Konstitutif) C. Jangka waktu perlingungan (10 Tahun) D. Mutasi dan Lisensi
BAB VI
ASPEK KEUANGAN
Laporan perencanaan keuangan mafia batagor dari modal awal, target penjualan, studi kelayakan,hingga simulasi penjualan yang didapat terlampir di bab ini sebagai berikut.
6.1 Modal Awal Usaha
Tabel 6. 1 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Original
Tabel 6. 2 Tabel Biaya Variabel Mafia Batagor Varian Keju
6.2 Biaya Investasi Usaha
Tabel 6. 3 Tabel Biaya Investasi Usaha Mafia Batagor
6.3 Data Asumsi Mafia Batagor
Tabel 6. 4 Tabel Data Asumsi Usaha Mafia Batagor
6.4 Biaya Tetap Usaha
Tabel 6. 5 Tabel Biaya Tetap Usaha Mafia Batagor
6.5 Analisa Break Event Point
Tabel 6. 6 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Original
Tabel 6. 7 Tabel Analisa Break Event Point Usaha Mafia Batagor Varian Keju
6.6 Uji Kelayakan Usaha
Tabel 6. 8 Tabel Uji Kelayakan Usaha Mafia Batagor
6.7 Asumsi Penjualan
Tabel 6. 9 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Bulan
Tabel 6. 10 Tabel Asumsi Penjualan Mafia Batagor Per Tahun
DAFTAR PUSTAKA
Budiman, I., Saori, S., Anwar, R. N., Fitriani, F., & Pangestu, M. Y. (2021). Analisis Pengendalian Mutu Di Bidang Industri Makanan (Studi Kasus: Umkm Mochi Kaswari Lampion Kota Sukabumi). Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 2185–2190.
Dhana, D. S. R., Latifah, U., & Mastura, Z. A. (2023). IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN.
Aktualisasi Pengabdian Masyarakat, 1(1), 13–29.
Hermawanti, A. A. (2023). Influential Elements Identification of Memorable Culinary Tourism in Bandung City. International Journal on Recent Trends in Business and Tourism (IJRTBT), 7(2), 13–30.
Miller, D., & Friesen, P. H. (1984). A longitudinal study of the corporate life cycle.
Management Science, 30(10), 1161–1183.
Nasution, A. R. K., & Nurhadi, N. (2019). Studi Kelayakan Bisnis Produksi & Pemasaran Cake Di Kota Bandung (Kasus Di Cv. Yeye Group). Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu Dan Aplikasi Teknik, 18(1), 38–47.
Rahmayani, D., Putri, P. I., Rahman, Y. A., Pratiwik, E., & Vikia, Y. M. (2023). Scale Up Kapabilitas Keuangan Badan Usaha Milik Desa Dengan Aplikasi Sistem Informasi Desa Mandiri (SIDesRi). Madaniya, 4(1), 337–347.
Rochman, I. (2019). Analisis SWOT dalam Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di SMP Islam Yogyakarta). Al Iman: Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan, 3(1), 36–52.
Sayekti, R. N. S., & Sari, N. K. (2018). Analisa Strategi Peranan Wanita Umkm Dalam Peningkatan Perekonomian Di Kec. Ngantang, Kab. Malang (Pendekatan Analisa SWOT). Referensi: Jurnal Ilmu Manajemen Dan Akuntansi, 6(1), 36–45.
Secapramana, L. V. H. (2000). Model dalam strategi penetapan harga. Unitas, 9(1), 30–43.
Sujoko, E. (2017). Strategi peningkatan mutu sekolah berdasarkan analisis swot di sekolah menengah pertama. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(1), 83–96.
Suradin, M. (2018). Halal tourism promotion in Indonesia: An analysis on official destination websites. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 6(3), 143–158.
Tjiptono, F. (1995). Strategi pemasaran. Andi Offset.