• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN WORK TRUE SURVEY (WTS)

N/A
N/A
julia

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN WORK TRUE SURVEY (WTS) "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

WORK TRUE SURVEY (WTS)

DI RSUD PROVINSI KEPULAUAN RIAU RAJA AHMAD TABIB HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN PENERAPAN K3 DI RUMAH SAKIT

PEMBINAAN K3 DIRUMAH SAKIT ANGKATAN II TAHUN 2022

OLEH KELOMPOK 6 : 1. LENA WATI

2. MAISI MARISA

3. MAIDA NATHANIA APSARINI, S.K.M 4. MAYSHA ADILA

5. MERLINA PUTRI 6. NOVANDA PRASETYA 7. NOVIE DWI CAHYANI

8. PEBRI TAON AINDY TARA HASIBUAN 9. PERNANDO PRANATA

PENYELENGGARA

PJK3 BINTANG MARCHAVIDI UTAMA (BMU)

(2)

25 JULI 2022

(3)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Hidayah- Nya penulis dapat meyelesaikan laporan presentasi tentang Materi K3 dengan ruang lingkup bidang pengawasan K3RS. Laporan work true survey ini disusun sebagai salah satu tugas dan materi pembinaan K3 dirumah sakit.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Instruktur yang telah memberikan materi dan pengalamannya.

2. PJK3 Bintang Marchavidi Utama (BMU) sebagai penyelenggara kegiatan pembinaan K3 dirumah sakit.

3. RSUD Provinsi Kepulauan Riau Raja Ahmad Tabib tempat kami bekerja dan memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan work true survey keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan tugas kerja kami sehari-hari.

4. Teman-teman satu komite K3 rumah sakit (P2K3) yang saling bahu- membahu memberi semangat dan berbagi ilmu dan pengalaman.

Tentunya tidak ada gading yang tak retak, kami menyadari dalam penyusunan laporan work true survey ini sangat jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan masukan dan kritikan yang membangun, khususnya dari para Instruktur yang tentunya kompetensinya tidak diragukan lagi, agar menambah ilmu dan pengalaman serta tentunya akan sangat bermanfaat bagi kami, teman kerja dan perusahaan.

Tanjungpinang, 28 Juli 2022 Maisi Marisa

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...1

B. Maksud dan Tujuan...2

C. Ruang Lingkup...2

D. Dasar Hukum...2

BAB II KONDISI/FAKTA RUMAH SAKIT A. Profil RSUD Raja Ahmad Thabib...3

B. Visi dan Misi RSUD Raja Ajmad Thabib...4

C. Temuan...4

BAB III ANALISA & PEMECAHAN MASALAH A. Temuan Positif...8

B. Temuan Negatif...9

BAB IV PENUTUPAN A. Kesimpulan...11

B. Saran...11 REFERENSI

DOKUMENTASI

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan keesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Rumah sakit merupakan bangunan gedung atau sarana kesehatan yang memerlukan perhatian khusus dari segi keamanan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan,dan kemudahan, dimana berdasarkan Undang- undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 3 menyebutkan bahwa pengaturan penyelenggaraan Rumah Sakit bertujuan : a. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan;

b. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit;

c. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit;

Undang-undang tentang bangunan gedung nomor 28 tahun 2022 juga menyebutkan bahwa bangunan gedung penting sebagai tempat manusia melakukan kegiatan, maka perlu diperhatikan keamanan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.

Kegiatan work true survey keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini adalah sebagai salah satu syarat pemenuhan kewajiban dalam pembinaan K3 dirumah sakit yang dilaksanakan selama 4 hari untuk dapat mengimplementasikan pengetahuan dan pemahaman di lingkungan kerjanya. Dalam hal ini ditekankan pengawasan pada kelembagaan K3 terkait:

(6)

1. Policy, Objective, & Manual 2. Identifikasi Bahaya & Resiko 3. Pengendalian Operasional 4. Program Manajemen K3

5. Pemenuhan & Penataan Peraturan Perundangan 6. Sumberdaya & Kompetensi

7. Komunikasi Konsultasi & Partisipasi

Dalam upaya menyediakan pelayanan yang bermutu maka RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang merupakan bagian dari komponen keselamatan dan kesehatan yang berupaya untuk mengelola semua resiko -resiko yang mungkin terjadi didalam pelayanaanya dan memperatahankan kondisi aman bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya work true survey keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ni adalah untuk :

1. Membekali para peserta dalam penerapan K3 dirumah sakit dalam praktek nyata

2. Memahami kewajiban dan kewenangan K3 di tempat kerja C. Ruang Lingkup

Sarana prasana atau konstruksi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib

D. Dasar Hukum

1. Undang-undang No. 1 th 1970 tentang keselamatan kerja 2. Undang-undang No. 13 th 2003 tentang ketenagakerjaan 3. Undang-undang No 36 th 2009 tentang kesehatan 4. Undang-undang No. 44 th 2009 tentang rumah sakit 5. Undang-undang No. 36 th 2014 tentang tenaga kesehatan 6. Peraturan Pemerintah No. 50 th 2012 tentang penerapan SMK3 7. Peraturan Pemerintah No. 88 th 2019 tentang kesehatan kerja 8. Permenkes No. 66 th 2016 tentang K3 Rumah Sakit

9. Permenkes No. 12 th 2020 tentang akreditasi rumah sakit,dll

(7)

BAB II

KONDISI/FAKTA RUMAH SAKIT

A. Profil RSUD Raja Ahmad Thabib

RSUD Provinsi Kepulauan Riau digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2005 – 2010 (Ismeth Abdullah dan Muhammad Sani).

Peletakkan batu pertama dilaksanakan pada tahun 2007. RSUD Provinsi Kepulauan Riau merupakan Rumah Sakit yang diarahkan untuk menjadi rumah sakit kelas B Pendidikan dan telah beroperasi sejak 29 Februari 2012 (soft opening) berdasarkan Surat Izin Operasional Rumah Sakit oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dengan Nomor 001/Dinkes/II/Tahun 2013.

Adapun Direktur RSUD Provinsi Kepulauan Riau pertama kali adalah dr.

Supartini selaku PLT. Direktur. Sesuai dengan Keputusan Gubernur No. 988 Tahun 2014 RSUD Provinsi Kepulauan Riau Tanungpinang berubah nama menjadi RSUD Raja Ahmad Tabib. Penamaan tersebut diambil dari nama seorang ulama dan tabib (dokter) yang bernama Raja Ahmad Thabib.

Ayahnya adalah Raja Hasan putra dari Raja Ali Haji. Ibunya adalah Raja Maimunah, puteri Raja Abdullah atau al-Marhum Mursyid Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga ke IX. Raja Ahmad Thabib Lahir pada tahun 1282H/1865M di Pulau Penyengat Indera Sakti. Raja Ahmad Thabib merupakan anak ke 3 (tiga) dari 12 (dua belas) bersaudara.

Pada tahun 1301H/1883M Raja Ahmad Thabib mendapat pengakuan sebagai tabib (dokter) di Penyengat dan mulai menjadi tabib patikuler (swasta), dan pada 25 Rabiulawal 1319H/1901M menjadi tabib kerajaan dan bergelar Duli Yang Maha Mulia Sultan. Pengelolaan Rumah Sakit telah menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh sejak tanggal 1 Januari 2014 berdasarkan peraturan Gubernur No 1A tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Pada Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang.

Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD ditetapkan melalui Peraturan daerah Provinsi Kepri No. 5 Tahun 2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

(8)

Organisasi & Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja & Lembaga Lain Provinsi Kepulauan Riau.

RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau sebagai RS rujukan utama dari kabupaten/kota se Provinsi Kepulauan Riau diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas didukung dengan pelayanan yang modern dari sisi sarana prasarana, prosedur pelayanan, ketersediaan tenaga. Salah satunya adalah melaui akreditasi yang mencerminkan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat telah terstandarisasi dan terorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

B. Visi dan Misi RSUD Raja Ajmad Thabib 1. Visi :

Kepulauan Riau yang makmur, berdaya saing dan berbudaya”..

2. Misi:

Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau yaitu mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat dan berdaya saing dengan berbasiskan iman dan taqwa.

Tujuan dari RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang meliputi pelayanan kesehatan umum dan khusus, memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan dan penelitian.

C. Temuan

Berdasarkan hasil survey Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:

Temuan Positif

No Deskripsi Dokumentasi Keterangan

(9)

1 Terdapat APD khusus untuk anggota IPSRS

Ada

2 Terdapat lift khusus untuk pengunjung, karyawan, dan barang

ada

3 Terdapat formulir laporan kerusakan untuk perbaikan

ada

4 Terdapat formulir laporan kerja bulanan IPSRS

(laporan pencapaian indikator mutu unit kerja)

ada

(10)

(laporan pencapaian identifikasi masalah dan rencana tindak lanjut indikator mutu unit kerja)

5 Terdapat izin operasi lift - ada

6 Terdapat izin laik fungsi oksigen

central - ada

7 Terdapat izin operasional genset - ada

8 Anggota IPSRS sudah memiliki sertifikasi ahli K3 listrik

- ada

Temuan Negatif

No Deskripsi Dokumentasi

1 Ditemukan tabung oksigen yang menghalangi jalur evakuasi

2 Terdapat lantai dengan keramik yang pecah

(11)

3 Tidak ada gudang untuk penyimpanan barang

4 Ditemukan pipa air yang bocor

5 Anggota IPSRS belum memiliki sertifikasi ahli K3 konstruksi

-

(12)

BAB III

ANALISA & PEMECAHAN MASALAH A. Temuan Positif

N

o Deskripsi Temuan Saran

Rekomendasi Keterangan Peraturan 1 Terdapat

APD khusus untuk anggota IPSRS

Ada Berkomitmen untuk

menjalankan pekerjaan sesuai dengan kebijakan yang sudah ada.

APD : Safety Shoes, Rompi Safety, Safety

Helmet

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri

2 Sarana Lift sudah dibedakan sesuai kebutuhan

Ada Berkomitmen untuk

menjalankan sesuai dengan kebijakan yang sudah ditulis dan

disosialisasikan

3 Lift Pengunjung, 1 Lift Karyawan , 1 Lift

Barang

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut 3 Laporan

Kerusaka n Sarana Prasarana untuk perbaikan

Ada Setiap Unit berkomitmen melaporkan kerusakan menggunakan form sesuai degan SOP

Form diurutkan

sesuai dengan

kedaruratan

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Kepmenkes no HK 01 07/1128 Tahun 2022 tentang Standar

Akreditasi Rumah Sakit (Starkes RS)

4 Laporan Kerja Bulanan IPSRS

Ada Berkomitmen untuk

melaporkan pekerjaan setiap bulan

Laporan disusun berdasarkan hasil pencapaian kerja setiap bulan

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

UU No 44 Tahun 2009

(13)

tentang Rumah Sakit Peraturan Menteri Kesehatan no 66 Tahun 2016 tentang

Keselamatan dan

Kesehatan Kerja Rumah Sakit

5 Perizinan Sarana &

Prasarana

Ada Melakukan

Resertifikasi ketika masa berlaku habis

Izin Operasional Genset, Okigen Sentral, Lift, Penyalur Petir

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970

6 Perizinan sertifikasi SDM

Ada Berkomitmen

untuk

menjalankan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang sudah ada.

Anggota IPSRS

sudah memiliki Sertifikasi K3 Listrik

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970

B. Temuan Negatif N

o Deskripsi Temuan Saran

Rekomendasi Keterangan Peraturan 1 Oksigen

1,5 m3 menghalan g jalur evakuasi

Ada Penempatan oksigen harus sesuai pada tempatnya dengan membedakan antara oksigen kosong dan oksigen isi.

1 Tabung Oksigen Kecil ditemukan di

Area IPSRS

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008

Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan

2 Terdapat

Pipa Air Ada Pelaksanaan

pemeriksaan 3 Lift Pengunjung, 1

Lift Karyawan , 1 Lift UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan

(14)

dan prasarana

rumah sakit Peraturan Menteri

Kesehatan Nomor 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

3 Keramik di Rumah Sakit Retak

Ada Pelaksanaan pemeriksaan berkala sarana dan prasarana rumah sakit

Form diurutkan

sesuai dengan

kedaruratan

UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

4 Tidak Ada Gudang Barang

Ada Menyusun barang sesuai dengan kategori barang

digunakan dan tidak

digunakan.

Penyusunan barang

tidak sesuai UU Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

5 Perizinan sertifikasi SDM Ahli K3

Kontruksi

Tidak Ada

Mengajukan Sertifikasi K3 Kontruksi kepada Anggota IPSRS

Belum memiliki sertifikasi K3 Konstruksi

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970

(15)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil observasi penerapan K3 di RSUD Ahmad Tabib Tanjungpinang bidang Sarana Prasarana sudah berjalan dan di Rumah Sakit tersebut di dapatkan beberapa temuan negatif dan positif. Di antaranya temuan negatif yaitu terdapat Oksigen 1,5 m3 yang mengahalangi jalur evakuasi, pipa air yang bocor, keramik di Rumah Sakit retak, tidak ada gudang barang di Rumah Sakit dan perizinan SDM.

Dan temuan positifnya yaitu terdapat alat pelindung diri khusus untuk anggota IPSRS, sarana lift sudah di bedakan sesuai ketentuan, laporan kerusakan Sarana Prasarana untuk perbaikan dan laporan kerja bulanan IPSRS.

(16)

B. Saran

Adapun hal-hal yang merupakan Sarana Prasarana adalah:

1. RSUD Ahmad Tabib Tanjungpinang khususnya dibagian IPSRS perlu memperhatikan tentang tata letak sarana RS seperti tabung oksigen agar tidak menghalangi mobilisasi

2. RSUD Ahmad Tabib Tanjungpinang perlu memperhatikan pemeliharaan pada saluran air

3. RSUD Ahmad Tabib Tanjungpinang perlu melakukan perbaikan pada keramik yang sudah retak agar tidak terjadinya kecelakaan

4. RSUD Ahmad Tabib Tanjungpinang perlu mengadakan training sertifikasi k3 khususnya untuk k3 kontruksi

(17)

REFERENSI 1. Profil perusahaan

2. Peraturan UU No.01 tahun 1970 3. Permenkes No. 66 tahun 2016

4. Permenkes No 66 tahun 2016 Pasal 24 5. Permenkes No 66 tahun 2016 pasal 11 6. Permenkes No 66 tahun2016 pasal 13 7. UU No 13 tahun 2003

8. UU No 36 tahun 2009

9. Permenkes No 01 tahun 2007

10. Peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No 08 tahun 2010 11. Peraturan menteri teanaga kerjaan Republik Indonesia No 08 tahun

2020

12. UU No. 44 tahun 2009

13. Instrumen survei SNARS edisi 01 tahun 2018 14. Peraturan menteri kesehatan No 24 tahun 2016 15. Peraturan menteri pekerjaan umum No 26 tahun 2008 16. Peraturan menteri kesehatan No 24 tahun 2016

(18)

DOKUMENTASI

(19)

Referensi

Dokumen terkait