LAPORAN PRATIKUM SISTEM OPERASI DAN JARINGAN KOMPUTER
Pertemuan 13 – Hospot dan User Management
OLEH :
Rosul Iman (22343012) Dosen Pengampu :
Hadi Kurnia Saputra, S.Pd, M.Kom
S1 INFORMATIKA
DAPARTEMEN ELEKTRONIKA UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
HASIL PERCOBAAN
Topologi Jaringan
Pada topologi jaringan di atas, untuk tersambung ke wlan1 akan diperlukan sebuah password yang harus dimasukkan ke dalam sebuah web mikrotik ketika sudah tersambung ke wlan tersebut, hal ini juga dapat dilakukan untuk interface ether2, untuk melakukan hal tersebut kita harus mengsetting semuanya sesuai dengan intruksi pada topologi jaringan di atas, setelah selesai dan pc bisa tersambung ke ether2 dengan dhcp client, dan wlan dapat di akses melalui perangkat lain.
Kita harus membuat interface menjadi hospot yang dapat dilakukan pada langkah-langkah dibawah ini.
1. Pada menu IP > Hospot > tab “Hospot Setup” untuk mengsetting interface yang ingin dibuat menjadi hospot dapat dipilih ether2 atau wlan1
2. Kemudian tekan next hingga pada saat penetapan sertifikatnya, plih none
Dan pada saat setting password untuk user admin, dapat disesuiakan saja dengan keingininan.
3. Kemudian, pada tab server profiles dapat dilihat server yang telah kita buat yaitu hospot1, agar setiap kali user logout dari wifi harus memasukkan passwordnya kembali kita harus menghapus cookie pada hospot1 dengan cara menekan dua kali hospot1 kemudian tab “login”
Menonaktifkan cookie
4. Kemudian kita membuat user yang dapat terhubung ke interface hospot, pada tab “user profiles” > klik “+” tetapkan nama profilenya, kecepatan donwload dan updloadnya, contohnya di sini adalah 1m/2m
5. Kemudian tambahkan user pada tab “user” dan tambahkan user profiles yang telah dibuat tadi, tetapkan juga password dan nama usernya.
6. Langkah selanjutnya adalah pengetesan pada pc atau perangkat hp, sambungkan ke wlan1 atau ether2, kemudian masukkan ip yang ada pada ether2 atau wlan1. Jika dibuka di hp maka akan otomatis di arahkan ke website login mikrotik setelah menyambungkan ke interface wlan1. Masukkan user dan passwordnya.
ANALISIS PERCOBAAN/ANALISIS PRATIKUM
Hotspot pada perangkat MikroTik memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keamanan interface dan melindungi jaringan internet dari akses yang tidak sah. Fungsinya bukan hanya sekadar memberikan koneksi Wi-Fi atau Ethernet, tetapi juga memastikan bahwa setiap pengguna harus melakukan login melalui sebuah website sebelum dapat mengakses internet.
Metode ini efektif untuk mencegah koneksi sembarangan dan menjaga keamanan jaringan secara keseluruhan. Salah satu contoh penggunaan yang sukses dari metode ini dapat ditemukan pada layanan bisnis seperti yang ditawarkan oleh wifi.id.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua router memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan fitur hotspot ini. Router yang mendukung fitur ini harus memenuhi persyaratan hardware tertentu, seperti kapasitas RAM yang memadai. Dalam praktikum tertentu, perangkat MikroTik dipilih karena mendukung fitur hotspot dan memiliki spesifikasi yang memadai.
KESIMPULAN
Dari pratikum ini dapat disimpulkan bahwa salah satu keuntungan utama dari penggunaan hotspot pada MikroTik adalah kemampuan untuk mengatur batasan akses untuk setiap pengguna yang terhubung ke interface hotspot, dan keamanan yang harus login melalui website. Dengan mengimplementasikan pembatasan ini, manajemen bandwidth dapat dilakukan secara lebih efisien. Setiap pengguna dapat diberikan batasan tertentu dalam hal penggunaan bandwidth, sehingga sumber daya jaringan dapat didistribusikan dengan lebih adil dan efektif.
Pengaturan limit pada setiap pengguna juga membantu dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja jaringan secara keseluruhan. Dengan cara ini, administrator jaringan dapat memastikan bahwa tidak ada satu pengguna pun yang dapat menghabiskan sebagian besar bandwidth, sehingga menghindari kemungkinan bottleneck dan penurunan kualitas koneksi bagi pengguna lainnya.
Dengan demikian, hotspot pada perangkat MikroTik tidak hanya menjadi alat untuk memberikan akses internet, tetapi juga sebuah solusi keamanan yang canggih dan efektif.
Kemampuannya untuk mengontrol akses, mengelola bandwidth, dan memberlakukan kebijakan keamanan menjadikannya pilihan yang ideal untuk lingkungan jaringan yang memerlukan tingkat kontrol dan keamanan yang tinggi.